Home >Business >Makalah asuhan hiv aids

Makalah asuhan hiv aids

Date post:12-Aug-2015
Category:
View:43 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Transcript:
  1. 1. H I V/ A I D S KELOMPOK : VII ASDAR SAMSIA HAJAR WD. SRI RIZKY IRA HASTATI SRI AYU TRISNAWATI WAODE SUFIANI AKADEMI KEPERAWATAN PEM.KAB MUNA 2014
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Asuhan Keperawatan pada Penderita AIDS dengan sebaik-baiknya. Adapun maksud dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas ilmu keperawatan dasar III serta sebagai syarat menempuh ujian semester. Dalam penyusunan makalah ini,penulis telah mengalami berbagai hal baik suka maupun duka. Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak akan selesai dengan lancar dan tepat waktu tanpa adanya bantuan, dorongan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Sebagai rasa syukur atas terselesainya makalah ini, maka dengan tulus penulis sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan dapat diterapkan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang berhubungan dengan judul makalah ini. Raha, April 2014 Penyusun
  3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN 1. Latar belakang 2. Tujuan penulisan 3. Rumusan masalah BAB II : PEMBAHASAN 1. KONSEP DASAR PENYAKIT a). Defenisi b). Etiologi c). Patofisiologi d). Tanda dan gejala e). Komplikasi f). Pemeriksaan Diagnostik 2. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 1) Pengkajian 2) Riwayat kesehatan 3) Pola aktivitas sehari-hari 4) Pemeriksaan Fisik 5) Analisa data 6) Diagnosa Keperawatan BAB III : PENUTUP a).Kesimpulan b). Saran DAFTAR PUSTAKA
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Virusnya Human Immunodeficiency Virus HIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Penyakit AIDS ini telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Bahkan menurut UNAIDS dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak pertama kali diakui tahun 1981, dan ini membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja, akses perawatan antiretrovirus bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup pada tahun 2005 dan lebih dari setengah juta (570.000) merupakan anak-anak. Secara global, antara 33,4 dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV.Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2 juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981.
  5. 5. Di Indonesia menurut laporan kasus kumulatif HIV/AIDS sampai dengan 31 Desember 2011 yang dikeluarkan oleh Ditjen PP & PL, Kemenkes RI tanggal 29 Februari 2012 menunjukkan jumlah kasus AIDS sudah menembus angka 100.000. Jumlah kasus yang sudah dilaporkan 106.758 yang terdiri atas 76.979 HIV dan 29.879 AIDS dengan 5.430 kamatian. Angka ini tidak mengherankan karena di awal tahun 2000-an kalangan ahli epidemiologi sudah membuat estimasi kasus HIV/AIDS di Indonesia yaitu berkisar antara 80.000 130.000. Dan sekarang Indonesia menjadi negara peringkat ketiga, setelah Cina dan India, yang percepatan kasus HIV/AIDS-nya tertinggi di Asia. 2. Tujuan penulisan 1. Untuk mengetahui definisi AIDS. 2. Untuk mengetahui etiologi/penyebab AIDS 3. Untuk mengetahui cara penularan AIDS 4. Untuk mengetahui manifestasi klinis pada klien AIDS 5. Untuk mengetahui patofisiologi AIDS 6. Untuk mengetahui pathway AIDS 7. Untuk mengetahui komplikasi klien dengan AIDS 8. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostik pada klien AIDS 9. Untuk mengetahui penatalaksanaan medis, keperawatan dan diet pada klien AIDS
  6. 6. BAB II PEMBAHASAN 1. KONSEP DASAR PENYAKIT A. DEFINISI Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Pengertian AIDS menurut beberapa ahli antara lain: 1. AIDS adalah infeksi oportunistik yang menyerang seseorang dimana mengalami penurunan sistem imun yang mendasar ( sel T berjumlah 200 atau kurang )dan memiliki antibodi positif terhadap HIV. (Doenges, 1999). 2. AIDS adalah suatu kumpulan kondisi klinis tertentu yang merupakan hasil akhir dari infeksi oleh HIV. (Sylvia, 2005). B. ETIOLOGI HIV yang dahulu disebut virus limfotrofik sel T manusia tipe III (HTLV-III) atau virus limfadenapati (LAV), adalah suatu retrovirus manusia sitopatik dari famili lentivirus. Retrovirus mengubah asam ribonukleatnya (RNA) menjadi asam deoksiribonukleat (DNA) setelah masuk ke dalam sel pejamu. HIV -1 dan HIV-2 adalah lentivirus sitopatik, dengan HIV-1 menjadi penyebab utama AIDS diseluruh dunia. Genom HIV mengode sembilan protein yang esensial untuk setiap aspek siklus hidup virus. Dari segi struktur genomik, virus-virus memiliki perbedaan yaitu bahwa protein HIV-1, Vpu, yang membantu pelepasan virus, tampaknya diganti oleh protein Vpx pada HIV-2. Vpx meningkatkan infektivitas (daya tular) dan mungkin merupakan duplikasi dari protein lain, Vpr. Vpr diperkirakan meningkatkan transkripsi virus. HIV-2, yang pertama kali diketahui dalam serum dari para perempuan Afrika barat (warga
  7. 7. senegal) pada tahun 1985, menyebabkan penyakit klinis tetapi tampaknya kurang patogenik dibandingkan dengan HIV-1 (Sylvia, 2005) Cara Penularan Cara penularan AIDS ( Arif, 2000 )antara lain sebagai berikut : a. Hubungan seksual, dengan risiko penularan 0,1-1 % tiap hubungan seksual b. Melalui darah, yaitu: Transfusi darah yang mengandung HIV, risiko penularan 90-98% Tertusuk jarum yang mengandung HIV, risiko penularan 0,03% Terpapar mukosa yang mengandung HIV,risiko penularan 0,0051% Transmisi dari ibu ke anak : a. Selama kehamilan b. Saat persalinan, risiko penularan 50% c. Melalui air susu ibu(ASI)14%. C. PATOFISIOLOGI Penyakit AIDS disebabkan oleh Virus HIV. Masa inkubasi AIDS diperkirakan antara 10 minggu sampai 10 tahun. Diperkirakan sekitar 50% orang yang terinfeksi HIV akan menunjukan gejala AIDS dalam 5 tahun pertama, dan mencapai 70% dalam sepuluh tahun akan mendapat AIDS. Berbeda dengan virus lain yang menyerang sel target dalam waktu singkat, virus HIVmenyerang sel target dalam jangka waktu lama. Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang disebut limfosit. Materi genetik virus dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinfeksi. Di dalam sel, virus berkembangbiak dan pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan partikel virus yang baru. Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya. Virus menempel pada limfosit yang memiliki suatu reseptor protein yang disebut CD4, yang terdapat di selaput bagian luar. CD4 adalah sebuah marker atau penanda yang
  8. 8. berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit.Sel-sel yang memiliki reseptor CD4 biasanya disebut sel CD4+ atau limfosit T penolong. Limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan dan mengatur sel-sel lainnya pada sistem kekebalan (misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T sitotoksik), yang kesemuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing. Infeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga terjadi kelemahan sistem tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infeksi dan kanker.
  9. 9. PENYIMPANGAN KDM HIV/AIDS Hubungan seks, transfusidarah, palsenta ibu HIV masuk dalam tubuh Peredaran darah Menginfeksi sel sasaran; selT Perlekatan pada reseptorsel T oleh gp 120 HIV Fusi HIV pd membran sel oleh gp41 Masukpada bagiian tengah sitoplasma limfosit Transkripsi RNA virus menjadi cDNA Terintegrasi ke dlm kromosom pejamu Membentuk 2 untai DNA;provirus Meninggalkan inti sel Sitoplasma Pemotongan protein virus oleh HIV protease menyebar ke seluruh sel tubuh Segmen2 kecil mengelilingi sarkoma kaposi multi organ RNA virus jaringan kulit invasi ke saluran gastrointestinal Membentuk partikel vesikel pd kulit, herpes melekat dan merusak sel-sel virus menular lesi-lesi kutaneus mukosa saluran GI Menyerang sel-sel rentan lain turgor kulit jelek iritasi mukosa di seluruh tubuh GANGGUAN INTEGRITAS merangsang gerakan peristaltik menyerang jaringan limfoid KULIT diare Destruksi sistemimun pengeluaran cairan dan elektrolit AIDS gatal, bersisik KEKURANGAN VOLUME Penurunan sistemimun stimulasi serabut saraf nyeri CAIRAN RESIKO INFEKSI transmisi impuls saraf kandidiasis oral, oral hairy leukoplakia Perubahan status kesehatan Ke medula spinalis ketidaknyamanan intake makanan hospitalisasi menarik diri dari sosial Saraf pusat anorexia takut/khawatir tantang panyakit perasaan malu Respon nyeri nutrisi inadekuat stress psikologi ISOLASI SOSIAL NYERI kelemahan PERUBAHAN NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN TUBUH ANSIETAS INTOLERANSI AKTIVITAS
  10. 10. D. TANDA DAN G

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended