Home >Documents >Makalah Kasus Minor Traumatic Ulcer

Makalah Kasus Minor Traumatic Ulcer

Date post:15-Apr-2016
Category:
View:90 times
Download:30 times
Share this document with a friend
Description:
oral medicine
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN

Luka pada mukosa rongga mulut apapun penyebabnya menghasilkan defek yang terlokalisasi pada permukaan yang dilapisi epitelium. Defek tersebut berupa ulser atau erosi, ulser merupakan lesi yang banyak terjadi di dalam rongga mulut. Ulser dapat disebabkan oleh trauma mekanis (seperti tergigit, ill fitting denture), trauma termal (seperti mengkonsumsi makanan atau minuman panas), trauma kimia (agen tertentu yang bersifat iritan), dan stress.Pada tanggal 13 November 2014, Tn. D datang ke bagian Oral Medicine RSGM FKG Unpad dengan keluhan terdapat sariawan di sisi kanan lidah daerah gigi belakang kanan rahang bawah sejak 3 hari yang lalu. Pasien memiliki gigi berlubang di rahang bawah belakang kanan dan sering menyentuhkan lidah pada bagian gigi berlubang tersebut.Melalui anamnesa, pemeriksaan ekstra oral dan intra oral, didapatkan diagnosa traumatic ulcer. Pasien diinstruksikan untuk tetap menjaga kesehatan mulutnya, diberi resep salep triamcinolone acetonide 0,1%, dan diinstruksikan untuk melakukan penambalan gigi yang berlubang.

7

1

BAB IILAPORAN KASUS

2.1 Status Klinik IPM2.1.1 Status Umum PasienTanggal Pemeriksaan : 13 November 2014Nama Pasien: DNomor Rekam Medik: 2014-055XXUsia: 19 TahunStatus Perkawinan: Belum MenikahJenis Kelamin : Laki - lakiAgama : IslamPekerjaan: Mahasiswa Alamat Rumah: Jl. H. Somali Ujung

2.1.2AnamnesaPasien laki-laki 19 tahun datang dengan keluhan terdapat sariawan di sisi kanan lidah daerah gigi belakang kanan rahang bawah sejak 3 hari yang lalu. Terasa sakit terutama ketika lidah bergesekan dengan gigi. Pasien juga mengeluhkan gigi berlubang pada gigi belakang kanan rahang bawah, dan sering menggesekan lidah pada gigi berlubang tersebut. Pasien mengaku akhir-akhir ini pola makan tidak teratur dan jarang mengkonsumsi buah dan sayur. Sebelumnya pasien pernah mengalami sariawan di bibir bawah karena tergigit pada 2 bulan yang lalu. Pasien tidak memiliki riwayat sariawan yang muncul tiba-tiba. Di keluarga pasien (orang tua, kakak, dan adik) tidak memiliki riwayat sariawan yang berulang dan muncul tiba-tiba. Pasien sudah menggunakan obat kumur betadine sejak 2 hari yang lalu untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada sariawan. Pasien ingin sariawannya diobati.

2.1.3 Riwayat Penyakit SitemikPenyakit jantung: YA / TIDAKHipertensi: YA / TIDAKDiabetes Melitus: YA / TIDAKAsma/Alergi: YA / TIDAK Penyakit Hepar: YA / TIDAKKelainan GIT: YA / TIDAKPenyakit Ginjal: YA / TIDAKKelainan Darah: YA / TIDAKHamil: YA / TIDAKKontrasepsi: YA / TIDAKLain-lain: YA / TIDAK

2.1.4 Riwayat Penyakit TerdahuluDisangkal.2.1.5 Kondisi UmumKeadaan Umum : BaikKesadaran: Compos mentisSuhu: AfebrisTensi: 110/70 mmHgPernafasan: 20 x / menitNadi: 70 x / menit

2.1.6Pemeriksaan Ekstra OralKelenjar LimfeSubmandibulakiri: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-kanan: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-Submentalkiri: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-kanan: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-Servikalkiri: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-kanan: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-Matapupil isokhor konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterikTMJclicking sebelah kananBibirt.a.kWajahSimetri / AsimetriSirkum Oralt.a.kLain-lain-2.1.7 Pemeriksaan Intra OralKebersihan Mulutbaik/sedang/buruk plak + / - Kalkulus + / - stain + / - Gingivaoedematus pada regio anterior rahang bawahMukosa BukalTerdapat teraan gigitan irregular di sepanjang mukosa bukal kiri dan kanan dari regio 35-37 dan 46-48Mukosa Labialt.a.kPalatum Durumt.a.kPalatum molet.a.kFrenulumt.a.kLidahTerdapat ulcer pada lateral kanan lidah di regio gigi 46, bentuk oval irreguler, diameter 5 mm, dasar cekung dikelilingi tepi yang eritemTerdapat fisur di bagian dorsum lidah hingga lateralTerdapat plak berwarna putih di bagian dorsum lidah yang dapat diangkat tanpa meninggalkan jaringan merahDasar Mulutt.a.k

2.1.8 Status Gigi 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 88 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8

2.1.9 Pemeriksaan PenunjangRadiologiTDLDarahTDLPatologi AnatomiTDLMikrobiologiTDL

2.1.10 DiagnosaD/: Traumatic ulcer a/r lateral lidah dekstraDD/: Stomatitis Aphtous Recurrent MinorD/: Coated tongue a/r dorsum lidahDD/: Hairy tongue, acute pseudomembranous candidiasis (thrush)D/: Fissured tongue a/r dorsum hingga lateral lidahDD/: Geographic tongueD/ : Cheek biting a/r mukosa buccal dextra sinistraDD/ : Linea alba

2.1.11 Rencana Perawatan dan Perawatan Pro OHI Pro Resep: R/ Triamcinolone acetonide 0,1% in orabase Pro Kontrol 1 minggu kemudian

Gambar 2.1 Ulser pada lateral lidah dekstra

2.2Status Kontrol IPMTanggal: 20 November 2014

2.2.1AnamnesaTujuh hari yang lalu pasien datang ke bagian Oral Medicine RSGM FKG Unpad dengan keluhan terdapat sariawan di sisi kanan lidah daerah gigi 46. Pasien diberikan resep salep triamcinolone acetonide 0,1% in orabase yang dioleskan pada sariawannya setelah sarapan, makan siang, dan sebelum tidur. Rasa nyeri pada sariawan berkurang pada hari ketiga setelah pemberian obat. Berdasarkan hasil observasi sariawan di lidah pasien sembuh, tidak meninggalkan bekas, dan tidak terasa sakit.

2.2.2 Pemeriksaan Ekstra OralKelenjar LimfeSubmandibulakiri: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-kanan: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-Submentalkiri: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-kanan: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-Servikalkiri: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-kanan: teraba +/-lunak/kenyal/kerassakit +/-Bibirt.a.kWajahSimetri/AsimetriSirkum Oralt.a.kLain-lain-

2.2.3 Pemeriksaan Intra OralKebersihan MulutDebris IndeksKalkulus IndeksOHI-S

16 1 11 1 26 016 011 026 0Baik/ sedang/ buruk

46 131 036 046 031 036 0Stain +/-

DI = 3/6KI = 3/6OHI-S = DI + CI = 6/6 = 1,00 sedangGingivaoedem di anterior RBMukosa BukalTerdapat teraan gigitan di kedua sisi posterior regio 35-37 dan 47-48Mukosa Labialt.a.kPalatum Durumt.a.k. Palatum molet.a.k.LidahTerdapat fisur di bagian dorsum hingga lateral lidahTerdapat plak berwarna putih di bagian dorsum lidah dapat di angkat dan tidak meninggalkan jaringan merahDasar Mulutt.a.k.

2.2.4 DiagnosisD/ : Post traumatic ulcer a.r lateral lidah dekstraDD/ : Reccurent apthous stomatitisD/ : Cheek biting a.r mukosa bukal sinistra dan dekstra DD/ : Linea albaD/ : Fissured tongue a.r dorsum lidahDD/ : Geographic tongueD/ : Coated tongue a.r dorsum lidahDD/ : Acute pseudomembranous candidiasis

2.2.5 Rencana Perawatan Pro OHI, pasien diberikan instruksi untuk membersihkan lidah dengan tongue scraper setiap sehabis menyikat gigi Pro penambalan gigi 46

Gambar 2.2 Kondisi lateral lidah dekstra pasien saat kunjungan kontrol

2BAB IIITINJAUAN PUSTAKA

3.1Ulser Traumatik3.1.1Definisi Ulser adalah suatu defek pada jaringan epitel berupa lesi cekung berbatas jelas yang telah kehilangan lapisan epidermis (Greenberg dan Glick, 2003). Reccurent oral ulceration merupakan kondisi yang banyak terjadi disebabkan beberapa etiologi, trauma menjadi penyebab yang banyak ditemukan. Lokasi yang banyak ditemukan antara lain mukosa labial, mukosa bukal, palatum, dan lidah (Langlais & Miller, 2000)

3.1.2Etiologi dan Tampilan KlinisTraumatik ulser dapat disebabkan oleh bahan kimia, panas, elektrik, atau gaya mekanis. Trauma mekanis dapat disebabkan ill-fitting denture, tergigit, abrasi karena sering berkontak dengan gigi yang tajam atau patah, iatrogenik (seperti terkena alat tajam saat pemeriksaan gigi) (Langlais & Miller, 2000; Regezi et al, 2012). Bahan kimia dapat menyebabkan ulser rongga mulut karena sifat asam bahan tersebut atau karena kemampuan bahan berperan sebagai iritan atau alergen. Bahan medikamen yang mengandung fenol misalnya, dapat menyebabkan ulser lokal iatrogenik. Ulser rongga mulut karena panas jarang ditemukan. Perawatan radiasi atau kemoterapi juga dapat menyebabkan ulser rongga mulut. Etiologi ulser dan mukositis berhubungan dengan banyak faktor dan melibatkan lima fase biologis yaitu inisiasi, respon kerusakan awal, penguatan sinyal, ulserasi, dan penyembuhan (Regezi et al, 2012).Menurut Houston (2009), etiologi ulser antara lain tergigit ketika berbicara, tidur, atau mengunyah, gigi yang patah, karies, malposisi, protesa yang tidak tepat, dan trauma mekanis lainnya (seperti terkena alat makan, bahan kimia, dan panas). Lokasi ulser yang banyak ditemui berdasarkan penyebabnya antar lain: (Houston, 2009)1) Trauma mekanis, ulser yang disebabkan trauma mekanis banyak ditemukan pada mukosa bukal, mukosa labial pada bibir atas maupun bibir bawah, dan lateral lidah. Kadang dapat juga ditemukan pada mukobukal fold, gingiva, dan palatum.2) Elektrik, lesi yang berhubungan dengan panas elektrik sering terdapat pada bibir dan komisur bibir.3) Panas, lesi karena panas dari makanan panas sering terdapat pada posterior mukosa bukal dan palatum.4) Bahan kimia, lesi karena bahan kimia dapat terjadi pada seluruh bagian mukosa rongga mulut. Bahan kimia yang dapat menimbulkan lesi seperti aspirin, hidrogen peroksida, silver nitrate, dan fenol.Ulser dilapisi eksudat fibrin putih-kekuningan, dikelilingi daerah eritem (erythematous halo), disertai rasa nyeri. Ulser akan sembuh dalam waktu 7-10 hari tanpa pembentukan scar, sembuh dengan sendirinya atau dengan menghilangkan penyebabnya. Bibir, lidah, dan mukosa bukal merupakan lokasi predileksi terjadinya ulser. (Laskaris, 2006; Regezi et al, 2012).

Gambar 3.1. Traumatik ulser pada mukosa labial karena gigi yang tajam (Greenberg & Glick, 2008)

3.1.3HistopatologiUlser akut memperlihatkan kehilangan permukaan epitelium yang digantikan jaringan fibrin berisi neutrophil. Dasar ulser terdapat di

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended