Home >Documents >Life Cycle & Gerontology - Cataract & ARMD

Life Cycle & Gerontology - Cataract & ARMD

Date post:28-Dec-2015
Category:
View:16 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
aa
Transcript:
  • Blok 16Life Cycle & Gerontology :Cataract & ARMD

  • Pada orang lanjut usia, penglihatan dapat berkurang akibat :Cataract senilisRetinopathyAge-Related Macular Degeneration

  • Cataract Senilis

  • Lensa adalah bagian dari mata yang letaknya di belakang iris dan pupil. Anatomi lensa

  • Lensa berbentuk biconvex (cembung pada kedua arah), jernih, tembus pandang, dan tak berwarna. Berdiameter 9 9,5mm dan tebalnya 4,5 - 5mm. Fungsi lensa adalah untuk akomodasi.

  • Diliputi oleh selaput yakni capsula lentis anterior di bagian depan, dan capsula lentis posterior di bagian belakang. Capsula lentis bekerja sebagai membran yang semipermiabel yang dilalui oleh air dan elektrolit untuk makanannya.Lensa terikat pada corpus ciliaris dengan benang-benang halus yakni zonula zinnii, yang bermula di equator.

  • Substansi lensa terdiri dari nukleus (di tengah) dan cortex (di pinggir) dan merupakan serabut-serabut panjang yang disebut lamel-lamel. Lamel-lamel ini di dalam lensa berjalan concentris (seperti lingkaran). Serat-serat ini saling berhubungan di bagian anterior dan membentuk huruf Y di depan, sedang di bagian belakang membentuk huruf Y yang terbalik. Tiap serat mengandung inti yang pipih dan terdapat di bagian pinggir lensa yang berdekatan dengan equator, yang berhubungan dengan epitel subcapsuler.

  • Lensa sudah selesai terbentuk pada saat janin dalam kandungan berumur 7 bulan. Sesudah itu serabut-serabut sekunder dibentuk terus sepanjang hayat, sehingga serabut-serabut makin lama makin banyak sehingga terjadi kompresi (penekanan), akibatnya bagian tengah lensa makin lama semakin keras. Dengan semakin bertambahnya usia, nukleus semakin besar, sebaliknya cortex semakin menipis. Akhirnya pada usia lanjut, lensa menjadi keras (sclerosis).

  • Akomodasi adalah proses dimana lensa menjadi lebih cembung agar sinar yang masuk kedalam mata dapat tepat difokuskan di retina (macula lutea). Dengan bertambahnya usia, kemampuan akomodasi menjadi berkurang karena proses sclerosis. Keadaan ini disebut presbyopia (rabun dekat) dan umumnya dimulai pada usia 40 tahun.

  • Kelainan Lensa

    Kelainan lensa yang paling sering dijumpai adalah kekeruhan lensa (cataract).

  • < 1 tahun=cataract congenital

    s/d 20 tahun=cataract juvenilis

    s/d 50 tahun=cataract pre-senilis

    4.> 50 tahun =cataract senilis ( jenis yang paling banyak penderitanya).

    Pembagian cataract menurut umur

  • Pembagian cataract menurut penyebabnya 1.Cataract developmental/congenital2.Cataract degeneratif

  • Pembagian cataract menurut penyebabnya 1.Cataract developmental/congenitalYaitu cataract yang terjadi sewaktu lensa masih dalam tahap perkembangan, jadi sebelum janin berusia 7 bulan di dalam kandungan. Akibatnya, ketika lahir sudah terdapat cataract. Ini adalah cataract yang dibawa lahir. Penyebabnya, ketika ibu hamil muda menderita penyakit.

  • 2.Cataract degeneratifTerjadi sesudah lensa telah terbentuk dengan sempurna, kemudian terjadi degenerasi (kemunduran). Jenisnya dibagi menjadi :Cataract primer, cataract yang terjadi tanpa didahului oleh penyakit lain, termasuk disini cataract senilis.Cataract complicata, adalah cataract yang terjadi akibat komplikasi dari penyakit lain.Pembagian cataract menurut penyebabnya

  • Cataract SenilisDibagi menjadi 4 stadia. Untuk pemeriksaan ini, pupil harus dilebarkan terlebih dahulu dengan tetes Mydriaticum.Cataract incipiens. Kekeruhan dapat dimulai di tengah, dapat juga di pinggir. Bila dimulai di tengah, penglihatan (visus) cepat terganggu. Sedangkan bila kekeruhan dimulai di pinggir maka visus hanya sedikit berkurang. Disini kekeruhan terlihat seperti jari-jari roda (= spokes of a wheel).Stadium I :

  • Cataract SenilisStadium II:Cataract immatura (=belum masak).Kekeruhan belum mencapai seluruh lensa, masih ada bagian yang jernih. Dapat dilihat dengan menyenter pada pupil. Bagian yang jernih tampak seperti bulan sabit berwarna hitam. Dikatakan bahwa iris shadow positif.

    Dibagi menjadi 4 stadia. Untuk pemeriksaan ini, pupil harus dilebarkan terlebih dahulu dengan tetes Mydriaticum.

  • Cataract SenilisStadium III :Cataract matura. Disini seluruh lensa sudah menjadi utih. Iris shadow negatif.

    Dibagi menjadi 4 stadia. Untuk pemeriksaan ini, pupil harus dilebarkan terlebih dahulu dengan tetes Mydriaticum.

  • Cataract SenilisStadium IV :Cataract hypermatura (terlalu masak). Disini capsula lentis sudah bocor dan cairan dari lensa keluar sehingga lensa menjadi kempis.Dibagi menjadi 4 stadia. Untuk pemeriksaan ini, pupil harus dilebarkan terlebih dahulu dengan tetes Mydriaticum.

  • Cataract SenilisDibagi menjadi 4 stadia. Untuk pemeriksaan ini, pupil harus dilebarkan terlebih dahulu dengan tetes Mydriaticum.Dalam perjalanan dari stadium I IV kadang-kadang lensa mengandung banyak cairan sehingga lensa tampak menggembung. Ini disebut cataract intumescens. Cataract jenis ini, berakibat mendorong iris ke depan dan dapat terjadi glaucoma sekunder.

  • Keluhan pasien penderita cataract

    -Visus berkurang dan penglihatan seperti dilapisi kabut.-Lelah-Fotofobia. Sensitif terhadap cahaya yang sangat terang. Ini disebabkan akibat masuknya cahaya, pupil mengecil sehingga menutup lapangan pandang.

  • Cataract tak dapat disembuhkan dengan obat apapun. Satu-satunya jalan adalah dengan operasi. Cara terbaru operasi cataract adalah dengan cara phaco emulsification. Disini lensa dihancurkan dengan getaran suara (vibrasi ultrasound).

  • Operasi secara garis besar :

    Dibuat irisan di limbus sebesar 3,2 mm untuk memasukkan pipa/ titanium sonde yang berhubungan dengan alat yang membuat getaran sebanyak 40.000/detik. Dengan getaran ini lensa dihancurkan menjadi partikel-partikel halus, dan kemudian disedot. Lalu dimasukkan lensa implan (IOL) dalam keadaan terlipat (foldable lens) yang kemudian mengembang sendiri di dalam capsula lentis. Karena luka yang ditimbulkan sangat kecil, resiko operasi juga sangat kecil. Tidak ada perdarahan dan resiko infeksi. Luka juga tidak perlu dijahit.

  • Camera oculi anterior kedalamannya normal.Pupil hitam dan mengkilat.Iris tidak bergetar.Visus langsung terang, kadangh-kadang hanya memerlukan lensa kacamata yang tipis.Baca Add S+3.00Keadaan mata yang sudah mempunyai lensa tanam buatan ini disebut pseudophakia.

    Ciri-cirinya adalah :

  • Dilakukan insisi 3mm

  • Capsula lentis dibuka

  • Lensa katarak dihancurkan dengan ultra-sound menjadi partikel-partikel kecil

  • Partikel-partikel di irigasi

  • IOL dalam keadaan terlipat ditanam dan mengembang di dalam capsula lentis menjadi sebesar 6 mm.

  • IOL tertanam di dalam capsula

  • Age Related Macular Degeneration

  • Di negara-negara maju penyakit ini adalah penyebab utama dari gangguan penglihatan atau kebutaan yang irreversibel pada orang-orang berusia 60 tahun atau lebih.Macula adalah bagian terpenting dari retina yang berfungsi untuk :

  • Penglihatan sentral.Penglihatan yang paling tajam.Penglihatan untuk melihat lurus ke depan (straight ahead vision) yang diperlukan untuk membaca, menulis, mengendarai kendaraan, mengenal wajah, dll.

  • Bila ada disfungsi macula, maka akan terjadi gangguan penglihatan yang bermakna, yakni :a.Penglihatan sentral kabur.

  • Bila ada disfungsi macula, maka akan terjadi gangguan penglihatan yang bermakna, yakni :b.Distorsi penglihatan. Benda-benda terlihat bengkok-bengkok karena gangguan susunan fotoreseptor seperti pada edema macula.

  • Bila ada disfungsi macula, maka akan terjadi gangguan penglihatan yang bermakna, yakni :c.Metamorphopsia : Benda-benda terlihat berubah bentuk. Dapat terjadi pengecilan bentuk benda (micropsia) atau pembesaran bentuk benda (macropsia), jika fotoreseptor di macula terjadi peregangan atau terkompresi.

  • Bila ada disfungsi macula, maka akan terjadi gangguan penglihatan yang bermakna, yakni :d.Hilangnya lapangan pandang sentral (central scotoma).

  • Di retina yang sehat, sel-sel epitel pigmen (lapisan ke 10 retina) atau juga disebut retinal pigment epithelium (RPE) memberi suplai makanan pada fotoreseptor (Lapisan ke 9). RPE kemudian juga akan mengeluarkan sisa buangan (waste product) yang terjadi bila fotoreseptor merubah cahaya menjadi impuls-impuls syaraf.Patogenese :

  • Patogenese :Pada stadium awal AMD, transport makanan dan sisa buangan oleh RPE menjadi berkurang. Sisa buangan ini berkumpul di bawah retina dan membentuk bercak-bercak kuning yang disebut drusen. Bila pada pemeriksaan funduscopy dijumpai adanya drusen maka pasien harus selalu di monitor.

  • Patogenese :Pada sebagian besar penderita keadaan matanya tidak akan bertambah buruk dan tidak terganggu penglihatannya, sedangkan sebagian lagi mulai kehilangan penglihatannya yang pada mulanya masih ringan, dan kemudian degenerasi macula ini akan berlanjut menjadi 2 type, yaitu AMD bentuk kering (dry, atrophie) dan AMD bentuk basah (wet, exudative).

  • AMD bentuk kering (Dry AMD)90% dari penderita adalah AMD bentuk kering.Penyakit ini berjalan progresif dan lambat.Akumulasi drusen di subretina bertambah.Visus berkurang, tetapi biasanya tidak menjadi pengurangan visus yang parah atau kebutaan.Perubahan-perubahan visus berhubungan dengan hilangnya fungsi-fungsi dari daerah-daerah yang bersesuaian di retina.

  • Kadang-kadang, sel-sel yang luas di suatu daerah terkena proses. Ini disebut geographic atrophy dan menyebabkan adanya blind-spot di bagian sentral penglihatan. Blind-spot ini disebut scotoma.Bila AMD ini berjalan terus, beberapa blind spot kecil yang l

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended