Home >Documents >makalah skenario 4

makalah skenario 4

Date post:23-Nov-2015
Category:
View:12 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
makalah
Transcript:

Kusta Endemis dalam Keluarga

Assyifa Azizah Fernendes

102012523

Fakultas Kedokteran UKRIDA

Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510

[email protected]

PENDAHULUANPenyakit HansenatauPenyakit Morbus Hansenyang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuahpenyakit infeksikronisyang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan olehbakteriMycobacterium leprae 1 ,hingga ditemukan bakteriMycobacterium lepromatosisolehUniversitas Texaspada tahun 2008, yang menyebabkanendemiksejenis kusta diMeksikodanKaribia, yang dikenal lebih khusus dengan sebutandiffuse lepromatous leprosy.Sedangkan bakteriMycobacterium lepraeditemukan oleh seorang ilmuwanNorwegiabernamaGerhard Henrik Armauer Hansenpada tahun 1873 sebagaipatogenyang menyebabkan penyakit yang telah lama dikenal sebagai lepra.2Penyakit kusta pada umumnya terdapat di Negara-negara yang sedang berkembang termasuk salah satunya Indonesia sebagai akibat keterbatasan kemampuan Negara tersebut dalam memberikan pelayanan yang memadai dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial pada masyarakat.3Menurut WHO (2012) jumlah kasus kusta di dunia tahun 2011 adalah sekitar 219.075. Dari jumlah tersebut paling banyak terdapat didaerah Asia Tenggara (160.132). Kemudian tahun 2012 Indonesia merupakan tiga Negara penyumbang terbesar kasus kusta terbaru sebanyak 18.994 kasus.4Dengan kemajuan teknologi dibidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative dibidang kusta, maka penyakit kusta di masyarakat dapat teratasi. Dengan kompleksnya masalah kusta yang terjadi di masyarakat maka diperlukan program pengendalian secara terpadu dan menyeluruh melalui strategi byang sesuai dengan endemisitas penyakit kusta. Lalu perlu diperhatikan juga terkait rehabilitas medis dan ekonomi untuk meningkatkan kualutas hidup orang yang mengalami kusta.SKENARIO

Seorang bapak (45 tahun) membawa anaknya laki laki bernama yang berumur 14 tahun ke puskesmas untuk berobat. Di punggung dan lengan anaknya terdapat bercak bercak keputihan. Dokter menduga ini terkena kusta karena ia berasal dari suatu wilayah yang memang endemis kusta. Dokter melakukan kunjungan rumah untuk memeriksa seluruh anggota keluarga dan memeriksa kondisi rumahnya. Keluarga bapak tersebut tinggal di rumah ukuran 4 x 4 m di pemukiman padat penduduk. Lantai rumah sebagian masih tanah. Sinar matahari sulit masuk ke dalam rumah. Keadaan rumah lembab. Di rumah dihuni oleh 5 orang yang terdiri dari bapak, ibu, dan 3 orang anaknya yang masing masing berumur 14 tahun (laki laki), 9 tahun (perempuan), dan 6 tahun (laki laki). Ternyata ibu dari anak anak tersebut pernah diobati kusta 3 tahun lalu tetapi tidak selesai.

SURVEILANSSurveilans adalah upaya/ sistem/ mekanisme yang dilakukan secara terus menerus dari suatu kegiatan pengumpulan, analisi, interpretasi,dari suatu data spesifik yang digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program ( Manajemen program kesehatan)4Istilah surveilans digunakan untuk dua hal yang berbeda.

Pertama, surveilans dapat diartikan sebagai pengawasan secara terus-menerus terhadap faktor penyebab kejadian dan sebaran penyakit, dan yang berkaitan dengan keadaan sehat atau sakit. Surveilans ini meliputi pengumpulan, analisis, penafsiran, dan penyebaran data yang terkait, dan dianggap sangat berguna untuk penanggulangan dan pencegahan secara efektif. Definisi yang demikian luas itu mirip dengan surveilans pada sistem informasi kesehatan rutin, dan karena itu keduanya dapat dianggap berperan bersama-sama.

Keduayaitu menyangkut sistem pelaporan khusus yang diadakan untuk menanggulangi masalah kesehatan utama atau penyakit, misalnya penyebaran penyakit menahun suatu bencana alam. Sistem surveilans ini sering dikelola dalam jangka waktu yang terbatas dan terintegrasi secara erat dengan pengelolaan program intervensi kesehatan. Bila informasi tentang insidens sangat dibutuhkan dengan segera, sedangkan sistem informasi rutin tidak dapat diandalkan maka sistem ini dapat digunakan. (Vaughan, 1993).

Menurut WHO Surveilans adalah pengumpulan, pengolahan, analisis data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, serta desiminasi informasi tepat waktu kepada pihak pihak yang perlu mengetahui sehingga dapat diambil tindakan yang tepat.(Last, 2001 dalam Bhisma Murti, 2003 ) 5Menurut Centers for Disease Control ( CDC ), 1996 Surveilans adalah pengumpulan, analisis dan interpretasi data kesehatan secara sistematis dan terus menerus, yang diperlukan untuk perencanaan, implementasi dan evaluasi upaya kesehatan masyarakat, dipadukan dengan desiminasi data secara tepat waktu kepada pihak pihak yang perlu mengetahuinya.5Defenisi Surveilans epidemiologi adalah pengumpulan dan pengamatan secara sistematik berkesinambungan, analisa dan interprestasi data kesehatan dalam proses menjelaskan dan memonitoring kesehatan dengan kata lain surveilans epidemiologi merupakan kegiatan pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek kejadian penyakit dan kematian akibat penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangan. (Noor,1997). Surveilans epidemiologi adalah pengamatan yang terus menerus atas distribusi, dan kecenderungan suatu penyakit melalui pengumpulan data yang sistematis agar dapat ditentukan penanggulangannya yang secepat-cepatnya (Gunawan, 2000).

Surveilans Epidemiologi adalah kegiatan pengamatan secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi resiko terjadinya penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan, pengolahan data dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.

Ada beberapa definisi surveilans, diantaranya adalah :Menurut The Centers for Disease Control, surveilans kesehatan masyarakat The ongoing systematic collection, analysis and interpretation of health data essential to the planning, implementation, and evaluation of public health practice, closely integrated with the timely dissemination of these data to those who need to know. The final link of the surveillance chain is the application of these data to prevention and control 5Menurut Karyadi (1994), surveilans epidemiologi adalah : Pengumpulan data epidemiologi yang akan digunakan sebagai dasar dari kegiatan-kegiatan dalam bidang penanggulangan penyakit, yaitu :

1. Perencanaan program pemberantasan penyakit. Mengenal epidemiologi penyakit berarti mengenal masalah yang kita hadapi. Dengan demikian suatu perencanaan program dapat diharapkan akan berhasil dengan baik.2. Evaluasi program pemberantasan penyakit. Bila kita tahu keadaan penyakit sebelum ada program pemberantasannya dan kita menentukan keadaan penyakit setelah program ini, maka kita dapat mengukur dengan angka-angka keberhasilan dari program pemberantasan penyakit tersebut.3. Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB)/ wabah. Suatu sistem surveilans yang efektif harus peka terhadap perubahan-perubahan pola penyakit di suatu daerah tertentu. Setiap kecenderungan peningkatan insidens, perlu secepatnya dapat diperkirakan dan setiap KLB secepatnya dapat diketahui. Dengan demikian suatu peningkatan insidens atau perluasan wilayah suatu KLB dapat dicegah.Menurut Nur Nasry Noor (1997), surveilans epidemiologi adalah : Pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyabarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangannya.Jadi, surveilans epidemiologi.

Merupakan kegiatan pengamatan terhadap penyakit atau masalah kesehatan serta faktor determinannya. Penyakit dapat dilihat dari perubahan sifat penyakit atau perubahan jumlah orang yang menderita sakit. Sakit dapat berarti kondisi tanpa gejala tetapi telah terpapar oleh kuman atau agen lain, misalnya orang terpapar HIV, terpapar logam berat, radiasi dsb. Sementara masalah kesehatan adalah masalah yang berhubungan dengan program kesehatan lain, misalnya Kesehatan Ibu dan Anak, status gizi, dsb. Faktor determinan adalah kondisi yang mempengaruhi resiko terjadinya penyakit atau masalah kesehatan.

Merupakan kegiatannya yang dilakukan secara sistematis dan terus menerus. Sistematis melalui proses pengumpulan, pengolahan data dan penyebaran informasi epidemiologi sesuai dengan kaidah-kaidah tertentu, sementara terus menerus menunjukkan bahwa kegiatan surveilans epidemiologi dilakukan setiap saat sehingga program atau unit yang mendapat dukungan surveilans epidemiologi mendapat informasi epidemiologi secara terus menerus juga.

TujuanSurveilans

Surveilans bertujuan memberikan informasi tepat waktu tentang masalah kesehatan populasi, sehingga penyakit dan factor risiko dapat dideteksi dini dan dapat dilakukan respons pelayanan kesehatandenganlebihefektif.

Tujuankhusussurveilans:

a. Memonitorkecenderungan(trends)penyakit;

b. Mendeteksiperubahanmendadakinsidensipenyakit,untukmendeteksidinioutbreak;

c. Memantau kesehatan populasi, menaksir besarnya beban penyakit (diseaseburden) pada populasi;

d. Menentukan kebutuhan kesehatan prioritas, membantu perencanaan, implementasi, monitoring, danevaluasiprogramkesehatan;

e. Mengevaluasicakupandanefektivitasprogramkesehatan;

f. Mengidentifikasikebutuhanriset.(Last,2001;Giesecke,2002;JHU,2002) 8JenisSurveilansDikenalbeberapajenissurveilans:

1. SurveilansIndividu

Surveilans individu (individualsurveillance) mendeteksi dan memonitor individu yang mengalami kontak dengan penyakit serius, misalnyapes, cacar, tuberkulosis, tifus, demam kuning, sifilis. Surveilans individu memungkinkan dilakukannya isolasi institusional segera terhadap kontak, sehingga penyakit yang dicurigai dapat dikendal

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended