Limbah Cair

Date post:08-Dec-2015
Category:
View:16 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
Kesehatan Lingkungan termasuk dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat. Limbah Cair harus dapat dikelola dengan baik.konsep penanganan limbah adalahReduce, Re-use,Recycle
Transcript:

A. Sumber Air Limbah

Salah satu penyebab terjadinya pencemaran air adalah air limbah yang dibuang tanpa pengolahan ke dalam suatu badan air. Air limbah merupakan kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industry, bersama dengan air tanah, air permukaan, dan air hujan yang mungkin ada.

Pengertian air limbah menurut Ehless dan Steel, sebagaimana dikutip Chandra adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, industri, dan tempat-tempat umum lainnya yang mengandung bahan atau zat yang dapat membahayakan kehidupan manusia serta mengganggun kelestarian lingkungan. Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Berdasarkan perturan pemerintah (PP) No. 18/ 1999 Jo. PP 85/1999, limbah didefinisikan sebagai sisa atau buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia. Berdasarkan sumber penghasilnya, air limbah berasal dari berbagai jenis kegiatan seperti perumahan, industri, pertanian, dan perkebunan. Karena itu, jenis polutan yang dihasilkan oleh industry tergantung pada jenis industrinya sendiri, bahan baku, proses industry, bahan bakar, sistem pengelolaan limbah cair yang digunakan1. Air Limbah Rumah Tangga (ALRT)

Air limbah rumah tangga (ALRT) merupakan air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada dasarnya air limbah rumah tangga (ALRT) terdiri dari tiga fraksi penting di antaranya:

a. Tinja (faeces) berpotemsi mengandung mikroba pathogen (contohnya Bakteri E.coli).

b. Air seni (urine) umumnya mengandung nitrogen dan fosfor, serta kemungkinan kecil mikroorganisme.c. Greywater merupakan air limbah domestic yang berasal dari dapur (tempat cuci piring), air bekas cuci pakaian (air dari saluran pembuangan mesin cuci misalnya), dan air mandi (bukan dari toilet). Campuran faeces dan urine disebut sebagai excreta. Excreta ini merupakan cara transport utama bagi penyakit bawaan air (waterborne disease). Blackwater adalah istilah yang digunakan untuk air limbah yang mengandung kotoran manusia. Kelompok air limbah ini harus diolah terlebih dahulu karena mengandung bakteri pathogen. Blackwater dikenal juga dengan istilah sewage.Beberapa hal utama yang membedakan greywater dan blackwater antara lain:

I. Greywater memiliki kandungan nitrogen yang jauh lebih rendah dibanding blackwater.II. Greywater mengandung pathogen yang jauh lebih rendah dibanding blackwater.III. Greywater jauh lebih mudah didekomposisi daripada blackwater.Pada saat ini banyak yang memanfaatkan greywater untuk keperluan lain dalam rangka konservasi sumber daya air. Salah satu manfaatnya adalah untuk menyiram tanaman. Hal penting yang ditekankan, yaitu tidak boleh ada materi toksik yang mencemari greywater. Sabun cuci piring yang digunakan pun harus yang ramah lingkungan. Sementara itu, blackwater biasanya disalurkan ke septic tank atau langsung disalurkan ke sewage system untuk kemudian diolah dalam instalasi pengolahan air limbah domestic. (greywater.com)2. Air Limbah Industri (ALI)

Air limbah industri (ALI) merupakan hasil sisa dari produksi, air limbah industry umumnya terjadi sebagai akibat adanya pemakaian air dalam proses produksi. Zat-zat yang terkandung didalamnya sangat bervariasi tergantung dari bahan baku yang digunakan oleh industry tersebut. Antara lain: nitrogen, sulfide, amoniak, lemak, zat pewarna, mineral, dan logam berat. Oleh sebab itu, dampak yang diakibatkannya juga sangat bervariasi, bergantung kepada zat-zat yang terkandung didalammnya.Pemanfaatan air pada kegiatan industry memiliki beberapa fungsi berikut:

a. Sebagai air pendingin, untuk memindahkan panas yang terjadi dari proses industry.

b. Untuk mentrasportasikan produk atau bahan baku.

c. Sebagai air proses, misalnya sebagai umpan boiler, pada pabrik minuman dan sebagainya.

d. Untuk mencuci dan membilas produk dan/atau gedung serta instalasi.Karakteristik air limbah Karakteristik fisik

99,9% air, bahan padat 0,1% dalam bentuk suspensi padat, volumenya antara 100-500 mg/l. Jika suspensi padat 500 mg/l( air limbah kuat Karakteristik kimia

bercampur dengan zat kimia anorganik dan zat organik. Bersifat basa, namun jika sudah lama akan bersifat asam karena sudah mengalami dekomposisi Karakteriksik biologisBakteri patogen dalam air limbah biasanya golongan E. coli Tujuan pengelolaan air limbah Mencegah pencemaran pada sumber air rumah tangga Melindungi hewan dan tanaman yang hidup di air Menghindari pencemaran tanah permukaan Menghilangkan tempat berkembangbiaknya bibit dan vektor penyakit Syarat pengelolaan air limbah Tidak mengakibatkan kontaminasi terhadap sumber air minum Tidak mengakibatkan pencemaran air permukaan Tidak menimbulkan pencemaran pada flora dan fauna yang hidup diair Tidak dihinggapi oleh vektor Tidak terbuka dan harus tertutup Tidak menimbulkan bau tidak sedap Pengelolahan air limbah 1. Dilution2. Irrigation3. Self purification (kolam oksidasi) terdiri dari pengendapan, dekomposisi, recovery, clean waterTujuan purifikasi air limbah Untuk menstabilkan bahan organik melalui proses stabilisasi. Materi organik akan diuraikan oleh bakteri Untuk menghasilkan effluent yang bebas dari keadaan patogen Air dapat digunakan tanpa menimbulkan resiko gangguan kesehatan Cara purifikasi air limbah Modern sewage treatment (pengelolahan primer dan sekunder) Tradisional sewage treatment(oxidation pond) Land treatment atau sewage farming, sebidang tanah disekeliling parit ditanami tumbuhan semacam kentang dan pohon buah-buahan Pengelolahan limbah cair industri berdasarkan karakteristik Proses fisik, dapat dilakukan melalui: Penghancuran Perataan air (mis, mengubah sistem saluran dan membuat kolam) Penggumpalan (mis, menggunakan aluminium sulfat dan ferrosulfat) Sedimentasi Pengapungan filtrasi Proses kimia, dapat dilakukan melalui Pengendapan dengan bahan kimia Pengolahan dengan lagoon atau kolam Netralisasi Sedimentasi Oksidasi dan reduksi Klorinasi Penghilangan klor (menggunakan karbon aktif atau natrium sulfat) Pembuangan fenol Pembuangan sulfur Proses biologi dapat dilakukan dengan Kolam oksidasi Lumpur aktif(mixed liquid suspended solid) Trickling filter Lagoon Fakultatif Proses fisika kimia biologi Pengelolahan tingkat lanjutB. Dampak Buruk Air LimbahAir limbah yang menandung bahan pencemar dialirkan ke lingkungan, akan mengakibatkan terjadinya pencemaran pada badan air tersebut. Hal tersebut akan mengakibatkan dampak buruk bagi makhluk hidup dan lingkungannya. Dampak buruk tersebut sebagai berikut:1. Gangguan kesehatan

Air limbah yang mengandung bibit penyakit dapat menimbulkan waterborne disease dan sebagai sarang vektor penyakit (nyamuk, lalat, kecoa, dll). Limbah berbahaya bersifat toksik terhadap manusia, dapat menimbulkan penyakit yang bersifat akut maupun kronis. Efek akut tersebut yaitu kerusakan susunan saraf, kerusakan sistem pencernaan, kerusakan sistem neurologis, kerusakan sistem pernafasan, kerusakan kulit. Efek kronis yang dihasilkan yaitu efek karsinogenik, efek mutagenic, efek teratogenik dan kerusakan sistem reproduksi. Penyakit tersebut dapat menyebabkan beban pada komunitas dan penghalang tercapainya kemajuan di bidang social dan ekonomi.2. Penurunan kualitas lingkungan

Bahan organic yang terdapat dalam air limbah bila dibuang langsung ke sungaindapat menyebabkan penurunan kadar oksigen yang terlarut (dissolved oxygen) di dalam sungai tersebut. Hal ini menyebabkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu., sehingga akan mengurangi perkembangannya sebagai akibat matinya bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah terganggu.3. Gangguan terhadap keindahan

Air limbah dapat mengandung bahan-bahan yang jika terurai menghasilkan gas yang berbau. Selain bau, limbah juga dapat menyababkan tempat sekitarnya menjadi licin. Limbah detergen akan menimbulkan tumpukan busa. Hal ini juga mengurangi estetika.

4. Gangguan terhadap kerusakan bendaAir limbah dapat menghasilkan gas yang agresif seperti H2S. Gas ini mempercepat proses perkaratan pada benda yang terbuat dari besi.

C. Parameter dalam Air LimbahParameter dalam menentukan kualitas dan karakteristik dari air limbah, diantaranya:1. BOD520 (Biochemical Oxygen Demand)

Merupakan banyaknya oksigen dalam ppm atau milligram/ liter yang diperlukan untuk menguraikan benda organic oleh bakteri pada suhu 20OC selama 5 hari. Jika konsumsi oksigen tinggi yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya sisa oksigen terlarut, maka berarti kandungan bahan buangan yang membutuhkan oksigen tinggi.

2. COD (Chemical Oxygen Demand)

Jumlah total oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi bahan organik secara kimiawi, baik yang dapat didekomposisi secara biologis (biodegradable) maupun yang sukar didekomposisi secara biologis (non- biodegradable). Uji COD biasanya menghasilkan nilai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi daripada uji BOD karena bahan-bahan yang stabil terhadap reaksi biologi dan mikroorganisme dapat ikut teroksidasi dalam uji COD.3. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen= DO)Banyaknay oksigen yang terkandung di dalam air dan diukur dalam satuan milligram per liter. Oksigen terlarut ini digunakan sebagai tanda derajat pengotoran limbah yang ada. Senakin besar oksigen terlarut, maka menunjukkan derajat pengotoran yang relative kecil.4. Kesalahan (Hardenss)Reaksi kation dan anion dalam air dapat membentuk endapan atau karat pada peralatan logam. Sifat kesalahan sering kali ditemukan pada air yang menjadi sumber baku air bersih yang berasal dari air tanah atau daerah yang tanahnya mengandung deposit garam mineral dan kapur.5. Settleable SolidLumpur yang mengendap dengan sendirinya pada kondisi yang tenang selama 1 jam secara gaya beratnya sendiri.

6. TSS (Total Suspended Solid)Kandungan TSS memiliki hubungan yang erat dengan kecerahan perairan. Keberadaan p

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended