Home >Documents >lAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI MASERASI

lAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI MASERASI

Date post:15-Dec-2015
Category:
View:229 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
By Rahmatunnisa AKADEMI FARMASI SAMARINDA
Transcript:

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI IIMETODE MASERASI

Disusun Oleh :NamaNIMResdha Arini723901S.12.093Ria Indriani723901S.12.094Rike Wigati723901S.12.095Risfi Herista723901S.12.096Riska Ayu Wulan Dira723901S.12.097Rismayanti723901S.12.098Riyan Saparida723901S.12.099Rizki Permatasari723901S.12.100Sadatunnisa723901S.12.101Titin Hartini723901S.12.102Tresensia Herni723901S.12.103Syarifah Shahnaz F. N.723901S.11.091

Dosen Pembimbing :Anita Apriliana, S.Si., M.Pharm., Apt

AKADEMI FARMASI SAMARINDALABORATORIUM TERPADU II2014BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu tanaman buah yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, buah sirsak rasanya manis agak asam sehingga sering dipakai sebagai bahan jus buah. Daging buahnya kaya akan serat. Setiap 100 g buah yang dapat dimakan mengandung 3,3 g serat sehingga dapat memenuhi 13% kebutuhan serat per hari. Selain itu, daging buahnya mengandung banyak karbohidrat (terutama fruktosa), vitamin C (20 mg/100 g), B1 dan B2.Awal tahun 90-an ditemukan semacam jamu herbal dari suku-suku (tribes) di Amazon yang dapat menyembuhkan beberapa termasuk kanker. Setelah diteliti oleh para ahli farmasi dari AS, ternyata ramuan tersebut berasal dari daun pohon Graviola.Daun tersebut mengandung zat anti-kanker yang disebut acetogenins, yang dapat membunuh sel-sel kanker tanpa mengganggu sel-sel sehat dalam tubuh manusia.Acetagonins adalah senyawa polyketides dengan struktur 30-32 rantai karbon tidak bercabang yang terikat pada gugus 5-methyl-2-furanone.Rantai furanone dalam gugus hydrofuranone pada C23 memiliki aktivitas sitotoksik.Annonaceous acetogenin bekerja dengan menghambat produksi ATP dengan mengganggu komplek 1 mitokondria.Saat ini, pemanfaatan senyawa acetagonins sebagai obat hanya sebatas dengan meminum rebusan daun sirsak saja, dan saat ini tidak ada acetagonins yang dijual dipasaran.Dilihat dari fungsinya, acetagonins mempunyai peluang ekonomi tinggi untuk diproduksi.Salah satu kendala dalam pemanfaatan ekstrak daun sirsak adalah kurang efisiennya pelarut yang digunakan selama ini.Oleh karena itu dilakukan isolasi acetogenins merupakan pelarut polar. Daun sirsak (Annona muricata L) adalah tanaman yang mengandung tannin, Keuntungan menggunakan metode maserasi adalah cara pengerjaan dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunaakn metode maserasi.Selanjutnya ekstrak yang diperoleh dapat digunakan untuk penelitian skrining fitokimia, ekstraksi cair-cair dan kromatografi lapis tipis.

1.2 Tujuan 1. Mahasiswa diharapkan mampu membuat pereaksi, serta mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa golongan alkaloid, saponin, flavonoid, tannin dan polifenol, terpenoid dan fenolat. 2. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan proses ekstraksi metabolit sekunder dari tanaman/tumbuhan dengan beberapa metode ekstraksi, serta memahami prinsip ekstraksi metode maserasi. 3. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pemisahan (partisi) senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak berdasarkan pada perbedaan kepolaran pelarut dengan metode ekstraksi cair-cair. 4. Mahasiswa diharapkan mampu memahami prinsip dari KLT, menentukan fase gerak dan fase diam, melakukan preparasi sampel dan menotolkan sampel ke fase diam, serta mampu mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dengan mengunakan pereaksi semprot.

1.3 Manfaat Mahasiswa mampu melakukan pengujian skrining fitokimia pada suatu tanaman, mampu melakukan proses ekstraksi metabolit sekunder dari tanaman/tumbuhan dengan metode maserasi, mampu melakukan pemisahan (partisi) dengan metode ekstraksi cair-cair, serta mampu memahami prinsip dari KLT dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder.

BAB IIDASAR TEORI

2.1 Uraian Tanaman2.1.1 MorfologiDaun sirsak adalah daun Annona muricata L., suku Annonaceae. Pemerian.Daun berbau agak keras; rasa agak kelat.Makroskopik. Daun tunggal, warna kehijauan sampai hijau kecoklatan; helaian daun seperti kulit, bentuk bundar panjang,lanse atau bundar telur terbalik, panjang helaian daun 6 cm sampai 18 cm, lebar 2 cm sampai 6 cm. Ujung daun meruncing pendek,pangkal daun meruncing, tepi rata; panjang tangkai daun lebih kurang 0,7 cm. Permukaan licin agak mengkilat, tulang daun menyirip, ibu tulang daun menonjol pada permukaan bawah.Mikroskopik. Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak sel epidermis atas bentuk empat persgi panjang dengan dinding bergelombang; kulikula tebal; sel epidemis bawah lebih kecil dari pada epidermis atas, bentuk tidak beraturan dengan dinding bergelombang, terdapat stomata; rambut penutup bentuk lurus , terdiri dari 2 sel sampai 3 sel, ujung tumpul. Mesofil meliputi jaringan palisade terdiri dari 1 lapis sel, diantaranya terdapat sel sekresi, jaingan bungavkarang terdiri dari beberapa lapis sel, diantaranya terdapat ruang antar sel yang lebar dan terdapat sel sekresi. Pada tulang daun terdapat bekas pembuluh tipe korateral, diantaranya, diantaranya terdapat jari-jari xilem; berkas pembuluh dikelilingi oleh serabut; juga terdapat parenkim bernoktah dan sel sel batu berdinding sel tebal; kolenkim terdapat pada bagian bawah tulang daun, terdiri atas dua lapis sel. Pada sayatan paradermal epidermis atas bentuk tidak beraturan dengan dinding bergelombang, tidak terdapat stomata; epidermis bawa hampir sama dengan epidermis atas, bentuk tidak beratura dengan dinding berelombang dengan stomata tipe anomositik; rambut penutup panjang, terdiri dari dua sampai tiga sel, dinding tebal, lumen lebar fragmen pembuluh kayu dengan penebalan tangga sel satu bundar, lumen kecil, bernoktah; fragmen mesofil dengan palisade; mesofil dengan sel sekresi bentuk bundar dinding tebal; fragmen parenkim bernoktah.

2.1.2 SistematikaKlasifikasi tumbuhan sirsak sebagai berikut :Kingdom: Plantae (Tumbuhan)Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)Sub Kelas: MagnolidaeOrdo: MagnolialesFamili:AnnonaceaeGenus:AnnonaSpesies:Annona muricataL.

2.1.3 Nama DaerahSumatera ; Deureuyan belanda (Aceh); tarutung olanda (Batak); durio ulondra (Nias), durian belanda, nangka walanda (Melayu), durian betawi, duian betawi (Minangkabau); jambu landa (Lampung). Jawa : Nangkawalanda (Sunda); angka londa, nangkamanila, nangka sabrang, molwa londa, surikaya welonda, srikaya welandi (Jawa); nangka buris, nangka englan, nangka moris (Madura). Bali : Srikaya jawa. Nusatenggara : naka , nakat, annona (Flores). Sulawesi : atis, mangka walanda (Sulawesi Utara), lange lo walanda (Gorontalo); srikaya belanda (Makasar); srikaya belanda(Bugis). Maluku : Anad walanda , tafena warata (Seram); anaal wakano (Nusa Laut); naka loanda (Buru); durian, naka wolanda (Halmahera); naka walanda (Ternate); naka lada (Tidore).

2.1.4 Kandungan KimiaDaun sirsak mengandung senyawa acetogenin, minyak esensial, reticuline, loreximine, coclaurine, annomurine, higenamine.Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa.Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak.Biji bersifat racun dan dapat digunakan sebagai insektisida alami, seperti juga biji srikaya.

2.1.5 KhasiatDaun sirsak bermanfaat menghambat sel kanker dengan menginduksi apoptosis, antidiare, analgetik, anti disentri, anti asma, anthelmitic, dilatasi pembuluh darah, menstimulasi pencernaan, mengurangi depresi (McLaughlin, 2008).

2.2 Uraian Kandungan Kimia Tumbuhan 1. Alkaloida Alkaloida merupakan golongan zat tumbuhan sekunder yang terbesar.Alkaloida mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, biasanya dalam gabungan sebagai bagian dari sistem siklik.Alkaloida mempunyai aktivitas fisiologi yang menonjol sehingga digunakan secara luas dalam bidang pengobatan (Harborne, 1987).Ada tiga pereaksi yang sering digunakan dalam skrining fitokimia untuk mendeteksi alkaloida sebagai pereaksi pengendapan yaitu pereaksi Mayer, pereaksi Bouchardat, dan pereaksi Dragendorff (Farnsworth, 1966).2. Flavonoida Flavonoida mencangkup banyak pigmen yang paling umum dan terdapat pada seluruh dunia tumbuhan mulai dari fungus sampai angiospermae.Pada tumbuhan tinggi, flavonoida terdapat baik dalam bagian vegetatif maupun dalam bunga.Pigmen bunga flavonoida berperan jelas dalam menarik burung dan serangga penyerbuk bunga.Beberapa fungsi flavonoida pada tumbuhan ialah pengatur tumbuh, pengatur fotosintesis, kerja antimikroba dan antivirus serta kerja terhadap serangga (Robinson, 1995).3. Saponin Saponin mula-mula diberi nama demikian karena sifatnya yang menyerupai sabun (bahasa latin sapo berarti sabun). Saponin tersebar luas diantara tanaman tinggi.Saponin merupakan senyawa berasa pahit, menusuk, menyebabkan bersin dan mengakibatkan iritasi terhadap selaput lendir.Saponin adalah senyawa aktif permukaan yang kuat yang menimbulkan busa jika dikocok.Dalam larutan yang sangat encer saponin sangat beracun untuk ikan, dan tumbuhan yang mengandung saponin telah digunakan sebagai racun ikan selama beratus-ratus tahun (Robinson, 1995: Gunawan, et al, 2004).4. Tanin Tanin merupakan salah satu senyawa yang termasuk ke dalam golongan polifenol yang terdapat dalam tumbuhan, yang mempunyai rasa sepat dan memiliki kemampuan menyamak kulit.Tanin terdapat luas dalam tumbuhan berpembuluh, dalam angiospermae terdapat khusus dalam jaringan kayu (Harborne, 1987).Umumnya tumbuhan yang mengandung tanin dihindari oleh pemakan tumbuhan karena rasanya yang sepat.Salah satu fungsi tanin dalam tumbuhan adalah sebagai penolak hewan pemakan tumbuhan (herbivora) (Harborne, 1987).5. Glikosida Glikosida adalah senyawa yang terdiri atas gabungan gula dan bukan gula.Bagian gula biasa disebut glikon sementara bagian bukan gula disebut aglikon atau genin (Gunawan, et al, 2002).

6. Glikosida Antraku

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended