Home >Documents >LAPORAN PENGUKURAN KONSTANTA PEGAS

LAPORAN PENGUKURAN KONSTANTA PEGAS

Date post:08-Mar-2016
Category:
View:248 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
laporan pengukuran konstanta pegas
Transcript:

LAPORAN FISIKAPERCOBAAN PENGUKURANKONSTANTA PEGAS

Disusun untuk memenuhi tugas Laboratorium Fisika.Program Studi Fisika

Disusun untuk.

Oleh :Pia RohdinaDewi Tita JuwitaNinda NoviantiEvina Sucianti

SMAN CIKIJING, 2012-2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga praktikan bisa menyelesaikan laporan ujian praktikum fisika yang berjudul MENENTUKAN KONSTANTA PEGAS (PEGAS). Laporan ini disusun sebagai bukti otentik dari ujian praktek fisika tahun ajaran 2012-2013 yang dilaksanakan di laboraturium FISIKA SMA Negeri 1 CIKIJING.

Tidak lupa praktikan mengucapkan terimakasih kepada:1. Dra. Ibu Dewi Susanti Kaniawati selaku guru pembimbing.4. Orang tua yang selalu memberikan motivasi dan doa.5. Teman-teman XI IPA yang membantu praktikan menyelesaikan laporan ini.

Praktikan berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, sehingga mampu mendefinisikan konstanta pegas dan menghitung yang berfariasi bentuk dan ukurannya.Praktikan menyadari karya tulis ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu praktikan memohon maaf jika ada kesalahan dalam pembuatan laporan. Oleh karena itu praktikan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun demi perbaikan pembuatan laporan dimasa mendatang.

Cikijing, 16 Oktober 2012

Penulis

BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai bahan, misalnya karet,kawat tembaga, pegas tembaga, besi, kayu, nilon, sapu lidi, dan plastisin.Diantarabahan-bahan tersebut dapat digolongkan menjadi benda elastis dan tidak elastis.Benda elastis adalah benda yang dapat kembali ke bentuk semula setelah gayayang mengubah bentuk telah dihapuskan. Benda tidak elastis adalah benda yangtidak kembali ke bentuk semula setelah gaya yang mengubah benda dihapuskan.Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pegas adalah benda elastis.Pegas diterapkan dalam berbagai bentuk dan dalam banyak konstruksi.Penggunaan pegas adalah agar suatu konstruksi berfungsi dengan baik, bukansuatu hal yang mutlak, melainkan suatu pilihan sehubungan dengan pembuatandan biaya. Sifat pegas yang terpenting ialah kemampuannya menerima kerja lewatperubahan bentuk elastik dan ketika mengendur.

B. Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka tujuan dari penelitian dengan alat peraga sederhana gaya pegas dan konstanta pegas ini adalah :1. Menambil data yang diperlukan untuk penelitian gaya pegas dan konstanta pegas (hukum Hooke).2. Mendapatkan hubungan antara gaya berat(F)dengan pertambahan panjang pegas(x).3. Mengganbarkan grafik antara gaya berat (F) dengan pertambahan panjang pegas (x).4. Mencari konstanta pegas.

C. Manfaat Penelitian Dari penelitian gaya pegas dan konstanta pegas dengan menggunakan alat peraga sederhana ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :1. Dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi gaya pegas.2. Penguasaan konsep fisika tentang gaya pegas menjadi lebih maksimal dengan metode eksperimen menggunakan alat peraga yang sederhana.3. Memberi pengetahuan tentang adanya media lain yang dapat digunakan dalam pembelajaran fisika,khususnya pada materi gaya pegas.4. Meningkatkan kemampuan untuk mengambil data dengan benar.5. Memberikan waktu lebih banyak untuk dapat melakukan pengamatan dan menganalisis data terhadap fenomena fisika yang terjadi disekitar kita.6. Sebagai bahan kajian untuk penelitian dengan ruang lingkup yang lebih luas.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Elastisitas Elastisitas dapat didefinisikan sebagai sifat suatu benda atau bahan yang dapat kembali kebentuk semula.Bola yang terbuat dari karet, bila diberi gaya tekan maka bentuknya tidak bulat lagi. Namun jika gaya tersebut dihilalangkan, bentuk bola tersebut juga akan kembali pada bentuk semula. Akan tetapi jika bola yang terbuat dari tanah liat diberi gaya yang sama dan gayanya dihilangkan, maka bentuk bola tersebut tidak dapat kembali pada bentuk semula.Dari kejadian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada 2 golongan bahan, yaitu bahan elastis dan bahan tidak elastis. Bahan elastis adalah bahan yang dapat kembali pada bentuk semula jika diberi suatu gaya,contohnya adalah karet,baja dan kayu. Sedangkan bahan tidak elastis adalah bahan yang tidak dapat kembali lagi pada bentuk semula jika diberi gaya meski gaya tersebut telah dihilangkan, contohnya adalah tanah liat dan plastisin.

B. Hukum Hooke Jika sebuah pegas ditarik dengan gaya tertentu, maka panjangnya akan berubah. Semakin besar gaya tarik yang bekerja, semakin besar pertambahan panjang pegas tersebut. Ketika gaya tarik dihilangkan, pegas akan kembali ke keadaan semula. Jika beberapa pegas ditarik dengan gaya yang sama, pertambahan panjang setiap pegas akan berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh karakteristik setiap pegas. Karateristik suatu pegas dinyatakan dengan konstanta pegas (k).

Hukum Hook menyatakan bahwa jika pada sebuah pegas bekerja sebuah gaya, maka pegas tersebut akan bertambah panjang sebanding dengan besar gaya yang bekerja padanya. Secara matematis, hubungan antara besar gaya yang bekerja dengan pertambahan panjang pegas dapat dituliskan sebagai berikut:F = k x Keterangan :F = gaya yang bekerja (N)k = konstanta pegas (N/m)x = perubahan panjang pegas

Pegas ada yang disusun secara tunggal, ada juga yang disusun seri atau paralel. Untuk pegas yang disusun seri, pertambahan panjang total sama dengan jumlah masing-masing pertambahan panjang pegas . Sehingga pertambahan total x adalah: x = x1 + x2.Sedangkan untuk pegas yang disusun paralel, pertambahan panjang masing-masing pegas sama. Yaitu: x1 = x2 = x3. dengan demikian: Kp = k1 + k2

Perlu selalu di ingat bahwa hukum Hook hanya berlaku untuk daerah elastik, tidak berlaku untuk daerah plastik maupun benda-benda plastik. Menurut Hooke, regangan sebanding dengan tegangannya, dimana yang dimaksud dengan regangan adalah persentase perubahan dimensi. Tegangan adalah gaya yang menegangkan per satuan luas penampang yang dikenainya.Sebelum diregangkan dengan gaya F, energi potensial sebuah pegas adalah nol, setelah diregangkan energi potensialnya berubah menjadi: E = kx2 Jika sebuah benda diberikan gaya maka hukum Hooke hanya berlaku sepanjang daerah elastis sampai pada titik yang menunjukkan batas hukum Hooke. Jika benda diberikan gaya hingga melewati batas hukum Hooke dan mencapai batas elastisitas, maka panjang benda akan kembali seperti semula. Jika gaya yang diberikan tidak melewati batas elastisitas. Tapi hukum Hooke tidak berlaku pada daerah antara batas hukum Hooke dan batas elastisitas. Jika benda diberikan gaya yang sangat besar hingga melewati batas elastisitas, maka benda tersebut akan memasuki daerah plastis dan ketika gaya dihilangkan, panjang benda tidak akan kembali seperti semula, benda tersebut akan berubah bentuk secara tetap. Jika pertambahan panjang benda mencapai titik patah, maka benda tersebut akan patah.

Berdasarkan persamaan hukum Hooke di atas, pertambahan panjang (L) suatu benda bergantung pada besarnya gaya yang diberikan (F) dan materi penyusun dan dimensi benda (dinyatakan dalam konstanta k). Benda yang dibentuk oleh materi yang berbeda akan memiliki pertambahan panjang yang berbeda walaupun diberikan gaya yang sama, misalnya tulang dan besi.

Demikian juga, walaupun sebuah benda terbuat dari materi yang sama (misalnya besi), tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang yang berbeda sekalipun diberikan gaya yang sama. Jika kita membandingkan batang yang terbuat dari materi yang sama tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang berbeda, ketika diberikan gaya yang sama, besar pertambahan panjang sebanding dengan panjang benda mula-mula dan berbanding terbalik dengan luas penampang. Makin panjang suatu benda, makin besar pertambahan panjangnya, sebaliknya semakin tebal benda, semakin kecil pertambahan panjangnya.

BAB IIIMETODOLOGI PENELITIANA.Waktu dan Tempat PraktikumAdapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan praktikum ini adalah :hari / tanggal: Selasa / 16 Oktober 2012waktu : Pukul 08.30 s.d. 10.00 WIBtempat: Laboratorium Fisika, SMAN 1 CIKIJING

B. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kuantitatif. Dan teknik pengambilan data dilakukan dengan eksperimen.

C. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :1. Statif2. Pegas 3. Mistar / Penggaris4. Beban denga masa yang berbeda-beda D. Langkah Percobaan Langkah-langkah percobaan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 2. Menimbang semua beban dan mencatat massanya.3. Mengaitkan ujung atas pegas pada statip dan mengukur panjang pegas sebagai panjang mula-mula (Io).4. Mengaitkan ujung bawah pegas dengan beban yang paling kecil kemudian mengukur panjang pegas sebagai I1 alat percobaan diatas.5. Mengukur pertambahan panjang sebagai :x = I = l1 Io.6. Melepaskan beban.Dan mengganti beban yang berbeda massanya (m2), kemudian mengukur panjang pegas sebagai I2 .7. Mencatat hasil percobaan dalam tabel percobaan.8. Menghitung pertambahan panjang pegas (x atau I).9. Mengulangi langi langkah 1 sampai 6 untuk massa beban yang berbeda- beda,sehingga diperoleh data tentang beban dan pertambahan panjang yang berbeda-beda pula.

E. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik eksperimen, yai

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended