Home >Documents >LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP .... Dokumen...Sipil melaksanakan Good Governance, karena...

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP .... Dokumen...Sipil melaksanakan Good Governance, karena...

Date post:15-Nov-2020
Category:
View:0 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)TAHUN 2017

    DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPILKOTA BUKITTINGGI

  • LKIP 2017

    DAFTAR ISI

    Daftar Isi......................................................................................................... i

    BAB I PENDAHULUAN.................................................................. 1

    A Latar Belakang................................................................. 1

    B Data umum Organisasi.................................................... 2

    C Permasalahan yang dihadapi Organisasi......................... 4

    D Struktur Organisasi.......................................................... 5

    E Sistematika Penulisan...................................................... 7

    BAB II PERENCANAAN KINERJA................................................. 8

    A Rencana Strategis 2016-2021..........................................

    8

    B Penetapan / Perjanjian Kinerja 2017................................ 12

    BAB III AKUNTABILITAS KINERJA............................................... 15

    A Capaian Kinerja...............................................................

    .....................................................................................15

    B Realisasi Anggaran..........................................................

    .....................................................................................29

    BAB IV PENUTUP..............................................................................

    .....................................................................................35

    A Kesimpulan......................................................................

    .....................................................................................35

    B Saran................................................................................

    .....................................................................................36

    C Strategi Pemecahan Masalah...........................................

    .....................................................................................36

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil i

  • LKIP 2017

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANG

    Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang good

    governance,   diperlukan   pengembangan   dan   penerapan   sistem

    pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, dan syah sehingga

    penyelenggaraan   pemerintahan   dan   pembangunan   dapat

    berlangsung   secara   berdaya   guna,   berhasil   guna,   bersih   dan

    bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

    Untuk   mewujudkan   hal   tersebut,   setiap   instansi   pemerintah

    sebagai   unsur   penyelenggara   pemerintahan   negara   diwajibkan

    untuk  mempertanggungjawabkan  pelaksanaan  tugas  pokok  dan

    fungsinya   serta   kewenangan   pengelolaan   sumber   daya   dengan

    didasarkan pada suatu perencanaan strategis  yang dirumuskan

    oleh masingmasing instansi sebelumnya. 

    Instruksi   Presiden   Nomor   5   Tahun   2004   tentang

    Percepatan   Pemberantasan   Korupsi.   mengamatkan   agar   setiap

    penyelenggara   pemerintah   mewujudkan   Tata  Kelola

    Kepemerintahan yang baik yang diterapkan dalam bentuk Sistem

    Akuntabilitas   Kinerja   Instansi   Pemerintah   (Sistem   AKIP).  Tata

    kelola pemerintahan yang baik diwarnai oleh lahirnya Peraturan

    Pemerintah nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

    Daerah,   Peraturan   Pemerintah   Nomor   65   Tahun   2005   tentang

    Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal

    dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan

    Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 1

  • LKIP 2017

    Peraturan   perundanganundangan   tersebut     telah

    menyempurnakan regulasi  Sistem Akuntabilitas Kinerja   Instansi

    Pemeritah (Sistem AKIP). Sistem AKIP tidak saja menekankan pada

    output  (keluaran) sebuah kegiatan, tetapi lebih menekankan pada

    outcomes  (hasil),   dengan   demikian   Laporan   Kinerja   Instansi

    Pemerintah   (  LKIP  )  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    Kota Bukittinggi merupakan bentuk pertanggung jawaban Instansi

    Pemerintah   yang   berisi   informasi   seputar   capaian,  hambatan

    pelaksanaan dan kualitas kinerja pada Tahun Anggaran 2017, dan

    bermanfaat dalam  :

    1. Mendorong  Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan

    Sipil  melaksanakan Good Governance,  karena  LKIP

    merupakan dasar  dalam  mengukur Kinerja Instansi

    Pemerintah   secara   transparansi,   sistematik   dan

    dapat dipertanggung jawabkan;

    2. Memberikan   masukan   bagi   pihakpihak   yang

    berkepentingan   (   Stake   holders   )   dengan   instansi

    pemerintah dan;

    3. Meningkatkan   kepercayaan   masyarakat   kepada

    instansi pemerintah.

    Penyusunan LKIP ini juga sebagai pertanggung jawaban

    atas   keberhasilan   atau   kegagalan   pelaksanaan   Renstra  kepada

    pihak pemberi mandat, oleh unit kerja yang lebih rendah kepada

    yang lebih tinggi atau pertanggungjawaban dari bawahan kepada

    atasan  dan sebagai tindak lanjut atau respon terhadap Instruksi

    Presiden   Nomor   7   Tahun   1999   Tentang   Akuntabilitas   Kinerja

    Instansi Pemerintah.

    B. DATA UMUM ORGANISASI  

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2

  • LKIP 2017

    Dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan

    dan peluang, aparatur negara dituntut untuk dapat memberikan

    pelayanan   yang   sebaik   –   baiknya  yang  berorientasi   pada

    kebutuhan dan kepuasan penerima  layanan.  Undang –  Undang

    Nomor  23  Tahun   2014   mengandung   spirit  dalam  terciptanya

    peningkatan   pelayanan   kepada   masyarakat.   Pelimpahan

    wewenang   dari   pemerintah   pusat   kepada   pemerintah   daerah

    memungkinkan   terjadinya   penyelenggaraan   pelayanan   dengan

    jalur birokrasi yang lebih ringkas dan memberikan peluang bagi

    pemerintah   daerah   dalam   pemberian   dan   peningkatan   kualitas

    layanan.

    Peran   Strategis   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan

    Sipil   dalam   mewujudkan   tertib   administrasi   kependudukan

    berkenaan   dengan   penertiban   dalam   penerbitan   dokumen   dan

    data   kependudukan   yang   dilaksanakan   melalui   Pendaftaran

    Penduduk,  Pencatatan  Sipil,  Pengelolaan   Informasi  Administrasi

    Kependudukan serta mendayagunakan hasilnya untuk pelayanan

    publik dan pembangunan sektor lain. 

    Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kota

    Bukittinggi   merupakan   organisasi   yang   dibentuk   berdasarkan

    Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor  12 Tahun 2008 tentang

    Pembentukan   organisasi   dan   Tata   Kerja   Dinas   Daerah   Kota

    Bukittinggi, yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan

    pelayanan   umum,   merumuskan   kebijakan     dibidang

    kependudukan   dan   pencatatan   sipil.   Dalam   UndangUndang

    Nomor 23 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan Undang

    Undang   Nomor   24   Tahun   2013   tentang   Administrasi

    Kependudukan pada  Pasal  8  ayat  1,  Dinas  Kependudukan dan

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 3

  • LKIP 2017

    Pencatatan Sipil  sebagai   Instansi  Pelaksana yang melaksanakan

    urusan   Administrasi   Kependudukan   mempunyai   kewajiban

    sebagai berikut :

    a) Mendaftar Peristiwa Kependudukan dan Mencatat Peristiwa

    Penting;

    b) Memberikan Pelayanan yang sama dan profesional kepada

    setiap   penduduk   atas   pelaporan   Peristiwa   Kependudukan

    dan Peristiwa Penting;

    c) Mencetak,   menerbitkan   dan   mendistribusikan   dokumen

    kependudukan;

    d) Mendokumentasikan   hasil   Pendaftaran   Penduduk   dan

    Pencatatan Sipil;

    e) Menjamin kerahasiaan dan keamanan data  atas  Peristiwa

    Kependudukan dan Peristiwa Penting; dan

    f) Melakukan verifikasi dan validasi data dan informasi yang

    disampaikan oleh Penduduk dalam Pelayanan Pendaftaran

    Penduduk dan Pencatatan Sipil.

    Kewenangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    sebagai   instansi   pelaksana   yang   melaksanakan   urusan

    administrasi   kependudukan   sebagaimana   diatur   dalam  Pasal   9

    ayat 1  UndangUndang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006

    tentang Administrasi Kependudukan, adalah sebagai berikut   :

    a) Memperoleh keterangan dan data yang benar tentang

    Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting yang

    dilaporkan penduduk;

    b) Memperoleh   data   mengenai   Peristiwa   Penting   yang

    dialami   Penduduk   atas   dasar   putusan   atau

    penetapan pengadilan;

    c) Memberikan   keterangan   atas   laporan   Peristiwa

    Kependudukan   dan   Peristiwa   Penting   untuk

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 4

  • LKIP 2017

    kepentingan   penyelidikan,   penyidikan   dan

    pembuktian kepada lembaga peradilan; dan

    d) Mengelola data dan mendayagunakan informasi hasil

    Pendaftaran  Penduduk  dan Pencatatan  Sipil  untuk

    kepentingan pembangunan.

    Tugas Pokok Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    yang diatur dalam   Peraturan Daerah Kota Bukittinggi Nomor 12

    Tahun   2008   tentang   Pembentukan   Organisasi   dan   Tata   Kerja

    Dinas   Daerah   Kota   Bukittinggi,   adalah    Melaksanakan   urusan

    Pemerintah   Daerah   berdasarkan   asas   otonomi   dan   tugas

    pembantuan   dalam   bidang   Kependudukan   dan   Pencatan   Sipil.

    Berdasarkan   tugas   pokok,     kewajiban     dan   kewenangan   yang

    harus dilaksanakan,  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    melaksanakan tugas : 

    a) Mencatat   peristiwa   kependudukan   yang   dilaporkan

    oleh  penduduk  karena  membawa akibat     terhadap

    penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga (KK) dan

    Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan surat keterangan

    kependudukan.

    b) Mencatat   peristiwa   penting   yang   dilaporkan

    penduduk   karena   berkaitan   dengan   kehidupan

    seseorang   serta   menyangkut   kedudukan   hukum

    seseorang dengan tujuan menyediakan bukti hukum

    atas   terjadinya   peristiwa  penting  dalam   kehidupan

    seseorang meliputi kelahiran, kematian, pembatalan

    perkawinan,   pembatalan   perceraian,   perkawinan,

    perceraian,   pengakuan   anak,   pengesahan   anak,

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 5

  • LKIP 2017

    pengangkatan   anak,   perubahan   nama   dan

    perubahan status kewarganegaraan.

    c) Mengelola,   mengolah   dan   menyajikan   data   dan

    informasi   kependudukan   untuk   kepentingan

    pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.

    C. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI ORGANISASI

    Beberapa   permasalahan   yang   dihadapi   oleh   Dinas

    Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melaksanakan urusan

    kependudukan   dan   catatan   sipil   antara   lain   jumlah   SDM

    pelayanan yang   terbatas,  data  base  kependudukan  yang  masih

    perlu disempurnakan, belum semua penduduk wajib KTP memiliki

    KTP   elektronik,   meskipun   sudah   diundang   untuk   melakukan

    perekaman   sehingga   target   perekaman   100%   sulit   dicapai,

    perlunya   meningkatkan   sarana   dan   prasarana   pendukung

    pelayanan administrasi kependudukan dan kesadaran masyarakat

    untuk melaporkan setiap terjadinya peristiwa kependudukan dan

    peristiwa penting dan merubah data kartu keluarga  (KK)  masih

    rendah,   karena   hal   ini   sangat   berpengaruh   pada   database

    kependudukan   Kota   Bukittinggi,   serta   perlunya   meningkatkan

    kesadaran   masyarakat   akan   kepemilikan   akte   catatan   sipil,

    terutama untuk pencatatan akta kematian.

    D. STRUKTUR ORGANSASI

    Untuk   menunjang   pelaksanaan   urusan   yang   telah

    ditetapkan   oleh   UndangUndang   Nomor   23   Tahun   2006

    sebagaimana   telah   diubah   dengan   UndangUndang   Nomor   24

    Tahun   2013,   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kota

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 6

  • LKIP 2017

    Bukittinggi   dibentuk   berdasarkan   Peraturan   Daerah   Kota

    Bukittinggi No. 9 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan

    Perangkat Daerah dengan susunan sebagai berikut :

    STRUKTUR ORGANISASI

    DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BUKITTINGGI

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 7

    KEPALA DINAS

    RIDWAN EFENDI, SH

    KELOMPOKJABATAN FUNGSIONAL

    (2 orang)

    SEKRETARIS

    MASRIWAL, S.Sos, MM

    KASUBAG UMUM DANKEPEGAWAIAN

    RUBITNO, SH(5 orang staf)

    KASUBAG PERENCANAANDAN KEUANGAN

    WINISDA AGRINA, SH(5 orang staf)

    KABID PELAYANANPENDAFTARAN PENDUDUK

    SESRI, S.Kom

    KABID PELAYANANPENCATATAN SIPIL

    DJASMAN, SH

    KABID PENGELOLAAN SIAK &PEMANFAATAN DATA

    JON YOSNEDI, S.Sos

    KASI SISTEM INFORMASIADMINISTRASI

    KEPENDUDUKAN

    M. IDRIS ADI SAPUTRA, S.Kom( 1 orang staf )

    KASI PENGOLAHAN DANPENYAJIAN DATAKEPENDUDUKAN

    ARSYADI ALWI, S.S(1 orang staf)

    KASI KELAHIRAN

    LINDA YENI, SH(1 orang staf)

    KASI PERKAWINAN DANPERCERAIAN

    ELFIRA YENI, S.Sos

    KASI IDENTITASPENDUDUK

    SOSILA FITRI, SE(2 orang staf)

    KASI PINDAH DATANGPENDUDUK

    MARTION, SE(2 orang staf)

  • LKIP 2017

    E. SISTEMATIKA PENULISAN

    Laporan   Kinerja   Instansi   Pemerintah   (   LKIP   )   Dinas

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Tahun   Anggaran   2017

    disusun dengan sistematika sebagai berikut :

    BAB I  PENDAHULUAN, 

    Menguraikan secara ringkas tentang  Latar Belakang,

    Data   Umum,   dan   susunan   organisasi   Dinas

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil,   serta

    permasalahan utama yang sedang dihadapi organisasi;

    BAB II  PERENCANAAN  KINERJA,

    Menguraikan   secara   ringkas   dokumen   perencanaan

    yang   menjadi   dasar   pelaksanaan   program,   kegiatan

    dan anggaran  Dinas  Kependudukan  dan Pencatatan

    Sipil  Tahun 2017,  meliputi  Rencana  Strategis  Dinas

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Tahun   2016

    2021 dan Penetapan Kinerja Tahun 2017;

    BAB III AKUNTABILITAS KINERJA, 

    Menguraikan   tentang  analisis     pencapaian    Kinerja

    dikaitkan   dengan   pertanggungjawaban   atas   sasaran

    strategis   untuk   Tahun   2017   dan   perbandingannya

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 8

    KASI KERJASAMA DANINOVASI PELAYANAN

    SASTRASENI SAPHIETRY, S.S

    KASI PERUBAHAN STATUS ANAK,KEWARGANEGARAAN DAN

    KEMATIAN

    MARDIAH, S.Sos(2 orang staf)

    KASI PENDATAANPENDUDUK

    TRI MURNI(1 orang staf)

  • LKIP 2017

    dengan  capaian  kinerja   tahun   lalu,   beberapa   tahun

    terakhir,   dengan   target   jangka   menengah   (Renstra)

    dan   dengan   standar   nasional   (Standar   Pelayanan

    Minimal),   serta   menguraikan   tentang   realisasi

    anggaran yang telah digunakan. 

    BAB IV PENUTUP,

    Menguraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja

    organisasi dan langkah yang akan dilakukan dimasa

    mendatang dalam meningkatkan kinerja organisasi.

    BAB II

    PERENCANAAN KINERJA

    Sistim   AKIP   merupakan   perpaduan   antara   Sistem

    Akuntabilitas   Kinerja   dan   Sistim   Manajemen   Kinerja   yang

    dibangun diatas fondasi Sistim Manajemen Stratejik Sektor Publik.

    Sistim   manajemen   stratejik   sektor   publik   merujuk   pada   sistim

    pengendalian   manajemen   untuk   memastikan   bahwa   tujuan

    organisasi   dapat   dicapai   melalui   penyelenggaraan   kegiatan

    organisasi   yang   direncanakan   dan   dikendalikan   dengan   baik.

    Dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada

    dan mungkin timbul Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    sesuai   dengan   tugas   pokok   dan   fungsinya   telah   menetapkan

    Perencanaan  kinerja   yang   berorientasi  pada   hasil   yang   ingin

    dicapai  selama   kurun   waktu   1   (satu)   sampai   dengan   5   (lima)

    tahun   secara   sistematis   dan   berkesinambungan.   Proses   ini

    menghasilkan suatu rencana strategis instansi pemerintah, yang

    setidaknya memuat visi misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan,

    dan   program   serta   ukuran   keberhasilan   dan   kegagalan   dalam

    pelaksanaannya. 

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 9

  • LKIP 2017

    Untuk   mencapai   tujuan   dan   sasaran   tersebut,   Dinas

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   pada   tahun   2017   telah

    menetapkan rencana strategis dan target kinerja sebagai berikut :

    A. RENCANA STRATEGIS  2016 – 2021

    Rencana Strategis ( Renstra ) Dinas Kependudukan dan

    Pencatatan Sipil   merupakan proses yang berorientasi pada hasil

    yang   diinginkan   selama   kurun   waktu   tertentu   dengan

    memperhitungkan faktor –   faktor  internal  berupa kekuatan dan

    kelemahan   serta   faktor   faktor   ekternal   yang   berupa   potensi,

    tantangan   dan   kendala   yang   ada   atau   yang   mungkin   timbul.

    Dengan   demikian   untuk   mencapai   tujuan   organisasi   maka

    diperlukan visi,  misi,   tujuan,  sasaran,  kebijakan,  program serta

    kegiatan   yang   realistis   dan   terukur   sebagai   pedoman   segenap

    anggota organisasi dalam menjalankan aktivitasnya sesuai dengan

    tupoksi yang telah ditetapkan sebagai berikut   :

    1) Visi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    Setiap   lembaga   memiliki   visi   guna   mengetahui

    gambaran keadaan yang ingin dicapai dalam kurun waktu

    tertentu.   Perumusan   visi   Dinas   Kependudukan   dan

    Pencatatan Sipil Kota Bukittinggi menggambarkan “Apa yang

    ingin   dicapai,   mempunyai   orientasi   pada     masa     depan,

    mempunyai   arah   dan   fokus strategi”.   Untuk menjawab

    segala   tantangan   dan   peluang   dalam   perubahan   serta

    paradigma   perencanaan   pembangunan   kedepan,   Dinas

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 10

  • LKIP 2017

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kota   Bukittinggi

    memiliki Visi  :

    “ Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat melalui Tertib

    Administrasi Kependudukan”

    Pemahaman   atas   pernyataan   visi   tersebut

    bermakna bahwa Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil

    Kota Bukittinggi sebagai unsur utama yang melaksanakan

    urusan Pemerintah Daerah berdasarkan asas otonomi dan

    tugas perbantuan dibidang kependudukan dan catatan sipil

    berperan dalam mewujudkan pelayanan yang ramah,  cepat

    dan   tanggap   atas   permasalahan   yang   dikemukakan   oleh

    masyarakat,   mempunyai   inisiatif   untuk   membantu,

    memberikan   penjelasan   yang   mudah   dimengerti   oleh

    masyarakat   dan   menyediakan   layanan   lanjutan   apabila

    diperlukan,  memberikan   informasi   yang  benar,   jujur,  dan

    tidak   diskriminatif   dalam   penyelenggaraan   pelayanan

    dengan  tetap  memperhatikan  perlindungan  atas  data  dan

    dokumen   kependudukan,   sesuai   dengan   ketentuan

    peraturan perundangundangan sebagai upaya/perwujudan

    kewajiban   aparatur   pemerintah   sebagai   abdi   masyarakat

    dalam   memenuhi   kebutuhan   masyarakat   dan

    memberdayakan   masyarakat   dibidang   administrasi

    kependudukan.

    2) Misi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 11

  • LKIP 2017

    Penetapan misi  merupakan pernyataan apa  yang

    harus   dicapai   dan   kegiatankegiatan   spesifik   yang   harus

    dilaksanakan.   Apabila   visi   dipandang   sebagai   pemberi

    inspirasi   sekaligus  motivasi  maka misi  dipandang  sebagai

    acuan   dalam   pengambilan   keputusankeputusan

    manajemen.  Untuk maksud tersebut Dinas Kependudukan

    dan Pencatatan Sipil Kota Bukittinggi menetapkan misinya

    sebagai berikut   :

    1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya

    memiliki   Dokumen   Kependukan   yang   lengkap   dan

    akurat;

    2. Meningkatkan   Kualitas   Pelayanan   Pendaftaran

    Penduduk   dan   Pencatatan   Sipil   berbasis   Teknologi

    Informasi dan Komunikasi;

    3. Meningkatkan   Pemanfaatan   Data   dan   Informasi

    Kependudukan   untuk   Perencanaan   Pembangunan

    Pelayanan Publik

    3) Tujuan  Strategis  Dinas  Kependudukan  dan  Pencatatan

    Sipil

    Perumusan tujuan strategis akan memungkinkan

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mengukur

    sejauh mana visi/misi  organisasi  yang ingin    dicapai  atau

    dihasilkan   dalam   jangka   waktu   yang   telah   ditetapkan.

    Secara   kolektif   tujuan   organisasi   menggambarkan   arah

    strategis   organisasi   dan   perbaikanperbaikan   yang   ingin

    diciptakan  lebih   terorganisir   dan   terarah   dengan   jelas

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 12

  • LKIP 2017

    serta   kegiatan   yang  akan   dilaksanakan   sesuai   dengan

    tujuan yang diinginkan.

    Adapun   tujuan   strategis   yang   ingin  dicapai   oleh

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bukittinggi

    adalah  “Meningkatkan Pemenuhan Kebutuhan Publik di

    Bidang Administrasi Kependudukan”

     

    4) Sasaran dan Program Tahun 2016  2021

    Sasaran     adalah   penjabaran   dari   tujuan,   yaitu

    sesuatu   yang   akan   dicapai   atau   dihasilkan   oleh   instansi

    pemerintah   dalam   jangka   waktu     tahunan,   semesteran,

    triwulan atau bulanan. Sasaran menggambarkan hal  yang

    ingin   dicapai   melalui   tindakantindakan   yang   akan

    dilakukan   untuk   mencapai   tujuan,   sasaran   (target)   hasil

    yang   diharapkan   dari   suatu   program   atau   keluaran   dari

    suatu kegiatan. 

    Sasaran    strategis   merupakan   bagian   integral

    dalam proses perencanaan strategis   dan merupakan dasar

    yang kuat untuk mengendalikan dan memantau pencapaian

    kinerja   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil  serta

    lebih   menjamin   suksesnya   pelaksanaan   rencana   jangka

    panjang  yang  sifatnya  menyeluruh.  SasaranSasaran yang

    ditetapkan   sepenuhnya   mendukung   pencapaian   tujuan

    strategis   yang   terkait.   Dengan   demikian   apabila   seluruh

    sasaran   yang   ditetapkan   telah  dicapai   diharapkan   bahwa

    tujuan strategis terkait juga tercapai.

    Program   merupakan   instrumen   kebijakan   yang

    berisi   satu   atau   lebih   kegiatan   yang   dilaksanakan   oleh

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 13

  • LKIP 2017

    Satuan Kerja  Perangkat  Daerah,  untuk mencapai   sasaran

    dan tujuan serta untuk  memperoleh alokasi anggaran atau

    kegiatan   masyarakat   yang   dikoordinasikan   oleh   Badan

    Perencanaan   Pembangunan   Daerah.   Sedangkan   kegiatan

    didefinisikan   sebagai   bagian   dari   program   yang

    dilaksanakan   oleh   satuan   kerja   yang   terdiri   dari

    sekumpulan   tindakan   pengerahan   sumberdaya   baik   yang

    berupa   personil   (sumberdaya   manusia),   modal   termasuk

    peralatan   dan   teknologi,   dana,   dan/atau   kombinasi   dari

    beberapa atau kesemua jenis sumberdaya tersebut sebagai

    masukan   (input)   untuk   menghasilkan   keluaran   (output)

    dalam bentuk barang/jasa.

    Perlu   dijelaskan,   bahwa   program   Dinas

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   hanyalah   program

    program   mendasar   sebagai   salah   satu   unit/instansi

    pelayanan,   dengan  pemenuhan  hakhak  masyarakat   yang

    mendasar   pula,   yaitu   kepemilikan   atas   dokumen

    kependudukan.   Dengan   demikian   kinerjanya   juga   tidak

    akan  berdiri   sendiri,   tetapi   tergantung  dengan  kebijakan

    kebijakan Pemerintah Pusat. Apalagi dengan diwajibkannya

    melakukan pelayanan dengan aplikasi  yang  dibuat  secara

    Nasional,   yaitu   Sistem   Informasi   Administrasi

    Kependudukan (SIAK).

    Sehingga   dengan   demikian,   yang   sangat

    diperlukan   adalah   upayaupaya   atau   terobosanterobosan

    peningkatan kinerja dengan mempertahankan kinerja yang

    sudah baik.  Oleh  karena   itu,  program yang  dilaksanakan

    hanyalah program yang realistis, logis dan akuntabel. 

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 14

  • LKIP 2017

    Sasaran   dan program Dinas Kependudukan dan

    Pencatatan Sipil  Tahun 2016 – 2021 adalah sebagai  tabel

    berikut   :

    TABEL 1

    SASARAN DAN PROGRAM TAHUN 2016 - 2021

    No. Sasaran Program1. Meningkatnya Kualitas 

    Pelayanan Administrasi 

    Kependudukan

    - Penataan Administrasi 

    Kependudukan

    - Pelayanan Administrasi 

    Perkantoran

    - Peningkatan Sarana dan 

    Prasarana Aparatur

    - Peningkatan Disiplin 

    Aparatur

    - Peningkatan Pengembangan 

    Sistem Pelaporan Capaian 

    Kinerja dan Keuangan

    B. PENETAPAN/PERJANJIAN KINERJA 2017   

       

    Perjanjian  Kinerja   atau  sering   juga  disebut  Penetapan

    Kinerja   (PK)   merupakan   pernyataan   komitmen   yang

    mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang

    jelas dan terukur dalam waktu 1 (satu) tahun. Penetapan Kinerja

    merupakan   kesepakatan   antara   atasan   dan   bawahan  untuk

    mewujudkan   target   kinerja   tertentu   berdasarkan   pada   sumber

    daya yang dimiliki oleh instansi.

    Perjanjian   Kinerja   Tahun   2017   dibuat   mengacu   pada

    Renstra 20162021, sasaran kinerja yang ingin dicapai oleh Dinas

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   yaitu   bagaimana   agar

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 15

  • LKIP 2017

    penduduk Kota Bukittinggi memiliki Dokumen Kependudukan dan

    Data yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan

    Sipil   akurat   dan   bermanfaat   bagi   kepentingan   pembangunan

    daerah.

    Penetapan Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan

    Sipil   Kota   Bukittinggi   Tahun   2017   adalah   sebagaimana   tabel

    dibawah ini  :

    TABEL 2

    MATRIK PENETAPAN KINERJA TAHUN 2017

    Sasaran

    Strategis

    Indikator

    KinerjaTarget

    Program /

    KegiatanAnggaran

    Meningkatny

    a Kualitas 

    Pelayanan 

    Administrasi 

    Kependuduk

    an

    Persentase 

    Kepemilikan 

    Kartu Tanda 

    Penduduk 

    (KTP)

    95% Penataan 

    Administrasi 

    Kependudukan /

    Peningkatan 

    Pelayanan Publik 

    di Bidang 

    Kependudukan

    195.206.880

    Persentase 

    Kepemilikan 

    Akta Kelahiran

    60% Penataan 

    Administrasi 

    Kependudukan / 

    Peningkatan 

    Pelayanan Publik 

    di Bidang 

    Pencatatan Sipil

    74.038.640

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 16

  • LKIP 2017

    Persentase 

    Kepemilikan 

    Akta Kematian

    63% Penataan 

    Administrasi 

    Kependudukan / 

    Pelayanan 

    Pelaporan 

    Peristiwa 

    Kependudukan 

    dan Peristiwa 

    Penting di 

    Kelurahan dan 

    Kecamatan

    56.284.130

    Persentase 

    Kepemilikan 

    Akta Kelahiran

    penduduk 

    usia 0 s.d 18 

    tahun

    90% Penataan 

    Administrasi 

    Kependudukan / 

    Peningkatan 

    Pelayanan Publik 

    di Bidang 

    Pencatatan Sipil

    80.335.000

    Persentase 

    Kepemilikan 

    Kartu 

    Identitas Anak

    (KIA)

    14% Program Penataan

    Administrasi 

    Kependudukan / 

    Kegiatan 

    Peningkatan 

    Pelayanan Publik 

    di Bidang 

    Kependudukan

    195.206.880

    Indeks 

    Kepuasan 

    Masyarakat

    Baik Program Penataan

    Administrasi 

    Kependudukan

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 17

  • LKIP 2017

    BAB III

    AKUNTABILITAS KINERJA

    Akuntabilitas  Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP)  adalah

    perwujudan  kewajiban  suatu   instansi   pemerintah  untuk

    mempertanggung   jawabkan  keberhasilan   atau   kegagalan

    pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran

    yang  telah ditetapkan melalui  alat  pertanggung   jawaban secara

    priodik. Penyusunan LKIP ini didasarkan pada pengukuran hasil

    pelaksanaan perencanaan Strategik dan Rencana Kinerja Tahunan

    yang   telah   ditetapkan   sebelumnya   serta   setelah   berakhirnya

    pelaksanaan kegiatan.

    Mengukur   kinerja   pada   hakikatnya   melakukan

    pengukuran   atau   penilaian   apakah   kerja   instansi   pemerintah

    tersebut   berhasil   atau   gagal   memenuhi   target   –   target   yang

    direncanakannya.   Penilaian   keberhasilan   atau   kegagalan   ini

    menjadi   penting   apabila   dikaitkan   dengan   reward   dan

    punishment.   Sistem   pengukuran   kinerja   adalah   sistem   yang

    digunakan untuk mengukur, menilai dan membandingkan secara

    sistematis  dan  berkesinambungan  atas  kinerja  penyelenggaraan

    pemerintah daerah.

    Pengukuran   kinerja   dilakukan   dengan   menghitung

    pencapaian   kinerja   kegiatan   dan   sasaran   dengan   cara

    membandingkan antara rencana pencapaian yang telah ditetapkan

    dalam Rencana Kinerja Tahunan dengan realisasi pencapaiannya.

    Pengukuran terhadap pencapaian komponen kegiatan dan sasaran

    dituangkan   dalam   formulir   Pengukuran   Kinerja   Kegiatan   (PKK)

    dan formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS). 

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 18

  • LKIP 2017

    A. CAPAIAN KINERJA 

    Suatu pelaporan akuntabilitas kinerja tidak hanya berisi

    tingkat keberhasilan/ kegagalan yang dicerminkan oleh evaluasi

    indikatorindikator   kinerja   sebagaimana   yang   ditunjukan   oleh

    pengukuran penilaian  kinerja,   tetapi   juga  menyajikan  data  dan

    informasi   yang   relevan   dengan   kebutuhan   bagi   pembuatan

    keputusan   agar   dapat   menginterpretasikan

    keberhasilan/kegagalan tersebut secara lebih luas dan mendalam.

    Capaian   kinerja   merupakan   dasar   dalam   menilai

    keberhasilan dan kegagalan pelaksananaan kegiatan sesuai tujuan

    dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi

    dan   misi  Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kota

    Bukittinggi.  Pencapaian masingmasing sasaran   terhadap target

    kinerja yang direncanakan dalam Tahun 2017 dapat dilihat pada

    tabel berikut  :

    TABEL 3

    CAPAIAN KINERJA TAHUN 2017

    Sasaran

    StrategisIndikator Kinerja Target Realisasi

    Capaia

    nMeningkatny

    a Kualitas 

    Pelayanan 

    Administrasi 

    Kependuduk

    an

    Persentase 

    Kepemilikan Kartu 

    Tanda Penduduk (KTP)

    95% 96,12% 101%

    Persentase 

    Kepemilikan Akta 

    Kelahiran

    60% 62,21% 104%

    Persentase 

    Kepemilikan Akta 

    Kematian

    63% 63% 100%

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 19

  • LKIP 2017

    Persentase 

    Kepemilikan Akta 

    Kelahiran penduduk 

    usia 0 s.d 18 tahun

    90% 92,05% 102%

    Persentase 

    Kepemilikan Kartu 

    Identitas Anak (KIA)

    10% 11% 110%

    Indeks Kepuasan 

    Masyarakat

    Baik Baik 100%

    Persentase   capaian   kinerja   untuk   beberapa   indikator   kinerja

    melebihi   target   yang   telah   ditentukan,   sehingga   secara

    keseluruhan   capaian   kinerja   bernilai   baik.   Untuk   kegiatan

    penerbitan   kutipan   akte  kelahiran   dan  kutipan   akte  kematian,

    setiap   penduduk   yang   melaporkan   peristiwa   kelahiran   dan

    kematian ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, langsung

    diterbitkan   akte   catatan   sipil   yang   bersangkutan.   Capaian

    persentase   penduduk   meninggal   yang   memiliki   Kutipan   akta

    Kematian   150%   dikarenakan   pada   saat   ini,   realisasi   dihitung

    berdasarkan laporan yang masuk, sementara pada saat penentuan

    target yang menjadi  sasaran adalah jumlah akte kematian yang

    diterbitkan   terhadap   jumlah   penduduk   meninggal   berdasarkan

    laporan  keluarga   yang   bersangkutan   dan   pendataan   penduduk

    yang meninggal langsung ke masingmasing kelurahan.

    TABEL 4

    PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA SASARAN STRATEGIS

    Sasaran

    StrategisIndikator Kinerja

    Capaian

    2016

    Capaian

    2017Ket.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 20

  • LKIP 2017

    Meningkatny

    a Kualitas 

    Pelayanan 

    Administrasi 

    Kependuduk

    an

    Persentase 

    Kepemilikan Kartu 

    Tanda Penduduk (KTP)

    100% 101%

    Persentase 

    Kepemilikan Akta 

    Kelahiran

    103% 104%

    Persentase 

    Kepemilikan Akta 

    Kematian

    100% 100%

    Persentase 

    Kepemilikan Akta 

    Kelahiran penduduk 

    usia 0 s.d 18 tahun

    100% 102%

    Persentase 

    Kepemilikan Kartu 

    Identitas Anak (KIA)

    0% 110%

    Indeks Kepuasan 

    Masyarakat

    Baik

    Berdasarkan   tabel diatas, capaian   target kinerja untuk jumlah

    penduduk   yang   memiliki   KTP   elektronik   meningkat   dari   100%

    tahun  2016  menjadi  101%  tahun  2017,   atau  sebanyak  79.629

    orang dari total 80.571 orang penduduk wajib KTP. Capaian ini

    meningkat   1%   dari   capaian   target   tahun   sebelumnya.   Untuk

    kegiatan pencapaian target jumlah anak umur 0 – 18 tahun yang

    sudah memiliki Akte Kelahiran, pada tahun 2016 capaian target

    mencapai 100% dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 102%.

    Jumlah   anak   umur   018   tahun   yang   sudah   memiliki   Akte

    Kelahiran per 31 Desember 2017 sebanyak 35.918 orang.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 21

  • LKIP 2017

    1. Perbandingan realisasi kinerja sampai tahun ini dengan

    target   jangka  menengah  yang   tertuang   dalam  Renstra

    2016 – 2021.

    Secara keseluruhan persentase capaian kinerja pada tahun

    2017   telah   berada   diatas   target   yang   ditetapkan   didalam

    Renstra Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2016 –

    2021.   Perbandingan   target   renstra   dan   capaian   kinerja

    sampai tahun 2017 dapat dilihat pada tabel berikut :

    TABEL 5

    PERBANDINGAN TARGET RENSTRA DAN CAPAIAN KINERJA

    INDIKATOR KINERJATarget

    Renstra

    Capaian

    s/d

    2017

    Capaian

    Persentase Kepemilikan Kartu Tanda 

    Penduduk (KTP)99% 96,12% 97%

    Persentase Kepemilikan Akta 

    Kelahiran85% 62,21% 73%

    Persentase Kepemilikan Akta 

    Kematian72% 63% 87,5%

    Persentase Kepemilikan Akta 

    Kelahiran penduduk usia 0 s.d 18 

    tahun

    97% 92,05% 96%

    Persentase Kepemilikan Kartu 

    Identitas Anak (KIA)55% 11% 20%

    Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)Baik Baik 100%

    2. Perbandingan Pencapaian sasaran kinerja dengan Tahun

    2017 dengan  Standar Pelayanan Minimal (SPM)

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 22

  • LKIP 2017

    Standar   Pelayanan   Minimal   Bidang   Pemerintahan   Dalam

    Negeri merupakan tolok ukur kinerja Pelayanan Pemerintah

    Dalam Negeri yang diselenggarakan oleh daerah sebagaima

    diatur  dalam   Peraturan Menteri  Dalam Negeri  Nomor  62

    Tahun   2008   tentang   Standar   Pelayanan   Minimal   Bidang

    Pemerintahan   Dalam   Negeri   di   Kabupaten/Kota,   jenis

    pelayanan dasar  SPM Bidang  Pemerintahan Dalam Negeri

    adalah :

    Pelayanan Dokumen Kependudukan ;

    Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat ;

    Penanggulangan Bencana Kebakaran.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bukittinggi

    sebagai   penyelenggara   urusan   pemerintahan   dibidang

    administrasi kependudukan diharapkan dapat memberikan

    pemenuhan   hakhak   administratif   penduduk   melalui

    pelayanan   publik   yang   profesional,  dan  dalam

    penyelenggaraan   pelayanan   publik   harus   mengacu   pada

    Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh

    pemerintah.   SPM     menjadi   suatu   tolak   ukur   yang

    dipergunakan sebagai pedoman dan acuan dalam penilaian

    kualitas   pelayanan   sekaligus   merupakan   komitmen   atau

    janji   dari   penyelenggara   kepada   masyarakat   untuk

    memberikan pelayanan yang berkualitas.

    Dokumen kependudukan adalah merupakan identitas resmi

    penduduk yang berlaku diseluruh wilayah negara kesatuan

    Republik   Indonesia   yang   harus   dimiliki   oleh   masyarakat.

    Berdasarkan  hal   tersebut   ada   target  minimal   yang  harus

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 23

  • LKIP 2017

    dicapai   oleh   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil

    dalam   memberikan   pelayanan   dasar   kepada   penduduk

    sebagai   penyelenggara   pemerintahan   di   Daerah,

    sebagaimana tersebut dibawah ini  :

    TABEL 6

    INDIKATOR DAN NILAI SPM DAN BATAS WAKTU PENCAPAIAN

    NoJenis

    PelayananDasar

    Standar PelayananMinimal

    Bataswaktu

    pencapaian

    CapaianDaerah

    %Indikator Nilai

    1. Pelayanan

    Dokumen

    Kependuduk

    an

    Cakupan 

    Penerbitan Kartu 

    Keluarga (KK)100% 2015 100% 100%

    Cakupan 

    penerbitan Kartu 

    Tanda Penduduk 

    (KTP)

    100% 2015 96,12% 96,12%

    Cakupan 

    Penerbitan Kutipan 

    Akta Kelahiran

    90% 2020 62,21% 69%

    Cakupan 

    Penerbitan Kutipan 

    Akta Kematian

    70% 2020 63% 90%

    Analisa   antara   target   dan   realisasi   SPM   daerah   sebagaimana

    tersebut diatas terurai sebagaimana berikut :

    I. Cakupan Penerbitan Kartu Keluarga 

    Target 100% yang ditetapkan oleh pemerintah bahwa semua

    Kepala Keluarga telah memiliki Kartu Keluarga, untuk Kota

    Bukittinggi sesuai dengan data yang ada pada sistem SIAK

    pada Tahun 2017  ini telah tercapai, adapun jumlah Kepala

    Keluarga  sampai   akhir  Desember  2017    adalah   sebanyak

    32.740 Kepala Keluarga.

    II. Cakupan Penerbitan Kartu Tanda Penduduk

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 24

  • LKIP 2017

    Sesuai Target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat untuk

    dilaksanakan   Pemerintah   Daerah  Kabupaten/Kota  untuk

    penerbitan KTP adalah sebesar 100%. Pada tahun  2017 ini,

    Untuk Kota Bukittinggi jumlah penduduk yang memiliki KTP

    elektronik sampai akhir Akhir Desember 2017 adalah 77.441

    orang (96,12%) dari   jumlah penduduk wajib KTP sebanyak

    80.571 orang.

    III. Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran

    Pemerintah Daerah menetapkan  target  capaian penerbitan

    akte   kelahiran   pada   tahun   2017  adalah   sebesar  60%.

    Sedangkan    realisasi   yang   didapatkan   adalah   sebesar

    62,21%.  Untuk meningkatkan  capaian  pada   indikator   ini,

    semua kelahiran yang dilaporkan pada tahun 2017 langsung

    diterbitkan kutipan Akta Kelahirannya.

    IV. Cakupan Penerbitan Akta Kematian    

    Target   yang   ditetapkan   oleh   Pemerintah   Pusat   pada

    Pemerintah Daerah untuk capaian penerbitan akta kematian

    sebesar  70 % pada  tahun   2020,  sementara capaian dari

    target   ini   mencapai   90%   untuk   tahun   2017.   Untuk

    meningkatkan capaian pada indikator ini semua pelaporan

    kematian  pada   saat   perubahan  data  kependudukan  pada

    Kartu   Keluarga   langsung   diterbitkan   Kutipan   Akte

    Kematiannya,   hal   ini  membuktikan   masyarakat   mulai

    menyadari   pentingnya   memiliki   dokumen   kependudukan

    dan  juga  dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan

    yang efektif dan efisien, setiap penduduk yang melaporkan

    perubahan   Biodata   penduduk   bagi   penduduk   yang   telah

    meninggal langsung dibuatkan akta kematiannya.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 25

  • LKIP 2017

    3. Analisa Capaian Kinerja

    Berdasarkan   Hasil   Pengukuran   Kinerja   seperti   tersebut

    diatas   dapat   kami   sampaikan   Hasil   Analisis   Pencapaian

    Sasaran  Strategis   serta  dukungan  kegiatan  pada  masing

    masing sasaran sebagai berikut  :

    a. Meningkatnya   pelayanan  dibidang  administrasi

    kependudukan berfungsi memfasilitasi serta mendukung

    Tupoksi   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil,

    dapat diartikan bahwa kegiatan yang dijabarkan dalam

    Program   Penataan   Administrasi    Kependudukan   telah

    mendukung sasaran peningkatan pelayanan umum serta

    tujuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

    b. Meningkatnya  Penataan   dibidang  Administrasi

    Kependudukan,  karena  sasaran tersebut didukung oleh

    16 kegiatan yaitu  :

    1. Pelayanan   Administrasi   Kependudukan   dengan

    Aplikasi SIAK dan AFIS;

    2. Peningkatan  Pelayanan  Publik   dibidang

    Administrasi Kependudukan; 

    3. Peningkatan  Pelayanan  Publik   dibidang  Catatan

    Sipil;

    4. Sosialisasi Kebijakan Kependudukan

    5. Digitalisasi Dokumen Akta Catatan Sipil;

    6. Verifikasi Data Peristiwa Kependudukan;

    7. Pendataan   penduduk  (Pindah,   Datang,   Lahir   dan

    Mati);

    8. Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan;

    9. Pelayanan Pelaporan Peristiwa Kependudukan dan

    Peristiwa Penting di Kelurahan dan Kecamatan;

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 26

  • LKIP 2017

    10. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan;

    11. Sosialisasi Pemanfataan Data Kependudukan  (DAK

    Non Fisik);

    12. Sosialisasi   Kebijakan   Kependudukan   dan

    Pencatatan Sipil (DAK Non Fisik);

    13. Pelayanan Keliling Pendaftaran Penduduk (DAK Non

    Fisik);

    14. Penerbitan   Dokumen   Kependudukan  (DAK   Non

    Fisik);

    15. Pelayanan   Dokumen   Kependudukan   melalui

    Pelayanan Keliling Pencatatan Sipil (DAK Non Fisik);

    16. Pemeliharaan   Perangkat   dan   Infrastruktur   SIAK

    (DAK Non Fisik).

    Bila   dicermati   masingmasing   kegiatan   tersebut  diatas  benar

    benar   mendukung   terhadap   sasaran   Peningkatan   Pelayanan

    dibidang Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil. Adapun

    dukungan   kegiatan   –   kegiatan   diatas   dapat   dijelaskan   sebagai

    berikut   :

    a. Dengan   teraplikasinya   Sistem   Informasi   Administrasi

    Kependudukan secara terpadu maka pembuatan  Dokumen

    Kependudukan dan Dokumen Akta Catatan Sipil    melalui

    program   SIAK  dan   AFIS   diharapkan  dapat  meningkatkan

    mutu   pelayanan   kepada   masyarakat,   dan   tersedianya

    database kependudukan Kota Bukittinggi menurut jenisnya

    dan lainlain berdasarkan kebutuhan.

    b. Untuk menciptakan sistem pelayanan yang kondusif kepada

    masyarakat perlu didukung oleh SDM dan sarana prasarana

    yang   memadai.   Pemerintah   Daerah   menyadari   bahwa

    secanggih  apapun sistem tanpa didukung oleh SDM yang

    berkualitas tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan,

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 27

  • LKIP 2017

    maka   dalam   rangka   meningkatkan   pelayanan   pada

    masyarakat,  dilaksanakan   bimbingan   teknis,   diklat   serta

    konsultasi/koordinasi/   ke   Dirjen   Administrasi

    Kependudukan   dan   Ke   Dinas   Kependudukan   dan

    Pencatatan   Sipil   tingkat   Propinsi   dan   melakukan   sharing

    informasi   ke   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil

    Kabupaten/Kota lainnya.

    c. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut diatas tidak terlepas

    dari hambatan atau masalah, antara lain masih kurangnya

    pemahaman   masyarakat   akan   pentingnya  dokumen

    kependudukan   dan   pencatatan   sipil.  Untuk   memecahkan

    masalah   tersebut   ditempuh   beberapa   strategi   pemecahan

    masalah,   salah   satunya   dengan   melakukan   Sosialisasi

    Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

    d. Dalam rangka pemanfaatan database  kependudukan yang

    berbasis   NIK   nasional,   agar   setiap   instansi   dan   lembaga

    yang   ada   di   Kota   Bukittinggi   menggunakan   database

    kependudukan   sebagai   dasar   dalam   pengggunaan   data

    kependudukan   maka   dilaksanakanlah   Sosialisasi

    Pemanfataan Data Kependudukan.

    4. Analisis Program/Kegiatan

    Suatu   pelaporan   akuntabilitas   kinerja   tidak   hanya   berisi

    tingkat   keberhasilan/   kegagalan   yang   dicerminkan   oleh

    evaluasi   indikatorindikator   kinerja   sebagaimana   yang

    ditunjukan oleh pengukuran penilaian kinerja,   tetapi   juga

    menyajikan   data   dan   informasi   yang   relevan   dengan

    kebutuhan   bagi   pembuatan   keputusan   agar   dapat

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 28

  • LKIP 2017

    menginterpretasikan   keberhasilan/kegagalan   tersebut

    secara lebih luas dan mendalam.

    Pencapaian   kinerja   sasaran   masingmasing   Program

    kegiatan dapat disampaikan sebagai berikut  :

    a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

    Pencapaian ratarata Indikator kinerja sasaran (Output)

    pada tabel tersebut diatas adalah 100%, dengan demikian

    dapat disimpulkan bahwa capaian kinerja untuk program

    pelayanan   administrasi   perkantoran   memiliki   predikat

    Sangat Baik.

    TABEL 7

    INDIKATOR KINERJA, TARGET DAN REALISASI

    PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

    No. Indikator Kinerja Target Realisasi %1 Jumlah  Perangko,  materai,

    benda   pos   lainnya   dan

    buku   cek   materai   yang

    terbeli

    4 jenis 4 jenis 100

    2 Jumlah  Rekening   Telepon,

    Air,    Listrik  dan  Internet

    yang terbayar

    60 bulan 60 bulan 100

    3 Jumlah   kendaraan   yang

    terpelihara

    5

    kendaraan

    roda 4, 11

    kendaraan

    roda 2

    5

    kendaraan

    roda 4, 11

    kendaraan

    roda 2

    100

    4 Jasa Kebersihan Kantor 1 paket 1 paket 1005 Jumlah   peralatan   dan

    perlengkapan   kantor   yang

    10 jenis 10 jenis 100

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 29

  • LKIP 2017

    terpelihara6 Jenis   Alat   Tulis   Kantor

    yang terbeli

    19 Jenis 19 Jenis 100

    7 Jumlah   barang   cetakan

    yang terbeli

    2 Jenis 2 Jenis 100

    8 Jumlah penerangan kantor

    yang terbeli

    3 Jenis 3 Jenis 100

    9 Jumlah   makanan   dan

    minuman   lembur  ,  rapat

    dan tamu yang dibayarkan

    3 paket 3 paket 100

    10 Persentase   rapatrapat

    koordinasi,   konsultasi,

    sosialisasi   dan   perjalanan

    dinas yang diikuti

    12 bulan 12 bulan 100

    11 jasa   pekerja   kantor   dan

    pekerja   lapangan   yang

    dibayarkan

    4 orang 4 orang 100

    12 Jumlah   paket   pengadaan

    sarana   dan   prasarana

    kantor yang terlaksana

    1 ls 1 ls 100

    b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor

    Capaian   program   peningkatan   sarana   dan   prasarana

    kantor   terkendala   pada   kegiatan   penyediaan   peralatan

    kantor yang tidak tercapai 100%, hal ini disebabkan oleh

    ketersediaan   anggaran   yang   lebih   rendah   dari   harga

    pasar.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 30

  • LKIP 2017

    TABEL 8

    INDIKATOR KINERJA, TARGET DAN REALISASI

    PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA KANTOR

    No. Indikator Kinerja Target Realisasi %1 Jumlah Perlengkapan 

    kantor yang terbeli.

    7 jenis 7 jenis 100

    2 Jumlah Meubeleur yang 

    terbeli.

    1 jenis 1 jenis 100

    3 Jumlah Kendaraan Dinas 

    yang terbeli

    1 unit 1 unit 100

    4 Jumlah Peralatan kantor 

    yang terbeli

    13 jenis 11 jenis 84,6

    25 Pemeliharaan Rutin / 

    Berkala Gedung Kantor

    3 paket 3 paket 100

    c. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

    Capaian   kinerja   pada   program   ini   hanya   mencapai

    16,67%,  hal   ini  disebabkan  karena  petugas pelayanan

    yang menjadi target dari program ini baru aktif bekerja

    pada  Dinas  Kependudukan  dan Pencatatan  Sipil   pada

    Januari   2018,   sehingga   anggaran   yang   telah

    dialokasikan tidak terealisasi.

    TABEL 9

    INDIKATOR KINERJA, TARGET DAN REALISASI

    PROGRAM PENINGKATAN DISIPLIN APARATUR

    No. Indikator Kinerja Target Realisasi %1 Jumlah pakaian dinas yang

    terbeli

    12 stel 2 stel 16,6

    7

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 31

  • LKIP 2017

    d. Program  Peningkatan   Pengembangan   sistem

    pelaporan capaian kinerja keuangan

    Kegiatan   yang   tergabung   dalam   Peningkatan

    pengembangan   sistem   pelaporan   capaian   kinerja   dan

    keuangan  rata   –   rata  nilai   capaian  kinerja   Indikator

    sasaran   (Output)  sebesar  100%,  dengan   predikat

    pencapaian sasarannya adalah Sangat baik.

    TABEL 10

    INDIKATOR KINERJA, TARGET DAN REALISASI

    PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN

    CAPAIAN KINERJA KEUANGAN

    No. Indikator Kinerja Target Realisasi %1 Jumlah dokumen laporan 

    keuangan semesteran dan 

    akhir tahun yang tersusun

    1 dokumen 1 dokumen 100

    2 Jumlah dokumen rencana 

    kerja dan rencana 

    keuangan yang tersusun

    2 dokumen 2 dokumen 100

    3 Jumlah   dokumen   SAKIP

    yang tersusun

    1 dokumen 1 dokumen 100

    e. Program Penataan Administrasi Kependudukan

    TABEL 11

    INDIKATOR KINERJA, TARGET DAN REALISASI

    PROGRAM PENATAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

    No. Indikator Kinerja Target Realisasi %1 Jumlah bulan 

    ketersediaan jaringan dan 

    12 bulan 12 bulan 100

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 32

  • LKIP 2017

    peralatan pendukung 

    administrasi 

    kependudukan2 Jumlah Kartu Keluarga, 

    KTP dan KIA yang 

    diterbitkan

    8.000 KK

    10.000 KTP

    5.000 KIA

    9.067 KK

    14.831

    KTP

    4.000 KIA

    113

    148

    80

    3 Jumlah akta Kelahiran 

    yang diterbitkan3000 orang

    3.061

    orang102

    4 Jumlah Peserta yang 

    mengikuti Sosialisasi 

    Kependudukan

    275 orang 275 orang 100

    5 Jumlah Dokumen akta 

    Catatan Sipil yang 

    didigitalisasi

    8.725 akta 8.725 akta 100

    6 Tertatanya dokumen file 

    penduduk perkecamatan 

    dan perkelurahan

    6000 KK 9.067 KK 113

    7 Data penduduk keluar, 

    kedalam, lahir dan mati 

    dalam Kota Bukittinggi

    5800

    dokumen

    5950

    dokumen102

    8 Adanya buku profil 

    perkembangan 

    kependudukan Kota 

    Bukittinggi

    1 dokumen 1 dokumen 100

    9 Kemampuan SDM 

    Aparatur dalam 

    pencatatan peristiwa 

    kependudukan dan 

    peristiwa penting di 

    Kelurahan dan Kecamatan

    12 laporan

    per

    kelurahan

    12 laporan

    per

    kelurahan

    100

    10 Akuratnya data penduduk 24 24 100

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 33

  • LKIP 2017

    kelurahan kelurahan

    B. REALISASI ANGGARAN

    Salah satu aspek yang sangat menentukan keberhasilan

    maupun   kegagalan   dalam   pelaksanaan   kegiatan   adalah   aspek

    penganggaran.   Penyediaan   besarnya   anggaran   dan

    penggunaannya   dalam   tahun   2017  dapat   diuraikan   sebagai

    berikut  : 

    “ Total anggaran yang disediakan dari APBD Kota Bukittinggi untuk

    Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil  pada   tahun   2017

    sebesar Rp. 6.295.702.359, terdiri dari Belanja Langsung sebesar

    Rp.  3.100.063.427,  dan   Belanja   Tidak   Langsung   sebesar   Rp.

    3.195.638.932,“

    Rincian Anggaran dan Realisasi keuangan dapat dilihat pada tabel

    berikut  :

    TABEL 12

    RINCIAN BELANJA DAERAH

    BERDASARKAN KELOMPOK BELANJA TIDAK LANGSUNG

    No Uraian Anggaran Realisasi %I Belanja 

    Pegawai

    3.100.063.427, 3.001.838.227, 96,83

    1 Gaji dan 

    Tunjangan

    2.343.773.166, 2.311.623.899, 96,83

    Gaji Pokok 

    PNS/Uang 

    Representasi

    1.839.528.450, 1.814.582.000, 98,64

    Tunjangan 

    Keluarga

    165.411.229, 163.225.854, 98,68

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 34

  • LKIP 2017

    Tunjangan 

    Jabatan

    158.251.500, 157.035.000, 99,23

    Tunjangan 

    Fungsional 

    Umum

    56.081.136, 54.210.000, 96,66

    Tunjangan 

    Beras

    98.467.094, 96.680.700, 98,19

    Tunjangan 

    PPH/Tunjangan

    Khusus

    26.010.660, 25.868.582, 99,45

    Pembulatan 

    Gaji

    23.097, 21.763, 94,22

    2 Tambahan 

    Penghasilan 

    PNS

    756.290.261, 690.214.328, 91,26

    Tamb. 

    penghasilan 

    berdasarkan 

    beban kerja

    62.400.000, 62.400.000, 100,00

    Uang Makan 140.448.000, 112.368.000, 80,01Tunjangan 

    Daerah

    553.442.261, 515.446.328, 93,13

    Berdasarkan   tabel   yang   ditampilkan   diatas   dapat   dijelaskan

    jumlah anggaran belanja tidak langsung yang dialokasikan untuk

    belanja   pegawai   sebesar   Rp.   3.100.063.427,   dengan   realisasi

    mencapai   96,83%   dari   total   anggaran   atau   senilai   Rp.

    3.001.838.227,.   Belanja   Pegawai   ini   terdiri   dari   Gaji   dan

    Tunjangan   dengan   alokasi   anggaran   Rp.   2.343.773.166,   dan

    Tambahan   Penghasilan   PNS   dengan   alokasi   anggaran   Rp.

    756.290.261,   dengan   realisasi   masingmasing   sebesar   Rp.

    2.311.623.899, dan Rp. 690.214.328,

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 35

  • LKIP 2017

    TABEL 13

    RINCIAN BELANJA DAERAH

    BERDASARKAN KELOMPOK BELANJA LANGSUNG

    No Uraian Anggaran Realisasi %3.195.638.932, 2.837.787.248, 88,80

    I Program Pelayanan 

    Administrasi 

    Perkantoran

    889.665.632, 815.754.948, 91,69

    1 Penyediaan Jasa 

    Surat Menyurat

    1.754.000, 1.540.000, 87,80

    2 Penyediaan Jasa 

    Komunikasi, Sumber

    Daya Air dan Listrik

    65.040.000, 57.209.092, 87,96

    3 Penyediaan Jasa 

    Pemeliharaan dan 

    Perizinan Kendaraan

    Dinas / Operasional

    131.776.000, 110.091.550, 83,54

    4 Penyediaan Jasa 

    Kebersihan Kantor

    95.000.000, 94.942.000, 99,94

    5. Penyediaan Jasa 

    Perbaikan Peralatan 

    dan Perlengkapan 

    Kantor

    25.250.000, 18.621.500, 73,75

    6. Penyediaan alat Tulis

    Kantor

    169.516.000, 146.419.000, 86,37

    7. Penyediaan Barang 

    Cetakan dan 

    Penggandaan

    13.000.000, 10.945.306, 84,19

    8. Penyediaan 

    Komponen Instalasi 

    Listrik / Penerangan 

    Bangunan Kantor

    3.000.000, 2.965.000, 98,83

    9. Penyediaan Makanan 

    dan Minuman

    24.724.000, 14.682.000, 59,38

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 36

  • LKIP 2017

    10. RapatRapat 

    Koordinasi, 

    Konsultasi, 

    Sosialisasi dan 

    Perjalanan Dinas 

    Lainnya ke Luar 

    Kota Bukittinggi

    240.000.000, 238.892.595, 99,54

    11. Penyediaan Jasa 

    Pegawai Non PNS

    110.605.632, 109.504.405, 99,00

    12. Pelaksanaan Proses 

    Administrasi 

    Pengadaan Barang 

    dan Jasa Pemerintah

    10.000.000, 9.942.500, 99,43

    II. Program 

    Peningkatan Sarana 

    dan Prasarana 

    Aparatur

    405.500.000, 320.052.435, 78,93

    1. Pengadaan 

    Perlengkapan Kantor

    37.600.000, 35.004.000, 93,10

    2. Pengadaan 

    Meubeleur

    10.000.000, 10.000.000, 100,00

    3. Pengadaan 

    Kendaraan Dinas / 

    Operasional

    20.000.000, 18.325.775, 91,63

    4. Pengadaan Peralatan

    Kantor

    182.900.000, 102.188.660, 55,87

    5. Pemeliharaan 

    Rutin / Berkala 

    Gedung Kantor

    155.000.000, 154.534.000, 99,70

    III. Program 

    Peningkatan Disiplin

    Aparatur

    7.900.000, 1.880.000, 23,80

    1. Pengadaan Pakaian 

    Dinas dan 

    Perlengkapannya

    7.900.000, 1.880.000, 23,80

    IV. Program  3.892.000, 3.777.000, 97,05

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 37

  • LKIP 2017

    Peningkatan 

    Pengembangan 

    Sistem Pelaporan 

    Capaian Kinerja dan 

    Keuangan1. Penyusunan Laporan

    Keuangan 

    Semesteran

    1.550.000, 1.550.000, 100,00

    2. Penyusunan 

    Rencana Kerja dan 

    Keuangan SKPD

    1.315.000, 1.255.000, 95,44

    3. Penyusunan Laporan

    Capaian Kinerja dan 

    Ikhtisar Realisasi 

    Kinerja SKPD

    1.027.000, 972.000, 94,64

    V. Program Penataan 

    Administrasi 

    Kependudukan

    1.888.681.300, 1.696.322.865, 89,82

    1. Pelayanan 

    Administrasi 

    Kependudukan 

    dengan Aplikasi 

    SIAK dan AFIS

    635.481.050, 629.642.830, 99,08

    2. Peningkatan 

    Pelayanan Publik di 

    Bidang Administrasi 

    Kependudukan

    219.751.000, 195.206.880, 88,83

    3. Peningkatan 

    Pelayanan Publik di 

    Bidang Pencatatan 

    Sipil

    80.335.000, 74.038.640, 92,16

    4. Sosialiasi Kebijakan 

    Kependudukan

    37.791.250, 37.290.000, 98,67

    5. Digitalisasi Dokumen

    Akta Catatan Sipil

    72.648.000, 68.023.775, 93,63

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 38

  • LKIP 2017

    6. Verifikasi Data 

    Peristiwa 

    Kependudukan

    56.757.000, 55.729.980, 98,19

    7. Pendataan 

    Penduduk (Pindah, 

    Datang, Lahir dan 

    Mati)

    51.510.000, 43.231.580, 83,93

    8. Penyusunan Profil 

    Perkembangan 

    Kependudukan

    36.474.000, 34.513.480, 94,62

    9. Pelayanan Pelaporan

    Peristiwa 

    Kependudukan dan 

    Peristiwa Penting di 

    Kelurahan dan 

    Kecamatan

    58.432.000, 56.284.130, 96,32

    10. Monitoring, Evaluasi 

    dan Pelaporan

    19.737.000, 19.161.120, 97,08

    11. Sosialisasi 

    Pemanfaatan Data 

    Kependudukan

    62.260.850, 62.260.850, 100,00

    12. Sosialisasi Kebijakan

    Kependudukan dan 

    Pencatatan Sipil

    34.000.000, 27.555.000, 81,04

    13. Pelayanan Keliling 

    Pendaftaran 

    Penduduk

    91.567.500, 81.958.600, 89,51

    14. Penerbitan Dokumen

    Kependudukan

    261.200.000, 230.060.320, 88,08

    15. Pelayanan Dokumen 

    Kependudukan 

    melalui Pelayanan 

    Keliling Pencapil

    87.087.000, 64.118.180, 73,63

    16. Pemeliharaan 

    Perangkat dan 

    83.649.650, 17.247.500, 20,62

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 39

  • LKIP 2017

    Infrastruktur SIAK

    Berdasarkan tabel, persentase realisasi anggaran ratarata diatas

    90%.   Total   anggaran   yang   dialokasikan   untuk   belanja   tidak

    langsung sebesar  Rp.  3.195.638.932,  dengan realisasi   ratarata

    88,80%   atau   senilai   Rp.   2.837.787.248,Beberapa   kegiatan

    persentase realisasi dibawah 50% diantaranya :

    1. Pengadaan   Pakaian   Dinas   dan   Perlengkapannya,   pada

    kegiatan   ini   tidak   dapat   terealisasi   100%   dikarenakan

    rencana pengadaan pakaian dinas untuk petugas pelayanan

    ditunda  dikarenakan  petugas  pelayanan   yang   rencananya

    direkrut   belum  aktif   bekerja   sampai   dengan   akhir   tahun

    2017.

    2. Pemeliharaan   Perangkat   dan   Infrastruktur   SIAK,

    permasalahan pada kegiatan ini karena rincian belanja yang

    akan   direalisasikan   terindikasi   sebagai   belanja   modal,

    sementara   sesuai   dengan   aturan   bahwa   anggaran   yang

    berasal  dari DAK tidak boleh direalisasikan untuk belanja

    modal.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 40

  • LKIP 2017

    BAB IV

    PENUTUP

    Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) adalah media

    untuk   menjawab   amanah   yang   diberikan     pemerintah,     pada

    dasarnya   adalah   menyajikan   kinerja   tahunan   dalam   periode

    perencanaan   strategik   (Renstra)   yang   telah   ditetapkan   dan

    merupakan   media   pertanggungjawaban   atas   keberhasilan   dan

    kegagalan   penyelenggaraan   tugas   pokok   dan   fungsi   Dinas

    Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   selama   Tahun   Anggaran

    2017,   juga   dipakai   sebagai   umpan   balik   dalam   pengambilan

    keputusan oleh pihak terkait  dalam melakukan  introspeksi  dan

    refleksi   dalam     membuat   langkahlangkah   perbaikan   dimasa

    mendatang.

    A. KESIMPULAN

    Dalam Rencana  Kinerja  Tahun 2017  ditetapkan sebanyak 4

    (empat)   tujuan   dan   4   (empat)   sasaran   strategis   yang   yang

    diwujudkan melalui  16  (enam belas)  kegiatan strategis  yang

    telah dilaksanakan dan harus dicapai selama Tahun Anggaran

    2017. Dengan adanya revisi Renstra Dinas Kependudukan dan

    Pencatatan Sipil tahun 2016 – 2021 maka ditetapkan 2 (dua)

    tujuan dan 2 (dua) sasaran strategis yang mencakup dalam 16

    (enam belas)  kegiatan strategis  yang   telah ditetapkan dalam

    Rencana Kinerja Tahun 2017.

    Terlepas dari semua kesulitan dan hambatan yang ada, pada

    tahun anggaran  2017  Dinas  Kependudukan dan Pencatatan

    Sipil   membukukan   kinerja   kuantitatif   dari   sasaran   yang

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 41

  • LKIP 2017

    ditetapkan sebesar  90,61  %.  Ditinjau  dari  kategorisasi  yang

    diterapkan, maka Capaian Kinerja Dinas Kependudukan dan

    Pencatatan Sipil Kota Bukittinggi Sangat Baik.

    Walaupun  Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil  dalam

    mencapai   visi   dan   misinya   menghadapi   berbagai   tantangan

    dan   kendala   baik   dari   keterbatasan   Sumber   Daya   Manusia

    aparatur,   maupun   sikap   masyarakat   yang   masih   pasif,

    sehingga dapat dikatakan bahwa angkaangka tersebut cukup

    memberikan kebanggaan karena pada hakekatnya merupakan

    hasil   kerja   keras   dari   jajaran     Dinas   Kependudukan   dan

    Pencatatan sipil Kota Bukittinggi.

    B. SARAN

    Untuk  lebih  maksimalnya  kinerja  Dinas  Kependudukan  dan

    Pencatatan   Sipil   Kota   Bukittinggi   pada   masa   –   masa

    mendatang,   maka   halhal   yang   dapat   disarankan   sebagai

    berikut   :

    a) Perlu   adanya   penajaman   skala   prioritas   sasaran   dan

    kegiatan pada tahun berikutnya;

    b) Dalam   rangka   mengantisipasi   permasalahan   yang

    timbul/akan   timbul   perlu   dilakukan   koordinasi   secara

    berkesinambungan dengan instansi/lembaga terkait;

    c) Perlunya  peningkatan   sarana   dan   prasarana   guna

    mendukung   pelaksanaan   kegiatan   pada   Dinas

    Kependudukan dan Pencatatan sipil.

    d) Perlunya   penambahan   staf   yang   bertugas   melayani

    masyarakat dan penempatan petugas registrasi di kelurahan

    sesuai   dengan   amanat   UndangUndang   Nomor   24   Tahun

    2013   tentang   Administrasi   Kependudukan,   sehingga

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 42

  • LKIP 2017

    diharapkan   permasalahan   yang   timbul   saat   ini   dapat

    diatasi/diminimalisir,   serta   pendayagunaan   data

    kependudukan   sebagai   dasar   perencanaan   pembangunan

    nasional dapat diwujudkan.

    C. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH

    Untuk  pemecahan  masalah  yang  dihadapi/timbul  dilakukan

    dengan cara  :

    a) Menyusun perencanaan yang lebih matang dan terpadu dan

    memilih  program dan sasaran  yang   sangat  prioritas   yang

    memiliki   kontribusi   yang   tinggi   pada   visi   dan   misi   serta

    mengalokasikan   dana   merujuk   kepada   pencapaian   hasil

    yang diharapkan.

    b) Memacu   peningkatan   kualitas   dan   kuantitas   SDM   dan

    sarana prasarana yang diharapkan.

    Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKIP )

    Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kota   Bukittinggi

    disampaikan kepada Bapak sebagai bahan seperlunya.

    Bukittinggi,        Maret  2018KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN 

    DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BUKITTINGGI

    RIDWAN EFENDI, SHNIP. 196106121981011003.

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 43

of 45/45
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP) TAHUN 2017 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BUKITTINGGI
Embed Size (px)
Recommended