Home >Documents >Madura Masa Lalu Kini Dan Masa Yang Akan Datang

Madura Masa Lalu Kini Dan Masa Yang Akan Datang

Date post:25-Jun-2015
Category:
View:325 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

MADURA MASA LALU KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG Sebuah Tinjauan Perilaku Ekonomi oleh Drs.Ec. H. Eddy Juwono Slamet, M.A.

Makalah ini disampaikan dalam Seminar Nasional Teknik Elektro 1999 , tanggal 27 Maret 1999, di Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabayao o o o o o o o o o o

Pendahuluan Letak dan Keadaan Alam Pulau Madura Kependudukan Ketenaga-kerjaan Etos Kewiraswastaan Perioda Pra Kolonial Ekonomi Pada Masa Pemerintahan Kolonial Perekonomian Sesudah Kemerdekaan Produk Domistik Regional Bruto Perilaku Ekonomi Penutup

PENDAHULUAN

Sudah sejak lama Madura telah menjadi pembicaraan masyarakat, sekalipun pulau yang satu ini tidak besar akan tetapi penduduknya mempunyai kepribadian yang khas dan menarik untuk dibicarakan. Bila bepergian di seantero kepulauan di Indonesia hampir dapat dipasti kan kita akan bertemu dengan orang yang berasal dari Madura. Sosok orang Madura akan segera dikenal oleh siapapun karena mereka memang mempunyai ciri tersendiri, khususnya bila mereka berbicara. Penjual sate, soto, tukang potong rambut tradisional atau pe njual barang bekas di mana-mana umumnya orang Madura. Oleh karenanya soto dan sate yang paling terkenal adalah soto dan sate Madura, saking terkenalnya ada juga

sekalipun memakai label Madura akan tetapi penjualnya bukan orang Madura. Untuk mempertahankan hidupnya atau untuk mencapai tujuan hidupnya orang Madura tidak segan -segan melakukan ke tempat lain. Hal ini tidak saja mereka lakukan pada saat kini di mana transportasi sudah sedemikian majunya karena kemajuan teknologi akan tetapi sejak jaman kerajaan dan penjajahan Belanda mereka telah melakukannya, utamanya sebagai reaksi terhadap perlakukan penguasa pada saat itu. Rasanya tidak terlalu berlebihan mengapa mereka melakukan hal tersebut, karena mereka belajar agama di mana hijrah Muhammad SAW menjadi a cuhannya. Sebagaimana orang agraris pada umumnya masyarakat Madura di perantauan selalu terikat pada tanah leluhurnya sehingga pada waktu -waktu tertentu pulang kembali ke Madura biasanya pada waktu Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi. Pada saa t itulah lalu lintas penyeberangan feri menjadi padat sekali dalam waktu setidak -tidaknya selama seminggu. Tentu saja mereka datang dengan membawa uang dan barang di perantauan untuk dibagikan kepada sanak saudara di kampung halamannya. Uang ini mengalir ke kampung halaman pada waktu mereka pulang ada kalanya mereka yang telah berhasil di perantauan mengirim uang ke tempat asal kepada keluarga yang ditinggalkannya untuk keperluan konsumsi atau dipakai untuk modal kerja. Menabung merupakan salah satu kebias aan orang Madura tidak saja dalam bentuk uang akan tetapi juga dalam bentuk perhiasan emas. Tabungan ini digunakan bukan saja untuk berjaga -jaga akan tetapi pada umumnya mereka gunakan untuk pergi haji ke tanah suci Mekah. Untuk pergi ke tanah suci mereka melakukan upaya sekuat tenaga karena kepergiannya adalah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sebagaimana diwajibkan oleh Agama, dan masyarakat Madura yang lain memberikan penghargaan yang tinggi dengan menempatkan mereka yang pergi haji sebagai orang y ang mempunyai status yang lebih dari masyarakat biasa. Kepergiannya akan dihantarkan dengan sebuah kebesaran dan kedatangan dielu -elukannya, mereka menganggap haji bukan hanya sebagai sebutan, lebih dari itu mereka

dianggap sebagai orang suci. Tentu saja p eristiwa ini menimbulkan kegiatan ekonomi yang besar, kalau kita pandai -pandai memanfaatkannya sebagai peluang. atasLETAK DAN KEADAAN ALAM PULAU MADURA

Secara administratif pulau Madura yang du lunya tergabung dalam sebuah ex karesidenan Madura dengan ibu kota Pamekasan merupakan salah satu bagian dari Propinsi Jawa Timur.

Ex Karesidenan Madura ini secara administratif dibagi selain 4 kabupaten yaitu Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep selain 4 kabupaten tersebut pulau Madura juga mempunyai kawasan kepulauan sebanyak 77 pulau semuanya terletak di Kabupaten Su menenp dan hanya satu di Kabupaten sampang.

Wilayah administrasi pulau Madura terdiri dari:Tabel 1 WILAYAH ADMINISTRASI

No Keterangan 1 Pembantu Bupati 2 Kecamatan 3 Kelurahan 4 Desa

Bangkalan Sampang Pamekasan Sumenep Jumlah 5 18 11 273 4 12 6 180 4 13 5 178 7 25 4 328 20 68 26 959

Sumber: Jawa Timur Membangun, 1993 Pulau Madura terletak di timur laut Jawa kurang lebih 7 sebelah selatan dari khatulistiwa diantara 112 dan 114 bujur timur. Luas Pulau Madura 4.887 Km2,. Panjangnya kurang lebih 190 Km dan jarak yang terlebar 40 Km. Pantai utara merupakan suatu garis panja ng yang hampir lurus. Pantai selatannya di bagian timur mempunyai dua teluk yang besar terlindung oleh pulau-pulau, gundukan pasir dan batu -batu karang. Batas-batas administrasi Pulau Madura adalah: l. Batas sebelah utara: Laut Jawa m. Batas sebelah selatan: Selat Madura n. Batas sebelah timur: Laut Jawa o. Batas sebelah barat: Selat Madura

Kondisi geografis pulau Madura dengan topografi yang relatif datar di bagian selatan dan semakin kearah utara tidak terjadi perbedaan elevansi ketingg ian yang begitu mencolok. Selain itu juga merupakan dataran tinggi tanpa gunung berapi dan tanah pertanian lahan kering. Iklim di daerah ini adalah tropis dengan suhu rata-rata 26,90C. Musim kemarau kering rata -rata 2-4 bulan atau pada musim kemarau panjan g 4-5 bulan. Curah hujan rata -rata antara 1500 - 200 mm dengan jumlah hari hujan sekitar 88 hari pertahun. Suhu udara maksimum rata-rata 30,50C. Kelembaban rata -rata 79 %. Komposisi tanah dan curah hujan yang tidak sama dilereng -lereng yang tinggi letaknya justru terlalu banyak sedangkan di lereng -lereng yang rendah malah kekurangan dengan demikian mengakibatkan Madura kurang memiliki tanah yang subur. Secara geologis Madura merupakan kelanjutan bagian utara Jawa, kelanjutan dari pengunungan kapur yang te rletak di sebelah utara dan di sebelah selatan lembah solo. Bukit-bukit kapur di Madura merupakan bukit -bukit yang lebih rendah, lebih kasar dan lebih bulat daripada bukit -bukit di Jawa dan letaknyapun lebih bergabung. Penggunaan tanah di Madura terdiri da ri:

1. Baku sawah resmi (PU): - Sawah tehnis - Sawah non tehnis - Sawah sederhana 2. Baku sawah tidak resmi (non PU): - Sawah tehnis - Sawah non tehnis - Sawah sederhana 3. Sawah tadah hujan 4. Tegal 5. Permukiman 6. Perkebunan 7. Kawasan hutan 8. Kolam ikan 9. Lain-lain atasKEPENDUDUKAN

: 133.53 km2 : 38,49 km2 : 17,74 km2

: 67,69 km2 : 8,76 km2 : 6,68 km2 : 603,70 km2 : 2,463,20 km2 : 460,11 km2 : 354,49 km2 : 504,15 km2 : 129,61 km2 : 100,61 km2

Jumlah penduduk berdasarkan hasil sensus penduduk 1990 di Madura adalah 3.005,924 jiwa. Masing -masing kabupaten seperti yang tercantum dalam tabel 2 berjumlah 628,308 untuk Pamekasan dan yang terbanyak kabupaten Sumenep 933.741. Jumlah ini adalah mereka ya ng berdomisili di Pulau Madura sendiri, sedangkan mereka yang tinggal di luar pulau suku Madura diperkirakan jumlahnya dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang berdomisili di Pulau Madura. Tingkat pertumbuhan penduduk di Madura termasuk rendah terutama untuk daerah Sumenep dan Bangkalan, selama periode 1980-1990, masing-masing 0,87 dan 0,89% per tahun. Sedangkan Sampang dan Pamekasan angka pertumbuhan penduduknya selama periode yang sama masih lebih tinggi dari angka pertumbuhan Jawa Timur di mana pada periode 1980-1990 masing-masing 1,52 dan 1,54% per tahun, sedangkan untuk Jawa Timur secara keseluruhan hanya 0,98%. Angka

pertumbuhan penduduk yang lebih rendah dari angka pertumbuhan Jawa Timur adalah Bangkalan dan Sumenep, hal ini diduga karena dari k edua daerah ini kemungkinan untuk bermigrasi ke Jawa lebih muda, Bangkalan secara geografis adalah daerah yang paling dekat dengan Surabaya, sedangkan Sumenep tersedia transportasi ke Panarukan, dengan demikian angka migrasi dari dua derah ini cukup besar. Pamekasan dan Sampang adalah dua kabupaten yang keikut sertaannya dalam keluarga berencana masih kurangTabel 2 JUMLAH DAN TINGKAT PERTUMBUHAN PENDUDUK KABUPATEN SE MADURA 1961 - 1990

Daerah No. Tinggkat II 1. 2. 3. 4. Bangkalan Sampang Pamekasan Sumenep Jumlah 1961 574.346 484.886 396.413 694.547

Jumlah Penduduk

Tingkat Pertumbuhan / Tahun (%) 1990 750.740 703.135 628.308 933.741 1961- 19711971 1980 0,96 1,01 1,42 0,95 0,95 1,34 1,86 1,27 19801990 0,87 1,52 1,54 0,89

1971 631.455 535.615 455.362 762.212

1980 688.362 604.541 539.055 854.925

2.150.192 2.384.644 2.486.883 3.000.924

Sumber: Kantor Statistik 1981-1991 atasKETENAGA-KERJAAN

Penduduk pulau Madura paling banyak bekerja di sektor pertanian (63,60%) selanjutnya di sektor perdagangan (11,10%) dan industri (9,40%) dan jasa kemasyarakatan (7,60%). Rendahnya partisipasi angkatan kerja di sektor industri disebabkan oleh karena memang terbatasnya industri yang ada di

Madura. Sedangkan pertanian yang ada sebagian besar adalah pertanian lahan kering. Oleh karenanya sangat bergantung kepada musim. Namun demikian karena tidak ada alternatif lain tentu saja mereka yang ingin bekerja terpaksa memilih sektor pertanian. Pendidikan mereka umumnya rendah oleh karenanya mereka mencoba mengadu nasib di bidang informal khususnya perdagangan dan jasa. Mereka yang tidak tertampung di Madura sendiri pergi migrasi ke luar pulau. Itulah sebabnya tingkat m obilitas orang-orang Madura cukup tinggi. Rendahnya sektor bangunan dan konstruksi menunjukkan bahwa pembangunan secara fisik di daerah Madura masih sangat terbatas, demikian pula dengan sektor pengangkutan dan perhubungan, hanya sekitar 2,60% saja mereka yang bekerja di sektor ini.Tabel 3

PENDUDUK MADURA 1992 BERDASARKAN LAPANGAN PEKERJAAN No. Lapangan Pekerjaan 1. Pertanian 2. Industri 3. Bangunan 4. Perdagangan 5. Pengangkutan & Perhubungan Presentase 63,60 9,40 3,50 11,10 2,60 7,60 2,60 Jumlah 100,00

6. Jasa Kemasyarakatan 7. Lain-lain

Sumber:

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended