Home >Documents >makalah THT skenario 4.docx

makalah THT skenario 4.docx

Date post:06-Aug-2015
Category:
View:50 times
Download:11 times
Share this document with a friend
Transcript:

Modul XVI (THT)-Skenario 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah National Cancer Institute di Amerika Serikat, melaporkan bahwa pada tahun 1991 terdapat 6 juta penderita tumor ganas. Dari seluruh tumor ganas tersebut, insidens karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa ialah sebanyak 600.000 penderita. Tercatat pula jumlah penderita tumor ganas leher dan kepala sebanyak 78.000 orang lebih dari 75% adalah karsinoma sel skuamosa. Dari seluruh penderita tumor ganas yang tercatat pada tahun 19991 tersebut, 10% penderita meninggal dunia dalakm tahun pertama, di antaranya 3-4% adalah penderita dengan keganasan pada leher-kepala. Pada awal Januari 1997 dilaporkan bahwa kira-kira 33% penderita tumor ganas leher dan kepala telah meninggal dunia. Secara keseluruhan, angka rata-rata bertahan hidup 5 tahun untuk tumor ganas leher dan kepla berkisar sebanyak 5060% untuk tumor primer saja dan bertahan hidup 5 tahun sebanyak 30% pada penderita tumor primer yang bermetastasis. Perokok berat dan peminum alkohol, mempunyai resiko timbulnya karsinoma sel skuamosa pada rongga mulut, faring dan laring. Juga tercatat bahwa pada penderita yang mengunyah tembakau seperti yang terdapat di India, sangat mungkin menderita tumor ganas rongga mulut. Sinar matahari sangat mempengaruhi resiko timbulnya kanker tiroid dan kelenjar liur. Penderita yang bekerja dan memanfaatkan kulit binatang, krom dan bekerja di pabrik nikel sangat mungkin menderita kanker hidung dan sinus paranasal. Dua per tiga dari seluruh tumor ganas leher dan kepala, terdapat pada rongga mulut dan laring. Distribusi keganasan di bidang telinga hidung tenggorok terdapat kira-kira 42% tumor ganas rongga mulut, 25% laring, 15% orofaring dan hipofaring, 7% kelenjar liur besar, 4% nasofaring, 4% hidung dan sinus paranasal dan 3% tiroid, dan jaringan ikat lainnya. Karsinoma sel skuamosa ini dapat berdiferensiasi buruk, sedang dan baik.

Small Group Discussion 19

1

Modul XVI (THT)-Skenario 4

Sehubungan dengan terdapatnya tumor primer pada organ telinga hidung tenggorok, tumor primer ini akan memberikan gejala-gejala pada tempat tersebut seperti odinofagia, disfagia, trismus, fetor ex ore, gangguan bentuk muka, neuropatia, sumbatan hidung, mimisan, gejala aspirasi, sumbatan jalan napas, kerusakan pada mukosa dan kulit, perdarahan serta pembesaran kelenjar di daerah leher dan sekitarnya. Tumor ganas di bidang telinga hidung tenggorok ini disamping memberikan penjalaran atau infiltrasi ke jaringan sehat di sekitar tumor primer, juga memberikan penyebaran pada kelenjar-kelenjar limfa yang terdapat pada leher dan sekitarnya. Tumor ganas tersebut juga dapat bermetastasis jauh seperti ke paru, hati, tulang, otak, traktus gastrointestinal. Sehingga dapat dikatakan disampaing adanya tumor primer, mungkin saja terdapat metastasis pada kelenjar leher dan metastasis jauh. Menyadari bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh tumor tersebut bagi tubuh manusia, maka sebagai mahasiswa/i Fakultas Kedokteran, kami mencoba menyusun sebuah makalah yang berjudul Tumor Telinga Hidung Tenggorok (THT). Hal tersebut menurut kami sangat penting untuk dibahas dalam rangka agar dapat menciptakan dan mewujudkan suatu motivasi kedepan bagi kita semua untuk menuju kehidupan yang bahagia. Disamping itu didalam perkembangan ilmu kedokteran yang sangat dinamis sehingga menuntut mahasiswa untuk terus belajar dan menggali ilmu tanpa mengenal waktu, hal itu sangat diperlukan terhadap mahasiswa yang menjadi calon dokter masa depan di negara Indonesia, jadi dengan konsep keilmuan yang baik maka lahirlah seorang dokter yang kompeten dan dipercaya oleh masyarakat, itulah yang merupakan salah satu latar belakang kami dalam penyusunan makalah ini.

Small Group Discussion 19

2

Modul XVI (THT)-Skenario 4

1.2 Tujuan Pembahasan Dalam penyusunan makalah ini tentunya memiliki tujuan yang diharapkan berguna bagi para pembaca dan khususnya kepada penulis sendiri. Dimana tujuannya dibagi menjadi dua macam yang pertama secara umum makalah ini bertujuan menambah wawasan mahasiswa/i dalam menguraikan suatu persoalan secara holistik dan tepat, dan melatih pemikiran ilmiah dari seorang mahasiswa/i fakultas kedokteran, dimana pemikiran ilmiah tersebut sangat dibutuhkan bagi seorang dokter agar mampu menganalisis suatu persoalan secara cepat dan tepat. Sedangkan secara khusus tujuan penyusunan makalah ini ialah sebagai berikut: 1. Menambah pengetahuan para pembaca tentang tumor Telinga Hidung Tengggorok (THT). 2. Mengetahui etiologi dan faktor risiko tumor Telinga Hidung Tengggorok (THT). 3. Memahami patofisiologi terjadinya tumor Telinga Hidung Tengggorok (THT). 4. Mengetahui pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis tumor Telinga Hidung Tengggorok (THT). 5. Mengetahui penatalaksanaan tumor Telinga Hidung Tengggorok (THT). 6. Menambah khasanah ilmu pengetahuan para pembaca dan penulis. 7. Melengkapi tugas small group discussion modul XVI skenario 4. 8. Sebagai bahan referensi mahasiswa/i fakultas kedokteran UISU semester lima dalam menghadapi ujian akhir modul.

Itulah yang merupakan tujuan kami dalam penyusunan makalah ini, dan juga sangat diharapkan dapat berguna bagi setiap orang yang membaca makalah ini. Semoga seluruh tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik.

Small Group Discussion 19

3

Modul XVI (THT)-Skenario 4

1.3 Pembatasan Masalah Dalam penyusunan makalah ini kami dihadapkan pada suata sistem yaitu ada suatu masalah yang harus disusun dalam suatu skema, dimana skema ini juga sekaligus menjadi pembatasan masalah yang akan dibahas pada makalah ini, berikut merupakan pembatasan masalah dari Modul XVI skenario 4.

Laki-laki 55 thn

Keluhan : hidung tersumbat, epistaksis, diplopia, benjolan leher unilateral, dan gangguan pendengaran. Setelah pemeriksaan oleh dokter THT, dirujuk ke bagian PA dan Radiologi

Tumor Telinga Hidung Tenggorok (THT)

Klasifikasi Definisi Etiologi Patofisiologi Gejala dan Tanda Pemeriksaan Penatalaksanaan Komplikasi

Small Group Discussion 19

4

Modul XVI (THT)-Skenario 4

1.4 Metode dan Teknik Dalam penyusunan makalah ini kami mengembangkan suatu metode yang sering digunakan dalam pembahasan-pembahasan makalah sederhana, dimana kami menggunakan metode dan teknik secara deskriftif dimana tim penyusun mencari sumber data dan sumber informasi yang akurat lainnya setelah itu dianalisis sehinggga diperoleh informasi tentang masalah yang akan dibahas setelah itu berbagai referensi yang didapatkan dari berbagai sumber tersebut disimpulkan sesuai dengan pembahasan yang akan dilakukan dan sesuai dengan judul makalah dan dengan tujuan pembuatan makalah ini. Itulah sekilas tentang metode dan teknik yang digunakan dalam penyusunan makalah ini.\

Small Group Discussion 19

5

Modul XVI (THT)-Skenario 4

BAB II PEMBAHASAN2.1 Skenario Dalam pembahasan pada makalah ini awalnya kami mulai dari sebuah skenario yang diberikan yaitu :

Modul XVI ( THT ) Skenario 4

TUMOR THT

Seorang pasien laki-laki umur 55 tahun datang berobat ke Poliklinik THT dengan surat pengantar dari dokter Puskesmas. Pasien mengeluhkan belakangan ini sering mengalami hidung tersumbat dan kadang-kadang epistaksis, diplopia, ada benjolan leher unilateral dan gangguan pendengaran. Setelah pemeriksaan oleh Dokter THT, pasien dirujuk ke bagian Patologi Anatomi dan Radiologi.

Dari skenario diataslah kami menuju kepada suatu proses pembelajaran, dimana awalnya dimulai dari penentuan keyword, dimana keyword ini berguna bagi kami dalam menentukan dari permasalahan yang ada dalam skenario tersebut untuk dibahas secara tepat. Berikut akan dijelaskan beberapa Keyword, ini sangat penting karena dengan memahami kata-kata kunci ini maka, penyusunan pada makalah akan sistematis. 2.1.1 Keyword 1. Epistaksis 2. Diplopia 3. Unilateral

Small Group Discussion 19

6

Modul XVI (THT)-Skenario 4

Dari berbagai kata kunci diatas maka kami akan membahas berbagai hal mengenai permasalahan yang harus diterjemahkan kedalam bentuk pembahasan secara tepat.

2.2 Learning Objective Dan selanjutnya kami akan menuju kepada suatu proses pembelajaran, dimana dengan mencari Learning Objective, yang berguna bagi kami dalam menentukan dari permasalahan yang ada dalam skenario tersebut untuk dibahas secara tepat. Setelah kami melakukan diskusi selama satu minggu dalam dua kali pertemuan kami dapat menyimpulkan Learning Objectivenya adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui klasifikasi dan definisi tumor Teling Hidung Tenggorok (THT). 2. Mengetahui etiologi tumor Teling Hidung Tenggorok (THT). 3. Mengetahui gejala dan tanda tumor Teling Hidung Tenggorok (THT). 4. Mengetahui patofisiologi tumor Teling Hidung Tenggorok (THT). 5. Mengetahui pemeriksaan tumor Teling Hidung Tenggorok (THT). 6. Mengetahui penatalaksanaan tumor Teling Hidung Tenggorok (THT). 7. Mengetahui komplikasi tumor Teling Hidung Tenggorok (THT).

2.3 Tumor Ganas Telinga Tumor ganas telinga adalah tumor ganas pada bagian telinga baik di telinga luar, telinga tengah maupun telinga dalam.

Etiologi Penyebab yang pasti belum jelas benar. Tersebut sebagai faktor penyebab antara lain iritasi kronik seperti sinar matahari, infeksi kronik dan sebagainya. Faktor herediter dan usia juga berperan penting.

Small Group Discussion 19

7

Modul XVI (THT)-Skenario 4

Patologi Lewis mengelompokkan jenis tumor telinga berdasarkan asalnya sebagai berikut: A. Tumor epitel 1. Tumor ganas epitel permukaan a. Karsinoma sel skuamosa Karsinoma sel skuamosa merupakan tumor telinga yang paling sering ditemukan. Predileksi utamanya adalah di liang telinga. Lewis mendapatkan 11 % dari tumor ini telah bermetastasis ke kelenjar leher pada saat pertama kali pasien datang. b. Karsinoma sel basal Karsinoma sel basal merupakan karsinoma yang paling s

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended