Home >Documents >Makalah botani chemistry of life

Makalah botani chemistry of life

Date post:20-Jun-2015
Category:
View:687 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1. MAKALAH BOTANI CHEMISTRY OF LIFEDisusun Oleh: KELOMPOK 4 : Ekayanti Nurlaili F.E (105040201111064) Yuni Mariyati(105040201111100)Nurtia Nimatur(105040201111086)M. Saifullah(105040201111096)Rifauldin(105040201111085) Sakti parama yogaPROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2010

2. KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan, taufiq serta hidayahnya kepada kami semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Botani yang membahas CHEMISTRY OF LIFE Insya Allah dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini kami buat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Botani dan agar kami juga dapat memahami lebih jelas tentang kimia kehidupan. Untuk itu dengan rendah hati kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Kusriharti, selaku Pengajar Mata Kuliah Botani. 2. Dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.Dengan dibuatnya makalah ini, semoga dapat menambah wawasan kita semua, bagi pembaca pada umumnya dan kami sebagai penyusun pada khususnya.Makalah yang kami buat memang jauh dari sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca dalam pembuatan makalah selanjutnya.Malang, November 2010Penyusun 3. DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar............................................................................................. i Daftar Isi...................................................................................................... iiBAB I. PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang........................................................1.2Tujuan.................................................................................BAB II. PEMBAHASAN 2.1Atom dan Molekul..............................................................2.2Senyawa Organik................................................................2.3Polar dan Non-polar.......................................................... 2.3.1 Ikatan Kovalen Polar 2.3.2 Ikatan Kovalen Non-Polar 2.3.3 Perbedaan Senyawa Polar dan Non-PolarBAB III. KESIMPULAN 3.1Kesimpulan.....................................................................3.2SaranDAFTAR PUSTAKA. 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahan kimia sering ditakuti oleh sebagian orang yang mungkin tidak mengerti kimia.Sebenarnya bahan kimia meliputi semua benda yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.Setiap benda di sekeliling kita, bahkan tubuh kita sendiri terdiri atas bahanbahan kimia.Buku, udara, rumah, makanan dan minuman, semuanya termasuk bahan kimia.Bahan kimia terdapat dimana-mana.Tentunya tidak mungkin bila Anda tidak ingin menjumpai bahan kimia, walaupun di ruang hampa. Bahan kimia yang terdapat di sekitar kita, banyak yang berasal dari alam dan banyak pula yang dihasilkan oleh makhluk hidup.Batuan, besi, emas, kapas, gula, garam, semuanya adalah contoh bahan kimia yang telah berabad-abad sangat besar peranannya terhadap kehidupan manusia.Bahan-bahan tersebut dapat digunakan untuk membangun rumah, membuat pakaian, dan merupakan bahan makanan. Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), telah ditemukan bahwa banyak bahan alam yang secara ekonomis penting dan berguna, dapat dibuat dari bahan baku yang lebih murah sehingga lahirlah industri kimia. Dewasa ini IPTEK telah mengembangkan cara-cara untuk membuat bahan dan zat kimia baru, yang sebelumnya tidak pernah ada.Nilon dan poliester yang digunakan untuk membuat serat, kemudian dipintal dan ditenun menjadi kain, merupakan suatu contoh adanya suatu inovasi. Bahan kimia di atas dikembangkan karena serat yang dibuat dari bahan ini mempunyai beberapa sifat yang yang lebih unggul dibanding dengan sifat serat alam seperti kapas dan wol.Dewasa ini demikian banyaknya zat kimia sintetis yang digunakan dalam bidang kedokteran, industri dan rumah tangga. Oleh karena itu, dapat Anda bayangkan apa yang akan terjadi bila kita mencoba untuk mengatasi kehidupan ini tanpa zat-zattersebut. 5. 1.2 Tujuan Memahami maksud dari atom dan molekul dan peranannya sebagai dasar penyusun suatu organisme Mengetahui definisi senyawa organik dan anorganik serta mampu menjelskan perbedaannya Memahami apa yang dimaksud ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar sera mampu menjelaskan perbedaannya 6. BAB II PEMBAHASAN2.1 Atom dan Molekul ( bagian terkecil dari makhluk hidup) Atom adalah suatu satuan dasar materi, yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Inti atom terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral (kecuali pada inti atom Hidrogen-1, yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Sekumpulan atom demikian pula dapat berikatan satu sama lainnya, dan membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan disebut sebagai ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron yang terdapat pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut. Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani ( /tomos, -), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.[1] Dalam pengamatan sehari-hari, secara relatif atom dianggap sebuah objek yang sangat kecil yang memiliki massa yang secara proporsional kecil pula. Atom hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom,[catatan1]dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama.Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. 7. Hal ini dapat mengakibatkan transmutasi, yang mengubah jumlah proton dan neutron pada inti.[2] Elektron yang terikat pada atom mengandung sejumlah aras energi, ataupun orbital, yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menyerap ataupun memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan mempengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut. Molekul didefinisikan sebagai sekelompok atom (paling sedikit dua) yang saling berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral serta cukup stabil.[1][2] Menurut definisi ini, molekul berbeda dengan ion poliatomik. Dalam kimia organik dan biokimia, istilah molekul digunakan secara kurang kaku, sehingga molekul organik dan biomolekul bermuatan pun dianggap termasuk molekul. Dalam teori kinetikagas, istilah molekul sering digunakan untuk merujuk pada partikel gas apapun tanpa bergantung pada komposisinya.[3] Menurut definisi ini, atom-atom gas mulia dianggap sebagai molekul walaupun gas-gas tersebut terdiri dari atom tunggal yang tak berikatan.[4] Sebuah molekul dapat terdiri atom-atom yang berunsur sama (misalnya oksigen O2), ataupun terdiri dari unsur-unsur berbeda (misalnya air H2O). Atom-atom dan kompleks yang berhubungan secara non-kovalen (misalnya terikat oleh ikatan hidrogen dan ikatan ion) secara umum tidak dianggap sebagai satu molekul tunggal. 8. 2.2 Senyawa OrganikSudah sejak zaman purba orang mengetahui bahwa tubuh makhluk hidup (manusia, tumbuhan, dan hewan) dapat menghasilkan berbagai macam zat. Gula pasir didapat dari batang tebu, dan gula merah dihasilkan dari pohon enau. Beras dan gandum dapat diuraikan oleh ragi menjadi alkohol. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal formalin, suatu zat pengawet yang dihasilkan oleh semut. Orang Mesopotamia dahulu memperoleh zat-zat pewarna dari hewan molluska. Pupuk urea didapatkan dengan menguapkan air seni (urine) mamalia. Kini kita mengetahui bahwa fosil tumbuhan dan hewan yang terpendam berabad-abad dalam tanah dapat berubah menjadi minyak bumi. Menjelang akhir abad ke 18, para ahli kimia membagi senyawa-senyawa menjadi dua kelompok : 1. Senyawa organik, yang dihasilkan oleh makhluk hidup (organisme) 2. Senyawa anorganik, yang dihasilkan oleh benda mati (kulit bumi atau udara) Istilah organik dan anorganik sendiri diusulkan oleh ilmuwan dari Swedia, Karl Wihem Scheele (1742 -1786) pada tahun 1780. Pada tahun 1807, Jons Jakob Berzelius (1779-1848) mengeluarkan teori bahwa senyawasenyawa organik hanya dapat dibuat di dalam tubuh makhluk hidup dengan bantuan daya hidup (Vis Vitalis dalam bahasa Latin). Dengan kata lain menurut teori ini, senyawa organik tidak mungkin dapat dibuat dari senyawa anorganik di laboratorium. Oleh karena Berzelius dipandang sebagai ahli kimia terbesar pada saat itu, teorinya ini dianut oleh para ilmuwan lainnya tanpa ragu-ragu. Namun teori daya hidup ini tak bertahan lama. Teori ini berhasil ditumbangkan oleh murid Berzelius sendiri yaitu Friedrich Wohler (1800 -1882) dari Jerman. Pada tahun 1827, Wohler mereaksikan perak sianat dengan amonium klorida untuk membuat amonium sianat. AgOCN + NH4CL NH4OCN + AgCl(s) 9. Ketika Wohler menguapkan pelarut air untuk memperoleh kristal padat amonium sianat, ternyata pemanasan yang terlalu lama menyebabkan amonium sianat berubah menjadi urea. Penemuan Wohler itu menggemparkan dunia ilmu kimia, sebab urea (senyawa organik) dapat dibuat dari amonium sianat (senyawa anorganik), a

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended