Home >Documents >Makalah k3 Migas New

Makalah k3 Migas New

Date post:01-Feb-2016
Category:
View:223 times
Download:41 times
Share this document with a friend
Description:
a
Transcript:

BAB I

TRAINING PENGAWAS K3 MIGAS

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Kompetensi Sertifikasi Pengawas K3 Migas

Disusun Oleh ;

YANDA ISNANDAKERJA SAMA TUK-PETROLEUM ENERGI INSTITUTEDENGAN LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MINYAK DAN GASDAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN .....................................................................1

A. Lantar Belakang.....................................................................2

B. Maksud dan tujuan...........................................................3 C. Ruang Lingkup.................................................................3BAB II TINJAUAN PUSTAKA.....4A.Teori Api Dan APAR................................................

4BAB IIIANALISA MASALAH....5A. Gambaran Umum............................................................5

B. Temuan Masalah.....5BAB 1V KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan...................................................................

10B. Saran..........

10BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, keselamatan dan kesehatan di tempat kerja menjadi sangat penting. Hal ini dikarenakan kerugian yang dialami apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Walaupun perkembangan teknologi semakin pesat, kejadian kebakaran tetap meningkat dan tidak lah berkurang (Depnaker, 1987). Kebakaran merupakan salah satu bahaya keselamatan yang sangat signifikan kerugian yang ditimbulkanpun sangat besar, baik itu terhadap keselamatan jiwa maupun harta benda di PT.ACS. Pencegahan pun sangat diperlukan untuk memperkecil bahkan menghilangkan resiko terjadinya kebakaran dan menghindari kerugian yang lebih besar.

Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran itu sangat besar. Tidak hanya kerugian secara langsung tetapi juga dapat menimbulkan kerugian tidak langsung, seperti biaya kompensasi kepada pekerja, dan juga penurunan citra suatu perusahaan. Dikarenakan kerugian yang tidak sedikit tersebut, perlu diadakan upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran atau setidaknya dapat mengurangi resiko yang ditimbulkan bila terjadi kebakaran.

Penanganan kebakaran di kantor-kantor / lokasi kerja masih mengandalkan kesigapan dan peralatan dari pemadam kebakaran setempat. Kesiagaan dari pemadam kebakaran gedung pun terkadang masih kurang memadai. Salah satu factor yang dapat memperparah terjadinya suatu kebakaran dan menimbulkan kerugian yang besar adalah fasilitas perlindungan kebakaran yang tidak memadai karena penggunaannya tidaak cocok dan tidak tepat, selain itu juga kesalahan dari pemeliharaan alat pemadam kebakaran.

NFTA 10 menjelaskan bahwa APAR merupakan pertahanan pertama dalam menanggulangi kebakaran yang masih kecil. APAR sangat efektif agar api tidak semakin membesar asalkan dipasang dan digunakan secara benar. APAR juga merupakan pertahanan pertama terhadap kebakaran dan sangat efektif bila ditemukan saat kebakaran masih berada pada tahap awal sebelum menjadi bencana yang besar ( Ashalf, 1990). Oleh Karena itu, dapat dikatakan bahwa APAR berguna bila terjadi kebakaran kecil, Karena alat ini dapat memadamkan api sehingga kebakaran tersebut tidak semakin meluas.

Strategi yang efektif untuk mencegah injury saat kebakaran ditentukan oleh factor langsung atau tidak langsung, salah satu faktor tidak langsung nya adalah kurangnya peralatan perlindungan kebakaran.

Bahaya yang dapat ditimbulkan dari tidak beroperasi nya alat pemadam kebakaran akan mengakibatkan kebakaran tidak terkendali dan semakin membesar, dan pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian seperti kerusakan property, peralatan, keamanan, dan masyarakat sekitar industry, cidera, bahkan dapat menimbulkan kematian. Selain itu, penyediaan alat proteksi kebakarn APAR tidak akan berfungsi dengan efektif jika tidak disertai peningkatan pengetahuan wawasan dan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi para pekerja, khusus nya pelatihan dan pengetahuan mempergunakan alat tersebut.

Penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang sesuai, pemasangan yang tepat dan juga pemeliharaan yang benar, serta pelatihan penggunaannya merupakan suatu system salah satu pencegahan kebakaran yang tidak dapat berdiri sendiri. Apabila salah satu dari sistem tersebut tidak berjalan dengan baik maka telah terjadi kegagalan APAR karena fungsi nya akan berkurang. Dapat dikatakan bahwa penyediaan APAR itu sendiri tidak akan efektif dalam menanggulangi kebakaran tanpa adanya unsur-unsur tersebut.

Pengelolaan APAR yang terdiri dari pemilihan dan pemasangan APAR yang tepat, pemeriksaan dan pengisian kembali secara rutin, dan penggunaan yang tepat dilakukan agar APAR yang ada dapat berfungsi secara efektif untuk memadamkan api yang masih kecil. Pengelolaan APAR yang baik tersebut diharapkan dapat memperkecil atau menghilangkan konsekuensi yang di timbulkan dari kebakaran.oleh karena itu, peneliti akan melihat keefektifan dari APAR dengan mengevaluasi pengelolaan APAR dan menganalisis konsekuensi yang akan ditimbulkan sehingga tidak akan menimbulkan kerugian fatal.Infeksi adalah upaya menemukan kesesuain dari suatu obyek difokuskan terhadap suatu obyek penekana terhadap hasil akhir. metode pelaksanaan pengujian secara teknis dan waktu jangka pendek.

Audit adalah upaya mengatur efektivitas dari pelaksanaan suatu sistem di fokuskan terhadap proses suatu sistem, penekanan terhadap proses. metode pelaksanaan tinjauan ulang verifikasi dan observasi jangka panjang. Langkah-langkah audit k3 sebagai berikut :

1. Perencanaan yaitu : suatu proses yang meliputi program audit tahunan, persiapan tujuan audit,pembentukan tim audit.

2. Persiapan yaitu : tinjauan dokumen pembuatan check list pembuatan jawdal audit konfirmasi waktu pelaksanaan audit pertemuan tim audit.

3. Pelaksanaan yaitu : mengadakan pertemuan pembukaan melakukan audit sesuai jadwal mencari bukti

4. Pelaporan yaitu : membuat laporan hasil audit meminta konfirmasi dan tindak lanjut mengadakan pertemuan penutup.

5. Tindak lanjut yaitu : menindak lanjuti hasil temuan audit menerima laporan audit dari ketua tim audit.B. Maksud dan Tujuan

Makasud dilakukannya Inspeksi ke PT. ACS adalah untuk menambah wawasan berpikir dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan utama dilakukan Inspeksi adalah untuk melihat langsung APAR sesuai dengan jenis dan data-data yang berhubungan dengan APAR tersebut. Dan penulisan laporan ini adalah juga salah satu syarat yang harus dibuat seorang Pengawas K3 .

C. Ruang Lingkup

Pada Inspeksi di PT. ACS yaitu: Penelitian ini dilakukan di kantor, karena kantor merupakan salah satu kantor yang hanya mengandalkan APAR sebagai pencegahan kebakaran dan pada kantor ini juga terdapat computer (alat-alat elektronik) yang cukup berpotensi menimbulkan kebakaran. Penelitian ini di awali dengan melakukan evaluasi terhadap pengolahan APAR.

Untuk mendapatkan data dan penunjang penelitian, maka penelitian melakukan penelitian secara langsung, pengukuran dan wawancara pada pihak terkait yang berhubungan dengan penelitian ini.BAB II

TINJAUAN PUSTAKAA. Teori Api Dan APAR

a. Teori ApiNyala api adalah suatu fenomena yang dapat diamati gejalanya yaitu adanya cahaya dan panas dari suatu bahan yang sedang terbakar. Gejala lainnya yang dapat diamati adalah bila suatu bahan telah terbakar maka akan mengalami perubahan baik bentuk fisiknya maupun sifat kimianya. Keadaan fisik bahan yang telah terbakar akan berubah pula menjadi zat baru. Gejala perubahan tersebut menurut teori perubahan zat dan energi adalah perubahan secara kimia.b. Teori Segitiga Api (Triangel of Fire)Untuk dapat berlangsungnya proses nyala api diperlukan adanya tiga unsur pokok yaitu adanya unsur : bahan yang dapat terbakar (fuel), oksigen (O2) yang cukup dari udara atau bahan oksidator dan panas yang cukup. Apabila salah satu unsur tersebut tidak berada pada keseimbangan yang cukup, maka api tidak akan terjadi.

Alat pemadam api adalah alat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil, umumnya dalam situasi darurat. Pemadam api tidak dirancang untuk digunakan pada kebakaran yang sudah tidak terkontrol, misalnya ketika api sudah membakar langit-langit. Umumnya alat pemadam api terdiri dari sebuah tabung ber tekanan tinggi yang berisi bahan pemadam api.

Ada dua jenis utama alat pemadam kebakaran: yaitu bertekanan di dalam dan dioperasikan oleh cartridge. Dalam unit bertekanan di dalam, gas penyembur disimpan pada ruang yang sama dengan bahan pemadam kebakaran tersebut. Tergantung pada bahan yang digunakan, jika berbeda maka bahan pendorong yang digunakan juga berbeda. Pada alat pemadam berisi bahan kimia kering, umumnya digunakan nitrogen; alat pemadam air dan busa biasanya menggunakan udara. Alat pemadam api bertekanan di dalam adalah jenis yang paling umum. Sedangkan jenis Alat pemadam yang dioperasikan Cartridge gas penyembur berisi dalam cartridge yang terpisah yang harus ditekan lebih dulu sebelum mengalir keluar, mendorong bahan pemadam.

Jenis ini tidak seperti biasa, digunakan terutama untuk fasilitas industri, di mana memerlukan penggunaan dengan kemampuan yang lebih tinggi dari yang biasa. serta memiliki keuntungan karena lebih sederhana sehingga memungkinkan pemakai untuk cepat melaksanakan pemadaman, hingga mampu mengendalikan api dalam kurun waktu yang cepat. Tidak seperti jenis bertekanan di dalam yang menggunakan nitrogen, alat pemadam ini menggunakan pendorong karbon dioksida bukan nitrogen, meskipun model cartridge nitrogen juga kadang digunakan pada temperatur rendah.

Pengenalan APAR dan Cara Penggunaannya. Setelah mengikuti materi training ini diharapka

Embed Size (px)
Recommended