Home >Documents >Makalah Skenario 3

Makalah Skenario 3

Date post:31-Jul-2015
Category:
View:941 times
Download:8 times
Share this document with a friend
Transcript:

MAKALAH SKENARIO 3 Mereparasi Gigi Tiruan

KELOMPOK 3 : Zuhda Febrina Ramadhani Nida Amalia M. Fauzan Anshari Sindi Sativa Prasetyo Gusti Febby Aprilia Eka Oktavia Ruswanti Achmad Riwandy Dian Novita Sari Nisa Yanuarti Hasanah M. Herry Septianoor I1D110003 I1D110009 I1D110013 I1D110020 I1D110024 I1D110035 I1D110204 I1D110212 I1D110217 I1D110218

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU PSKG 2010

1

Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayahNya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Salawat dan salam penulis sampaikan kepada junjungan nabi Muhammad SAW yang telah memberi petunjuk sehingga berada di jalan yang benar. Makalah ini diharapkan dapat membantu kita dalam menghadapi masalah gigi tiruan dan cara memperbaiki gigi tiruan yang patah. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Penulis sadar bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan,oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat memperbaiki sangat kami harapkan.

Banjarbaru, 7 Juni 2011

Penyusun

2

DAFTAR ISI Judul ... 1 Kata Pengantar ........... 2 Daftar Isi ........ 3 Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang .... 4 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 7 1.3 Tujuan Penulisan .... 8 Bab II Isi 2.1 Definisi Gigi Tiruan ............................................................................ 9 2.2 Klasifikasi gigi tiruan ....................................................... .9

2.3 Tahapan reparasi gigi tiruan............................................................... 10 2.4 Perawatan gigi tiruan ........................................................................... 11 2.5 Definisi Impression Material .................................................. 12 2.6 Klasifikasi Impression Material .......................................................... 12 2.7 Fungsi Impression Material dalam reparasi gigi tiruan......................... 15 2.8 Klasifikasi resin akrilik ...................................................................... 15 2.9 Definisi Self Cure Acrylic ................................................................. 17 2.10 Komposisi Self Cure Acrylic ............................................................. 17 2.11 Sifat-sifat Self Cure Acrylic ............................................................. 19 2.12 Kelebihan dan kekurangan Self Cure Acrylic ................................. 22 2.13 Indikasi dan kontraindikasi Self Cure Acrylic................................. 2.14 Tahap Polimerisasi Self Cure Acrylic ............................................ 2.15 Manipulasi Self Cure Acrylic ....................................................... Bab III Penutup 3.1 Kesimpulan .... 26 Lampiran ................................................................................................................ 27 Daftar Pustaka ......................................................................................................... 35 23 23 24

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Basis gigi tiruan digunakan untuk membentuk bagian dari gigi tiruan baik yang terbuat dari logam maupun bahan resin, bersandar diatas tulang yang ditutupi dengan jaringan lunak dan merupakan tempat anasir gigi tiruan dilekatkan. Selama bertahun-tahun berbagai jenis bahan telah digunakan untuk pembuatan basis gigitiruan, namun bahan tersebut masih memiliki kekurangan. Syarat-syarat ideal dari suatu bahan basis gigitiruan antara lain biokompatibel, adekuat sifat fisis dan mekanis, estestis, stabilitas warna, radiopak, mudah dimanipulasi, mudah diperbaiki jika rusak, mudah dibersihkan.1,2,3 Sejak pertengahan tahun 1940-an, kebanyakan basis gigitiruan dibuat menggunakan bahan resin akrilik (polimetil metakrilat). Resin akrilik menjadi bahan yang dipilih karena memiliki kualitas estetis, mudah dimanipulasi dan murah. Bahan basis gigitiruan dari resin akrilik dapat dibedakan atas resin akrilik swapolimerisasi, resin akrilik polimerisasi panas dan resin akrilik polimerisasi sinar.4,5 Pada awalnya hanya ditemukan jenis resin akrilik polimerisasi panas, kemudian pada tahun 1947 di Jerman dikembangkan resin akrilik menggunakan akselerator kimia untuk polimerisasi yang disebut dengan resin akrilik swapolimerisasi. Kekuatan dan stabilitas warna resin akrilik swapolimerisasi tidak sebaik resin akrilik polimerisasi panas. Jumlah monomer sisa pada resin akrilik swapolimerisasi lebih tinggi dibandingkan resin akrilik polimerisasi panas. Pada tahun 1986 Dentsply International menemukan suatu resin akrilik yang menggunakan sinar tampak untuk polimerisasi. Jenis resin akrilik ini tidak dapat menggantikan resinakrilik polimerisasi panas karena rendahnya kekuatan perlekatan bahan ini terhadap anasir gigitiruan berbahan resin. Diantara berbagai jenis resin akrilik, resin

4

akrilik polimerisasi panas paling banyak digunakan karena lebih baik dalam hal estetis, penyerapan air rendah dan proses perbaikan mudah.2,3,5,6 Resin akrilik polimerisasi panas adalah bahan basis gigitiruan polimer yangpaling banyak digunakan saat ini.4,7 Resin akrilik polimerisasi panas tersedia dalambentuk bubuk dan cairan.4,8 Bahan ini mudah dimanipulasi dan direparasi bila terjadi retak dan fraktur, dapat memenuhi kebutuhan estetis karena sifatnya translusen dan stabilitas warna yang cukup baik, tidak toksik, tidak larut dalam cairan mulut, absorpsi relatif rendah dan harganya relatif murah. Secara umum resin akrilik polimerisasi panas memiliki kekuatan yang rendah baik kekuatan impak dan daya tahan terhadap fraktur.4, Polyzois (1996) mengatakan bahwa kelemahan resin akrilik adalah mudah patah dan patahnya basis gigitiruan dapat terjadi di luar mulut yaitu jatuh pada tempat yang keras, sedangkan patah yang terjadi di dalam mulut dapat disebabkan oleh karena fatique

maupun occlusal forces. Fraunhofer (1981) mengatakan bahwa patahnya basis gigitiruan dapat disebabkan oleh adaptasi dari gigit iruan yang tidak baik, tidak adanya keseimbangan oklusi, fatique maupun jatuh.4 Ketahanan terhadap fraktur dari bahan basis gigitiruan resin akrilik merupakan hal yang penting. Ketahanan terhadap fraktur dilihat dari uji kekuatan tarik, kekuatan fatique, kekuatan transversal dan kekuatan impak yang merupakan kekuatan yang dapat menyebabkan terjadinya fraktur.4 Kekuatan tarik umumnya ditentukan dengan memanjangkan suatu bahan dengan uji tarik satu sumbu. Kekuatan fatique adalah patahnya suatu bahan yang disebabkan beban berulang di bawah batas tahanan bahan. Kekuatan transversal atau kekuatan fleksural adalah uji kekuatan pada batang yang terdukung pada kedua ujungnya kemudian diberi

5

beban secara beraturan dan berhenti ketika batang uji patah. Kekuatan impak merupakan energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu bahan dengan gaya benturan.4 Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fraktur dan meningkatkan kekuatan basis gigitiruan adalah dengan penambahan serat. Penambahan serat menunjukkan adanya pengaruh serat yang dapat memperbaiki kekuatan resin akrilik sebagai bahan basis gigitiruan.4 Beberapa serat yang dapat ditambahkan ke dalam resin akrilik antara lain serat karbon, serat aramid, serat polietilen dan serat kaca.8 Serat kaca memiliki beberapa kelebihan dibandingkan berbagai jenis serat penguat yang tersedia yaitu serat kaca dapat beradhesi dengan matriks polimer, biokompatibel, memiliki kualitas estetis yang baik serta dapat meningkatkan sifat fisis dan mekanis resin akrilik.4,6,7 Berdasarkan bentuknya, serat kaca dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu batang, anyaman dan potongan kecil, pemakaian serat kaca berbentuk potongan kecil lebih praktis dan lebih tersebar merata pada resin akrilik.20,21 Penambahan serat kaca pada bahan basis gigitiruan resin akrilik dapat mempengaruhi kekuatan impak dan transversal.4 Stipho (1998) menyatakan bahwa penambahan serat kaca pada bahan basis gigitiruan sebesar 1% dapat meningkatkan kekuatan transversal basis gigitiruan tetapi bila konsentrasi yang diberikan lebih dari 1% dapat melemahkan kekuatan transversal basis gigitiruan.14,18 Uzun (1999) menyatakan bahwa serat kaca berbentuk batang yang ditambahkan pada bahan basis gigitiruan dapat meningkatkan kekuatan impak dan kekuatan transversal.20 Goguta. L (2006) menyatakan bahwa serat kaca berbentuk batang dan anyaman yang ditambahkan pada bahan basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas dapat meningkatkan kekuatan impak.23 Tacir (2006) menyatakan bahwa serat kaca berbentuk potongan kecil sebanyak 2% yang ditambahkan pada bahan basis gigitiruan

6

dapat meningkatkan kekuatan impak dan menurunkan kekuatan transversal.24 Lee (2007) menyatakan bahwa serat kaca berbentuk potongan kecil yang ditambahkan pada bahan basis gigitiruan resin akrilik dapat meningkatkan kekuatan transversal.4

1.2

Rumusan Masalah Adapun identifikasi masalah yang didapat ialah sebagai berikut:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Definisi gigi tiruan ? Apa saja klasifikasi gigi tiruan ? Bagaimana cara mereparasi gigi tiruan ? Bagaimana cara perawatan gigi tiruan ? Definisi Impression Material ? Apa saja klasifikasi Impression Material ? Apa saja fungsi Impression Material dalam reparasi gigi tiruan ? Apa saja klasifikasi dari resin akrilik ? Definisi Self Cure Acrylic ? Apa saja komposisi Self Cure Acrylic ? Apa saja sifat-sifat Self Cure Acrylic ? Apa saja kelebihan dan kekurangan Self Cure Acrylic ? Apa saja indikasi dan kontraindikasi Self Cure Acrylic ? Bagaimana tahapan polimerisasi Self Cure Acrylic ? Bagaimana manipulasi resin akrilik ?

1.3 1

Tujuan Mengetahui definisi gigi tiruan ?

7

2 Mengetahui klasifikasi gigi tiruan ? 3 Mengetahui cara mereparasi gigi tiruan ? 4 Mengetahui cara perawatan gigi tiruan ? 5 Mengetahui definisi Impression Material ? 6 Mengetahui jenis-jenis

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended