Home >Documents >Laporan TA - Tentang Mikrotik Router OS - 13. BAB 2 ()

Laporan TA - Tentang Mikrotik Router OS - 13. BAB 2 ()

Date post:06-Jul-2015
Category:
View:628 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

4

BAB II STUDI PUSTAKA A. Studi Relevan 1. Dwi Febrian Handriyanto (2009) Kajian Penggunaan MikroTik Router OSTM Sebagai Router Pada Jaringan Komputer. Permasalah jaringan komputer yang sering mengalami time-out, data yang dikirimkan rusak, transfer lambat, dan masalah keamanan adalah latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini memberikan solusi dengan dibangunnya sistem operasi MikroTik Router. 2. Riyadi (2009) Membangun Proxy Server Menggunakan Clark Connect Untuk Filterasi Akses Internet Di SMK Muhammadiyah 1 Salam. Tugas Akhir ini membahas tentang bagaimana cara menangani pengaksesan situs-situs terlarang yang biasa dilakukan oleh siswa ketika tidak ada guru yang mengawasi. Clark Connect akan digunakan untuk filterasi situs-situs terlarang tersebut dan sebagai cache server terhadap situs yang pernah diakses sebelumnya sehingga akan mempercepat akses ke internet. 3. Ridho Hendrastowo (2007) Konfigurasi Pengendali Akses Jaringan Menggunakan MikroTik Sebagai Router Pada Warnet Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang. Informasi yang beredar melalui internet sangat membantu karyawan dan mahasiswa di UM Magelang dalam menyelesaikan pekerjaan dan tugas-tugasnya. Penelitian membahas tentang penggunaan MikroTik router untuk menghubungkan jaringan internet global pada jaringan lokal yang ada di warnet UM Magelang. Relevansi antara penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah obyek kajiannya, yaitu membahas tentang pembangunan router dan server. Pembangunan router dapat memberi kemudahan dalam memantau dan mengontrol sumber daya yang ada dalam suatu jaringan. Area pokok bahasan yang mencakup jaringan kabel dan wireless serta pengitegrasian antara router dengan layanan komputer server adalah hal yang membedakan dari penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

4 4

5

B. Router Pribadi (2003) mendefinisikan router adalah sebuah alat jaringan komputer yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda, proses menghubungkan tersebut dikenal sebagai routing. Router menghubungkan jaringan-jaringan yang ada pada model protokol tujuh-lapis OSI, sehingga secara teknis router adalah layer ke tiga OSI yaitu network layer. Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk routing (dedicated router) atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router (PC Router). Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi TCP/IP, router jenis TCP/IP ini disebut dengan IP Router. Contoh utama implementasi dari IP Router adalah jaringan internet, yang merupakan sebuah jaringan yang memiliki banyak IP Router. IP Router tersebut digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar yang disebut dengan internetwork. Selain itu IP Router dapat juga digunakan untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya.

Gambar 2.1. Router Bekerja Pada Network Layer Untuk koneksi internet yang menggunakan jaringan telepon kabel, router yang biasa diterapkan adalah DSL router. Router ini digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Kecepatan

5

6

download dari DSL berkisar di angka 128 Kbps sampai 24.000 Kbps tergantung dari teknologi DSL yang dipakai. 1. Kemampuan Router Beberapa hal yang dapat dikerjakan oleh router adalah mengirimkan paket data antar dua tipe jaringan fisik yang berbeda, membatasi lalu lintas paket data dari atau ke beberapa alamat jaringan (packet filtering), mengubah alamat asal sehingga seakan-akan paket data tersebut berasal dari sebuah alamat yang berbeda dari pengirim aslinya, dan berfungsi sebagai BOOTP atau DHCP server yang memberikan alamat IP dan konfigurasi lainnya kepada seluruh komputer pada jaringan. 2. Jenis-jenis Router Secara umum router dibagi menjadi dua jenis, yaitu static router dan dynamic router : a. Static router (router statis) Static router adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan. b. Dynamic router (router dinamis) Dynamic router adalah sebuah router yang memiliki tabel routing dinamis, jalur routing ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keadaan lalu lintas jaringan yang digunakan. 3. Network Address Translation (NAT) Network Address Translation adalah salah satu fasilitas router untuk meneruskan paket dari IP asal ke IP tujuan (Herlambang dan Catur, 2008). Metode ini mengizinkan komputer host dapat berkomunikasi dengan jaringan luar menggunakan satu alamat IP global. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan, dan kemudahan dalam administrasi jaringan. a. NAT Untuk Administrasi Jaringan Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau

6

7

mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer klien secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perrlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer klien. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, mencatat semua traffic data dari dan ke internet. b. NAT Untuk Keamanan Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses ke server suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diaksess oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan hal tersebut bisa sangat berbahaya, data-data penting bisa dilihat atau bahkan dicuri. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil. C. Server Komputer server adalah sebuah komputer yang bertugas dan berfungsi untuk melayani dan mengontrol seluruh jaringan (Wahana komputer, 2001). Server menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses workstation anggota jaringan dan mengelola sumber daya yang ada. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan kapasitas RAM yang menyesuaikan sesuai dengan jenis layanan yang diberikan oleh server. Untuk memilih sebuah komputer server hal-hal yang harus dipertimbangkan antara lain sistem operasi jaringan yang akan digunakan, sistem aplikasi yang akan dijalankan, arsitektur jaringan yang diterapkan, jumlah komputer workstation dalam jaringan yang akan dilayani, kemampuan

7

8

atau daya tahan untuk beroperasi dalam jangka waktu tertentu, kompatibelitas terhadap produk jaringan lainnya, dan dukungan teknis dari vendor perangkat yang digunakan (Mansfield, 2002). Sistem operasi jaringan yang digunakan oleh server adalah sistem operasi khusus yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur client-server, contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, Proxy server, dan FTP Server. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien sehingga jaringan tersebut dinamakan sebagai jaringan client-server. Beberapa sistem operasi server sudah membundel aplikasi-aplikasi tersebut dalam satu paket operating system, jika aplikasi-aplikasi tersebut tidak berada dalam satu paket maka layanan tersebut dapat diperoleh dari pihak ke tiga. 1. Proxy Server Proxy server adalah sebuah program yang menerima permintaan (request) dari klien, seperti browser web atau FTP klien, dan kemudian meneruskan permintaan tersebut ke server internet yang dituju (Wahana komputer, 2003). Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengahtengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai perantara, sedemikian sehingga pihak pertama dan pihak kedua tidak secara langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan dengan perantara, yaitu proxy. Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena proxy beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam proxy server diantaranya: a. Caching Proxy server memiliki mekanisme penyimpanan obyek-obyek yang sudah pernah diminta dari server-server di internet, proses ini biasa disebut caching.

8

9

Mekanisme caching akan menyimpan obyek-obyek yang merupakan hasil permintaan dari para pengguna, yang didapat dari internet. Karena proxy server bertindak sebagai perantara, maka proxy server mendapatkan obyek-obyek tersebut lebih dahulu dari sumbernya untuk kemudian diteruskan kepada klien yang sesungguhnya. Dalam proses tersebut, proxy server juga sekaligus menyimpan obyek-obyek tersebut untuk dirinya sendiri dalam ruang disk yang disediakan (cache). Dengan demikian, bila suatu saat ada pengguna yang meminta suatu layanan ke internet yang mengandung obyek-obyek yang sama dengan yang sudah pernah diminta sebelumnya, yaitu yang sudah ada dalam cache, maka proxy server akan langsung memberikan obyek dari cache yang diminta kepada pengguna. Bila permintaan tersebut tidak dapat ditemukan dalam cache di proxy server, baru kemudian proxy server meneruskan atau memintakannya ke server aslinya di internet. b. Transparent Proxy Riyadi (2009) mendeskripsikan bahwa salah satu kompleksitas dari non transparent proxy pada level aplikasi adalah untuk setiap klien harus dilakukan konfigurasi m

Embed Size (px)
Recommended