Home >Documents >Laporan Lipida (Irwan) II

Laporan Lipida (Irwan) II

Date post:09-Feb-2016
Category:
View:75 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

LEMBAR ASISTENSINama:NizarStambuk:A 251 11 004Kelompok:3 (Tiga) APercobaan:LIPIDAAsisten:Irwan SF

NoHari/TanggalKeteranganParaf

PERCOBAAN IIILIPIDA

I. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini ialah : Mempelajari sifat-sifat lemak/minyak Mempelajari cara pembuatan sabun dan sifat-sifatnyaII.Dasar Teori Lipid berasal dari kata Lipos (bahasa Yunani) yang berarti lemak. Lipiddidefinisikan sebagai senyawa organik yang terdapat di alam dan sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam pelarut organik nonpolar, misalnya hidrokarbon atau eter. Lipid dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifat fisiknya, sedangkan rumus kimia, fungsi, struktur, dan gugu fungsinya beraneka ragam. Senyawa yang tergolong lipid antara lain trigliserida (lemak dan minyak), fosfolispid dan steroid. (Alfi Darwis, 2009)

Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut atau tidak larut dalam air. Pelarut organik yang dimaksud adalah pelarut organik nonpolar, seperti benzen, pentana,dietil eter,dan karbon tetraklorida.Dengan pelarut-pelarut tersebut lipid dapat diekstraksi dari sel dan jaringan tumbuhan ataupun hewan.Lipid di kelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok lipid sederhana (simple lipids) dan kelompok lipid kompleks (complex lipid). Lipid sederhana mencakup senyawa-senyawa yang tidak mudah terhidrolisis oleh larutan asam atau basa dalam air dan terdiri dari subkelompok-kelompok: steroid,prostaglandin dan terpena.Lipid kompleks meliputi subkelompok-kelompok yang mudah terhidrolisis menjadi zat-zat penyusun yang lebih sederhana, yaitu lilin (waxes) dan gliserida. (Anwar Chairil, 1994).Komponen-komponen campuran lipid dapat difraksionasi lebih lanjut dengan menggunakan perbedaan kelarutannya didalam berbagai pelarut organik. Sebagai contoh; fosfolipid dapat dipisahkan dari sterol dan lemak netral atas dasar ketidaklarutannya di dalam aseton.Suatu reaksi yang sangat berguna untuk fraksionasi lipid, adalah reaksi penyabunan. Alkali menghidrolisa lipid kompleks dan menghasilkan sabun dari komponen-komponen yang mengandung asam-asam lemak yang dapat diesterkan.Asam-asam lemak yang ada pada lemak hewan selalu jenuh, sedangkan asam-asam lemak di dalam minyak tumbuhan mengandung satu atau beberapa ikatan rangkap dua. Hidrogenasi ikatan rangkap dua ini akan mengubah minyak tumbuhan yang cair menjadi lemak padat. Lipid mengandung bermacam-macam asam lemak tak jenuh yang bereaksi dengan ion. Jumlah iod yang diabsorpsi menetukan jumlah ketidak jenuhan dalam lipid. Lemak hewan pada umumnya berupa zat padat pada suhu ruangan,sedangkan lemak yang barasal dari tumbuhan berupa zat cair.Lemak yang mempunyai titik lebur tinggi mengandung asam lemak jenuh,sedangkan lemak cair atau yng basa disebut minyak mengandung asam lemak tidak jenuh. Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai susunan asam lemak yang berbeda-beda. Untuk menentukan derajat ketidakjenuhan asam lemak yang terkandung didalamnya diukur dengan bilangan iodium. Iodium dapat bereaksi dengan ikatan rangkap dalam asam lemak. Tiap molekul iodium mengadakan reaksi adisi pada suatu ikatan rangkap. Oleh karenanya makin banyak ikatan rangkap,makin banyak pula iodium yang dapat bereaksi.Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan. Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik.Sifat-Sifat Sabun :1. Sabun adalah garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga akan dihidrolisis parsial oleh air yang menyebabkan larutan sabun dalam air bersifat basa.2. Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih, peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah. Sabun dapat menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap.3. Sabun mempunyai sifat membersihkanSifat-Sifat Deterjen :1. Dapat melarutkan lemak2. Tak dipengaruhi kesadahan airSabun termaksud dalam kelas umum senyawa yang disebut surfaktan (dari kata surface active agents), yakni senyawa yang dapat menurunkan tegangan permukaan air. Molekul surfaktan apa saja mengandung suatu ujung hidrofibik (satu rantai hidrokarbon atau lebih) dan suatu ujung hidrofilik (biasanya,namun tidak harus ionik). Porsi hidrokarbon dari suatu molekul surfaktan harus mengandung 12 atom karbon atau lebih agar efektif. Surfaktan dapat dikelompokkan sebagai anionik, kationik atau netral bergantung pada sifat dasar gugus hidrofiliknya. Surfaktan menerunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan hidrogen pada permukaan. (Alfi Darwis, 2009)

III. Alat Dan BahanAdapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut : Alat.1. Rak dan tabung reaksi1. Pipet tetes2. Neraca digital3. Penangas listrik4. Cawan5. Gelas kimia 100 mL6. Kertas saring7. Batang pengaduk8. Gegep9. Botol semprot10. Tisu11. Termometer12. Corong13. Gelas ukur 50 mL14. Erlenmeyer 250 mL dan 100 mL15. Wadah es batu Bahan.1. Aquades2. Etanol3. Benzen4. Heksan5. Sikloheksan6. Metanol7. Kloroform8. Brom dalam CCl49. Minyak sunco10. Minyak filma11. Minyak kunci mas12. Minyak bimoli13. Indikator fenoftalein14. Larutan CuSO4 1 M15. Larutan FeCl3 0,02 M16. Asam sulfat pekat17. Larutan NaCl 0,2 M18. Larutan MgCl2 1 M19. Larutan CaCl2 1 M20. Kertas indikator21. Larutan HCl pekat22. Es batu23. Larutan NaOH 10%24. Larutan NaOH pekat25. Minyak tanah26. Eter

IV. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut: Pengujian sifat-sifat lemak1. Memasukkan 5 tetes minyak kelapa kedalam tabung reaksi kemudian mencium baunya dan mengamati warna dan bentuknya.2. Mengambil 8 buah tabung reaksi dan memasukkan 10 tetes kedalam masing-masing tabung reaksi yaitu air, eter, etanol, benzene, heksan, sikloheksan, methanol, kloroform. Kemudian menambahkan kedalam masing-masin tabung 5 tetes minyak kelapa.3. Memasukkan 1 mL kedalam masing-masing tabung reaksi yaitu minyak sunco, bimoli, filma dan kunci mas dan menambahkan 2 tetes larutan bromin kedalam masing-masing tabung tersebut. mengamati dan menentukan jenis gliserida yang terdapat didalamnya.4. Memasukkan 15 mL minyak kelapa kedalam cawan dan memanaskan hingga mendidih selama 15 menit kemudian menambahkan larutan NaOH (1 g dalam 25 mL alkohol). Selanjutnya menambahkan 10 mL air suling dan memanaskan kembali pada sisa yang terdapat pada cawansampai terbentuk larutan. Melihat hasilnya. Kemudian menambahkan asam klorida pekat sampai larutan tersebut bersifat asam. (menguji dengan kertas lakmus). Selanjutnya mendinginkan dalam air es, melihat hasilnya apakah terbentuk bhan berupa padatan atau tidak. Mengambil sedikit larutan yang telah didinginkan kemudian menambahkan 2 tetes indiator PP. mengamati dan bagaimana hasil reaksinya.5. Memasukkan 10 gram minyak kelapa kedalam gelas ukur dan menambahkan 2 mL asam sulfat pecan kemudian mengaduknya dengan menggunakakn thermometer sambil mencatat kenaikan suhunya. Mengulangi percobaan ini dengan menggunakakn minyak tanah.

Pembuatan dan Pengujian Sifat-Sifat Sabun1. Memanaskan 10 gram minyak kelapa dan menambahkan larutan NaOH pekat (7 gram dalam 7 mL air). Mengaduk jika terjadi percikan dan memanaskan perlahan-lahan diatas penagas listrik dan mencegah terbentuknya arang pada cawan. Setelah campuran homogeny dan cukup kental, memindahkan campuran tersebut kedalam gelas piala.2. Memasukkan 4 gram sabun hasil percobaan diatas kedalam gelas piala dan menambahkan 40-150 mL air hangat. Dan menggunakan larutan ini untuk percobaan selanjutnya.3. Memasukkan 25 mL larutan sabun diatas kedalam gelas piala dan mendinginkan pinggirnya dengan menggunakan potongan es, melihat apakah tejadi pembentukan gel atau tidak.4. Mengambil 5 mL larutan sabun dalam tabung reaksi dan mendinginkan pada suhu kamar. Menguji dengan kertas lakmus. Mengulangi percobaan ini dengan menggunakakn sabun mandi (0,1 gram dalam 5 mL air). Meneteskan 1 tetes indicator PP pada setiap tabung dan melihat hasilnya.5. Mengambil 40 mL larutan sabun dan menambahkan larutan NaCl pekat (4 gram dalam 5 mL air) untuk mengendapkan sabun. Mengumpulkan sabun yang telah di Salted out pada corong Buchner kemudian cuci 1 kali dengan air. Menyimpan endapan untuk percobaan selanjutnya.6. Melarutkan 0,1 gram sabun yang telah mengendap tersebut dalam beberapa mL air dan mendinginkan pada suhu kamar kemudian menguji dengan indicator PP dan kertas lakmus.7. Memasukkan masing-masing 3 mL larutan sabun dalam 3 buah tabung reaksi dan menambahkan 10 tets larutan CuSO4 pada tabung pertama, 10 tetes larutan MgCl2 pada tabung dua, dan 10 tetes larutan CaCl2 pada tabung tiga. Melihat bagaimana hasilnhya.8. Mengambil 2 tetes minyak kelapa dalam tabung reaksi dan menambahkan 5 mL air kemudiaan mengocok dan membiarkan tegak dalam tabung. 9. Mengulangi percobaan dengan menggunakan 2 tetes minyak kelapa dalam 5 mL larutan sabun, mengocok dan membiarkan berddiri tegak. Membandingkan kedua tabung reaksi tersebut dab mencatat keadaan dinginnya.

V. Hasil PengamatanAdapun hasil pengamatan yang diperoleh dalam percobaan ini adalah sebagai berikut : Pengujian sifat-sifat lemakNo Perlakuan Hasil pengamatan

1.5 tetes minyak sunco dalam tabung reaksi Bau khas minyak sunco Warna kuning Bentuk cair

2.5 tetes minyak sunco + 10 tetes air Tidak menyatu

5 tetes minyak sunco + 10 tetes etanol Kurang larut

5 tetes minyak sunco + 10 tetes eter Larutan menyatu

5 tetes minyak sunco + 10 tetes benzen Larutan menyatu

5 tetes minyak sunco + 10 tetes heksan Larutan menyatu

5 tetes minyak sunco + 10 tetes sikloheksan Larutan menyatu

5 tetes minyak sunco + 10 tetes metanol

Embed Size (px)
Recommended