Home >Documents >Makalah Kgd Serangan Gigitan Binatang

Makalah Kgd Serangan Gigitan Binatang

Date post:28-Sep-2015
Category:
View:696 times
Download:152 times
Share this document with a friend
Description:
kgd
Transcript:

MAKALAH

MAKALAH

ASKEP EMERGENCY DAN KRITIS PADA KEGAWATAN

GIGITAN BINATANG

Guna Untuk Memenuhi Mata Kuliah Sistem Kegawatdaruratan 2

Dosen Pengampu : Faridah Aini, M.Kep., Sp.KMB

Di susun oleh :

Nanik Purwanti

(010112a066)

Octavia Nur Aini W

(010112a076)

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN

STIKES NGUDI WALUYO

UNGARAN

2015

BABIPENDAHULUANLatarBelakangRacun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, penyakit, bahkan kematian. Keracunan sering dihubungkan dengan pangan atau bahan kimia. Pada kenyataannya bukan hanya pangan atau bahan kimia saja yang dapat menyebabkan keracunan. Di sekeliling kita ada racun alam yang terdapat pada beberapa tumbuhan dan hewan. Salah satunya adalah gigitan binatang yang menyebab infeksi yang menyerang susunan saraf pusat (rabies).

Mengingat masih sering terjadi keracunan akibat gigitan seperti gigitan ular, anjing, kucing dan monyet maka untuk dapat menambah pengetahuan masyarakat kami menyampaikan informasi mengenai bahaya dan pertolongan terhadap gigitan binatang tersebut.

Serangan binatang laut berbahaya merupakan salah satu resiko yang dihadapi oleh para wisatawan. Binatang laut berbahaya dapat dibagi jadi dua kelompok yaitu binatang laut yang menggigit dan binatang laut yang menyengat.

Keracunan adalah keadaan sakit yang ditimbulkan oleh racun. Bahan racun yang masuk ke dalam tubuh dapat langsung mengganggu organ tubuh tertentu, seperti paru-paru, hati, ginjal dan lainnya. Tetapi zat tersebut dapat pula terakumulasi dalam organ tubuh, tergantung sifatnya pada tulang, hati, darah atau organ lainnya sehingga akan menghasilkan efek yang tidak diinginkan dalam jangka panjang.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latarbelakang diatas, masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu :

Apa yang dimaksud kegawatdaruratan pada gigitan serangga,binatang berbisa dan binatang laut ?

Apa saja penyebab gigitan serangga,binatang berbisa dan binatang laut ?

Bagaimana penatalaksanaan gigitan serangga,binatang berbisa dan binatang laut ?

TujuanBerdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :

Untuk mengetahui konsep kegawatdaruratan gigitan serangga, binatang berbisa dan binatang laut

Untuk mengetahui penyebab gigitan serangga, binatang berbisa dan binatang laut

Untuk mengetahui penatalaksanaan gigitan serangga, binatang berbisa dan binatang laut

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Definisi Gigitan Serangga

Insect Bites adalah gigitan atau serangan serangga. Gigitan serangga seringkali menyebabkan bengkak, kemerahan, rasa sakit (senut-senut), dan gatal-gatal. Reaksi tersebut boleh dibilang biasa, bahkan gigitan serangga ada yang berakhir dalam beberapa jam sampai berhari-hari. Bayi dan anak-anak labih rentan terkena gigitan serangga dibanding orang dewasa. Insect bites adalah gigitan yang diakibatkan karena serangga yang menyengat atau menggigit seseorang.

Keracunan adalah keadaan sakit yang ditimbulkan oleh racun. Bahan racun yang masuk ke dalam tubuh dapat langsung mengganggu organ tubuh tertentu, seperti paru-paru, hati, ginjal dan lainnya. Tetapi zat tersebut dapat pula terakumulasi dalam organ tubuh, tergantung sifatnya pada tulang, hati, darah atau organ lainnya sehingga akan menghasilkan efek yang tidak diinginkan dalam jangka panjang.

Definisi gigitan binatang berbisa

Gigitan binatang berbisa adalah gigitan atau serangan yang di akibatkan oleh gigitan hewan berbisa seperti ular.

Definisi Gigitan Binatang LautBanyak hewan laut menggigit atau menyengat. Beberapa memberikan racun melalui mereka gigi, tentakel, duri, atau kulit. Lainnya, seperti hiu, tidak berbisa tetapi dapat menimbulkan gigitan serius dengan besar, gigi yang tajam. Kebanyakan makhluk yang menyengat atau menggigit telah mengembangkan perilaku ini sebagai mekanisme pertahanan atau untuk membantu mereka berburu makanan. Kebanyakan sengatan hewan laut dan gigitan disebabkan oleh kontak tidak disengaja. Misalnya, Anda bisa menginjak ikan pari terkubur di pasir atau sikat terhadap ubur-ubur saat berenang. Penyelam dan nelayan sangat beresiko karena sering dan lama kontak mereka dengan kehidupan laut.

EtiologiPenyebab gigitan serangga dan binatang berbisa Serangga dan binatang berbisa tidak akan menyerang kecuali kalau mereka digusar atau diganggu. Kebanyakan gigitan dan sengatan digunakan untuk pertahanan. Gigitan serangga untuk melindungi sarang mereka.

Sebuah gigitan atau sengatan dapat menyuntikkan bisa(racun) yang tersusun dari protein dan substansi lain yang mungkin memicu reaksi alergi kepada penderita. Gigitan serangga juga mengakibatkan kemerahan dan bengkak di lokasi yang tersengat.

Lebah, tawon, penyengat, si jaket kuning, dan semut api adalah anggota keluarga Hymenoptera. Gigitan atau sengatan dari mereka dapat menyebabkan reaksi yang cukup serius pada orang yang alergi terhadap mereka. Kematian yang diakibatkan oleh serangga 3-4 kali lebih sering dari pada kematian yang diakibatkan oleh gigitan ular. Lebah, tawon dan semut api berbeda-beda dalam menyengat. Ketika lebah menyengat, dia melepaskan seluruh alat sengatnya dan sebenarnya ia mati ketika proses itu terjadi. Seekor tawon dapat menyengat berkali-kali karena tawon tidak melepaskan seluruh alat sengatnya setelah ia menyengat. Semut api menyengatkan bisanya dengan menggunakan rahangnya dan memutar tubuhnya. Mereka dapat menyengat bisa berkali-kali. Manifestasi Klinis

Gigitan Serangga

Beberapa contoh masalah serius yang diakibatkan oleh gigitan atauserangangigitan serangga didantaranya adalah :

Reaksi alergi berat (anaphylaxis). Reaksi ini tergolong tidak biasa, namun dapat mengancam kahidupan dan membutuhkan pertolongan darurat. Tanda-tanda atau gejalanya adalah:

Terkejut (shock). Dimana ini bisa terjadi bila sistem peredaran darah tidak mendapatkan masukan darah yang cukup untuk organ-organ penting (vital)

Batuk, desahan, sesak nafas, merasa sakit di dalam mulut atau kerongkongan/tenggorokan.

Bengkak di bibir, lidah, telinga, kelopak mata, telapak tangan, tapak kaki, dan selaput lendir (angioedema).

Pusing dan kacau

Mual, diare, dan nyeri pada perut

Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak

Gejala tersebut dapat diikuti dengan gejala lain dari beberapa reaksi.

Reaksi racun oleh gigitan atau serangan tunggal dari serangga.

Serangga atau laba-laba yang menyebabkan hal tersebut misalnya:

Laba-laba janda (widow) yang berwarna hitam

Laba-laba pertapa (recluse) yang berwarna coklat

Laba-laba gembel (hobo)

Kalajengking

Reaksi racun dari serangan lebah, tawon, atau semut api.

Seekor lebah dengan alat penyengatnya di belakang lalu mati setelah menyengat. Lebah madu afrika, yang dinamakan lebah-lebah pembunuh, mereka lebih agresif dari pada lebah madu kebanyakan dan sering menyerang bersama-sama dengan jumlah yang banyak.

Tawon, penyengat dan si jaket kuning (yellow jackets), dapat menyengat berkali-kali. Si jaket kuning dapat menyebabkan sangat banyak reaksi alergi.

Serangan semut api kepada seseorang dengan gigitan dari rahangnya, kemudian memutar kepalanya dan menyengat dari perutnya dengan alur memutar dan berkali-kali.

Reaksi kulit yang lebar pada bagian gigitan atau serangan.

Infeksi kulit pada bagian gigitan atau serangan.

Penyakit serum (darah), sebuah reaksi pada pengobatan (antiserum) digunakan untuk mengobati gigitan atau serangan serangga. Penyakit serum menyebabkan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak serta diiringi gejala flu tujuh sampai empat belas hari setelah penggunaan anti serum.

Infeksi virus. Infeksi nyamuk dapat menyebarkan virus West Nile kepada seseorang, menyebabkan inflamasi pada otak (encephalitis).

Infeksi parasit. Infeksi nyamuk dapat menyebabkan menyebarnya malaria.

Serangga dan binatang berbisa tidak akan menyerang kecuali kalau mereka digusar atau diganggu. Kebanyakan gigitan dan sengatan digunakan untuk pertahanan. Gigitan serangga untuk melindungi sarang mereka. Sebuah gigitan atau sengatan dapat menyuntikkan bisa(racun) yang tersusun dari protein dan substansi lain yang mungkin memicu reaksi alergi kepada penderita. Gigitan serangga juga mengakibatkan kemerahan dan bengkak di lokasi yang tersengat. Lebah, tawon, penyengat, si jaket kuning, dan semut api adalah anggota keluarga Hymenoptera. Gigitan atau sengatan dari mereka dapat menyebabkan reaksi yang cukup serius pada orang yang alergi terhadap mereka.Kematian yang diakibatkan oleh serangga 3-4 kali lebih sering dari pada kematian yang diakibatkan oleh gigitan ular. Lebah, tawon dan semut api berbeda-beda dalam menyengat. Ketika lebah menyengat, dia melepaskan seluruh alat sengatnya dan sebenarnya ia mati ketika proses itu terjadi. Seekor tawon dapat menyengat berkali-kali karena tawon tidak melepaskan seluruh alat sengatnya setelah ia menyengat. Semut api menyengatkan bisanya dengan menggunakan rahangnya dan memutar tubuhnya. Mereka dapat menyengat bisa berkali-kali.

Gejala dari gigitan serangga bermacam-macam dan tergantung dari berbagai macam faktor yang mempengaruhi. Kebanyakan gigitan serangga menyebabakan kemerahan, bengkak, nyeri, dan gatal-gatal di sekitar area yang terkena gigitan atau sengatan serangga tersebut.Kulit yang terkena gigitan bisa rusak dan terinfeksi jika daerah yang terkena gigitan tersebut terluka. Jika luka tersebut tidak dirawat, maka akan mengakibatkan peradangan akut.

Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak, desahan, sesak napas, pingsan dan hampir meninggal dalam 30 menit adalah

Embed Size (px)
Recommended