Home > Documents > Menilai Pemikiran

Menilai Pemikiran

Date post: 13-Apr-2018
Category:
Author: arie-rakhmat-riyadi
View: 237 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 48 /48
Menilai Pemikiran dan Cara Berpikir Klien/Konseli ARIE RAKHMAT RIYADI 1303414
Transcript
  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    1/49

    Menilai Pemikiran dan

    Cara Berpikir Klien/Konseli

    ARIE RAKHMAT RIYADI

    1303414

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    2/49

    Isi Presentasi

    Pendahuluan

    Tujuan Kajian

    Isi Kajian

    Keterampilan-keterampilamengungkap dan menilai p

    Membentuk sejumlah hipoteketerampilan pikiran yang

    diperbaiki/ditingkatk

    Isu Terkait

    Penutup

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    3/49

    Pendahuluan

    Di bab 3, ada sejumlah keterampilan pikiran yang diuraikan, yaitu:membuat aturan (creating rules); 2) sejumlah persepsi (perceptionpembicaraan-diri sendiri (self-talk); 4) gambaran-gambaran visual images); 5) penjelasan-penjelasan (explanations); dan 6) harapan(expectations).

    Fokus kajian bab ini adalah menilai pemikiran klien/konseli

    Pengetahuan tentang perasaan yang menghambat, mengganggtidak diinginkan tentu tidak cukup. Pengetahuan tentang hal tersemenimbulkan pertanyaan tentang apa yang dipikirkan, cara berkdan tindakan-tindakan yang berkontribusi terhadap munculnya pdan reaksi fisik yang negatif.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    4/49

    Pendahuluan

    Bab ini berfokus pada pemikiran; menilai komunikasi dan tindakantindakan adalah bahasan bab selanjutnya.

    Banyak kondisi perasaan dan reaksi fisik yang dipengaruhi olehbagaimana klien/konseli berpikir.

    Praktikan konseling harus bertanya: pemikiran-pemikiran danketerampilan pikiran seperti apa yang menimbulkan ataumenghambat perasaan dan reaksi fisik dari kondisi kesejahteraan-diri klien/konseli sehingga menyebabkan mereka distres?

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    5/49

    Pendahuluan

    Calon konselor juga harus bertanya: pemikiran-pemikiran danketerampilan pikiran apa yang mempengaruhi cara klien/konseliberkomunikasi dan bertindak?

    Praktikan calon konselor juga harus mengembangkan hipotesistentang minimnya keterampilan pikiran yang mungkin menimbulka

    dan mempertahankan masalah-masalah.

    Menilai bagaimana klien/konselor berpikir adalah langkah vitaldalam memformulasikan definisi masalah bagi kedua pihak, baikkonselor maupun klien/konseli.

    Sejumlah karakteristik sosial dan kultural mungkin dapatmempengaruhi perkembangan masalah yang dihadapi

    klien/konseli.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    6/49

    Pendahuluan

    Sejumlah masalah atau peristiwa yang menimpa klien/konselidalam kehidupannya berdampak terhadap seberapa baikmereka memiliki kemampuan untuk mengatasinya.

    Praktikan atau calon konselor dalam konseling tidak hanyamemahami pemikiran klien/konseli tapi juga harus memahamibagaimana mereka berpikir.

    Konselor yang terampil membantu klien/konseli untuk berpikirtentang bagaimana mereka berpikir, meningkatkan keterampilanberpikir dan mengembangkan keterampilan menolong-diri (self-help) sehingga mereka dapat memonitor, dan bila perlumengubah pemikiran mereka setelah konseling usai.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    7/49

    Tujuan Kajian

    1. Memahami pentingnya menilai dan membantu klien/konseli untukmenilai pemikiran mereka sendiri.

    2. Mengetahui sejumlah hal penting untuk diperhatikan ketikamenilai pemikiran.

    3. Belajar sejumlah keterampilan dalam mengungkap dan menilaipemikiran.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    8/49

    Isi Kajian

    A. Keterampilan-keterampilan untuk mengungkap dan menilaipemikiran

    B. Membentuk sejumlah hipotesis tentang keterampilan pikiran yangharus diperbaiki/ditingkatkan

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    9/49

    Keterampilan-keterampilan untukMengungkap dan Menilai Pemikiran

    1. Konstruksi landasan pengetahuan tentang pikiran

    2. Mengajukan sejumlah pertanyaan tentang pemikiran-pemikiran

    3. Sejumlah strategi mengungkap pemikiran

    4. Mendorong klien/konseli untuk memonitor pikiran-pikiran dan

    sejumlah persepsi yang mereka miliki

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    10/49

    Konstruksi landasan pengetahuantentang pikiran

    Bila seorang konselor ingin memahami pemikiran dan cara berpikir kosebuah kewajiban bagi mereka untuk mempelajari tentang bagaimaorang berpikir.

    Bagaimana meningkatkan pemahaman dasar pengetahuan tentangPertama, baca hasil kerja para terapis kognitif seperti Ellis (2001, 2003, Dryden, 1997; Ellis dan MacLaren, 1998), Beck (1976, 1988; Beck dan Wdan terapis lain seperti Frankl (1963, 1967, 1988), Glasser (1998; GlasserWubbolding, 1995), Lazarus (1984, 1997, 2005a), Meichenbaum (1977,

    1986) dan Yalom (Yalom, 1980, 2001; May dan Yalom, 2005). Mereka jumembaca sumber sekunder yang sifatnya pertolongan-diri sendiri (selGreenberger dan Padeskys tentang excellent client manual for cogn

    Mind Over Mood(1995), dan buku teks seperti Theory and Practice ofTherapy (Nelson-Jones, 2001) atau Corsini dan Weddings tentang Cu

    Psychotherapies (2005).

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    11/49

    Konstruksi landasan pengetahuantentang pikiran

    Kedua, mereka (praktikan calon konselor) bekerja dengan apayang telah mereka pelajari, kemudian dapat bekerja secaraberkelompok.

    Akhirnya ketiga, mereka dapat bekerja dengan klien pertama dibawah naungan supervisi.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    12/49

    Konstruksi landasan pengetahuantentang pikiran

    Teori kognitif untuk dipelajari seperti yang diungkap oleh Beck, Ellisdan Meichenbaum jarang menyebutnya keterampilan atau skillsketika menulis tentang apa yang dipikirkan klien/konseli, bahkanbeberapa pengikut mereka secara eksplisit mengemukakansebagai teaching skills, sebagai contoh, Greenberger dan

    Padesky yang menulis: Mind Over Mood mereka mengajarkantentang keterampilan untuk membangun dasar-dasar bagaimanacara mengubah mood atau suasana hati, perilaku dan hubungandengan orang lain (1995: 2).

    Model konseling keterampilan-hidup ini mengadvokasi buku-bukutersebut sebagai sebuah dasar terutama dalam meningkatkanteaching skills atau keterampilan mengajar terhadap klien.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    13/49

    Mengajukan sejumlah pertanyaantentang pemikiran-pemikiran

    Praktikan konseling dapat menolong klien/konseli mengungkappikiran-pikiran mereka dengan cara bertanya denganpertanyaan yang tepat.

    Salah satu pendekatan untuk bertanya yaitu dengan apa yangdisebut sebagai Think aloud atau Berpikir keras. Konsep thinkaloud melibatkan keberanian klien/konseli untuk berbicaratentang proses dan situasi yang mereka hadapi.

    Sebagai contoh, klien/konseli dapat ditanya terkait pikiran merekatentang perasaan yang berhubungan dengan cemas berlebihanyang mereka alami.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    14/49

    Mengajukan sejumlah pertanyaantentang pemikiran-pemikiran

    Ketika bertanya, calon konselor harus melibatkan teknik activelistening atau mendengarkan secara aktif. Tujuannya agarklien/konseli tidak merasa diinterogasi.

    Terkadang, konselor atau praktikan dapat mengakses pemikiranklien/konseli dengan mendalami perasaan yang mereka rasakan,misalnya: pikiran-pikiran seperti apa yang menimbulkan ataumenyertai perasaan-perasaan itu?

    Pada kesempatan lain, dapat juga konselor bertanya denganmendasarinya dari tindakan, misalnya: ketika kamu melakukanitu, apa yang kamu pikirkan?

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    15/49

    Mengajukan sejumlah pertanyaantentang pemikiran-pemikiran

    Atau: ketika dia berkata demikian, apa yang muncul dalampikiran kamu?

    Biasanya, pikiran dapat dikondisikan dengan label cool (dingin),warm (hangat), atau hot (panas). Ketika klien/konseli beradadalam situasi hot, yang sering terjadi adalah mereka sulitberkomunikasi.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    16/49

    Mengajukan sejumlah pertanyaantentang pemikiran-pemikiran

    Beberapa contoh kalimat pertanyaan untuk mengarahkan fokus dalam

    pemikiran apa yang kamu miliki sebelum/selama/sesudah mengalamtersebut?

    apa yang muncul dalam pikiranmu sebelum kamu merasa seperti sa

    gambaran apa yang kamu peroleh dari situasi ini?

    dapatkah kamu menghadapi situasi yang ada melalui pikiran kamu stenang?

    seberapa sering kamu mengalami sejumlah pemikiran tersebut?

    ketika dia bertindak seperti itu, apa yang kamu pikirkan?

    manakah dari sejumlah pemikiran tersebut yang termasuk pemikiran

    atau perlu didalami (hot thought)?

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    17/49

    Mengajukan sejumlah pertanyaantentang pemikiran-pemikiran

    Beberapa contoh kalimat pertanyaan untuk mengarahkan fokus dala

    Apa yang kamu takutkan?

    Apa sumberdaya atau kekuatan-kekuatan yang kamu miliki pada

    Dimana/Apa bukti dari pemikiran tersebut?

    Adakah cara lain untuk melihat situasi tersebut?

    Apa hal terburuk yang bisa terjadi?

    Memori apa yang muncul pada situasi itu?

    Apakah ada pemikiran atau gambaran-gambaran lain tentang s

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    18/49

    Sejumlah strategi mengungkappemikiran

    Beberapa strategi berikut memungkinkan digunakan untuk mengungpemikiran konseli, dan strategi-strategi ini juga dapat dimanfaatkan umengungkap perasaan dan reaksi fisik.

    Visualizing (Visualisasi). Konseli dapat diminta untuk mengubahgambaran perasaan dengan mengidentifikasi pikiran-pikiran yang

    menyertai; baik itu yang berhubungan dengan masa lalu, saat ini masa depan dan berhubungan dengan pemikiran yangmembahayakan dan juga yang menolong.

    Role-playing (Memainkan-Peran). Praktikan konseling dapatmemainkan-peran dengan konseli/klien, sebagi contoh meneleseseorang untuk mengetahui perasaan dan pemikirannya.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    19/49

    Sejumlah strategi mengungkappemikiran

    Live observation (Observasi dalam situasi Kehidupan-Langsung). Hdilakukan ketika tujuannya adalah untuk mempertahankan ataumemperbaiki ikatan, praktikan dapat secara langsung mendampiklien/konseli menghadapi situasi yang nyata, misalnya mengantarkonseli/klien ke toko untuk mengembalikan sesuatu, dan menanya

    kepada mereka tentang apa yang dipikirkannya. Task assignment (Penugasan Pekerjaan). Praktikan dapat mendoro

    konseli untuk melakukan tugas-tugas di antara sesi-sesi konseling dsesudahnya merekam apa pemikiran dan perasaan mereka. Konsdapat melihat tugas tersebut sebagai percobaan pribadi untukmengumpulkan bukti-bukti tentang diri mereka sendiri.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    20/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Terkadang, pemikiran, persepsi dan sejumlah gambaran dimonitorhubungannya dengan perasaan dan reaksi fisik.

    Salah satu pendekatan untuk mengatasi itu dapat dilakukandengan cara menghitung kondisi yang muncul.

    Misalnya, dalam hati mengatakan saya tidak baik/dalam kondisiburuk, konseli dapat menghitungnya kemudian menggantinyasehingga pikiran dan persepsi dapat menjadi lebih baik.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    21/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Pendekatan lain untuk memonitor pemikiran adalah dengan caramemperjelas identifikasi kunci dari perasaan yang dirasakandengan reaksi fisik yang menyertai dalam sebuah situasi termasukdi dalamnya terkait persepsi dan gambaran-gambaran.

    Kotak 11.2 disediakan sebuah contoh.

    Konseli diminta untuk mengidentifikasi persepsi-persepsi utamayang berhubungan dengan perasaan dan reaksi fisik.Konselor/praktikan dapat mengajari konseli bagaimanamenyelesaikan lembar kerja, bila memungkinkan dilakukan secaraterbimbing di ruangan konseling. Konseli ditanya tentang kesulitanyang dihadapi di setiap sesi.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    22/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Kotak 11.2 Lembar kerja untuk Mengidentifikasi dan Mengurutkan Perperasaan Kunci, Reaksi-reaksi Fisik, Persepsi dan Gambaran di dalam Situasi

    Situasi(Siapa? Apa? Kapan? Dimana?)

    Kamis, 8.45 a.m. (pagi)

    Saya tertahan macet karena kecelakaan lalulintas dan kemudian mesaya terlambat kerja; bos mengatakan: Kemana saja, kamu?!

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    23/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Kunci Perasaan-perasaan dan Reaksi Fisik

    (Apa yang Saya rasakan? Bagaimana bereaksi secara fisik? Urutkan masing kunci perasaan dan reaksi fisik, 0100%)

    Marah 70%

    Sakit 80%

    Tegang 65%

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    24/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Persepsi-persepsi dan Gambaran-gambaran

    Apa persepsi-persepsi dan gambaran-gambaran yang saya miliki sebemerasakan dan secara fisik bereaksi seperti ini? Tempatkan tanda bintbagian yang diutamakan.

    Dia marah terhadap saya

    * Dia tidak pernah memberi keuntungan (manfaat) dari keraguan y

    Saya ingin segera datang bekerja

    Bekerja tidak selalu selalu aman secara psikologis seperti yang diha

    Sebuah gambaran tentang perkelahian tentang isu lain

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    25/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Pendekatan lain yang lebih jauh untuk memonitor pemikiran adalah kerja STC pada bab 3.

    Kerangka kerja tersebut dapat membantu praktikan dan konseli sebauntuk menganalisis bagaimana pemikiran menengahi antara situasi-sbagaimana konseli merasakan, secara fisik bereaksi, berkomunikasi d

    bertindak.S =Situation (Situasi yang Dihadapi)

    T = Thought(Pemikiran-pemikiran dan Gambaran-gambaran)

    C = Consequences (Perasaan-perasaan, Reaksi Fisik, Komunikasi da

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    26/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Ide dasarnya adalah konseli tidak langsung secara otomatis mengalasituasi (S) pada konsekuensi-konsekuensi terhadap situasi-situasi yang (C). Malah, konsekuensi-konsekuensi tersebut dimediasi oleh cara me(T).

    Perasaan, reaksi fisik, komunikasi dan tindakan, untuk kebaikan dan k

    semuanya ditengahi oleh pemikiran-pemikiran dan proses-proses meKotak 11.3 sebagai contoh, melibatkan Eva, seorang dosen muda betahun, yang merasa cemas menghadapi konferensi dimana dirinya hpresentasi dan berpikir dengan cara yang negatif.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    27/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Kotak 11.3 Lembar Kerja STC (Situation-Thoughts-Consequences)

    Situation

    Utarakan situasi masalah yang dihadapi dengan jelas

    Dalam waktu dua minggu saya harus melakukan presentasi dalam sebua

    Thoughts

    Rekam pemikiran-pemikiran yang dimiliki tentang situasi yang dihadapi

    Saya harus melakukannya dengan sangat baik (membuat aturan-atura

    Saya tidak bagus dalam melakukan pembicaraan publik (menciptakan

    Saya takut, nanti saya membuat kekacauan saat berbicara (menciptak

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    28/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Consequences

    Apa konsekuensi-konsekuensi dari pemikiran-pemikiran terhadap situasi teBagaimana perasaan dan reaksi fisik yang terjadi

    Perasaan: sangat cemas

    Reaksi fisik: ada ketegangan di perut, tidak tidur dengan baikKomunikasi dan tindakan:

    Di masa lalu saya telah menghindari berbicara di konferensi sebisa mung

    Saya mulai menarik diri dari teman-teman

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    29/49

    Mendorong klien/konseli untuk memonitor

    pikiran-pikiran dan sejumlah persepsi yang

    mereka miliki

    Aktivitas 11.1

    Membantu konseli mengidentifikasi dan menilai pemikiran dan gambaransituasi yang dihadapi

    Bagian A: situasi, perasaan, persepsi dan gambaran-gambaran

    Lakukan persis seperti Kotak 11.2Bagian B: STCsituation, thought, dan consequences

    Lakukan persis seperti Kotak 11.3

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    30/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Untuk beberapa orang semua arah dapat dijadikan jalan menujuRoma, dan mereka memfokuskan pada sebuah keterampilanpikiran.

    Misalnya, REB terapis yang memfokuskan pada keyakinan irasionaatau aturan-aturan, dan seorang terapis kognitif lainnya fokus

    pada kemampuan konseli untuk menguji realitas persepsi yangmereka miliki.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    31/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Jarang ada konseli yang terbuka dengan praktikan/konselor yangmengatakan: Lihat, saya memiliki keterampilan berpikir yang rendkemudian berlanjut pada proses perbaikannya sendiri. Konselor/prharus membangun hipotesis tentang kerterampilan berpikir klien/k

    Dampak dari cara berpikir tersebut dapat berhubungan dengan k

    kata klien/konseli, perasaan dan tindakan mereka. Konselor dapatmemperoleh petunjuk dari bahasa yang digunakan oleh konseli.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    32/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Sebagai contoh, kata-kata harus, seharusnya mungkinmengindikasikan aturan yang ketat dan kaku.

    Menggunakan kalimat saya tidak bisa dan ekspresi saya tidak ppilihan mengindikasikan kepemilikan rasa tanggung jawab yangmenjelaskan penyebab.

    Menggunakan kalimat apa yang dipikirkan orang-orang tentangdan saya penasaran jika saya terlihat bodoh merepresentasikanyang negatif dan juga mengindikasikan aturan yang tidak realistikkebutuhan terhadap persetujuan orang lain.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    33/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Koselor perlu memahami ciri-ciri spesifik terkait bukti-bukti yangdikemukakan konseli agar dapat membentuk hipotesis.

    Konselor dalam hal ini dapat membuat hipotesis tentang keterampberpikir mana yang hendak dikembangkan dari konseli.

    Pada bagian berikut diuraikan salah satu contoh kasus tentang Jyang dikaji/analisis dengan sejumlah keterampilan berpikir.

    Dalam kehidupan nyatanya, mungkin hanya dua sampai tigaketerampilan berpikir yang ditingkatkan.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    34/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Kasus Julia

    Julia, baru saja berusia 22, lulus universitas teknik komputer bergendi mana dia telah melakukannya dengan sangat baik . Julia diburgurunya untuk bergabung dengan sebuah perusahaan komputertetapi bertenaga tinggi (start- up) 15 staf. Perusahaan ini disebut,

    Infoguru, dibiayai dengan modal swasta dan dikelola oleh Dr. Saseorang yang sangat terkenal dan tokoh paling dihormati dalam dkomputasi. segera setelah meninggalkan universitas Julia bekerja pInfoguru sebagai pengembang website dan softwareprogrammer.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    35/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Kasus Julia

    Meskipun Julia bekerja berjam-jam dan akhir pekan sering secara juga bekerja, dia senang dalam pekerjaannya dan itu awal karir ymenjanjikan untuk dirinya. Satu hari di Jumat sore, tepat sebelum apekan yang panjang, Dr Sam membawa Julia dengan dia ke kant

    yang penting untuk menunjukkan sebuah program yang memiliki dInfoguru telah kembangkan. Ketika mereka datang untuk mengujiprogram dengan klien, mereka menemukan beberapa bug yanterduga di bagian dari program yang telah Julia buat, sehinggademonstrasi itu tidak sukses.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    36/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Kasus Julia

    Sore itu di dalam mobil dalam perjalanan kembali ke kantor InfoguSam memberitahu Julia bahwa dia sangat tidak senang dengan ayang telah terjadi, dan dia ingin Julia tinggal selama akhir pekan puntuk memperbaiki bug yang muncul dalam program. Julia men

    sangat cemas pada umpan balik Dr. Sam, dan dia baru menyadabahwa ia telah meninggalkan tasnya di dalam mobil Dr Sam.Sebelumnya dia telah membuat pengaturan jadwal untukmengunjunginya keluarga di luar kota, Julia akhirnya menolak untubekerja selama akhir pekan. Selama kembali ke luar kota berakhir dengan penuh kecemasan, Julia memutuskan untuk bertemu seokonselor.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    37/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Kasus Julia

    Dengan perasaan sangat tidak bahagian dan terluka Julia mengkepada konselor bahwa ia serius berpikir untuk mengundurkan diri Infoguru.

    Konselor menilai bahwa Julia mengganggu dirinya melalui pemikiryang salah, ke titik di mana ia mungkin membuat kesalahan besarmengundurkan diri secara dini dari sebuah pekerjaan perdana yasangat baik, dan kemudian masih tidak tahu bagaimana untukmengatasi tekanan yang sama dalam melaksanakan pekerjaan dbaik. Adalah jauh lebih baik bagi Julia agar belajar secara mentallebih terampil di awal karirnya.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    38/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Kasus Julia

    Creating rules (membuat aturan-aturan): Julia dapat mendeteksi, dan menangani pikiran bawah sadarnya (subconscious) yang meharus menyetujui semua yang dia lakukan setiap saat.

    Creating perceptions (menciptakan persepsi): Julia dapat menjadkeseimbangan dari Dr. Sam, misalnya, dia dapat mengingat Dr. Samasa lalu, mendorong dirinya termasuk yang lain, dan perasaan msementara.

    Creating self-talk (menciptakan pembicaraan-diri): Julia dapat beterhadap dirinya sendiri dengan pernyataan-pernyataan yang medan dengan pernyataan tersebut dapat membantu dirinya fokus khususnya dalam mengatasi krisis dan masalah karirnya secara kes

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    39/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Kasus Julia

    Creating visual images (menciptakan gambaran visual): Julia dapmemvisualisasikan gambaran yang tenang tentang dirinya dan mtentang bagaimana dirinya berkomunikasi lebih efektif ketika berhdengan Dr. Sam.

    Creating explanations (menciptakan penjelasan-penjelasan): Julia

    percaya diri menjelaskan kepada dirinya bahwa dia dapat berasutanggung jawab untuk menangani situasi dengan kemampuan temerespon reaksi marahnya Dr. Sam secara realistis serta siap menguntuk mencapai kesuksesan bagi perusahaan.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    40/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Kasus Julia

    Creating expectations (menciptakan harapan-harapan): Julia dapuntuk memperbaiki kecenderungan ketika dirinya merasa jatuh, amenciptakan harapan-harapan tentang bagaimana mengubah sburuk menjadi sebaliknya yaitu lebih baik.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    41/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Aktivitas 11.2

    Membentuk Hipotesis-hipotesis Keterampilan Berpikir

    Lakukan secara berpasangan atau dalam kelompok

    Bagian A:Membuat hipotesis tentang keterampilan berpikir/tujuan-tujua

    Baca kasusnya, kemudian diskusikan

    Contoh Kasus:

    Sally dan Duncan telah tinggal bersama selama setahun. Keduanya bermereka menemui kerikil di depan.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    42/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Aktivitas 11.2

    Sally berpikir: Duncan kurang memiliki rasa hormat terhadap saya. Kami bersama-sama untuk sebuah kebersamaan-persahabatan, dan sekarandalam perebutan kekuasaan. Dia tampaknya menikmati merendahkasangat mengendalikan dan penuh kritik. Kadang-kadang saya berpikir jdirinya dia membenci wanita. Ketika saya mencoba untuk berbicara de

    tentang masalah kita, aku takut ia akan meninggalkan ruangan sambil mcemas hanya berpikir ketika serius berbicara dengan dia, dan akhirnya kmembicarakan hubungan kita dengan benar. Hubungan yang baik sehmemiliki konflik. Keluarganya sangat dingin kepadaku. Saya ingin seoranbisa saya banggakan, dan menyenangkan hidup bersama. Masalah kit

    lebih disebabkan lebih karena Duncan.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    43/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Aktivitas 11.2

    Contoh salah satu kemungkinan kelemahan dari keterampilan berpikir/tuju

    Keterampilan berpikir yang lemah: aturan yang tidak realistik

    Pernyataan sugesti yang tidak efisien dan menjatuhkan: hubungan yang btidak mengalami konflik

    Bagaimana dengan keterampilan yang lemah dan pernyataan sugesti laiefisien?

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    44/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Aktivitas 11.2

    Duncan berpikir: Sally tidak lagi menjadi orang ketika pertama kali saya biasanya bersenang-senang seperti bersama-sama. Dia sering terlambakerja dan tidak pernah melakukan apa-apa di rumah. Semua yang dia adalah karirnya. Saya ingin seorang wanita yang secara terbuka dapatmengekspresikan kasih sayang, dan tahu apa yang saya inginkan tanpa

    diberitahu. Tampaknya seolah-olah saya memberikan semua dalam mehubungan kami. Sally tidak perhatian. Saya pikir semua ini adalah kesalasehingga hubungan kita dalam kesulitan. Apa gunanya mencoba memtidak akan pernah berubah.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    45/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Aktivitas 11.2

    Keterampilan berpikir yang lemah dari Duncan?

    Pernyataan sugesti yang tidak efisien dan menjatuhkan?

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    46/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Aktivitas 11.2

    Bagian B:Mempraktikkan membuat hipotesis keterampilan berpikir

    Aktivitas kelompok dalam membentuk Lihat bukti satu, dua atau tiga lemketerampilan pikiran/tujuan-tujuan

    Coba lakukan konseling dengan berpasangan selama 10 menit tentang

    tertentu. Anda dapat membuat catatan singkat. Pada akhir 10 menit, bpasangan Anda setiap bukti yang menunjukkan kemungkinan memiliki kpikiran/tujuan dalam satu atau lebih dari tiga bidang keterampilan berik

    1. Creating rules (menciptakan aturan)

    2. Creating perceptions (menciptakan persepsi)

    3. Creating self-talk (menciptakan pembicaraan-diri)

    M b t k S j l h Hi t i T t

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    47/49

    Membentuk Sejumlah Hipotesis Tentang

    Keterampilan Pikiran yang Harus

    Diperbaiki/Ditingkatkan

    Aktivitas 11.2

    Bagian C:Aktivitas kelompok dalam membentuk hipotesis keterampilan

    Satu orang bertindak sebagai klien/konseli yang menyajikan situasi bermuntuk kelompok. Sisa dari kelompok, sampai enam orang, duduk memblingkaran dan lakukan konseling sehingga klien sedemikian rupa menilaipikiran dan gambar sebelum dan selama situasi. Satu pendekatan dilak

    kelompok bergiliran secara singkat sebagai konselor. Sesekali berhenti dmendiskusikan apa yang terjadi, dan bagaimana berikutnya. Sebelum mkelompok membahas hipotesis kemampuan pikiran. Kelompok ini dapatlatihan ini dengan klien/konseli lain.

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    48/49

    Isu Terkait

    A. Apakah konselor di sekolah memiliki keterampilan-keterampilan untuk mdan menilai pemikiran dalam praktik konseling?

    1. Apakah konselor memiliki landasan konstruksi pengetahuan tentang pik

    2. Apakah konselor memiliki sejumlah pertanyaan tentang pemikiran-pem

    3. Apakah konselor memahami sejumlah strategi mengungkap pemikiran

    4. Apakah konselor terbiasa mendorong klien/konseli untuk memonitor pikdan sejumlah persepsi yang mereka miliki dalam konseling?

    B. Apakah konselor dalam konseling mampu membentuk sejumlah hipoteketerampilan pikiran yang harus diperbaiki/ditingkatkan?

  • 7/24/2019 Menilai Pemikiran

    49/49

    Penutup

    Konselor perlu merevitalisasi keterampilan konseling, termasuk dalamkonteks ini keterampilan untuk mengungkap dan menilai pemikiran danketerampilan berpikir konseli

    Konselor perlu melatih diri untuk melakukan konseling secara benar, yangdalam konteks model konseling keterampilan-hidup, konselor harusmampu membentuk sejumlah hipotesis tentang keterampilan pikiran

    yang harus diperbaiki/ditingkatkan.

    LPTK (BK) mengadakan pelatihan terkait hal ini secara intensif dangradual.


Recommended