Home >Documents >metabolik endokrin

metabolik endokrin

Date post:11-Dec-2015
Category:
View:5 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
metabolik endokrin
Transcript:

MAKALAH PBL BLOK 11

MEKANISME ENDOKRIN;WANITA GEMUK (45TH) DENGAN KADAR GULA DIATAS NORMAL & TERDAPAT GLUKOSA DALAM URIN

Ayu anas silvya*10 2010 072A-4Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

PendahuluanSetiap manusia memilki kebutuhan gizi yang berbeda-beda tergantung dari pertumbuhan, aktivitas yang dilakukan oleh orang tersebut. Pada skenario yang didapat adalah tentang seorang yang ditemukan dalam kondisi karena kegemukan dan terdapat glukosa dalam urin. Dari skenario yang didapat tersebut akan dibahas mengenai Mekanisme pembentukan Glukosa,Hormon yang berperan,Sumber Karbohidrat, Protein, Lemak, Pola makan sehat Serta antopometri.

*Alamat Korespondensi :Ayu Anas Silvya,Fakulltas Kedokteran Universitas Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat, 11510E-mail : yafonaso@yahoo.comSkenario ASeorang perempuan berusia 45 tahun,badannya gemuk datang kepuskesmas dengan keluhan akhir-akhir ini sering kencing terutama pada malam hari sehingga tidurnya terganggu. Oleh dokter dianjurkan untuk memeriksa kadar gula darah dan urin. Hasilnya adalah peningkatan kadar gula dalam urin . Oleh dokter dianjurkan untuk mengurangi berat badan dengan mengurangi makan karbohidrat. Pasien bertanya apa hubungan gemuk dengan gula dalam darah yang naik.

Rumusan masalah1. Wanita gemuk 45 tahun2. Sering buang air pada malam hari3. Kadar gula darah diatas normal & terdapat glukosa dalam urinAnalisis MasalahWanita gemuk (45th) dengan kadar gula diatas normal & terdapat glukosa dalam urin1. Metabolisme Karbohidrat2. Metabolisme Lemak3. Metabolisme Protein4. Hormon-hormon regulator5. Sumber Karbohidrat, Protein,& lemak6. Pola Makan Ideal7. Status Gizi (antropometri)

HipotesisKegemukan disertai dengan kadar gula darah diatas normal & terdapat glukosa dalam urin disebabkan oleh gangguan metabolisme (Karbohidrat, Protein, lemak) dan pola makan.Sasaran PembelajaranWanita gemuk (45th) dengan kadar gula diatas normal & terdapat glukosa dalam urin1. Metabolisme Karbohidrat.1Kebanyakan jaringan setidaknya memerlukan glukosa. Di otak, kebutuhan ini bersifat substansial. Glikolisis yaitu jalur utama metabolisme glukosa, terjadi disitosol semua sel. Jalur ini unik karena dapat berfungsi baik dalam keadaan aerob maupun anaerob, bergantung pada ketersediaan oksigen dan rantai transport electron. Eritrosit yang tidak memiliki mitokondria, bergantung sepenuhnya pada glukosa sebagai bahan bakar metaboliknya, dan memetabolisme glukosa melalui glikolisis anaerob. Namun, untuk mengoksidasi glukosa melewati piruvat ( produk akhir glikolisis) oksigen dan system enzim mitokondria diperlukan, misalnya kompleks piruvat dehidrogenase, siklus asam sistrat, dan rantai respiratorik.glikolisis merupakan rute utama metabolism glukosa dan juga jalur utama untuk metabolism fruktosa, galaktosa, dan karbohidrat lain yang berasal dari makanan.Kemampuan glikolisis untuk menghasilkan ATP tanpa oksigen merupakan hal yang sangat penting karena hal ini memungkinkan otot rangka bekerja keras ketika pasokan oksigen terbatas, dan memungkinkan jaringan bertahan hidup ketika mengalami anoksia.1. Glikolisis dapat berfungsi pada keadaan anaerobDiketahui bahwa jika suatu otot berkontraksi dalam medium anaerob, yaitu medium dengan oksigen yang telah dikeluarkan, glikogen akan lenyap dan muncul laktat. Jika oksigen dimasukan, terjadi pemulihan aerob dan laktat kemudian lenyap. Namun, jika kontraksi berlangsung dalam kondisi aerob, penimbunan laktat tidak terjadi dan piruvat adalah produk akhir utama glikolisis. Piruvat dioksidasi lebih lanjut menjadi CO2 dan air. Jika pasokan oksigen berkurang, reoksidasi NADH dimitokondria yang terbentuk selama selama glikolisis terhambat, dan NADH direoksidasi dengan mereduksi piruvat menjadi laktat sehingga glikolisis dapat berlanjut. Meskipun glikolisis dapat berlangsung dalam kondisi anaerob, pengorbanan diperlukan karena hal ini membatasi jumlah ATP yang dibentuk per mol glukosa yang teroksidasi sehingga jauh lebih banyak glukosa yang harus dimetabolisme dalam kondisi anaerob ketimbang dalam kondisi aerob. Di sel ragi dan beberapa mikroorganisme lain, piruvat yang dibentuk dalam glikolisis anaerob tidak direduksi menjadi laktat, tetapi mengalami dekarbosilasi dan direduksi menjadi laktat, tetapi mengalami dekarbosilasi dan direduksi menjadi etanol.Reaksi-reaksi glikolisis merupakan jalur utama pemakaian glukosaPersamaan keseluruhan untuk glikolisis dari glukosa menjadi laktat adalah sebagai berikut:Glukosa + 2 ADP + 2 Pi 2 laktat + 2 ATP + 2H2OSemua enzim glikolisis ditemukan disitosol. Glukosa memasuki glikolisis melalui fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat yang dikatalisis oleh heksokinase dengan menggunakan ATP sebagai donor fosfat. Dalam kondisi fisiologis, fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6 fosfat dapat dianggap bersifat irreversible. Heksokinase dihambat secara alosterik oleh produknya, yaitu glukosa 6 fosfat. Dijaringan selain hati ( dan sel pulau pankreas ), ketersediaan glukosa untuk glikolisis ( atau sintesis glikogen di otot dan lipogenesis dijaringan adipose ) dikontrol oleh transport kedlaam sel yang selanjutnya diatur oleh insulin. Heksokinase memiliki afinitas tinggi ( Km rendah ) untuk glukosa, dan dihati dalam kondisi normal enzim ini mengalami saturasi sehingga bekerja dengan kecepatan tetap untuk menghasilkan glukosa 6-fosfat untuk memenuhi kebutuhan sel . sel hati juga mengandung suatu isoenzim heksokinase, glukokinase yang memiliki Km yang jauh lebih tinngi dari pada kosentrasi glukosa intrasel normal. Fungsi glukokinase dihati adalah untuk mengeluarkan glukosa dari darah setelah makan dan menghasilkan glukosa 6-fosfat yang melebihi kebutuhan untuk glikolisis, yang digunakan untuk sintesis glikogen dan lipogenesis .Glukosa 6-fosfat adalah suatu senyawa penting yang berada di pertemuan beberapa jalur metabolic yaitu glikolisis, glukoneogenesis, jalur pentose fosfat, glikogenesis dan glikogenolisis. Pada glikolisis, senyawa ini diubah menjadi fruktosa 6-fosfat oleh fosfoheksosa isomerase yang melibatkan suatu isomerase aldosa-ketosa. Reaksi ini diikuti oleh fosforilasi lain yang dikatalisis oleh enzim fosfofruktokinase ( fosfofruktokinase 1) untuk membentuk fruktosa 1,6-bisfosfat. Reaksi fosfofruktokinase secara fungsional dapat dianggap irreversibel dalam kondisi fisiologi;reaksi ini dapat diinduksi dan diatur secara alosterik, dan memiliki peran besar dalam mengatur laju glikolisis. Fruktosa 1,6-bisfosfat dipecah oleh aldolase ( fruktosa 1,6-bisfosfat aldolase ) menjadi dua triosa fosfat,gliseraldehida 3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat. Gliseraldehida 3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat dapat saling terkonversi oleh enzim fosfotriosa isomerase. Glikolisis berlanjut dengan oksidasi gliseraldehida 3-fosfat menjadi 1,3-bisfosfogliserat. Enzim yang mengatalisis reaksi oksidasi ini, gliseraldehida 3-fosfat dehidrogenase, bersifat dependen-NAD. Secara structural, enzim ini terdiri dari empat polipeptida identik ( monomer ) yang membentuk suatu tentramer. Empat gugus SH terdapat dimasing-masing polipeptida dan berasal dari residu sistein didalam rantai polipeptida. Salah satu gugus SH terdapat di tempat atau bagian aktif enzim. Dalam reaksi berikutnya yang dikatalisis oleh fosfogliserat kinase, fosfat dipindahkan dari 1,3- bisfosfogliserat ke ADP, membentuk ATP ( fosforilasi tingkat-substrat) dan 3-fosfogliserat.Karena untuk setiap molekul glukosa yang mengalami glikolisis dihasilkan dua molekul triosa fosfat, pada tahap ini dihasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa yang mengalami glikolisis. Toksisitas arsen terjadi karena kompetisi arsenat dengan fosfat anorganik (P) dalam reaksi di atas untuk menghasilkan 1-arseno-3-fosfogliserat, yang mengalami hidrolisis spontan menjadi 3-fosfogliserat tanpa membentuk ATP. 3 fosfogliserat mengalami isomerasi menjadi 2-fosfogliserat oleh fosfogliserat mutase. Besar kemungkinan bahwa 2,3-bisfosfogliserat ( disfosfoglisert, DPG ) merupakan zat antara dalam reaksi ini.Langkah berikutnya dikatalisis oleh enolase dan melibatkan suatu dehidrasi yang membentk fosfoenolpiruvat. Enolase dihambat oleh fluoride, dan jika pengambilan sampel darah untuk mengukur glukosa dilakukan, tabung penampung darah tersebut diisi oleh fluoride untuk menghambat glikolisis. enzim ini juga bergantung pada keberadaan Mg+2 atau Mn+2. . fosfat pada fosfoenolpiruvat dipindahkan ke ADP oleh piruvat kinase untuk membenuk dua molekul ATP per satu molekul glukosa yang dioksidasi. Keadaan redoks jaringan kini menentukan jalur mana dari dua jalur yang diiikuti. Pada kondisi anaerob, NADH tidak dapat direoksidasi melalui rantai respiratorik menjadi oksigen. Piruvat direduksi oleh NADH menjadi laktat yang dikatalisis oleh laktat dehidrogenase . Reoksidasi NADH melalui pembentukan laktat memungkinkan glikolisis berlangsung tanpa oksigen dengan menghasilkan cukup NAD+ untuk siklus berikutnya dari reaksi yang dikatalisis oleh gliseraldehida-3fosfat dehidrogenase. Pada keadaan aerob, piruvat diserap ke dalam mitokondria dan setelah mejalani dekarboksilasi oksidatif menjadi asetil koA, dioksidasi menjadi oleh SAS.2. Glikogenesis berlangsung terutama di otot dan hatiSeperti pada glikolisis, glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat yang dikatalisis oleh heksokinase di otot dan glukokinase di hati. Glukosa 6-fosfat mengalami isomerisasi menjadi glukosa 1-fosfat oleh fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri mengalami fosforilasi, dan gugus fosfo ikut serta dalam suatu reaksi reversible dengan glukosa 1,6-bifosfat sebagai zat antaranya. Kemudian glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk nukleotida aktif uridin difosfat glukosa (UDPGIc) dan pirofosfat yang dikatalisis oleh UDPGIc pirofosforilase. Reaksi berlangsung dalam arah pembentukan UDPGIc karena pirofosfatase mengkatalisis hidrolisis pirofosfat pirofosfat menjadi dua kali fosfat sehingga salah satu produk tersebut dihilangkan.Glikogen sintase menga

Embed Size (px)
Recommended