Home >Documents >Laporan Praktikum Proses Pengecatan dan

Laporan Praktikum Proses Pengecatan dan

Date post:30-Dec-2015
Category:
View:237 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR IIMODUL PM2-05PROSES PELAPISAN PERMUKAAN(PENGECATAN DAN ELEKTROPLATING)

OLEH :

KELOMPOK:ANGGOTA:

TANGGAL PRAKTIKUM : ASISTEN :

LABORATORIUM TEKNIK PRODUKSIPROGRAM STUDI TEKNIK MESINFAKULTAS TEKNIK MESIN dan DIRGANTARAINSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG2011

MODUL PM2 05PROSES PELAPISAN PERMUKAANPENGECATAN DAN ELEKTROPLATING

TUJUANPeserta praktikum dapat :1. Mengetahui jenis-jenis proses pelapisan.2. Mengetahui cara melakukan proses-proses pelapisan tersebut.3. Mengetahui kegunaan surface treatment.

PERALATANA. Benda kerja :a. Pengecatan :1. Pelat Bajab. Elektroplating :1. Anoda : tembaga (Cu)2. Katoda : seng (Zn)B. Peralatan:a. Pengecatan :1. Sprayer2. Kompresor3. Cat logam4. Cat dasar5. Thinner6. Masker dan sarung tanganb. Elektroplating :1. Elektrolit2. Sumber arus searah (arus DC)3. Bak penampung4. Ampelas5. Pemanas6. Pengaduk

TEORI DASARSurface treatment merupakan perlakukan terhadap permukaan benda kerja hasil proses manufaktur untuk mendapatkan sifat dan karakteristik permukaan yang sesuai dengan yang diinginkan. Fungsi surface treatment antara lain :1. Meningkatkan ketahanan terhadap aus, erosi, dan indentasi2. Mengendalikan friksi3. Mengurangi adhesi4. Meningkatkan sifat pelumasan5. Meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan oksidasi6. Meningkatkan ketahanan fatigue7. Memperbaiki keadaan permukaan8. Memberikan kesan dekoratifBerbagai teknik digunakan untuk menghasilkan karakteristik tersebut terhadap berbagai jenis material seperti logam, non-logam, dan keramik. Hal ini terutama untuk material yang digunakan pada mekanisme yang melibatkan :1. Deformasi plastic pada permukaan benda kerja2. Reaksi-reaksi kimia3. Perlakukan panas4. Deposisi5. Implantation6. Pelapisan dan cat organicTeknik-teknik yang digunakan untuk surface treatment meliputi :1. Mechanical surface treatmentsa. Shot peeningb. Laser shot peeningc. Water-jet peeningd. Ultrasonic peeninge. Roller burnishingf. Explosive hardening2. Mechanical plating 3. Cladding4. Case hardening5. Hard facing6. Spark hardening7. Thermal sprayinga. Combustion sprayingb. Electrical sprayingc. Cold spraying8. Vapor depositiona. Physical vapor depositionb. Chemical vapor deposition9. Ion implantation10. Diffusion coating11. Laser treatments12. Electroplating13. Electroless plating14. Electroforming15. Conversion coatingsa. Anodizingb. Coloring16. Hot dipping17. Porcelain enameling18. Ceramic coatings19. Organic coatings20. Diamond coating21. Diamondlike carbon22. Surface texturing23. Painting

Dalam praktikum ini, proses yang dilakukan adalah pengecatan dan eleckroplating. Prinsip kerja pengecatan adalah dengan menggunakan kompresor dan sprayer untuk menghasilkan butiran-butiran cat yang kemudian akan menempel pada permukaan benda kerja. Sedangkan elektroplating memanfaatkan prinsip kerja reaksi kimia elektrolisis, yaitu dengan menempatkan logam pelapis pada anoda dan benda kerja pada katoda, kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam larutan elektrolit dan dihubungkan dengan sumber arus searah sehingga terjadi perpindahan ion dari logam pelapis ke benda kerja dan terbentuk lapisan dari logam pelapis pada benda kerja.

PELAKSANAANA. Proses pengecatana. Persiapan proses pengecatan1. Meminjam peralatan yang diperlukan untuk praktikum kepada petugas dan memeriksa dengan teliti bahwa paralatan yang dipinjam dalam keadaan baik.2. Meminta benda kerja yang akan dipakai untuk praktikum kepada petugas. Kartu peminjaman ditandatangani oleh petugas dan praktikan.b. Prosedur kerja pengecatan1. Menggunakan masker dan sarung tangan.2. Menyiapkan peralatan pengecatan.3. Memasukkan cat dasar ke dalam sprayer.4. Menyalakan kompresor kemudian membuka katup tekanan pada selang kompresor.5. Memastikan pengukur tekanan kompresor menunjukkan angka 4 bar.6. Mengatur nosel pada sprayer.7. Mencoba melakukan pengecatan ke suatu permukaan benda lain sebelum melakukan pengecatan ke benda kerja.8. Melakukan pengecatan dasar.9. Memasukkan cat logam ke dalam sprayer.10. Mengatur nosel pada sprayer.11. Mencoba melakukan pengecatan ke suatu permukaan benda lain sebelum melakukan pengecatan ke benda kerja.12. Melakukan pengecatan menggunakan cat logam.13. Mengamati hasil pengecatan.

B. Proses elektroplatinga. Persiapan proses elektroplating1. Meminjam peralatan yang diperlukan untuk praktikum kepada petugas dan memeriksa dengan teliti bahwa paralatan yang dipinjam dalam keadaan baik.2. Meminta benda kerja yang akan dipakai untuk praktikum kepada petugas. Kartu peminjaman ditandatangani oleh petugas dan praktikan.b. Prosedur kerja elektroplating1. Menyiapkan benda kerja elektroplating.2. Melakukan pembersihan dan penghalusan pada permukaan benda kerja dengan menggunakan amplas yang sudah disediakan.3. Menyiapkan larutan elektrolit dan memanaskannya.4. Menyusun rangkaian elektroplating sebagai berikut : menghubungkan tembaga pada kutub positif (anoda) dan seng pada kutub negatif (katoda) kemudian memasukkan tembaga dan seng ke dalam bak penampung.5. Mengamati proses elektroplating sambil mengaduk larutan elektrolit.

ANALISIS DATA PERCOBAAN

Dalam praktikum ini, percobaan yang dilakukan adalah proses pengecatan dan proses electroplating. Sebelum melakukan proses pengecatan praktikan menyiapkan peralatan-peralatan yang akan dipakai, yaitu : satu unit kompresor berpenggerak motor listrik, satu buah spraygun jenis gravity feed dan dua buah selang fleksibel spiral yang disatukan sehingga memanjang. Bahan yang digunakan untuk proses pengecatan, yaitu : satu buah kaleng berisi cat berwarna hitam, satu botol berisi thinner dan satu buah pelat besi yang telah berkarat. Sesudah menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan praktikan diberitahu bagian-bagian dari spraygun dan fungsinya yang terdapat pada gambar di bawah ini

Gambar Tampak luar Spray gun

Pengontrol kekuatan Trigger

Pengontrol tekanan semburan fluida cat

Pengontrol tekanan semburan udara

Gambar Tampak Dalam Spray gun

Ada tiga bagian utama di dalam sprayer : 1. Pengontrol kekuatan trigger yang berfungsi untuk mengatur kekuatan tarikan kepada trigger yang diatur oleh pegas di dalam trigger2. Pengontrol kekuatan semburan cat yang apabila dikendorkan akan menambah jumlah pengeluaran cat dan apabila dikencangkan akan mengurangi jumlah pengeluaran cat

3. Pengontrol kekuatan semburan udara yang apabila dikendorkan, hasil cat yang disemprotkan ke benda kerja akan berbentuk oval lonjong dan luas daerah pengecatan akan besar. Apabila dikencangkan, hasil cat yang disemprotkan akan berbentuk bulat kecil dan luas daerah pengecatan kecil. Prinsip kerja spray tipe gravity feed adalah cat mengalir ke spraygun karena ada gaya gravitasi yang menarik cat ke bawah menuju spraygun. Setelah dijelaskan fungsi-fungsi pada bagian spraygun, praktikan merakit alat pengecatan dengan pertama-tama memasang kabel selang spiral pada spraygun dan ujung yang lain pada kompresor. Setelah itu cat diencerkan dengan air di dalam suatu wadah disediakan dengan perbandingan 5:1. Cat yang diencerkan dimasukkan ke dalam mangkuk spraygun dan ditutup. Setelah itu atur tekanan yang akan diberikan kompresor dan kompresor dinyalakan untuk memberi tekanan udara kepada spraygun. Mangkuk spraygun diatur posisi kemiringan sudutnya relative terhadap nozzle untuk membantu penurunan cat ke bawah menuju spraygun sehingga cat mudah keluar ketika trigger ditarik. Setelah itu kelompok praktikan melakukan pengecatan secara bergantian tiap anggota kelompok sampai waktu selesai yang ditentukan kelompok praktikan sendiri. Pengecatan dilakukan dengan menyemprotkan cat pada pelat besi dari satu sisi ke sisi lainnya bertujuan agar tebal warna cat tersebar merata pada daerah pengecatan. Setelah itu spraygun dan mangkuk dibersihkan menggunakan thinner dan lap kering. Proses pengecatan selesai dilakukan.Sebelum melakukan proses electroplating, praktikan menyiapkan peralatan-peralatan yang akan dipakai, yaitu : satu unit pembangkit daya (power supply), satu unit kompor listrik, satu buah panci, satu buah batang pengaduk dan dua buah kabel penghubung elektroda dengan power supply. Bahan yang digunakan untuk proses elektroplating, yaitu : satu buah pelat seng yang tipis sebagai benda kerja yang akan dilapisi, satu buah pelat tembaga yang tebal sebagai bahan pelapis yang akan melapisi benda kerja, garam potassium (3 batu/secukupnya) dan air bersih (secukupnya). Pertama, pastikan power supply dalam keadaan mati. Seng dipasangkan pada kutub negative power supply sedangkan tembaga pada kutub positif power supply, keduanya menggunakan kabel pencapit buaya. Seng berlaku sebagai katoda pada elektroda dan tembaga berlaku sebagai anoda pada elektroda. Kedua, Isi panci dengan air bersih yang volumenya volume panci dan panaskan menggunakan kompor listrik. Potassium dimasukkan sebanyak 3 batu ke dalam panci berisi air. Air dan potassium yang bercampur akan menjadi larutan elektrolit alkali (asam). Kegunaan larutan elektrolit adalah sebagai media perpindahan ion-ion anoda menuju katoda. Ketiga, dua pelat elektroda dicelupkan ke dalam panci berisi bak larutan elektrolit dan power supply diatur tegangannya dan kemudian dinyalakan. Keempat, menunggu proses electroplating yang sedang berlangsung, terlihat larutan elektrolit berbusa yang menandakan reaksi perpindahan ion anoda menuju katoda sedang berlangsung. Untuk mengetahui bahwa prosedur yang dilakukan sudah benar dapat mengetahuinya dengan cara mengangkat pelat dari kolam elektrolit, apabila diangkat voltase pada power supply meningkat berarti prosedur sudah benar karena ketika terjadi perpindahan ion voltase power supply akan drop sebesar energy perpindahan ion-ion anoda menuju katoda. Penambahan potassium pada air bertujuan untuk menambah pH larutan agar mencegah pembentukan gas hydrogen pada elektrolit pada suasana asam yang memudahkan pelarutan kembali bahan pelapis an