Home >Documents >Life Cycle 2013 Famed

Life Cycle 2013 Famed

Date post:24-Nov-2015
Category:
View:75 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
family medicine
Transcript:

SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA

SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA(Family life cycle and assessment)

BAGIAN IKK/IKMFK-UISU, MEDAN 1PENDAHULUANSiklus kehidupan keluarga adalah :1. Susunan dari perubahan yg terjadi dalam perkembangan individu dikeluarga2. Evolusi dalam hubungan perkawinan

Dalam hal ini akan dipelajari :1. Tahapan dalam siklus kehidupan keluarga2. Tahapan usia dan masa transisi3. Menilai dinamika keluarga

Manfaat Siklus Kehidupan KeluargaMemahaminya, memprediksi dan membuat kronologis dari masalah yang terjadi dalam keluarga. Karena masalah dalam siklus kehidupan keluarga memberikan dampak klinis kesehatan seseorang.Membuat program pencegahan sesuai dengan kebutuhan pada setiap tahap kehidupan.Tahapan Siklus Kehidupan Keluarga (6)Tahap dewasa dan belum menikahTahap awal dan dalam perkawinanTahap keluarga dengan anak-anakTahap keluarga dengan anak-anak yg dewasaTahap keluarga dengan anak-anak yang meninggalkan keluarganyaTahap keluarga pada usia lanjut1. Tahap Dewasa dan Belum MenikahTahapan ini individu mempunyai tujuan untuk menjadi seseorang dan membentuk keluarga

Masalah yang muncul pada masa ini :Masalah medis, cth.episodik dan reproduksiMasalah emosional, cth.psikosomatis dengan lingkungan, pekerjaanMasalah sosial : tekanan lingkungan 2. Tahap Awal PerkawinanPenggabungan 2 (dua) keluarga dalam perkawinan. Masa transisi dari kehidupan lajang menjadi kehidupan berpasangan dan transisi bagi keluarga kedua belah pihak. Masalah yang muncul :1. Masalah medis, cth.episodik, ginekologis, kehamilan, infertilitas2. Masalah emosional, cth. depresi, kecemburuan sosial, masalah dalam peranan sebagai suami istri, keluarga pasangan, keuangan, penyesuaian.Tahapan Dalam Perkawinan1.Tahap bulan madu (0-2 tahun)Masalah : emosional (komitmen), mengatur waktu keluarga, penyesuaian perbedaan2. Tahap awal perkawinan (2-10 tahun)Masalah : emosi dalam mematangkan perkawinan, memperbaharui komitmen3. Tahap pertengahan perkawinan (10-25 tahun)Masalah : menelaah hubungan, penyesuaian perubahan pasangan4. Tahap jangka panjang perkawinan (>25 thn)Masalah : perencanaan menghadapi kehidupan lansia, perpisahan/kematian3. Tahap Keluarga Dengan Anak-AnakTahapan dari kelahiran sampai anak dewasa. Status berubah menjadi orang tua, membimbing anak sampai sekolah selesai dan menghadapi lingkungan .

Masalah yang dihadapi sebagai orang tua :Masalah medis, cth. Kesehatan reproduksiMasalah emosional : komunikasi, mengasuh anak, merawat orangtua/mertuaMasalah sosial : lingkungan, status, pekerjaan,keuangan

4. Tahapan Keluarga dengan Anak Beranjak Dewasaa. Masalah sebagai anak :Masalah medis, cth. lingkungan/pergaulan, reproduksi (khitanan, haid,dll)Masalah sosial dan emosional : konflik, rasa ingin tahu yang besar, depresi, dll

b. Kehidupan orang tua1. Masalah medis : reproduksi, menoupause2. Masalah sosial dan emosional. Cth.krisis usia baya, perasaan tidak nyaman dengan penampilan5.Tahap Keluarga Dimana Anak Meninggalkan Keluarganyaa. Masalah pada anak :1. Masalah medis. Cth. kesehatan berhubungan dgn reproduksi, perubahan diri2. Masalah sosial dan emosional, cth. kemandirian, konflik, depresi

b. Sebagai orangtua :1. Masalah medis, cth. Penyakit degeneratif2. Masalah sosial dan emosional, cth. ketergantungan pada anak, kesepian, keuangan6. Tahap Keluarga Pada Usia LanjutTahapan dimulai dari pensiun, menjadi kakek dan nenek, serta saat salah satu atau keduanya dari pasangan meninggal dunia.

1. Masalah medis, cth. penyakit degeneratif2. Masalah sosial dan emosional, cth. depresi, psikosomatis, keuangan, penyesuaian diriTahapan Usia dan Masa TransisiUmur (tahun)Tahapan UsiaMasa TransisiTujuan17-21Menuju kedewasaanMembuat tujuan hidup22-29Dewasa mudaMembangun karir, keluarga30-33Masa transisi 30 thnEvaluasi pilihan34-39Mulai dewasaMembangun peran dalam masyarakat dan keluarga40-45Krisis usia bayaMenilai kembali hasil yang dicapai dan menyesuaikan perubahan46-50Dewasa tua Perkembangan diri, monitor keluarga, mandiriTahapan Usia dan Masa TransisiUmur (tahun)Tahapan UsiaMasa TransisiTujuan50-54Masa transisi usia 50Evaluasi kehidupan55-60Masa transisi usia 60Penerimaan kehidupan61-69Umur EmasMenjaga hubungan dengan keluarga dan masyarakat70-74Masa transisi ketergantungan secara fisikPenyakit kronis, ketidakmampuan, ketergantungan75+Usia tuaKesiapan kematian, berbagi pengalaman dengan yang muda, menerima perubahanPRINSIP-PRINSIP DASAR PELAYANAN KEDOKTERAN KELUARGABAGIAN IKK IKMFAKULTAS KEDOKTERAN UISUMEDAN 2013

DOKTER KELUARGADokter keluarga adalah dokter yang mengabdikan dirinya dalam bidang profesi kedokteran maupun kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan khusus di bidang kedokteran keluarga yang mempunyai wewenang untuk menjalankan praktek dokter keluarga.Patient History Taking Comprehensive Management

Diagnosis

Investigations

Physical ExamMedical DiagnosisPsychosocial DiagnosisMedical Intervention Based on EBM Preventive Measures History of Patient:personal social history (education, work, family, marriage, lifestyle)

Disease & illnessRisk Factors:Risk Assessment Bio-psycho-socialImpact of IllnessWork

HomePhysical EnvironmentFamily DynamicFamily assessmenttoolsFamily SCREEMFamily APGARFamily Life LineFamily Life Cycle Family Map Genogram Psychosocial intervention: patient education/ counseling, family involvement

LPI: level 2-4 Rehabilitative Measures HOLISTICEPIDEMIOLOGI

HOLISTIC

Dr. Mayang16ENAM PRINSIP KEDOKTERAN KELUARGACONTINUITY OF CARE (PELAYANAN YANG BERKESINAMBUNGAN)COMPREHENSIVE OF CARE (PELAYANAN YANG MENYELURUH)COORDINATION OF CARE (PELAYANAN YANG TERKOORDINASI)COMMUNITY (MASYARAKAT)PREVENTION (PENCEGAHAN)FAMILY (KELUARGA) 171. PELAYANAN BERKESINAMBUNGAN (CONTINUITY OF CARE )Adalah : dokter bertemu pasiennya dalam keadaan sakit maupun keadaan sehat, dan mengikuti perjalanan penyakit dari datang hingga ia sembuh. Terbentuk hubungan yang didasari kepercayaan. Contoh Kontinuitas pemeriksaan berkala, screening, case finding. (deteksi dini)Catatan: 1. Dokter mengetahui riwayat pasien sebelumnya2. Dokter sudah menjelaskan kepada pasien tindak lanjut (follow-up) dalam perawatan penyakitnya.3. Pasien percaya kepada dokter.4. Dari RM pasien selalu dirawat oleh dokter yang sama.

182. PELAYANAN YANG MENYELURUH (COMPREHENSIVE OF CARE)Artinya memandang pasien dari semua sisi, misalnya sisi biologis, sisi sosial, ekonomi dan psikologisnya. (BIO-PSYCHO-SOCIAL-SPIRITUAL APPROACH)memperhatikan keseluruhan kebutuhan mereka. Dampak penyakit terhadap keluarga?Dampak keluarga terhadap penyakit? Herediter disease.Catatan:1. Di RM, ada daftar masalah (problem list) dan daftar pengobatan (medication list) yang sedang dilakukan.2. Di RM, informasi cukup dan dokter mengerti arti keluhan pasien. (patient centered care)3. Dokter mengerti kemampuan pasiennya dalam hal biaya obat, PD, dll.

194. Waspadai pasien depresi/tidak, atau keluhannya hanya psikosomatik saja. 5. Melihat tanda depresi ataupun kecemasan (anxiety). Bahkan seorang dokter mengatakan, kita harus menangani penyakitnya dulu baru kita memikirkan masalah psikososialnya.6. Dokter memampu membuat dua diagnosis.

203. PELAYANAN YANG TERKOORDINASI (COORDINATION OF CARE)Dokter keluarga itu seperti orkestrator pelayanan kesehatan bagi pasiennya, yang mengkoordinasi-kan semua pelayanan kesehatan yg dibutuhkan pasien seperti para dokter spesialis, dan pelayanan kesehatan lain diluar praktek dokter keluarga. Dokter keluarga mengkordinasikan pelayanan primer sekunder tertier sesuai kebutuhan pasienDokter keluarga bertanggung jawab dan menjadi guide bagi pasiennya. (rujukan)Catatan : Mendiskusikan pasien yang kita rujuk dengan konsultan, baik melalui telephone ataupun secara langsung? Dokter mampu memberi bimbingan kepada stafnya dan berkomunikasi baik dengan sejawat dan stafnya.

214. PELAYANAN MASYARAKAT (COMMUNITY ) Pekerjaan, budaya, lingkungan dll, diluar diri pasien adalah aspek-aspek dalam komunitas, yang dapat mempengaruhi penatalaksanaan seorang pasien.Catatan: Menggunakan sumber di masyarakat, seperti support group dan senam asthma yang dilakukan secara rutin.Cakupan frekuensi suatu penyakit terbanyak harus diketahui.Perhatikan masalah rumahnya, pekerjaannya,dll225. PRINSIP PENCEGAHAN(PREVENTION) Pengenalan faktor resiko dari penyakit dan efek terhadap kesehatan emosional pasien. Contonya talasemia pencegahan Pre marital genetic counseling (sebelum menikah) chance trait vs normal Atau Pre conception genetic counseling (setelah menikah tapi belum hamil)Dan Setelah hamil amniocentesis, intravilous di Indonesia hingga saat ini hanya dapat mendeteksi Thalassemia (+/-) mempengaruhi keputusan ethical clinical decision making

Catatan: Di RM ada tertulis faktor resiko, pasien tahu serta dapat mencegahnya dari informasi dokter yang merawatnya.Pasien juga pernah melakukan pencegahan sebelum sakit. Seperti imunisasi, dll

236. PRINSIP PELAYANAN KELUARGA (Family)Memandang pasien bagian dari keluarganya, dan memahami pengaruh penyakit terhadap keluarga dan sebaliknya.Catatan: Di RM tercantum genogram/family circle/family Apgar, dll, informasi mengenai Siklus Kehidupan Keluarga.Dukungan keluarga pada pasien.

24KELUARGA SEBAGAI UNIT PELAYANAN KESEHATANKeluarga, menurut UU RI No. 23 tahun 1992, yang dimaksud dengan keluarga adalah pasangan suami istri dengan anggota keluarga lainnya yaitu setiap orang yang tinggal serumah baik yang mempunyai hubungan darah maupun tidak.

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas Kepala Keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (menurut Depkes RI, 1998) Defenisi KeluargaPendekatan keluarga yaitu serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang terencana dan terarah untuk menggali, meningkatkan dan mengarahka

Embed Size (px)
Recommended