Home >Documents >LAPORAN MIKROKONTROLER ALAT

LAPORAN MIKROKONTROLER ALAT

Date post:15-Sep-2015
Category:
View:74 times
Download:14 times
Share this document with a friend
Description:
Laporan MIKROKONTROLLER
Transcript:

BAB 1. INPUT OUTPUT

1.1 Tujuan1. Mahasiswa dapat memahami fungsi input output.2. Mahasiswa dapat membuat rangkaian dan memprogram arduino dengan fungsi input output.

1.2 Landasan Teori1. Inisialisasi variabel Struktur dasar dari bahasa pemrograman arduino itu sederhana hanya terdiri dari dua bagian.

void setup( ) { // Statement; }

void loop( ) { // Statement; }

Dimana setup() bagian untuk inisialisasi yang hanya dijalankan sekali diawal program, sedangkan loop() untuk mengeksekusi bagian program yang akan dijalankan berulang-ulang untuk selamanya. Fungsi setup() hanya di panggil satu kali ketika program pertama kali di jalankan. Ini digunakan untuk pendefinisian mode pin atau memulai komunikasi serial. Fungsi setup() harus di ikut sertakan dalam program walaupun tidak ada statement yang di jalankan

void setup(){ pinMode(13,OUTPUT); // mengeset pin 13 sebagai output}

Setelah melakukan fungsi setup() maka secara langsung akan melakukan fungsi loop() secara berurutan dan melakukan instruksi-instruksi yang ada dalam fungsi loop().

void loop(){ digitalWrite(13, HIGH);// nyalakan pin 13 delay(1000);// pause selama 1 detik digitalWrite(13, LOW);// matikan pin 13 delay(1000);/// pause selama 1 detik}

Variable adalah sebuah penyimpan nilai yang dapat di gunakan dalam program. Variable dapat di rubah sesuai dengan instruksi yang kita buat. Ketika mendeklarisikan variable harus di ikut sertakan type variable serta nilai awal variable.

Type variableName = 0;

Contoh :Int inputVariable = 0;// mendefinisikan sebuah variable bernama inputVariable dengan nilai awal 0inputVariable = analogRead(2); // menyimpan nilai yang ada di analog pin 2 ke inputVariable Sebuah variable dapat di deklarasikan pada awal program sebelum void setup(), secara lokal di dalam sebuah function, dan terkadang di dalam sebuah block statement pengulangan. Sebuah variable global hanya satu dan dapat di gunakan pada semua block function dan statement di dalam program. Variable global di deklarasikan pada awal program sebelum fungstion setup(). Sebuah variable lokal di deklarasikan di setiap block function atau di setiap block statement pengulangan dan hanya dapat di gunakan pada blok yang bersangkutan saja. Function (fungsi) adalah blok pemrograman yang mempunyai nama dan mempunyai statement yang akan di eksekusi ketika function di panggil. Fungsi void setup() dan void loop() telah di bahas di atas dan pembuatan fungsi yang lain akan di bahas selanjutnya. Cara pendeklarasian function dijelaskan sebagai berikut :

type functionName(parameters) { // Statement; }Contoh:int delayVal() { int v; // membuat variable v bertipe integer v = analogRead(pot); // baca harga potentiometer v /= 4; // konversi 0-1023 ke 0-255 return v; // return nilai v }

Pada contoh di atas fungsi tersebut memiliki nilai balik int (integer), karena kalau tidak menghendaki adanya nilai balik maka type function harus void.a) { } curly braces Curly brace mendefinisikan awal dan akhir dari sebuah blok fungsi. Apabila ketika memprogram dan progremer lupa memberi curly brace tutup maka ketika di compile akan terdapat laporan error.b) ; semicolon Semicolon harus di berikan pada setiap statement program yang kita buat ini merupakan pembatas setiap statement program yang di buat./**/ blok comment. Semua statement yang di tulis dalam block comments tidak akan di eksekusi dan tidak akan di compile sehingga tidak mempengaruhi besar program yang di buat untuk di masukan dalam board Arduino.c) // line comment Sama halnya dengan block comments, line coments pun sama hanya saja yang di jadikan komen adalah perbaris.

2. pinMode() Digunakan dalam void setup() untuk mengkonfigurasi pin apakah sebagai Input atau Output. Arduino digital pin secara default di konfigurasi sebagai input sehingga untuk merubahnya harus menggunakan operator pinMode(pin, mode).

pinMode (pin, OUTPUT);// mengset pin sebagai outputdigitalWrite(pin, HIGH);// pin sebagai source voltagedigitalRead()

3. digitalWrite() Digunakan untuk mengset pin digital. Pin digital Arduino mempunyai 14 ( 0 13 ).digitalWrite (pin, HIGH);// set pin to HIGH

4. digitalRead() Membaca nilai dari pin yang kita kehendaki dengan hasil High atau Low.

Value = digitalRead(pin);// mengset value sama dengan pin

5. delay() Menghentikan program untuk sesaat sesuai dengan yang di kehendaki, satuanya dalam millisecond.

Delay(1000);// menunggu selama satu detik

6. if( If Operator if mengetes sebuah kondisi seperti nilai analog sudah berada di bawah nilai yang kita kehendaki atau belum, apabila terpenuhi maka akan mengeksekusi baris program yang ada dalam brackets kalau tidak terpenuhi maka akan mengabaikan baris program yang ada dalam brackets.

If ( someVariable ?? value ) { //DoSomething; }

1.3 Daftar Alat dan Bahan1. PC2. Proteus3. Software Arduino

1.4 Prosedur Praktikum1. Buatlah rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian berikut.

Gambar 1.1 Rangkaian Simulasi Input Output pada Arduino

2. Ketiklah program pada softwre arduino sesuai dengan program berikut,

int led1 = 8;int led2 = 9;int b1 = 2;int b2 = 3;int valueb1;int valueb2;void setup(){pinMode(led1,OUTPUT);pinMode(led2,OUTPUT);pinMode(b1,INPUT);pinMode(b2,INPUT);}

void loop(){valueb1 = digitalRead(b1);digitalWrite(led1,valueb1);valueb2 = digitalRead(b2);digitalWrite(led2,valueb2);}

3. Simulasikan dan berilah analisis beserta kesimpulannya.

1.5 Pembahasan Arduino adalah sebuah board mikrokontroler yang didasarkan pada IC Atmega328 (datasheet ATmega328). Salah satu contoh yang akan dibahas kali ini yaitu Arduino Uno.Arduino UNO mempunyai 14 pin digital input/output (6 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, sebuah osilator Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header, dan sebuat tombol reset. Arduino UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang mikrokontroler, mudah menghubungkannya ke sebuah computer dengan sebuah kabel USB atau mensuplainya dengan sebuah adaptor AC ke DC atau menggunakan baterai untuk memulainya. Arduino Uno adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328. Uno memiliki 14 pin digital input / output (dimana 6 dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, resonator keramik 16 MHz, koneksi USB, jack listrik, header ICSP, dan tombol reset. Uno dibangun berdasarkan apa yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler, sumber daya bisa menggunakan power USB (jika terhubung ke komputer dengan kabel USB) dan juga dengan adaptor atau baterai. Arduino Uno berbeda dari semua papan sebelumnya dalam hal tidak menggunakan FTDI chip driver USB-to-serial. Sebaliknya, fitur Atmega16U2 (Atmega8U2 sampai versi R2) diprogram sebagai konverter USB-to-serial. Revisi 2 dari Uno memiliki resistor pulling 8U2 HWB yang terhubung ke tanah, sehingga lebih mudah untuk menggunakan mode DFU. Pada praktikum pertama, percobaan yang dilakukan adalah analisis tentang rangkaian input output pada arduino. Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat memahami fungsi input output serta mahasiswa dapat membuat rangkaian dan memprogram arduino dengan fungsi input output. Alat dan bahan yang digunakan antara lain adalah software Proteus, software Arduino, dan laptop. Komponen yang dipakai dalam simulasi rangkaian antara lain adalah papan rangkaian Arduino, dua buah LED, 4 buah resistor, dan dua buah push button. Langkah yang harus dikerjakan adalah membuat rangkaian di software Proteus sesuai gambar pada modul praktikum. Setelah membuat rangkaian, membuat program di software Arduino sesuai dengan sintak program pada modul praktikum. Lalu, simulasikan rangkaian menggunakan program yang telah di buat. Setelah melakukan pemasangan rangkaian pada simulasi Proteus, selanjutnya adalah menganalisa sintak-sintak program yang digunakan untuk menjalankan rangkaian pada simulasi. Sintak int led1 = 8; adalah mendeklarasikan bahwa LED 1 terletak pada pin Arduino nomor 8. Untuk int led2 = 9; adalah pendeklarasian bahwa LED 2 terletak pada pin 9 pada Arduino. Sintak int b1 = 2; int b2 = 3; int valueb1; int valueb2; adalah bahwa push button 1 terletak pada pin Aduino nomor 2 dan push button 2 terletak pada pin Arduino nomor 3. Pada void setup() digunakan untuk inisialisasi yang hanya dijalankan sekali di awal program. pinMode(led1,OUTPUT); adalah untuk mengkonfigurasi LED pertama sebagai output. Fungsi sintak pinMode(led1,OUTPUT);pinMode(led2,OUTPUT);pinMode(b1,INPUT); pinMode(b2,INPUT); adalah difungsikan sebagai keluaran pada LED 1 dan LED 2. Sedangkan untuk masukannya difungsikan pada b1 dan b2 pada push button. Sintak void loop(){ difungsikan untuk proses pengulangan program pada sebuah masukan dan keluaran. valueb1 = digitalRead(b1);digitalWrite(led1,valueb1);valueb2 = digitalRead(b2); digitalWrite(led2,valueb2); Hasil analisa pada saat simulasi dijalankan dengan keadaan kedua push button tidak ditekan, LED yang terhubung dengan pin 8 akan menyala atau dalam kondisi high. Sedangkan LED yang terhubung dengan pin 9 akan padam atau dalam kondisi low. Saat push button yang terhubung dengan pin 2 ditekan, maka kedua LED akan padam atau dalam kondisi low. Saat push button yang terhubung dengan pin 3 ditekan, maka kedua LED akan menyala atau dalam kondisi high. Saat kedua push button ditekan, maka LED yang terhubung dengan pin 9 akan menyala atau dalam kondisi high. Sedangkan LED yang terhubung dengan pin 8 akan padam atau dalam kondisi low.

1.6 Kesimpulan Dari praktikum ketiga, dapat diketahui bahwa kesimpulan dari percobaan ini adalah sebgaia berikut :1. Arduino memiliki pin yang dapat digunakan sebagai input dan output untuk proses pendeklarasian. Pada praktikum ini, input yang digunakan adalah berupa dua push button dam dua buah LED.2. LED pertama tid

Embed Size (px)
Recommended