Home >Documents >learning cycle 7E .rtf

learning cycle 7E .rtf

Date post:30-Oct-2015
Category:
View:94 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

4728BAB IIIMETODE PENELITIANMetode PenelitianDalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Ruseffendi (2005:35) menyatakan bahwa penelitian eksperimen atau percobaan (experimental research) adalah penelitian yang benar-benar untuk melihat hubungan sebab-akibat. Penelitian ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap kemampuan koneksi matematis siswa SMP. Siswa yang memperoleh model pembelajaran Learning Cycle 7E dijadikan sebagai kelas eksperimen hasilnya akan dibandingkan dengan kelas kontrol yaitu siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.Desain PenelitianAdapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretes-postes. Penelitian ini dilakukan pada dua kelas yang memiliki kemampuan setara dengan pembelajaran yang berbeda. Kelas pertama adalah kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E sedangkan kelas kedua adalah kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Dari kedua kelas itu akan dibandingkan kemampuan koneksi matematis yang dicapai siswa. Untuk subjek penelitian dalam penelitian ini dikelompokkan secara acak. Berikut ini merupakan desain penelitian kelompok kontrol pretes-postes:A O X OA O ORussefendi (2005:10)Keterangan: A: Subjek yang dipilih secara acak menurut kelasO : Tes awal (pretes), tes akhir (postes) X : Perlakuan (dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E) Populasi dan SampelPopulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi yang terbatas. Kemampuan matematika yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan koneksi matematis siswa sedangkan perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 15 Bandung kelas VII yang terdiri dari 10 kelas. Alasan dipilhnya SMP Negeri 15 Bandung dengan pertimbangan SMP tersebut termasuk SMP yang dalam pembelajarannya masih menggunakan pembelajaran konvensional. Dari tingkatan kelas yang ada di SMP yaitu kelas VII, VIII, dan IX, yang akan dijadikan objek penelitian adalah kelas VII. Alasan dipilihnya kelas VII sebagai objek penelitian adalah sebagai berikut:Telah memperoleh materi prasyarat untuk materi yang akan dijadikan sebagai objek penelitian.Siswa kelas VII merupakan siswa menengah pada jenjangnya sudah dapat menyesuaikan dengan lingkungannya.Dari kelas VII dipilih dua kelas secara acak dari beberapa kelas sebagai sampel. Satu kelas akan memperoleh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran konvensional sedangkan satu kelas lainnya akan memperoleh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E. Adapun sampel yang di ambil yaitu kelas VII-E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-G sebagai kelas kontrol yang telah dipilih secara acak. Instrumen PenelitianInstrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes. Instrumen tes adalah instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data kuantitatif. Menurut Indrakusumah (Suherman, 1990:80) menyatakan, Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematik dan objektif untuk memperoleh data atau keterangan tentang seseorang dengan cara yang yang boleh dikatakan tepat dan cermat. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal pretes kemampuan koneksi matematis dan soal postes kemampuan koneksi matematis. Pretes adalah tes yang diberikan kepada kelompok eksperimen sebelum mendapatkan pembelajaran matematika melalui model pembelajaran Learning Cycle 7E, begitu juga kepada kelompok kontrol sebelum diberikan pembelajaran konvensional yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa, dalam hal ini berarti kemampuan koneksi matematis. Sedangkan postes adalah tes yang diberikan kepada kelompok eksperimen untuk melihat perubahan kemampuan koneksi matematis secara signifikan setelah kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran matematika melalui model pembelajaran Learning Cycle 7E dan kelas kontrol setelah memperoleh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran konvensional. Soal-soal yang diberikan saat pretes sama bobotnya dengan soal-soal yang diberikan pada saat postes.Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe uraian, karena dengan tipe uraian dapat dilihat pola pikir siswa dengan jelas sehingga kemampuan koneksi matematisnya terlihat dengan jelas. Menurut Russefendi (2005:118), keunggulan tes tipe uraian dibandingkan dengan tes tipe objektif, ialah akan timbulnya sifat kreatif pada diri siswa yang telah menguasai materi betul-betul yang bisa memberikan jawaban yang baik dan benar.Alat evaluasi berupa tes ini sebelum diberikan kepada siswa yang menjadi sampel penelitian hendaknya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru matematika di sekolah, kemudian diuji cobakan kepada siswa selain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Setelah data hasil uji coba tersebut terkumpul, data-data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, dan daya pembeda dari soal-soal tersebut.Adapun langkah-langkah penyusunan tes kemampuan koneksi matematis dalam jenjang kognitif adalah sebagai berikut:Membuat kisi-kisi soal yang meliputi dasar dalam pembuatan soal tes kemampuan koneksi matematis siswa.Menyusun soal tes kemampuan koneksi matematis siswa.Menilai kesesuaian antara materi, indikator, dan soal tes untuk mengetahui validitas isi.Melakukan uji coba soal untuk memperoleh data hasil tes uji coba.Menghitung validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, dan daya pembeda butir soal berdasarkan data yang diperoleh pada tes uji coba.Untuk menentukan validitas tiap butir soal, reliabilitas soal, daya pembeda tiap butir soal, dan indeks kesukaran tiap butir soal serta untuk kepentingan analisis data hasil pretes dan postes, sebelumnya dilakukan pemberian skor terhadap hasil pekerjaan siswa. Berikut merupakan pedoman pemberian skor koneksi matematis menggunakan Holistic Scoring Rubrics (Lestari, 2010:46) yang kemudian dimodifikasi:Tabel 3.1Pedoman Pemberian Skor Soal Koneksi Matematis Kemampuan yang DiukurRespon Siswa terhadap SoalSkorMengenali representasi yang ekuivalen dari konsep yang samaTidak ada jawaban.0Penggunaan konsep dan representasi yang ekuivalen dari konsep yang sama sebagian besar salah, jawaban mengandung perhitungan yang salah.1Penggunaan konsep dan representasi yang ekuivalen dari konsep yang sama hampir benar dan kurang lengkap; penggunaan algoritma benar, namun mengandung perhitungan yang salah.2Penggunaan konsep dan representasi yang ekuivalen dari konsep yang sama benar dan lengkap; penggunaan algoritma benar dan lengkap, namun mengandung sedikit kesalahan dalam perhitungan.3Penggunaan konsep dan representasi yang ekuivalen dari konsep yang sama benar dan lengkap; penggunaan algoritma benar dan lengkap, dan melakukan perhitungan dengan benar.4Skor Maksimal Butir Soal4Mengenali hubungan prosedur suatu representasi ke representasi yang ekuivalenTidak ada jawaban.0Penggunaan konsep dan hubungan prosedur suatu representasi ke representasi yang ekuivalen sebagian besar salah, jawaban mengandung perhitungan yang salah.1Penggunaan konsep dan hubungan prosedur suatu representasi ke representasi yang ekuivalen hampir benar dan kurang lengkap; dan penggunaan algoritma benar, namun mengandung perhitungan yang salah. 2Penggunaan konsep dan hubungan prosedur suatu representasi ke representasi yang ekuivalen benar dan lengkap; penggunaan algoritma benar dan lengkap, namun mengandung sedikit kesalahan dalam perhitungan.3Penggunaan konsep dan hubungan prosedur suatu representasi ke representasi yang ekuivalen benar dan lengkap; penggunaan algoritma benar dan lengkap, dan melakukan perhitungan dengan benar.4Skor Maksimal Butir Soal4Menggunakan dan menilai koneksi antar berbagai topik matematikaTidak ada jawaban0Penggunaan konsep dan koneksi antar topik matematika sebagian besar salah, jawaban mengandung perhitungan yang salah.1Penggunaan konsep dan koneksi antar topik matematika hampir benar dan kurang lengkap; penggunaan algoritma benar, namun mengandung perhitungan yang salah. 2Penggunaan konsep dan koneksi antar topik matematika benar dan lengkap; penggunaan algoritma benar dan lengkap, namun mengandung sedikit kesalahan dalam perhitungan.3Penggunaan konsep dan koneksi antar topik matematika benar dan lengkap; penggunaan algoritma benar dan lengkap, dan melakukan perhitungan dengan benar.4Skor Maksimal Butir Soal4Menggunakan dan menilai koneksi antara matematika dengan disiplin ilmu lainTidak ada jawaban.0Penggunaan konsep dan koneksi antara matematika dengan disiplin ilmu lain sebagian besar salah, jawaban mengandung perhitungan yang salah.1Penggunaan konsep dan koneksi antara matematika dengan disiplin ilmu lain hampir benar dan kurang lengkap; penggunaan algoritma benar, namun mengandung perhitungan yang salah. 2Penggunaan konsep dan koneksi antara matematika dengan disiplin ilmu lain benar dan lengkap; penggunaan algortima benar dan lengkap, namun mengandung sedikit kesalahan dalam perhitungan.3Penggunaan konsep dan koneksi antara matematika dengan disiplin ilmu lain benar dan lengkap; penggunaan algoritma benar dan lengkap, dan melakukan perhitungan dengan benar.4Skor Maksimal Butir Soal4Menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hariTidak ada jawaban.0Penggunaan konsep dan koneksi matematika dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar salah, jawaban mengandung perhitungan yang salah.1Penggunaan konsep dan koneksi matematika dalam kehidupan sehari-hari hampir benar dan kurang lengkap; penggunaan algoritma benar, mengandung perhitungan yang salah. 2Penggunaan konsep dan koneksi matematika dalam kehidupan sehari-hari benar dan lengkap; penggunaan algortima benar dan lengkap, namun mengandung sedikit kesalahan dalam perhitungan.3P

Embed Size (px)
Recommended