Home >Documents >Menjadi Entrepreneur Sejati (Bag 6)

Menjadi Entrepreneur Sejati (Bag 6)

Date post:30-Jun-2015
Category:
View:61 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
Buku ini menjelaskan bagaimana caranya menjadi Entrepreneur Sejati! Dikarang oleh FX Pradjoko Susanto.
Transcript:

BAB 7

6Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Pengembangan Secara InternalYang dimaksud dengan pengembangan secara internal adalah pengembangan yang dilakukan oleh UMKM sendiri dengan cara membenahi kelemahan-kelemahan internal, dan menyesuaikan program kerja yang telah dibuat dengan kondisi yang ada serta meningkatkan usaha dengan menambah modal.

1.Pada

Pembenahan Kelemahan-Kelemahan Internalbab-bab di muka telah diuraikan yang mengenai olehBAB 51 BAB 6

kelemahan-kelemahan

internal

dihadapi

UMKM

dan

usaha

untuk

mengatasi

kelemahan-

kelemahan tersebut. Pada bab ini kelemahan-kelemahan dan cara mengatasi tersebut diuraikan kembali sebagai suatu resume. Yang dibahas adalah kelemahan di bidang Sumber Daya Manusia, Manajemen, Permodalan, dan Pengelolaan Keuangan, serta Pemasaran.

Sumber Daya ManusiaKelemahan Sumber Daya Manusia pada usaha mikro dan kecil terletak pada kualitas SDM yang kurang memadai. Kita lihat para pengusahanya, kebanyakan dari mereka adalah pemilik perusahaan yang memperoleh warisan dari orang tuanya. Cara mengelola usahanya sebagian besar masih dilakukan yang Pertama, secara tradisional. Sekolah beberapa Sedang rata-rata Dasar, yang pegawai-pegawai berkualitas Sekolah rendah, Lanjutan dipekerjakan dan

berpendidikan

berpendidikan Sekolah Lanjutan Atas. Cara rekrutmen dan pemilihan pegawai dilakukan secara sederhana, bahkan ada di antaranya yang sengaja memilih pegawai dengan pendidikan rendah karena biaya gaji yang dibayarkan juga bisa rendah. Hal yang demikian pasti akan menghasilkan SDM yang berkualitas rendah, akibatnya produktivitasnya juga akan rendah. Sedang pada usaha menengah SDM yang dipekerjakan sudah

BAB BAB 3 4

memadai,

ada

di

antaranya

yang

berpendidikan

perguruan tinggi. Pada Bab 3 disarankan untuk memilih pimpinan usaha yang handal yang mempunyai ciri-ciri tertentu agar dapat mengemudikan usahanya dengan baik. Demikian juga dalam memilih pegawai hendaklah dipilih pegawaipegawai yang potensial, yang dapat dikembangkan. Pegawai yang demikian harus dipilih secara selektif dan ditempatkan pada posisi atau jabatan yang tepat. Dengan sistem imbalan yang baik dan dengan program pengembangan yang efektif maka pegawai yang bersangkutan tidak hanya akan setia melainkan juga akan termotivasi untuk bekerja dengan keras. Sedang pada usaha menengah hendaknya ditempatkan pimpinan-pimpinan yang profesional agar usahanya dapat semakin berkembang.

ManajemenKelemahan manajemen pada usaha mikro dan kecil terutama tradisional yang masih menggunakan intuisi cara-cara dan yang berdasarkan dan pengalaman, dengan

meskipun intuisi dan pengalaman itu sendiri bukan hal buruk apabila diperdalam menggunakan pengalaman dari pengusaha-pengusaha yang sukses pasti akan bermanfaat. Pada jaman yangBAB 1 BAB 2

telah maju ini usaha mikro dan kecil juga harus diperkenalkan dengan prinsip-prinsip manajemen modern dengan melalui pelatihan-pelatihan manajemen terapan. Pada usaha menengah penggunaan prinsipprinsip manajemen modern pada umumnya sudah dilakukan, dan untuk meningkatkan mutu manajemen perlu juga diadakan pelatihan-pelatihan yang terprogram. Sehubungan dengan manajemen tersebut hendaknya dicatat hal-hal yang perlu diperhatikan bersama, yaitu bahwa: 1) orang Manajemen adalah lain. Sehubungan pekerjaan biarkanlah kegiatan dengan untuk itu mencapai dalam tidak yang dan tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan maka manajer lain pelaksanaan dikerjakan, hendaknya orang-orang tinggal

melaksanakan sendiri apa yang telah ditetapkan untuk melaksanakannya. 2) Manajer memantau

mengawasi pelaksanaannya saja. Tidak ada cara manajemen yang terbaik untuk mengelola semua jenis usaha. Manajemen yang sukses pada suatu jenis usaha tertentu tidak selalu menjamin kesuksesan apabila digunakan pada usaha jenis yang lain. Masing-masing jenis usaha mempunyai karakter sendiri-sendiri. Oleh karena itu juga tidak ada resep yangBAB BAB 3 4

manjur yang berlaku umum dalam hal manajemen bagi usaha mikro, kecil dan menengah, karena jenis dan luas usahanya berbeda-beda. 3. Manajemen adalah gabungan antara seni dan ilmu, yang dalam prakteknya melibatkan campuran antara kegiatan intuitive dengan penuh pertimbangan serta perbuatan yang rasional dalam memecahkan masalah. Untuk usaha mikro, kecil dan menengah pertimbangan intuitive lebih menonjol bila dibandingkan dengan pertimbangan ilmu. 4. Kecil itu indah, itulah pernyataan yang sering ktia Dan memang demikianlah halnya. Dalam dengar.

kenyataannya usaha-usaha yang masih dapat bertahan hidup dalam masa krisis moneter 1997 justru usahausaha kecil. Sebenarnya manajemen usaha kecil itu cukup tangguh. 5. Tugas pokok manajemen dalam dunia modern ini adalah bagaimana mengembangkan sekarang

organisasi perusahaannya melalui inovasi-inovasi yang sesuai dan yang tepat waktu. Selanjutnya pada Bab 2 di muka telah disampaikan pula tentang cara membuat program kerja, baik untuk usaha baru maupun untuk usaha yang sudah berjalan. Disajikan pula bagaimana membuat program kerja yang strategis, yaitu program kerja jangka 3-5 tahun.BAB 1 BAB 2

Semua itu dimaksudkan agar manajemen usaha mikro, kecil dan menengah bisa ditingkatkan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada.

Permodalan Dan Pengelolaan KeuanganKelemahan mikro dan lain kecil dari UMKM adalah mengenai lemah, permodalan dan pengelolaan keuangan. Pada usaha permodalannya sangat jumlahnya sangat kecil, dan modal umumnya berasal dari pemilik. Usaha kecil sangat sulit mencari pinjaman ke bank untuk memperkuat permodalannya karena terbentur pada prosedur dan persyaratan soal agunan yang dirasa cukup berat. Oleh karena itu sampai saat ini usaha kecil yang memperoleh kredit dari bank jumlahnya masih sangat terbatas. Lain halnya dengan usaha menengah yang permodalannya relatif sudah cukup kuat, yang berasal dari pemilik, dari para sekutu atau dari para pesero. Usaha menengah sudah agak banyak yang memperoleh bantuan modal dengan pinjam dari bank. Tentang pengelolaan keuangan pada umumnya usaha mikro dan kecil masih sangat sederhana, bahkan uang pribadi masih banyak yang tercampur dengan uang perusahaan demikian juga mengenai penggunaannya. Pada usaha menengah pengelolaan keuangannya sudahBAB BAB 3 4

cukup baik dan uang pribadi tidak tercampur lagi dengan uang perusahaan. Dalam usaha untuk meningkatkan mutu pengelolaan keuangan disarankan agar usaha mikro dan kecil memperhatikan soal likuiditas dengan tidak memberikan pinjaman kepada pelanggan, karena pinjaman ini dapat mengganggu kelancaran usaha. Pada usaha menengah umumnya pengawasan likuiditas telah dilakukan. Untuk meningkatkan pengawasan likuiditas disarankan menggunakan pengawasan rasio kas, baik Current Ratio maupun Quick Ratio, dan mengatur aliran kas (cash flow) dengan membuat usaha cash budget. dapat Guna mencari meningkatkan perusahaan

tambahan modal dengan pinjam uang dari bank atau lembaga lain atau dengan meningkatkan penjualan untuk memperoleh laba yang lebih besar dan hasil dari laba ini dapat digunakan untuk menambah modal.

PemasaranMasalah pemasaran yang dihadapi UMKM ialah dalam kemampuannya kecil yang sangat statis terbatas dan

menghadapi persaingan. Beberapa usaha mikro dan pemasarannya sangat tradisional. Kondisi pasar saat ini dalam keadaan persaingan. Mereka masih tetap dalam pemikiran lama yang lebih berorientasiBAB 1

pada

produksi,

artinya

memperoduksiBAB 2

sebanyak-banyaknya dengan harapan para pembeli akan datang. Sedang dalam keadaan persaingan dimana konsumen sudah agak bebas memilih maka UMKM harus mengubah orientasinya tidak hanya sekedar memproduksi melainkan harus memikirkan bagaimana dapat menjual produk atau jasanya. Tidak ada gunanya kita memproduksi apabila kita tidak dapat menjual. Maka pada tahap ini kita harus sudah melakukan kegiatan untuk promosi. Sayang sekali Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh usaha mikro dan kecil masih sangat lemah untuk melaksanakan hal tersebut, meskipun pada usaha menengah hal itu telah dijalankan. Pada kondisi dimana sudah ada persaingan perusahaan harus menyesuaikan produk atau jasanya dengan yang diinginkan konsumen. Bahkan sangat dianjurkan para pengusaha untuk menemukan inovasiinovasi produk baru dan melakukan promosi atas produk atau jasa yang dibuatnya. Meskipun pada masa krisis moneter UMKM masih dapat eksis karena kemampuannya untuk menyesuaikan kondisi internnya dengan kondisi ekternal namun untuk pengembangan UMKM perlu dipikirkan usaha-usaha yang efektif dalam hal pemasaran. Kondisi sekarang ini, dan untuk masa-masa mendatang, pasaran telah dalam keadaan persaingan yang ketat,BAB BAB 3 4

dimana perang strategi dan taktik pemasaran telah dilancarkan oleh perusahaan-perusahaan besar dan multinasional. Sebenarnya strategi dan taktik pemasaran yang mereka gunakan sudah sama-sama kita kenal, dan strategi dan taktik tersebut juga dapat digunakan oleh UMKM, sesuai dengan porsinya.

Bagaimana Pemasaran Dapat Dilakukan Oleh UMKM?Pertama-tama yang harus kita lakukan ialah membuat segmentasi pasar secara benar. Kalau kita ingin memancing ikan kita harus tahu di bagian sungai mana yang banyak ikannya. Demikian juga kalau kita ingin menjual barang maka kita harus tahu di pasar yang mana banyak calon pembelinya. Sebagai contoh pedagang asongan, mereka pasti akan memilih tempat dimana banyak orang berkumpul. Setelah membagi pasar selanjutnya kita akan memilih target pasar, yaitu sasaran yang akan kita tuju untuk dilayani. Seperti contoh memancing ikan tadi, kita pasti akan memilih tempat dimana ikan-ikan yang kita jadikan sasaran berada. Tempat berkumpulnya ikan mujahir terpisah dari tempat berkumpulnya ikan lele. Ikan yang mana yang akan kita pancing?

B

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended