Home >Documents >Masyarakat Post Industri Daniel Bell

Masyarakat Post Industri Daniel Bell

Date post:30-Jan-2016
Category:
View:176 times
Download:20 times
Share this document with a friend
Description:
Makalah ini menjelaskan tentang teori sosiologi modern mengenai masyarakat post modern industri dari tokoh Daniel Bell
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangDari sudut pandang pandangan kritis, usaha-usaha teoritis yang dilakukan Daniel Bell merupakan upaya untuk menangani masalah-masalah sosiologis dengan maksud menjembatani kesenjangan antara sosiologi akademis dengan disiplin-disiplin humanistis. Dia menangani topic yang menyangkut analisa kelelahan ide-ide politik sekitar tahun lima puluhan melihat pada konsekuensi-konsekuensi masa depan berbagai kebijakan Negara, mengetahui masalah-masalah masa depan, dan memulai rencana-rencana penyelesaian alternative sehingga masyarakat lebih banyak memiliki pilihan serta bisa membuat pilihan-pilihan moral. Walau setiap karya itu menggunakan kerangka sosiologis Daniel Bell, tetapi sasaran utamanya lebih ditujukan pada analisa sosial ketimbang teori sosial yang abstak. Sebagaimana Mills dan Eitzioni, Bell juga terikat pada sosiologi relevan, yaitu sosiologi yang siap memecahkan masalah-masalah kemasyarakatan bersekala luas.Hipotesa utama Bell adalah bahwa dunia barat sedang mengalami transisi dari masyarakat industri menuju masyarakat post-industri. Konsep masyarakat post industry ini dapat lebih dipahami lewat lima analisa dimensi berikut:1. Menyangkut sector ekonomi, dimana masyarakat penghasil barang jadi beralih menjadi masyarakat penghasil jasa. Karena industry suatu bangsa semakin maju, semakin besar prosentase angkatan kerja yang bergerak menuju ke sector manufaktur agama.2. Terjadi di lapangan pekerjaan. Disini terdapat perubahan dalam jenis kerja yaitu keunggulan kelas professional dan teknis.3. Masyarakat post ialah pemusatan pengetahuan teoritis inovasi dan pembentukan kebijaksanaan bagi masyarakat. Perubahan dalam dimensi pengetahuan dapat dilihat dari perbedaan masyarakat post industry dan masyrakat industry.4. Orintasi masa depan, yang mengendalikan teknologi dan penaksiran teknologis. Dengan kata lain masyarakat post industry bisa berencana dan mengontrol pertumbuhan teknologi itu dari pada hanya membiarkan segalanya terjadi. 5. Mencakup pengambilan keputusan dan penciptaan teknologi intelektual baru. Dimensi ini berhubungan metode atau cara-cara memperoleh pengetahuan. Teknologi intelektual mencakup penggunaan pengetahuan ilmiah untuk memperinci cara melakukan sesuatu dengan cara yang dapat diulangi melalui subtitusi aturan-aturan, pemecahan masalah bagi penilaian-penilaian yang sifatnya intuitif.

B. Rumusan Masalah1. Bagaimanakah biografi dari Daniel Bell?2. Bagaimanakah konsep, proposisi, dan isi teori masyarakat post industri Daniel Bell?3. Bagaimanakah kelebihan dan kekurangan teori masyarakat post industri Daniel Bell?

C. Tujuan Penulisan1. Mengetahui biografi dari Daniel Bell.2. Mengetahui konsep, proposisi, dan isi teori masyarakat post industri Daniel Bell.3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan teori masyarakat post industri Daniel Bell.

BAB IIPEMBAHASAN

A. Biografi Daniel BellDaniel Bell (lahir 10 Mei 1919 di New York City) adalah seorang sosiolog dan profesor emeritus di Universitas Harvard. Dia juga seorang direktur Suntory Yayasan dan sarjana di kediaman American Academy of Arts and Sciences. Ia telah menerima gelar kehormatan dari Harvard, Universitas Chicago, empat belas universitas di Amerika Serikat, dan Universitas Keio, di Jepang. Dia telah menerima "Lifetime Achievement Award" oleh Asosiasi Sosiologi Amerika pada tahun 1992, dan Talcott Parsons Prize untuk Ilmu Sosial oleh American Academy of Arts and Sciences pada tahun 1993. Dia juga diberi Tocqueville Award oleh pemerintah Perancis pada tahun 1995. Bell lulus dari City College of New York dengan ilmu pengetahuan dan sarjana ilmu sosial. Dia memulai karirnya sebagai jurnalis, menjadi editor majalah Pemimpin Baru (1941-1945), seorang tenaga kerja Fortune editor (1948-1958) dan kemudian co-editor (dengan teman kuliah Irving Kristol) dari The Public Interest majalah (1965-1973). Universitas Columbia pada tahun 1960 diberikan kepadanya Ph.D. derajat. Ia mengajar sosiologi di Columbia pertama (1959-1969) dan kemudian di Harvard hingga pensiun pada tahun 1990. Bell juga adalah Pitt mengunjungi Profesor Sejarah Amerika dan Lembaga di Cambridge University pada tahun 1987. Ia menjabat sebagai anggota Komisi Presiden Technology di 1964-1965 dan sebagai anggota Komisi Presiden Agenda Nasional tahun 1980-an pada tahun 1979.Daniel Bell pernah menggambarkan dirinya sebagai "sosialis dalam ekonomi, liberal dalam politik, dan budaya yang konservatif." Ia terkenal karena kontribusinya pada pasca-industrialisme. Buku-buku yang paling berpengaruh adalah The End of Ideology (1960), The Budaya Kontradiksi Kapitalisme (1976) dan The Coming of Post-Industrial Society (1973). Dua dari buku-bukunya, Akhir dari Ideologi dan Kontradiksi Budaya Kapitalisme yang terdaftar oleh Times Literary Supplement sebagai di antara buku yang 100 paling penting di paruh kedua abad kedua puluh. Hanya Isaiah Berlin, Claude Lvi-Strauss, Albert Camus, George Orwell dan Hannah Arendt, telah dua buku begitu terdaftar. Putra Bell, David A. Bell, adalah seorang dekan dan profesor sejarah Perancis di Johns Hopkins University, dan putrinya, Jordy Bell, adalah seorang administrator dan akademik guru, antara lain, Perempuan AS Marymount sejarah di College, Tarrytown, New York, sebelum pensiun pada tahun 2005. Kedatangan Masyarakat Post-Industri Dalam The Coming of Post-Industrial Society Bell diuraikan jenis baru masyarakat - pasca-masyarakat industri. Dia berargumen bahwa pasca-industrialisme akan dipimpin dan informasi-service-oriented. Bell juga berpendapat bahwa masyarakat pasca industri akan menggantikan masyarakat industri sebagai sistem dominan. Ada tiga komponen untuk pasca-masyarakat industri, menurut Bell: pergeseran dari manufaktur ke layanan sentralitas dari ilmu baru industri berbasis munculnya elite teknis baru dan munculnya prinsip baru stratifikasi.Bell juga konseptual yang membedakan antara tiga aspek dari masyarakat pasca-industri: data, atau informasi yang menggambarkan dunia empiris, informasi, atau organisasi yang bermakna data ke sistem dan pola-pola seperti analisis statistik, dan pengetahuan, yang conceptualizes Bell sebagai penggunaan informasi untuk membuat penilaian. Bell membahas naskah Kedatangan Masyarakat Post-Industri dengan Talcott Parsons sebelum diterbitkan.

B. Konsep Masyarakat Post Industri Daniel BellHipotesa utama Bell adalah bahwa dunia barat sedang mengalami transisi dari masyarakat industri menuju masyarakat post-industri. Konsep masyarakat post industry ini dapat lebih dipahami lewat lima analisa dimensi berikut:1. Menyangkut sector ekonomi, dimana masyarakat penghasil barang jadi beralih menjadi masyarakat penghasil jasa. Karena industry suatu bangsa semakin maju, semakin besar prosentase angkatan kerja yang bergerak menuju ke sector manufaktur ekonomi.2. Terjadi di lapangan pekerjaan. Disini terdapat perubahan dalam jenis kerja yaitu keunggulan kelas professional dan teknis.3. Masyarakat post ialah pemusatan pengetahuan teoritis inovasi dan pembentukan kebijaksanaan bagi masyarakat. Perubahan dalam dimensi pengetahuan dapat dilihat dari perbedaan masyarakat post industry dan masyrakat industry.4. Orintasi masa depan, yang mengendalikan teknologi dan penaksiran teknologis. Dengan kata lain masyarakat post industry bisa berencana dan mengontrol pertumbuhan teknologi itu dari pada hanya membiarkan segalanya terjadi. 5. Mencakup pengambilan keputusan dan penciptaan teknologi intelektual baru. Dimensi ini berhubungan metode atau cara-cara memperoleh pengetahuan. Teknologi intelektual mencakup penggunaan pengetahuan ilmiah untuk memperinci cara melakukan sesuatu dengan cara yang dapat diulangi melalui subtitusi aturan-aturan, pemecahan masalah bagi penilaian-penilaian yang sifatnya intuitif.

Dalam pernyataan teoritisnya yang pertama kali Bell menganalisa perubahan dalam karakter pengetahuan dan stutruktur masyarakat post-industri. Hal ini meliput pertumbuhan dan percabangan ilmu yang berjalan cepat, timbulnya teknologi intelektual baru, dan kodifikasi pengetahuan teoritis. Pergeseran tipe pengetahuan ini memiliki efek terhadap ekonomi masyarakat kita. Kepada perubahan bentuk ekonomi inilah Bell memberikan perhatiannya. C. Perubahan Bentuk Ekonomi : Dari Barang Ke JasaKonsep masyarakat post-industri dapat dipahami kalau dibandingkan dengan atribut-atribut masyarakat pra industry dan industry. Sebagian besar Negara yang berada di benua Asia, Afrika dan Amerika Latin masih merupakan Negara pra-industri. Disini kegiatan sector ekonomi dilandaskan pada hasil-hasil pertanian, pertambangan, perikanan dan kayu. Kehidupan merupakan permainan menantang alam, bergantung pada musim, sifat-sifat lahan dann persediaan air. Masyarakat industry, termasuk Eropa barat Uni soviet dan Jepang, merupakan penghasil barang-barang. Bell (1973: 126) menguraikan lewat cara berikut:Kehidupan adalah pergulatan mengusai alam. Dunia menjad semakin teknis dan rasional. Mesin berkuasa dan ritme kehidupan ditempuh secara mekanis ; waktu merupakan kronologis metodis, bahkan terpisah-pisah. Energy sudah menggantikan otot dan menyediakan tenaga sebagai basis produktivitas seni membuat banyak barang dilakukan dengan tenaga yang lebih sedikit dan tanggung jawab bagi keluaran ( out-put) barang-barang massal yang merupakan ciri masyarakat industry. Energy dan mesin sudah menggantikan hakikat kerja.Masyarakat post-industri, dimana Amerika Serikat sebagai contoh, adalah masyarakat yang berdasarkan jasa. Bukunya permainan menangtang alam atau perguatan menguasai alam, masyarakat ini benar-benar merupakan permainan antara pribadi. Bukannya bergantung pada kekuatan otot telanjang (seperti masyarakat pra-industry), atau energy (seperti masyarakat industry) masyarakat post-industri bertumpu pada informasi. Dalam masyarakat post-industri kaum professional semakin dibutuhkan karena memiliki informasi yang diperlukan.Tetapi masalah ramalan sosial lebih hanya sekedar paparan materialisasi masyarakat post-indust

Embed Size (px)
Recommended