Menulis Pantun

Date post:09-Jan-2017
Category:
View:185 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Pembelajaran Multimedia InteraktifPendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaRizki Taufani PutriMenulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun

  • Sasaran : SMPN 1 Ngadiluwih Kelas : VIISemester: 1 (Ganjil)Alokasi waktu : 2 x 45 Menit

    MATERITujuan PembelajaranKDIndikator

  • PetunjukTombol untuk menuju halaman sebelum atau selanjut-nyaTombol untuk kembali ke menu awal

  • Tujuan Pembelajaran

    1. Siswa dapat menentukan syarat-syarat pantun.2. Siswa dapat menulis pantun sesuai dengan syarat-syarat pantun.3. Siswa mampu menyunting pantun karya temannya.

  • SK/KD8Mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan mendongeng Menulis pantun yang sesuai dengan syarat pantun8.1

  • Indikatormampu menentukan syarat-syarat pantunmampu menulis pantun sesuai dengan syarat-syarat pantunmampu menyunting pantun karya temannya.

  • Apa itu Pantun?

  • Pengertian PantunPantunadalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama. Pada awal mulanya pantun merupakan sastra lisan, tapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan.

  • Ciri-ciri PantunMemiliki rima a-a-a-a, a-b-a-b, a-a-b-b, a-b-b-aTerdiri 4 baris dalam 1 baitBaris pertama & kedua merupakan sampiranBaris ketiga & keempat merupakan isi1 baris terdiri dari 8-12 suku kataIsinya singkat, padat, dan bermakna.

  • Jenis-Jenis Pantun

  • Dilihat dari Bentuknya

    Dilihat dari Isinya

    Pantun BiasaPantun Seloka (pantun berkait)TalibunPantun Kilat (karmina)Pantun Anak-anakPantun Orang Muda / RemajaPantun Orang TuaPantun JenakaPantun Teka-teki

  • Adapun syarat-syarat membuat pantun sebagai berikut :a. Satu bait pantun terdiri dari 4 barisb. Baris ke-1 dan ke-2 adalah sampiran dan baris ke-3 dan ke-4 adalah isi pantunc. Satu baris pantun terdiri dari 8 - 12 suku katad. Pantun bersajak a-b-a-b

  • Langkah-langkah menulis pantunProses penulisan pantun diawali dengan menentukan isi pantun yang akan disampaikan.Meletakkan isi tersebut pada baris ketiga dan keempatBerdasarkan isi tersebut, kaliaqn dapat melihat persajakan atau rima pada baris ketiga dan keempat.Membuat sampiran (baris pertama dan kedua yang memiliki kesesuaian persajakan dengan baris isiDalam menulis sampiran pantun, upayakan adanya keterkaitan antara baris pertama dan kedua

  • Pantun Biasa

    Contoh:Malam hari main kulintangDitemani sobat tersayangBagaimana hati tidak bimbangKepala botak minta dikepang

  • Pantun Seloka (pantun berkait)

    Seloka ialah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja, karena pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.

    Ciri-ciri seloka:Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait kedua.Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga di bait ketiga.

  • Talibun

    Talibun adalah pantun yang jumlah barisnya lebih dari 4 baris dan satu bait pantun talibun harus genap tiap barisnya, misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.

    Dengan catatan: Jika satu bait berisi 6 baris, maka 3 baris pertama ialah sampiran dan 3 baris sisanya ialah isi.Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-a-b-c.Jika satu bait berisi 8 baris, maka 4 baris pertama ialah sampiran dan 4 baris sisanya ialah isi.Sedangkan untuk sajaknya menjadi a-b-c-d-a-b-c-d.

  • Pantun Kilat (karmina)

    Ciri-cirinya:Setiap bait terdiri dua baris.Baris pertama merupakan sampiran, baris kedua merupakan isi.Bersajak a-a.Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.

    Contoh:Dahulu parang, sekarang besiDahulu sayang, sekarang benci

  • Pantun Jenaka

    Contoh:Ikan gabus di rawa-rawaIkan sepat nyangkut dijaringPerut sakit menahan tawaMelihat gigi asu loncat ke piring

    Pantun Teka-teki

    Contoh:Tuan puteri belajar menariDiajari oleh pak HarunKalau tuan bijak bestariApa yang naik tapi tak bisa turun

    Pantun Anak-anak

    Contoh:Elok Rupa kembang jatiDibawa itik pulang petangTidak terkata besar hatiMelihat ibu sudah datang

    Pantun Orang Muda / Remaja

    Contoh:Naik Motor merknya HondaPergi sebentar kerumah HanapiBila cinta mekar di dadaSiang terkenang malam termimpi

    Pantun Orang Tua

    Contoh: Supaya tangan tidak terlukaJangan dikepit hulunya kapakSupaya Tuhan tidak murkaJangan sakiti Ibu dan Bapak

  • KUIS

  • EvaluasiBuatlah sebuah pantun jenaka yang berbalas sebanyak dua bait dengan teman sebangkumu yang sesuai dengan syarat-syarat pantun!

  • Terima Kasih