Home >Documents >Makalah PBL Skenario 6

Makalah PBL Skenario 6

Date post:12-Dec-2015
Category:
View:32 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Description:
tugas
Transcript:

Makalah PBL Blok 8Disgestivus

Oleh:

Agnes 10.2010.068Kelompok: F4Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Krida Wacana

Jalan Terusan Arjuna No. 6 Jakarta Barat

e-mail: [email protected] adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Dengan makan maka seseorang mendapatkan energi yang berpindah dari makanan ke dalam tubuhnya sehingga ia dapat melakukan aktivitas. Untuk mengolah makanan yang dikonsumsi oleh manusia, dalam tubuh manusia berlaku suatu sistem pencernaan atau digestifus, dimana sistem ini berfungsi memindahkan zat gizi atau nutrien yang telah dimodifikasi, air dan elektrolit. Sistem ini pada dasarnya terdiri atas empat tahapan yang memproses makanan sehingga dapat digunakan di dalam tubuh dalam bentuk atau molekul yang sesuai, tahap itu terdiri dari motilitas, sekresi, pencernaan, dan penyerapan. Dalam melakukan empat tahapan itu sistem pencernaan memiliki salurannya sendiri yang disebut sebagai traktus digestifus. Gaster merupakan pembesaran lumen tractus digestivus yang berbentuk sebagai kantong. Ruang dalam gaster dapat dibagi menjadi empat bagian utama yaitu cardia, fundus, corpus/body, dan pilorus. Cardia merupakan bagian gaster yang berhubungan dengan esophagus, sedangkan bagian gaster yang berhubungan dengan duodenum adalah pilorus. Sedangkan dindingnya terdiri dari atas empat lapisan umum saluran cerna yaitu mukosa, submukosa, muskularis eksterna, dan serosa. Lapisan lapisan ini berfungsi untuk melindungi bagian-bagian lambung tertentu yang sangat rentan terhadap gesekan-gesekan ataupun tekanan.

Pada pencernaan yang sehat terdapat suatu keseimbangan antara faktor agresif dan faktor defensif dari gaster. Faktor agresif gaster antara lain asam dan pepsin, sedangkan faktor defensif gaster antara lain, sekresi mukus, sekresi bikarbonat, serta aliran darah dalam gaster. Keseimbangan tersebut dapat digambarkan sebagai faktor agresif mencerna isi lumen gaster dan menetralisir organisme patogen yang mungkin ikut masuk bersama makanan, sedangkan faktor defensif melindungi dinding gaster dari efek merusak faktor agresif tadi (melindungi dari efek autodigestif). Ketidakseimbangan antara kedua faktor tadi dapat menyebabkan penyakit - penyakit tertentu. Misalnya saja, patogenesis dasar terjadinya gastritis dan tukak peptik adalah jika terjadi ketidakseimbangan antara faktor agresif dan faktor defensif pada mukosa gastroduodenal, yaitu peningkatan faktor agresif dan atau penurunan kapasitas defensif mukosa. skenario pbl ini seorang mahasiswa berusia 19 tahun merasa mual, kembung dan nyeri ulu hati yang di sebabkan oleh mengonsumsi kopi sebelum sarapan mejadi topik pembahasan makalah ini.Skenario 8

Seorang mahasiswa berusia 19 tahun merasa mual, kembung dan nyeri ulu hati saat mengikuti kuliah pagi. Oleh temannya, ia diantar ke poloklinik kampus. Dari anamnesis diketahui setiap hari ia jarang sarapan pagi dan sehari-hari di kelas ia sering mengkonsumsi kopi untuk mencegah ngantuk. Dokter yang memeriksa mengatakan ia mengalami ganguan pada pencernaannya. PembahasanGaster Struktur anatomiGaster (Lambung) merupakan bagian yang paling lebar dari saluran pencernaan. Pada posisi berbaring, lambung terletak di region hypochondriaca kiri, epigastrica dan umbilicalis. Lambung mempunyai peritoneum visceral yang meliputi permukaan anterior dan posterior. Kedua lapisan tersebut dari curvature minor ke arah hepar membentuk ligamentum hepatogastrica yang merupakan bagian dari omentum minus. Ke bawah kedua lapisan pada curvature major berhubungan dengan omentum gastrolienalis dan mesocolon transversum, membentuk omentum majus. 1Lambung mempunyai dua lubang (ostium cardiacum dan pylorus), dua lengkungan (curvature major dan minor) dan dua permukaan (fascies anterior dan posterior). Lambung terdiri dari lima bagian, yaitu cardia, fundus, corpus, antrum pars pyloric dan pylorus. Cardia merupakan tempat masuknya esophagus ke dalam lambung. Fundus gastricus yang berbentuk kubah merupakan bagian lambung yang berada di atas kiri dari ostium cardiacum. Antara fundus dan pars abdominalis esophagus terdapat sudut tajam, disebut incisura cardiac. Corpus gastricum yang merupakan bagian utama, terletak kurang lebih vertical antara fundus dan incisura angularis beralih menjadi pars pyloric. Curvature minor yang merupakan batas kanan lambung terbentang dari cardiac sampai pylorus. Curvature major yang lebih besar terbentang dari incisura cardiac terus ke fundus dan pinggir kiri lambung sampai pylorus. Pada curvature minor di batas antara corpus dengan pars pyloric terbentuk sudut yang disebut incisura angularis. Pars pylorica terdiri dari antrum pyloricum yang lebar disebelah proximalis dan canalis pyloricus yang lebih sempit disebelah distalis yang berakhir pada pylorus. Pylorus merupakan daerah terdapatnya penyempitan berupa sphincter yang umumnya berada dalam keadaan kontraksi tonik. Sphincter pylori mempunyai otot sircularis tebal (musculus sphincter pylori) yang mengatur aliran isi lambung ke duodenum. 1

Gaster berhubungan dengan sejumlah alat, yaitu hepar diatas, kanan , dan depan, diaphragm diatas, limpa ke arah kiri, pancreas, ginjal dan glandula suprenalis kiri dibelakang, kebawah dengan colon dan omentum majus, serta dengan dinding depan abdomen dan thorax ke depan. Gaster mempunyai permukaan anterior dan posterior yang bertemu pada curvature major dan minor. Fascies anterior diliputi oleh peritoneum visceralis dari cavum pertoneium dan berhubungan dengan lobus kiri hepar, diaphragm, iga-iga dan dinding depan abdomen. Hubungan dengan costae dan dinding depan abdomen tergambar pada apa yang disebut lapang lambung (magenfeld), yaitu hubungan lambung langsung dengan dinding depan thorax dan dinding depan abdomen. Batas-batas lapang lambung adalah pada hepar disebelah kanan, diaphragma dan paru-paru kiri disebelah atas, limpa disebelah kiri dan mesocolon transversum dibawah. Bagian lapang lambung yang berada dibelakang iga yang disebut ruang traube dengan batas-batasnya di medial pada pinggir kiri sternum, diatas pada garis dari rawan iga enam ke pinggir bawah rawan iga sembilan pada medioclavicularis, dan dibawah pada arcus costarum. 1Facies posterior diliputi peritoneum visceral dari bursa omentalis yang tepat berada dibelakang lambung. Hubungan fascies posterior dengan bursa omentalis dan sejumlah alat membentuk palungan lambung, lekukan yang terbentuk oleh bursa omentalis, bersama diaphragma, lien dan glandula suprarenalis kiri kearah atas, serta bagian atas ren kiri, corpus dan cauda pancreas, dan mesocolon transversum kearah bawah. Fundus lambung terletak pada kubah diaphragma. 1

Gambar 1. Struktur anatomi gaster.2Lambung mendapat darah dari cabang-cabang arteria celiac, yaitu arteriae gastric sinistra et dextra, gastro omentalis ( epiploica) dextra et sinistra, dan gestricae breves. A. Gastric sinistra yang merupakan cabang langsung dari a. Celiac berjalan ke esophagus dan turun kembali ke curvature minor. A. Gastroomentalis dextra merupakan cabang dari a. Gastroduodenalis (yang merupakan cabang dari a. Hepatica communis). A. Gastroomentalis sinistra dan a. Gastricae breves merupakan cabang dari a. Lienalis.1Vena gastric dextra dan sinistra mengalirkan darah langsung ke dalam vena porta hepatis, sedang v. Gastroomentalis kiri dan venae gastricae breves masuk ke vena lienalis, sedang v. Gastroomentalis kanan masuk ke v. Mesenterica superior terus ke v. Porta hepatica. 1Saluran limfe lambung mengikuti perjalanan arteriae sepanjang curvature major dan minor sebagai nodi limphatici. Gastroomentalis, nodi lymphatici. Gastrica, pancreaticolienalis dan nodi lymphatici. Pyloric (didepan caput pancreas) yang semuanya dialirkan ke nodi lymphatici. Celiac. 1Persarafan parasimpatis berasal dari cabang-cabang n. Vagus, sedang yang dari sistem simpatis berasal dari plexus celiacus. Serabut-serabut eferen dari sistem simpatis berasal dari segmen thotacal 6-9.1

Gambar 2. Vascularisasi gaster.2Struktur histologi

Dinding gaster terdiri dari empat lapisan utama yang dapat ditemukan di struktur organ gastrointestinal lainnya, yaitu mukosa, submukosa, muskularis eksterna, dan serosa, Tunika mukosa gaster dilapisi epitel selapis torak. Foveola gastrika berupa sumuran kecil di antara tonjolan mukosa. Yang terlihat sebagai tonjolan sebenarnya adalah mukosa di antara dua sumuran. Di dasar foveola terdapat muara kelenjar fundus yang merupakan kelenjar tubolosa simpleks, yang biasanya tidak berkelok. Foveola gastrika di fundus meliputi 1/3 bagian ketebaalan mukosa, sedangkan kelenjar mencapai 2/3 bagiannya. Kelenjar fundus memenuhi lamina propia. Macam-macam sel yang menyusun kelenjar fundus3,4: Sel mukus leher (mucous neck cell) bentuk sel torak, mirip sel epitel mukosa, terdapat di leher kelenjar. Inti sel lonjong terletak di dasar sel. Sitoplasma bagian apikal kadang mengandung granula.

Sel HCL atau pariental (oxyntic cell), bentuknya mirip segitiga atau bulat. Sitoplamanya merah dengan inti bulat, biru ditengah kromatin padat terutama pada istmus kelenjar.

Sel zimogen (chief cell) bentuknya mirip sel HCl, di antara selnya terdapat HCl, selnya agak basofil dengan granula pada apikalnya, inti selnya bulat dan dekat ke basal. Tunika muskulais mukosa terdapat dibawah lamina propia yang kadang terdesak oleh kelenjar fundus. Tunika submukosanya merupakan jaringan iakt jarang dimana terdapat pleksus Meissneri. Tunika muskularis sirkularis lebih tebal daripada yang longitudinal, daerah ini juga terdapat pleksus Auerbach antara keduanya. Tunika serosa merupakan jaringan ikat jarang dengan dilapisi epitel selapis gepeng (peritoneum).Tunika mukosa pada pilorus juga mempunyai foveola gastrica dilapisi epitel selapis torak, foveola ini dalam meliputi 2/3 ketebalan mukosa dan 1/3 ditempati kelenjar pilorus yang tampak homogen karena semua selnya adalah sel mukus tunika muskilaris mukosa, su

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended