Home >Documents >Limbah Industri Minuman Karbonasi

Limbah Industri Minuman Karbonasi

Date post:10-Jul-2015
Category:
View:289 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

Limbah industri minuman karbonasiClick to edit Master subtitle style KELOMPOK 4 AYU KUSUMANINGSIH DESY EKA SAPUTRI EVI MARLISA MONITA OCTRIA RISTANDI4/28/12

Permasalahan utama yang timbul dari industri minuman karbonasi adalah limbah cair yang memiliki kandungan BOD dan COD yang moderat. Hal ini menunjukkan banyaknya kandungan senyawa organik di dalam air. Kandungan BOD menunjukkan jumlah senyawa organik yang dapat mengalami biodegradasi. Limbah dengan BOD yang tinggi dapat mengandung ammonia-nitrogen yang tinggi, yang dapat menyebabkan nitrifikasi di dalam air yang menggunakan banyak oksigen terlarut dalam air. Nitrat yang terbentuk merupakan sumber makanan bagi algae. Algae yang dalam air cepat tumbuh juga akan cepat mati, yang kemudian dikonsumsi oleh bakteri aerob, 4/28/12

PENDAHULUAN

Karakteristik limbah yang dihasilkan dalam proses produksi minuman karbonasi : Limbah cairTimbulan limbah cair pada proses produksi minuman bersumber dari berbagai kegiatan, yaitu :

q Kegiatan mempersiapkan botol dan kaleng untuk

pengemasan, yang mencakup proses pencucian dan pasteurisasi, pencampuran minuman karbonasi. pencampuran minuman karbonasi.

q Pembersihan sisa sisa cairan atau tetesan dari proses q Pembersihan sisa sisa cairan atau tetesan dari proses q Pembersihan alat alat produksi, seperti pipa pipa,

4/28/12 pompa dan mesin.

Karakteristik air limbah untuk industri minuman karbonasiItem Ph COD BODs Alkalinitas TSS Minyak dan lemak NH3-N PO4-P SO4 K Fe Na Ni Mo Zn Co 4/28/12 Nilai (mg/L) 10.8 (tanpa satuan) 1000 8000 600 4500 1000 3500 560 1000 35 67 150 300 20 40 7 30 20 70 10 20 1500 2500 1.2 2.5 38 15 38

Limbah padatAda beberapa sumber timbulan limbah padat dari proses produksi minuman karbonasi, yaitu;

q Dari proses pengemasan dan pengiriman barang, berupa

materi seperti kardus yang tidak digunakan, atau materi yang semula dimaksudkan untuk melalui proses recycle tapi tidak memenuhi syarat.

q Proses pengolahan air untuk produksi yang menghasilkan

lumpur yang nantinya disatukan dengan lumpur dari pengolahan limbah cair untuk diolah lebih lanjut menjadi residu lumpur.4/28/12q Proses pembersihan lantai pabrik yang menghasilkan

sampah seperti pecahan botol, gelas plastik, maupun

q Dari proses pemberian label dan penyimpanan produk,

berupa kaleng, botol, label dan kardus.q Limbah padat yang bukan berasal dari proses di luar

produksi, seperti puing puing sisa perombakan bangunan pabrik dan sampah dari kafetariaq Limbah debu dari alat pengumpul debu untuk menangani

debu gula di siloq Dari proses pengolahan limbah cair, berupa residu

lumpur padat dan dari screening yang berupa sedotan,4/28/12

kaleng, puntung rokok dan lain sebagainya.

Limbah gas dan partikulat

Limbah gas yang utama dihasilkan dari proses produksi minuman karbonasi berasal dari penggunaan boiler untuk memanaskan air atau menghasilkan uap untuk proses pencucian serta pemanasan botol dan kaleng dan proses pencampuran sirup. Boiler yang dipakai menggunakan bahan bakar gas alam, dan karena itu limbah gas yang utama adalah NOx.4/28/12

Baku mutu limbah cair untuk industri minuman ringan

4/28/12

4/28/12

PENGOLAHAN LIMBAHPENGOLAHAN LIMBAH CAIR Pengolahan pendahuluan (preliminary treatment) 1. ScreeningScreen merupakan alat dengan bukaan yang

4/28/12

memiliki ukuran yang seragam, yang digunakan untuk menyaring benda benda kasar yang terdapat dalam influent limbah cair yang menuju ke sistem pengolahan limbah. Screening merupakan pengolahan pendahuluan pada sistem pengolahan limbah cair. Umumnya elemen pada screen terdiri atas :

Gambar 5. Coarse bar screen

4/28/12

2. Netralisasi (penyesuaian pH) Juga merupakan pengolahan pendahuluan karena tidak terjadi pengurangan BOD ataupun TSS. Penyesuaian pH dibutuhkan karena pH air limbah dari industri minuman karbonasi ini cukup tinggi, yaitu 10.8, sedangkan pada proses selanjutnya dibutuhkan pH yang lebih rendah. Beberapa senyawa kimia yang biasa digunakan untuk menurunkan pH adalah asam karbonat ( H2CO3) dalam bentuk gas, asam clorida (HCl) dalam bentuk cair atau asam sulfat (H2SO4) dalam bentuk cair.4/28/12

Pengolahan primer (Primary Treatment) Dissolved Air Floatation (DAF) Proses pengolahan selanjutnya adalah secara fisik dengan Dissolved Air Floatation (DAF) yang merupakan pengolahan primer, yaitu pengolahan untuk menyisihkan partikel tersuspensi (TSS) serta minyak dan lemak.

4/28/12

Gambar 6 . Dissolved Air Floatation

4/28/12

Pengolahan sekunder (Secondary Treatment) Lumpur aktif Lumpur aktif atau activated sludge merupakan pengolahan tahap ke dua yang merupakan pengolahan secara biologi. Yang dapat digunakan misalnya Complete-Mix Activated Sludge (CMAS) yang merupakan salah satu metoda suspended growth process. Tiga unsur utama dalam activated sludge adalah adanya oksigen, mikroorganisma dan nutrisi.4/28/12

Gambar 7. Reaktor CMAS

4/28/12

Secondary clarifier Tujuannya adalah untuk memisahkan padatan hasil pengolahan dari reaktor lumpur aktif dengan air. Tangki dapat berbentuk persegi atau melingkar, dengan dasar yang miring, sehingga partikel akan mengendap karena gravitasi dan membentuk endapan sludge atau lumpur di dasar tangki yang miring.

4/28/12

Penyisihan tahap ketiga (Tertiary treatment) Unit Filtrasi Unit ini ditambahkan untuk meningkatkan kualitas effluent, agar kandungan BOD pada effluent belum memenuhi baku mutu yang ada. Yang digunakan adalah unit filtrasi dengan pasir atau sand filtration. Unit ini dipilih karena modal investasinya tidak terlalu tinggi dan kemampuannya dalam menyisihkan BOD secara konsisten sebanyak 70% Unit desinfeksi Merupakan unit penyisihan ketiga, yang ditambahkan karena kebutuhan untuk 4/28/12

Gambar 9. Filtrasi dengan pasir

4/28/12

Pengolahan lumpur Selain lumpur dari instalasi pengolahan limbah cair, lumpur juga berasal dari instalasi pengolahan air yang digunakan untuk proses produksi.

4/28/12

Ada 2 unit yang digunakan: 1. Gravity thickener

2. Belt filter press

4/28/12

Pengolahan limbah padat Limbah padat yang dihasilkan pada industri minuman karbonasi ini berasal dari hasil pengolahan limbah cair berupa residu lumpur hasil pengolahan limbah cair. Ada pula limbah padat hasil pemadatan dari unit screen. Lumpur dari hasil pengolahan air untuk proses produksi sudah termasuk di sini karena telah disatukan dengan lumpur dari pengolahan limbah cair dalam proses pengolahan lumpur dengan gravity thickener dan belt filter press yang menghasilkan residu padat.4/28/12

Pengolahan limbah gas Emisi NOx merupakan permasalahan utama dalam pembakaran gas alam. Emisi NO2 yang diijinkan adalah 1000 mg/m3. Prinsip pengontrolan emisi NOx difokuskan pada pengontrolan proses pembakaran bahan bakar gas alamnya. Mula mula partikulat yang mungkin terbentuk disisihkan dengan dust collector atau pengumpul debu, misalnya baghouse, residunya dapat dibuang ke tempat penimbunan limbah atau digunakan kembali sebagai pencampur semen. Lalu gas buang dikontrol dengan flue gas recirculation (FGR), 4/28/12 pembakaran bertahap pada kondisi stoikiometri

Baku mutu emisi udara

4/28/12

baghouse

4/28/12

KESIMPULANLimbah yang dihasilkan dari proses produksi

minuman berupa limbah cair, padat dan gas.Limbah cair merupakan permasalahan utama

dalam industri minuman karbonasi. Limbah yang dihasilkan berasal dari proses pencucian kaleng dan botol, pembersihan mesin produksi dan pembersihan dari tumpahan sisa produksi kegiatan lainnya.Limbah padat berasal proses pengemasan,

pemberian label dan pembersihan pabrik berupa kardus, sedotan, kertas, dan puntung 4/28/12 rokok, lalu residu dari hasil pemadatan lumpur

Tidak terdapat limbah B3 pada limbah padat

dari industri ini.Limbah padat berupa residu dari proses gravity

thickening dan belt filter press, bisa digunakan sebagai pupuk atau ditimbun di tempat penimbunan sampah biasa. dan dimanfaatkan kembali untuk proses produksi minuman karbonasi.

CO2 yang banyak diemisikan dapat ditangkap

Emisi debu dari silo dan boiler ditangani

dengan pengumpul debu baghouse. Residunya dapat dibuang ke tempat penimbunan sampah biasa atau dimanfaatkan sebagai bahan 4/28/12 pencampur semen.

Embed Size (px)
Recommended