Home > Documents > Log Pearson III

Log Pearson III

Date post: 16-Jul-2015
Category:
Author: nadia-farahnaz
View: 507 times
Download: 4 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)

of 23

Transcript

Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 1Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

PEMANFAATAN METODE LOG PEARSON III DAN MONONOBE UNTUKJARINGAN DRAINASE PERUMAHAN PURI EDELWEIS PROBOLINGGOIr. Sri Utami Setyowati, MTABSTRAKDrainase adalah saluranuntuk mengalirkan air kotoryang berasaldari rumah rumah dan air hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan dimensi dan jaringansaluransetelahmenghitungintensitasairhujandandebitairkotoryang nantinya akan masuk kedalam saluran. Jikadimensinya sudahcukup lebar dan sesuai, maka tidak akan terjadi banjir dan juga genangan.Datayangdigunakandalammerencanakansalurandrainaseadalahpetasituasi beserta topograpinya untuk menentukan arah aliran. Kemudian data curah hujan diambil daristasiunWonoasih,Triwung,danJorongandalam10tahunterakhir.Selanjutnya dihitung dan uji konsistensi serta homogenitasnya, setelah itu dihitung juga curah hujan maksimumdenganmetoderata rataaljabardancurahhujanrencanadenganmetode log persontipeIII. SetelahituhitungintensitascurahhujandenganrumusMononobe, debit air saluran dengan rumus rasional, dan mencari dimensi dengan rumus Manning.Dariperhitungan,didapatkandimensiyangberbentukpersegidengan5ukuran berbeda yaitu b = 1 m dan h = 0,5 m, b = 0,8 m dan h = 0,4 m, b = 0,7 dan h = 0,35 m,b = 0,6 m dan 0,3 m. Selain itu didapatkan juga gorong gorong dengan diameter0,60 m; 0,70 m;0,90 m; 1,00 m.Kata kunci : Drainase, Log Pearson III, MononobePENDAHULUANLatar BelakangDalampembuatantempattinggaldanperumahan,perludiperhatikansaluran yangakandibuat.Salurandrainasemerupakansuatujaringanuntukmenampung limpasanpermukaandanlimbahrumahtangga.PerumahanPuriEdelweisdimana perumahaninimerupakansalahsatuperumahanbesardikotaProbolinggo,masih memilikikekurangandalamhalsalurandrainaseterutamasaluranprimernya.Masih banyak terjadi kerusakan pada dinding salurannya dan dimensi salurannya kurang sesuai dengan perencanaan.Berdasarkan uraian sebelumnya, maka akan direncanakan jaringan drainaseyang sesuai dengan daerah tersebut sehingga nantinya dapat berfungsi dengan baik dan tidak merugikan mayarakat sekitar.Rumusan MasalahPermasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :1. Berapa debit air kotor yang berasal dari perumahan Puri Edelweis?2. Berapabesarkapasitassalurandapatmenampungairhujandanairkotoryang ada di perumahan Puri Edelweis?3. Bagaimanadimensisaluranyangdigunakandalamjaringandrainasedi perumahan Puri Edelweis?2 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31TINJAUAN PUSTAKADrainaseDrainaseataudisebutjugasaluranpembuanganmemilikifungsi sebagaisaluran untuk mengalirkan air buangan atau air kotor dan juga limbah yang berasal dari rumah. Dalam bidangketekniksipilan,secaraumumdrainasediartikansebagaisuatutindakanuntuk mengurangi kelebihan air baik dari air hujan, rembesan, maupun irigasi. Macam-macam Drainase1.MenurutAsalnya,menurutasalnyadrainasedibedakanmenjadisaluranalam (natural) dan saluran buatan (artificial). 2. Menurut Letak Saluran1. Drainase Permukaana. Drainase Memanjangb. Drainase Melintang2. Drainase Bawah PermukaanDrainasebawahpermukaanmempunyaifungsiutamayaituuntukmenampung danmembuangairyangmasukkedalamstrukurjalan,sehinggatidaksampai menimbulkan kerusakan pada jalan (Suripin, 2004:272).3. Macam Drainase Menurut Konstruksi- Saluran terbuka- Saluran tertutup4. Menurut Fungsi Drainasea) Single Purposeb) Multi PurposeSyarat Syarat PerencanaanSyarat itu meliputi tegangan geser, kecepatan ijin, tegangan geser, jenis aliran, dan banjir rencana. Data-data yang DibutuhkanData-data yang dibutuhkan dalam perencanaan saluran drainase tersebut meliputi:1. Data hidrologi, yaitu data curah hujan dari stasiun hujan yang terdekat dengan lokasi2. Peta topografi3. Peta situasiLay Out Jaringan Drainase Penentuanlayout sistemdrainase permukaandidesainberdasarkanhasilakhirpeta kontur. Analisis HidrologiPenyiapan Data Curah HujanDatacurahhujanyangdigunakandalamperencanaandrainaseadalahdatacurah hujanharianmaksimumminimal10tahunterakhirdari3stasiunhujanterdekat. (Loebis, 1984:8)Uji KonsistensiUji konsistensi adalah suatu pengujianyang dilakukan untuk mengecek konsisten dan tidak konsistennya suatu data hujan yang akan digunakan dalam suatu perencanaan (Soemarto, 1987:38).Agar data hujan tersebut konsisten, maka harus dikalikan dengan faktor koreksi.Rumus yang dipakai adalah :

tantanfk = . ..................................(2.a) (Soemarto, 1987 : 38)Keterangan :Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 3Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

fk =Faktor koreksi.tan =Arah garis lurus sebagai trend baru.tan =Arah garis lurus sebagai trend lama.Uji HomogenitasSetelahujikonsistensidilakukanmakadilanjutkandenganujihomogenitasyaitu suatu pengujian yang dilakukan untuk mengecek homogen atau tidak homogennya suatu datayangakandigunakandalamperencanaan.Suatukumpulandatayangakan dianalisis harus homogen. Uji homogenitas dilakukan dengan meninjau apakah plot titik (N, TR) pada kertas grafik homogenitas berada pada batas yang homogen.Keterangan :N = Jumlah data.TR = R.x.TRR10sebagai ordinat. ..........................(Soemarto, 1987 : 38)R10= Curah hujan rancangan dengan kala ulang 10 tahun.R = Rata-rata curah hujan.TR= Kala ulang untuk R.Curah Hujan DaerahCurahhujandaerahmerupakancurahhujanrata-ratadiseluruhdaerahyang bersangkutandanbukancurahhujanpadasuatutitiktertentu.Tinggirata-ratacurah hujandidapatkandenganmengambilhargarata-ratahitung(arithmeticmean)karena data yang digunakan adalah curah hujan harian pada penakar hujan dalam areal tersebut. Jadi :=+ + +=n11 n 3 2 1ndnd ...... .......... .d . .d . dd .. (2.b) (Soemarto, 1987 : 31)Keterangan :d = Tinggi curah hujan rata-rata areald1, d2, d3.dn = Tinggi curah hujan pada pos penakar 1, 2, 3nn = Banyaknya pos penakarPengolahan DataCurah Hujan RancanganMetode yang digunakan dalam menghitung curah hujan rancangan adalah Log Pearson tipe IIIa. Ubah data ke dalam bentuk logaritmis, X = log Xb. Hitung harga rata-rata :Log X = nlogXinl i=. (2.c)c. Hitung harga simpangan baku :Si = 1 n) X log (logXi2 (2.d)d. Hitung koefisien kepencengan.Cs = 322)Si 1)(n (n) X log (logXi n. (2.e)e. Hitung logaritma hujan atau banjir dengan periode ualang dengan rumus4 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31f. Log X = LogX + G. S (2.f)g. HargaGtergantungdarikoefisienskew (Cs)dantingkatprobabilitasnya,pada tabel yang merupakan nilai nilai distribusi log pearson III.h. Menghitung harga curah hujan rancangan dengan periode ulang tertentu dengan antilog X.i. X = Invers log XUji kecocokanPengujiparameterdigunakanuntukmengujikecocokandistribusifrekuensi sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan ataumewakilidistribusifrekuensitersebut.Pengujianparameteryangseringdipakai adalah uji Chi-Kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov.Uji Chi-KuadratPengambilankeputusandariujiinimenggunakanparameterX2,yangdapatdihitung dengan rumus berikut :( )i2i iG1 i2hEE O X==.. (2.g) (Suripin, 2004:57)Keterangan :2hX = Parameter Chi-Kuadrat terhitung.G = Jumlah sub kelompok.Oi= Jumlah nilai pengamatan pada sub kelompok i.Ei= Jumlah nilai teoritis pada sub kelompok i.Interpretasi hasil uji adalah sebagai berikut:1.Apabilapeluanglebihdari5%,makapersamaandistribusiyangdigunakandapat diterima.4. Apabilapeluangkurangdari1%,makapersamaandistribusiyangdigunakantidak dapat diterima.5. Apabila peluang berada diantara 1-5%, maka tidak mungkin mengambil keputusan, misal perlu data tambahan.Uji Smirnov-KolmogorovUji kecocokan Smirnov-Kolmogorov sering disebut juga uji kecocokan non-parametric, karenapengujiannyatidakmenggunakanfungsidistribusitertentu.Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut :1. Urutkandata(daribesarkekecilatausebaliknya)dantentukanbesarnyapeluang dari masing-masing data tersebutX1= P(X1)X2= P(X2)X3= P(X3), dan seterusnya.2. Urutkannilaimasing-masingpeluangteoritisdarihasilpenggambarandata (persamaan distribusinya)X1= P(X1)X2= P(X2)X3= P(X3), dan seterusnya3.Darikeduanilaitersebut,tentukanselisihterbesarnyaantarpeluangpengamatan dengan peluang teoritis.D = maksimum (P(Xn) P(Xn))4. Berdasarkan tabel nilai kritis (Smirnov-kolmogorov test) tentukan harga Do.Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 5Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

Intensitas Curah HujanIntensitashujanadalahtinggiataukedalamanairhujanpersatuanwaktu.Intensitas Curah Hujan dapatdibuat dengan Rumus Mononobe, rumus ini digunakan apabila data hujanjangkapendektidaktersedia,yangadahanyadatahujanharian.Rumusyang digunakan adalah: 3224t2424RI|.|

\|= .(2.h) (Suripin, 2004 : 67)Keterangan :I=Intensitas curah hujan (mm/jam).R24=Curah hujan maksimum dalam 24 jam (mm).t=Lamanya curah hujan (jam).Perhitungan Waktu KonsentrasiWaktu konsentrasi adalah waktuyang diperlukan oleh air hujan untuk mengalir darititikterjauhpadasuatudaerahpengaliranmenujutitiktertentuyangditinjau sehinggaakandidapatkandebityangmaksimum.Waktukonsentrasidapatdihitung denganmembedakannyamenjadiduakomponenyaituwaktukonsentrasiterdiridari waktuyangdibutuhkanolehairhujanuntukmengalirdiataspermukaantanahke saluranyangterdekat(to)danwaktuyangdiperlukanairhujanmengalirdidalam saluran (td), sehingga :d o c.t . .t t + = (Suripin,2004 : 82)Untuk to dapat dihitung dengan rumus :||.|

\|=SnL.x. .x.3,28.x.32to menit (2.i) (Suripin, 2004 : 82)Sedangkan untuk td dapat dihitung dengan rumus :60VLstd = menit.. (2.j) (Suripin, 2004 : 82)Keterangan :tc= Waktu konsentrasi dalam jam.to = Waktu limpasan menuju saluran (menit).td = Waktu aliran pada saluran dari satu titik ke titik lainnya (menit).n = Angka kekasaran ManningS = Kemiringan lahan.L = Panjang lintasan aliran di atas permukaan lahan (m).Ls = Panjang lintasan lahan di dalam saluran/sungai (m).V = Kecepatan aliran di dalam saluran (m/detik).Debit Banjir RancanganBesarnya debitbanjirrencanaair hujandiataspermukaantanah(limpasanhujan) ke saluran air hujan air hujan yang ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :1. Luas permukaan daerah aliran.2. Jenis permukaan tanah.3. Intensitas hujan yang terjadi.4. Nilai koefisien kekasaran pengaliranPerhitungan ini menggunakan rumus sebagai berikut :Q = C x I x A ..(2.k) (Suripin, 2004:79)Keterangan :6 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31Q = Debit banjir rencana (m/dt)C = Koefisien pengaliran (tabel)I= Intensitas curah hujan (mm/jam)A = Daerah pengaliran (m2)Jika A dalam Ha maka :Q = 0,00278 x C x I x A..(2.l) (Suripin, 2004:79)Debit Air KotorDebit air kotor adalah debityang berasal dari buangan aktivitas penduduk seperti mandi, cuci dan lain-lain baik dari lingkungan rumah tangga, bangunan (fasilitas) umum atau instansi, bangunan komersial, dan sebagainya.Tabel 1: Pembuangan Limbah Cair Rata-Rata Per Orang Setiap HariJenis BangunanVolume Limbah Cair(liter/orang/hari)Beban BOD(gram/orang/hari)Daerah Perumahan :- Rumah besar untuk keluarga tunggal.- Rumah tipe tertentu untuk keluarga tunggal.- Rumah untuk keluarga ganda (rumah susun).- Rumah kecil (cottage).(Jikadipasangpenggilingansampah,kalikan BOD dengan faktor 1,5)-400300240 300200-100808080Perkemahan dan Motel :- Tempat peristirahatan mewah.- Tempat parkir rumah berjalan (mobile home).- Kemah wisata dan tempat parkir trailer.- Hotel dan motel.400 600200140200100807050Sekolah :- Sekolah dengan asrama.- Sekolah siang hari dengan kafetaria.- Sekolah siang hari tanpa kafetaria.3008060803020Restoran :- Tiap pegawai.- Tiap langganan.- Tiap makanan yang disajikan.12025 4015502015Terminal transportasi :- Tiap pegawai.- Tiap penumpang.60202510Rumah sakit. 600 - 1200 30Kantor 60 25Teater mobil (drive in theatre), per tempat duduk. 20 10Bioskop, per tempat duduk. 10 - 20 10Pabrik,tidaktermasuklimbahcairindustridan cafeteria.60 - 120 25Sumber : Soeparman dan Suparmin, 2001:30Analisis HidrolikaBentuk-bentuk Saluran DrainaseDalam perencanaan ini, bentuk yang digunakan adalah :1. Segiempat/persegiPemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 7Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

Gambar 1: Penampang Persegi2. Lingkaran

Gambar 2: Penampang LingkaranPerencanaan Dimensi SaluranRumus kecepatan rata-rata pada perhitungan dimensi penampang saluran menggunakan rumusManning,karenarumusinimempunyaibentukyangsederhanatetapi memberikanhasilyangmemuaskan.Untukmenghitungsalurandapatdihitungdengan menggunakan rumus-rumus sebagai berikut :Manning V= n132R . 21S .(2.m)R= PA.(2.n)Q= V . A ......(2.o)Keterangan :V= Kecepatan rata-rata dalam saluran (m/detik)Q = Debit banjir rencana (m3/dtk)n = Koefisien kekasaran R = Radius hidrolikS = Kemiringan saluran A = Luas saluran (m2)P = Keliling basah saluran (m)Tinggi Jagaan (Free Board)Jagaansuatusaluranadalahjarakvertikaldaripuncaksalurankepermukaanair pada kondisi rencana. (Chow 1985:158 )Kecepatan Maksimum dan Minimum yang Diijinkan1.KecepatanMaksimumadalahkecepatanrata-rataterbesaryangtidakakan menimbulkan erosi pada tubuh saluran. (Chow 1984:164)Kecepatan-kecepatanmaksimumpadaaliransubkritis,dalampemakaiannyadianjurkan seperti dalam KP-03, 1986:39, sebagai berikut :- Pasangan batu : 2 m/dt- Pasangan beton : 3 m/dt2. KecepatanMinimumadalahkecepatanterendahyangtidakakanmenimbulkan sedimentasidanmendorongpertumbuhantanamanairdanganggang.Untuk Dh8 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31xyDdrkecepatanrata-ratayangdiizinkankurangdari0,6m/detbiasanyacukupuntuk mencegahtumbuhnyatanamanairyangdapatmenurunkankapasitasangkutatau kapasitas hantaran suatu saluran (KP-03, 1986:79).Jenis AliranAlirandikatakankritisapabilakecepatanaliransamadengankecepatankritis( kecepatanyangdiijinkan).Jikakecepatanaliranlebihkecildaripadakecepatankritis (Fr 1).(Anggrahini,1997:47)ParameteryangmenentukanketigajenisalirantersebutadalahbilanganFroude(Fr) yaitu perbandingan antara kecepatan dengan gaya gravitasi. Bilangan Froude untuk saluran didefinisikan sebagai :(Anggrahini,1997:47)Keterangan :V = Kecepatan aliran (m/dt),h = Kedalaman aliran (m),g = Percepatan gravitasi (m/dt2)Jenis-jenis PasanganBanyakbahanyangdapatdipakaiuntukpasangansaluran.Tetapipadaprakteknyadi Indonesia hanya ada tiga bahan yang dianjurkan pemakaiannya:- Pasangan batu- Beton, dan- Tanah (KP-03, 1986:36).Bangunan PelengkapGorong-gorongGambar 3: Gorong-gorongg.x.hVFr =Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 9Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

Metode PenelitianGambar 4: Metode PenelitianPEMBAHASANAnalisis hidrologiPenyiapan data hujanDatacurahhujanyangdigunakanadalahdatacurahhujanbulananmaksimum tiaptahunyaitujumlahhujanhariandalamsatubulanlaludijumlahkan.Setelahitu dipilih curah hujan yang maksimum dalam satu tahun itu dilihat dari tiap bulannya .STARTUji Konsistensi dan HomegenitasPerhitungan Curah Hujan DaerahPerhitungan Curah Hujan rancanganGambar Lay Out JaringanPerhitungan Luas AreaPerhitungan Debit Banjir RencanaGambarPerhitungan Dimensi SaluranPerhitungan Waktu KonsentrasiPerhitungan Intensitas Curah HujanMetode PelaksanaanFINISHData Curah Hujan Peta TopografiJumlah PendudukPengumpulan DataPerhitungan Debit Kotor10 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31010020030040050060070080090010000.0 200.0 400.0 600.0 800.0 1000.0Kumulatif rata - rata stasiun B dan CKumulatif stasiun ATabel 2: Curah Hujan Bulanan Maksimum Tiap TahunNo Tahun STASIUN STASIUN STASIUNWONOASIH JORONGAN TRIWUNG1 1997 98 105 1422 1998 92 54 1183 1999 64 80 924 2000 96 91 845 2001 102 90 1276 2002 87 76 1187 2003 111 102 1018 2004 199 78 119 2005 108 100 8310 2006 85 63 75104.200 83.900 95.100Uji KonsistensiUji konsistensi yang dilakukana. Stasiun A terhadap stasiun B dan C.b. Stasiun B terhadap stasiun A dan C.c. Stasiun C terhadap stasiun A dan B.a. UjiKonsistensiStasiunWonoasih TerhadapStasiunJorongan danStasiun TriwungGrafik 2:Uji Konsistensi Data Curah Hujan Stasiun Wonoasih Terhadap Stasiun Jorongan dan Triwung setelah DikoreksiPemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 11Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

b. UjiKonsistensiDataCurahHujanStasiunJorongan TerhadapStasiun Wonoasih dan Stasiun TriwungGrafik 3: Uji Konsistensi Stasiun B Terhadap Stasiun A dan Cc. UjiKonsistensiDataCurahHujanTriwung terhadapStasiunWonoasihdan Stasiun JoronganGrafik 5: Uji Konsistensi Data Curah Hujan Stasiun Triwung Terhadap Stasiun Jorongan dan Wonoasih Setelah DikoreksiUji HomogenitasUji homogenitas dilakukan untuk mengetahui homogen dan tidak suatu data yang akandigunakandalamperencanaan.Karenadatahujanyangbaikadalahdatahujan yang menunjukkan seragam dari waktu ke waktu, atau homogen. Ujihomogentitasdilakukandenganmeninjauapakahplot(N,Tr)padagrafik homogenitas berada pada batas yang homogen. 02004006008001000120014000.0 200.0 400.0 600.0 800.0 1000.0Kumulatif stasiun A dan BKumulatif Stasiun CR2 = 0,997010020030040050060070080090010000,0 200,0 400,0 600,0 800,0 1000,0 1200,012 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31Grafik 6: Uji Homogenitas Stasiun Wonoasih, Jorongan, dan TriwungPerhitungan Curah Hujan DaerahCurahhujandaerahadalahcurahhujanrata-ratadiseluruhdaerahyang bersangkutan,bukancurahhujanpadasatutitiktertentu.Datayangdigunakandalam perhitunganiniadalahdataakhirhasilkonsistensiyanghomogen.Dalamperencanaan inimetodeperhitungannyadigunakanmetoderata-rataaljabarkarenadatayang digunakan merupakan data hujan harian maksimum tiap tahun. Tabel 3: Perhitungan Curah Hujan DaerahNo Tahun STASIUN STASIUN STASIUNRATA-RATAWonoasih Jorongan Triwung1 1997 98 105 142 115,0002 1998 92 54 118 88,0003 1999 64 80 92 78,6674 2000 96 91 84 90,3335 2001 102 90 127 106,3336 2002 87 76 118 93,6677 2003 111 102 101 104,6678 2004 127.647 78 163.881 123,1769 2005 69.276 100 118.279 95,85210 2006 54.523 63 106.879 74,801Pengolahan DataPerhitungan Curah Hujan Rancangan Metode Log PersonSetelahmenghitungcurahhujandaerahkemudiandihitungbesarnyacurahhujan rancangan dengan Metode Log Pearson type III.Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 13Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

Tabel 4: Perhitungan Curah Hujan Daerahdengan Log Person Tipe IIIUji kecocokanUji Chi-KuadratUji Chi-Kuadarat digunakan untuk menentukan apakah persamaan distribusi yang telah dipilih dapat mewakili distribusi statistik sampel data yang dianalisis. Tabel 5: Perhitungan Chi-Kuadratn TahunX empirisX teoritis(X em-X t)2/X ta B c d e1 1999 123,176 130,000 0,35822 2000 115,000 119,120 0,14253 2002 106,333 111,500 0,23944 2006 104,667 106,000 0,01685 2003 95,852 96,850 0,01036 2005 93,667 95,620 0,03997 2001 90,333 94,032 0,14558 1998 88,000 92,000 0,17399 2004 78,667 80,130 0,026710 1997 74,801 77,435 0,0896970,496x 1,2428Diperoleh X2tabel = 14,067 (derajat kepercayaan 5 %)X2tabel lebih besar daripada X2hitung, maka distribusi yang dipakai sesuai.Uji Smirnov-KolmogorovUjikecocokanSmirnov-Kolmogorov seringdisebutjugaujikecocokannon-parametric, karena pengujiannya tidak menggunakan fungsi distribusi tertentu. Curah HujanX P(%) Log XLog X - Log X (Log X - Log X)(Log X - Log X)115 123,176 9,090909 2,091 0,108 0,0118 0,0012788 115,000 18,182 2,061 0,079 0,0062 0,0004978,667 106,333 27,273 2,027 0,045 0,0020 0,0000990,333 104,667 36,364 2,020 0,038 0,0014 0,00005106,333 95,852 45,455 1,982 0,000 0,0000 0,0000093,667 93,667 54,545 1,972 -0,011 0,0001 0,00000104,667 90,333 63,633 1,956 -0,026 0,0007 -0,00002123,176 88,000 72,727 1,944 -0,038 0,0014 -0,0000595,852 78,667 81,818 1,896 -0,086 0,0074 -0,0006474,801 74,801 90,909 1,874 -0,108 0,0117 -0,00127jumlah19,821 jumlah 0,0427 -0,00008Rata2 1,982 s 0,0689Cs -0,0314 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31Tabel 6: Uji Smirnov KolmogorovNo Ch P P [P]Empiris Empiris Teoritis1 123,176 9,091 6,0 0,0312 115,000 18,182 11,3 0,0693 106,333 27,273 26,0 0,0134 104,667 36,364 30,9 0,0555 95,852 45,455 58,0 -0,1256 93,667 54,545 66,0 -0,1157 90,333 63,636 70,2 -0,0668 88,000 72,727 72,0 0,0079 78,667 81,818 88,1 -0,06310 74,801 90,909 97,0 -0,061Dilihat dari tabel nilai P yang paling maksimum adalah 0,069Berdasarkan tabel nilai kritis (Smirnov-kolmogorov test) n = 10Do = 0,410----0,069 < 0,410(Sesuai)Perhitungan Waktu KonsentrasiContoh perhitungan blok NC saluran 7 - 81. Blok NC Saluran 7 - 82. Jenis saluran = TersierTR = 5 Tahun3. Ls (panjang saluran) = 30,000 m4. L (panjang limpasan) = 15,000a. Jalan = 4,5 m (jarak as jalan ke saluran)b. Blok = 15,000 m (panjang bagian belakang rumah ke saluran)5. A (Luas) = 450,000 m2a. Jalan = 135,000 m2b. Blok = 450,000 m26. S (kemiringan limpasan)a. Jalan = 0.02b. Blok = 0,0057. n (Koefisien kekasaran)a. Jalan = 0.013b. Blok = 0,028. C (koefisien limpasan)a. Jalan = 0,8 aspalb. Blok = 0,69. V (kecepatan rata-rata aliran dalam saluran)Karena kecepatan rata-rata dalam saluran = a. Jalan = 0,6 m/dtb. Blok = 0,4 m/dt10. R24(curah hujan maksimum harian selam 24 jam (mm))a. Jalan = 109,647 mm.b. Blok = 109,647 mm.Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 15Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

11. to (waktu yang diperlukan air untuk mengalir di permukaan lahan (waktu limpasan) menuju saluran terdekat)||.|

\|=SnL.x. .x.3,28.x.32to||.|

\|=SnL.x. .x.3,28.x.32tojalan||.|

\|=0,0200,0166,000.x. .x.3,28.x.32tojalan= 1,095 menit||.|

\|=0,0050,030L12,750x. .x.3,28.x.32toblok = 1,025 menit.12. td (waktu aliran pada saluran dari satu titik ketitik lainya)60VLstd = menit60 = satuan konversi dari jam ke menit.60.x.0,600108,750tdjalan == 0,833 menit.60.x.0,400108,750tdblok == 1,25 menittc (waktu konsentrasi dalam jam)d o c.t . .t t + =tc jalan = to + td= 1,095 + 0,833= 1.929 menit = 0,032 jam.tc blok = to + td= 1,025 + 1,25= 2,275 menit = 0,038 jam.Perhitungan Intensitas Curah HujanUntukmenghitungintensitascurahhujandigunakanrumusMononobe,karenadata yang ada adalah data curah hujan harian.Curah Hujan (R24) pada kala ulang 10 tahun = 117,489 mm.Rumus Mononobe3224t2424RI|.|

\|= (Suripin,2004:67)Keterangan :I=Intensitas curah hujan (mm/jam).R24=Curah hujan maximum dalam 24 jam (mm).t=Lamanya curah hujan (jam).16 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31Contoh perhitungan 3224t2424RI|.|

\|=32jalan0,0322424117,489I |.|

\|= = 376,817 mm/jam.32blok0,0382424117,489I |.|

\|== 337,521 mm/jamDebit Banjir RancanganContoh perhitungan pada blok C1 saluran 7 8.Jika A dalam Ha maka :Q= 0,00278 x C x I x A Q blok= 0,00278 x 0,600 x 337,521 x 0,045 = 0,025 m3/dtk.Q jalan= 0,00278 x 0,800 x 376,817 x 0,014 = 0.011 m3/dtk.Q total= 0,025 + 0,011= 0,036 m3/dtk.Debit Air KotorDebit air kotor diperhitungkan sebagai berikut:Debit air buangan tiap orang= 300 lt/orng/hari= 0,003472222 lt/org/jam= 0,000003472 m3/org/detik.Pada saluran 7 81. Jenis saluran : tersier2. Jumlah rumah : 2 unit3. Tipe rumah : 604. Banyaknya penghuni : 5 orang/rumah5. Jumlah penghuni total : 10 orang6. Debit air kotor (Q) : 10 x 0,000003472 : 0,0000347 m3/dtk.Perhitungan DebitKumulatif Debit total saluran drainase adalah penjumlahan dari debit air hujan dan debit air kotor dari rumah tangga.Contoh perhitungan 1 untuk saluran 7 - 81. Saluran : 7 82. Saluran sebelumnya : -3. Jenis saluran : Tersier4. Limpasan dari : blok dan jalan5. Debit aliran air hujan(Q1) : - Blok : 0,025 m3/detik.- Jalan : 0,010 m3/detik.6. Debit aliran air kotor(Q2) : 0,0000347m3/detik7. Debit total : Q1 + Q2Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 17Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

: (0,025+0,010) + 0,0000347: 0,035 m3/detik.Contoh perhitungan 21. Saluran : 8 9 2. Saluran sebelumnya : 7 83. Q 7 8 : 0,0367 m3/detik.4. Jenis saluran : Sekunder5. Limpasan dari : blok dan jalan6. Debit aliran air hujan(Q1) : - Blok : 0,042 m3/detik.- Jalan : 0,016 m3/detik.7. Debit aliran air kotor(Q2) : 0,0000694 m3/detik8. Debit total : Q1 + Q2 + Q7 - 8: (0,042 + 0,016) + 0,035: 0,093 m3/detik.Perencanaan Dimensi SaluranContoh perhitungan untuk blok NC saluran 7 8- Panjang lintasan aliran di dalam saluran/sungai (Ls) =30,000 m - Elevasi muka tanah asli di titik 7 = 17,640 m- Elevasi muka tanah asli di titik 8 = 17,600 m- Kemiringan tanah asli = Ls.elevasi.8 elevasi.7 = 000 , 30600 , 17 640 , 17 m= 0,0013- Lebar (B) dicoba 0,80 m- Dipakai tinggi (h) = 2B= 28 , 0= 0,4 m.- Luas penampang basah (A) = B.h= 0,8.0,4= 0, 32 m2- Keliling basah (P) = B+2h= 0,8 + 2.0.4= 1.6 m-Jari-jari hidraulik (R) = PA= 4 . 124 . 0= 0.2 m-Koefisien Kekasaran ManningDari tabel 2.9 untuk nilai n bata dalam adukan semen nilainya 0,025- Kecepatan aliran dalam saluran (V)18 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31V= 2132.x.s .x.Rn1= 21320013 , 0 . . 2 , 0 . .025 , 01x x= 0,493 m/dtKecepatanyangdizinkanantara2m/detiksampai0,6m/detik,sehingga kecepatanalirantidakmemenuhinamunlebarbisadipakai.Jadi penyelesaiannya dengan cara mengurangi elevasi akhir sebesar 0.03 m.- Kemiringan lahan (s) = Lsakhir .elevasi awal. elevasi = 000 , 30570 , 16 ) 03 , 0 640 , 16 ( m= 0,012V= 2132.x.s .x.Rn1= 2132012 , 0 . . 20 , 0 . .025 , 01x x= 1,478 m/dt- Debit (Qhitung) = V x A= 1,478 x 0,32= 0,473 m/dt- Q rencana= 0,035 m/dtKarena debit hitung lebih besar dari debit rencana maka dimensi yang direncanakan bisa dipakai.- Bilangan froude (Fr) = g.x.hV= 4 , 0 . . 8 , 9478 , 1x= 0,747Maka jenis aliran subkritis- Tinggi jagaan (Fb)Fb = 0.33 x h= 0,33 x 0,4 = 0.14 m- Elevasi Muka Air Muka Air Awal= Elevasi tanah asli awal (titik 7) 0,14= 17.640 0,14= 17,500 m. Muka Air Akhir= Elevasi muka air awal (titik 7) (Ls x s)= 17,500 (30,000 x 0,012)= 17,460 m.- Elevasi Dasar Pasangan Elevasi Dasar Pasangan Awal= Elevasi muka air awal (titik 7)- h= 17,500 0,40= 17,100 m Elevasi Dasar Pasangan AkhirPemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 19Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

xyDhra= Elevasi muka air awal (titik 7)- (Ls x s)= 17,500 (30,000 x 0,012)= 17,60 m- Elevasi Atas Pasangan Elevasi Atas Pasangan Awal= Elevasi muka air awal + Fb (titik 7)= 17,500 + 0,14= 17,640 Elevasi Atas Pasangan Akhir= Elevasi muka air akhir(titik 7)+Tinggi jagaan ( Fb )= 17,46 + 0.14= 17,60 mPerencanaan Dimensi Gorong-gorongContoh Perhitungan Gorong-gorong pada saluran 12 711.Blok = NB2. Saluran titik awal = 383. Saluran titik akhir = 674. Jenis saluran = gorong-gorong5. Saluran sebelumnya = 21 - 38 , 73 38 ( Q = 0,334 )6. Panjang lintasan aliran di dalam saluran/sungai (Ls) = 8,000 m 7. Elevasi muka tanah asli awal = 12,750 m8. Elevasi muka tanah asli akhir = 12,710 mAlternatif 1 : Jari-jari gorong-gorong dicoba (r)= 0,30 m - A = 2,738 r= 2,738 0,302= 0,246 m2- P = 4,5 r = 4,5 . 0,30 = 1,35 m- R = 0,608 r=0,608. 0,30=0,1820 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-31- Kemiringan pada dasar saluranmenggunakan muka tanah asli:= (Elevasi awal Elevasi akhir)/ Ls= 871 , 12 75 , 12 = 0,005- Koefisien Manning :untuk nilai n beton nilainya 0,013- Kecepatan dalam saluran V =S Rn321= 005 , 0 183 , 0013 , 0132=1,75 m/detikKecepatanyangdijinkanantara2m/detik sampai0,6m/detik,sehingga diameter bisa dipakai.Kontrol debit :Q = V. A= 1,75. 0,246= 0,43 m3/dt > Q. Rencana ( dapat digunakan )Alternatif 2 :Fb= D hh = 0.814 D (SNI)=0,60 0,48= 0.12 my = 0,18 mr = 0,30 cmCos a = 3018a = 53,15 o = 360 2 a = 360 106 = 254L= 23602ar x= 2360254r x= 0.199sin = rxsin 53,15 = rxx = 0,799r= 0,239L = 21xy= 0,239 x 0,18x 21= 0,022L (A) = L+ 2 L= 0,199 + 2 x 0,022Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 21Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

= 0,243 P =r x 2360=r x 2360254= 1,31R = PA= 31 , 10,243= 0,21- Kemiringan pada dasar saluranmenggunakan muka tanah asli:= (Elevasi awal Elevasi akhir)/ Ls= 871 , 12 75 , 12 = 0,005Kontrol s - Kecepatan aliran dalam saluran (V) = 2132.x.s .x.Rn12 = 2132. . 21 , 0 . .013 , 01s x xs = 0.00547 - Koefisien Manning : untuk nilai n beton nilainya 0,013- Kecepatan aliran dalam saluran (V) = 2132.x.s .x.Rn1= 2132005 , 0 . . 21 , 0 . .013 , 01x x= 1,94 m/dtKecepatanyangdijinkanantara2m/detiksampai0,6m/detik,sehingga kecepatan aliran memenuhi.- Kontrol Debit :Q= V x A= 1,94 x 0,243= 0,45 m/detik- Debit rencana = 0,348 m/detikDebit hitung lebih besar dari debit rencana maka diameter dan kemiringan bisadipakai.KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanBerdasarkanhasilperencanaanjaringandrainasePerumahanPuriEdelweis Kota Probolinggo, dapat disimpulkan bahwa :22 NEUTRON, VOL.9, NO.1, FEBRUARI 2009 : 20-311. Debitairkotordidapatdaridebitairbuangantiaporangdikalikanbanyaknya penghunitiaprumah.Sepertipadasaluran7 8didapatdebitairkotor= 0.0000347 m3/dtk.2. Besarankapasitassalurandapatmenampungairhujandanairkotordiperoleh dari perhitungan debit ( Q hitung ) dibanding terhadap debit rencana ( Q rencana ). Seperti pada saluran 7 8 diperoleh :- Debit ( Q hitung ) = 0,223 m/dtk - Debit Rencana( Q rencana ) = 0,037m/dtk.Karenadebithitunglebihbesardaridebitrencanamakakapasitassaluran terpenuhi dalam artian tidak akan terjadi banjir.3. Lay Out Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis.4. Dariperhitungan,didapatkandimensiyangberbentukpersegidengan5ukuran berbeda yaitu b = 1 m dan h = 0,5 m, b = 0,8 m dan h = 0,4 m, b = 0,7 dan h = 0,35m,b=0,6mdan0,3m.Selainitudidapatkanjugagorong gorong dengan diameter0,60 m; 0,70 m;0,90 m; 1,00 m.Jumlah dimensi salurana. Dimensi saluran lebar 0,60 m dan tinggi 0,30 m = 6 buahb. Dimensi saluran lebar 0,70 m dan tinggi 0,35 m = 22 buahc. Dimensi saluran lebar 0,80 m dan tinggi 0,40 m = 20 buahd. Dimensi saluran lebar 1,00 m dan tinggi 0,50 m = 21 buahJumlah dimensi gorong-goronga. Dimensi gorong-gorong 0,60 m dan tinggi 0,488 m = 11 buahb. Dimensi gorong-gorong 0,70 m dan tinggi 0,570 m = 1 buahc. Dimensi gorong-gorong 0,90 m dan tinggi 0,733 m = 1 buah= Lebar : 1,00 m ; Tinggi : 0.50 m= Lebar : 0,60 m ; Tinggi : 0.30 m= Lebar : 0,80 m ; Tinggi : 0.40 m= Lebar : 0,70 m ; Tinggi : 0.35 mKeterangan :Pemanfaatan Metode Log Pearson III dan Mononobe Untuk 23Jaringan Drainase Perumahan Puri Edelweis Probolinggo

d. Dimensi gorong-gorong 1,00 m dan tinggi 0,814 m = 1 buahSaran1. Pelaksanaan saluran drainase sebagai fasilitas umum harus didahulukan sebelum membangun rumah agar tidak terjadi banjir atau dilakukan secara bersamaan.2. Gorong-gorong direncanakan untuk semua titik perlintasan.3. Dalamperencanaandrainase,sangatpentinguntukmemperhatikanlayoutdan kontur agar tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan.DAFTAR PUSTAKAAnonim(1990),TataCaraPerencanaanUmumDrainasePerkotaan SKSNIT-07-1990, Jakarta: Departemen PUChow,VenTe(1992),HidrolikaSaluranTerbuka,Terjemahan,Jakarta:Penerbit ErlanggaHarto BR, Sri (2003), Analisis Hidrologi, Jakarta: PT. GramediaSoemarto, CD (2006), Hidrologi Teknik, Malang: PPMTTSosrodarsonodanTakeda(2006),HidrologiUntukPengairan,EdisikeSepuluh, Jakarta: Pradnya ParamitaSuripin (2004), Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan, Yogyakarta: Penerbit ANDI.


Recommended