Home >Documents >Makalah Pbl Blok6_ Skenario 7_ D7

Makalah Pbl Blok6_ Skenario 7_ D7

Date post:16-Dec-2015
Category:
View:217 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
Makalah Kelompok
Transcript:

Hubungan Emosi dengan Sistem Saraf Pusat pada ManusiaEdwin Kembauw (102011041),Claudia Aprilia Sapulette (102011249),Christinia Sagita Parinussa(102013090),Amarce Estevina Yoteni (102013328),Mita Wulandari (102013432),Silvia Gunawan(102014043),Diah Ayu Lestari (102014106),Marcho Tanzil (102014142). Elena Silvia Tara (102014177)D7Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaAlamat Korespondensi : Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta barat 11510Telp: 021 42061, Fax : 021 563 1731

AbstrakEmosi adalah suatu aspek psikis yang berkaitan dengan perasaan dan merasakan, misalnya merasa sedih, kesal, jengkel, marah, senang, tegang, dsb. Motivasi adalah kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak hingga mencapai tujuan tertentu. Emosi dan motivasi diatur dan dipengaruhi oleh tiga bagian otak, yaitu korteks serebri, sistem limbik dan hipotalamus. Selain itu, memori juga memiliki peranan dalam pembentukan emosi dan motivasi. Depresi adalah salah satu gangguan emosi yang ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaanbersalah, kesulitan berkonsentrasi, tidur terganggu, nafsu makan berubah dan energi rendah disebabkan karena defek neurotransmiter di sistem limbik yang merupakan tempat pembentukan pertama emosi.

Kata kunci: emosi dan motivasi, korteks serebri, sistem limbik, hipotalmus, depresi

AbstractEmotion is a psychological aspet relating to feeling and feel, such as feeling sad, upset, irritated, angry, happy, tense, and so on. Motivation is the internal condotion that raises us to act to achieve certain goals. Emotion and motivation regulated and influenced by three parts of the brain, they are cerebral cortex, limbic sytem and hypothalamus. In addition, memory alson has a role in the formation of emotion and motivation. Depression is one of the emotional disdorder characterized by sadness, loss of interest or pleasure, feelings of guilt, difficulty concentrating,distrubed sleep, appetite changes and low enery caused by a defect of neurotransmitters in the linbic system which is the first place the formation of emotions.

Keywords: emotion and motivation, cerebral cortex, limbic sytem, hypothalamus, depression

PendahuluanSetiap manusia pasti pernah mengalami perasaan sedih, senang, khawatir, takut, dsb. Perasaan-perasaan tersebut merupakan bentuk dari emosi. Emosi ditandai dengan adanya perasaan yang kuat dan biasanya menimbulkan dorongan (motivasi) menuju bentuk nyata dari suatu tingkah laku. Dengan demikian ada hubungan yang sangat erat antara emosi dan motivasi. Emosi dan motivasi dapat terbentuk karena ada mekanisme khusus dalam otak manusia. Tiga bagian otak manusia yang berperan penting dalam emosi dan motivasi adalah korteks serebri, sitem limbik dan hipotalamus. Selain itu, memori juga memiliki peranan dalam pembentukan emosi dan motivasi.Depresi adalah salah satu gangguan emosi yang ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaanbersalah, kesulitan berkonsentrasi, tidur terganggu, nafsu makan berubah dan energi rendah. Depresi diakibatkan oleh defek neurotransmiter di sistem limbik yang merupakan tempat pertama kali terbentuknya emosi.

EmosiEmosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi juga dapat ditunjukkan ketika seseorang merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. Emosi berkaitan erat dengan motivasi, karena emosi adalah sarana untuk mengkomunikasikan motivasi, sedangkan motivasi adalah perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya ketika kita haus maka kita akan mencari minum. Emosi yang terjadi pada waktu yang lama disebut dengan Moods. Gangguan-gangguan suasana hati dibagi dalam dua kelompok besar, yakni gangguan-gangguan depresif atau gangguan-gangguan unipolar dan gangguan-gangguan bipolar.1Emosi tidak terjadi begitu saja tetapi emosi juga memiliki system mekanismenya atau yang biasa disebut jaras emosi. Yang berhubungan dengan jaras emosi adalah korteks serebri, sistem limbik, dan hipotalamus yang merupakan pusat segala aktivitas di dalam tubuh termasuk system saraf otonom. Jaras emosi terjadi pertama ada impuls sensorik masuk ke korteks serebri, kemudian di korterks serebri di integrasikan semua informasi dari sensorik, kemudian dibawa ke system limbik, dimana system limbik merupakan tempat pertama terjadinya emosi. Setelah itu dibawa ke hipotalamus yang merupakan pusat koordinasi semua aktivitas. Emosi yang terbentuk akan dikoordinasikan oleh hipotalamus untuk dibawa ke tempat responnya.1

Sistem Saraf Otonom

Pengertian sistem saraf otonom adalah sistem saraf yang bergantung pada sistem saraf pusat, dan antara keduanya dihubungkan urat-urat saraf aferen dan eferen. Juga memiliki sifat seolah olah sebagai bagian sistem saraf pusat, yang telah bermigrasi dari saraf pusat guna mencapai kelenjar, pembuluh darah, jantung, paru-paru, dan usus. Karena sistem saraf otonom itu terutama berkenaan dengan engendalian organ-organ dalam secara tidak sadar, kadang-kadang disebut juga susunan saraf tidak sadar.

Gambar 1.Sistem saraf otonom

Sistem saraf otonom ini terdiri dari neuron motorik yang berada dalam saraf spinal yang mempersarafi otot polos, otot jantung dan kelenjar. Saraf ini biasanya bekerja tanpa disadari. Sistem saraf otonom terdiri dari 2 bagian : simpatis dan parasimpatis yang keduanya berfungsi :1. Otomatis 2. Mempersarafi semua organ dalam tubuh3. Menggunakan dua neuron motorik dan satu ganglion untuk setiap impuls.4

Tiap sel efektor yang dipengaruhi oleh susunan saraf otonom, dipersyarafi oleh urutan dua neuron yang dinamakan masing-masing neuron praganglion dan neuron pascaganglion. Aksonnya, serat praganglion, bersinaps dengan badan sel neuron yang kedua dan badan sel neuron yang pertama terletak di SSP. Sedangkan serat pascaganglion badan sel neuron yang keduanya terletak di ganglion dan aksonnya menyarafi organ efektor. Susunan saraf otonom mempersyarafi tiga jenis sel efektor: sel otot (polos) tidak sadar, sel otot jantung, dan sel (sekresi) kelenjar.2,3Sistem saraf otonom memiliki dua subdivisi, yaitu system saraf simpatis dan parasimpatis. Serat saraf simpatis berasal dari origo toraks dan lumbal medulla spinalis. Sebagian besar serat praganglion sangat pendek, bersinaps dengan badan sel neuron pascaganglion di dalam ganglia yang terletak di rantai ganglion simpatis yang berada di sepanjang kedua sisi medulla spilanis. Serat pascaganglion yang panjang yang berasal dari rantai ganglion berakhir di organ efektor. Sebagian serat pascaganglion melewati rantai ganglion tanpa bersinaps. Serat ini berakhir di ganglion kolateral simpatis sekitar separuh perjalanan antara SSP dan organ yang disarafi, dengan serat pascaganglion menempuh jarak yang tersisa.2Serat praganglion parasimpatis berasal dari daerah cranial (otak) dan sacrum (medulla spinalis bagian bawah) SSP. Serat-serat ini lebih panjang daripara serat praganglion simpatis karena mereka tidak berakhir sampai mereka mencapai ganglion terminal yang terletak di dalam atau dekat organ efektor. Serat pascaganglion sangat pendek dan beeakhir di sel-sel organ itu sendiri.2

Gambar 2. Sistem saraf simpatis dan parasimpatis.Serat preganglion simpatis dan parasimpatis mengeluarkan neurotransmitter yang sama, asetilkolin (Ach), tetapi ujung pascaganglion kedua sistem saraf ini mengeluarkan neurotransmitter yang berbeda (neurotransmitter yang mempengaruhi organ efektor). Serat pascaganglion parasimpatis mengeluarkan asetilkolin. Karena itu serat-serat ini, bersama dengan semua serat preganglion otonom disebut serat kolinergik. Sebagian besar serat pascaganglion simpatis, sebaliknya disebut adrenergik karena mengeluarkan noradrenalin (norepinefrin). Baik asetilkolin maupun norepinefrin juga berfungsi sebagai pembawa pesan kimiawi di bagian tubuh lain.2Sistem simpatis mendorong respons-respons yang mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik berat dalam situasi darurat atau penuh stress, misalknya ancaman fisik dari luar. Respon ini biasanya disebut respons lawan-lari (fight or flight response) karena sistem simpatis menyiapkan tubuh untuk melawan atau lari dari ancaman, maka hal-hal yang dibutuhkan tubuh dalam situasi ini adalah mempercepat denyut jantung, tekanan darah meningkat akibat konstriksi (penyempitan) generalisata pembuluh darah, saluran nafas membuka lebar untuk memaksimalkan aliran udara, glikogen (gula simpanan) dan simpanan lemak diuraikan untuk mengeluarkan bahan bakar tambahan ke dalam darah, dan pembuluh darah yang mendarahi otot rangka berdilatasi (membuka lebih lebar). Semua respon ini ditujukan untuk menuingkatkan aliran darah kaya nutrient dan beroksigen ke otot rangka sebagai antisipasi terhadap aktivitas fisik berat. Selain itu, pupil berdilatasi dan mata menyesuaikan diri untuk melihat jauh, memungkinkan yang bersangkutan untuk melihat seluruh hal yang mengancam. Berkeringat meningkatkan antisipasi terhadap peningkatan produksi panas oleh aktivitas fisik. Karena aktivitas pencernaan dan kemih tidak esensial untuk menghadapi ancaman, maka sistem simpatis menghambat aktivitas-aktivitas ini.2Sistem parasimpatis mendominasi pada keadaan tenang dan santai. Pada keadaan tanpa ancaman ini, tubuh berkonsentrasi melaksanakan aktivitas tubuh misalnya pencernaan. Sistem parasimpatis mendorong fungsi tubuh tipe istirahat dan cerna (rest and digest) ini sambil memperlambat aktivitas-aktivitas yang ditingkatkan oleh sistem simpatis.3 Tabel 1.Organ EfektorSimpatisParasimpatis

MataDilatasi pupilKonstriksi pupil

Kelenjar air mataVasokontriktorSekretomotor

JantungPeningkatan frekwensiHantaranEksitabilitasMenurunkan

ParuDilatasi bronkusKontriksi, sekretomotor mucus

KulitVasokontriksi, pilo ereksi, sekretomotor kelenjar keringat

Kelenjar salivaVasokonstriktorSekretomotor

UsusMenghambat peristalticMenigka

Embed Size (px)
Recommended