Home >Documents >Makalah Skenario 6 Yahya

Makalah Skenario 6 Yahya

Date post:12-Jul-2016
Category:
View:19 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
Makalah
Transcript:

Sikap Dokter dalam Mengatasi Masalah Sesama Rekan SejawatYahya Iryianto Butarbutar102012270E1Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJalan Arjuna Utara No. 06 Jakarta Baratyahyaseinz@gmail.com

PendahuluanSebagai seorang dokter, dalam mejalankan tugasnya harus juga memperhatikan etika maupun bietik yang ada dalam peraturan. Salah satunya seperti yang ada dalam sumpah dokter di mana dikatakan bahwa setelah menjadi dokter, maka sesama dokter merupakan teman sejawat kita yang kita anggap sebagai saudara kandung. Sebagai saudara kandung mempunyai makna yang luas, diantaranya adalah kita jangan saling menjatuhkan ataupun menjelekan sesama sejawat. Namun dalam kenyataannya saat ini tidak banyak juga dokter yang mulapakn sumpahnya dan saling menjatuhkan rekan sejawat nya, salah satu contohnya yaitu dengan mengambil alih pasien, dengan sengaja mengarahkan pasien agar berpikir bahwa dokter sebelumnya telah melakukan tindakan yang mengarah ke tindakan malpaktek ataupun kelalaian. Tindakan seperti ini sangatlah tidak pantas dilakukan oleh seorang praktisi kesehatan apalagi oleh seorang dokter. Dokter harus kembali mengingat akan sumpahnya dan bagaimana kode etik serta bioetik yang mengatur setiap tindakannya baik terhdap pasien maupun terhadap rekan sejawat.

Pembahasan Scenario kasus Seorang pasien bayi di bawa orangtuanya datang ke tempat praktek dokter A, seorang dokter anak. Ibu pasien bercerita bahwa ia adalah seorang pasien obgyn dokter B sewaktu melahirkan, dana naknya dirawat oleh dokter anak C. baik dokter B maupun dokter C tidak pernah mengatakan bahwa anaknya menderita penyakit atau cedera sewaktu lahir dan dirawat disana. Sepuluh hari pasca lahir orang tua menemukan benjolan di pundak kanan bayi. Setelah diperiksa oleh dokter anak A dan pemeriksaan radiologi sebagai penunjangnya, pasien dinyatakan menderita fraktur klavikula kanan yang sudah terbentuk kalus. Kepada dokter A mereka meminta kepastian apakah benar terjadi patah tulang klavikula, dan kapan kira-kira terjadinya. Bila benar bahwa patah tulang tersebut terjadi sewaktu kelahiran, mereka akan menuntut dokter B karena telah mengakibatkan patah tulang dan C karena telah lalai tidak dapat mendiagnosanya. Mereka juga menduga bahwa dokter C kurang kompeten sehingga ia merawat anaknya ke dokter A saja. Dokter A berpikir apa yang sebaiknya ia katakan.. Kaidah dasar bioetik Prinsip BeneficenceDalam arti prinsip bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati martabat manusia, dokter tersebut juga harus mengusahakan agar pasiennya dirawat dalam keadaan kesehatan. Dalam suatu prinsip ini dikatakan bahwa perlunya perlakuan yang terbaik bagi pasien. Beneficence membawa arti menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada pasien mengambil langkah positif untuk memaksimalisasi akibat baik dari pada hal yang buruk. Tindakan berbuat baik (beneficence) :General beneficence: melindungi & mempertahankan hak yang lain mencegah terjadi kerugian pada yang lain, menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada yang lain,Specific beneficence: menolong orang cacat, menyelamatkan orang dari bahaya. Mengutamakan kepentingan pasienCiri ciri Beneficence :1. Mengutamakan altruisme (menolong tanpa pamrih, rela berkorban untuk kepentingan orang lain)1. Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia1. Memandang pasien/ keluarga/ sesuatu tidak hanya sejauh menguntungkan dokter1. Mengusahakan agar kebaikan/ manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya1. Paternalisme bertanggungjawab/ berkasih sayang1. Menjamin kehidupan-baik-minimal manusia1. Pembatasan goal based1. Maksimalisasi pemuasan kebahagiaan/ preferensi pasien1. Minimalisasi akibat buruk1. Kewajiban menolong pasien gawat darurat1. Meghargai hak-hak pasien secara keseluruhan1. Tidak menarik honorium di luar kepantasan1. Maksimalisasi kepuasan tertinggin secara keseluruhan1. Mengembangkan profesi secara terus menerus1. Memberikan obat berkhasiat namun murah1. Menerapkan Golden Rule Principle Prinsip OtonomiDalam prinsip ini seorang dokter menghormati martabat manusia. Setiap individu harus diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak menentukan nasib diri sendiri. Dalam hal ini pasien diberi hak untuk berfikir secara logis dan membuat keputusan sendiri. Autonomy bermaksud menghendaki, menyetujui, membenarkan, membela, dan membiarkan pasien demi dirinya sendiri. Autonomy pasien harus dihormati secara etik dan di sebagian besar negara dihormati secara legal. Akan tetapi ini membutuhkan seorang pasien yang dapat berkomunikasi untuk dapat menyetujui atau menolak tindakan medik. Informed consent mensyaratkan, bahwa pasien dapat menerima dan memahami informasi yang akurat tentang kondisi pasien dan prognosis, jenis tindakan medik yang diusulkan tindakan alternatif lainnya serta resiko dan manfaat dari tindakan medis tersebut. Autonomy mempunyai ciri ciri :1. Menghargai hak menentukan nasib sendiri, meghargai martabat pasien1. Tidak mengintervensi pasien dalam membuat keputusan (pada kondisi elektif)1. Berterus terang1. Menghargai privasi1. Menjaga rahasia pasien1. Menghargai rasionalitas pasien1. Melaksanakan informed consent1. Membiarkan pasien dewasa dan kompeten mengambil keputusan sendiri1. Tidak mengintervensi atau menghalangi autonomi pasien1. Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat keputusan, termasuk keluarga pasien sendiri1. Sabar menunggu keputusan yang akan diambil pasien pada kasus non emergensi1. Tidak berbohong kepada pasien meskipun demi kebaikan pasien1. Menjaga hubungan (kontrak) Prinsip Non-maleficence Non-malficence (tidak merugikan) adalah suatu prinsip yang mana seorang dokter tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien dan memilih pengobatan yang paling kecil resikonya bagi pasien sendiri. Biasanya kasus non - malafince terjadi pada kasus yang gawat darurat seperti korban kecelakaan. Pernyataan kuno Fist, do no harm, tetap berlaku dan harus diikuti. Kewajiban dokter untuk menganut ini berdasarkan hal:-Pasien dalam keadaan amat berbahaya atau berisiko hilangnya sesuatu yang penting-Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut-Tindakan kedokteran tadi terbukti efektif-Manfaat bagi pasien > kerugian dokter (hanya mengalami risiko minimal).Ciri ciri Non Malaficence :1. Menolong pasien emergensi1. Kondisi untuk menggambarkan kriteria adalah1. Pasien dalam keadaan amat bahaya (darurat) atau berisiko kehilangan sesuatu yang penting (gawat)1. Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut1. Tindakan kedokteran tadi terbukti efektif1. Manfaat bagi pasien lebih banyak daripada kerugian dokter (hanya mengalami risiko minimal)1. Mengobati pasien luka1. Tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia)1. Tidak menghina/ mencaci maki/ memanfaatkan pasien1. Tidak memandang pasien hanya sebagai obyek1. Mengobati secara tidak proporsional1. Tidak mencegah pasien dari bahaya1. Menghindari misrepresentasi dari pasien1. Tidak membahayakan kehidupan pasien kerana kelalaian1. Tidak memberi semangat hidup1. Tidak melindungi pasien dari serangan1. Tidak melakukan white collar crime dalam bidang kesehatan/ kerumah-sakitan yang merugikan pihak pasien/ keluarganya Prinsip justiceKeadilan (Justice) adalah suatu prinsip dimana seorang dokter memperlakukan sama rata dan adil terhadap kebahagiaan dan kenyamanan pasien tersebut. Perbedaan tingkat ekonomi, pandangan politik, agama, kebangsaan, perbedaan kedudukan sosial, kebangsaan, dan kewarganegaraan tidak dapat mengubah sikap dokter terhadap pasiennya. Pemikiran tentang prinsip keadilan meliputi dibuatnya hak hak untuk menerima sesuatu, persaingan untuk mendapatkan kepentingan pribadi dan menyeimbangkan tujuan sosial. Maslahnya adalah seharusnya diperlukan nilai nilai moral keadilan untuk menyediakan perawatan medis kepada yang memerlukannya, dengan efek yang bermanfaat, karena keadilan diperlukan untuk mengurangi ketidaksamaan dalam perlakuan yang sering timbul dalam masyarakat. Justice mempunyai ciri-ciri :1. Memberlakukan segala sesuatu secara universal1. Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan1. Memberi kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama1. Menghargai hak sehat pasien (affordability, equality, accessibility, availability, quality)1. Menghargai hak hukum pasien1. Menghargai hak orang lain1. Menjaga kelompok rentan (yang paling merugikan)1. Tdak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA, status sosial dll.1. Tidak melakukan penyalahgunaan1. Memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien1. Meminta partisipasi pasien sesuai dengan kemampuannya1. Kewajiban mendistribusi keuntungan dan kerugian (biaya, beban, sanksi) secara adil1. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada saat yang tepat dan kompeten1. Tidak memberi beban berat secara tidak merata tanpa alasan sah/tepat1. Menghormati hak populasi yang sama-sama rentan penyakit/ gangguan kesehatan1. Bijak dalam makroalakosi Kode Etik kedokteran Indonesia Dengan teman sejawat 7b. seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karaklter atau kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan dalam menangani pasien 14. Setiap dokter memperlakukan teman sejawat nya sebagaimana ia ingin diperlakukan 15. Setiap dokter tidak boleh mangambil ahli pasien dari teman sejawat, kecuali dngan persetujuan atau berdasarkan prosedur medis.

Dengan pasien 7b. seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karaklter atau kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan dalam menangani pasien 7c. seorang dokter harus emnghormati hak-hak pasien, hak-hak sejawatnya, dan hak tenaga kerja lainnya, dan harus menjaga kepercayaan pasien.Hubungan dokter-pasienHubungan hukum dokter - pasien adalah hubungan anta subjek hukum dengan subjek hu

Embed Size (px)
Recommended