Home >Documents >Marga Marga Batak

Marga Marga Batak

Date post:28-Apr-2015
Category:
View:230 times
Download:10 times
Share this document with a friend
Transcript:

MARGA-MARGA BATAK TOBA

Oleh : Basa Enrico B. P. Aritonang

Jolo sinungkun marga, sigule, gulempong, Asa binoto partuturan, sigule, sigulempong, sigule-gule (Sigulempong, ciptaan S. Dis )

BAB I SUMBER TULISAN INI

Tulisan tentang marga-marga Batak Toba ini diambil dari 2 sumber utama, yaitu : a. Buku Kamus Budaya Batak Toba, karangan M. A. Marbun & I. M. T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987. Selanjutnya dalam tulisan ini disebut Sumber A. b. Poster Tarombo Ni Si Raja Batak, disusun oleh M. Sianturi. Selanjutnya dalam tulisan ini disebut Sumber B.

Antara kedua sumber tersebut, pada bagian tertentu ada persamaannya dan pada bagian yang lain ada pula perbedaannya. Bila terdapat perbedaan, akan disebutkan yang mana yang berdasarkan Sumber A dan yang mana yang berdasarkan Sumber B.

BAB II PENGGOLONGAN MARGA-MARGA BATAK

SI RAJA BATAK mempunyai 2 putra, yaitu : 1. GURU TATEA BULAN 2. RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON)

Semua keturunan dari SI RAJA BATAK dapat dibagi atas 2 golongan besar, yaitu : 1. GOLONGAN TATEA BULAN = GOLONGAN BULAN. Merupakan golongan (pemberi) perempuan. Disebut juga GOLONGAN HULA-HULA dan MARGA LONTUNG. 2. GOLONGAN ISOMBAON = GOLONGAN MATAHARI. Merupakan golongan laki-laki. Disebut juga GOLONGAN BORU dan MARGA SUMBA.

Kedua golongan ini dilambangkan dalam bendera Batak (bendera SI SINGAMANGARAJA) dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan pada bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan dari SI RAJA BATAK.

BAB III MARGA-MARGA KETURUNAN GURU TATEA BULAN

Dari istrinya yang bernama SI BORU BASO BURNING, GURU TATEA BULAN memperoleh 5 putra dan 4 putri. Di Sumber B, nama istri dari GURU TATEA BULAN ini tidak dicantumkan. Putra : 1. SI RAJA BIAK-BIAK 2. TUAN SARIBURAJA 3. LIMBONG MULANA 4. SAGALA RAJA 5. MALAU RAJA (di Sumber B disebut SILAU RAJA) Putri : 1. SI BORU PAREME. Kawin dengan TUAN SARIBURAJA. 2. SI BORU ANTING SABUNGAN. Di Sumber B disebut SI BORU PAROMAS. Kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA, putra RAJA ISOMBAON. 3. SI BORU BIDING LAUT. Juga kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA. 4. SI BORU NAN TINJO. Tidak kawin karena banci. Di Sumber B digunakan istilah Sangkar So Baoa (mempunyai sifat laki-laki). TATEA BULAN = TATAYA BULAN = TERTATANG BULAN = TERTAYANG BULAN.

3. 1. SI RAJA BIAK-BIAK Pergi ke daerah Aceh. Di Sumber B disebutkan nama-nama lain dari SI RAJA BIAK-BIAK ini, yaitu RAJA UTI dan RAJA GUMELENG GELENG.

3. 2. TUAN SARIBURAJA dan Marga-marga Keturunannya TUAN SARIBURAJA adalah putra kedua dari GURU TATEA BULAN. Dia dan adik perempuannya yang bernama SI BORU PAREME dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis kelamin).

Mula-mula TUAN SARIBURAJA kawin dengan NAI MARGIRING LAUT (di Sumber B ditulis NAI MANGIRING LAUT) dan kemudian memperoleh putra bernama RAJA IBORBORON (BORBOR). Tetapi kemudian SI BORU PAREME menggoda abangnya (TUAN SARIBURAJA), sehingga antara mereka terjadilah perkawinan incest. Setelah perbuatan melanggar adat ini diketahui oleh saudara-saudaranya (yaitu LIMBONG MULANA, SAGALA RAJA, dan MALAU RAJA), maka ketiga saudara tersebut sepakat untuk membunuh TUAN SARIBURAJA. Akibatnya, TUAN SARIBURAJA mengembara ke hutan Sabulan dan meninggalkan SI BORU PAREME yang sedang hamil. Ketika SI BORU PAREME hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara. Tetapi di hutan tersebut secara kebetulan TUAN SARIBURAJA bertemu dengan dia.

TUAN SARIBURAJA datang bersama dengan seekor harimau betina yang sebelumnya telah dijadikan istrinya di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan SI BORU PAREME di dalam hutan. SI BORU PAREME kemudian melahirkan seorang putra yang diberi nama SI RAJA LONTUNG.

3. 2. 1. SI BABIAT Menurut Sumber A, dari istrinya yang harimau itu, TUAN SARIBURAJA memperoleh seorang putra yang diberi nama SI BABIAT, yang di kemudian hari mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga BAYOANGIN.

Menurut Sumber B, nama putra TUAN SARIBURAJA dari istrinya yang harimau itu adalah RAJA GALEMAN, yang kemudian melahirkan marga SI BABIAT. Di kemudian hari, keturunannya melahirkan 12 marga di daerah Angkola dan Pakpak, yaitu ANGKA, BABIAT, BAHOROK, BASILAN, KIAN, LAUSAN, LAMBOSA, PAMAN, PARINDURI, RANGKUTI, SABAB, dan SITABAB.

Karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya, TUAN SARIBURAJA berkelana ke daerah Angkola dan seterusnya ke Barus.

3. 2. 2. SI RAJA LONTUNG Putra TUAN SARIBURAJA, hasil perkawinan incest dengan SI BORU PAREME. Dia kawin dengan ibunya sendiri, SI BORU PAREME. Hal ini terjadi karena setelah dewasa, ia meninggalkan ibunya dan pergi jauh-jauh, namun ternyata di kemudian hari mereka bertemu kembali tanpa mengenal lagi satu sama lain. Dari perkawinan tersebut, ia mempunyai 7 putra dan 2 putri. Putra : 1. TUAN SITUMORANG, keturunannya bermarga SITUMORANG. 2. SINAGA RAJA. Di Sumber B ditulis TOGA SINAGA. Keturunannya bermarga SINAGA. 3. PANDIANGAN. Di Sumber B ditulis TOGA PANDIANGAN. Keturunannya bermarga PANDIANGAN. 4. TOGA NAINGGOLAN. Keturunannya bermarga NAINGGOLAN. 5. SIMATUPANG. Di Sumber B ditulis TOGA SIMATUPANG. Keturunannya bermarga SIMATUPANG. 6. ARITONANG. Di Sumber B ditulis TOGA ARITONANG. Keturunannya bermarga ARITONANG. 7. SIREGAR. Di Sumber B ditulis TOGA SIREGAR. Keturunannya bermarga SIREGAR. Putri : 1. SI BORU ANAKPANDAN, kawin dengan TOGA SIHOMBING. 2. SI BORU PANGGABEAN, kawin dengan TOGA SIMAMORA.

Menurut Sumber B, SINAGA adalah putra pertama, sedangkan SITUMORANG adalah putra kedua.

Karena putra-putri dari SI RAJA LONTUNG berjumlah 9 orang, maka keturunannya sering dijuluki orang dengan nama LONTUNG SI SIA MARINA, PASIA BORUNA SIHOMBING SIMAMORA. SI SIA MARINA = SEMBILAN SATU IBU.

3. 2. 2. 1. SITUMORANG Menurut Sumber A, dari keturunan SITUMORANG lahir marga-marga cabang LUMBAN PANDE, LUMBAN NAHOR, SUHUTNIHUTA, SIRINGORINGO, SITOHANG, RUMAPEA, PADANG, dan SOLIN.

Menurut Sumber B, SITUMORANG mempunyai 7 putra, yaitu : 1. RAJA PANDE 2. LUMBAN NAHOR 3. TUAN SUHUTNIHUTA 4. RAJA RINGO 5. SITOHANG URUK 6. SITOHANG TONGATONGA 7. SITOHANG TORUAN

RAJA PANDE mempunyai putra bernama SITANDANG, yang selanjutnya mempunyai 2 putra, yaitu : 1. BATUHARI (keturunannya bermarga PADANG) 2. SOLIN (keturunannya bermarga SOLIN)

LUMBAN NAHOR mempunyai putra bernama sama (LUMBAN NAHOR).

TUAN SUHUTNIHUTA mempunyai putra bernama OMPU RAJA NANGGAPAN, yang kemudian mempunyai putra bernama DATU TONDUNG.

RAJA RINGO mempunyai 4 putra, yaitu : 1. RAJA DAPOTON 2. RAJA REA 3. TUAN ONGGAR 4. SIAGIAN

Keturunan RAJA DAPOTON bermarga SIRINGORINGO.

RAJA REA mempunyai 3 putra, yaitu : 1. PAGAR BOSI (keturunannya bermarga SIRINGORINGO) 2. MORHITE LOMBU (keturunannya bermarga LUMBAN TORUAN) 3. PANSA NI OJUNG (keturunannya bermarga SIPANGGANG)

Keturunan TUAN ONGGAR bermarga RUMAPEA.

Keturunan dari SITOHANG URUK, SITOHANG TONGATONGA, dan SITOHANG TORUAN semuanya bermarga SITOHANG.

3. 2. 2. 2. SINAGA Menurut Sumber A, dari keturunan SINAGA kemudian lahir marga-marga cabang SIMANJORANG, SIMANDALAHI, dan BARUTU.

Menurut Sumber B, SINAGA mempunyai 3 putra, yaitu : 1. RAJA BONOR 2. RAJA RATUS 3. SINAGA URUK

RAJA BONOR mempunyai 3 putra, yaitu : 1. RAJA PANDE 2. TIANG DITONGA 3. TUAN SUHUT RAJA PANDE mempunyai putra bernama PALTIRAJA alias SAKTI. Keturunannya bermarga SIDAHAPINTU.

RAJA RATUS mempunyai 3 putra, yaitu : 1. RATUS NAGODANG 2. SI TINGGI 3. SI ONGKO Semua keturunan dari RAJA RATUS ini bermarga SINAGA PORTI.

SINAGA URUK mempunyai 3 putra, yaitu : 1. GURU SIHATAHUTAN 2. RAJA BARITA 3. DATU HURUNG DATU HURUNG mempunyai putra bernama JORANGRAJA. Keturunannya bermarga SIMARGOLANG.

3. 2. 2. 3. PANDIANGAN Menurut Sumber A, dari keturunan PANDIANGAN kemudian lahir marga-marga cabang SAMOSIR, GULTOM, PAKPAHAN, SIDARI, SITINJAK, dan HARIANJA.

Menurut Sumber B, PANDIANGAN mempunyai putra bernama DATU RONGGUR, yang selanjutnya mempunyai 2 putra, yaitu : 1. SOLONDASON 2. SARANGBANUA

SOLONDASON mempunyai putra bernama PARHUTALA, yang selanjutnya mempunyai mempunyai 2 putra, yaitu : 1. BORSAK HUMIRTAP 2. DSR. SONANG

Keturunan BORSAK HUMIRTAP bermarga PANDIANGAN.

Keturunan DSR. SONANG kemudian melahirkan marga-marga GULTOM, SAMOSIR, PAKPAHAN, dan SITINJAK. Keturunan dari SAMOSIR kemudian ada yang bermarga SIDARI, dan keturunan dari SIDARI ini kemudian ada yang bermarga HARIANJA.

SARANGBANUA mempunyai putra bernama PUNGUTEN SORI, yang selanjutnya mempunyai putra bernama SOLIN (keturunannya bermarga SOLIN).

3. 2. 2. 4. NAINGGOLAN Menurut Sumber A, dari keturunan NAINGGOLAN kemudian lahir marga-marga cabang RUMAHOMBAR, PARHUSIP, BATUBARA, LUMBAN TUNGKUP, LUMBAN SIANTAR, HUTABALIAN, LUMBAN RAJA, PUSUK, BUATON, dan NAHULAE.

Menurut Sumber B, NAINGGOLAN mempunyai 2 putra, yaitu : 1. SI RAJA BATU 2. SIRUMAHOMBAR

SI RAJA BATU mempunyai 2 putra, yaitu : 1. BATUBARA (keturunannya bermarga BATUBARA) 2. PARHUSIP (keturunannya bermarga PARHUSIP)

BATUBARA (yang keturunannya bermarga BATUBARA) mempunyai 2 putra, yaitu : 1. TUAN NA MORA 2. SIAMPAPAGA (keturunannya bermarga SIAMPAPAGA)

SIRUMAHOMBAR mempunyai 4 putra, yaitu : 1. LUMBAN NAHOR 2. MOGOT PINAYUNGAN 3. LUMBAN SIANTAR 4. HUTABALIAN

Keturunan LUMBAN NAHOR bermarga LUMBAN NAHOR.

MOGOT PINAYUNGAN mempunyai 2 putra, yaitu : 1. LUMBAN TUNGKUP (keturunannya bermarga LUMBAN TUNGKUP) 2. LUMBAN RAJA (keturunannya bermarga LUMBAN RAJA) LUMBAN RAJA mempunyai putra bernama DATU PARULAS. Keturunan DATU PARULAS ini kemudian melahirkan marga-marga NAHULAE, SIBUATON, dan PUSUK.

Keturunan LUMBAN SIANTAR bermarga LUMBAN SIANTAR.

Keturunan HUTABALIAN bermarga HUTABALIAN.

3. 2. 2. 5. SIMATUPANG Menurut Sumber A, dari keturunan SIMATUPANG

Embed Size (px)
Recommended