Home > Documents > Manajemen Migrain

Manajemen Migrain

Date post: 05-Jul-2015
Category:
Author: mimirku
View: 137 times
Download: 8 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 38 /38
Manajemen Migrain, Nyeri kepala tipe Tegang, dan Nyeri Kepala Kluster di Unit Gawat Darurat Friedman BW MD MS a , Rapoport AM MD b aAlbert Einstein College of Medicine, Bronx NY, USA bDavid Geffen School of Medicine, UCLA, Los Angeles CA, USA Abstrak Nyeri kepala adalah keluhan utama yang paling umum kelima di bagian gawat darurat di Amerika Serikat, terhitung sebanyak 2 juta kedatangan pertahun atau 2.2 % dari seluruh kedatangan pasien di Unit gawat Darurat. Peran dari seorang dokter Unit Gawat darurat adalah untuk secepatnya mendiagnosis apakah nyeri kepala tersebut mengancam kehidupan atau menimbulkan kecacatan, juga meredakan rasa nyeri dengan efektif dan secepatnya. Berbagai pilihan terapi saat ini tersedia untuk nyeri kepala akut. Disini kita akan membahas tiga jenis nyeri kepala spesifik yaitu migrain, Nyeri kepala tipe tegang, dan nyeri kepala kluster, dan juga mendiskusikan beberapa strategi diagnostic dan terapetik yang sesuai dengan keadaan gawat darurat. Kata kunci : gangguan primer nyeri kepala, migraine, nyeri kepala tegang, unit gawat darurat. 1
Transcript

Manajemen Migrain, Nyeri kepala tipe Tegang, dan Nyeri Kepala Kluster di Unit Gawat DaruratFriedman BW MD MSa, Rapoport AM MDb aAlbert Einstein College of Medicine, Bronx NY, USA bDavid Geffen School of Medicine, UCLA, Los Angeles CA, USA

Abstrak Nyeri kepala adalah keluhan utama yang paling umum kelima di bagian gawat darurat di Amerika Serikat, terhitung sebanyak 2 juta kedatangan pertahun atau 2.2 % dari seluruh kedatangan pasien di Unit gawat Darurat. Peran dari seorang dokter Unit Gawat darurat adalah untuk secepatnya mendiagnosis apakah nyeri kepala tersebut mengancam kehidupan atau menimbulkan kecacatan, juga meredakan rasa nyeri dengan efektif dan secepatnya. Berbagai pilihan terapi saat ini tersedia untuk nyeri kepala akut. Disini kita akan membahas tiga jenis nyeri kepala spesifik yaitu migrain, Nyeri kepala tipe tegang, dan nyeri kepala kluster, dan juga mendiskusikan beberapa strategi diagnostic dan terapetik yang sesuai dengan keadaan gawat darurat. Kata kunci : gangguan primer nyeri kepala, migraine, nyeri kepala tegang, unit gawat darurat.

1

Ikhtisar dan Epidemiologi Nyeri kepala adalah keluhan utama yang paling umum kelima di bagian gawat darurat di Amerika Serikat, terhitung sebanyak 2 juta kedatangan pertahun atau 2.2 % dari seluruh kedatangan pasien di Unit gawat Darurat1,2

. Namun demikian dari

perspektif populasi penggunaan pelayanan untuk pasien dengan nyeri kepala bisa dibilang jarang3

. Banyak masyarakat Amerika tidak mengunjungi pelayana

kesehatan apapun untuk manajemen nyeri kepala mereka, mereka lebih memilih mengunjungi dokter pelayanan primer 4. Berdasarkan data populasi mengindikasikan bahwa 94 % penderita migraine di amerika tidak mengunjungi Unit gawat darurat selama satu tahun, 3 % mengunjungi Unit Gawat Darurat sekali selama satu tahun, dan 3 % yang lainnya mengunjungi Unit gawat Darurat lebih dari satu kali pertahun 3. Pasien dengan nyeri kepala tipe tegang episodic cenderung lebih jarang mengunjungi Unit Gawat Darurat sedangkan pasien dengan nyeri kepala kronik cenderung lebih suka mengunjungi Unit gawat darurat 3. Untuk memahami peran unit gawat darurat dalam manajemen nyeri kepala dalam system kesehatan yang lebih luas, lebih dahulu harus diketahui alas an mengapa pasien memilih unit gawat darurat untuk perawatan nyeri kepala mereka. Salah satu model mengajukan dua alasan yaitu karena: gejala pertama atau gejala memburuk atau sebagai usaha terakhir 5. Alasan pertama dicirikan dengan nyeri kepala yang dirasa berbeda dengan sebelumnya, sehingga membuat pasien khawatir. Alasan kedua dicirikan dengan nyeri kepala berulang yang membuat pasien frustasi, dan berpotensi menimbulkan komplikasi dari penggunaan obat-obat yang berlebihan.2

Sumber lain menggolongkan pasien nyeri kepala menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah pasien yang mengunjungi unit gawat darurat karena nyeri kepala yang benar-benar mengancam, disertai dengan demam, gejala fokal neurologis. Kelompok ini sangat membutuhkan unit gawat darurat untuk penatalaksanaannya. Kelompok ini sudah dijelaskan dengan baik dalam sebuah review6,7

. Kelompok kedua adalah

kelompok dengan onset baru nyeri kepala, atau nyeri kepala yang refrakter terhadap pengobatan biasanya. Dalam kasus ini, nyeri kepala dimungkinkan karena proses benigna maupun proses malignansi. Pasien ini tidak membutuhkan langkah diagnostic di unit gawat darurat, mereka disana untuk mendapatkan terapi. Kelompok yang terakhir adalah pasien dengan gangguan nyeri kepala episodic yang mengunjungi unit gawat darurat karena tidak terdapatnya atau kesulitan akses menuju pelayanan pasien rawat jalan di daerah mereka 3. Pelayanan unit gawat darurat di perkotaan sangat erat dengan isu sosioekonomi. Ketika peran factor sosioekonomi diteliti dalam model multivariate, predictor paling penting penggunaan unit gawat darurat adalah sunit gawat darurat digunakan untuk manajemen penyakit lainnya. Pendapatan rendah dan lemahnya asuransi juga berhubungan dengan kunjungan unit gawat darurat 3. Oleh karenanya, terkadang kunjungan ke unit gawat darurat terkadang didasari oleh alas an sosioekonomi daripada alasan nyeri kepala itu sendiri. Dari perspektif pasien, kunjungan ke unit gawat darurat sebenarnya tidak dikehendaki karena lamanya waktu tunggu, suasana yang hiruk pikuk yang bisa menambah keluhan migrain.

3

Perawatan nyeri kepala di unit gawat darurat sering kali tidak optimal karena biasanya perawatan didasarkan pada penanganan gawat darurat, bukan pada penanganan yang berdasar pada penyakit primer yang mendasari keluhan nyeri kepala tersebut 3. Klasifikasi Nyeri Kepala Peran dari seorang dokter Unit Gawat darurat adalah untuk secepatnya mendiagnosis apakah nyeri kepala tersebut mengancam kehidupan atau menimbulkan kecacatan, juga meredakan rasa nyeri dengan efektif dan secepatnya. Klasifikasi standart menggolongkan nyeri kepala menjadi nyeri kepala organic yang dibagi lagi menjadi nyeri kepala sekunder dan nyeri kepala primer. Nyeri kepala organic lebih jauh lagi dapat digolongkan menjadi proses malignansi dimana membutuhkan diagnosis dan terapi spesifik (seperti tumor, aneurisma, perdarahan subarachnoid, meningitis bacterial) dan keadaan yang lebih jinak yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Kasus yang sering terdapat di unit gawat darurat adalah nyeri kepala migraine, nyeri kepala tipe tegang, dan nyeri kepala kluster dimana gangguannya memiliki manifestasi akut. Kriteria diagnostic untuk subtype nyeri kepala terdapat dalam table 1. Tabel 1. Criteria diagnostic untuk subtype nyeri kepala. Dari International Classification of Headache Disorders, 2nd edition 8Migrain tanpa Aura A. Setidaknya 5 serangan dari poin B-D B. Serangan nyeri kepala 4-72 jam yang tidak mereda dengan pengobatan C. Paling tidak terdapat 2 karakteristik: 1. Unilateral 2. Berdenyut 3. Intensitas sedang hingga berat

4

4. Membatasi aktifitas fisik rutin D. Saat serangan terdapat: 1. Mual atau muntah,atau 2. fotofobia E. Bukan merupakan gangguan lain Migrain dengan tipikal aura A. Setidaknya 2 serangan dari poin B-D B. Aura terdiri setidaknya satu dr berikut, tanpa kelemahan vasomotor: Gejala visual yang reversibel Gejala sensori yang reversibel Gejala wicara yang reversibel C. Dengan disertai minimal 2 berikut: Homonimus simtom visual dan atau gejala sensori unilateral Setidaknya gejala aura lebih dr 5 menit. Setiap gejala >5 menit dan


Recommended