Home >Documents >Makalah Earth Hour

Makalah Earth Hour

Date post:19-Jul-2015
Category:
View:405 times
Download:13 times
Share this document with a friend
Transcript:

MAKALAH MANAGEMENT ENERGI ONE HOUR SAVE OUR EARTH

Disusun oleh: Dewi Setya Purwani 09501244009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

BAB 1 PENDAHULUAN

I.

LATAR BELAKANG Energi saat ini memegang peranan yang penting dalam pengembangan ekonomi

nasional. Hal ini merupakan suatu hal yang tidak dipersoalkan lagi, bahkan oleh NegaraNegara yang telah maju, maupun oleh Negara yang sedang berkembang bahwa

penggunaan energi secara tepat dan berdaya guna tinggi merupakan syarat yang mutlak untuk meningkatkan kegiatan ekonomi. Indonesia merupakan negara yang memiliki

berbagai jenis sumber energi dalam jumlah yang cukup melimpah. Pengelolaan sumber energi secara tepat kiranya akan memberikan manfaat dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Energi terpenting bagi kehidupan manusia adalah energi listrik. Energi listrik merupakan salah satu energi vital dalam kehidupan manusia era modern. Jika manusia zaman dahulu, bisa hidup tanpa energi listrik, manusia abad ini tidaklah seperti itu. Semua peralatan pendukung kehidupan menggunakan listrik sehingga penghematan energi listrik seolah tidak bisa dilakukan. Listrik bagi masyarakat dunia seperti juga bagi bangsa Indonesia telah menjadi kebutuhan vital masyarakat modern dan juga bahan bakar roda pembangunan. Listrik, bahkan, dijadikan tolok ukur majunya suatu peradaban. Hanya saja, penyediaan dan pemanfaatan listrik di Indonesia masih banyak bergantung pada energi fosil terutama minyak bumi dan produk turunannya. Energi fosil bersifat tidak terbarukan sehingga bila terus dieksploitasi, cadangannya akan menipis dan mungkin akan habis. Saat ini saja Indonesia sudah bisa dikategorikan sebagai negara yang lebih banyak mengimpor minyak dibandingkan mengekspornya. Karena itu, fluktuasi harga minyak bumi dunia akan sangat berpengaruh dan dapat mengguncang ekonomi Indonesia. Tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara juga akan meningkat mengingat pemerintah membeli minyak bumi dengan harga dunia sedangkan harga bahan bakar minyak dan listrik di dalam negeri dijual murah karena masih mendapat subsidi dari pemerintah.

Walaupun realisasi subsidi energi pada 2009 sebesar Rp 94,6 triliun (10 persen total pengeluaran negara) sudah jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya (Rp 230,51 triliun), tetapi jumlah ini 1,5 kali lebih besar dari total subsidi non-energi (Rp 64,9 triliun). Di sisi lingkungan, ketergantungan terhadap minyak bumi ataupun energi fosil lainnya telah memberikan dampak buruk, terutama dari emisi karbon yang dikeluarkan, baik dari proses penyediaan maupun pemanfaatannya. Akumulasi emisi dalam jumlah besar di atmosfersekitar 80 persen dari emisi global berasal dari sektor pengguna energi secara intensiftelah berkontribusi pada terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim. Krisis energi adalah masalah yang sangat mendasar Indonesia,termasuk di dalamnya ialah masalah energi listrik. Hal ini terjadi karena masih kurangnya pemanfatan sumber daya penghasil energi listrik itu sendiri. Energi listrik merupakan energi yang sangat

diperlukan bagi manusia modern. Tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau listrik tiba - tiba padam, semua kegiatan yang ada bisa terhenti seketika. Masalah pemborosan listrik bukan hanya menjadi masalah nasional bangsa indonesia tapi juga menjadi masalah dunia. Dewasa ini akibat perkembangan teknologi, masyarakat dunia semakin menjadi masyarakat yang konsumtif dan tergolong sembarangan dalam pemanfaatan energi. Kebutuhan manusia akan energi listrik tidak bisa dielakkan lagi. Kita pun tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan peralatan yang menggunakan energi listrik padahal sumber energi pembangkit listrik terutama berasal dari sumber daya yang tak terbaharui keterberadaanya semakin habis dan dalam jumlah terbatas. Untuk mengatasinya dibutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat secara umum. Pola pengelolaan selama ini yang bertumpu pada pendekatan pasokan (supply side management) perlu diimbangi dengan pengelolaan dari sisi permintaan (demand side management), yaitu dengan meningkatkan konservasi dan efisiensi energi. Hanya saja, hasil yang dicapai masih belum efektif dan menghadapi berbagai kendala. Salah satu kendala utamanya adalah gaya hidup masyarakat yang masih boros energi. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya pemahaman mengenai hemat energi ataupun karena harga Untuk menyadarkan masyarakat dunia supaya menghemat listrik, maka WWF (World Wide Fund for Nature , juga dikenal sebagai World Wildlife Fund) sebuah kegiatan global yang

disebut earth hour (bahasa Indonesia: Jam Bumi) dan diadakan pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya yang meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim. Earth Hour dicetuskan oleh WWF dan The Sydney Morning Herald tahun 2007 ketika 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Setelah Sydney, banyak kota-kota lain di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada tahun 2008. Earth Hour 2012 akan dilaksanakan pada 31 Maret 2012 pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat. Berdasarkan latar belakang maka penulis memilih judul makalah One Hour to Save Our Earth.

II.

RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana perkembangan program Eart Hour beberapa tahun ini? 2. Apakah fakta One Hour Save Our Earth? 3. Kenapa satu jam bisa menyelamatkan dunia(One Hour Save Our Earth)? 4. Apakah upaya penggalangan One Hour Save Our Energy dan undang-undang yang mendasari program One Hour Save Our Energy? 5. Adakah hubungan penggalangan program One Hour Save Our Energy Demand Side Management(DSM)? dengan

BAB II PEMBAHASAN1. Perkembangan Program Eart Hour Earth Hour (bahasa Indonesia: Jam Bumi) adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature, juga dikenal sebagai World Wildlife Fund) dan diadakan pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya yang meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim. Earth Hour dicetuskan oleh WWF dan The Sydney Morning Herald tahun 2007 ketika 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Setelah Sydney, banyak kota-kota lain di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada tahun 2008. Earth Hour 2012 akan dilaksanakan pada 31 Maret 2012 pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat.

Perkembangan program earth hour selama 3 tahun berturut-turut sangatlah luar biasa terbukti semakin banyak negara peserta yang menggalakan program ini. Earth Hour 2012 dilaksanakan pada 31 Maret 2012. Pada tahun 2012 sebagian besar negara di penjuru dunia telah melaksanakan program ini. Peserta program ini antara lain: Negara dan teritori peserta Asia

Eropa Afghanistan Armenia Azerbaijan Bahrain Bangladesh Bhutan Brunei Burma Kamboja Cina Georgia Hong Kong India Indonesia Iran Irak Israel Jepang Yordania Kazakhstan Kuwait Kirgizstan Laos Lebanon Makau Malaysia Maladewa Mongolia Nepal Korea Utara Kepulauan Mariana Utara Oman Pakistan Palestina

Amerika Utara Albania Andorra Austria Belarus Belgia Bosnia dan Herzegovina Bulgaria Kroasia Siprus Republik Ceko Denmark Estonia Kepulauan Faroe Finlandia Perancis Jerman Gibraltar Yunani Hongaria Islandia Italia Kosovo Latvia Liechtenstein Lituania Luksemburg Makedonia Malta Moldova Monako Montenegro Belanda Norwegia

Oseania

Anguilla Samoa Aruba Amerika Antigua dan Australia Barbuda Fiji Bahamas Guam Barbados Kiribati Belize Kepulauan Bermuda Marshall Kepulauan Federasi Virgin Britania Mikronesia Kanada Nauru Kepulauan Kaledonia Cayman Baru Costa Rica Selandia Kuba Baru Dominika Niue Republik Palau Dominika Samoa El Salvador Tahiti Grenada Tuvalu Guadeloupe Tonga Guatemala Papua Nugini Haiti Kepulauan Honduras Solomon Jamaika Vanuatu Meksiko Martinik Montserrat Antillen Amerika Selatan Belanda Nikaragua Argentina Panama Brasil Puerto Rico Bolivia Saint Kitts dan Chili Nevis Kolombia

Filipina Qatar Saudi Arabia Singapura Korea Selatan Sri Lanka Syria Taiwan Tajikistan Thailand Timor-Leste Turkmenistan Uni Emirat Aab Uzbekistan Vietnam Yemen

Siprus Utara Polandia Portugal Republik Irlandia Rumania Rusia San Marino Serbia Slovakia Slovenia Spanyol Swedia Swiss Turki Ukraina

Saint Lucia Saint-Martin Saint Vincent dan Grenadines Sint Maarten Trinidad dan Tobago Kepulauan Turks dan Caicos Amerika Serikat Kepulauan Virgin AS

Ekuador Guyana Perancis Guyana Paraguay Peru Suriname Uruguay Venezuela

Pada tahun 2011 Earth Hour dilaksanakan pada 26 Maret 2011. Negara dan teritori peserta: Asia

Eropa Afghanistan Armenia Azerbaijan Bahrain Bangladesh Bhutan Brunei Burma Kamboja Cina Georgia Hong Kong India Indonesia Iran Irak Israel Jepang Yordania Kazakhstan Kuwait Kirgizstan Laos

Amerika Utara Albania Anorra Austria Belarus Belgia Bosnia dan Herzegovina Bulgaria Kroasia Siprus Republik Ceko Denmark Estonia Kepulauan Faroe Finlandia Perancis Jerman Gibraltar Yunani Hongaria Islandia Italia

Oseania

Anguilla Aruba Antigua dan Barbuda Bahamas Barbados Belize Bermuda Kepulauan Virgin Britania Kanada Kepulauan Cayman Costa Rica Kuba Dominika Republik Dominika El Salvador Grenada Guadeloupe Guatemala Haiti

Samoa Amerika Australia Fiji Guam Kiribati Kepulauan Marshall Federasi Mikronesia Nauru Kaledonia Baru Selandia Baru Niue Palau Samoa Tahiti Tuvalu Tonga Papua Nugini Kepulauan

Embed Size (px)
Recommended