Home >Economy & Finance >Makalah risiko polusi lingkungan, kebakaran, komputer, dan pemasaran

Makalah risiko polusi lingkungan, kebakaran, komputer, dan pemasaran

Date post:14-Apr-2017
Category:
View:1,643 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

RISIKO POLUSI LINGKUNGAN, KEBAKARAN, KOMPUTER DAN PEMASARAN

DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 21. DESY RAHMAWATI2. DWI PURWANTI3. FIRMALISA4. MERI DIANTI

DOSEN PEMBIMBING : HENDRI NUR ALAM,SE.,M.Si

JURUSAN EKONOMI SYARIAHFAKULTAS AGAMA ISLAMUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG2015KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warohmatullahi wa barakatuh!Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat dan nikmat dari-Nya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Risiko Polusi Lingkungan, Kebakaran, Komputer, dan Pemasaran ini dengan tepat waktu.Penulisan makalah merupakan salah satu tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa dalam mata kuliah Manajemen Risiko.Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan dan sumber-sumber yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami butuhkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini dan supaya kami bisa lebih baik lagi ke depannya. Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi kami pribadi maupun yang membacanya. Dan semoga Allah selalu melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin Yaa Robbalalamiin!Wassalamualaikum warohmatullahi wa barakatuh!

Palembang, 12 Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUAN..................................................................................................................1A. Latar Belakang...................................................................................................................1B. Rumusan Masalah..............................................................................................................1C. Tujuan Penulisan................................................................................................................1BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................................2A. Risiko Polusi Lingkungan..................................................................................................2B. Risiko Kebakaran.............................................................................................................12C. Risiko Komputer..............................................................................................................16D. Risiko Pemasaran.............................................................................................................20BAB III PENUTUP.........................................................................................................................25A. Kesimpulan.....................................................................................................................25B. Saran...............................................................................................................................25DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam dunia bisnis tidak dapat dihindari akan adanya berbagai macam risiko yang sewaktu-waktu bisa menimpa suatu perusahaan maupun lingkungan yang berada di sekitar perusahaan. risiko-risiko yang dapat terjadi misalnya risiko polusi lingkungan, risiko kebakaran, risiko komputer, dan risiko pemasaran. Untuk mencegah risiko-risiko terjadi, perusahaan perlu mengadakan studi tentang risiko-risiko tersebut.

B. Rumusan Masalah1. Risiko Polusi Lingkungan2. Risiko Kebakaran3. Risiko Komputer4. Risiko Pemasaran

C. Tujuan Penulisan1. Agar mahasiswa/i mampu memahami materi tentang risiko-risiko dalam dunia bisnis.2. Untuk memenuhi tugas kuliah dalam mata kuliah Manajemen Resiko.

BAB IIPEMBAHASAN

A. Risiko Polusi LingkunganKualitas dan kuantitas lingkungan hidup sangat terbatas. Lingkungan hidup selalu berubah-ubah, dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Hal ini disebabkan karena terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya.Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kerusakan yang disebabkan proses alam dan karena aktivitas manusia.Dalam memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, kerusakan lingkungan akan berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup, yang akan merugikan manusia.Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

1. Tujuh Kategori Risiko LingkunganUntuk menurunkan tingkat polusinya, perusahaan akan dibebani berbagai kewajiban. Polusi saat ini sudah membawa berbagai risiko, antara lain risiko keuangan dan sosial. Ada tujuh jenis risiko lingkungan yang akan kami bahas dalam makalah kami, yaitu sebagai berikut.

a. Naiknya biaya-biaya akibat polusiDi banyak negara sangat diperlukan izin bagi perusahaan yang mengeluarkan polusi dalam proses produksi mereka. Di beberapa negara komunis Eropa Timur yang terdahulu, polusi masih dibebaskan, tetapi situasi ini tidak terus berlanjut. Bagi perusahaan yang banyak mengeluarkan polusi, izin-izin yang harus mereka miliki sangat meerugikan mereka, dan dengan berjalannya waktu, biaya-biaya akan terus naik karena masyarakat tidak ingin membiarkan polusi terus diproduksi semaunya.

b. Biaya-biaya karena melanggar hukumPerusahaan yang mengeluarkan polusi melebihi batas yang diizinkan akan mendapatkan ganjaran hukuman. Hukuman-hukuman itu bervariasi, ada yang cukup dengan membayar denda, ada pula yang di penjara dalam jangka waktu tertentu.

c. Peraturan yang bertambah ketatPerusahaan-perusahaan yang mengeluarkan polusi melebihi batas yang diizinkan atau perusahaan yang membuat produk-produk berbahaya akan membuat pemerintah cepat mengubah peraturan mengenai lingkungan ke arah yang lebih ketat.

d. Perusahaan pencemar lingkungan akan sulit mendapatkan bantuan keuangan maupun asuransiBank-bank lebih tertarik untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan yang bertanggung jawab terhadap masalah polusi. Begitu juga dengan perusahaan asuransi.

e. Perusahaan yang menyebabkan pencemaran akan lebih sulit diminati pencari kerja dan mempertahankan karyawan-karyawan yang bagusPara karyawan lebih suka bekerja pada perusahaan yang tidak menimbulkan pencemaran, apalagi bagi para pencari kerja yang idealis.

f. Perusahaan yang menyebabkan pencemaran dapat diserang sebagai perusahaan yang antisosial dan tidak peduli lingkunganBeberapa perusahaan telah mendapat citra yang buruk sebagai hasil dari laporan media massa yang terus-menerus mengenai masalah-masalah lingkungan yang ditimbulkannya. Kelompok yang mempunyai kepentingan tertentu dan para jurnalis sering bergabung untuk menyerang perusahaan itu, yang dapat berakibat para konsumen beralih kepada pesaing.

g. Perusahaan yang menyebabkan pencemaran akan berada di belakang para saingannya yang mengambil proses dan produk-produk hijau yang ramah lingkungan.Tanpa penekannan yang disebutkan di atas, perusahaan yang menimbulkan pencemaran dapat bangkrut jika gagal mengembangkan pendekatan yang logis yang lebih berlingkungan.

2. Macam-Macam Polusi LingkunganSisa atau bahan buangan hasil berbagai kegiatan manusia tersebut ada yang dibuang ke udara, ke permukaan tanah dan ke wilayah-wilayah perairan. Karena itu, pencemaran dapat dibedakan menjadi pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air.

a. Pencemaran AirManusia membutuhkan air untuk berbagai keperluan seperti minum, mencuci, memasak, bercocok tanam, dan lain-lain. Semakin bertambah jumlah manusia semakin besar pula kebutuhan akan air. Pada sisi lain, keberadaan air dilihat dari jumlah dan kualitasnya semakin lama semakin menurun. Bahkan, banyak daerah perkotaan dan pedesaan yang terancam mengalami krisis air bersih. Semua limbah tersebut masuk ke sungai atau danau dan air tanah. Akibatnya, air mengalami perubahan dari keadaan normalnya atau mengalami pencemaran. Dengan demikian, pencemaran air adalah pencemaran tubuh-tubuh air seperti danau, sungai, laut, dan air tanah disebabkan oleh kegiatan manusia yang dapat membahayakan organisme dan tumbuhan yang hidup pada tubuh-tubuh air tersebut. Bahan-bahan tambahan yang masuk ke dalam tubuh-tubuh air mengurangi kemampuan air untuk menyediakan oksigen bagi kebutuhan organisme yang hidup di air, sehingga sedikit atau bahkan tidak ada organisme yang mampu hidup di air yang tercemar.Bagaimanakah ciri-ciri air yang sudah tercemar atau menyimpang dari keadaan normal air? Air yang sudah tercemar memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu :

1) Adanya perubahan suhu airAir biasanya digunakan sebagai pendingin untuk mesin-mesin di pabrik. Air pendingin ini akan menjadi hangat karena menyerap panas dari mesin-mesin tersebut dan jika dibuang ke sungai, maka air sungai menjadi lebih hangat. Kondisi ini akan mengurangi kandungan oksigen dalam air yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dan hewan di air. Jika demikian yang terjadi, maka kehidupan tumbuhan dan hewan air akan terganggu, bahkan mati.

2) Adanya perubahan warna, bau, dan rasa airAir yang bersih dengan mudah dapat dilihat dari keadaan fisiknya, yaitu tidak berwarna, berbau dan berasa. Limbah dari industri dan sumber lainnya seringkali berupa bahan orgaik dan anorganik yang dapat larut dalam air. Karena itu, warna air berubah dengan adanya bahan-bahan pencemar tersebut.

3) Adanya endapan dan bah

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended