Home >Documents >Makalah transkultural komplit

Makalah transkultural komplit

Date post:18-Dec-2014
Category:
View:30,877 times
Download:13 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. BAB IIKONSEP TEORIKERAGAMAN BUDAYA DAN PERSPEKTIF TRANSKULTURAL DALAM KEPERAWATANI. Perspektif Transkultural dalam KeperawatanA. Keperawatan Transkultural dan globalisasi dalam pelayanan kesehatanPeran perawat transkultural menjembatani antara sistem perawat yangdilakukan oleh masyarakat awam dengan perawatan profesional melalui asuhankeperawatan. Keperawatan lintas budaya merupakan bidang studi dan praktik formalyang berfokus pada analisis komparatif budaya dan sub budaya di dunia dalamkaitanya dengan keperawatan kultural, kepercayaan tentang kesehatan dan penyakit,nilai-nilai dan praktik yang bertujuan untuk menggunakan pengetahuan ini dalammemberikan perawatan sesuai budaya tertentu atau sesuai budaya universal kepadasemua orang (Leininger,1978). Keperawatan lintas budaya memberikan kerangkabudaya kerja untuk memenuhi kebutuhan keperawatan kesehatan dari kelompokdengan latar budaya beraneka ragam. Dalam melakukan pencapaian keperawatan ada 6 fenomena kultural yangdipertimbangkan, yaitu :1. Komunikasi : verbal, non verbal bahasa utama2. Ruang pribadi : tindakan lebih menonjol dari kata-kata3. Organisasi sosial : Prilaku didapat, ciri khas budaya, nilai-nilai berorientasi internal, kepercayaan keagamaan, pembuatan keputusan dalam keluarga.4. Waktu : cara mengkaji waktu, konsep waktu5. Lingkungan : mengevaluasi sistem kesehatan, lokus kontrol6. Variasi biologis : struktur tubuh, genetik, atribut fisik, karakteristik psikologisMendorong potensi perawat untuk memberikan secara cermat arti diversivitasbukan realitas masa depan tetapi tantangan masa kini dan kesempatan untukberkembang (Hagivary,1192). Ada 3 pendekatan profesi keperawatan untukmenyiapkan praktisi untuk masa depan (Andrews,1992)1. Lingkungan Praktis klinis Diperlukan program pendidikan yang berkelanjutan guna menyadarkan perawat akan nilai, kepercayaan dan praktek yang berlandaskan kepada budaya mereka sendiri, meningkatkan dasar pengetahuan tentang kesehatan berkaitan dengan budaya tertentu serta praktek orang lain yang akan di jumpai.2. Lingkungan Akademis Program sarjana muda dan sarjana mengalami kemajuan menandakan konsep budaya dalam kurikulum keperawatan, pengajaran harus difokuskan pada pengkajian kulturologi, variasi biokultural dalam kesehatan dan penyakit, perbedaan kultural dalam komunikasi, kepercayaan beragama, nutrisi, aspek perawatan dan sebagainya, memadukan konsep budaya dalam kurikulum

2. mencakup permainan simulasi, latihan klarifikasi nilai, kelompok pertemuan untuk membangkitkan kesadaran dan pengalaman. 3.Bidang Penelitian Dibutuhkan studi lintas budaya di bidang penelitian dasar dan penelitian terapan, lembaga penyandang dana dan yayasan harus di dorong untuk mendukung studi lingkungan budaya yang menekankan metode penelitian kualitatif penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif menghasilkan data yang bermanfaat untuk mencapai hasil optimal.B. Konsep dan Prinsip dalam Asuhan Keperawatan Transkultural Konsep dalam Transcultural Nursing 1.Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang dipelajari, dan dibagi serta memberi petunjuk dalam berfikir, bertindak dan mengambil keputusan. 2.Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih diinginkan atau sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan melandasi tindakan dan keputusan. 3.Perbedaan budaya, dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang optimal dari pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada kemungkinan variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan budaya yang menghargai nilai budaya individu, kepercayaan dan tindakan termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari individu yang datang dan individu yang mungkin kembali lagi (Leininger, 1985). 4.Etnosentris adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain. 5.Etnis, berkaitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok budaya yang digolongkan menurut ciri-ciri dan kebiasaan yang lazim 6..Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada mendiskreditkan asal muasal manusia 7.Etnografi adalah ilmu yang mempelajari budaya. Pendekatan metodologi pada penelitian etnografi memungkinkan perawat untuk mengembangkan kesadaran yang tinggi pada perbedaan budaya setiap individu, menjelaskan dasar observasi untuk mempelajari lingkungan dan orang-orang, dan saling memberikan timbal balik diantara keduanya. 8.Care adalah fenomena yang berhubungan dengan bimbingan, bantuan, dukungan perilaku pada individu, keluarga, kelompok dengan adanya kejadian untuk memenuhi kebutuhan baik aktual maupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan manusia. 9.Caring adalah tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing, mendukung dan mengarahkan individu, keluarga atau kelompok pada keadaan yang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan manusia. 10. Cultural Care. berkenaan dengan kemampuan kognitif untuk mengetahui nilai, kepercayaan dan pola ekspresi yang digunakan untuk mebimbing, mendukung 3. atau memberi kesempatan individu, keluarga atau kelompok untuk mempertahankan kesehatan, sehat, berkembang dan bertahan hidup, hidup dalam keterbatasan dan mencapai kematian dengan damai.11.Culturtal imposition, berkenaan dengan kecenderungan tenaga kesehatan untuk memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas budaya orang lain karena percaya bahwa ide yang dimiliki oleh perawat lebih tinggi daripada kelompok lain. Paradigma Transcultural NursingKonsep-konsep dalam terlaksananya asuhan keperawatan yang sesuai denganlatar belakang budaya terhadap empat konsep sentral keperawatan yaitu: (Andrew andBoyle, 1995).1.Manusia adalah individu, keluarga atau kelompok yang memiliki nilai-nilaidan norma-norma yang diyakini dan berguna untuk menetapkan pilihan danmelakukan pilihan. Menurut Leininger (1984) manusia memilikikecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat dimanapundia berada (Geiger and Davidhizar, 1995).2.Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisikehidupannya, terletak pada rentang sehat sakit. Kesehatan merupakan suatukeyakinan, nilai, pola kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untukmenjaga dan memelihara keadaan seimbang/sehat yang dapat diobservasidalam aktivitas sehari-hari. Klien dan perawat mempunyai tujuan yang samayaitu ingin mempertahankan keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yangadaptif (Andrew and Boyle, 1995).3.Lingkungan didefinisikan sebagai keseluruhan fenomena yang mempengaruhiperkembangan, kepercayaan dan perilaku klien. Lingkungan dipandangsebagai suatu totalitas kehidupan dimana klien dengan budayanya salingberinteraksi. Terdapat tiga bentuk lingkungan yaitu : fisik, sosial dan simbolik.Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau diciptakan oleh manusia sepertidaerah katulistiwa, pegunungan, pemukiman padat dan iklim seperti rumah didaerah Eskimo yang hampir tertutup rapat karena tidak pernah ada mataharisepanjang tahun. Lingkungan sosial adalah keseluruhan struktur sosial yangberhubungan dengan sosialisasi individu, keluarga atau kelompok ke dalammasyarakat yang lebih luas. Di dalam lingkungan sosial individu harusmengikuti struktur dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan tersebut.Lingkungan simbolik adalah keseluruhan bentuk dan simbol yangmenyebabkan individu atau kelompok merasa bersatu seperti musik, seni,riwayat hidup, bahasa dan atribut yang digunakan.4.Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktikkeperawatan yang diberikan kepada klien sesuai dengan latar belakangbudayanya. Asuhan keperawatan ditujukan memandirikan individu sesuaidengan budaya klien. Strategi yang digunakan dalam asuhan keperawatanadalah perlindungan/mempertahankan budaya, mengakomodasi/negoasiasibudaya dan mengubah/mengganti budaya klien (Leininger, 1991). Prinsip dalam Asuhan Keperawatan Transkultural1. Culture care preservation / maintenance : Yaitu prinsip membantu, memfasilitasi atau memperhatikan fenomena budaya guna membantu individu menentukan tingkat kesehatan dan gaya hidup yang diinginkan. 4. 2.Culture care accomodation / negotiation : Yaitu prinsip membantu, memfasilitasi atau memperhatikan fenomena budaya, merefleksikan cara-cara untuk beradaptasi, bernegosiasi atau mempertimbangkan kondisi kesehatan dan gaya hidup individu dan klien. 3. Culture care reparterning / restructuring : Yaitu prinsip merekontruksi atau mengubah desain untuk memperbaiki kondisi kesehatan dan pola hidup klien kearah yang lebih baik. Hasil yang diperoleh melalui pendekatan keperawatan transkultural pada asuhan keperawatan adalah tercapainya culture congruent nursing care health and well being yaitu asuhan keperawatan yang kompeten berdasarkan budaya dan pengetahuan kesehatan yang sensitif, kreatif, serta cara- cara yang bermakna guna mencapai tingkat kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.C. Pengkajian Asuhan Keperawatan Budaya Perawat harus memulai pengkajian dengan melihat latar budaya cultural yang di miliki klien dan latar belakang social juga ketrampilan bahasa yang dimilikinya. Ini diperlukan dalam mengumpulkan data mengenai penyebab penyakit dan masalah klien. Proses pendekatan ini diperlukan untuk mengetahui atau mengidentifikasi apakah klien mempunyai latar belakang budaya tradisional yang lebih dominan di bandingkan dengan budayanya yang modern. Sebelum memulai pengkajian perawat harusnya : 1. Membina hubungan saling percaya terlebih dahulu dengan klien 2. Mengidentifikasi bahasa yang digunakan 3. Mempelajari pola komunikasi kien dengan mengobservasi kemampuan verbaldan nonverbalnya, contoh prilaku nonverbal dengan sentuhan, kontak mata 4. Mempelajari prilaku bermakna yang dimiliki klien perawat dalamberinteraksiD. Beberapa Instrumen Pengkajian Budaya Pengkajian budaya merupakan pengkajian yang sistematik dan komprehensif dari nilai nilai pelayanan budaya, kepercayaan, dan praktik individual, keluarga dan komun