Home >Documents >LOYALITAS KARYAWAN DITINJAU DARI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA ...etd. karyawan karena tidak memiliki...

LOYALITAS KARYAWAN DITINJAU DARI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA ...etd. karyawan karena tidak memiliki...

Date post:01-Aug-2019
Category:
View:214 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1

    Abstrak

    Faivina Rahmawati Fajrin

    Bagus Riyono

    Sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam pencapaian

    tujuan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan kualitas

    kehidupan kerja serta kepuasan kerja para karyawannya. Karyawan yang merasa

    puas dengan perusahaan akan memberikan loyalitas dan kontribusi yang besar

    agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji

    peranan kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja karyawan terhadap loyalitas

    karyawan, sehingga para karyawan mampu bertahan di perusahaan dalam kurun

    waktu yang cukup lama. Penelitian ini mengambil sampel 121 karyawan (N =

    121) di PT. MAK dengan masa kerja minimal 3 tahun. Metode pengumpulan data

    dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu penyebaran kuesioner

    yang berisi tentang kualitas kehidupan kerja, kepuasan kerja, serta loyalitas

    karyawan dengan lima pilihan jawaban skala likert melalui metode analisis

    regresi dua prediktor. Temuan dari penelitian ini mendukung hipotesis bahwa

    secara bersama-sama kualitas kehidupan kerja dan kepuasan kerja dapat

    memprediksi loyalitas karyawan (R=0.372;F=9.404;p

  • 2

    melampaui target kerja, karena kerjasama yang solid dari semua sumber

    daya manusianya.

    Sumber daya manusia mempunyai peran yang sangat penting untuk

    mencapai tujuan perusahaan, di samping sumber-sumber daya lain yang

    dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya manusia salah satu faktor dari

    ketiga faktor utama yang dipelajari di studi perilaku keorganisasian,

    disamping kelompok dan struktur. Ketiga hal tersebut dipelajari

    pengaruhnya pada organisasi dengan tujuan untuk menerapkan ilmu

    pengetahuan guna meningkatkan efektivitas suatu organisasi. Indikasi

    bahwa karyawan akan menetap atau meninggalkan perusahaan bisa

    diketahui dari tingkat loyalitas karyawan, yang secara garis besar

    berlawanan dengan tingkat turnover karyawan. Sebuah perusahaan dengan

    tingkat turnover yang tinggi memiliki tantangan khusus bagi

    pengembangan sumber daya manusia, karena kejadian-kejadian tersebut

    tidak dapat diperkirakan (Soegandhi, Sutanto & Setiawan, 2013).

    Kurniawan (2012) dalam artikelnya membahas bahwa loyalitas dan

    kesungguhan dalam bekerja yang dimiliki oleh karyawan di Indonesia ini

    sangat rendah. Hal tersebut terungkap dari survei yang dilakukan Towers

    Watson. perusahaan konsultan di bidang tenaga kerja merilis survei

    terbarunya mengenai Global Workforce Study 2012 yang mengikutkan 29

    negara termasuk Indonesia dengan total responden sebanyak 32.000

    karyawan. Khusus untuk Indonesia, hasilnya sekitar dua pertiga karyawan

    di Indonesia tidak memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaannya.

    LOYALITAS KARYAWAN DITINJAU DARI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN KEPUASAN KERJAKARYAWANFAIVINA RAHMAWATI FAJRINUniversitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

  • 3

    Bahkan, survei itu juga menyebutkan bahwa sekitar 27% dari karyawan

    saat ini telah merencanakan untuk pindah dalam dua tahun kedepan. Tak

    hanya itu, 42% dari total responden di Indonesia yang sebanyak 1.005

    karyawan, menyatakan bahwa mereka harus meninggalkan perusahaannya

    sekarang untuk meningkatkan karirnya di masa depan. Faktanya karyawan

    yang memiliki loyalitas terhadap perusahaannya dimana dia bekerja saat

    ini, jumlahnya hanya sekitar 36%.

    Hal yang sangat penting dan fundamental di dalam sebuah

    organisasi adalah loyalitas karyawan dalam perusahaan. Tanpa adanya

    loyalitas maka sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik bahkan

    terkadang tidak akan mampu bertahan apabila di dalamnya tidak

    diterapkan sikap loyal dan kebersamaan dengan baik. Loyalitas dapat

    dikatakan sebagai kesetiaan terhadap organisasinya. Apabila para anggota

    organisasi memiliki kesetiaan/loyalitas terhadap organisasinya, maka ia

    akan merasa memiliki kesadaran akan kewajiban untuk menggunakan

    semua fasilitas, kemampuan serta sumber daya yang dimilikinya demi

    kemajuan organisasinya. Selain itu bagi karyawan mereka menginginkan

    perusahaan tempatnya bekerja bukan hanya memberikan gaji dan bonus

    setiap bulan, tetapi juga menjadi tempat yang menarik bagi pengembangan

    karir, mempunyai kerjasama yang solid dalam bekerja, komunikasi yang

    efektif. Mereka yang bekerja selalu menginginkan bekerja ditempat yang

    terbaik, oleh karena itu para karyawan bekerja dengan loyalitas tinggi dan

    menunjukkan keahlian mereka di tempat kerja.

    LOYALITAS KARYAWAN DITINJAU DARI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN KEPUASAN KERJAKARYAWANFAIVINA RAHMAWATI FAJRINUniversitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

  • 4

    Steers dan Porter (1983) membagi loyalitas ke dalam dua hal.

    Pertama, loyalitas kepada perusahaan sebagai sikap, yaitu sejauh mana

    seseorang karyawan mengidentifikasikan tempat kerjanya yang

    ditunjukkan dengan bekerja dan berusaha sebaik-baiknya. Kedua, loyalitas

    terhadap perusahaan sebagai perilaku, yaitu proses dimana seseorang

    karyawan mengambil keputusan untuk bertahan di perusahaan. Lain

    halnya dengan pendapat Herscovitch dan Meyer (dalam Coetzee, 2005)

    bahwa loyalitas merupakan tingkatan dimana karyawan

    mengidentifikasikan diri dengan tujuan dan nilai organisasi dan keinginan

    berusaha dengan keras untuk membantu keberhasilan organisasi. Allen

    dan Mayer (1997) juga berpendapat bahwa loyalitas karyawan bagi

    organisasi dilihat sebagai suatu sikap atau perilaku karyawan terhadap

    organisasi, dimana sikap yang dimaksud merupakan tindakan mendasar

    karyawan kepada organisasi.

    Sikap loyal tercermin dari terciptanya suasana yang menyenangkan

    dan mendukung ditempat kerja, menjaga citra organisasi dan adanya

    kesediaan untuk bekerja dalam jangka waktu yang lebih panjang. Loyalitas

    karyawan telah tercipta apabila pegawai merasa tercukupi dalam

    memenuhi kebutuhan hidup dari pekerjaannya, sehingga karyawan betah

    bekerja dalam suatu organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi

    loyalitas karyawan adalah adanya fasilitas-fasilitas kerja, tunjangan

    kesejahteraan, suasana kerja serta kontribusi yang diterima dari instansi

    (Rahma & Ranu, 2013).

    LOYALITAS KARYAWAN DITINJAU DARI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN KEPUASAN KERJAKARYAWANFAIVINA RAHMAWATI FAJRINUniversitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

  • 5

    Menurut Coughlan (2005) loyalitas adalah tindak etis seorang

    karyawan dalam melakukan pekerjaan dan dalam membina hubungan

    dengan rekan kerja. Sejalan dengan Coughlan, Antoncic & Antoncic

    (2011) menyatakan loyalitas terjadi ketika karyawan memiliki kesadaran

    dan tanpa paksaan untuk berkomitmen menjalankan tanggung jawab dan

    berupaya memberikan kinerja mereka yang terbaik bagi perusahaan untuk

    mendapatkan loyalitas dari karyawannya maka perusahaan harus

    senantiasa menjaga keharmonisan.

    Banyak faktor yang menjadikan seorang karyawan menjadi loyal,

    diantaranya kepuasan kerja, kompensasi atau insentif, komunikasi yang

    efektif, motivasi yang diberikan oleh perusahaan, tempat kerja yang

    nyaman, pengembangan karir, pengadaan pelatihan dan pendidikan

    karyawan, partisipasi kerja, pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja,

    serta hubungan dengan karyawan lain. Esensinya adalah ketika karyawan

    memiliki tingkat loyalitas yang tinggi di perusahaan menandakan bahwa

    karyawan tersebut mendapatkan kepuasan dari situasi kerja yang baik,

    karyawan menyenangi pekerjaannya, menikmati situasi kerja, serta

    memiliki persepsi positif terhadap pekerjaannya (Sari & Widyastuti,

    2012).

    Menurut Nugraha (2013) adanya kepuasan karyawan dalam

    bekerja, memiliki prestasi kerja yang baik dapat memberikan pengaruh

    yang positif pada karyawan berupa keinginan untuk tetap bekerja pada

    organisasi. Semua organisasi biasanya menuntut kepada karyawannya

    LOYALITAS KARYAWAN DITINJAU DARI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN KEPUASAN KERJAKARYAWANFAIVINA RAHMAWATI FAJRINUniversitas Gadjah Mada, 2014 | Diunduh dari http://etd.repository.ugm.ac.id/

  • 6

    untuk mempunyai loyalitas yang tinggi tetapi jarang memperhatikan

    keinginan karyawannya. Pada masa sekarang ini, loyalitas karyawan tidak

    hanya terbentuk dari pemberian gaji saja tetapi mereka juga menuntut

    adanya apresiasi yang lebih sebagai penghargaan atas pekerjaannya serta

    lingkungan kerja yang mendukung mereka dalam menyelesaikan

    pekerjaannya. Selain itu menurut Reichheld, semakin tinggi loyalitas para

    karyawan di suatu organisasi, maka semakin mudah bagi organisasi itu

    untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan

    sebelumnya oleh pemilik organisasi (Utomo, 2002; dalam Stevanus,

    Saputra & Sutanto, 2010).

    Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosanas dan

    Velila (2003) bahwa seorang karyawan itu akan loyal pada perusahaan

    ketika perusahaan memberikan loyalitas yang baik pada karyawannya,

    loyalnya perusahaan kepada karyawan bisa dengan memberikan upah yang

    sesuai atau dengan memberikan kenaikan gaji kepada karyawannya agar

    mereka tetap bertahan di perusahaan. Sedangkan hasil dari penelitian yang

    dilakukan oleh Elegido (2012) menyatakan bahwa menjadikan karyawan

    untuk loyal pada perusahaan merupakan s

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended