Lapkas jadi

Date post:05-Sep-2015
Category:
View:219 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
jiwa
Transcript:

STATUS PSIKIATRII. Identitas pasienNama: Tn. R

Jenis kelamin: Laki-laki Tanggal lahir: Jakarta,8 juli 1983Usia: 29 Tahun

Agama: IslamAlamat: Jl. H. Sikam raya rt 01/13, Pinang Bojong

Status pernikahan: Belum menikahPekerjaan: Mahasiswa (tidak tamat) Tanggal masuk rs: 6 Desember 2012II. Riwayat psikiatriBerdasarkan

Autoanamnesis tanggal 11 Februari 2013 Alloanamnesis tidak dilakukan 2.1. Keluhan utamaPasien mengaku di bawa ke RSJ Islam Klender oleh ayahny karena sering BAK di sembarang tempat.

2.2. Keluhan tambahanPasien sering berbicara sendiri, sering mendengar bisikan, mudah tersinggung dan kesal, tidak mau minum obat, tidak mau makan, hanya ingin minum kopi dan merokok dan tidak bisa tidur.2.3. Riwayat gangguan sekarangAutoanamnesa :

Pasien mengaku dibawa ke RSJ Islam Klender oleh ayahnya karena sering BAK di sembarang tempat. Pasien tidak tahu alasan kenapa suka BAK di sembarang tempat. Pasien juga tidak mau makan. Pasien hanya mau merokok, minum kopi dan minum jahe. Pasien juga mengaku sering marah-marah karena tersinggung karena hal-hal kecil. Pasien mengaku marah kepada ayahnya karena pasien telah membuatkan kopi untuk kedua orang tuanya namun kopi tersebut tidak diminum sama sekali oleh orang tuanya sehingga pasien tersinggung. Karena menurut pasien kopi yang sudah dibuat itu mubadzir apabila tidak diminum. Pasien mengaku apabila menutup kuping dengan kedua jarinya maka pasien akan mendengar suara orang yang sedang berbisik-bisik tanpa ada wujudnya. Menurut pasien suara orang yang berbisik tersebut seperti ayah dan ibunya atau terkadang suara perempuan yang mengatakan bahwa papah dan mamah akan memulangkan dirinya. Bisikan tersebut tidak pernah memerintahkan apapun kepada dirinya. Pasien tidak pernah melihat hal-hal aneh ataupun penampakan-penampakan. Pasien mengaku tidak merasa sedang dikejar-kejar ataupun merasa curiga kepada orang-orang disekitarnya. 2.4 Riwayat gangguan sebelumnya1. Gangguan PsikiatriPasien mengaku sudah 2 kali dirawat di RSJIK, pertama kali dirawat tahun 2008, dan yang ke dua adalah yang sekarang.

2. Gangguan MedisPasien tidak memiliki kelainan bawaan sejak lahir, tidak menderita sakit berat sampai dirawat di RS dan pasien tidak memiliki riwayat kejang. 3. Gangguan Zat PsikoaktifPasien merupakan perokok berat. Menurut pasien, pasien pernah menghisap ganja serta pasien sering mengkonsumsi alkohol. Namun menurut pasien sekarang sudah tidak lagi menggunakan ganja maupun minum alkohol.

2.5 Riwayat Pribadi Pasien Sebelum Sakit

2.5.1 Riwayat Pranatal dan Perinatal

Pasien dilahirkan cukup bulan, spontan, dengan persalinan normal, ditolong oleh bidan. Dan merupakan kelahiran yang dikehendaki serta tidak ada cacat bawaan.

2.5.2 Masa anak-anak Awal (0-3 tahun)Pasien diasuh oleh kedua orang tuanya. Pasien tumbuh normal seperti anak seusianya. Pasien tidak pernah mengalami kejang dan cedera kepala. 2.5.3 Masa anak-anak Pertengahan (3-11 tahun)

Secara fisik, pasien tumbuh seperti anak-anak seusianya. Pasien tidak ada kesulitan dan masalah dengan lingkungan sekitarnya. Prestasi di sekolah pasien biasa saja dan pasien tidak pernah tinggal kelas.

2.5.4 Masa anak- anak akhir ( pubertas sampai remaja)Pasien termasuk orang yang pendiam, kurang memiliki banyak teman dan tidak memiliki teman dekat. Hubungan dengan keluarga cukup baik.

Riwayat Pendidikan Formal

Pasien mulai bersekolah saat umur 4 tahun. Pasien tidak pernah tinggal kelas. Setelah lulus SD, pasien melanjutkan ke SMP kemudian ke SMA. Dan melanjutkan lagi pendidikannya ke universitas.

Perkembangan Motorik dan KognitifPasien tidak mengalami gangguan pada perkembangan fisiknya. Pasien tidak mengalami kesulitan dalam belajar.

Riwayat psikoseksual

Pasien kurang terbuka untuk menceritakan hal ini kepada keluarga. 2.5.5 Masa dewasa

Riwayat Pekerjaan

Pasien pernah bekerja sebagai kuli bangunan

Aktivitas Sosial

Cenderung menyimpan sendiri masalah yang dihadapi dan selalu memikirkan masalah-masalahnya sendiri. Pasien tidak mempunyai teman akrab. Bahkan pasien tidak mempunyai teman di lingkungan rumah.

Riwayat Pernikahan

Pasien belum pernah menikah. Menurut pasien, pasien pernah mempunyai hubungan dengan perempuan sebanyak 2 kali saat kuliah namun hubungannya putus begitu saja dan pasien sempat patah hati.

Riwayat pendidikan

Pasien berkuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta mengambil jurusan periklanan dan tidak tamat kuliah.

Riwayat keagamaan

Pendidikan agama pasien didapat dari kedua orang tuanya dan pasien termasuk orang yang tekun beribadah.

Riwayat hukum

Pasien tidak pernah melakukan pelanggaran hukum

2.6 Riwayat psikoseksual

Pasien kurang terbuka. 2.7 Riwayat KeluargaPasien adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Didalam keluarga pasien tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit serupa. Pasien dan keluarga tinggal dirumah sendiri di daerah tangerang. Pasien tinggal bersama ayah, ibu serta adiknya. Pasien tidur di kamar sendiri dan sumber penghasilan keluarga didapat dari sisa pensiunan ayahnya. Ayah pasien meninggal 1 januari 2013.SKEMA KELUARGA

Keterangan :

= laki-laki

= Perempuan

= meninggal

= Pasien III.STATUS MENTAL

3.1. Gambaran umum

1. Penampilan

Pasien seorang laki-laki berusia 29 tahun, berbadan kurus dengan tinggi 170 cm, berkulit kuning langsat, berambut hitam dan berkumis tipis. Pasien tampak lebih muda dari usianya dan tampak kekanak kanakan. Pada saat dilakukan wawancara pasien tidak memakai baju hanya menggunakan celana pendek berwarna coklat dan tidak memakai sandal. Seluruh tubuh pasien tampak bekas garukan,pasien tampak tidak dapat mengurus dirinya namun kuku tangan dan kaki tampak pendek. Saat wawancara pasien tampak tenang. 2. Perilaku dan aktivitas motorik

Gaya berjalan normal ,Selama wawancara pasien duduk tenang, kooperatif, sopan, kontak mata baik, selama wawancara pasien duduk tenang.3. Sikap terhadap pemeriksa Pasien kooperatif, sopan, tidak melawan dan menjawab pertanyaan dengan baik tetapi kadang tidak tepat. 3.2. Mood dan afek

Mood: Irritable Afek: Terbatas/ menyempit

Keserasian: Tidak Serasi 3.3. Pembicaraan

Volume: Sedang

Irama

: Teratur

Kelancaran: Artikulasi baik, Lancar tidak gagap

Kecepatan: cepat

3.4. Gangguan persepsi

Halusinasi Auditorik:Ada

Karena pasien mengatakan bahwa bila menutup kuping sering mendengar orang yang

berbisik tapi wujudnya tidak ada. Halusinasi Visual: Tidak ada Halusinasi Olfaktorius: Tidak ada

Halusinasi Gustatorik: Tidak ada

Halusinasi Taktil: Tidak ada

Depersonalisasi: Tidak ada

Derealisasi : Tidak ada

Ilusi : Tidak ada

3.5. Pikiran

a) Proses Pikir:

Produktivitas : Cukup ide

Kontinuitas

: Inkoheren

b) Isi pikiran

Preokupasi

: Pasien membahas mengenai jual beli tanah Gangguan Isi Pikir

Waham: Waham bizzare

( karena menurut permyataan pasien makan kuku sendiri itu dapat menyehatkan). Ideas of reference: Tidak ada

3.6. Sensorium dan kognitif

a) Kesadaran

: Compos mentis (GCS=15)

b) Orientasi

Waktu: Pasien mengetahui bedanya siang atau malam saat

diwawancara

Tempat

: Pasien mengetahui berada di RSJ Islam Klender Perorangan: Pasien bisa mengetahui sedang di wawancarai

dokter muda

c) Konsentrasi: Baik

Karena pasien dapat menghitung 100 dikurangi 7 secara serial sebanyak 7 kali.d) Daya ingat Daya ingat lama:

Baik, Pasien mampu mengingat dimana ia bersekolah dari SD hingga SMA. serta tempat kuliahnya.

Daya ingat peristiwa yang baru terjadi:

Baik, Pasien mampu mengingat apa yang baru saja dilakukan

Daya ingat tentang kedaan yang baru-baru ini terjadi:

Baik, pasien mampu mengingat menu sarapan kemarin dan kegiatan yang dilakukan kemarin.

Daya ingat Segera:

Baik, pasien mampu mengingat nama pewawancara.

e) Visuospasial : Baik, pasien mampu menggambar jam analog

pukul 04.00

f) Hendaya bahasa : tidak ada

g) Pemikiran abstrak: Baik, mengetahui perbedaan antara jeruk dengan bolah) Intelegensi dan pengetahuan umum : Baik, Pasien mampu menyebutkna nama Presiden RI pertama dan Presiden RI saat ini. 3.7. Pengendalian impuls

Baik (pasien dapat mengendalikan dirinya saat diwawancara)

3.8. Daya Nilai Penilaian sosial: Baik (pasien dapat bergaul dengan pasien yang lain) Uji daya nilai: kurang Baik

karena menurut pasien bila menemukan dompet di jalan, dia akan mengambil uangnya dan disumbangkan ke mesjid

karena uang nya hasil korupsi. 3.9. RTA : Terganggu3.10. Tilikan : Derajat I, pasien menyangkal sepenuhnya bahwa dirinya sakit.3.11. Taraf dapat dipercaya: Pasien cukup dapat dipercaya.

IV.STATUS FISIKStatus Interna Keadaan Umum: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda vital

Tekanan darah: 120/80 mmHg

Nadi

: 88 kali/menit

Pernapasan: 24 kali/menit

Suhu

: 36,5 C Kepala

: Normocephal, rambut hitam, distribusi merata. Mata

: CA (-/-). SI( -/-), pupil bulat isokor, refleks cahaya (+/+) Mulut

: mukosa bibir tidak kering, sianosis (-) THT

: Dalam batas normal Leher

: Pembesaran K

Embed Size (px)
Recommended