Home >Health & Medicine >M E N G U B A H C A R A P A N D A N G M A S Y A R A K A T

M E N G U B A H C A R A P A N D A N G M A S Y A R A K A T

Date post:29-Nov-2014
Category:
View:2,768 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. MENGUBAH CARA PANDANG MASYARAKAT tentang KES. REPRODUKSI dengan PROMOSI KESEHATAN Oleh: Bebaskita br Ginting, S.Si.T, MPH
  • 2. WHO (2007): Kes. Reproduksi Proses, fungsi dan sistem reproduksi pada seluruh tahap kehidupan unsur penting dalam kesehatan umum baik laki-laki m/p perempuan. Kesehatan reproduksi kurang dipahami oleh masyarakat, melahirkan masalah baru diakibatkan perilaku tidak aman: unwanted pregnancy, PMS, HIV/AIDS, uncommunicable diseases, dll.
  • 3. Mengatasi pola perilaku tidak aman kegiatan promosi kesehatan menjadi hal essensial. Menurut WHO, Promosi kesehatan: proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatan mereka. Termasuk didalamnya upaya memperbaiki, memajukan, mendorong dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada kebutuhan perorangan ataupun masyarakat pada umumnya.
  • 4. Tujuan khusus promosi kesehatan (Ottawa Charter):
    • Membangun kebijakan masyarakat sehat
    • Membangun keterampilan personal
    • Memperkuat partisipasi komunitas
    • Menciptakan lingkungan yang mendukung
    • Reorientasi pelayanan kesehatan.
    promosi kes dapat berfokus pd individu, pok atau seluruh populasi dan menekankan pada komponen pendidikan, motivasional meliputi perubahan individu, kelompok serta tehnik mempengaruhi masyarakat.
  • 5. Intervensi prom.kes akan efektif bila dilakukan kombinasi strategi. fokus Strategi Dampak Keluaran
    • Individu
    • Kelompok
    • populasi
    • Pendidikan
    • Motivasi
    • Organisasi
    • Ekonomi
    • Peraturan
    • Teknologi
    Adaptasi perilaku Adaptasi lingkungan Kualitas hidup Kesehatan lebih baik
  • 6. Merubah perilaku kesehatan:
    • Membantu orang-orang membuat pilihan sehat adalah tantangan buat semua na-kes
    • Individu memiliki kekebasan memilih dan beberapa orang mungkin memilih untuk terus menerus dengan perilaku tidak sehat (misalnya: merokok) karena meyakini bahwa merokok dapat menurunkan BB.
    • Perubahan perilaku kesehatan merupakan proses kompleks yang melibatkan masalah psikologi, sosial dan lingkungan.
    • Merubah perilaku terbukti efektif untuk mengubah banyak faktor masalah kesehatan seperti penyalahgunaan obat dan pengendalian BB.
  • 7. Tahap perubahan perilaku
    • Fase pre kontemplasi. Pada fase ini klien tidak memiliki kesadaran untuk berubah. Prom.kes pada fase ini difokuskan pada peningkatan kesadaran terhadap perilaku tidak sehat
    • Fase kontemplasi. Fase mulai terjadi perubahan perilaku. Klien sudah memiliki motivasi untuk berubah. Mendorong klien kearah perubahan merupakan tindakan yang sesuai pemberdayaan
    Prochaska dan DiClimente (1984) mendeskripsikan beberapa fase perubahan perilaku. Pemahaman terhadap fase ini membantu petugas kes menuntun perubahan perilaku klien dari satu fase ke fase berikut.
  • 8. Tahap perubahan perilaku (lanjutan)
    • Fase Komitmen. Klien memiliki niat serius untuk berubah. Pada fase ini petugas membantu menterjemahkan niat menjadi rencana tindakan, strategi mengatasi masalah dan mengidentifikasi sumber-sumber yang mendukung. Buat jadwal perubahan perilaku dan review kemajuan secara periodik.
    • Fase Tindakan. Klien mengubah perilakunya. Dukungan selama fase ini dapat berupa konsultasi teratur, kelompok pendukung melalui teman, keluarga, telpon.
    • Fase Maintenens. Klien berusaha menjaga perilaku barunya. Strategi koping yg telah diidentifikasi sebelumnya sangat diperlukan. Dukungan yg berkelnajutan hal yg vital karena sebagian besar klien gagal pada awal fase ini.
  • 9. Tahap perubahan perilaku (lanjutan)
    • Fase Relaps. Klien kembali ke perilaku lamanya. Petugas kesehatan harus mengidentifikasi alasan terjadinya relaps dan mengarahkan lagi ke fase kontemplasi. Rata-rata perokok memerlukan 3 kali siklus sebelum berhasil berubah perilakunya.
    • Fase Keluar. Fase dimana perubahan perilaku kesehatan telah terjadi dan dapat dijaga keterlanjutannya.
  • 10. RUANG LINGKUP MASALAH KES.REP DITINJAU dari ASPEK PROM.KES
    • MASA PRAKONSEPSI DAN KEHAMILAN DINI
    • Tujuan: memberikan bayi kondisi terbaik dengan meminimalkan risiko yg berhub dgn gaya hidup, keturunan, riwayat medis dan usia ibu serta mempromosikan kesehatan ibu
  • 11. Riwayat Medis
    • Review riwayat medis termasuk penyakit yg pernah diderita, pengobatan dan operasi yg pernah dilakukan sebelumnya. Riwayat obs-gyn sebelum kehamilan ini:persalinan, abortus, lahir mati, kematian IU, STI, hepatitis dan status HIV bila diketahui, pap smear, status rubella, dll.
    • Kaji riwayat kel.kedua pasangan. Wanita yg mengalami keguguran berulang & pasangan dgn peny.keturunan tawarkan utk konseling genetik.
  • 12.
    • Nasehat tentang nutrisi.
    • Wanita dengan risiko tinggi mengalami outcome kehamilan yang buruk harus menjadi target konseling nutrisi:
      • Memiliki riwayat obs buruk, mis: LBW
      • Merokok, minuman keras dan penyalahgunaan obat
      • Remaja
      • Kondisi medis yg dialami: diabetes, HT
      • Sosek rendah dan perumahan yg buruk
      • Jarak kehamilan dekat dan banyak anak
      • Very under- or overweight
      • Diet tidak adekuat
      • Kelainan makan: bulimia atau anoreksia.
  • 13. WANITA DAN NUTRISI
    • Secara umum diterima bahwa nutrisi memainkan peran penting akan timbulnya kesakitan dan kematian wanita: PJK, stroke, osteoporosis, diabetes dan beberapa kanker. Faktor risiko peny diatas dapat dikurangi dengan menerapkan cara makan yg sehat.
    • Diet yang sehat berkaitan dengan saat datangnya menarche dan perkembangan tulang. Demikian juga dalam penelitian didapatkan hub antara nutrisi dengan kelainan menstruasi seperti amenorrhoe dan PMS.
  • 14. KESEHATAN DAN AKTIFITAS FISIK
    • Hanya 7 dari 10 wanita berusia 16-74 tahun cukup berolahraga. Hanya1/3 wanita muda (16-24 thn) berolah raga cukup dan semakin tua semakin kurang aktif dibanding pria.
    • Aktfitas fisik dapat memberikan keuntungan:
      • Mengurangi risiko peny jantung dan stroke
      • Mempromosikan kesehatan mental
      • Mengurangi kecemasan dan depresi
      • Membantu memperindah citra diri dan kebugaran
      • Mendorong wanita merasa senang dan bahagia
      • Mengurangi isolasi sosial dan meningkatkan kebersamaan.
  • 15. WANITA DAN OBAT-OBATAN
    • Umumnya wanita pemakai obat memiliki citra diri yang buruk dan penghargaan diri rendah.
    • Peminum obat-obatan seperti ectasy, amphetamin, opiat dan steroid anabolik akan menimbulkan berhentinya siklus menstruasi. Kadang siklus menstruasi menjadi tidak teratur, lebih sedikit/banyak, dan sering juga terjadi perdarahan antar menstruasi
    • Ectasy dan amphetamin w/p dikenal sebagai love drug tetapi justru menghambat orgasme.
  • 16.
    • Banyak pecandu obat melahirkan bayi sehat, tetapi pecandu obat (termasuk alkohol dan rokok) selama kehamilan berhub dgn keguguran, kelahiran prematur, LBW, kelainan fetus dan lahir mati.
  • 17. WANITA DAN ROKOK
    • Literatur menunjukkan rokok mempengaruhi kes perempuan: m
Embed Size (px)
Recommended