Home >Documents >MD. Materi Ajar Kendali Jamu Radilogi

MD. Materi Ajar Kendali Jamu Radilogi

Date post:13-Jul-2016
Category:
View:311 times
Download:26 times
Share this document with a friend
Description:
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Transcript:

MATERI INTI 8

Materi Inti 8. QA/QC

MATERI INTI. 8JAMINAN MUTU (QA) DAN KENDALI MUTU (QC)

I. DESKRIPSI SINGKATJaminan Mutu (QA) dan Kendali Mutu (QC) merupakan proses yang sangat penting dalam pelayanan radiologi kepada pasien. QA/QC wajib dilakukan dalam upaya menjamin pelayanan radiology yang berkualitas yaitu pelayanan yang tepat, akurat dan aman bagi pasien, pekerja dan lingkungan. Dalam materi ini akan dipelajari prinsip dasar QA/QC, peralatan QA/QC, dan pelaksanaan QA/QC harian dan mingguan untuk pesawat radiology diagnostic dan radioterapi. Materi ini juga melingkupi QA/QC harian, mingguan dan bulanan untuk bidang kedokteran nuklir. Diharapkan setelah mengikuti materi QA/Q peserta memahami dan mampu menjelaskan program QA/QC dalam radiologi diagnostik, radioterapi dan kedokteran nuklir.

II. TUJUAN PEMBELAJARANA. Tujuan Pembelajaran Umum:

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu melakukan QA dan QC.B. Tujuan Pembelajaran Khusus:

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu:

1. Menjelaskan Pengertian QA dan QC

2. Menjelaskan Peralatan QA dan QC

3. Melakukan Jaminan Mutu Radiologi Diagnostik

4. Melakukan Jaminan Mutu Radioterapi5. Melakukan Jaminan Mutu Kedokteran Nuklir

6. Melakukan analisis pengulangan film dan analisis film rusak.

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASANDalam modul ini akan dibahas pokok bahasan dan sub pokok bahasan berikut:

A. Pengertian QA dan QC

B. Peralatan QA dan QCC. QA pesawat Radiologi Diagnostik1. Pengecekan visual harian2. QA Tabung sinar-X dan kolimator

3. QA Generator sinar-X4. QA Grid 5. Keselamatan menyangkut kelistrikan.D. QA pesawat Radioterapi1. QA pesawat LINAC2. QA pesawat telegamma3. QA pesawat brakhiterapi4. QA pesawat simulator5. QA Treatment Planning System (TPS)E. QA pesawat Kedokteran Nuklir

1. QA pesawat kamera gamma planar.2. QA untuk sistem SPECT.F. Analisis pengulangan film dan analisis film rusak.

IV. LANGKAH PROSES KEGIATAN PEMBELAJARANBerikut disampaikan langkah-langkah kegiatan proses pembelajaran.

Langkah 1 Fasilitator menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif dan nyaman.Langkah 2 Membahas mengenai pengertian Jaminan Mutu dan Kendali Mutu.

Langkah 3 Membahas mengenai peralatan Jaminan Mutu dan Kendali Mutu.Langkah 4 Membahas mengenai Jaminan Mutu Radiologi Diagnostik.Langkah 5 Membahas mengenai Jaminan Mutu Radioterapi.Langkah 6 Membahas mengenai Jaminan Mutu Kedokteran Nuklir.Langkah 7 Membahas mengenai analisis pengulangan film dan analisis film rusak.

Langkah 8 Memberikan tugas membuat tabel eksposi dan reject analysis.Langkah 9 Fasilitator melakukan diskusi dan tanya jawab dengan peserta.Langkah 10

Menjelaskan praktik lapangan.Langkah 11 Fasilitator menutup presentasi dan mengucapkan terimakasih kepada peserta.

V. URAIAN MATERI

Jaminan mutu (Quality Assurance) merupakan semua tindakan sistematik dan berencana yang diperlukan untuk mendapatkan tingkat kepercayaan yang cukup dimana suatu produk atau jasa memenuhi persyaratan untuk dikatakan bermutu (ISO 9000:1994).

Jaminan mutu (QC) di radioterapi dan radiologi diagnostik merupakan semua prosedur untuk memastikan konsistensi pemberian dosis dan faktor keselamatan pemberian dosis tersebut, dengan mengindahkan dosis pada volume target bersamaan dengan dosis pada jaringan sehat sekecil mungkin, paparan minimal ke pekerja, dan pemonitoran pasien yang cukup dalam menentukan tujuan pengobatan akhir.

Peralatan yang dibutuhkan dalam proses jaminan mutu bergantung pada setiap modalitas. Beberapa peralatan yang dibutuhkan diantaranya:

1. Untuk jaminan mutu (QA) pesawat simulator dan pesawat sinar-x

optical dan radioopaque test patterns

mounting system sehingga patterns dapat digunakan untuk semua sudut gantry

reference pointer untuk mengindikasikan bidang berada sejauh 100 cm dari fokus

alat ball-bearing

film

phantom fluoroscopy

densitometer

meteren

kertas grafik

spirit level2. Untuk jaminan mutu (QA) pesawat Linac

penggaris

plumb-line

spirit level

free-standing pointer

milimeter block

film phantom

photographic film

film densitometer thermometer and barometer;

stop-watch;

thimble ionisation chamber dan elektrometer;

densitometer;

beam profile scanning equipment; dose plotting water tank.3. Untuk jaminan mutu (QA) pesawat Co-60

field dosemeter, thermometer, barometer;

phantom air + phantom padat;

stopwatch;

check dosemeter;

therapy verification film;

build-up sheet (5 mm thick);

meteran;

kertas grafik;

jig untuk memeriksa isocentre;

Geiger survey meter;

large volume ionisation chamber survey meter;

Pesawat radiologi diagnostik terdiri dari berbagai macam konfigurasi. Jaminan mutu (QA) untuk pesawat radiologi diagnostik mencakup:

1. Pengecekan visual harian

Sebelum digunakan untuk pemeriksaan pasien setiap harinya, pesawat radiologi diagnostik harus dievaluasi oleh operator yang berhubungan dengan fungsi semua komponen dan kelengkapannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan menyangkut bahaya terhadap operator maupun pasien seperti kabel yang terkelupas, interlock yang tidak berfungsi, dan lain-lain. Pengecekan ini juga mencakup warm-up rutin setiap pagi. Pemeriksaan rutin ini juga menyangkut pemeriksaan terhadap persediaan bahan habis pakai dan juga kesiapan dari kelengkapan pesawat radiologi diagnostik.

2. Jaminan mutu (QA) tabung sinar-X dan kolimator

Pemeriksaan ini dilakukan sekali dalam setahun. Pemeriksaan ini mencakup:

a. Kualitas berkas sinar-x

Kualitas berkas sinar-x memiliki dampak utama pada dosis pasien namun berdampak kecil pada kualitas citra. Kualitas berkas sinar-x akan berubah seiring dengan umur tabung sinar-x karena perubahan material target di dalam tabung dan jalur target yang menjadi kasar. Pengukuran ini dilakukan sedikitnya sekali setahun dan juga setelah tabung sinar-x ataupun kolimator diganti atau diperbaiki.

b. Uji kesesuaian lampu lapangan dengan berkas sinar-x

Kesesuaian lampu indikator lapangan dan berkas sinar-x memungkinkan operator untuk memposisikan lapangan yang akan dipapar hanya pada anatomi yang sesuai. Ketidaksesuaian akan mengakibatkan paparan yang tidak perlu dan berulang. Uji ini harus dilakukan minimal sekali dalam setahun. Frekuensi tes bisa lebih sering dengan bertambahnya usia pesawat. Toleransi kesesuaian lampu lapangan dengan berkas sinar-x adalah 2% dari SID (source to image receptor distance).

c. Keakurasian indikator kolimator X-Y (luas lapangan)

Keakurasian indikator kolimator X-Y membatasi ukuran lapangan sinar-x yang sesuai ketika lampu kolimator tidak berfungsi atau terlihat kurang sempurna karena posisi pasien atau anatomi. Keakurasian harus dievaluasi setiap tahun atau sesering mungkin untuk menjaga tindakan yang tepat. Toleransi keakurasian indikator kolimator X-Y adalah 2% dari SID (source to image receptor distance).

d. Sistem pembatasan berkas positif (PBL Positive Beam Limitation)

PBL (atau kolimasi otomatis) mencegah kolimasi lapangan berkas sinar-x melebihi ukuran penerima citra ketika sistem beroperasi pada geometri standar yang terkalibrasi. Pinggir lapangan sinar-x dan penerima citra yang sesuai harus dalam batas 2% SID, sistem harus terindikasi apakah SID teraktivasi atau tidak, dan sistem harus memungkinkan override manual agar luas lapangan lebih kecil dari dimensi penerima citra.

e. Uji kesesuaian berkas sinar-x dengan buckyBerkas pusat sinar-x harus disesuaikan dengan pusat penerima citra ketika diletakkan di dalam bucky, untuk mencegah pemotongan citra. Sebagian besar sistem menggunakan kombinasi elektromechanical dan lampu penyesuai untuk mengindikasikan ketika sistem sudah tersusun benar. Perbedaan pinggir lapangan sinar-x dan pinggir penerima citra harus dalam toleransi +2% dari SID.

f. Ukuran focal spot

Ukuran sumber radiasi memiliki dampak yang perlu dipertimbangkan terhadap resolusi citra. Ukuran nominal focal spot radiologi diagnostik untuk keperluan umum kira-kira 0,1 % dari SID. Sedangkan untuk keperluan khusus yang membutuhkan citra lebih detail maka ukuran focal spot harus lebih kecil dari 0,05% SID.

3. Jaminan mutu (QA) generator sinar-X

Ketelitian indikator teknik adalah penting untuk produksi citra sinar-x yang konsisten dari ruang ke ruang dan dari pasien ke pasien. Tergantung pada penggunaan yang diharapkan, cakupan teknik yang diukur dapat berbeda. Sebagai contoh, suatu generator ditempatkan di suatu ruang dimaksudkan untuk kebutuhan radiografi dada saja hanya perlu fumgsi dengan ketelitian tinggi antara 100 dan 140 kVp, dan arus tabung diperlukan untuk memberi densitas film yang sesuai dalam 5 sampai 30 msec. Generator yang sama digunakan di dalam radiografi umum tinggal harus menjaga ketelitiannya dengan cakupan yang lebih luas (contoh 50 sampai 120 kVp, dan pada 20% sampai 100% power).

a. Kalibrasi kilovoltageKetelitian indikator kilovoltage dapat dengan mudah dievaluasi menggunakan kVp meter noninvasive. Orientasi alat harus mendapat perhatian untuk menghindari kesalahan sistematis. Kesalahan yang berkaitan dengan frekwensi kV meter harus dihindari ketika mengevaluasi generator frekwensi menengah. kVp meter Noninvasive tidak secara langsung mengukur kVp, tetapi lebih mengukur hardness berkas radiasi dan menghubungkannya dengan kilovoltage aktual dalam kalibrasi di laboratorium. Variabel lain seperti sudut anoda, dan penambahan filtration dapat mempengaruhi pengukuran kV noninvasive. Gelombang kV di cakupan yang bermanfaat harus diperoleh, dievaluasi, dan didokumentasikan selama uji penerimaan sebagai acuan di masa depan. Secara umum, gelombang harus stabil di dalam 5% dari inisiasi sampai minimal 100 msec (stabilitas yang lebih panjang mungkin perlu untuk beberapa aplikasi klinis). Tidak boleh ada spikes atau drop-outs selama paparan. Naik dan turun hanya dalam kisaran kurang dari 1% dan 10% dari total waktu paparan untuk waktu paparan klinis yang paling pendek Untuk generator satu dan tiga fase yang digunakan untuk radiologi diagnostik keperluan umum, indikator kV harus menampilkan rata-rata puncak gelombang tegangan dalam cakupan + 5%.

b. Waktu paparan

Generator harus mampu untuk mengakhiri paparan setelah interval waktu yang sudah ditentukan. Unit phasa-tunggal mampu untuk mengakhiri suatu paparan dalam kenaikan 8.3 msec (dengan asumsi sumber tenaga 60 hertz). Generator tiga phasa dan mid-frequency harus mampu untuk dengan teliti mengakhiri paparan setelah 2 msec dan pada kapan saja interval sesudah itu. Untuk generator yang menampilkan waktu sebelum paparan, ketelitian harus di dalam 5% (untuk waktu lebih besar dari 10 msec) dan 10% untuk waktu kurang dari 10 msec. Reproducibilitas waktu paparan harus di dalam koefisien variasi < 0.05.c. Kuantitas berkas sinar-x (mR/mAs) Output radiasi dalam milli-roentgens ( mR) per milli-ampere detik/second ( mAs) dapat membantu persiapan tabel teknik manual dan dalam kalkulasi paparan pasien. Kestabilan kuantitas berkas dengan bermacam-macam mA menandakan kalibrasi arus tabung ketika fluktuasi kecil kV termonitor dan koreksi yang sesuai Untuk generator beban tetap, mA akan tergantung pada kV dan rating power tabung atau generator dan mungkin tidak dilihat pada panel kendali. Kuantitas berkas pada mA tertentu harus di di dalam 20%. Output perlu dapat direproduksi di dalam suatu koefisien variasi < 0.10. Karena kuantitas ini merupakan indikasi kalibrasi arus tabung yang sesuai, setting mR/mAs untuk semua arus tabung dengan semua focal spot pada setting tegangan tertentu harus konstan untuk semua cakupan arus tabung yang tersedia dalam cakupan +20%. Fluktuasi dalam kV harus dimonitor dan diperbaiki.

d. Kontrol Paparan Otomatis (AEC - Automatic Exposure Control)

Sistem AEC secara ideal dapat menyediakan densitas optik yang tetap dengan mengabaikan kV, mA, atau ketebalan pasien. AEC secara otomatis mengakhiri paparan yang berdasarkan radiasi keluar yang dideteksi dengan suatu monitor radiasi yang ditempatkan di belakang grid atau penerima citra. Sinyal detektor digunakan untuk membebani suatu kapasitor sampai suatu voltase acuan terkalibrasi dicapai di mana waktu sinyal penghentian paparan dihasilkan. Beberapa hal yang harus dievaluasi sedikitnya setahun sekali

AEC Detector Selection.

Indikator Post-Reading mAs. Tracking. Minimum response time. Maximum exposure limit (backup time). AEC Density Control. AEC detector location. 4. Jaminan mutu (QA) grid

Kemampuan grid harus diperiksa sedikitnya setahun sekali.

a. ArtifactsGrid harus difoto untuk menemukan artifact yang dapat mengaburkan informasi pasien.b. X-ray Beam Grid Alignment dan TimingKetidak sesuaian berkas sinar-x dengan grid dalam 2 dimensi dapat menyebabkan artifact berupa objek yang terpotong, light films dan peningkatan paparan radiasi ke pasien. Timing antara gerakan grid dan durasi paparan dapat juga menghasilkan artifact grid dan light films.5. Keselamatan menyangkut kelistrikan

Proteksi kebocoran dan konsleting harus dievaluasi oleh teknisi berkualitas sebelum penggunaan ke pasien setiap hari dan juga setahun sekali.

QA peralatan radioterapi merupakan suatu evaluasi berkelanjutan terhadap karakteristik performa fungsi alat. Karakteristik ini akhirnya mempengaruhi ketelitian geometris dan dosimetri pada dosis yang diberikan kepada pasien. Performa fungsi peralatan radioterapi dapat berubah tiba-tiba karena kesalahan fungsi elektronik, gangguan komponen atau gangguan mekanis, atau dapat berubah perlahan karena usia pemakaian komponen peralatan itu. Oleh karena itu, dua kebutuhan utama muncul: pengukuran QA yang dilakukan pada waktu tertentu untuk semua peralatan radioterapi, dan juga usaha pemeliharaan dan pencegahan secara berkala serta koreksi parameter performa peralatan radioterapi. Tujuan prosedur ini adalah untuk meyakinkan bahwa performa peralatan masih baik, didefinisikan oleh parameter fisik yang diperoleh selama komisioning peralatan, dengan tidak memperlihatkan penyimpangan yang signifikan.

1. Jaminan mutu (QA) pesawat linac

FrekuensiProsedurToleransi

Harian

Dosimeter

Kestabilan output sinar-x

Kestabilan output electron

Mekanik

Laser

Indikator jarak (ODI)

Keselamatan

Interlok pintu

Monitor

2%

2%

2 mm

2 mm

Berfungsi

Berfungsi

BulananDosimetri

Kestabilan output sinar-x

Kestabilan output electron

Kestabilan monitor cadangan

Kestabilan parameter dosimeter sinar-x pada pusat axis (PDD & TAR)

Kestabilan parameter dosimeter elektron pada pusat axis (PDD)

Kestabilan kerataan berkas sinar-x

Kestabilan kerataan berkas elektron

Simetri berkas sinar-x dan elektron

Interlock keselamatan

Tombol darurat

Interlock wedge dan electron cone

Mekanik

Kesesuaian lampu lapangan berkas radiasi

Indikator sudut gantri dan kolimator

Posisi wedge

Posisi tray

Posisi applikator

Indikator ukuran lapangan (setting kolimator)

Pusat cross-hair

Indikator posisi meja pasien

Pemasangan wedge dan tray

Simetri jaw

Intensitas lampu lapangan2%

2%

2%

2%

2 mm pada kedalaman klinis

2%3%3%

Berfungsi

Berfungsi

2 mm atau 1% pd satu sisi

1o2 mm2 mm

2 mm

2 mm

2 mm diameter2 mm

Berfungsi

2 mm

Berfungsi

TahunanDosimetri

Kestabilan kalibrasi output sinar-x dan elektron

Kestabilan output bergantung pada luas lapangan

Kestabilan faktor output untuk aplikator elektron

Kestabilan parameter dosimeter pada pusat axis (PDD & TAR)

Kestabilan Faktor off-axis

Kestabilan faktor transmisi untuk semua asessoris standar

Kestabilan faktor transmisi wedge

Linieritas chamber monitor

Kestabilan output sinar-x dengan perputaran gantri

Kestabilan output elektron dengan perputaran gantri

Kestabilan Faktor off-axis dengan perputaran gantri

Arc mode

Interlock keselamatan

Mengikuti prosedur tes dari produsen

Tes Mekanik

Isocenter perputaran kolimator

Isocenter perputaran gantri

Isocenter perputaran meja pasien

Kesesuaian poros kolimator, gantri, dan meja dengan isocenter

Kesesuaian berkas radiasi dengan isocenter

Meja pasien

Pergerakan vertikal meja pasien

2%2%2%2%

2%

2%

2%1%

2%2%2%Spek produsen

Berfungsi

2 mm diameter

2 mm diameter

2 mm diameter

2 mm diameter2 mm diameter2 mm

2 mm

2. Jaminan mutu (QA) pesawat telegammaFrekuensiProsedurToleransi

Harian

Keselamatan

Interlock pintu

Monitor radiasi ruang

Monitor audio visual

Mekanik

Laser

Indikator jarak (ODI)

Berfungsi

Berfungsi

Berfungsi

2 mm

2 mm

MingguanPemeriksaan posisi sumber3 mm

BulananDosimetri

Kestabilan output

Mekanik

Kesesuain lampu lapangan berkas radiasi

Indikator ukuran lapangan (setting kolimator)

Indikator sudut gantri dan kolimator

Pusat cross-hair

Pemasangan wedge dan tray

Interlock keselamatan

Tombol darurat

Interlock wedge2%

3 mm2 mm1o 1 mm

Berfungsi

Berfungsi

Berfungsi

TahunanDosimetri

Kestabilan output

Kestabilan output bergantung pada luas lapangan

Kestabilan parameter dosimeter pada pusat axis (PDD & TAR)

Kestabilan faktor transmisi untuk semua asessoris standar

Kestabilan faktor transmisi wedge

Kesalahan dan linieritas waktu

Kestabilan output dengan perputaran gantry

Keseragaman berkas radiasi dengan perputaran gantry

Interlock keselamatan

Mengikuti prosedur tes dari produsen

Tes Mekanik

Isocenter perputaran kolimator

Isocenter perputaran gantri

Isocenter perputaran meja pasien

Kesesuaian poros kolimator, gantri, dan meja dengan isocenter

Kesesuaian berkas radiasi dengan isocenter

Meja pasien

Pergerakan vertikal meja pasien

Intensitas lampu lapangan

2%

2%

2%

2%2%1%

2%

3%

Berfungsi

2 mm diameter2 mm diameter

2 mm diameter

2 mm diameter2 mm diameter2 mm2 mmBerfungsi

3. Jaminan mutu (QA) pesawat simulatorFrekuensiProsedurToleransi

Harian

Laser

Indikator jarak (ODI)

2 mm

2 mm

BulananIndikator ukuran lapangan (setting kolimator)

Indikator sudut gantri dan kolimator

Pusat cross-hair

Indikator focal spot

Kualitas citra fluoroskopi

Darurat/ pencegahan tabrakan

Kesesuain lampu lapangan berkas radiasi

Sensitometri processor film2 mm1o

2 mm diameter

2 mm

baseline

Berfungsi

2 mm atau 1%Baseline

TahunanTes Mekanik

Isocenter perputaran kolimator

Isocenter perputaran gantri

Isocenter perputaran meja pasien

Kesesuaian poros kolimator, gantri, dan meja dengan isocenter

Meja pasien

Pergerakan vertikal meja pasien

Pengecekan radiografi

Laju paparan

Paparan meja atas dengan fluoroskopi

Kalibrasi kVp dan mAs

Resolusi kontras tinggi dan rendah2 mm diameter

2 mm diameter

2 mm diameter

2 mm diameter2 mm

2 mm

Baseline

BaselineBaseline

Baseline

4. Jaminan mutu (QA) Treatment Planning System (TPS)FrekuensiTesToleransi

Komissioning dan upgrade softwareAlgoritma

Distribusi isodosis 1 lapangan atau sumber

Kalkulasi Monitor Unit

Studi kasus

Sistem Input/OutputBerfungsi

2% atau 2 mm2%

2% atau 2 mm

1 mm

HarianPeralatan Input/Output1 mm

BulananChecksum

Tes QA referensi (jika checksum tidak ada)

Sistem Input/OutputTidak berubah

2% atau 2 mm1 mm

TahunanKalkulasi Monitor Unit

Tes QA referensi

Sistem Input/Output2%

2% atau 2 mm

1 mm

5. Jaminan mutu (QA) pesawat brakhiterapi afterloadingFrekuensiTesToleransi

Setiap akan digunakan untuk perlakuan pasienInterlock pintu keselamatan ruangan, lampu dan alarm

Fungsi panel kontrol, switch, battery, printer

Inspeksi visual jalur sumber

Verifikasi keakurasian persiapan pipa BerfungsiBerfungsiTidak kusut dan terpasang dengan benar

Autoradiografi

Mingguan

Keakurasian pemuatan sumber dan dummy (dummy digunakan untuk jarak antar dua sumber atau untuk simulasi/verifikasi)

Posisi sumber1 mm1mm

Setiap pergantian sumberKalibrasi

Fungsi waktu

Keakurasian jalur sumber dan konektor

Mekanik integral dari aplikator3%

1%

1 mmBerfungsi

TahunanAlgoritma perhitungan dosis (minimal 1 posisi sumber)

Simulasi keadaan darurat

Verifikasi penyimpanan sumber

3%, 1 mm

Tujuan Jaminan mutu (QA) pesawat kedokteran nuklir khususnya kamera gamma adalah untuk mendeteksi perubahan dalam performa sistem kamera gamma yang dapat mempengaruhi penafsiran studi klinis. Terdapat sejumlah faktor yang berperan dalam kualitas citra, diantaranya keseragaman (uniformity), resolusi (intrinsic dan energi), kolimasi dan perangkat pencetak. Untuk sistem tomografi maka terdapat beberapa parameter tambahan yang dapat mempengaruhi kualitas citra, diantaranya rotasi pusat sistem, kesesuaian gantri dan lubang kolimator, kestabilan rotasi kepala detektor, dan integrasi algoritma rekonstruksi. Untuk basis harian, hanya ada waktu terbatas yang layak untuk menjalankan sistem QC. Karenanya tujuan utama suatu program QC harus untuk memonitor parameter yang paling sensitip mengalami perubahan dalam performa sistem dan hampir bisa dipastikan berdampak pada studi klinis.

1. Jaminan mutu (QA) pesawat kamera gamma planar

Kontrol mutu untuk sistem kamera gamma planar didasarkan pada pengukuran keseragaman/uniformity sistem (harian) dan resolusi (mingguan). Tambahan, namun lebih jarang dilakukan meliputi cek integritas kolimator, registrasi spasial dan keseragaman/uniformity seluruh badan.2. Jaminan mutu (QA) untuk sistem SPECT

Kontrol mutu sistem SPECT yang menyeluruh membutuhkan performa tes yang komplek terhadap fungsi sistem dalam jumlah banyak, kebanyakan membutuhkan peralatan khusus yang tidak dimiliki oleh laboratorium kecil.

Salah satu tujuan utama fasilitas radiologi adalah memperkecil paparan pasien. Salah satu untuk memenuhi tujuan ini adalah memperkecil jumlah eksposi pengulangan yang dilakukan. Menurut definisi, film yang harus diulang adalah citra hasil sinar-x pasien secara diagnostik tidak bisa diterima dan memerlukan suatu eksposi pasien tambahan untuk posisi yang sama. Evaluasi tingkat pengulangan untuk suatu fasilitas dapat sebagai alat meningkatkan pelayanan pasien, mengurangi eksposi, dan mengurangi biaya-biaya film.Analisa tingkat pengulangan harus dilakukan secara reguler. Untuk meyakinkan hasil yang berarti, frekwensi yang direkomendasikan adalah triwulanan dengan minimum volume 250 pasien. Individu yang sama diharapkan dapat bertanggung jawab dalam melakukan analisa. Faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pengulangan dan harus dipertimbangkan adalah:

metode pengumpulan data

pengalaman staf kepedulian staf terhadap analisis pengulangan film sedang dilaksanakan shift akhir pekan, malam dan siang standar fasilitasVI. REFERENSI 1. ---, 2002, Quality Control In Diagnostic Radiology, AAPM Report No. 74, Medical Physics Publishing, USA

2. ---, 1994, Comprehensive QA For Radiation Oncology, AAPM Report No. 46, Medical Physics Publishing, USA

3. ---, 1994, NEMA. Performance measurements of scintillation cameras. Washington DC. National Electrical Manufacturers Association (NEMA), Standards Publication NU 1-1994.4. ---, 1997, Quality Assurance in Radiotherapy, IAEA-Tecdoc-989, Vienna.

5. ---, 1999, Physics Aspects of Quality Control in Radiotherapy, IPEM Report, UK.POKOK BAHASAN A.

PENGERTIAN QA DAN QC

POKOK BAHASAN B.

PERALATAN QA DAN QC

POKOK BAHASAN C.

QA PESAWAT RADIOLOGI DIAGNOSTIK

POKOK BAHASAN D.

QA PESAWAT RADIOTERAPI

POKOK BAHASAN E.

QA PESAWAT KEDOKTERAN NUKLIR UNTUK TERAPI

POKOK BAHASAN F.

ANALISA PENGULANGAN FILM SERTA ANALISIS FILM RUSAK

1DEPARTEMEN KESEHATAN RI

DIT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK, DITJEN BINA YANMED bekerjasama dengan PUSDIKLAT SDM KESEHATAN

of 25/25
Materi Inti 8. QA/QC MATERI INTI. 8 JAMINAN MUTU (QA) DAN KENDALI MUTU (QC) I. DESKRIPSI SINGKAT Jaminan Mutu (QA) dan Kendali Mutu (QC) merupakan proses yang sangat penting dalam pelayanan radiologi kepada pasien. QA/QC wajib dilakukan dalam upaya menjamin pelayanan radiology yang berkualitas yaitu pelayanan yang tepat, akurat dan aman bagi pasien, pekerja dan lingkungan. Dalam materi ini akan dipelajari prinsip dasar QA/QC, peralatan QA/QC, dan pelaksanaan QA/QC harian dan mingguan untuk pesawat radiology diagnostic dan radioterapi. Materi ini juga melingkupi QA/QC harian, mingguan dan bulanan untuk bidang kedokteran nuklir. Diharapkan setelah mengikuti materi QA/Q peserta memahami dan mampu menjelaskan program QA/QC dalam radiologi diagnostik, radioterapi dan kedokteran nuklir. II. TUJUAN PEMBELAJARAN A. Tujuan Pembelajaran Umum: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu melakukan QA dan QC. B. Tujuan Pembelajaran Khusus: Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu: 1. Menjelaskan Pengertian QA dan QC 2. Menjelaskan Peralatan QA dan QC DEPARTEMEN KESEHATAN RI DIT BINA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK, DITJEN BINA YANMED bekerjasama dengan PUSDIKLAT SDM KESEHATAN 1
Embed Size (px)
Recommended