Home >Documents >Makalah Proses Pembuatan Gula

Makalah Proses Pembuatan Gula

Date post:26-Dec-2015
Category:
View:2,300 times
Download:273 times
Share this document with a friend
Description:
makalah proses pembuatan gula kelompok 3 - teknik kimia D3
Transcript:

TUGAS

( Proses pembuatan GULA pasir dari tebu)

KELOMPOK IV :

MARDIANA MANDONG (33112021)

NIRWANA R (33112022)

SARMILAWATI (33112023)

NASRULLAH MAIMUNG (33112024)

MUNAWAR MARDIN (33112025)

RESKY HANDAYANI (33112028)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt karena atas berkah dan rahmatnya yang telah dilimpahkan kepada kita semua sehingga Makalah Gambar Teknik ini dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin.

Dalam Makalah ini kita membahas tentang Gula. Gula merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kita, karena hampir setiap hari kita tidak pernah terlepas dari mengkonsumsi gula. Tetapi banyak sekali dari kita yang tidak mengetahui dari apakah bahan baku gula serta bagaimanakah proses pembuatan gula. Proses yang digunakan adalah proses sulfitasi alkalis yang menghasilkan gula jenis SHS IA.Kami berharap dalam makalah ini dapat menambah wawasan pembaca, khususnya para mahasiswa, tentang pengertian dan tahap-tahap dalam proses pembuatan gula. Untuk itu kami menerima segala bentuk kritikan dan perbaikan, saran-saran dan kritikan yang bersifat membangun dari para pembaca dan pemakai makalah ini, sangat kami harapkan. Mudah-mudahan, Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda atas segala bantuannya.

Besar harapan kami agar Makalah ini dapat digunakan atau dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bahan pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan dalam lingkungan masyarakat.

Makassar, 19 November 2013

Penulis,

Kelompok IV

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI..ii

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang...............1BAB IIPEMBAHASAN

A. PENGENALAN TANAMAN TEBU.............................................................................21. Morfologi Tanaman Tebu................................................................................22. Varietas Tebu yang Baik untuk Bahan Baku Gula.........................................3B. PROSES PENGOLAHAN..............................................................................................3Tahapan tahapan pembuatan gula

1. Pemerahan Nira (ekstrasi)...............................................................................52. Pemurnian.......................................................................................................63. Penguaupan (evaporasi).................................................................................74. Kristalisasi.......................................................................................................85. Pemisahan keristal...........................................................................................86. Pengeringan.....................................................................................................9BAB IIIPENUTUP

A. Kesimpulan.................................................................................................................11B. Saran...........................................................................................................................11DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................iiiLAMPIRAN..........................................................................................................................ivBAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Dari waktu ke waktu permintaan masyarakat akan gula terus meningkat. Hal ini disebabkan perkembangan penduduk dan semakin maraknya industri yang menggunakan bahan baku gula. Meningkatnya konsumsi masyarakat akan gula hendaknya disertai dengan meningkatnya produksi gula.

Barbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi gula. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan mesin-mesin dalam proses pembuatan gula. Dengan adanya mesin-mesin ini pembuatan gula tidak lagi dilakukan secara tradisional.

Seiring dengan semakin berkembangnya mesin-mesin pembuat gula, maka produksi gula pun semakin meningkat. Produksi gula dewasa ini jauh lebih baik dilihat dari segi kualitas maupun kuantitas bila dibandingkan dengan produksi gula pada waktu sebelum adanya mekanisasi.

Proses pembuatan gula yang dilakukan secara tradisional tidak efektif dan efisien. Pabrik pabrik gula tradisional hanya mampu memproduksi gula dalam skala kecil. Selain itu gula yang dihasilkan berkualitas rendah, karena gula yang dibuat secara tradisional berwarna merah kecoklatan atau kuning. Hal ini menyebabkan masyarakat enggan mengkonsumsi gula tersebut, sehingga distribusi gula jenis ini terbatas pada masyarakat pedesaan sekitar pabrik gula tradisional.

Apa yang dialami pabrik gula tradisional tentunya tidak dialami oleh pabrik-pabrik gula modern yang telah menggunakan mesin-mesin dalam proses pembuatan gula mampu memperoleh gula dalam skala besar, selain itu mutu gula yang dihasilkan lebih baik. Gula yang dihasilkan merupakan gula SHS ( Superieure Hoofd Suiker) yang berwarna putih.

Pernah kah anda membayangkan bagaimana membuat gula dari Tebu ?? lain hal nya dengan beras atau jagung atau bahan pokok lain. Proses pembuatan gula dari tebu memerlukan beberapa tahapan dan proses kimia serta mekanis. Kalau beras yang kita makan hanya dilakukan proses penggilingan dari gabah menjadi beras beda dengan pembuatan gula dari tebu yang harus dilakukan dalam skala pabrik.BAB IIPEMBAHASAN

Gula merupakan salah satu bahan makanan pokok di Indonesia. Rata rata manusia di Indonesia mengkonsumsi gula sebanyak 12 15 kg per tahun. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk, tentu kebutuhan akan gula akan semakin meningkat pula. Di Indonesia gula kristal yang konsumsi sehari hari didominasi oleh gula tebu. Gula kristal ini dibuat dan diproses dari tanaman tebu. Bagi penduduk di daerah pedesaan Jawa tentu sudah sangat kenal dengan Tebu ini. Tanaman ini merupakan jenis tanaman semusim yang dipanen atau ditebang satu tahun sekali.

Gula merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kita, karena hampir setiap hari kita tidak pernah terlepas dari mengkonsumsi gula. Tetapi banyak sekali dari kita yang tidak mengetahui dari apakah bahan baku gula serta bagaimanakah proses pembuatan gula. Disini peneliti ingin membahas tentang proses pembuatan gula pasir dari tebu.Proses yang digunakan adalah proses sulfitasi alkalis yang menghasilkan gula jenis SHS IA. Pengolahan tebu menjadi Kristal melalui beberapa stasiun. Di pembahasan akan dibahas secara lebih jelas kegiatan dari masing-masing stasiun dan proses dari awal sampai akhirnya menjadi gula yang siap untuk kita konsumsi.

A. PENGENALAN TANAMAN TEBU

1. Morfologi Tanaman Tebu

Sebelum kita membahas mengenai penggunaan mesin-mesin pembuat gula, ada baiknya bila kita mengulas sedikit mengenai bahan dasar pembuatan gula yaitu tebu. Nama tebu hanya terkenal di Indonesia. Dilingkungan internasional tanaman ini lebih dikenal dengan nama ilmiahnya Saccharum officinarum L. Jenis ini termasuk dalam famili Gramineae atau kelompok rumput-rumputan. Secara morfologi tanaman tebu dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu batang, daun, akar, dan bunga. Masing-masing bagian memiliki ciri-ciri tertentu.

Ciri-ciri Batang : Tumbuh tegak, sosoknnya tinggi kurus dan tidak bercabang. Tinggi mencapai 3,5 meter. Memiliki ruas dengan panjang ruas 10,30 cm. Kulit batang keras berwarna hijau, kuning, ungu, merah tua atau kombinasinya.

Ciri-ciri Daun : Merupakan daun tidak lengkap

Daun berpangkal pada buku batang dengan kedudukan yang berseling

Pelepah memeluk batang, semakin keatas semakin menyempit, terdapat bulu-bulu daun dan telinga daun.

Pertulangan daun sejajar

Helaian daun berbentuk garis dengan ujung meruncing, bagian tepi bergerigi dan permukaan daun kasar. Ciri-ciri Akar : Akar serabut

Panjang mencapai 1 Meter

Ciri-ciri Bunga : Merupakan bunga majemuk

Panjang bunga majemuk 70-90 cm

Setiap bunga mempunyai 3 daun kelopak, 1 daun mahkota, 3 banang sari dan 2 kepala putik

2. Varietas Tebu yang Baik untuk Bahan Baku Gula

Varietas tebu sangat banyak jumlahnya, tetapi tidak semua unggul. Yang dimaksud variatas unggul adalah varietas yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Tingkat produktivitas gula yang tinggi. Produktivitas dapat diukur dari bobot atau rendaman yang tinggi;

2. Tingkat produktivitas (daya produk) yang stabil;

3. Kemampuan yang tinggi untuk di kepras; dan

4. Teloransi yang tinggi terhadap hama dan penyakit;

Varietas tebu yang baik untuk bahan baku gula adalah Varietas tebu yang termasuk kedalam kriteria Varietas yang sudah mencapai masa tebu layak giling. Yang dimaskud tebu layak giling adalah :

1. Tebu yang ditebang pada tingkat pemasakan optimal.

2. Kadar kotoran (tebu mati, pucuk, pelepah tanah, dll) maksimal 2%

3. Jangka waktu sejak tebang sampai giling tidak lebih dari 36 jam. Berdasarkan ciri-ciri tebu diatas maka pada umumnya pabrik gula di Indonesia memakai tebu Varietas Ps dari pasuruan dan Bz dari Brazil. B. PROSES PENGOLAHAN

Tebu dipanen setelah cukup masak, dalam arti kadar gula (sakarosa) maksimal dan kadar gula pecahan (monosakarida) minimal. Untuk itu dilakukan analisa pendahuluan untuk mengetahui faktor pemasakan, koefisien daya tahan, dll. Ini dilakukan kira-kira 1,5 bulan sebelum penggilingan.

Setelah tebu dipanen dan diangkat ke pabrik selanjutnya dilakukan pengolahan gula putih. Pengolahan tebu menjadi gula putih dilakukan di pabrik dengan menggunakan peralatan yang sebagain besar bekerja secara otomatis.Tahap-tahap dalam Pembuatan Gula PasirPembuatan gula putih di pabrik gula mengalami beberapa tahapan pengolahan, yaitu pemerahan nira, pemurian, penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal, dan pengeringan :1. Pemerahan Nira (Ekstras

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended