Home >Science >Menyusun proposal (yuti)

Menyusun proposal (yuti)

Date post:20-Nov-2014
Category:
View:151 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
Beberapa petunjuk bagaimana menyusun proposal penelitian yang bagus, perhatikan point pointnya
Transcript:
  • 1. Penyusunan PROPOSAL dan Menjalankan PENELITIAN Oleh: Syahyuti

2. 10 hal penting untuk menjalankan riset sosial yg baik: 1. Tujuan riset 2. Relevansi riset 3. Sumberdaya yg ada 4. Originalitas riset 5. Akurasi temuan 6. Akuntabilitas 7. Generalisasi hasil riset 8. Objektifitas 9. Etika dalam riset 10. Bukti dan pembuktian 3. Outline proposal: 1. Judul 2. Abstrak (minimal: riset ini tentang apa dan tujuan reset) 3. Pendahuluan (area, topik, permasalahan penelitian) 4. Tujuan penelitian 5. Pertanyaan penelitian (umum, spesifik) 6. Studi literatur (kerangka pemikiran) 7. Teori, hipotesis, definisi operasional 8. Metode (desain, strategi, sampel, rencana pengumpulan data, analisis data) 9. Limitasi (keterbatasan dan kelemahan yang tak dapat dihindarkan) and delimitasi (pembatasan area penelitian, tegaskan apa yang diriset apa yang tidak) 10. Isu-isu etika 11. Pengorganisasian riset 12. Referensi 4. Langkah2 menyusun Proposal: 1. Menentukan topik umum yang diminati 2. Menyusun daftar kata kunci 3. Mendapatkan overview dari topik tsb 4. Memfokuskan pada topik tertentu 5. Menulis tujuan riset 6. Menyusun pertanyaan penelitian sebanyak-banyaknya 7. Menggroupkan pertanyaan2, lalu tambahkan pertanyaan- pertanyaan baru di setiap kelompok pertanyaan 8. Menyusun ulang kata kunci 9. Mengidentifikasi berbagai sumber yang dapat menjawab pertanyaan penelitian 10. Dapatkan sumber (dari perpustakaan, internet, dll) 11. Membuat catatan2 12. Rubah pertanyaan penelitian menjadi thesis statement 13. Buat draft outline 14. Fokuskan kembali pada thesis statement 15. Tulis proposal lengkap 5. Melakukan penelitian: 1. Persiapan penelitian (teknis, administratif) 2. Mengumpulkan data 3. Menganalisis data (dalam penelitian kualitatif dilakukan saat pengumpulan data) 4. Menulis laporan (dalam penelitian kualitatif dilakukan bersamaan saat di lapangan) 5. Verifikasi laporan (terutama utk penelitian kualitatif) 6. Pertanyaan umum ttg proposal riset: riset ini tentang apa? apa tujuan melakukan riset ? apa yang coba ingin ditemukan, diungkap, dipecahkan? apa yang mau dijawab oleh pertanyaan riset? (perkirakan jawabannya, bikin list) bagaimana riset ini akan mampu menjawab pertanyaan? kenapa riset ini harus dijalankan? dimana atau apa area riset ini? apa topiknya? Apakah topiknya sesuai keinginan pemberi dana? apa pertanyaan umum riset ? apa pertanyaan-pertanyaan spesifik riset ? apakah pertanyaan penelitian akan mampu menjawab tujuan ? Harus jelas, apa data yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan? apakah logis dari bagian ke bagian ? apakah topik sesuai kemampuan penelitinya? apakah cukup detail ? 7. Perhatikan pembaca, harapan dan fungsi riset: 1. Siapa yang akan membaca proposal ini? 2. Apa kira-kira harapan mereka ? 3. Apa saja proses yang harus dilewati agar diterima ? 4. Apakah ada panduan penyusunan proposal? Bagaimana panduan tersebut? 8. Contoh: Bagaimana petani memutuskan untuk mengadopsi teknologi biogas? Terapkan prinsip 5W + 1 H: Apa karakteristik tekn biogas tersebut? Siapa yang disebut petani dalam konteks riset? Dimana riset dijalankan, atau dimana objek akan dipelajari? Kapan petani membuat keputusan? Kenapa ia memutuskan untuk mengadopsi atau tidak mengadopsi? Bagaimana keputusan dibuat? 9. Menemukan topik riset (contoh: penyuluhan pertanian): Tantangan penyuluhan pertanian abad 21: 1. Control and accountability. Petani semakin memiliki kewenangan untuk mengontrol kerja penyuluh pertanian 2. Sustainability. Ekologi berkelanjutan berimplikasi pada kegiatan penyuluhan tidak hanya teknik dan ekonomi, tapi juga politik, kultural, sosial dan lain-lain sehingga harus dipertimbangkan. 3. Role of women in farming and extension Gender issue pervades all aspects of extension activity. There are implications for women farmer led extension for the timing, location and language of extension activities. 4. Participation 5. Strategies for achieving more participation through farmer-led approaches to extension are significant and should guide the future. 6. Greed and corruption Greed and corruption if ignored, can defeat the best extension strategies. 10. Transformasi pemikiran ttg penyuluhan: From To Looking at extension as national government service Seeing extension as a set of functions, to be performed by a variety of players, at different levels Looking at extension to transfer technologies Seeing a wider mandate for extension, that also includes farmer mobilization, organization and education Looking at extension as a distinct, separate institution Seeing a coherent, comprehensive knowledge system for the generation, transfer and uptake of knowledge and technology, that includes the farmers, research, extension and education Using a linear, sequential and one-directional model of technology transfer A more realistic, cyclical and dynamic model of information exchange and knowledge dissemination (farmers, researchers, educators and extensionists) Designing projects from a teaching perspective, and budgeting for teaching efforts Allowing projects to develop a learning mode, engaging all major stakeholders. Paying lip service to the potential of information technology for rural development Taking some risks by including experimental information technologies in projects to link research institutes, extension managers, farmer organizations and others to each other and to the rest of the world. 11. Pilihan objek penelitian untuk bidang penyuluhan: Objek dan sub objek Bidang ilmu Bidang perhatian 1. sistem belajar mahasiswa Mahasiswa berdasar jurusan, tahun masuk, dll Ilmu pendidikan -efektivitas metode pengajaran, efektivitas praktek, perspesi mhsw thd kurikulum, dll 2. organisasi pelaksana penyuluhan - penyuluh pemerintah - penyuluh NGO - penyuluh swasta - penyuluh masy (swakarsa) -dll Ilmu organisasian, ilmu komunikasi, manajemen, psikologi -keorganisasian penyuluhan, Contoh: -studi identifikai kebutuhan materi penyuluhan utk PPL -persepsi PPL terhadap metode penyuluhan 3. petani dan pelaku agribisnis lain a. Bidang sosial ekonomi Ilmu ekonomi, sosiologi, antropologi, komunkasi, psikologi, psikologi sosial, hukum - - partisipasi, peran perempuan, efektivitas metode komunikasi, model penyuluhan di berbagai tipe dan level agribisnis, keorganisasian yg efektif Contoh: -Studi penyusunan sistem komunikasi desa b. Bidang teknologi Agronomi, tanah, HPT, pemuliaan, iklim, tata air, teknologi produksi, alsintan, dll 12. Menyusun daftar kata kunci: = menyusun daftar kata-kata yang akan membantu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan berkenaan dengan topik riset. Ia disebut "key words" karena ia membuka pintu-pintu untuk mendapatkan informasi yang sesuai. - ini berguna ketika kita mencari melalui buku (dengan melihat indeks) dan dari internet (dengan memasukkan key word). Kenapa melakukan ini? Jika kita tepat memilih kata kunci, maka pencarian informasi jadi fokus dan jadi lebih cepat. Jika tidak akan buang-buang waktu. - kata kunci yang bagus berupa sau kata atau frasa pendek, yang menjelaskan atau dekat dengan topik riset kita. Fokuskan pada dependent variabel. Bagaimana caranya? Tulis satu atau dua kalimat ttg topik kita, dapatkan kata-kata yang spesifik yang menjelaskan topik tsb, buat satu daftar terpisah dari kata-kata tsb, tambahkan kata-kata yang sinomin atau berkaitan erat dengan kata tsb, tambahkan kata-kata baru yang berbeda dengan memposisikan yopik kita sebagai bagian dari topik yang lebih besar, pikirkan kata atau frasa yang sesuai untuk sub topik 13. Memfokuskan topik riset = Focusing a research topic is narrowing (or sometimes broadening) a topic so that you can demonstrate a good understanding of it, including enough examples and important details, within the size limits .. Kenapa harus? Jika topik terlalu luas = kesulitan dalam mendapatkan informasi, dan kesannya si peneliti tidak tahu apa sesungguhnya yang ia mau. Jika topik terlalu sempit = sulit menemukan bahan yang cukup untuk topik tsb Pemfokusan tidak harus sekaligus, bisa dilakukan berulang-ulang Caranya ? Sesuaikan dengan minat dan bidang ilmu, karena belum diteliti, karena ada permasalahan penting dan mendesak, karena ingin melihat dari sisi yang berbeda, dst 14. Menyusun permasalahan penelitian: 1. apakah permasalahan penelitian bisa meyakinkan penilai tentang betapa pentingnya riset ini? 2. apakah permasalahan penelitian memiliki sifat keumumman, dan bukan hanya untuk masalah lokal? 3. apakah cukup jelas menyebut apa yang masuk dalam kegiatan ini, dan apa yang tidak masuk? Apa yang akan dilihat, dan apa yang tidak akan dilihat? 15. Ceklist dalam menyusun tujuan penelitian: 1. apakah tujuan tsb mesti harus dicapai dengan melakukan riset? 2. Apakah yang ingin dicapai dari tujuan riset? (memprediksi sesuatu, menjelaskan sebab atau akibat dari sesuatu, mengkritisi atau mengevaluasi, menjelaskan sesuatu, mengembangkan suatu good practice, atau memperkuat kel tertentu) 3. Apakah tujuan cukup jelas dalam hal kaitannya dengan tujuan, pertanyaan penelitian, dan keluaran penelitian? 4. Apakah tujuan cukup spesifik sehingga mudah dalam menyusun hipotesis, proposisi, pertanyaan lebih spesifik, dan isu atau agenda? 16. Pertanyaan penelitian: = the process of thinking up and writing down a set of questions that you want to answer about the research topic you have selected. Kenapa melakukannya? Ini membantu agar tdk kehilangan informasi sat di lapang. Riset = berusaha menjawab pertanyaan peneliti. Kapan dilakukan? Setelah menulis tujuan penelitian, atau ketika telah memiliki topik yg fokus. Bagaimana caranya? Ada 2 jenis pertanyaan: Faktual question. Jawaban thd pertanyaan ini akan memberi si pembaca secara lengkap latar informasi agar mereka paham topik riset. Asumsikan si pembaca tdk tahu apa2, maka ceritakan dgn lengkap (5 W + 1 H). Interpretive questions. Menuntun berfikir kreatif peneliti, sehingga dapat menjadi thesis statement. Ini merupakan hasil berfikir secara orisini