Lapak prak

Date post:10-Jan-2016
Category:
View:221 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
cc
Transcript:

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM TEKNOLOGI DAN FORMULASI SEDIAAN SOLIDAPEMBUATAN TABLET DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAHkelompok 1Kamis, 13.00-16.00Tanggal Praktikum 20 Maret 2014Disusun Oleh :Sri Yannika260110110001Pembahasan dan BrosurGladyola Ayu M 260110110002PembahasanShally Liyalkhairah 260110110003Teori DasarAsep Ekas Somantri 260110110005EditorRiska Nurul Haque 260110110006Data Pengamatan, Perhitungan dan KemasanLinawati Nurannisa P 260110110007Teori DasarKendy Livi Danawati 260110110008ProsedurYuli Nurbaeti260110110009Pembahasan dan BrosurYeni Nuraeni260110110010PembahasanDike Novalia A260110110011Data Pengamatan, Perhitungan dan Kemasan

LABORATORIUM TEKNOLOGI DAN FORMULASI SEDIAAN SOLIDAFAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS PADJADJARAN2014PEMBUATAN TABLET DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAHI. Tujuan1. Mengetahui cara pembuatan tablet dengan metode granulasi basah2. Melakukan uji Quality Control (QC) terhadap tabletII. Prinsip1. Metode granulasi basahMetode granulasi basah yaitu proses pencampuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi2. Evaluasi tablet berdasarkan standar quality control (QC)a. Kemampuan alir dan sudut istirahatb. Kompresibilitasc. Kadar air (loss on drying)d. Waktu hancure. Kekerasanf. FriabilitasIII. Teori DasarGranulasi adalah pembentukan partikel-partikel besar dengan mekanisme pengikatan tertentu. Granul dapat diproses lebih lanjut menjadi bentuk sediaan granul terbagi, kapsul, maupun tablet. Berbagai proses granulasi telah dikembangkan, dari metode konvensional seperti slugging dan granulasi dengan bahan pengikat musilago amili hingga pembentukan granul dengan peralatan terkini seperti spray dry dan freeze dry. Granulasi peleburan atau hot melt granulation merupakan metode pembentukan dispersi padat berbentuk granulat dengan bahan pengikat yang melebur di atas suhu kamar.Keunggulan dari granulasi peleburan ini adalah tidak membutuhkan bahan pelarut, tidak memerlukan proses pengeringan, dan prosesnya berlangsung cepat serta bersih(Parikh, 1997).Granulasi basahyaitu proses pencampuran partikel zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi massa lembab yang dapat digranulasi.Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan terhadap lembab dan panas.Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Prinsipdari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula, kemudian masa basah tersebut digranulasi(Lachman,1994).Tablet adalah bentuk sediaan yang paling banyak beredar karena secara fisik stabil, mudah dibuat, lebih menjamin kestabilan bahan aktif dibandingkan bentuk cair, mudah dikemas, praktis, mudah digunakan, homogen, dan reprodusibel. Massa tablet harus mengalir dengan lancar agar dapat menjamin homogenitas dan reprodusibilitas sediaan dan harus dapat terkompresi dengan baik agar diperoleh tablet yang kuat, kompak, dan stabil selama penyimpanan dan distribusi. Metode granulasi banyak dipilih dengan tujuan memperbaiki sifat alir dan kompresibilitas massa tablet (Neil,et al., 2001).EVALUASI GRANUL1. Uji Laju AlirMenggunakan Powder Flow Tester untuk mengetahui daya alir granul. Penggunaannya dengan cara granul dimasukkan ke dalam corong uji waktu alir kemudian penutup corong dibuka sehingga granul keluar dan ditampung pada bidang datar, waktu alir granul dicatat dan sudut diamnya dihitung dengan mengukur diameter dan tinggi tumpukan granul yang keluar dari mulut corong. Waktu alir adalah waktu yang diperlukan untuk mengalir dari sejumlah granul melalui lubang corong yang diukur adalah sejumlah zat yang mengalir dalam suatu waktu tertentu. Untuk 100 g granul waktu alirnya tidak boleh lebih dari 10 detik. Waktu alir berpengaruh terhadap keseragaman bobot tablet, Waktu alir dipersyaratkan dengan sudut diam tidak lebih dari 30 derajat.Sudut Istirahat Sudut istirahatSifat aliran

< 25Sangat baik

25-30Baik

30-40Cukup

>40Sangat sukar

(Liebermann, 1986).2. Uji KompresibilitasMenggunakan Tap Density Tester, tujuannya adalah untuk mengetahui sifat kerapatan granul yang sangat berhubungan dengan kompresibilitas. Penentuan kompresibilitas digunakan untuk menghasilkan tablet yang baik. Penggunaanya dengan menimbang 100 g granul lalu dimasukkan ke dalam gelas ukur dan dicatat volumenya, kemudian granul dimampatkan sebanyak 500 kali ketukan dengan alat uji, catat volume uji sebelum dimampatkan (Vo) dan volume setelah dimampatkan dengan pengetukan 500 kali (V). Perhitungan : I =Vo V x 100%Keterangan :I = indeks kompresibilitas (%);Vo = volume granul sebelum dimampatkan (mL);V = volume granul setelah dimampatkan (mL).Syarat : Tidak lebih dari 20% (Aulton, 1988).Kompresibilitas dapat dilihat juga dari harga indeks Carr yang sangat bergantung pada kerapatan nyata maupun kerapatan mampat dari granul yaitu dengan cara kerapatan mampat dikurangi kerapatan nyata, lalu dibagi dengan kerapatan mampat. Kompresibilitas granul dinyatakan dalam persen.

KompresibilitasSifat Aliran

5-12Sangat Baik

12-18Baik

18-23Cukup

23-33Kurang

33-38Sangat Kurang

>38Sangat Buruk

(Aulton, 1988).3. Uji Kadar AirUji kadar air digunakan untuk mengetahui kandungan air di dalam granul dalam presentase. Granul basah ditimbang kemudian dikeringkan dalam lemari pengering hinnga diperoleh bobot yang tetap. Kadar air tersebut dihitung menggunakan rumus:% LOD = x 100% (Lachman, 1989).Tablet adalah bentuk sediaan yang paling banyak beredar karena secara fisik stabil, mudah dibuat, lebih menjamin kestabilan bahan aktif dibandingkan bentuk cair, mudah dikemas, praktis, mudah digunakan, homogen, dan reprodusibel. Massa tablet harus mengalir dengan lancar agar dapat menjamin homogenitas dan reprodusibilitas sediaan dan harus dapat terkompresi dengan baik agar diperoleh tablet yang kuat, kompak, dan stabil selama penyimpanan dan distribusi. Metode granulasi banyak dipilih dengan tujuan memperbaiki sifat alir dan kompresibilitas massa tablet (Neil,et al., 2001).Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut :1. Harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan.2. Harus mengandung zat aktif yang homogeny dan stabil.3. Keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik atau mekanik.4. Keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan.5. Waktu hancur dan laju disolusi harus memenuhi persyaratan.6. Harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan.7. Bebas dari kerusakan fisik.8. Stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan.9. Zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogeny dalam waktu tertentu.10. Tablet memenuhi persyaratan Farmakope yang berlaku (Suci, 2011).Sediaan tablet merupakan sediaan yang paling banyak digunakan dalam industri farmasi dibandingkan dengan bentuk sediaan yang lain, seperti; kapsul, granul, dan pil. Menurut Lachman, 1994, hal ini dikarenakan tablet memiliki beberapa keuntungan antara lain:a. Volume sediaan cukup kecil dan wujudnya padat sehingga memudahkan pengemasan, penyimpanan dan pengangkutan.b. Mengandung zat aktif yang tepat.c. Sediaan tablet adalah kering sehingga zat aktif lebih stabil.d. Dapat mengandung zat aktif dalam jumlah yang besar dengan volume yang kecil.e. Tablet sangat cocok untuk zat aktif yang sulit larut air.f. Pelepasan zat aktif dapat diatur.g. Tablet dapat disalut untuk melindungi zat akti, menutup rasa dan bau yang tidak enak.h. Dapat diproduksi besar-besaran, sederhana dan cepat sehingga biaya produksinya lebih rendah.i. Pemakaian oleh penderita lebih mudah( Lachman, 1994 ).EVALUASI TABLET1. Uji Keseragaman UkuranKecuali dinyatakan lain, diameter tablet tidak lebih dari 3 kali atau tidak boleh kurang dari 1 1/3 tebal tablet ( Ditjen POM, 1979).2. Uji Keseragaman BobotDigunakan untuk tablet tidak bersalut yang harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan sebagai berikut : Dengan cara ditimbang 20 tablet, dihitung bobot rata-rata tiap tablet. Jika ditimbang satu persatu, tidak boleh lebih dari 2 tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A, dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang dari bobot rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom B. Jika tidak mencukupi 20 tablet, dapat digunakan 10 tablet, tidak satupun tablet yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan pada kolom A dan tidak satu tablet pun yang bobotnya menyimpang lebih besar dari bobot rata-rata yang ditetapkan pada kolom B ( Ditjen POM, 1979).3. Uji KekerasanDaya tahan suatu tablet untuk penggunaan mekanik terlihat pada saat dikempa kekerasan suatu tablet tersebut dan kekuatnnya pada saat dikempa. Kekerasan suatu tablet dilukiskan sebagai ukuran partikel untuk pecahnya tablet. Kekerasan juga dapat digunakan untuk karakteristik tablet sebab lebih mudah dan untuk mengukur lebih konvensional. Kekerasan tablet diukur dengan alat Strong Cobb, dan alat tes kekerasan yaitu Pfizer dan Stokes. Kekerasan dilukiskan dalam kilogram tekanan yang diberikan, meskipun alat-alat yang digunakan berbeda nilai kekerasannya untuk setiap tablet, tetapi rata-rata kekerasannya konstan bila diukur dengan Strong Cobb atau Stokes. Praktek dalam farmasi mungkin dilakukan dengan tes tablet dengan cara mematahkan tablet diantara jari jempol dan jari telunjuk, jika tablet tidak patah artinya sangat keras dan mungkin susah dihancurkan. Tablet oral normalnya mempunyai kekerasan dari 4-6 pounds, meskipun pada nyatanya ada yang mengatakan kurang dari 10 pounds (Sprowl, 1970).4. Uji KerapuhanAlat penguji kerapuhan laboratorium dikenal sebagai Friabilator Roche yang memperlakukan seju

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended