Home > Documents > LKIP 2020 1 - sadasbor.tasikmalayakab.go.id

LKIP 2020 1 - sadasbor.tasikmalayakab.go.id

Date post: 05-Nov-2021
Category:
Author: others
View: 0 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 69 /69
Transcript
Pemerintah Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Pangan dan Perikanan Tahun 2020
telah dapat kami susun. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Dinas Pertanian,
Pangan dan Perikanan, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020
merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan program dan kegiatan dalam
rangka pencapaian tujuan dan sasaran selama Tahun Anggaran 2020.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat
kekurangan, saran dan pendapat kami harapkan demi kesempurnaan dalam pembuatan
laporan pada tahun berikutnya.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini, kami
ucapkan terima kasih.
Singaparna, Desember 2020
KABUPATEN TASIKMALAYA
NIP. 19630629 199003 1 002
LKIP 2020 3
B. Perjanjian Kinerja ……………………….......................................... 11
25
27
Berdasarkan Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2019 tentang
Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten
Tasikmalaya. Dalam Peraturan Bupati Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pertanian,
Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya yang mempunyai tugas perumusan,
penetapan, memimpin, mengoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan
tugas dinas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan Bidang Pertanian. Dalam
menyelenggarakan tugasnya, kepala dinas mempunyai fungsi :
a. Perumusan bahan kebijakan di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan,
kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, pengolahan dan pemasaran hasil,
perbibitan dan produksi peternakan serta penyuluhan dan sarana prasarana pertanian
serta bidang ketahanan pangan dan bidang kelautan dan perikanan.
b. Penyelenggaraan penyusunan program penyuluhan pertanian;
c. Penyelenggaraan pengembangan sarana pertanian, pangan dan perikanan;
d. Penyelenggaraan pengawasan mutu, peredaran dan
e. pengendalian penyediaan benih tanaman, benih/bibit ternak dan hijauan pakan ternak;
f. Penyelenggaraan pengawasan penggunaan sarana pertanian;
g. Penyelenggaraan pembinaan produksi di bidang pertanian dan perikanan;
h. Penyelenggaraan pengendalian dan penanggulangan hama penyakit tanaman dan
penyakit hewan;
i. pelaksanaan kebijakan bidang ketahanan pangan dan bidang kelautan dan perikanan
j. Penyelenggaraan pengendalian dan penanggulangan bencana alam;
k. Penyelenggaraan pembinaan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, pangan dan
perikanan;
m. Penyelenggaraan pemberian izin usaha/rekomendasi teknis pertanian, pangan dan
perikanan;
n. Penyelenggaraan pemantauan dan evaluasi di bidang pertanian, pangan dan
perikanan;
p. Pengelolaan, pengamanan dan pelayanan informasi publik;
q. Penyelenggaraan koordinasi dan kerjasama dalam rangka tugas pokok dan fungsi
dinas;
r. Penyelenggaraan koordinasi dan pembinaan Unit Pelaksana Teknis.
Susunan organisasi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten
Tasikmalaya berdasarkan Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 7 tahun 2019 BAB II
tentang Susunan Organisasi dan Rincian Tugas dan Fungsi sebagai berikut :
Kepala Dinas;
3. Sub Bagian Keuangan.
1. Seksi Produksi Padi;
3. Seksi Pasca Panen dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan.
Bidang Perkebunan dan Hortikultura, terdiri atas:
1. Seksi Produksi Perkebunan;
3. Seksi Pasca Panen dan Pemasaran Hasil Perkebunan dan Hortikultura.
Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, terdiri atas:
1. Seksi Perbibitan dan Produksi Peternakan;
2. Seksi Pakan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan; dan
3. Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.
Bidang Penyuluhan dan Sarana Prasarana Pertanian, terdiri atas:
1. Seksi Penyuluhan;
LKIP 2020 6
Bidang Ketahanan Pangan, terdiri atas:
1. Seksi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan;
2. Seksi Distribusi dan Akses Pangan; Dan
3. Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan.
Bidang Perikanan, terdiri atas:
1. Seksi Perikanan Budidaya;
3. Seksi Usaha dan Perlindungan Sumber Daya Perikanan.
Kelompok Jabatan Fungsional
1.3.1 Kekuatan Sumber Daya Pegawai
Jumlah pegawai definitip ada 257 orang, meliputi pegawai struktural
dan tenaga fungsional. Jumlah pegawai selengkapnya berdasarkan eselon
adalah sebagai berikut :
No. Deskripsi Rincian Jumlah (Orang)
1. Golongan
Golongan I -
Jumlah Personil (org) Berdasarkan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 253 SD - Juru Muda - 1/a - Struktural 47 Penyuluh 126
SLTP - Juru Muda Tk.I - 1/b - Pelaksana 58 Medik veteriner 4
SLTA 89 Juru - 1/c - Pengawas Mutu Pakan 8
D.I 2 Juru Tk.I - 1/d - Pengawas Bibit Ternak 6
LKIP 2020 9
D.III 14 Pengatur Muda 13 II/a 13 Paramedik Veteriner 4
D.IV 36 Pengatur Muda Tk.I 5 II/b 5
S.1 69 Pengatur 22 II/c 22
S.2 43 Pengatur Tk.I 7 II/d 7
S.3 - Penata Muda 50 III/a 50
Penata Muda Tk.I 27 III/b 27
Penata 31 III/c 31
Pembina 19 IV/a 19
Pembina Utama
e. Paramedik Veteriner 4
Dalam menjalankan pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya
berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perangkat
Daerah dan Perbup Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Rincian Tugas dan Fungsi
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan. Dinas Daerah Kabupaten
Tasikmalaya dilengkapi Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai berikut :
LKIP 2020 10
No UPT Keterangan
1 Balai Benih Padi dan Palawija UPT penyedia benih unggul padi palawija (Mangunreja)
2 Balai Benih Hortikultura dan Perkebunan
UPT penyedia benih hortikultura dan perkebunan ( Cimintar Cipatujah)
3 Perbibitan Ternak UPT Sapi Potong Tawang dan UPT Kambing PE Malaganti (Penyediaan Bibit Sapi Potong dan Kambing Perah; Kemitraan Usaha Sapi Potong dan Kambing Perah
4 Rumah Potong Hewan (RPH) RPH Manonjaya, RPH Singaparna dan RPH Ciawi (Pelayanan fasilitas pemotongan hewan ternak besar (sapi dan kerbau)
5 Puskeswan Wilayah I,II,III
6 L Laboratorium Veteriner Kabupaten
7 Pasar Hewan Pasar Hewan Manonjaya, Pasar Hewan Padakembang, Pasar Hewan Ciawi, Pasar Hewan Pancatengah (Pelayanan fasilitas perdagangan hewan ternak besar dan kecil (Sapi, Kerbau, Kambing dan domba)
8. Wilayah Pertanian Taraju, Singaparna, Ciawi, Cikatomas, Manonjaya, Sukaraja, Karangnunggal
9 Balai Benih Ikan BBI Rancapaku, BBI Padakembang
10 Pasar Ikan Pasar Ikan Jatihurip, Pasar Ikan Singaparna, dan Pasar Ikan Padakembang
11 Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) -
Di samping unit operasional teknis dibawah UPT tersebut diatas,
terdapat unit operasional teknis yang juga melaksanakan pelayanan langsung
kepada masyarakat. Unit-unit tersebut adalah sebagai berikut :
LKIP 2020 11
No
Cikalong, Cibalong, Jatiwaras, Karangnunggal, Sukaraja, Bantarkalong
- Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) untuk sapi potong
2. Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan)
Cikatomas, Karangnunggal, Pagerageung
Sarana Prasarana yang dimiliki berupa Gedung Dinas Pertanian, Pangan dan
Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Bangunan UPT Balai Benih Padi dan Palawija,
Balai Benih Hortikultura dan Perkebunan, Bangunan Instalasi UPT Sapi Potong
Tawang dan UPT Kambing PE Malaganti, RPH Manonjaya, RPH Singaparna dan RPH
Ciawi, Puskeswan Wilayah I,II,III, Laboratorium Veteriner, Pasar Hewan Manonjaya,
Pasar Hewan Padakembang, Pasar Hewan Ciawi, Pasar Hewan Pancatengah dan 39
BP3K di 39 Kecamatan.
2015, 2016. 2017
3 Alat Pasca Panen lain lain 2 1 1
2007, 2008
3
2009
2014, 2017
2017
2014, 2015, 2017
2008, 2009
2006, 2009, 2017
2009
2003, 2015
1
2006
2008, 2011, 2013, 2014, 2015, 2016
14 Bajak kayu 1 1
2017
1991,1995, 2007
2016
2015
1998, 2002, 2005
2017
2015
2008, 2013, 2014
3
2003
2017
2000, 2003, 2007, 2008, 2012, 2013, 2015, 2016
25 Filling Kayu 1
2014
2017
2003, 2008, 2014, 2015
2007, 2008
2008, 2014
2 2
2015
2015
2001, 2003, 2014, 2015, 2016
44 Kursi Rapat 1.502 1.502
2007, 2008, 2014
2014
2016
1 1
1
1995
2015
2007
2015
2016, 2017
2015
2005
2013
2007
2017
2003, 2016
2015, 2016
2015
2007, 2008, 2015
2003
2003
2014
2014
2006, 2007, 2013
2013
2017
2
4
2009
2017
2001, 2017
2003, 2006, 2008, 2013, 2014, 2016
76 Mini Komputer 1 1
2015
79 PC Unit 101 101
2003, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017
80 Papan Tulis 1 1
1995
2017
2013, 2015
2006
2003, 2017
1982
1995
1980, 2003, 2013
2008, 2013
2014
2014
94 Proyektor + Atachemen 3 3
2008, 2013, 2015
2015
2003, 2017
1991,1995,1996,1999,2000, 2002, 2003, 2005 ,2006, 2007, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017
99 Server 1 1
2014
2017
203
2007
2014
2017
2008
2015
2006, 2007, 2013
1
1
2017
2007
2 2
63 57 6
2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2012, 2013, 2014, 2015
119 Bangunan Gedung laboratorium
2003, 2007, 2012
2 1 1
8 8
3 3
1 1
2007
7 7
7 7
3 3
2014, 2015
1 1
2017
2004, 2006, 2012, 2014
2010, 2012
2014, 2016
11 10 1
135 Gedung Pemotongan Hewan Permanen
4 4
2003, 2013
2012, 2016
2001, 2008
2015
2017
2008
2017
diidentifikasikan sebagai berikut :
2. Keterbatasan prasarana dan sarana pertanian
3. Rendahnya kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia pertanian dan
kelembagaan pertanian
5. Belum optimalnya koordinasi instansi terkait dalam menunjang pembangunan
sektor pertanian
7. Masih rendahnya daya saing kompetitif dan komparatif
8. Masih tingginya penggunaan pupuk dan pestisida an organik
9. Optimalisasi fungsi lahan pangangonan sesuai UU No. 18 Tahun 2009 tentang
Peternakan dan Kesehatan Hewan
11. Penyediaan bibit dan pengembangan sumberdaya genetik lokal
12. Perluasan areal HMT/HPT dan penyediaan pakan berkualitas
13. Peningkatan daya saing, nilai tambah dan kualitas produk peternakan;
14. Pengendalian Kesehatan Hewan
yang lainnya seperti banjir, kekeringan dan erosi;
LKIP 2020 18
potensial kritis;
yang dikhawatirkan akan mendorong terjadinya alih fungsi lahan dan tanaman;
18. Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan;
19. Belum optimalnya pemanfaatan lahan perkebunan, sehingga mengakibatkan
pendapatan petani rendah;
usaha budidaya pertanian lainnya;
1. Masih rendahnya aplikasi teknologi oleh petani yang mengakibatkan rendahnya
produktivitas hasil pertanian dan nilai tambah produk;
2. Kemampuan permodalan usaha tani masih lemah yang berpengaruh terhadap
pengembangan agribisnis pertanian;
3. Masih rendahnya produktivitas pertanian sebagai akibat belum optimalnya usaha
budidaya pertanian;
4. Ketersediaan benih unggul bermutu di tingkat petani masih belum memenuhi 6
Tepat (Tepat Jumlah, Tepat Jenis, Tepat Kualitas, Tepat Waktu, Tepat Harga, dan
Tepat Tempat);
5. Masih rendahnya tingkat penerapan teknologi pengolahan, dimana alat dan mesin
pengolahan hasil-hasil pertanian masih terbilang sangat mahal harganya sehingga
memerlukan investasi yang besar;
sesuai dengan anjuran;
7. Kehilangan hasil relatif masih tinggi, faktor penyebabnya antara lain penerapan
teknologi panen dan pasca panen masih belum sesuai anjuran;
8. Harga produksi pertanian sangat berfluktuasi yang disebabkan oleh kualitas
produksi masih belum baik dan posisi tawar menawar petani masih rendah serta
kontinuitas produksi;
9. Terjadinya penurunan tingkat kesuburan tanah yang sangat berpengaruh terhadap
produktivitas dan produksi pertanian.
berikut :
Pada bagian ini disajikan penjelasan umum organisasi dengan penekanan pada aspek strategis organisasi serta permasalahan usatama (strategis issue) yang sedang dihadapi oleh organisasi.
BAB II Perencanaan Kinerja
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
BAB IV. PENUTUP
Berisi simpulan umum atas capaian kinerja organisasi, permasalahan dan solusi
LAMPIRAN Formulir Renstra
kinerja dilakukan oleh instansi untuk menyusun solusi permasalahan utama yang
diuraikan dalam BAB I. Solusi permaslahan direncanakan secara skala prioritas
berdasarakan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki. Solusi tersebut dituangkan
dalam perjanjian kinerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020.
Pernyatan Perjanjian Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan
kinerja/perjanjian kinerja yang sangat penting anatara atasan dan bawahan untuk
mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumberdaya yang dimiliki
instansi. Melalui perjanjian kinerja terwujudlah komitmen penerima amanah dan
kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu
berdasarkan tugas,fungsi dan wewenang serta sumberdaya yang tersedia. Kinerja
yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun
bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (Outcome) yang seharusnya terwujud akbiat
kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang
diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun
sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahun. Dengan
perencanaan kinerja yang ditetapkan dengan pernyataan perjanjian kinerja
diharapkan dalam mengelola program atau kegiatan akan lebih terarah.
Perjanjian kinerja awal merupakan lampiran/dokumen Lakip ini,
sedangkan perjanjian kinerja perubahan menjadi komponen penting pengukuran
kinerja. Adapun Perjanjian kinerja perubahan sebagai berikut :
LKIP 2020 21
PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN
TAHUN 2020
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertandatangan di bawah ini : Nama : drh. H. Idik Abdullah, M.M
Jabatan : Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
selanjutnya disebut Pihak Pertama Nama : Dr. Hening Widiatmoko, M.A
Jabatan : Pjs. Bupati Tasikmalaya
Pihak Pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai
lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti
yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan
pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Pihak Kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan
evaluasi terhadap capaian kinerja dan perjanjian ini dan mengambil tindakan yang
diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
Singaparna, 03 November 2020
NIP. 19630629 199003 1 002
LKIP 2020 22
PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2020 DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TASIKMALAYA
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan 2020
Sumber Data Target
Prosentase peningkatan jumlah produksi hasil olahan komoditas pertanian
% 0,52 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
2 Meningkatnya produksi tanaman pangan
Prosentase peningkatan produksi tanaman pangan
% 0,27 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
Meningkatnya produksi hortikultura
3
Prosentase peningkatan produksi perkebunan
5 Meningkatnya produksi komoditas peternakan yang ASUH
Prosentase peningkatan produksi komoditas peternakan yang ASUH
0,50 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan %
6 Meningkatnya Ketersediaan Pangan
Persentase rata-rata ketersediaan energi dan protein dalam bahan pangan per kapita
% 82,00 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
7 Meningkatnya Produksi Perikanan
% 2,95 BPS, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
NO KEGIATAN JUMLAH ANGGARAN
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 435.504.600
3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 44.500.000
4 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
20.000.000
6 Program Peningkatan Ketahanan Pangan 3.221.165.000
7 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 18.392.654.400
8 Program Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian/Perkebunan Lapangan 3.500.000.000
9 Program Pengembagan Budi Daya Perikanan 2.038.077.500
10 Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 11.337.165.000
11 Program Pengembangan Perikanan Tangkap dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir 741.212.500
12 Program Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Petani 500.000.000
13 Program Peningkatan Usaha Perikanan 34.285.000
14 Program Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan 2.878.505.000
15 Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian 3.467.486.500
16 Program Pengendalian Penanggulangan Penyakit Hewan dan Penjaminan Pangan Asal Ternak 277.299.000
17 Program Peningkatan Usaha Peternakan 12.700.000
18 Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan 424.560.000
Total 49.133.980.100
KABUPATEN TASIKMALAYA
NIP. 19630629 199003 1 002
LKIP 2020 24
mendukung visi yang ingin diwujudkan pemerintah daerah yaitu “KABUPATEN
TASIKMALAYA YANG RELIGIUS ISLAMI, DINAMIS, BERDAYA SAING DAN
BERBASIS PERDESAAN” yang diimplementasikan ke dalam misi ke 2 yaitu
“Mewujudkan perekonomian yang tangguh di bidang agribisnis dan pariwisata”
dalam mewujudkan tujuan khususnya pembangunan pertanian. Pertanian adalah
seluruh kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran, dan
jasa penunjang pengelolaan sumber daya alam hayati dalam agro ekosistem yang
sesuai dan berkelanjutan, dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja, dan
manajemen untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan
masyarakat. Demikian, Renstra Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan dapat
diuraikan secara spesifik mengenai tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan, adalah
sebagai berikut :
1) Meningkatnya produksi hasil olahan komoditas pertanian
Peningkatan kualitas dan kontinuitas produk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan dalam menghadapi persaingan global
Pengembangan Produk Pengolahan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan
2) Meningkatnya produksi tanaman pangan
Meningkatkan produksi tanaman pangan
Peningkatan produksi tanaman pangan
Peningkatan perlindungan tanaman pangan dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Perubahan Dampak Iklim
Penurunan tingkat kehilangan hasil
LKIP 2020 25
Menerapkan budidaya yang baik dan benar sesuai dengan good agriculture practices (GAP) serta meningkatkan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati
Pemanfaatan teknologi pertanian yang ramah lingkungan Peningkatan pelaksanaan SL- PTT tanaman pangan Peningkatan pelaksanaan SL- GAP dan SL-GHP hortikultura Peningkatan adopsi pelaksanaan SL-PHT dan SL- Iklim
Mempertahankan dan menggantikan luas baku lahan sawah yang beralih fungsi lahan dari pertanian ke nonpertanian serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian
Penerapan regulasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Cetak Sawah BaruPengembangan dan perbaikan sumber-sumber aor irigasi Perbaikan Jaringan Irigasi Tersier dan Jalan Usahatani/produksi)Peningkatan dan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (ALSINTAN) pra panen dan pasca panenPeningkatan penggunaan dan ketersediaan pupuk organik Efisiensi penggunaan pupuk bersubsidi
Mengoptimalkan pembinaan, penyuluhan dan peningkatan keterampilan dan wawasan pelaku usaha pertanian
Pembinaan, penyuluhan dan peningkatan keterampilan dan wawasan pelaku usaha pertanian
Peningkatan sumberdaya manusia pertanian melalui pendidikan dan pelatihan
Pengembangan standarisasi kinerja individu, kinerja proses, dan kinerja organisasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap tuntutan dan aspirasi masyarakat, dengan menjungjung norma-norma dan peraturan perundangan yang berlaku
Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manuasia pertanian
Peningkatan kemampuan, pengetahuan, sikap dan keterampilan sumberdaya manusia pertanian
LKIP 2020 26
- Peningkatan produksi tanaman hortikultura '- Peningkatan penggunaan bibit unggul bersertifikat '- Peningkatan perlindungan tanaman pangan dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Perubahan Dampak Iklim
Menerapkan budidaya yang baik dan benar sesuai dengan good agriculture practices (GAP) serta meningkatkan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati
Pemanfaatan teknologi pertanian yang ramah lingkungan Peningkatan pelaksanaan SL- GAP dan SL-GHP hortikultura Peningkatan adopsi pelaksanaan SL-PHT dan SL- Iklim
4) Meningkatnya produksi komoditas perkebunan
Pengembangan lahan dan potensi komoditas perkebunan berorientasi pasar
Peningkatan produksi dan produktifitas perkebunan melalui penerapan teknologi tepat guna dan diversifikasi usaha
Optimalisasi pengelolaan sumberdaya lahan perkebunan untuk meningkatankan produksi dan produktifitasnya
Peningkatan produksi dan produktifitas perkebunan melalui penerapan teknologi tepat guna dan diversifikasi usaha serta sinergitas perencanaan perkebunan, didukung data dan informasi yang berkualitas
Pemberdayaan masyarakat perkebunan
Peningkatan kualitas produksi dan produktifitas kehutanan dan perkebunan melalui penerapan teknologi tepat guna dan diversifikasi usaha
5) Meningkatnya produksi komoditas peternakan yang ASUH
Mengoptimalkan Pengembangan Peternakan Berbasis kawasan yang terintegrasi
Peningkatan Populasi Ternak Lokal dengan menstimulasi usaha budidaya ternak di masyarakat
Mengoptimalkan pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular strategis dan zoonosis;
Peningkatan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular strategis dan zoonosis
LKIP 2020 27
Pengelolaan Kinerja melalui Pemantapan manajemen pembangunan berbasis kinerja
yang menjadi salah satu perhatian Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan. Beberapa
instrumen yang sudah diikuti untuk peningkatan kinerja pada fase perencanaan antara
lain :
mendukung perencanaan salah satu aplikasi yang dipakai dan disediakan adalah
melalui E-Proposal dimana penggunaan aplikasi ini bertujuan untuk pengusulan
program dan kegiatan SKPD yang ditujukan ke pemerintah pusat.
2. SIMDA Keuangan
daerah.
4. PDPS
LKIP 2020 29
5. SIRUP Aplikasi ini digunakan untuk perencanaan pengadaan barang dan jasa Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
LKIP 2020 30
6. UPSUS SIWAB
Untuk mendukung program pemerintah dalam hal peningkatan produksi daging melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian RI mensinkronisasikan data melalui Aplikasi UPSUS SIWAB
7. Aplikasi Emonev DAK Merupakan Aplikasi untuk melaporkan program kegiatan yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian, yang dilaksanakan setiap triwulan.
LKIP 2020 31
LKIP 2020 32
PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN
TAHUN 2020
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertandatangan di bawah ini : Nama : drh. H. Idik Abdullah, M.M
Jabatan : Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
selanjutnya disebut Pihak Pertama Nama : Dr. Hening Widiatmoko, M.A
Jabatan : Pjs. Bupati Tasikmalaya
Pihak Pertama berjanji akan mewujudkan target kinerja yang seharusnya sesuai
lampiran perjanjian ini, dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti
yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan
pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
Pihak Kedua akan melakukan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan
evaluasi terhadap capaian kinerja dan perjanjian ini dan mengambil tindakan yang
diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
Singaparna, 03 November 2020
NIP. 19630629 199003 1 002
LKIP 2020 33
PERJANJIAN KINERJA PERUBAHAN TAHUN 2020 DINAS PERTANIAN, PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN TASIKMALAYA
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan 2020
Sumber Data Target
Prosentase peningkatan jumlah produksi hasil olahan komoditas pertanian
% 0,52 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
2 Meningkatnya produksi tanaman pangan
Prosentase peningkatan produksi tanaman pangan
% 0,27 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
Meningkatnya produksi hortikultura
3
Prosentase peningkatan produksi perkebunan
5 Meningkatnya produksi komoditas peternakan yang ASUH
Prosentase peningkatan produksi komoditas peternakan yang ASUH
0,50 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan %
6 Meningkatnya Ketersediaan Pangan
Persentase rata-rata ketersediaan energi dan protein dalam bahan pangan per kapita
% 82,00 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
7 Meningkatnya Produksi Perikanan
% 2,95 BPS, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
NO KEGIATAN JUMLAH ANGGARAN
2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 435.504.600
3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 44.500.000
LKIP 2020 34
4 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
20.000.000
6 Program Peningkatan Ketahanan Pangan 3.221.165.000
7 Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 18.392.654.400
8 Program Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian/Perkebunan Lapangan 3.500.000.000
9 Program Pengembagan Budi Daya Perikanan 2.038.077.500
10 Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 11.337.165.000
11 Program Pengembangan Perikanan Tangkap dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir 741.212.500
12 Program Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Petani 500.000.000
13 Program Peningkatan Usaha Perikanan 34.285.000
14 Program Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan 2.878.505.000
15 Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian 3.467.486.500
16 Program Pengendalian Penanggulangan Penyakit Hewan dan Penjaminan Pangan Asal Ternak 277.299.000
17 Program Peningkatan Usaha Peternakan 12.700.000
18 Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan 424.560.000
Total 49.133.980.100
KABUPATEN TASIKMALAYA
NIP. 19630629 199003 1 002
LKIP 2020 35
hasil olahan komoditas pertanian, produksi padi, palawija, sayuran, buah-buahan,
perkebunan, hasil peternakan serta sarana pendukung pertanian. Sasaran, Program
dan Kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2020 dengan mengacu kepada Rencana
Strategik (Renstra) Revisi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Sasaran dalam
Rencana Kinerja Tahunan (RKT) disajikan bersama indikator kinerjanya, sedangkan
program disajikan sebagai strategi yang relevan dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Selanjutnya kegiatan disajikan dengan mengacu pada program yang relevan, sehingga
kegiatan yang dirumuskan dalam RKT merupakan rincian yang sistematis dari program
yang akan dilaksanakan.
Produksi Pertanian/Perkebunan, Program Pengembangan Sumber Daya Manusia dan
Kelembagaan Pertanian, Program Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan dan
Program Penyediaan dan Perbaikan Prasarana dan Sarana Pertanian, Program
Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, Program Pengendalian Penanggulangan
Penyakit Hewan dan Penjaminan Pangan Asal Ternak dan Program Peningkatan
Usaha Peternakan, merupakan rencana program-program di Tahun 2020.
Perencanaan program-program tersebut tercakup dalam Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA dan DPPA) TA. 2020. Program dan. Kegiatan yang dilaksanakan
anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan Dana Alokasi
Khusus (DAK) Bidang Pertanian.
SASARAN STRATEGIS
27.243 Peningatan produksi pertanian/ perkebunan
Penilaian Kelas Usaha Perkebunan Besar (PBS/PTP)
75.000.000
12.730 Intensifikasi dan Peningkatan SDM Petani Kakao (Banprov 2019)
2.300.000.000
Produksi tanaman pangan (Ton)
Antisipasi Serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)
100.000.000
75.000.000
Pengembangan Agribisnis Padi Organik
- Padi ladang 28.728 Peningkatan Produksi, Produktifitas dan Mutu Padi Organik
1.100.000.000
1.100.000.000
5.000.000.000
1.000.000.000
500.000.000
Pengembangan Kacang Tanah
1.000.000.000
1.500.000.000
1.500.000.000
1.000.000.000
2.000.000.000
3.000.000.000
Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian
Pengembangan Embung (DAK)
600.000.000
Pengembangan dan Perbaikan Dam Parit (DAK)
2.575.000.000
499.670.000
960.000.000
Pengembangan Pos Penyuluhan Pedesaan (POSLUHDES) (Banprov 2019)
700.000.000
1.221
2.329
Pemberdayaan UPTD Hortikultura dan Kultur Jaringan
75.000.000
200.000.000
5.000.000.000
1.000.000.000
2.000.000.000
Produksi komoditas perkebunan (Ton)
Pengembangan Usaha Konservasi Lahan Terpadu (PUKLT) Komoditi Cengkeh
1.500.000.000
1.500.000.000
1.500.000.000
500.000.000
100.000.000
Pengembangan Usaha Tani Konservasi Lahan Terpadu (PUKLT) Komoditas Kopi Robusta
2.000.000.000
300.000.000
975.000.000
975.000.000
2.450.000.000
50.000.000
1.500.000.000
1.050.000.000
200.000.000
1.000.000.000
2.000.000.000
Kegiatan Intensifikasi dan Diversifikasi Tanaman Kelapa dan Kapol (Banprov 2019)
3.500.000.000
3.000.000.000
2.000.000.000
4.516.942.000
3.500.000.000
Rehabiitasi Tanaman Kopi Arabika dan Pemberdayaan Kelompok Tani (Banprov 2019)
1.800.000.000
75.000.000
50.000.000
2.300.000.000
150.000.000
900.000.000
1.000.000.000
1.500.000.000
400.000.000
1.500.000.000
Standarisasi Kualitas Bahan Baku Tembakau (DBHCHT 2019)
600.000.000
65.763 Program Peningkatan Produksi Hasil
Penguatan UPTD Perbibitan Ternak
1.250.000.000
100.000.000
300.000.000
350.000.000
975.000.000
1.000.000.000
500.000.000
2.500.000.000
1.000.000.000
1.000.000.000
450.000.000
2.500.000.000
1.000.000.000
1.000.000.000
LKIP 2020 43
Jumlah Hewan Yang Sehat dan Produk Asala Hewan yang ASIH (Ekor)
91.647 Program Pengendalian Penanggulangan Penyakit Hewan dan Penjaminan Pangan Asal Ternak
Penguatan UPTD RPH
16.677 Penguatan UPTD Laboratorium Veteriner
50.000.000
500.000.000
250.000.000
Penguatan UPTD Pasar Hewan
2 Peningkatan Sarana Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia di Kabupaten Tasikmalaya (Banprov 2019)
750.000.000
246 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pasar Ternak di Kabupaten Tasikmalaya (Banprov 2019)
500.000.000
Monitoring dan Surveilance Residu Kimia dan cemaran mikroba produk asl peternakan (ekor)
125
menganalisa, dan menggunakan informasi untuk menentukan efesiensi dan efektivitas
suatu instansi pemerintah dalam melaksanakan program-programnya sesuai dengan
Tupoksinya. Sebagai penjabaran lebih lanjut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan
Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020 merumuskan Tujuan yaitu “Meningkatkan Nilai
Tukar Petani (NTP)” dengan Sasaran sebagai berikut :
1. Meningkatnya produksi hasil olahan komoditas pertanian
2. Meningkatnya produksi tanaman pangan
3. Meningkatnya produksi hortikultura
5. Meningkatnya produksi komoditas peternakan yang ASUH
6. Meningkatnya ketahanan pangan
7. Meningkatnya produksi perikanan
Indikator Capaian Kinerja Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Tahun 2020
1. Capaian Target dan Realisasi Tahun 2020
Capaian Indikator Kinerja Utama
Tahun 2020
1
Meningkatnya
4
Meningkatnya
2019
2 Produksi Tanaman Pangan Ton 1.044.784 334.916 981.688 153,11
Produksi padi Ton 910.025 252.665 796.733 153,31
Produksi palawija Ton 134.025 92.251 184.955 100,49
Meningkatnya kualitas dan
2019
Perluasan Irigasi Tersier; Ha 600 1.400 400 (0,33)
Pengembangan Alsin pra dan
- Alsin Pra panen Unit 238 275 87 68,36
- Alsin Pasca Panen Unit 413 101 42 (0.10)
Peningkatan Mutu Tanaman
.- Sertifikasi Budidaya Tanaman
.- Sertifikasi Produk Tanaman
Perluasan areal lahan pertanian
(cetak sawah) Ha - 300
- Embung 15 16 4 75,00
- Pembangunan/Perbaikan
- Irigasi air tanah dangkal 15 10 5 50,00
Pengembangan jalan usahatani 1 10 21 110,00
Pengembangan jalan produksi 20 10 5 50,00
Cakupan bina kelompok petani % 68,21 52,43 52,96 100,95
- Jumlah kelompok tani penerima
Meningkatnya tingkat
Pemula 1.582 1.448 1.907 136,04
Lanjut 896 927 958 103,34
Madya 45 128 105 82,03
Utama 0 2 0 0
3 Produksi Hortikultura 256.986 73.718 191.978 160,04
4 Produksi Komoditas Perkebunan Ton 57.844 23.893 44.680 170,00
LKIP 2020 47
2019
5 Produksi Peternakan Ton 62.108 67.076 90.010 134,19
Produksi daging Ton 42.152 49.816 42.324 84,96
Produksi telur Ton 14.651 13.625 42.192 200,96
Produksi susu Ton 5.305 3.637 5.585 153,56
Jumlah Populasi Ternak 8.887.637 6.194.847 8.622.039 139,18
Populasi ternak ruminansia besar Ekor 61.772 39.013 62.566 160,37
Populasi ternak ruminansia kecil Ekor 546.526 276.869 581.560 210,04
Populasi Ternak Unggas Ekor 8.279.339 5.878.965 7.977.913 135,70
Jumlah Hewan Yang Sehat dan
Produk Asala Hewan yang ASUH 55.984 47.674 36.663 76,90
Vaksinasi A1 Ekor 35.000 31.836 20.000 62.82
Vaksinasi rabies Ekor 3.000 3.078 1.252 40,67
Eliminasi HPR Ekor 1.000 1.061 20 18,85
Meningkatnya pelayanan
Meningkatnya Pelayanan
Prosentase Fasilitasi Sertifikasi
Fasilitasi NKV Kali 3 2 3 150
Jumlah unit usaha peternakan Unit 290 128 280 218,75
Monitoring dan Surveilance
Pola Pangan Harapan (PPH) Skor 82,50 80,75 81,50 100,92
Rata-rata Peningkatan
2019
Energi dan Protein Perkapita
% 3,40 3,20 3,00 93,75
3. Realisasi Kinerja sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan target jangka
menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi
Indikator Capaian Kinerja Jangka Menengah Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020
NO Indikator Capaian Kinerja Satuan Target Jangka Menengah (5
Th) 2017-2021
Pencapaian thdp
Ton 138.993 29.011
Meningkatnya kualitas dan ketersediaan sumberdaya pertanian :
Meningkatnya perluasan pertanian organik
2.200 32,84
Unit 1.952 564
651 825 42,26
Peningkatan Mutu Tanaman Pangan
Ha 1.100 100
- Pembangunan/ Perbaikan Damparit
Pengembangan jalan usahatani
Kel. 1.336 1.414
1.906 1.414 105,85
Kel. 2.510 2.267
2.794 2.267 90,32
3 Produksi Komoditas Hortikultura
Unit 8
0 0,00
Produksi daging Ton 249.178 42.346 42.152 90.228 36,21
Produksi telur Ton 68.151 14.363 14.651 27.458 40,29
Produksi susu Ton 18.193 5.250 5.305 8.746 48,07
Jumlah Populasi Ternak 58.100.040 9.053.464 8.887.637 19.958.764 34,35
Populasi ternak ruminansia besar
Jumlah Hewan Yang Sehat dan Produk Asala Hewan yang ASUH
437.920 36.983
Meningkatnya pelayanan pengobatan penyakit hewan
Ekor 85.086 1.768
3.886 18.118 21,29
Meningkatnya Pelayanan Kesmavet :
Pemeriksaan Hewan Qurban
Ekor 29.663 8.215
12.644 13.915 46,91
Jumlah unit usaha peternakan
Monitoring dan Surveilance Residu Kimia dan cemaran mikroba produk asl peternakan
Ekor 750
5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan
kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan
Analisis:
1) Produksi Olahan Komoditas Pertanian dari target 14.738 ton pada tahun 2020
terealisasi sebesar 12.822 ton atau 86,99%. Dibandingkan dengan Tahun 2019
terjadi penurunan sebesar 45,10% yang terdiri dari produksi olahan berbahan
baku produksi tanaman pangan (kripik singkong, beras/ketan, kedelai
(tahu/tempe)), produksi olahan perkebunan (aren, kelapa (gula merah, gula
semut), teh kering, kopi (bubuk/berasan)), produksi olahan Hortikultura (olahan
pisang), produksi olahan peternakan (baso, abon sapi, abon ayam, nuget, tahu
bakso, telur asin, susu pasteurisasi, yogurt).
2) Produksi Komoditas Tanaman Pangan dari target 334.916 ton pada Tahun
2020 terealisasi 981.688 ton atau (153,11%), dibandingkan dengan Tahun
2019 terjadi penurunan sebesar 0,06 %.
3) Produksi Komoditas Hortikultura dari target 73.718 ton pada Tahun 2020
terealisasi 191.978 ton. dibandingkan dengan Tahun 2019 terjadi kenaikan
LKIP 2020 51
sebesar 160,04%. Komoditas sayuran ditanam di lahan bukan sawah dalam
bentuk hamparan dengan perlakuan intensif.
4) Produksi Komoditas Perkebunan dari target 23.893 ton pada Tahun 2020
terealisasi 44.680 ton. dibandingkan dengan Tahun 2019 terjadi kenaikan
sebesar 170%. Pencapaian realisasi ini dikarenakan adanya kegiatan
intensifikasi, rehabilitasi dan peremajaan komoditas perkebunan serta
penanaman, sehingga produktivitas meningkat. Disamping itu dtunjang dengan
adanya pengendalian hama terpadu, pelatihan petani untuk meningkatkan
SDM kelompok baik dalam hal kelembagaan maupun budidaya.
5) Produksi Komoditas Peternakan dari target 67.076 ton pada Tahun 2020
terealisasi 90.010 ton. dibandingkan dengan Tahun 2019 terjadi kenaikan
sebesar 134,19%. Terdiri dari produksi daging, telur dan susu, adanya
peningkatan produksi telur dan produksi susu meskipun produksi daging
mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Tahun 2019. Penurunan
produksi daging disebabkan karena menurunnya jumlah populasi ternak Tahun
2020 sebagai berikut : Produksi komoditas peternakan tidak terlepas Jumlah
Hewan Yang Sehat dan Produk Hewan yang Aman, Sehat, Utuh, Halal atau
ASUH, Vaksinasi AI, Rabies, Eliminasi HPR. Peningkatan pencegahan dan
pemberantasan penyakit hewan menular (Vaksinasi AI, Vaksinasi rabies,
Eliminasi HPR) mengalami penurunan 24,10% dibandingkan tahun 2019 akan
tetapi tidak mencapai target yang telah direncanakan, peningkatan pelayanan
pengobatan penyakit hewan peningkatan pelayanan Kesmavet (pemeriksaan
hewan kurban) dan fasilitasi penerbitan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Ketidaktercapaian hal tersebut dikarenakan terbatasnya sarana dan prasarana,
jumlah pegawai dan tersebarnya lokasi penyembelihan. Sedangkan untuk
monitoring dan pengawasan residu kimia dan cemaran mikroba produk asal
ternak menurun, hal ini dikarenakan tidak adanya atau sedikitnya aktif service
dari tingkat Provinsi dan Balai Veteriner Subang dalam rangka monitoring
residu kimia dan cemaran mikroba produk asal ternak ke pasar-pasar
tradisional.
LKIP 2020 52
6) Produksi perikanan dari target 70.321,69 ton pada Tahun 2020 terealisasi
70.710,00 ton, dibandingkan dengan Tahun 2019 terjadi kenaikan sebesar
100,55%. Dimana produksi ikan nila menempati produksi terbesar di jawa barat
bahkan di indonesia.
7) Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Tasikmalaya dari target 80,75
pada Tahun 2020 tercapai 81,50, dibandingkan dengan Tahun 2019 terjadi
penurunan dari sebesar 82,50. PPH tersebut dihitung berdasarkan kelompok
pangan Padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak dan lemak,
buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula, sayur dan buah dan lain-lain.
6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumberdaya
7. Analisa program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan
pencapaian pernyataan kinerja
3.2. Realisasi Anggaran
Pertanian, Pangan dan Perikanan didukung oleh Belanja Tidak Langsung dan
Belanja Langsung.
Rp. 21.676.602.157,- dengan realisasi sebesar Rp. 21.676.602.157,- (100%).
Belanja tidak langsung dialokasikan untuk Belanja Pegawai (Gaji Pokok,
Tunjangan Struktural/Fungsional, Tunjangan Keluarga, TPP dan insentif.
Belanja Langsung mempunyai pagu anggaran sebesar Rp. 49.133.980.100,-
dan telah terserap sebesar Rp. 43.201.506.783,- (87,93%). Adapun rincian belanja
langsung urusan kelautan perikanan yaitu sebagai berikut :
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan pagu anggaran Rp.
1.770.115.600,- terserap sebesar Rp. 1.756.338.178,- (99,46%), terdiri dari 10
(sepuluh) kegiatan sebagai berikut :
a) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik, dari pagu
anggaran sebesar Rp. 263.071.420,- terealisasi sebesar Rp. 254.400.177,-
(96.70%), Output : tersedianya jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik
untuk satu tahun dengan Outcome kegiatan terpenuhinya kebutuhan
komunikasi, air dan listrik perkantoran satu tahun.
LKIP 2020 53
Rp. 85.000.000,-terealisasi sebesar Rp. 84.212.950,- (99.07%), Output :
tersedianya jasa kebersihan kantor satu tahun dan Outpcome : terciptanya
kebersihan kantor selama satu tahun.
c) Penyediaan Alat Tulis Kantor, dari pagu anggaran sebesar Rp. 230.221.400,-
terealisasi sebesar Rp. 229.995.350,- (99,90%), Output : tersedianya alat tulis
kantor untuk satu tahun dengan Outcome kegiatan terpenuhinya kebutuhan
alat tulis kantor satu tahun.
d) Penyediaan Barang Cetak dan Penggandaan, dari pagu anggaran sebesar Rp.
87.322.260,-terealisasi sebesar Rp. 87.196.000,- (99,86%), Output :
tersedianya barang cetak dan penggandaan untuk satu tahun dengan Outcome
kegiatan terpenuhinya kebutuhan barang cetak dan penggandaan satu tahun.
e) Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor, dari pagu anggaran sebesar
Rp. 6.653.000,- terealisasi sebesar Rp. 6.645.000,- (99,88%), Output :
tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor dinas satu tahun dengan
Outcome kegiatan terpenuhinya kebutuhan peralatan dan perlengkapan kantor
satu tahun.
anggaran sebesar Rp. 25.200.000,- terealisasi sebesar Rp. 25.170.000,-
(99,88%), Output : penyediaan bahan bacaan surat kabar dan majalah serta
peraturan perundang-undangan satu tahun dengan Outcome kegiatan
terpenuhinya kebutuhan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
dinas satu tahun.
Rp. 82.500.000,-terealisasi sebesar Rp. 82.465.000,- (99,96%), Output :
penyediaan makan minum kantor satu tahun dengan Outcome kegiatan
terpenuhinya kebutuhan makan minum kantor satu tahun.
h) Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis Perkantoran, dari
pagu anggaran Rp. 728.247.520,- terealisasi Rp. 724.547.040,- (99,49%),
Output : tersedianya jasa administrasi/teknis perkantoran satu tahun dan
Outpcome : terpenuhinya kebutuhan jasa administrasi/teknis perkantoran satu
tahun.
jasa pengamanan kantor satu tahun dan Outpcome : terpenuhinya kebutuhan
pengamanan kantor satu tahun.
LKIP 2020 54
satu tahun dan Outpcome : terlaksananya rapat koordinasi dan konsultasi satu
tahun.
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan pagu anggaran
sebesar Rp. 435.504.600,- dan terserap sebesar Rp. 427.318.740,- (97,85%),
terdiri dari 3 kegiatan :
Rp. 124.378.400,- terealisasi Rp. 116.510.080,- (93,67%). Output :
terlaksananya pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor (1 kantor dinas dan 3
UPTD) selama satu tahun dengan Outcome kegiatan terpeliharanya gedung
kantor kantor (1 kantor dinas dan 3 UPTD) selama satu tahun.
b) Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional, dari pagu
anggaran Rp. 273.126.200,- terealisasi Rp. 272.808.660,- (99,88%). Output :
tersedianya barang dan jasa pemeliharaan rutin/berkala kendaraan
dinas/operasional selama satu tahun dengan Outcome kegiatan
terpeliharanya fasilitas kendaraan dinas/operasional selama satu tahun.
c) Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor, dari pagu
anggaran Rp. 38.000.000,- terealisasi Rp. 38.000.000,- (100%). Output :
tersedianya barang dan jasa pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan kantor
(computer, laptop, mesin tik) selama satu tahun dengan Outcome kegiatan
terpeliharanya fasilitas perlengkapan kantor (computer, laptop, mesin tik)
selama satu tahun.
3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a) Pendidikan dan Pelatihan Formal dari pagu anggaran sebesar Rp. 44.500.000
dan terealisasi sebesar Rp. 44.500.000 (100%).
4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan – Capaian Kinerja
dan Keuangan pagu anggaran sebesar Rp. 20.000.000,- dan terealisasi sebesar
Rp. 20.000.000,- (100%), terdiri dari 1 kegiatan dengan perincian sebagai berikut :
a) Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Pelaporan, dari pagu anggaran Rp.
20.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 20.000.000,- (100%). Output :
tersusunya Renja, RKA, DPA, dan Laporan Tahunan masing-masing 1
Dokumen. Outpcome : tersedianya dokumen perencanaan SKPD 4 Dokumen.
LKIP 2020 55
sebesar Rp. 38.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 38.500.000,- (100%), terdiri
dari 1 kegiatan dengan perincian sebagai berikut :
a) Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Pelaporan, dari pagu anggaran
sebesar Rp. 38.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 38.500.000,- (100%).
Output : tersusunya Renja, RKA, DPA, dan Laporan Tahunan masing-masing
1 Dokumen. Outpcome : tersedianya dokumen perencanaan SKPD 4
Dokumen.
6) Program Pengembangan Budi Daya Perikanan, dengan pagu anggaran sebesar
Rp. 2.038.077.500,- dan terserap sebesar Rp. 1.871.649.109,- (91,65%), dengan 6
(enam) kegiatan sebagai berikut :
a) Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar, dari pagu anggaran Rp.
13.490.000,- terealisasi Rp. 13.490.000,- (100%) dengan Output : 1)
Tersalurkannya bantuan benur udang Vanname 500.000 ekor; 2)
Tersalurkannya bantuan benih ikan nila 105.000 ekor; 3) Tersalurkannya
bantuan peralatan budidaya vanname 1 paket; 4) Tersalurkannya pakan ikan
10.300 Kg; 5) Tersalurkannya obat-obatan ikan 1 paket . Outcome/manfaat
kegiatan yaitu Terfasilitasinya kegiatan budidaya ikan di 4 kelompok
pembudidaya dalam mendorong peningkatan produksi ikan dan peningkatan
kesejahteraan pembudidaya.
Rp. 389.500.000,- terealisasi Rp. 378.695.100,- (97,23%) dengan Output
Tersalurkannya bantuan benih ikan gurame 70.000 ekor; 2) Tersalurkannya
bantuan benih ikan nila 525.000 ekor; 3) Tersalurkannya bantuan pakan ikan
19.980 kg; 4) Tersalurkannya bantuan obat-obatan ikan 1 paket. Sedangkan
Outcome/manfaat kegiatan yaitu Meningkatnya system agribisnis perikanan
pada 22 kelompok pembudidaya ikan guna mendorong peningkatan produksi
ikan dan peningkatan kesejahteraan pembudidaya.
c) Penguatan UPTD Balai Benih Ikan, dari pagu anggaran Rp. 25.000.000,-
terealisasi Rp. 24.965.000,- (99,86%). Output kegiatan adalah Tersedianya
operasional UPTD Balai Benih Ikan selama 12 bulan. Outpcome : 1)
meningkatnya pengelolaan UPTD BBI; 2) meningkatnya PAD dari penjualan
Outcome produksi ikan.
744.032.489,- (84,21%). Output : 1) Terehabilitasinya kolam induk/pemijahan
di UPTD BBI; 2) Terbangunnya kolam pedederan di UPTD BBI.
LKIP 2020 56
unggulan di UPTD BBI.
Kelautan dan Perikanan (Nelayan dan Pembudidaya Ikan) (DAK), dari pagu
anggaran Rp. 661.120.000,- terealisasi Rp. 646.246.520,- (97,75%) dengan
Output kegiatan adalah tersalurkanya bantuan benur udang vanname
2.100.000 ekor, pakan, obat-obatan dan peralatan serta bangunan tambak
udang untuk 4 kelompok di Kecamatan Cikalong dan Cipatujah.
Outcome/manfaat kegiatan yaitu meningkatnya usaha budidaya udang
vaname masyarakat dalam upaya mendorong peningkatan produksi
perikanan.
f) Studi Kelayakan Pembangunan Balai Benih Ikan dari pagu anggaran Rp.
2.365.000,- terealisasi Rp. 2.365.000,- (100%).
g) Pembebasan Lahan UPT Balai Benih Ikan dari pagu anggaran Rp. 3.105.000,-
terealisasi Rp. 3.105.000,- (100%).
h) Penguatan UPTD Balai Benih Ikan dari pagu anggaran Rp. 20.000.000,-
terealisasi Rp. 20.000.000,- (100%).
i) Penguatan UPTD Tempat Pelelangan Ikan dari pagu anggaran Rp.
20.000.000,- terealisasi Rp. 20.000.000,- (100%).
j) Penguatan UPTD Pasar Ikan dari pagu anggaran Rp. 20.000.000,- terealisasi
Rp. 20.000.000,- (100%).
Masyarakat Pesisir, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 741.202.500,- dan
terserap sebesar Rp. 603.413.330,- (95,11%) dengan 4 (empat) kegiatan sebagai
berikut :
terealisasi sebesar Rp. 4.150.000 (100%).
b) Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Usaha Skala Kecil
Masyarakat Kelautan dan Perikanan ( Nelayan dan Pembudidaya ikan)
dengan pagu anggaran sebesar Rp. 710.212.500,- terealisasi sebesar Rp.
572.453.330 (80.60%). Output : Tersalurkannya bantuan kapal < 3 GT
beserta perlengkapannya sebanyak 5 paket (Kapal, mesin temple 15 PK, alat
penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan). Sedangkan Outpcome :
Meningkatnya usaha penangkapan 1 (satu) kelompok nelayan dalam upaya
mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap sebesar 1,2%.
Sedangkan Outpcome : Meningkatnya usaha penangkapan nelayan dalam
upaya mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap.
LKIP 2020 57
c) Penguatan UPTD PPI dengan pagu anggaran sebesar Rp. 25.000.000,-
terealisasi sebesar Rp. 24.960.000,- (99,84%) Output : tersedianya
Operasional UPTD PPI selama 12 bulan. Sedangkan Outcome kegiatannya
adalah meningkatnya pengelolaan UPTD PPI dalam penyediaan jasa
pelayanan pendaratan ikan dan pelelangan ikan.
d) Pengembangan Sarana dan Prasarana Penangkapan Ikan dengan pagu
anggaran sebesar Rp. 1.850.000,- terealisasi sebesar Rp. 1.850.000,- (100%).
Output : tersalurkannya bantuan alat penangkapan ikan sebanyak 14 unit.
Sedangkan Outcome kegiatannya adalah Meningkatnya usaha penangkapan
14 orang nelayan laut dalam upaya mendorong peningkatan produksi
perikanan tangkap sebesar 1,2%.
8) Program Peningkatan Usaha Perikanan, dengan pagu anggaran sebesar Rp.
34.285.000,- dan terserap sebesar Rp. 34.285.000,- (99,95%), melalui kegiatan
sebagai berikut :
a) Pengembangan Unit Usaha Pengolahan Hasil Perikanan Budidaya dari pagu
anggaran sebesar Rp. 9.285.000,- terealisasi Rp. 9.285.000,- (100%). Output
dari kegiatan ini yaitu tersedianya operasional UPTD Pasar Ikan selama 12
bulan, sedangkan Outcomenya yaitu meningkatnya pengelolaan UPTD Pasar
Ikan dalam penyediaan jasa fasilitasi bak/kolam untuk penjualan ikan.
b) Penguatan UPTD Pasar Ikan dari pagu anggaran sebesar
Rp. 25.000.000,- terealisasi Rp. 24.975.000,- (99,90%). Output dari kegiatan
ini yaitu tersedianya operasional UPTD Pasar Ikan selama 12 bulan,
sedangkan Outcomenya yaitu meningkatnya pengelolaan UPTD Pasar Ikan
dalam penyediaan jasa fasilitasi bak/kolam untuk penjualan ikan.
9) Program Peningkatan Ketahanan Pangan didukung dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 7.388.594.840,- dan telah terserap sebesar Rp
7.114.184.910,- (96,29%) yang meliputi 8 kegiatan sebagai berikut :
a) Penanganan Daerah Rawan Pangan dengan jumlah anggaran sebesar Rp.
0 dengan realisasi Rp. 0 (0%).
b) Pendampingan Desa Mandiri Pangan dengan jumlah anggaran sebesar
Rp. 7.125.000, dengan realisasi Rp. 7.125.000 (100%).
c) Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dengan jumlah anggaran sebesar
Rp. 650.000.000,- telah terealisasi sebesar Rp. 616.045.000,- (94,78%).
Output : tersedianya Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Bentuk
Beras sebanyak 9.000 kg sedangkan Outcome/manfaat kegiatan yaitu
terpenuhinya Kebutuhan Beras Masyarakat yang mengalami gejala
LKIP 2020 58
Tasikmalaya.
d) Penel Harga dengan jumlah anggaran Rp. 4.795.000,- telah terealisasi
sebesar Rp. 3.595.000,- (74,97%).
e) Hari Pangan Se Dunia dengan jumlah anggaran Rp. 0,- telah terealisasi
sebesar Rp. 0,- (0%). Output : telaksananya pameran hari pangan
sedunia, Sedangkan Outpcome : meningkatnya penganekaragaman
konsumsi pangan masyarakat.
f) Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi jumlah anggaran Rp. 0,- telah
terealisasi sebesar Rp. 0,- (0%).
g) Pameran Pangan Lokal Tingkat Provinsi dan Pusat dengan jumlah
anggaran Rp. 0,- telah terealisasi sebesar Rp. 0,- (0%).
h) Pengawasan Keamanan Pangan dengan jumlah anggaran
Rp. 2.420.000,- telah terealisasi sebesar Rp. 2.420.000,- (100 %) Output :
1). Tersosialisasikannya pengawasan pangan 2). Terujinya sampel pangan
di masyarakat. Sedangkan Outpcome : terwujudnya pengawasan
keamanan pangan yang beredar di masyarakat masyarakat.
i) Peningkatan Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan jumlah anggaran
Rp. 106.825.000,- telah terealisasi sebesar Rp. 102.505.000,- (95,96%)
Output : 1). Tersalurkannya bantuan pemanfaatan lahan pekarangan; 2).
Tersosialisasikannya kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan di 21
Kelompok Wanita Tani. Sedangkan Outpcome : meningkatnya
pemanfaatan lahan pekarangan dalam mendukung penyediaan bahan
pangan lokal di Kabupaten Tasikmalaya.
j) Pemetaan Ketahanan dan Kerawanan Pangan di Kabupaten Tasikmlaya
dengan jumlah anggaran Rp. 0,- telah terealisasi sebesar Rp. 0,- (0%).
k) Pengembangan Rumah Pangan Lestari dengan jumlah anggaran
Rp. 2.000.000.000,- telah terealisasi sebesar Rp. 1.645.654.760,-(82,28%).
l) Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pemanfaatan Pekarangan
(P2WKSS) dengan jumlah anggaran Rp. 450.000.000,- telah terealisasi
sebesar Rp. 444.247.200,-(98,72%).
kegiatan sebagai berikut :
a) Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggulan Daerah dengan
jumlah anggaran Rp. 0,- telah terealisasi sebesar Rp. 0,- (0%). Output :
LKIP 2020 59
pemasaran atas hasil promosi.
b) PENAS dengan jumlah anggaran Rp. 22.500.000,- telah terealisasi sebesar
Rp. 22.500.000,- (100%).
c) HKP (Hari Krida Pertanian) Tahun 2020 dengan jumlah anggaran Rp. 0,-
telah terealisasi sebesar Rp. 0,- (0%).
d) Pengembangan Kawasan Techno Park dengan jumlah anggaran Rp.
400.000.000,- telah terealisasi sebesar Rp. 398.892.600,- (100%).
e) Pengembangan Unit Usaha Pengolahan Hasil Peternakan dengan jumlah
anggaran Rp. 2.060.000,- telah terealisasi sebesar Rp. 2.060.000,- (100%).
11) Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan, dari anggaran Rp.
18.392.654.400,- terealisasi Rp. 17.587.123.421,- (95,62%) dengan kegiatan
sebagai berikut :
anggaran Rp. 250.000.000,- terealisasi Rp. 232.095.571,- (92,84%). Output
kegiatan ini yaitu tersedianya stok obat-obatan pengendalian OPT. Outcome
kegiatan ini yaitu terkendalinya serangan OPT;
b) Pemberdayaan UPTD Padi Palawija dengan pagu anggaran
Rp. 25.000.000,- terealisasi Rp. 23.850.000,- (95,40%). Output : tersedianya
benih sebar sebanyak 9.100 kg. Sedangkan Outpcome : tersedianya benih
unggul bersertifikat untuk pertanaman seluas kurang lebih 500 ha.
c) Intensifikasi dan Diversifikasi Tanaman Perkebunan dengan pagu anggaran
Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
d) Pengembangan Tanaman Holtikultura Unggul Lokal dengan pagu anggaran
Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
e) Intensifikasi dan Rehabilitasi Tanaman Perkebunan Karet dengan pagu
anggaran Rp. 800.000.000,- terealisasi Rp. 752.118.500,- (94,01%).
f) Pengembangan Komoditas Pala dengan pagu anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp.
0,- (0%).
g) Pengembangan Komoditi Cabai Besar dengan pagu anggaran Rp. 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
terealisasi Rp. 959.551.300,- (95,01%).
i) Intensifikasi Jagung dengan pagu anggaran Rp. 250.000.000,- terealisasi Rp.
238.557.200,- (95,42%).
terealisasi Rp. 653.382.500,- (87,12%).
250.000.000,- terealisasi Rp. 243.674.350,- (97,47%).
l) Pengembangan Kopi Arabica dengan pagu anggaran Rp. 500.000.000,-
terealisasi Rp. 483.646.500,- (96,73%).
Rp. 880.362.000,- (97,82%).
Rp. 197.130.600,- (98,57%).
Rp. 470.231.100,- (94,05%).
p) Pemberdayaan UPTD Hortikultura dan Kultur Jaringan pagu anggaran Rp.
15.635.400,- terealisasi Rp. 15.635.400,- (100%).
q) Rehabilitasi Komoditas The pagu anggaran Rp. 750.000.000,- terealisasi Rp.
737.877.520,- (98,38%).
500.000.000,- terealisasi Rp. 490.200.400,- (98,04%).
s) Intensifikasi Komoditas Kacang Tanah pagu anggaran Rp 1.037.300.000,-
terealisasi Rp. 1.008.996.100,- (97,27%).
t) Pengembangan Komoditas Perkebunan Pala pagu anggaran Rp 0,- terealisasi
Rp. 0,- (0%).
u) Konservasi Lahan Mendukung Perkebunan pagu anggaran Rp 0,- terealisasi
Rp. 0,- (0%).
v) Pengembangan Aren Berbasis Unggul Lokal pagu anggaran Rp 500.000.000,-
terealisasi Rp. 488.875.000,- (97,78%).
w) Pengembangan PUKLT Komoditas Kopi Arabika pagu anggaran Rp 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
x) Penguatan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) pagu anggaran
Rp 1.350.000,- terealisasi Rp. 1.350.000,- (100%).
y) Pengembangan Jagung pagu anggaran Rp 9.350.000,- terealisasi Rp.
9.350.000,- (100%).
z) Pengembangan Komoditas Salak Super Manonjaya pagu anggaran Rp 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
Rp. 246.855.600,- (98,74%).
bb) Peningkatan Mutu Budidaya Tanaman Perkebunan pagu anggaran Rp 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
terealisasi Rp. 0,- (0%).
dd) Pengembangan dan intensifikasi Tanaman Cengkeh pagu anggaran Rp 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
ee) Pengembangan Calon Sumber Benih Komoditas Pala pagu anggaran Rp
1.000.000.000,- terealisasi Rp. 991.074.000,- (99,11%).
ff) Sarana dan Prasarana Produksi Pala pagu anggaran Rp 0,- terealisasi Rp. 0,-
(0%).
gg) PUKLT Komoditi Perkebunan Karet pagu anggaran Rp 0,- terealisasi Rp. 0,-
(0%).
hh) Peningkatan Produksi Palawija pagu anggaran Rp 44.084.000,- terealisasi Rp.
44.084.000,- (100%).
ii) Pengembangan Tanaman Sawo dan Manggis pagu anggaran Rp 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
terealisasi Rp. 2.311.728.000,- (92,74%).
terealisasi Rp. 977.378.000,- (97,74%).
ll) Perluasan Komoditas Kopi pagu anggaran Rp 1.000.000.000,- terealisasi Rp.
980.866.250,- (98,09%).
Rp. 435.502.000,- (87,10%).
Rp. 196.720.000,- (98,36%).
Rp. 491.277.750,- (98,26%).
pp) Pengembangan Tanaman Sawo, Manggis dan Mangga pagu anggaran Rp
650.000.000,- terealisasi Rp. 629.534.600,- (96,85%).
qq) Pengembangan Padi Gogo pagu anggaran Rp 2.500.000.000,- terealisasi Rp.
2.395.219.180,- (95,81%).
12) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, dari jumlah anggaran Rp.
11.337.165.000,- terealisasi Rp. 10.826.914.260,- (95,49%) dengan kegiatan
sebagai berikut:
a) Pengembangan Agribisnis Sapi Potong dengan pagu anggaran Rp. 0
terealisasi Rp. 0 (0%).
259.125.00,- terealisasi Rp. 255.836.700,- (98,7%).
c) Pemberdayaan Masyarakat Melalui Agribinis Ternak Sapi Potong dengan
pagu anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
LKIP 2020 62
Rp.435.000.000,- terealisasi Rp. 426.623.700,- (98,07%).
e) Pengawasan Mutu Pakan Ternak dengan pagu anggaran Rp. 0,- terealisasi
Rp. 0,- (0%).
Rp. 3.965.000,- (100.00%).
g) Penguatan UPTD Perbibitan Ternak dengan pagu anggaran Rp. 16.200.000,-
terealisasi Rp. 16.200.000,- (100.00%).
Rp. 892.500,- terealisasi Rp. 892.500,- (100.00%).
i) Pengembangan Ternak Domba dengan pagu anggaran Rp. 3.165.000,-
terealisasi Rp. 3.165.000,- (100.00%).
Rp. 100.570.000,- terealisasi Rp. 100.103.0000,- (99,54%).
k) Pengembangan Budidaya Ternak Sapi Potong dengan pagu anggaran Rp.
450.000.000,- terealisasi Rp. 438.255.900,- (97,39%).
l) Pengembangan Budidaya Ayam Ras Petelur dengan pagu anggaran Rp. 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
terealisasi Rp. 0,- (0%).
1.400.000.000,- terealisasi Rp. 1.363.873.810,- (97,42%).
o) Pengembangan Agribisnis Ayam Ras Petelur dengan pagu anggaran Rp.
930.000.000,- terealisasi Rp. 856.986.200,- (92,15)
p) Pengembangan Ternak Kambing dengan pagu anggaran Rp. 1.380.000,-
terealisasi Rp. 1.380.000,- (100.00%).
anggaran Rp. 101.010.000,- terealisasi Rp. 100.002.000,- (99,00%).
r) Pengemban Budidaya Domba dengan pagu anggaran Rp. 1.380.000,-
terealisasi Rp. 1.380.000,- (100,.00%).
200.000.000,- terealisasi Rp. 199.257.300,- (99,63%). Output :
tersalurkannya bantuan sarana 11 ekor sapi potong bakalan dan 1 paket obat
ternak, Outcomenya yaitu berkembangnya usaha ternak sapi potong
sebanyak 11 ekor;
t) Pengembangan Budidaya Sapi Potong dengan pagu anggaran Rp. 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
u) Pengembangan Ternak Unggas Bertelur dengan pagu anggaran Rp 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
v) Pengembangan Agribisnis Sapi Potong Penggemukan pagu anggaran Rp. 0,-
terealisasi Rp. 0,(0%).
anggaran Rp. 350.000.000,- terealisasi Rp. 340.426.500,- (97,26%).
x) Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Ayam Bertelur dengan pagu
anggaran Rp. 150.000.000,- terealisasi Rp. 141.692.350,- (94,46%).
y) Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Ternak Domba dengan pagu
anggaran Rp. 1.207.780.000,- terealisasi Rp. 1.189.832.500,- (98,51%).
z) Pengembangan Sarana dan Prasarana Ayam Ras Bertelur dengan pagu
anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
aa) Pengembangan Budidaya Penggemukan Sapi Potong dengan pagu anggaran
Rp. 850.000.000,- terealisasi Rp. 824.426.700,- (96,99%).
bb) Pengembangan Pembangunan Kandang Ayam Bertelur dengan pagu
anggaran Rp. 150.000.000,- terealisasi Rp. 148.600.000,- (99,07%).
cc) Penggadaan Pakan Ayam dengan pagu anggaran Rp.
150.000.000,- terealisasi Rp. 140.461.000,- (93,64%).
13) Program Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Pertanian
dari jumlah anggaran Rp. 500.000.000,- terealisasi Rp. 495.980.190,- (99,19%)
dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
a) Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluh Pertanian dengan pagu anggaran Rp.
0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
b) Penguatan Kelembagaan Petani dengan pagu anggaran Rp. 250.000.000,-
terealisasi Rp. 246.030.190,- (98,41).
c) Penguatan Verifikasi Pupuk Dan Validasi dengan pagu anggaran Rp. 0,-
terealisasi Rp. 0,- (0%).
Penyeluh Swadaya dengan pagu anggaran Rp.0.- terealisasi Rp. 0,- (0%).
e) Pemberdayaan KWT Melalui Pemanfaatan Pekarangan dengan pagu anggaran
Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
f) Penguatan/Pendampingan Pengembangan Padi Organik (IDB) dengan pagu
anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
g) Peningkatan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian dengan pagu anggaran
Rp. 250.000.000,- terealisasi Rp.249.950.000,- (99,98%).
LKIP 2020 64
Rp. 2.878.505.000,- Terealisasi Rp. 2.595.079.900,- (90,15%) yang terdiri dari
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
28.505.000,- terealisasi Rp. 28.505.000,- (100,00%).
b) Pengembangan Wiayah Padi Organik dengan pagu anggaran Rp.
2.000.000.000,- terealisasi Rp. 1.783.948.400,- (89,20%).
c) Pengembangan Agribisnis Padi Organik dengan pagu anggaran
Rp. 500.000.000,- terealisasi Rp. 442.602.000,- (88,52%).
d) Pengembangan Budidaya Tanaman Obat (jahe) dengan pagu anggaran Rp.
350.000.000,- terealisasi Rp. 340.024.500,- (100.00%).
15) Program Penyediaan dan Pengembagan Prasarana dan Sarana dari jumlah
anggaran Rp. 3.467.486.500,- terealisasi Rp. 3.366.946.900,- (97,10%) dengan
rincian kegiatan sebagai berikut :
Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
b) Pengembangan Embung (DAK) dengan pagu anggaran
Rp. 657.053.000,- terealisasi Rp. 566.950.000,- (86,29%).
c) Pengembangan Dam Parit (DAK) dengan pagu anggaran Rp. 715.480.000,-
terealisasi Rp. 715.480.000,- (100,00%),
d) Pengembangan Irigasi Air Tanah Dangkal (DAK) dengan pagu anggaran Rp.
755.270.000,- terealisasi Rp. 751.850.000,- (99,55%).
e) Pembangunan BPP (DAK) dengan pagu anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,-
(0%).
f) Penguatan/Pendampingan Pengembangan Infrastruktur Pertanian dengan pagu
anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
g) Pengembangan Alsintan Pasca Panen dengan pagu anggaran Rp. 0,- terealisasi
Rp. 0,- (0%).
h) Pembangunan Embung dengan pagu anggaran Rp. 27.808.000,- terealisasi Rp.
27.808.000,- (100,00%).
i) Pembangunan DAM Parit dengan pagu anggaran Rp. 11.875.500,- terealisasi
Rp. 11.875.500,- (100,00%).
(Upland Project) dengan pagu anggaran Rp. 300.000.000,- terealisasi Rp.
299.648.400,- (99,88%).
terealisasi Rp. 993.335.000,- (99,33%)
Pangan Asal Ternak dari jumlah anggaran Rp.
227.299.000,- terealisasi Rp. 275..542.195,- (99,36%) dengan rincian kegiatan
sebagai berikut :
5.000.000,- terealisasi Rp. 5.000.000,- (100,00%).
b) Penguatan UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) dengan pagu anggaran Rp.
16.105.500,- terealisasi Rp. 16.105.500,- (100,00%).
c) Penguatan UPTD Laboratorium Veteriner dengan pagu anggaran
Rp. 25.148.400,- terealisasi Rp 25.121.200,- (99,89%).
d) Pengendalian Penyakit Hewan Menular dengan pagu anggaran Rp.
51.919.100,- terealisasi Rp. 51.919.100,- (100,00%).
e) Optimalisasi Pengelolaan UPTD Puskeswan dengan pagu anggaran Rp.
34.126.000,- terealisasi Rp. 32.884.695,- (96,36).
f) Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Potong Hewan (RPH) (Banprov)
dengan pagu anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
g) Optimalisasi UPTD Perbibitan Ternak dengan pagu anggaran Rp.
30.000.000,- terealisasi Rp. 30.000.000,- (100,00%).
h) Optimalisasi UPTD Pasar Hewan dengan pagu anggaran Rp. 20.000.000,-
terealisasi Rp. 19.982.000,-(99,91%).
i) Optimalisasi UPTD Rumah Potong Hewan dengan pagu anggaran Rp.
75.000.000,- terealisasi Rp. 74.529.700,-(99,37%).
j) Penguatan UPTD Padi Palawija dan Holtikultura dengan pagu anggaran Rp.
20.000.000,- terealisasi Rp. 20.000.000,- (100,00%).
17) Program Peningkatan Usaha Peternakan dari jumlah anggaran
Rp. 12.700.000,- terealisasi Rp. 12.700.000,- dengan rincian kegiatan sebagai
berikut ;
terealisasi Rp. 12.700.000,- (100,00%).
jumlah anggaran Rp. 3.500.000.000,- terealisasi Rp. 0,- dengan rincian kegiatan
sebagai berikut ;
LKIP 2020 66
(Banprov) dengan anggaran Rp. 3.500.000.000,- terealisasi Rp. 0,-
(0%).Pengembangan Kelembagaan Posluhdes (Kabupaten Tasikmalaya)
(Banprov) dengan anggaran Rp. 0,- terealisasi Rp. 0,- (0%).
LKIP 2020 67
BAB IV. PENUTUP
A. Tinjauan Umum
Perikanan Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2020 merupakan bentuk
pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan-kegiatan dalam rangka pencapaian
visi dan misi pemrintah daerah serta sasaran selama Tahun Anggaran 2020. Dengan
berdasarkan pada LKIP Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan TA. 2020 diperoleh
capaian akhir kinerja pencapaian sasaran Dinas Kabupaten Tasikmalaya adalah
sebagai berikut:
dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020.
2. Pembangunan bidang pertanian di Kabupaten Tasikmalaya pada Tahun 2020
terfokus pada Pembangunan Pertanian Berkelanjutan melalui Peningkatan Produksi
Pertanian (Hasil olahan komoditas pertanian, produksi tanaman pangan, produksi
hortikutura, produksi perkebunan dan produksi hasil peternakan), serta
Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan yang didukung melalui Penyediaan
dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian.
B. Permasalahan dan Solusi
Permasalahan yang dihadapi Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan antara lain:
1) Petani yang terkena dampak adanya covid-19
2) Masih berlakunya sistem pewarisan tanah yang mengakibatkan semakin
sempitnya penguasaan dan pengusahaan lahan, ditambah dengan banyaknya
masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan pertanian tetapi
tidak mempunyai lahan serta menurunnya produktivitas lahan sebagai dampak
praktek pertanian tidak berkelanjutan yang menjadi pemicu tingginya alih
fungsi lahan.
pertanian khususnya komoditas unggulan.
4) Ketersediaan infrastruktur dan sarana pertanian belum begitu memadai yang
diakibatkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memelihara
infrastruktur dan sarana pertanian.
diakibatkan lulusan pertanian yang berlatar belakang agronomi, hama
penyakit dan teknologi pertanian masih kurang disamping jumlah pegawai
yang terus berkurang sehingga luas wilayah kabupaten tidak seimbang
dengan keberadaan jumlah pegawai yang ada. Secara kelembagaan,
kelompok tani masih lemah, hal ini diakibatkan oleh masih rendahnya
pengetahuan, sikap dan keterampilan serta wawasan petani.
6) Kekurangan modal yang dihadapi petani menjadi isu klasik karena memang
sifat usaha bidang pertanian belum mendapat dukungan yang penuh dari
pihak perbankan.
peternakan, perkebunan,) serta dukungan dari perindustrian guna mencapai
sistem agribisnis.
8) Perubahan iklim menjadi kendala yang serius karena iklim menjadi tidak
menentu dan susah diprediksi.
9) Belum sampainya informasi harga pasar komoditas pertanian yang transparan
kepada petani dan juga harga yang selalu fluktuatif serta ketergantungan
kepada tengkulak dan pedagang besar yang sering merugikan petani.
10) Masih lemahnya penerapan Good Agricultural Practices (GAP) yang ditandai
antara lain dengan penggunaan pupuk dan bahan kimia anorganik yang
berlebihan serta perkembangan teknologi seringkali menyebabkan
tergerusnya kearifan lokal dan potensi sumberdaya local.
11) Tingkat kesadaran petani terhadap usaha bidang pertanian itu sendiri, yaitu di
satu sisi petani menggantungkan hidupnya pada usaha tani tetapi disatu sisi
sebagian besar petani tidak bersungguh-sungguh dalam usaha taninya karena
hanya dianggap sebagai tradisi saja (subsisten).
C. Solusi
membuat perluasan areal pertanian.
Kabupaten Tasikmalaya sehingga pengembangan komoditas pertanian dari hulu
sampai hilir tersentralisasi atau One Product One Village.
3) Mengusulkan pembangunan infrastruktur pertanian seperti kantor UPTD Wilayah
dan BPP serta Rehabilitasi Bangunan BPP yang rusak melalui APBD Kabupaten
maupun DAK.
kelembagaan pertanian
sektor pertanian.
7) Melaksanakan penataan pola produksi baik jadwal tanam, luas tanam maupun
jenis komoditas yang diusahakan, disesuaikan dengan permintaan pasar.
8) Mengoptimalkan komoditas komoditas unggulan untuk mempunyai nilai tambah.
9) Keberlanjutan pengembangan pertanian ramah lingkungan go organic.
10) Menata dan menumbuhkan kelembagaan petani khususnya kelompok tanidan
gapoktan di bidang organisasi, administrasi dan di bidang usaha.

Recommended