Home >Documents >logging migas

logging migas

Date post:27-Jan-2016
Category:
View:52 times
Download:17 times
Share this document with a friend
Description:
resistivity log
Transcript:

RESISTIVITY LOG INDUCTION

Dibuat untuk Memenuhi Tugas Mata KuliahPraktikum Analisa Logging pada Semester III

KELOMPOK II

KETUA : FERDIANSYAH(1303031)ANGGOTA: ANDINI WIDIASTI(1303004)ABDUL ROHMAN(1303007)OGI SYAPUTRA(1303009)ANGGA MAHENDRA(1303032)

PRAKTIKUM ANALISA LOGGINGPROGRAM STUDI TEKNIK EKSPLORASI PRODUKSI MIGASPOLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG2014KATA PENGANTARPuji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karna berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Analisis Logging ini. Tidak lupa juga shalwat beriring salam kita ucapkan kepada Nabi besar Muhammad SAW serta para pengikutnya hingga akhir zaman.Logging merupakan metode yang sangat penting dalam tahap eksplorasi minyak dan gas bumi. Karna pada metode ini kita dapat menentukan posisi dan besar perlapisan yang mengandung minyak dan gas bumi sehingga pada akhirnya kita dapat menentukan volume dari hidrokarbon yang akan diproduksikan. Sehingga bagi kami Prodi Teknik Eksplorasi Produksi Migas sangat penting untuk dapat memahami bagai mana proses ini berlangsung.Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh pihak yang telah meluangkan waktunya dalam membantu kami demi terselesaikannya tugas makalah Analisis Logging ini. Kami semua menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangan. Demi tercapainya kesempurnaan di kemudian hari. kami mohon atas kritik dan sarannya agar tercapainya kesempurnaan dimasa yang akan datang.Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat membantu kami agar lebih paham dan juga bermanfaat untuk mahasiswa Politeknik Akamigas Palembang.

Palembang, 20 September 2014

Kelompok 8 DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL iKATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iiiBAB I PENDAHULUAN 11.1 Latar Belakang 11.2 Tujuan 21.3 Manfaat 21.4 Rumusan Masalah21.5 Metode Penulisan 2BAB II DASAR TEORI 2.1 Dasar dari Analisa Well Logging 32.2 Jenis-Jenis 42.3 Log Listrik 8BAB III PEMBAHASAN 3.1 Log Listrik Induksi ( Induction Metho ) 133.2 Prinsip Kerja alat Inductio Log 153.3 Calibration 193.4 Limitation/Operation/presentation19BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan 154.2 Saran 15DAFTAR PUSTAKA

BAB IIDASAR TEORI

2.1 Dasar dari Analisa Well LoggingMetode logging pada dasarnya suatu operasi yang dilakukan untuk mendapatkan sifat-sifat fisik batuan reservoir sebagai fungsi kedalaman lubang bor yang dinyatakan dalam bentuk grafik. Operasi ini menggunakan suatu instrument khusus (sonde) yang diturunkan ke dalam lubang bor menggunakan kabel (wireline) pada saat lubang bor terisi fluida pemboran.Tujuan utama kegiatan well logging antara lain :1. Menentukan formasi yang mengandung hidrokarbon (reservoir).2. Menentukan ketebalan lapisan produktif. 3. Menentukan jenis lithologi formasi (sandstone, limestone, shale).4. Menentukan geometri dan kontinuitas reservoir (A) melalui korelasi batuan antar sumur.5. Menentukan jumlah minyak mula-mula ditempat (OOIP) dan produktivitas sumur. 6. Menentukan sifat fisik batuan reservoir ( dan Sw).Oleh karena itu, log dari sumur pemboran mempunyai peranan yang sangat penting untuk pencarian hidrokarbon dan sekaligus untuk mengetahui sejauh mana penyebarannya dengan melakukan suatu interpretasi dari analisa log baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Dengan demikian nantinya diharapkan kesimpulan hasil interpretasi tidak akan menyimpang jauh dari kondisi yang sebenarnya.Logging merupakan metode pengukuran besaran-besaran fisik batuan reservoir terhadap kedalaman lubang bor. Sesuai dengan tujuan logging yaitu menentukan besaran-besaran fisik batuan reservoir (porositas, saturasi air formasi, ketebalan formasi produktif, lithologi batuan) maka dasar dari logging itu sendiri adalah sifat-sifat fisik atau petrofisik dari batuan reservoir itu sendiri, yaitu sifat listrik, sifat radioaktif, dan sifat rambat suara (gelombang) elastis dari batuan reservoir.2.2 Jenis-Jenis Logging

2.2.1 Log while drilling Loggingwhile drilling (LWD) merupakan suatu metode pengambilan data log dimanaloggingdilakukan bersamaan dengan pemboran. Hal ini dikarenakan alatlogging tersebut ditempatkan di dalamdrill collar. Pada LWD, pengukuran dilakukan secarareal timeoleh measurement while drilling. Bagian LWD yang paling penting yaitu Sensorloggingbawah lubang bor.sebuah sistem transmisi data, dan sebuah penghubung permukaan. Sensorlogging ditempatkan di belakangdrill bit, tepatnya pada drill collars(lengan yang berfungsi memperkuat drill string) dan aktif selama pemboran dilakukan (Bateman,1985). Sinyal kemudian dikirim ke permukaan dalam format digital melaluipulse telemetrymelewati lumpur pemboran dan kemudian ditangkap olehreceiveryang ada di permukaan (Harsono,1997). Sinyal tersebut lalu dikonversi dan log tetap bergerak dengan pelan selama proses pemboran.Loggingberlangsung sangat lama sesudah pemboran dari beberapa menit hingga beberapa jam tergantung pada kecepatan pemboran dan jarak antara bit dengan sensor di bawah lubang bor.Layanan yang saat ini disediakan oleh perusahaan penyedia jasa LWD meliputi gamma ray, resistivity, densitas, neutron, survei lanjutan (misalnya sonik). Tipe log tersebut sama (tapi tidak identik) dengan log sejenis yang digunakan pada wirelinelogging. Secara umum, log LWD dapat digunakan sama baiknya dengan logwireline loggingdan dapat diinterpretasikan dengan cara yang sama pula. Meskipun demikian, karakteristik pembacaan dan kualitas data kedua log tersebut sedikit berbeda.Log LWD mempunyai sejumlah keunggulan dibandingkan dengan wireline loggingyaitu Data yang didapat berupareal-time informasi-Informasi tersebut dibutuhkan untuk membuat keputusan penting selama pemboran dilakukan seperti menentukan arah dari mata bor atau mengaturcasing.Informasi yang didapat tersimpan lebih aman. Hal ini karena informasi tersebut disimpan di dalam sebuah memori khusus yang tetap dapat tetap diakses walaupun terjadi gangguan pada sumur.Dapat digunakan untuk melintas lintasan yang sulit. LWD tidak menggunakan kabel sehingga dapat digunakan untuk menempuh lintasan yang sulit dijangkau olehwireline loggingseperti pada sumur horizontal atau sumur bercabang banyak (high deviated well).

2.2.2 Mud logMudloggingmerupakan analisa cutting bor yang keluar bersamaan dengan lumpur pemboran dan data pengukuran parameter pemboran. proses mensirkulasikan dan memantau perpindahanmuddancuttingpada sumur selama pemboran. terdapat dua tugas utama dari seorangmud loggeryaitu Memantau parameter pengeboran dan memantau sirkulasi gas/cairan/padatan dari sumur agar pengeboran dapat berjalan dengan aman dan lancar. Menyediakan informasi sebagai bahan evaluasi bagipetroleum engineering department.Mud-logging unitakan menghasilkanmud logyang akan dikirim ke kantor pusat perusahaan minyak. Mud logtersebut meliputi Pembacaan gas yang diperoleh dari detektor gas atau kromatograf. Pengecekan terhadap ketidak hadiran gas beracun (H2S, SO2). Laporan analisiscuttingyang telah dideskripsi secara lengkap. Rate of Penetration (ROP)Indikasi keberadaan hidrokarbon yang terdapat di dalam sampel.Mud logmerupakan alat yang berharga untuk petrofisis dan geologi di dalam mengambil keputusan dan melakukan evaluasi. menyatakan bahwamud logdigunakan untuk hal hal berikut ini Identifikasi tipe formasi dan litologi yang dibor. Identifikasi zona yangporousdan permeable. Picking of coring, casing, atau batas kedalaman pengeboran akhir. Memastikan keberadaan hidrokarbon sampai pada tahap membedakan jenis hidrokarbon tersebut apakah minyak atau gasDeskripsiCutting.Pekerjaan lain dari seorangmud loggeradalah melakukan deskripsicutting.Cuttingmerupakan material hasil hancuran batuan oleh mata bor yang dibawa oleh lumpur pemboran ke permukaan. Sebagian sampel dimasukkan ke dalam plastikpolyethenesebagai sampel basah sementara sebagian sampel lain yang telah dicuci dan dikeringkan dikenal sebagai sampel kering. Sampel yang telah dibersihkan diamati di bawah mikroskop yang ada dimud-logging unit. Hasil deskripsi kemudian diserahkan ke kantor pusat pengolahan data.Agar informasi tersebut berguna maka ada standar deskripsi baku yang harus dilakukan.

2.2.3 Wireline logWireline log merupakan log yang dilakukan sesudah proses pengeboran ( open hole. Prinsip dasar wireline log adalah mengukur parameter sifat-sifat fisik dari suatu formasi pada setiap kedalaman secara kontinyu dari sumur pemboran. Adapun sifat-sifat fisik yang diukur adalah potensial listrik batuan/kelistrikan, tahanan jenis batuan, radioaktivitas, kecepatan rambat gelombang elastis, kerapatan formasi (densitas), dan kemiringan lapisan batuan, serta kekompakan formasi yang kesemuanya tercermin dari lubang bor. Well Logging dapat dilakukan dengan dua cara dan bertahap yaitu: 1. Openhole Logging Openhole logging ini merupakan kegiatan logging yang dilakukan pada sumur/lubang bor yang belum dilakukan pemasangan casing. Pada umumnya pada tahap ini semua jenis log dapat dilakukan. 2. Casedhole Logging Casedhole logging merupakan kegiatan logging yang dilakukan pada sumur/ lubang bor yang sudah dilakukan pemasangan casing. Pada tahapan ini hanya log tertentu yang dapat dilakukan antara lain adalah log Gamma ray, Caliper, NMR, dan CBL. Secara kualitatif dengan data sifat-sifat fisik tersebut kita dapat menentukan jenis litologi dan jenis fluida pada formasi yang tertembus sumur. Sedangkan secara kuantitatif dapat memberikan data-data untuk menentukan ketebalan, porositas, permeabilitas, kejenuhan fluida, dan densitas hidrokarbon.

Gambar 1. Skematik diagram dari pengaturan wireline logging

Applikasi Cased Hole Logging :1. Evaluasi semen2. Perforasi 3. Monitoring reservoar 4. Production Logging5. Evaluasi korosi

2.1. Log ListrikLog listrik merupakan suatu plot antara sifat-sifat listrik lapisan yang ditembus lubang bor dengan kedalaman. Sifat-sifat ini diukur dengan berbagai va

Embed Size (px)
Recommended