Home > Documents > lakip bit-lipi 2013

lakip bit-lipi 2013

Date post: 18-Jan-2017
Category:
Author: truongduong
View: 219 times
Download: 0 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 101 /101
Transcript
  • LAKIP UPT BIT 2013 |i

    KATA PENGANTAR Dalam tataran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), konsep good governance atau kepemerintahan yang baik direspon dengan menghadirkan beberapa aturan dan peraturan perundang-undangan, termasuk di antaranya adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 1999 tentang hal yang sama. Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi juga menjadi landasan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara Negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi serta peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 29 Tahun 2010 tentang Panduan Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 35 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam rangka terselenggaranya good governance diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, tertelusur, dan sah, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Setiap instansi pemerintah, khususnya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara, termasuk Balai Informasi Teknologi dalam struktur Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia merupakan Unit Pelaksana Teknis (Eselon III) melakukan pekerjaannya secara otonom pada lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, sehingga mempunyai kewajiban untuk membuat Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik ini, Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi Teknologi (UPT BIT) sebagai salah satu satuan kerja di LIPI, berupaya untuk mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) sehingga dapat mendorong terciptanya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di LIPI. Sistem AKIP pada dasarnya adalah sistem manajemen berorientasi pada hasil yang merupakan salah satu instrumen untuk mewujudkan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, transparan, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan. Dengan sistem AKIP ini, UPT BIT telah menyusun Rencana Implementatif Tahun 20102014 yang merupakan turunan dari Rencana Koordinatif Jasil Tahun 20102014. Berdasarkan Rencana Implementatif ini, telah disusun pula Rencana Kerja Tahunan, Penetapan Kinerja serta laporan Pertanggungjawaban Kinerja.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |ii

    Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) merupakan implementasi dari Inpres No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Inpres ini mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah untuk membuat laporan yang berisi sistem pengukuran dari seluruh aktivitas kegiatan dan program yang telah dijalankannya. Pengukuran tersebut merupakan bentuk indikator kinerja keberhasilan bahkan kegagalan yang meliputi aspek-aspek input, output, proses, manfaat, dan dampak yang dapat terlihat secara nyata dalam satu tahun anggaran. Laporan AKIP (LAKIP) UPT BIT Tahun 2013 ini dibuat dengan mengikuti format dan struktur yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010. Di dalam LAKIP UPT BIT tahun 2013 ini disampaikan pencapaian kinerja UPT BIT sepanjang tahun 2013, sebagai bentuk pertanggungjawaban instansi dalam melaksanakan programnya untuk turut mewujudkan misi dan tujuan LIPI yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis LIPI Tahun 20102014 serta untuk mencapai sasaran UPT BIT yang telah ditetapkan dalam Rencana Implementatif Tahun 20102014. Tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi diperoleh dengan membandingkan Capaian Kinerja (performance results) 2013 dengan Perjanjian Kinerja (performance agreement) 2013. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini memungkinkan teridentifikasinya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Laporan ini merupakan pertanggungjawaban UPT BIT sekaligus sebagai umpan balik untuk memicu perbaikan kinerja UPT BIT di tahun-tahun berikutnya. Capaian kinerja yang merupakan indikator keberhasilan dari program dan kegiatan yang telah direncanakan, yang juga merupakan tanggung jawab kepada negara dan masyarakat akan optimalisasi dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan semua detail dari kegiatan yang telah dijalankan dituangkan dalam sebuah laporan yang transparan dan akuntabel ini. Dengan disusunnya LAKIP ini setidaknya terdapat empat manfaat yang bisa diambil : (1) Sebagai media hubungan kerja organisasi yang berisi data dan informasi; (2) Sebagai wujud tertulis pertanggungjawaban suatu instansi kepada pemberi wewenang atau mandat; (3) Sebagai media akuntabilitas setiap instansi pemerintah yang bermuara kepada suatu public accountability; (4) sebagai media informasi untuk mendukung prinsip prinsip good governance. Semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Tahun 2013 ini sesuai dengan tujuannya, serta dapat menjadi acuan perbaikan di masa-masa mendatang.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |iii

  • LAKIP UPT BIT 2013 |iv

    RINGKASAN EKSEKUTIF Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi Teknologi -LIPI (UPT BIT) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia nomor 1026/M/2002, dipimpin oleh seorang Kepala yang membawahi 4 (empat) eselon IV, yang terdiri dari Subbagian Tata Usaha, Seksi Pendayagunaan Koleksi Informasi Teknologi, Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Teknologi, serta Seksi Pemasyarakatan dan Kerja Sama, disamping terdapat kelompok Jabatan Fungsional. Pada tahun 2013 ini, UPT BIT-LIPI mendapat anggaran melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran sebesar Rp. 5.006.055.000,- (lima miliar enam juta lima puluh lima ribu rupiah), yang kemudian terkena kebijakan pemotongan anggaran terkait dengan tunjangan kinerja menjadi Rp. 4.759.023.000,- (empat miliar tujuh ratus lima puluh sembilan juta dua puluh tiga ribu rupiah). Ada kebijakan pemotongan anggaran berikutnya terkait dengan penghematan anggaran untuk subsidi BBM menjadi Rp. 4.483.091.000,- (empat miliar empat ratus delapan puluh tiga juta sembilan puluh satu ribu rupiah). Terakhir terjadi revisi terkait dengan pagu minus gaji di LIPI, menjadi Rp. 4.337.816.000,- (empat miliar tiga ratus tiga puluh tujuh juta delapan ratus enam belas ribu rupiah). Sampai dengan berakhirnya tahun anggaran, terserap sebesar Rp. 4.299.607.660,- (empat miliar dua ratus sembilan puluh sembilan juta enam ratus tujuh ribu enam ratus enam puluh rupiah) atau sebesar 99,12 % ( persen). Sembilan (9) Sasaran yang ingin dicapai pada tahun 2013 adalah : 1. Meningkatnya kualitas pengetahuan para peneliti. 2. Meningkatnya hasil dan kapasitas penelitian. 3. Meningkatnya kreatifitas dalam menciptakan iptek yang bernilai

    ekonomis yang diukur dari jumlah hasil yang dipakai. 4. Memperkuat jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait

    lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi. 5. Meningkatnya perilaku rasional dalam masyarakat 6. Meningkatnya akses terhadap pengetahuan 7. Tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi

    kebutuhan 8. Terwujudnya Tata Kelola Organisasi yang Baik (Good Corporate

    Governance) 9. Terbinanya SDM

    Dalam bagian Analisis dan Evaluasi Kinerja serta Pengukuran Kinerja diketahui bahwa sasaran yang telah direncanakan melalui Rencana Kinerja Tahunan dan Penetapan Kinerja 2013 secara umum telah terlaksana dengan baik.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |v

    Untuk penganggaran tahun mendatang UPT BIT akan meningkatkan koordinasi dan konsolidasi dengan Biro Perencana Keuangan (BPK) LIPI dan Kedeputian Jasa Ilmiah (Jasil) dalam penentuan pagu anggaran yang lebih tepat sasaran.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |vi

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR ............................................................................ i RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................... iv Daftar Isi ............................................................................................. vi Daftar Gambar .................................................................................... vii Daftar Grafik ....................................................................................... xiii Daftar Tabel ........................................................................................ ix Daftar Lampiran .................................................................................. x BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................... 1

    1.1. Latar Belakang ................................................................. 1 1.2. Kedudukan, Tugas, dan Fungsi UPT BIT LIPI ................ 2 1.3. Struktur Organisasi dan Sumber Daya ............................ 4 1.4. Sistematika dan Ruang Lingkup Laporan ........................ 10

    BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA ........................... 12

    2.1. Umum ........................................................................... 12 2.2. Rencana Strategis Tahun 2010-2014 ............................. 13 2.3. Kebijakan ...................................................................... 17 2.4. Strategi ......................................................................... 18 2.5. Program dan Kegiatan ................................................... 21 2.6. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2013 ........................... 23 2.7. Penetapan Kinerja Tahun 2013 ..................................... 29

    BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 2013 ......................................... 37

    3.1. Akuntabilitas Kinerja ..................................................... 37 3.2. Analisis dan Evaluasi Kinerja Tahun 2013 ..................... 40 3.3. Evaluasi Capaian Renstra 2010-2014 ............................ 66 3.4. Akuntabilitas Keuangan ................................................ 69

    BAB IV. AKUNTABILITAS KINERJA 2013 ......................................... 73

    4.1. Kesimpulan ................................................................... 73 4.2. Rekomendasi ................................................................. 74

  • LAKIP UPT BIT 2013 |vii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Struktur Organisasi UPT BIT .......................................... 4 Gambar 3.1. Contoh hasil konversi dokumen ..................................... 44 Gambar 3.2. Database informasi teknologi ......................................... 44 Gambar 3.3. Sertifikat personal .......................................................... 45 Gambar 3.4. Prototipe website promosi produk dan jasa UPT BIT-LIPI 47 Gambar 3.5. CD Interaktif .................................................................. 49 Gambar 3.6. e-book ............................................................................ 50 Gambar 3.7. Pengembangan Aplikasi Animasi 3 Dimensi untuk Media

    Sosialisasi Pemanfaatan Energi Alternatif dalam mengatasi Krisis BBM.....................................................

    52 Gambar 3.8. Pengembangan Informasi Teknologi Hasil Penelitian LIPI

    Berbasis Multimedia Broadcasting .................................

    52 Gambar 3.9. Peningkatan Produktivitas Batik Mangrove Melalui Video

    Pembelajaran dan Pelatihan Di Kampung Malon Kel. Gunung Pati Semarang .................................................

    55 Gambar 3.10. Situs UPT BIT-LIPI (www.bit.lipi.go.id) .......................... 58 Gambar 3.11. Situs multimedia (www.multimedia.bit.lipi.go.id) .......... 60 Gambar 3.12. Situs perpustakaan (www.digilib.bit.lipi.go.id) .............. 62 Gambar 3.13. Peningkatan Produktivitas Batik Mangrove Melalui

    Video Pembelajaran dan Pelatihan Di Kampung Malon Kel. Gunung Pati Semarang ..........................................

    72

    http://www.bit.lipi.go.id/http://www.multimedia.bit.lipi.go.id/http://www.digilib.bit.lipi.go.id/

  • LAKIP UPT BIT 2013 |viii

    DAFTAR GRAFIK

    Grafik 1.1. Keadaan Pegawai Menurut Pangkat/Golongan .................. 5 Grafik 1.2. Keadaan Pegawai Menurut Tugas Jabatan ........................ 6 Grafik 1.3. Keadaan Pegawai Menurut Pendidikan ............................. 7 Grafik 1.4. Keadaan Pegawai Berdasarkan Usia ................................. 7 Grafik 1.5. Keadaan Pegawai Menurut Jabatan Fungsional ................ 8 Grafik 1.6. Anggaran UPT BIT-LIPI tahun 2012 dan 2013 .................. 9 Grafik 1.7. Sarana prasarana UPT BIT-LIPI tahun 2013 ..................... 9

  • LAKIP UPT BIT 2013 |ix

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1.1. Keadaan Pegawai Menurut Pangkat/Golongan ................... 5 Tabel 1.2. Keadaan Pegawai Menurut Tugas Jabatan ......................... 6 Tabel 1.3. Keadaan Pegawai Menurut Pendidikan ............................... 6 Tabel 1.4. Keadaan Pegawai Berdasarkan Usia ................................... 7 Tabel 1.5. Keadaan Pegawai Menurut Jabatan Fungsional ................. 8 Tabel 1.6. Anggaran UPT BIT-LIPI tahun 2012 dan 2013 .................... 8 Tabel 1.7. Sarana prasarana UPT BIT-LIPI tahun 2013 ....................... 9 Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahunan UPT BIT-LIPI Tahun 2013 ......... 24 Tabel 2.2. Rencana Kinerja Tahunan UPT BIT-LIPI Tahun 2013 Revisi 26 Tabel 2.3. Penetapan Kinerja UPT BIT-LIPI Tahun 2013 ..................... 31 Tabel 2.4. Penetapan Kinerja UPT BIT-LIPI Tahun 2013 Revisi .......... 33 Tabel 3.1. Target dan Capaian Terhadap Sasaran Melalui

    Pengukuran Kinerja UPT BIT-LIPI Tahun 2013 ................

    38 Tabel 3.2. Capaian Sasaran Strategis 1. ............................................. 40 Tabel 3.3. Capaian Sasaran Strategis 2. ............................................. 41 Tabel 3.4. Capaian Sasaran Strategis 3. ............................................. 43 Tabel 3.5. Capaian Sasaran Strategis 4. ............................................. 56 Tabel 3.6. Capaian Sasaran Strategis 5. ............................................. 57 Tabel 3.7. Capaian Sasaran Strategis 6. ............................................. 62 Tabel 3.8. Capaian Sasaran Strategis 7. ............................................. 63 Tabel 3.9. Capaian Sasaran Strategis 8. ............................................. 64 Tabel 3.10. Capaian Sasaran Strategis 9. ........................................... 65 Tabel 3.11. Evaluasi Capaian Renstra ................................................ 66 Tabel 3.12. Alokasi Pagu dan Realisasi Anggaran DIPA UPT BIT-LIPI

    per Kegiatan ...................................................................

    70 Tabel 3.13. Alokasi Pagu dan Realisasi Anggaran Non DIPA .............. 72

  • LAKIP UPT BIT 2013 |x

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1 STRUKTUR ORGANISASI UPT BALAI INFORMASI TEKNOLOGI LIPI

    Lampiran 2 RENCANA STRATEGIS LIPI TAHUN : 2010-2014

    Lampiran 3 PK UPT BALAI INFORMASI TEKNOLOGI LIPI

    Lampiran 4 FORMULIR RENCANA KINERJA TAHUNAN UPT BALAI INFORMASI TEKNOLOGI LIPI

    Lampiran 5 FORMULIR PENETAPAN KINERJA UPT BALAI INFORMASI TEKNOLOGI LIPI

    Lampiran 6 FORMULIR PENGUKURAN KINERJA UPT BALAI INFORMASI TEKNOLOGI LIPI

    Lampiran 7 FORMULIR PENGUKURAN REALISASI UPT BALAI INFORMASI TEKNOLOGI LIPI

  • LAKIP UPT BIT 2013 |1

    BAB I

    PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang latar belakang penyusunan LAKIP, kedudukan, tugas pokok dan fungsi UPT BIT-LIPI, susunan organisasi, serta kiprah UPT BIT-LIPI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan bangsa, serta sistematika penyajian. 1.1 Latar Belakang Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, selanjutnya disebut UPT BIT-LIPI merupakan institusi pemerintah yang berada dalam lingkup organisasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dikoordinir oleh Kedeputian Jasa Ilmiah (Jasil). Sebagai lembaga pemerintah, UPT BIT-LIPI turut serta mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). Konsep good governance mulai bergulir seirama dengan dimulainya era reformasi di Indonesia sekitar tahun 1998, dan Unesco sebagai badan PBB yang membidangi masalah pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaan memberikan gambaran bahwa good governance terkait erat dengan masyarakat umum, pelayanan publik, serta pembangunan berkelanjutan.

    Good governance is a concept that has come into regular use in political science, public administration and, more particularly, development management. It appears alongside such terms such as democracy, civil society, participation, human rights and sustainable development. In the last decade, it has been closely associated with the public sector reform. (Unesco:2005)

    Dalam tataran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), konsep good governance atau kepemerintahan yang baik direspon dengan menghadirkan beberapa aturan dan peraturan perundang-undangan, termasuk di antaranya adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Nomor: XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme serta Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 1999 tentang hal yang sama. Selain itu, juga Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) yang mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara Negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi serta peranannya dalam pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan. Selain itu, Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi juga menjadi landasan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik ini, UPT BIT-LIPI dalam koordinasi dengan LIPI berupaya untuk mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP) sehingga dapat mendorong terciptanya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di

  • LAKIP UPT BIT 2013 |2

    LIPI. Sistem AKIP pada dasarnya adalah sistem manajemen berorientasi pada hasil yang merupakan salah satu instrumen untuk mewujudkan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, transparan, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan. Dengan sistem AKIP ini, UPT BIT-LIPI telah menyusun Rencana Implementatif Tahun 20102014 yang merupakan turunan dari Rencana Koordinatif Jasil Tahun 20102014. Berdasarkan Rencana Implementatif ini, telah disusun pula Rencana Kerja Tahunan, Penetapan Kinerja serta Laporan Pertanggungjawaban Kinerja. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) merupakan implementasi dari Inpres No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Inpres ini mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah untuk membuat laporan yang berisi sistem pengukuran dari seluruh aktivitas kegiatan dan program yang telah dijalankannya. Pengukuran tersebut merupakan bentuk indikator kinerja keberhasilan bahkan kegagalan yang meliputi aspek-aspek input, output, proses, manfaat, dan dampak yang dapat terlihat secara nyata dalam satu tahun anggaran. Laporan AKIP (LAKIP) UPT BIT-LIPI Tahun 2013 ini dibuat dengan mengikuti format dan struktur yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010. Di dalam LAKIP UPT BIT-LIPI tahun 2013 ini disampaikan pencapaian kinerja UPT BIT-LIPI sepanjang tahun 2013, sebagai bentuk pertanggungjawaban instansi dalam melaksanakan programnya untuk turut mewujudkan misi dan tujuan LIPI yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis LIPI Tahun 20102014 serta untuk mencapai sasaran UPT BIT-LIPI yang telah ditetapkan dalam Rencana Implementatif Tahun 20102014. Tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi diperoleh dengan membandingkan Capaian Kinerja (performance results) 2013 dengan Perjanjian Kinerja (performance agreement) 2013. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini memungkinkan teridentifikasinya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Laporan ini merupakan pertanggungjawaban UPT BIT-LIPI sekaligus sebagai umpan balik untuk memicu perbaikan kinerja UPT BIT-LIPI di tahun-tahun berikutnya. Capaian kinerja yang merupakan indikator keberhasilan dari program dan kegiatan yang telah direncanakan, yang juga merupakan tanggung jawab kepada negara dan masyarakat akan optimalisasi dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan semua detail dari kegiatan yang telah dijalankan dituangkan dalam sebuah laporan yang transparan dan akuntabel ini. 1.2 Kedudukan, Tugas, dan Fungsi UPT BIT LIPI Diawali dari Perpustakaan Pusat Research Nasional - LIPI, kemudian karena berpindah tempat ke Lembaga Geologi dan Pertambangan Nasional LIPI namanya kemudian menjadi Perpustakaan LGPN dengan SK Ketua LIPI No. 31/KEP/D5/71. Perpustakaan ini berada di bawah koordinasi Komisi Perpustakaan yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil lembaga

  • LAKIP UPT BIT 2013 |3

    dalam lingkungan Pusat Riset Nasional dan Lembaga Geologi dan Pertambangan Nasional - LIPI. Kemudian pada tahun 1972 dengan Surat Keputusan Ketua LIPI No. 78/KEP/D.5/72, berubah menjadi Perpustakaan Sentral yang statusnya langsung di bawah direktur Pusat Research Nasional. Pada tahun 1980 dengan SK Deputi Ketua LIPI Bidang Teknologi No. 363/KEP/Y.1/1980, tugas pokok, keanggotaan dan tata kerja Komisi Perpustakaan ditetapkan kembali. Keberadaan Perpustakaan Sentral LIPI mengalami perubahan dengan Keputusan Presiden No. 1 tahun 1986, tentang LIPI. Dengan Keputusan Presiden tersebut reorganisasi LIPI dilakukan, dimana tata organisasi, tugas, dan fungsinya dilimpahkan berdasarkan Keputusan Ketua LIPI No. 23/Kep/D.5/87 tentang organisasi dan tata kerja LIPI. Dengan keputusan tersebut maka nama dan statusnya berubah lagi menjadi Bidang Jasa Informasi Teknologi PDII-LIPI, paralel dengan Bidang Penyebaran Informasi Ilmiah, Bidang Perpustakaan, Bidang Sarana Teknis Dokumentasi dan Informasi serta Bidang Pengembangan Informasi Ilmiah, kelima bidang ini berada langsung di bawah Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - LIPI. Walaupun Bidang Jasa Informasi Teknologi PDII-LIPI telah berulang kali berganti nama, berganti tempat, dan berganti induk, secara historis-organisatoris Bidang Jasa Informasi Teknologi PDII-LIPI didirikan dengan tujuan untuk mengembangkan layanan keluar berbagai informasi produk teknologi yang dihasilkan oleh Pusat-Pusat Penelitian bidang Ilmu Pengetahuan Teknik khususnya dan informasi teknologi lainnya, yang meliputi kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik, Bidang Jasa Ilmiah, selain tentunya masyarakat pengguna di sekitarnya. Perkembangan terakhir yaitu sejak tanggal 12 Juni 2002, dengan Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia nomor : 1026/M/2002, tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Informasi Teknologi, tidak lagi menjadi Bidang di lingkungan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI, walaupun tetap berada dibawah pembinaan dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah. Oleh karena itu, sejak tahun 2002 UPT Balai Informasi Teknologi-LIPI yang dulunya bernama Bidang Jasa Informasi Teknologi PDII-LIPI akan berusaha melakukan reposisi untuk selalu merespon akselerasi transformasi dunia informasi yang ada di tingkat lokal maupun tataran global.

    Tugas dan Fungsi Instansi Berdasarkan kebijakan yang telah dibuat dan disepakati bersama, UPT Balai Informasi Teknologi memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut : Tugas Balai Informasi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan, pelayanan informasi teknologi, dan kepustakaan bidang teknologi.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |4

    Fungsi Dalam rangka melaksanakan tugasnya, Balai Informasi Teknologi mempunyai fungsi : a. Penyiapan dan penyusunan program, pengadaan, pengolahan, dan

    pendayagunaan sumber-sumber informasi dengan menggunakan teknologi informasi

    b. Pengelolaan sarana dan pengembangan sistem informasi teknologi c. Pengkajian, pengolahan, dan pengemasan serta pengembangan

    pemanfaatan informasi teknologi d. Pelaksanaan kerjasama dan pemasyarakatan informasi teknologi e. Pelaksanaan urusan ketatausahaan. 1.3 Struktur Organisasi dan Sumber Daya Unit Pelaksana Teknis Balai Informasi Teknologi dipimpin oleh Seorang Kepala yang membawahi 1 sub bagian dan 3 seksi; yakni Sub Bagian Tata Usaha, Seksi Pendayagunaan Koleksi Informasi Teknologi (PKIT), Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Teknologi (PSIT), Seksi Pemasyarakatan dan Kerjasama (PKS). Disamping struktur tersebut ada juga Kelompok Jabatan Fungsional. Lebih Jelasnya mengenai struktur organisasi, dapat dilihat pada gambar beirkut ini : Gambar 1. Struktur Organisasi UPT BIT

    Kegiatan masing-masing Subbagian Tata Usaha dan Seksi, antara lain : 1. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata

    persuratan dan kearsipan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan rumah tangga.

    2. Seksi Pendayagunaan Koleksi Informasi Teknologi mempunyai tugas melakukan perencanaan untuk pengadaan, pengolahan, dan pendayagunaan sumber-sumber informasi teknologi.

    3. Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Teknologi mempunyai tugas melakukan perencanaan dan penyediaan sarana untuk pengolahan,

    KEPALA

    SubBagian Tata Usaha

    Seksi Pendayagunaan

    Koleksi Informasi Teknologi

    Seksi Pengelolaan

    Sistem Informasi Teknologi

    Seksi Pemasyarakatan dan Kerjasama

    Kelompok Jabatan Fungsional

  • LAKIP UPT BIT 2013 |5

    pengemasan, penyebarluasan informasi teknologi serta melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem informasi teknologi.

    4. Seksi Pemasyarakatan dan Kerja Sama mempunyai tugas untuk melakukan perencanaan, pengumpulan, penyediaan informasi pasar, melakukan promosi dan penjualan produk dan jasa serta melaksanakan kerja sama di bidang informasi teknologi.

    5. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Lima kelompok seperti yang tersebut di atas ditopang oleh pegawai berjumlah 39 orang dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lebih lanjut mengenai kedudukan masing-masing pegawai dapat terlihat secara detail pada tabel serta grafik 1.1. di bawah.

    Tabel 1.1. Keadaan Pegawai Menurut Pangkat/Golongan

    Pegawai Menurut Pangkat/Golongan Per 31 Desember 2013 39 Orang

    Pembina Tingkat I IV/b 1 orang Pembina IV/a 1 orang Penata Tk.I III/d 5 orang Penata III/c 9 orang Penata Muda Tk.I III/b 11 orang Penata Muda III/a 4 orang Pengatur II/c 4 orang Pengatur Muda Tk.I II/b 1 orang Pengatur Muda II/a 2 orang Juru Tk.I I/d 1 orang

    Representasi data pada tabel di atas dapat terlihat pada grafik berikut : Grafik 1.1. Keadaan Pegawai Menurut Pangkat/Golongan

    02468

    1012

    1 1

    5

    911

    4 4

    1 2 1

    Pegawai Menurut Pangkat/Golongan

  • LAKIP UPT BIT 2013 |6

    Setelah pembagian pegawai berdasarkan pangkat/golongan, berikutnya adalah pembagian pegawai berdasarkan tugas/pekerjaannya, dimana datanya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1.2. Keadaan Pegawai Menurut Tugas Jabatan

    Pegawai Menurut Tugas Jabatan per 31 desember 2013 46 oramg

    Struktural 5 orang Peneliti 2 orang* Pustakawan 7 orang Perencana 1 orang Pranata Humas 3 orang** Fungsional Umum 23 orang Pegawai Kontrak 7 orang

    * Peneliti = Rangkap Jabatan struktural 1 orang ** Pranata Humas = Rangkap jabatan struktural 1 orang Grafik 1.2. Keadaan Pegawai Menurut Tugas Jabatan

    Tabel dan grafik berikutnya memaparkan mengenai keadaan pegawai berdasarkan pendidikan. Tabel 1.3. Keadaan Pegawai Menurut Pendidikan

    Pegawai Menurut Pendidikan per 31 Desember 2013 39 orang

    Master (S2) 7 orang Sarjana (S1) 15 orang Sarjana Muda (S0) 1 orang SLTA 11 orang SLTP 4 orang SD 1 orang

    Struktural 5Peneliti 2

    Pustakawan7

    Perencana1

    Pranata Humas 3

    Fungsional Umum 23

    Pegawai Kontrak 7

    Pegawai Menurut Tugas Jabatan

    Struktural

    Peneliti

    Pustakawan

    Perencana

    Pranata Humas

    Fungsional Umum

    Pegawai Kontrak

  • LAKIP UPT BIT 2013 |7

    Grafik 1.3. Keadaan Pegawai Menurut Pendidikan

    Pegawai UPT BIT usianya cukup bervariasi. Untuk lebih detailnya dapat dilihat dari tabel dan grafik di bawah Tabel 1.4. Keadaan Pegawai Berdasarkan Usia

    Pegawai Berdasarkan Usia 39 orang

    20-29 tahun 3 orang 30-39 tahun 14 orang 40-49 tahun 10 orang 50-60 tahun 12 orang

    Grafik 1.4. Keadaan Pegawai Berdasarkan Usia

    0 5 10 15

    Master (S2)

    Sarjana (S1)

    Sarjana Muda (S0)

    SLTA

    SLTP

    SD

    7

    15

    1

    11

    4

    1

    Pegawai menurut pendidikan

    0

    2

    4

    6

    8

    10

    12

    14

    20-29 tahun 30-39 tahun 40-49 tahun 50-60 tahun

    3

    14

    10

    12

    Pegawai Berdasarkan Usia

  • LAKIP UPT BIT 2013 |8

    Pada tahun 2013, pegawai yang memiliki jabatan fungsional khusus ada 13 orang, dan pembagiannya terlihat pada tabel dan grafik berikut : Tabel 1.5. Keadaan Pegawai Menurut Jabatan Fungsional

    Pegawai Menurut Jabatan Fungsional per 31 Desember 2013 13 Orang

    Pustakawan Muda 2 orang Pustakawan Penyelia 5 orang Perencana Madya 1 orang Pranata Humas Pelaksana Lanjutan 1 orang Pranata Humas Pertama 2 orang Peneliti Muda 1 orang Peneliti Pertama 1 orang

    Grafik 1.5. Keadaan Pegawai Menurut Jabatan Fungsional

    Anggaran yang dimiliki UPT BIT-LIPI, khususnya anggaran DIPA dapat dilihat pada tabel 1.6. dibawah ini. Tabel 1.6. Anggaran UPT BIT-LIPI tahun 2012 dan 2013

    DIPA UPT BIT LIPI 2012 Jumlah (Rp.)

    Belanja Pegawai 2.285.870.000 Belanja Barang 1.666.251.000 Belanja Modal 524.270.000

    DIPA UPT BIT LIPI 2013 Jumlah (Rp.)

    Belanja Pegawai 2.061.265.000 Belanja Barang 1.539.762.000 Belanja Modal 736.789.000

    Pustakawan Muda 2

    Pustakawan Penyelia 5

    Perencana Madya 1

    Pranata Humas

    Pelaksana Lanjutan 1

    Pranata Humas Pertama

    2

    Peneliti Muda 1

    Peneliti Pertama 1

    Pegawai Menurut Jabatan Fungsional

  • LAKIP UPT BIT 2013 |9

    Grafik 1.6. Anggaran UPT BIT-LIPI tahun 2012 dan 2013

    Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, UPT BIT-LIPI didukung tidak hanya oleh SDM dan anggaran saja, tetapi juga dilengkapi dengan sarana prasarana. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1.7. dibawah ini. Tabel 1.7. Sarana prasarana UPT BIT-LIPI tahun 2013

    Sarana prasarana UPT BIT-LIPI tahun 2013 Jumlah

    Camera Video 6 Unit CPU (Workstation) 2 Unit Duplicator DVD 1 Unit Personal Komputer 72 Unit Notebook 13 Unit

    Grafik 1.7. Sarana prasarana UPT BIT-LIPI tahun 2013

    Belanja Pegawai

    2012

    Belanja Barang 2012

    Belanja Modal 2012

    Belanja Pegawai

    2013

    Belanja Barang 2013

    Belanja Modal 2013

    2,285,870,000 1,666,251,00

    0

    524,270,000

    2,061,265,000 1,539,762,00

    0736,789,000

    DIPA UPT BIT - LIPI Tahun 2012 dan 2013

    01020304050607080

    6 2 1

    72

    13

    Sarana prasarana UPT BIT-LIPI tahun 2013

  • LAKIP UPT BIT 2013 |10

    Dilihat dari data tabel 1.7. dan grafik 1.7.diatas, sesumguhnya hanya menampilkan beberapa sarana dan prasarana yang dimiliki UPT BIT-LIPI. Ini merupakan beberapa sarana dan prasarana yang mendukung kompetensi khususnya bidang multimedia, dan kepustakaan. Dari jumlah pegawai UPT BIT-LIPI dibandingkan dengan jumlah personal komputer dan notebook, sesungguhnya terdapat perbedaan jumlah yang signifikan. Sesunguhnya ini terjadi karena UPT BIT-LIPI memiliki layanan perpustakaan, dan di perpustakaan ini disediakan sembilan personal komputer dan internet gratis bagi pengunjung. Selain itu, UPT BIT-LIPI juga memiliki lab. Komputer yang digunakan sebagai pendukung layanan pelatihan yang dilakukan oleh seksi pemasyarakatan dan kerjasama. Dilain kesempatan lab. Komputer ini digunakan sebagai sarana untuk peningkatan kemampuan SDM atau inhouse trainning. Di seksi pengelolaan sistem informasi teknologi juga terdapat aktifitas pengelolaan server, dimana dalam ruangan server tersebut terdapat lebih dari satu personal komputer. Selain di ruang server, terdapat juga ruang editing multimedia yang memiliki komputer-komputer spesifikasi khusus multimedia dengan jumlah personal komputer lebih dari satu. Dibagian tata usaha juga menyediakan beberapa notebook bagi pegawai yang melakukan kegiatan pengembangan SDM diluar UPT BIT-LIPI atau melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta melaksanakan kegiatan sosialisasi berkaitan dengan BMN dan keuangan. 1.4 Sistematika dan Ruang Lingkup Laporan Struktur serta sistematika Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) kali ini sedikit mengalami perubahan. Bila sebelumnya penyusunan serta penyajian LAKIP berdasarkan pada Pedoman Penyusunan yang dibuat oleh Inspektorat LIPI maka mulai tahun 2013 sejalan dengan bergulirnya Renstra LIPI 20102014 penyajian LAKIP bersumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Adapun struktur LAKIP secara sistematis terlihat komponen-komponen berikut. KATA PENGANTAR. Bagian ini, memuat dasar hukum kewajiban

    pembuatan LAKIP, menguraikan tentang apa yang sedang dikerjakan oleh Organisasi (Eselon II atau Eselon I) LIPI dan pengantar terhadap keseluruhan isi laporan. Jika diperlukan dapat mengungkapkan harapan untuk perbaikan di masa mendatang.

    RINGKASAN EKSEKUTIF. Pada bagian ini disajikan mengenai tujuan dan

    sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, serta sejauhmana usaha-usaha yang telah dilakukan oleh UPT BIT-LIPI, dalam mencapai tujuan dan sasaran. Beberapa capaian kinerja penting dari indikator kinerja utama yang dapat menggambarkan kinerja UPT BIT-LIPI secara keseluruhan. Menyajikan pula kendala-kendala yang terjadi selama pelaksanaan dalam kurun waktu 1 tahun. Menguraikan pula langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dan langkah-langkah antisipasi dalam mengatasi kendala-kendala yang mungkin terjadi di tahun yang akan datang.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |11

    BAB I PENDAHULUAN. Bagian ini menjelaskan tentang hal yang bersifat umum seperti latar belakang penyusunan LAKIP, kedudukan, tugas pokok dan fungsi UPT BIT-LIPI, susunan organisasi, serta kiprah UPT BIT-LIPI dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan bangsa, serta sistematika penyajian.

    BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA. Bagian ini

    menjelaskan tentang rencana strategis tahun 2010-2014 yang berisi visi, misi, kebijakan, tujuan dan sasaran, program dan kegiatan, strategis, rencana kinerja tahunan 2013 dan penetapan kinerja UPT BIT-LIPI tahun 2013

    BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 2013. Dalam bab ini dilaporkan

    akuntabilitas kinerja meliputi hasil pengukuran capaian indikator kinerja UPT BIT-LIPI, hasil analisa pencapaian tujuan dan sasaran UPT BIT-LIPI, serta akuntabilitas keuangan UPT BIT-LIPI tahun anggaran 2013. Kinerja tersebut diukur dengan membandingkan antara target Rencana Kinerja Tahun 2013 dan Penetapan Kinerja Tahun 2013 dengan realisasi capaian.

    BAB IV PENUTUP. Menyimpulkan isi Laporan Akuntabilitas Kinerja tahun

    2013 dan rekomendasi bagi perbaikan kinerja di masa datang.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |12

    BAB II

    PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA Bagian ini menjelaskan tentang rencana strategis tahun 2010-2014 yang berisi visi, misi, kebijakan, tujuan dan sasaran, program dan kegiatan, strategis, rencana kinerja tahunan 2013 dan penetapan kinerja organisasi (Eselon I, Eselon II, UPT) LIPI tahun 2013 2.1 Umum Sebagai salah satu lembaga riset di Indonesia sesuai dengan tugas dan fungsinya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan, pelayanan jasa dan pembinaan perkembangan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang efisien, efektif, dan berkualitas. Hasil-hasil penelitian yang terhimpun sejalan dengan perjalanan sejarah LIPI sebagai institusi penyelenggara penelitian di Indonesia dapat ditingkatkan kemanfaatan dan nilai tambahnya melalui berbagi dengan para pemangku kepentingan dan pengguna akhir. Berbagi dalam hal ini dapat dilaksanakan dalam bentuk diseminasi, alih pengeta-huan dan keterampilan kepada masyarakat, termasuk di dalamnya untuk keperluan pemberdayaan melalui pengembangan usaha. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan utama yang saling terkait, yaitu (1) pengalihan iptek dari pusat riset menuju pengguna akhir dan (2) penumbuhan dan penguatan sadar iptek serta pengalihan teknologi berkaitan dengan lebarnya celah waktu antara pemahaman dan penerapan. Untuk memenuhi kebutuhan di atas perlu dilakukan upaya penyediaan layanan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat yang dibangun sesuai dengan kebutuhan yang terus berkembang, kemudahan mengaksesnya dan ketersediaan sistem layanan yang efektif. Mengembangkan kapasitas adopsi inovasi untuk membangun masyarakat berbasis pengetahuan dipandang sebagai langkah yang strategis untuk mencapai maksud tersebut. UPT BIT-LIPI sebagai salah satu ujung tombak layanan LIPI kepada masyarakat, perlu terus menyempurnakan perilaku organisasi dan kinerja agar mampu selalu tampil sebagai perintis layanan inovatif ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan tujuan turut berperan dalam mendukung terwujudnya masyarakat berbasis pengetahuan khususnya bidang iptek, UPT BIT-LIPI menetapkan sasaran menjadi sentra informasi ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis multimedia yang secara berkelanjutan terus melakukan upaya pengembangan kompetensi intinya dalam bidang informasi dan komunikasi, kepustakaan, dan multimedia. Pengukuran dan evaluasi kinerja UPT BIT-LIPI dalam melaksanakan kegiatannya pada tahun 2013 dilakukan dengan memperhatikan dan memahami Rencana Strategis LIPI, Rencana Koordinatif Kedeputian Jasil, Rencana Implementatif UPT BIT-LIPI periode tahun 20102014 dan Rencana Penetapan Kinerja tahun 2013. Penetapan program dan kegiatan UPT BIT-LIPI memperhatikan dan berorientasi pada sasaran dan arah pembangunan

  • LAKIP UPT BIT 2013 |13

    iptek yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.

    2.2 Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan ditujukan untuk mendukung pembangunan ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan nilai tambah seluruh sumber daya untuk meningkatkan daya saing bangsa agar bangsa Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraannya secara berkelanjutan. Berkenaan dengan hal di atas, LIPI mengambil prakarsa dengan lebih proaktif dalam menstimulasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan pemanfaatan dan pendayagunaan alam untuk kepentingan pembangunan bangsa. Berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, LIPI menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan, pelayanan jasa dan pembinaan perkembangan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang efisien, efektif, dan berkualitas untuk dapat menjawab permasalahan-permasalahan pembangunan. Untuk memenuhi berbagai hal tersebut, LIPI menyusun Rencana Strategis 20102014, yang berisi rencana program penelitian dan pengembangan, rencana penguatan SDM, sarana dan prasarana, rencana kebijakan anggaran serta kebijakan investasi strategis. Rencana-rencana tersebut disusun dengan memperhatikan keterkaitannya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 20102014 dan juga kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional serta Visi dan Misi dan tujuan strategis LIPI dan juga kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional. Visi Dalam Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 20102014, dinyatakan bahwa Visi RPJMN 20102014 adalah Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan. Di tengah perubahan dunia yang sangat dinamis, LIPI yang merupakan salah satu garda depan dalam mendorong agar visi pembangunan nasional dapat tercapai melalui landasan keilmuan yang mendasar, mencanangkan Visi :

    Menjadi lembaga ilmu pengetahuan berkelas dunia yang mendorong terwujudnya kehidupan bangsa yang adil, makmur, cerdas, kreatif, integratif, dan dinamis yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang humanis.

    Dalam upaya mencapai visi jangka panjang tersebut, dan sejalan dengan Visi Pembangunan 20102014, LIPI menetapkan Visi (target capaian) tahun 2014, sebagai berikut :

  • LAKIP UPT BIT 2013 |14

    Menjadi lembaga ilmu pengetahuan yang berada dalam peringkat kelompok terbaik dunia dalam menghasilkan iptek guna meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat daya saing perekonomian nasional.

    Misi Untuk mencapai visi tersebut, dan dengan memperhatikan Misi Pembangunan Nasional 20102014 maka LIPI menetapkan 5 (lima) misi yang akan dilaksanakan di masa mendatang, yaitu : 1) Menciptakan "great science" (ilmu pengetahuan berdampak penting)

    dan invensi yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian nasional;

    2) Mendorong peningkatan pemanfaatan pengetahuan dalam proses penciptaan good governance dalam rangka memantapkan NKRI;

    3) Turut serta dalam proses pencerahan kehidupan masyarakat dan kebudayaan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kaidah etika keilmuan;

    4) Memperkuat peran Indonesia (yang didukung ilmu pengetahuan) dalam pergaulan internasional;

    5) Memperkuat infrastruktur kelembagaan (penguatan manajemen dan sistem).

    Tujuan dan Sasaran Strategis Tujuan dan sasaran pada masing-masing misi adalah sebagai berikut :

    1) Menciptakan great science (ilmu pengetahuan berdampak

    penting) dan invensi yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Tujuan : a) Memperkuat kompetensi inti (melalui penelitian dan

    pengembangan) untuk menciptakan dan menemukan pengetahuan baru yang berdampak luas.

    b) Meningkatkan nilai invensi (penciptaan) dan penemuan yang diintegrasikan dengan faktor-faktor yang mendukung terjadinya inovasi bernilai ekonomi.

    Sasaran : a) Meningkatnya kualitas pengetahuan para peneliti yang diukur

    dari peningkatan pendidikan dan jenjang pada jabatan fungsional.

    b) Meningkatnya hasil dan kapasitas penelitian yang diukur dari peningkatan jumlah publikasi dan HKI.

    c) Terungkapnya potensi kekayaan alam dan budaya Indonesia yang diukur dari jumlah catatan (record) dan spesies baru.

    d) Meningkatnya kreativitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis yang diukur dari jumlah hasil yang dipakai.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |15

    e) Memperkuat jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi yang diukur dari jumlah kerja sama.

    2) Mendorong peningkatan pemanfaatan pengetahuan dalam proses

    penciptaan good governance dalam rangka memantapkan NKRI. Tujuan : Mendorong terciptanya kebijakan strategis dalam upaya penegakan good governance. Sasaran: a) Tersedianya timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab

    isu nasional, yang diukur dari jumlah saran kebijakan dan timbangan ilmiah dari LIPI.

    b) Mendorong agar hasil kajian kebijakan LIPI dipakai sebagai rujukan, yang diukur dari jumlah hasil kajian kebijakan yang dipakai.

    3) Turut serta dalam proses pencerahan kehidupan masyarakat dan

    kebudayaan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kaidah etika keilmuan. Tujuan: Turut meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam berperilaku rasional (ilmiah) dan humanis melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pengetahuan. Sasaran: a) Meningkatnya akses terhadap pengetahuan yang diukur dari

    frekuensi interaksi dan jumlah keikutsertaan dalam aktivitas ilmiah nasional, regional, dan internasional.

    b) Meningkatnya perilaku rasional dalam masyarakat, yang diukur dari jumlah kegiatan dan peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI.

    4) Memperkuat peran Indonesia (yang didukung ilmu pengetahuan)

    dalam pergaulan internasional. Tujuan: a) Turut memperjuangkan kepentingan nasional dan posisi tawar

    Indonesia di dunia internasional. b) Meningkatkan kontribusi dan keterlibatan ilmiah Indonesia pada

    aras internasional. Sasaran: Meningkatnya peran LIPI dalam pergaulan dunia internasional, yang diukur dari jumlah keikutsertaan dalam organisasi dan berbagai pertemuan ilmiah regional dan internasional.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |16

    5) Memperkuat infrastruktur dan sistem kelembagaan. Tujuan: a) Meningkatkan, memelihara, dan memanfaatkan sarana atau

    prasarana penelitian, infrastruktur dan standar ilmiah, dokumentasi dan pemanfaatan informasi ilmiah.

    b) Memantapkan sistem manajemen kelembagaan. Sasaran: a) Tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi

    kebutuhan, yang diukur dari jumlah sarana dan prasarana penelitian yang baik, yang dipakai untuk kegiatan.

    b) Terwujudnya Tata Kelola Organisasi yang Baik (Good Corporate Governance) yang dapat diukur dengan terlaksananya perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan yang berkualitas dan akuntabel serta peningkatan status pengelolaan administrasi keuangan dan inventaris LIPI yang tertib dan taat asas sehingga tercapai penilaian Wajar Tanpa Pengecualian.

    c) Terbinanya SDM yang diukur dari terpenuhinya kebutuhan kompetensi satuan kerja.

    Tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan di atas akan diimplementasikan dalam berbagai kegiatan yang dikoordinasikan oleh Kedeputian Jasil dalam berbagai kegiatan sebagai berikut : 1) Melaksanakan penelitian di bidang MSTQ (Measurement, Standar,

    Testing and Quality), Dokumentasi dan informasi ilmiah, Manajemen teknologi dan inovasi.

    2) Memberikan pelayanan internal LIPI dalam hal: a) Pengelolaan dokumentasi dan informasi ilmiah. b) Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa asistensi

    dalam hal identifikasi dan perlindungan dokumen HKI. c) Pengelolaan komersialisasi hasil penelitian LIPI melalui program

    Inkubasi Teknologi dalam usaha melahirkan unit usaha berbasis teknologi.

    d) Pembinaan manajemen mutu satuan kerja penelitian/non penelitian.

    e) Pemanfaatan fasilitas laboratorium pengujian. f) Fasilitas kalibrasi peralatan laboratorium.

    3) Memberikan jasa ke eksternal LIPI dalam hal: a) Informasi dan kerjasama penelitian. b) Bimbingan teknis, konsultasi dan pelatihan. c) Ketertelusuran pengukuran ke sistem internasional satuan

    ukuran. d) Kalibrasi, sertifikasi dan pengujian. e) Rekayasa instrumentasi. f) Perpustakaan dan dokumentasi. g) Konsultasi HKI dan pengelolaan bisnis.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |17

    2.3 Kebijakan Dalam melaksanakan kegiatan sebagai upaya mencapai tujuannya, UPT BIT-LIPI mengacu pada tiga tanggung jawab yang telah dirumuskan dalam Renstra LIPI 2010-2014, yaitu : 1) Tanggung jawab kepada dunia ilmu pengetahuan, 2) Tanggung jawab kepada masyarakat, 3) Tanggung jawab kepada pihak yang berkepentingan. Tanggung jawab yang diemban UPT BIT-LIPI dalam melaksanankan tugas pokok dan fungsinya berdasar pada premis dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu : 1) Ilmu pengetahuan bersifat netral dan mengandung nilai-nilai yang

    universal. 2) Teknologi sebagai penerapan dari ilmu pengetahuan berciri

    keberpihakan yang bergantung pada kepentingan yang dibebankan padanya. Sejarah membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi wahana bagi pemenuhan kepentingan ekonomi, politik, eksistensi suatu bangsa, termasuk isu-isu global mutakhir (HAM, demokratisasi, lingkungan dan sebagainya).

    3) Ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai ciri untuk selalu memperbaharui dirinya. Sifatnya yang selalu memperbaharui diri, menghendaki adanya kondisi yang memungkinkan tumbuh berkembangnya iptek secara nasional dan penempatan perannya sebagi unsur pembaharu yang mampu melahirkan karya-karya baru yang dapat memperkuat daya saing bangsa.

    4) Kebebasan ilmiah, kebebasan penelitian, dan kebebasan mimbar dalam rangka penguasaan, penerapan, dan pengembangan iptek dijamin melalui lembaga iptek yang independen.

    5) Ilmuwan mempunyai posisi ganda (sebagai pelaku yang mencari kebenaran dan mengemban tanggung jawab sosial dalam pembangunan nasional), berpikir dan bertindak obyektif serta menjunjung tinggi kebenaran

    Segenap jajaran LIPI bersepakat dengan deklarasi para ilmuwan dunia yang dinyatakan dalam World Conference on Science di Budapest pada bulan Juli 1999 mengamanatkan bahwa : 1) Bangsa-bangsa dan ilmuwan dunia mengaui pentingnya penggunaan

    pengetahuan dari berbagai cabang ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia.

    2) Ilmu pengetahuan harus melayani kemanusiaan secara keseluruhan, dan memberikan sumbangsih bagi: pertama, upaya pemahaman yang lebih mendalam setiap orang tentang alam dan masyarakat; kedua, kualitas hidup yang lebih baik; ketiga, lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang.

    Landasan etika yang paling hakiki guna menjamin kemajuan iptek yang dapat memberikan hasil yang baik dan terandalkan adalah kejujuran para ilmuwan.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |18

    2.4 Strategi Dalam menjalankan visi dan misi serta upaya mencapai tujuan dan sasaran LIPI yang telah diuraikan di atas, UPT BIT-LIPI dalam hal ini menempatkan diri menjadi bagian dari Penggerak Pengetahuan (New Knowledge Powerhouse). UPT BIT-LIPI mengutamakan pengembangan sistem-sistem pengelolaan keluaran dari kegiatan-kegiatan penelitian LIPI agar berdampak empiris dalam meningkatkan manfaat keluaran penelitian tersebut bagi masyarakat. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, UPT BIT-LIPI telah menetapkan strategi pencapaian sasaran yang diturunkan dari strategi pencapaian sasaran yang ditetapkan dalam Renstra LIPI 2010-2014 yang berdasar pada kebijakan iptek nasional. Strategi pembangunan iptek nasional dilaksanakan melalui dua prioritas pembangunan, yaitu : 1) Penguatan Sistem Inovasi Nasional (SIN) yang berfungsi sebagai

    wahana pembangunan iptek menuju visi pembangunan iptek dalam jangka panjang. SIN Indonesia diatur melalui Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnasiptek). Undang-undang ini memberikan landasan hukum bagi pengaturan pola hubungan yang saling memperkuat antara unsur penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan iptek dalam satu keseluruhan yang utuh untuk mencapai tujuan. Unsur yang dimaksud dalam SIN terdiri atas unsur kelembagaan, unsur sumber daya, dan unsur jaringan iptek. Untuk mewujudkan sasaran prioritas penguatan SIN tersebut, UPT BIT-LIPI akan berperan dalam kegiatan pembangunan dengan dua fokus keluaran-keluaran, yaitu : a) Terbangunnya pusat-pusat pengetahuan dan teknologi tematis

    dalam tingkat nasional dan regional sebagai bagian dari dan terintegrasi dengan teknopolis Indonesia yang melibatkan cluster pengetahuan tertentu, pengembangan kawasan, dan pelayanan jasa.

    b) Terbangunnya pusat-pusat intermediasi yang menghubungkan antara lembaga litbang dan industri/masyarakat pengguna;

    2) Peningkatan Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek (P3

    Iptek) yang dilaksanakan sesuai dengan arah yang digariskan dalam RPJPN 20052025. Dari delapan fokus program prioritas pembangunan Iptek yang telah diadopsi oleh LIPI, UPT BIT-LIPI mengadopsi fokus bidang Informatika dan komunikasi yang mencakup kegiatan litbang dalam bidang informasi dan komunikasi, elektronika dan telekomunikasi serta informatika. Strategi yang dilakukan oleh UPT BIT-LIPI dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :

  • LAKIP UPT BIT 2013 |19

    1) Penguatan kompetensi inti (competence building) di bidang informasi dan komunikasi, kepustakaan dan multimedia yang diharapkan mampu menjawab dengan cepat tantangan perubahan yang cepat dan kompleks.

    2) Penyusunan topik kegiatan dalam melaksanakan program teknis P3 Iptek dengan mengedepankan pendekatan inter dan multidisipliner, dan berorientasi pada isu-isu sentral, baik yang berskala nasional maupun internasional

    3) Penguatan sinergi berbagai kemampuan yang dimiliki sehingga kegiatan UPT BIT-LIPI yang berfokus pada pengelolaan dan pelayanan informasi iptek yang diharapkan mampu memberikan hasil yang besar dampaknya bagi pemangku kepentingan, signifikan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nyata bagi masyarakat.

    4) Pemanfaatan berbagai sumber daya dari dalam dan luar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM UPT BIT-LIPI dengan jalan: a) membuka kesempatan dan memberikan dorongan bagi SDM UPT BIT-LIPI untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya, b) memberikan insentif yang sesuai dengan beban kerja dan prestasi SDM, c) mendorong SDM UPT BIT-LIPI untuk berintaraksi dan berintegrasi dengan masyarakat ilmiah tingkat nasional maupun internasional

    5) Pemanfaatan sumber daya secara optimal dalam pelaksanaan kegiatan melalui penguatan koordinasi lintas unit.

    6) Pengembangan jaringan kerjasama informasi teknologi dengan berbagai pihak di dalam maupun luar negeri.

    7) Pemanfaatan berbagai peluang sumber dana keuangan dalam rangka meningkatkan anggaran kegiatan UPT BIT-LIPI.

    8) Penyempurnaan mekanisme dan sistem kerja yang ada untuk memperkuat sistem administrasi.

    9) Peningkatan kualitas dan kapasitas sarana serta prasarana yang mendukung kegiatan UPT BIT-LIPI agar menghasilkan keluaran-keluaran yang memenuhi standar kebutuhan pemangku kepentingan dan masyarakat.

    10) Peningkatan keunggulan bersaing keluaran-keluaran dari kegiatan UPT BIT-LIPI.

    11) Peningkatan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna akhir keluaran-keluaran kegiatan UPT BIT-LIPI.

    LIPI telah mencanangkan tiga pilar kebijakan dengan memperhatikan kekuatan unsur-unsur yang dimiliki demi terwujudnya sasaran organisasi yang telah ditetapkan. Secara garis besar tiga pilar kebijakan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Kebijakan penelitian dan pengembangan sebagai respons untuk

    pengembangan ilmu dan kebijakan nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi; serta upaya meningkatkan citra bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat regional dan internasional.

    2) Kebijakan pembinaan dan pengembangan kelembagaan yang merupakan respons terhadap tuntutan kompetensi inti.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |20

    3) Kebijakan peningkatan pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi secara inovatif yang dapat memobilisasi berbagai sumber daya yang ada di LIPI, kalangan dunia usaha, dan pemerintah pada umumnya.

    Ketiga pilar kebijakan di atas merupakan dasar untuk kebijakan khusus seperti kebijakan SDM, kebijakan Anggaran, kebijakan Program, kebijakan Monitoring dan Evaluasi, dan kebijakan Kerjasama. 1) SDM Kebijakan SDM UPT BIT-LIPI mempertimbangkan komposisi SDM menurut jenjang pendidikan dan jenjang jabatan fungsional teknis yang belum mencapai kondisi ideal. UPT BIT-LIPI akan memprioritaskan upaya peningkatan kompetensi SDM dengan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak penyelenggara program pendidikan dan pelatihan dengan mengikutsertakan SDM UPT BIT-LIPI dalam program tersebut. Selain itu UPT BIT-LIPI secara berkelanjutan memperbaiki pola rekruitmen, pola pengembangan SDM dan pemanfaatan tenaga luar sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang ada. Ketersediaan infrastruktur dan sarana yang dikondisikan mengikuti perkembangan dan perubahan teknologi, menuntut SDM UPT BIT-LIPI untuk menyesuaikan kemampuan penguasaan pemanfaatan infrastruktur dan sarana yang ada. Peningkatan kemampuan SDM ini dilakukan melalui pelatihan yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. 2) Anggaran Kebijakan anggaran UPT BIT-LIPI menganut prinsip perencanaan sumber pembiayaan yang berasal dari pemerintah dan kerjasama. UPT BIT-LIPI mengantisipasi ketersediaan anggaran belanja dari APBN yang semakin terbatas dengan upaya mencari sumber anggaran lain melalui kerjasama dengan pihak-pihak lain. Upaya untuk mendapatkan penerimaan dari kerjasama melalui mekanisme PNBP perlu ditingkatkan untuk mendukung kegiatan UPT BIT-LIPI. Sumber anggaran yang berasal dari DIPA ditetapkan sebagai investasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang hasilnya dapat diukur melalui indikator-indikator kinerja. Disamping itu, anggaran DIPA yang terdiri dari komponen mengikat dan komponen tidak mengikat, akan terus diupayakan agar anggaran mengikat dapat mencukupi kebutuhan dan anggaran tidak mengikat dapat ditingkatkan. UPT BIT-LIPI akan merencanakan mengalokasikan anggaran untuk memperkuat fasilitas dan prasarana antara lain untuk pemutakhiran peralatan multimedia dan teknologi informasi yang mendukung kegiatan UPT BIT-LIPI. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kemudahan dan keterkinian dalam mengakses informasi ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempercepat pemanfaatan hasil-hasil penelitian LIPI oleh masyarakat. 3) Monitoring dan Evaluasi Untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan keseluruhan kegiatan, UPT BIT-LIPI membentuk TIM PME internal. TIM PME bertugas membantu

  • LAKIP UPT BIT 2013 |21

    pelaksana kegiatan untuk merencanakan kegiatan, melakukan pemantauan secara berkala pelaksanaan kegiatan dan mengevaluasi keluaran dan hasil dari kegiatan. Dokumen yang menjadi dasar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ini antara lain: Rencana Kegiatan atau Proposal, Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Penetapan Kinerja (PK), dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK). Hasil monev akan menentukan kelanjutan pengalokasian anggaran dari suatu kegiatan untuk tahun berikutnya. Anggota TIM PME dan mekanisme pelaksanaannya ditetapkan oleh Kepala UPT BIT-LIPI. Tim PME bertanggung jawab kepada Kepala UPT BIT-LIPI dan berkoordinasi dengan Tim PME Kedeputian Jasil untuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi di tingkat Kedeputian. Instrumen pelaksanaan kegiatan monev dibuat dan disepakati bersama untuk mengukur kemajuan pelaksanaan kegiatan. Hasil analisis dan sintetis dari kegiatan monev ini menunjukkan arah dan sinergi berbagai kegiatan serta mengidentifikasi permasalahan yang terjadi. 4) Kerja Sama Kerjasama dengan berbagai pihak terus dikembangkan oleh UPT BIT-LIPI untuk mendukung peningkatan citra LIPI di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguatan jaringan kerjasama terus ditingkatkan dalam bidang informasi teknologi untuk peningkatan kemampuan, pertukaran informasi dan pencarian peluang sumber pendanaan kegiatan dalam rangka membangun kompetensi inti UPT BIT-LIPI. UPT BIT-LIPI mendorong kerjasama saling menguntungkan dengan pelaku iptek dan pengguna iptek agar sinergi yang dibentuk dapat memperkuat peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan daya saing bangsa. Berbagai kerja sama yang telah dibina, antara lain dengan perpustakaan, perguruan tinggi, institusi pemerintah dan dunia usaha terus diperkuat dan dikembangkan agar pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan pembangunan bangsa dapat dirasakan oleh masyarakat. 2.5 Program dan Kegiatan UPT BIT-LIPI mendukung Program LIPI yang disusun dengan memperhatikan arahan, strategi nasional, pengalaman yang telah dilalui dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang didukung oleh keberagaman keilmuan serta kompetensi dan kapasitas yang dimiliki. Pada periode tahun 2010-2014, LIPI mendukung empat dari sebelas bidang prioritas nasional, sebagai berikut : 1) Ketahanan Pangan 2) Energi 3) Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana 4) Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi Berdasarkan arahan Bappenas pada tahun 2009, melalui restrukturisasi program dan kegiatan, LIPI harus mempunyai dua Program Dasar dan satu Program Teknis, yang penjabarannya adalah sebagai berikut :

  • LAKIP UPT BIT 2013 |22

    A. Program Dasar, terdiri dari : 1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis

    LIPI lainnya. Program ini diturunkan menjadi tiga subprogram yang mencakup : i. Subprogram Pendidikan dan Pelatihan Aparatur LIPI. ii. Subprogram Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas

    Aparatur LIPI iii. Subprogram Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

    LIPI 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur LIPI.

    B. Program Teknis yaitu Program Penelitian, Penguasaan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terdiri dari : 1. Kelompok Penelitian Lanjut (Advance Research) 2. Kelompok Penelitian Dasar (Basic Research) 3. Kelompok Penelitian Divisional Cutting Edge 4. Kelompok Penelitian Interdisiplin (Interdisciplinary Science

    Research) 5. Kelompok Program Tematik

    Kedua program di atas diarahkan untuk mendukung pencapaian Prioritas Pembangunan Iptek dalam RPJMN 2010-2014, yang terdiri dari : 1. Penguatan Sistem Inovasi Nasional

    a. Penataan Kelembagaan Iptek, terdiri dari kegiatan: i) Perencanaan, Penganggaran, Verifikasi, dan Perbendaharaan, ii) Penataan, Pengembangan Organisasi dan SDM termasuk Reformasi Birokrasi, iii) Pengawasan Akuntabilitas Aparatur Negara

    b. Penguatan Sumber Daya Iptek, terdiri dari kegiatan: i) Penataan Pengembangan Organisasi dan SDM, ii) Pembinaan, pengembangan, pendidikan, dan pelatihan peneliti, iii) Penatausahaan, pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana, iv) Pembangunan pusat penelitian maju dan interdisipliner bertaraf internasional, v) Pembangunan sarana dan prasarana laboratorium

    c. Penguatan Jaringan Iptek, terdiri dari kegiatan : i) Pengembangan jaringan kerja sama penelitian dan pemasyarakatan Iptek, ii) Pembangunan Teknopolis, iii) Pengembangan dan penerapan Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian, iv) Pengembangan Kalibrasi, Instrumentasi dan Pengukuran Ilmiah (KIPI) yang mendukung daya saing industri dan perekonomian nasional, v) Pelaksanaan litbang dan aplikasi teknologi hasil litbang serta penerapan aplikasi berkandungan iptek dan bernilai tambah tinggi di daerah, vi) Pengembangan Indonesian Knowledge Ring (Indo K-Ring), vii) Pengembangan pusat keunggulan manajemen pengetahuan inovatif dan penguatan masyarakat berbasis pengetahuan (Green Jakarta Knowledge Management Center atau Green JKMC)

    2. Prioritas Pembangunan Iptek-2 : Peningkatan Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (P3-Iptek). Dalam program ini, LIPI menetapkan untuk melaksanakan 8 dari 10 Prioritas Pembangunan Iptek-2, yaitu : i. Biologi Molekuler dan Bioteknologi

  • LAKIP UPT BIT 2013 |23

    ii. Ilmu Pengetahuan Alam iii. Energi Baru dan Terbarukan iv. Material Industri dan Material Maju v. Litbang Ilmu-ilmu Perekayasa vi. Informasi dan Komunikasi vii. Ilmu Kebumian dan Perubahan Iklim viii. Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan

    UPT BIT-LIPI mengambil peran dalam program Green JKMC yang mempunyai sasaran program, yaitu: terwujudnya sirkulasi pengetahuan dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan kawasan inovatif, cluster-cluster pengetahuan dan peningkatan pelayanan jasa pengetahuan (bibliotainment). Termasuk di dalamnya pengembangan e-knowledge, berupa pengembangan sistem pengelolaan dokumentasi dan informasi ilmiah berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Program Penguatan Kapasitas dan Adopsi Inovasi menjadi landasan perencanaan kegiatan Kedeputian Jasa Ilmiah dalam melaksanakan perannya untuk mendukung program LIPI Tahun 20102014. Program tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Pengembangan Inovasi 2. Pengembangan Sistem Dokumentasi dan Informasi Ilmiah 3. Penelitian dan Penguatan Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian 4. Penelitian dan Pengembangan Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi 5. Pengembangan Instrumentasi 6. Pengembangan Informasi Teknologi 7. Pengembangan Penerbitan Ilmiah Dari kegiatan Kedeputian Jasil diatas, UPT BIT-LIPI melakukan kegiatan Pengembangan Informasi Teknologi yang merupakan bagian dari pelaksanaan program Green Jakarta Millenium Knowledge Center, terdiri dari subkegiatan : 1. Pengembangan paket informasi teknologi berbasis multimedia hasil

    kegiatan/penelitian LIPI 2. Pengembangan sistem layanan informasi teknologi berbasis web 3. Digitalisasi dan penguatan pangkalan data koleksi bidang informasi

    teknologi 4. Pengembangan sistem informasi perpustakaan digital 5. Penguatan jaringan kerjasama dengan para pemangku kepentingan 2.6 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2013 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) UPT BIT-LIPI Tahun 2013 disusun berdasarkan Renstra LIPI 2010-2014, Renstra Koordinatif Kedeputian Jasil 2010-2014, dan Renstra Implementatif UPT BIT-LIPI 2010-2014. RKT UPT BIT-LIPI Tahun 2013 menjelaskan sasaran strategis, indikator kinerja, dan target yang dicapai pada tahun 2013. RKT ini juga mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) LIPI yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala LIPI No 276/E/2010 tertanggal 23 Februari 2010. RKT UPT BIT-LIPI Tahun 2012 disusun sesuai format yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 29 Tahun 2010 sebagai berikut.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |24

    Program yang dilaksanakan oleh UPT BIT-LIPI mengacu pada Program Prioritas Pembangunan Bidang Iptek yang terdiri dari : 1. Program Penguatan Sistem Inovasi Nasional (SIN) 2. Program Peningkatan Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek

    (P3 Iptek) RKT UPT BIT-LIPI Tahun 2013 adalah bentuk tanggung jawab UPT BIT-LIPI terhadap akuntabilitas keuangan serta kegiatannya. RKT UPT BIT-LIPI yang akan tersaji dalam tabel berikut ini merupakan refleksi beban kerja atas segenap perencanaan anggaran rutin, anggaran tematik maupun IPTEKDA Tahun 2013. Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahunan UPT BIT-LIPI Tahun 2013

    NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2013

    1. Meningkatnya kualitas pengetahuan para peneliti

    Jumlah peneliti yang meningkat pendidikannya

    1 Orang

    Jumlah peneliti yang naik jenjang jabatan fungsional peneliti

    2 Orang

    2. Meningkatnya hasil dan kapasitas penelitian

    Jumlah Publikasi Ilmiah dan HKI

    1 Publikasi Ilmiah Nasional 1 Publikasi Ilmiah Internasional - Hak Kekayaan

    Intelektual 2 Terbitan tercetak

    3. Meningkatnya kreatifitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis yang diukur dari jumlah hasil yang dipakai

    Jumlah Hasil yang Dipakai 100 Digitalisasi 1.300 Cantuman Database 12 Judul Multimedia 1 Sertifikat 100 Sertifikat Personal 1 Prototipe - Metode dan sistem

    uji/kalibrasi - Produk contoh - UKM Binaan - Organisasi

    terbimbing 4. Memperkuat jaringan

    antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi

    Jumlah Kerjasama 4 Kerjasama

    5. Tersedianya timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab isu nasional

    Jumlah saran kebijakan dan timbangan ilmiah dari LIPI

    - Saran Kebijakan

    6. Meningkatnya perilaku rasional dalam masyarakat

    Jumlah kegiatan pemasyarakatan iptek LIPI

    2 Kegiatan

    Jumlah peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI

    50 Orang

  • LAKIP UPT BIT 2013 |25

    Jumlah terbitan LIPI yang terdistribusi

    - Judul

    Jumlah daerah sebaran distribusi terbitan LIPI

    - Kota

    Jumlah Pengguna Akses Informasi dan Pengetahuan LIPI

    35.000 Pengguna Akses

    7. Meningkatnya akses terhadap pengetahuan

    Jumlah keikutsertaan dalam aktivitas ilmiah nasional, regional, dan internasional

    7 Kali

    Jumlah penyelenggaraan (Nasional)

    2 Kali

    Jumlah penyelenggaraan (Internasional)

    - Kali

    8. Meningkatnya peran LIPI dalam pergaulan dunia internasional

    Jumlah keanggotaan dalam organisasi ilmiah regional dan internasional

    - Organisasi

    Jumlah keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah regional dan internasional

    - Orang kali

    9. Tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan

    Jumlah sarana dan prasarana penelitian yang baik yang dipakai untuk kegiatan

    1 Paket - Lab terakreditasi - Bidang Uji Lab - Sarana Kawasan

    Teknopolis 10. Terwujudnya Tata Kelola

    Organisasi yang Baik (Good Corporate Governance)

    Jumlah dokumen pengelolaan administrasi keuangan dan inventaris LIPI yang tertib dan taat azas

    1 Dokumen

    Jumlah Laporan akuntabilitas kinerja yang berkualitas dan akuntabel

    2 Laporan

    11. Terbinanya SDM Jumlah pegawai yang tengah menempuh pendidikan S1, S2, S3

    5 Orang

    Jumlah pengawai yang mengikuti training kompetensi (dalam dan luar negeri)

    15 Orang

    Jumlah pegawai yang menduduki jabatan fungsional non peneliti

    12 Orang

    Pada tahun 2013 ini, UPT BIT-LIPI mendapat anggaran melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran sebesar Rp. 5.006.055.000,- (lima miliar enam juta lima puluh lima ribu rupiah), yang kemudian terkena kebijakan pemotongan anggaran terkait dengan tunjangan kinerja menjadi Rp. 4.759.023.000,- (empat miliar tujuh ratus lima puluh sembilan juta dua puluh tiga ribu rupiah). Ada kebijakan pemotongan anggaran berikutnya terkait dengan penghematan anggaran untuk subsidi BBM menjadi Rp. 4.483.091.000,- (empat miliar empat ratus delapan puluh tiga juta sembilan puluh satu ribu rupiah). Terakhir terjadi revisi terkait dengan pagu minus gaji di LIPI, menjadi Rp. 4.337.816.000,- (empat miliar tiga ratus tiga puluh tujuh juta delapan ratus enam belas ribu rupiah).

  • LAKIP UPT BIT 2013 |26

    Sebagai pertimbangan dengan adanya kebijakan pemotongan anggaran tersebut, maka UPT BIT-LIPI mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak dipengaruhi secara dominan oleh angaran DIPA, khususnya angaran perjalanan dinas. Optimalisasi kegiatan tersebut melibatkan semua seksi setingkat eselon IV di lingkungan UPT BIT-LIPI, diantaranya : a. Seksi Pengelolaan Koleksi Informasi Teknologi Kegiatan perpustakaan, berkaitan dengan peningkatan jumlah

    cantuman database, yang melibatkan mayoritas pejabat fungsional pustakawan, targetnya menjadi kisaran tiga kali lipat dari nilai target semula. Selain itu, juga dilakukan perbaikan pelayanan perpustakan, dengan harapan dapat meningkatkan animo pengunjung perpustakaan. Untuk layanan perpustakaan berbasis website, diupayakan melalui peningkatan jumlah database dan kemudahan akses dengan penyediaan sarana komputer untuk pengunjung dan internet gratis.

    b. Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Teknologi Kegiatan multimedia dan informasi teknologi, menjadi titik berat

    perhatian. Utamanya dengan terus meningkatkan kualitas produk kemasan multimedia mengenai hasil-hasil penelitian dan pengembangan LIPI, dan selalu memutakhirkan informasi-informasi hasil penelitian LIPI berbasis multimedia tersebut melalui website UPT BIT-LIPI dan website multimedia. Untuk dijadikan sebuah tantangan dan dorongan semangat yang lebih tinggi, maka target dinaikan menjadi kisaran sepuluh kali lipat dari target semula.

    c. Seksi Pemasyarakatan dan Kerjasama Kegiatan diseminasi informasi yang dilakukan seksi pemasyarakatan

    dan kerjasama, baik melalui kegiatan pemasyarakatan berupa seminar dan workshop. Sebagai bukti nyata peningkatan layanan informasi dan diseminasi hasil penelitian LIPI, seksi ini menargetkan tiga kali lipat target berkaitan dengan jumlah peserta dalam aktivitas kegiatan pemasyarakatan iptek LIPI.

    d. Selain berkaitan dengan seksi di setingkat eselon IV di lingkungan UPT

    BIT-LIPI, juga menganjurkan kepada pejabat fungsional yang ada dilingkungan UPT BIT-LIPI khususnya fungsional peneliti dan fungsional pustakawan, untuk dapat menghasilkan karya tulis ilmiah, baik nasional maupun internasional.

    Sehingga menyesuaikan dengan kebijakan dan optimalisasi tersebut, RKT UPT BIT-LIPI Tahun 2013 berubah menjadi : Tabel 2.2. Rencana Kinerja Tahunan UPT BIT-LIPI Tahun 2013 Revisi

    NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2013

    1. Meningkatnya kualitas pengetahuan para peneliti

    Jumlah peneliti yang meningkat pendidikannya

    1 Orang

    Jumlah peneliti yang naik jenjang jabatan fungsional peneliti

    2 Orang

    2. Meningkatnya hasil dan Jumlah Publikasi Ilmiah 2 Publikasi Ilmiah

  • LAKIP UPT BIT 2013 |27

    kapasitas penelitian dan HKI Nasional 1 Publikasi Ilmiah Internasional - Hak Kekayaan

    Intelektual 1 Terbitan tercetak

    3. Meningkatnya kreatifitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis yang diukur dari jumlah hasil yang dipakai

    Jumlah Hasil yang Dipakai 70 Digitalisasi 3.000 Cantuman Database 13 Judul Multimedia 0 Sertifikat 30 Sertifikat Personal 1 Prototipe - Metode dan sistem

    uji/kalibrasi - Produk contoh - UKM Binaan - Organisasi

    terbimbing 4. Memperkuat jaringan

    antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi

    Jumlah Kerjasama 3 Kerjasama

    5. Tersedianya timbangan ilmiah dan rekomendasi untuk menjawab isu nasional

    Jumlah saran kebijakan dan timbangan ilmiah dari LIPI

    - Saran Kebijakan

    6. Meningkatnya perilaku rasional dalam masyarakat

    Jumlah kegiatan pemasyarakatan iptek LIPI

    2 Kegiatan

    Jumlah peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI

    150 Orang

    Jumlah terbitan LIPI yang terdistribusi

    - Judul

    Jumlah daerah sebaran distribusi terbitan LIPI

    - Kota

    Jumlah Pengguna Akses Informasi dan Pengetahuan LIPI

    400.000 Pengguna Akses

    7. Meningkatnya akses terhadap pengetahuan

    Jumlah keikutsertaan dalam aktivitas ilmiah nasional, regional, dan internasional

    3 Kali

    Jumlah penyelenggaraan (Nasional)

    1 Kali

    Jumlah penyelenggaraan (Internasional)

    - Kali

    8. Meningkatnya peran LIPI dalam pergaulan dunia internasional

    Jumlah keanggotaan dalam organisasi ilmiah regional dan internasional

    - Organisasi

    Jumlah keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah regional dan internasional

    - Orang kali

    9. Tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan

    Jumlah sarana dan prasarana penelitian yang baik yang dipakai untuk kegiatan

    1 Paket - Lab terakreditasi - Bidang Uji Lab

  • LAKIP UPT BIT 2013 |28

    - Sarana Kawasan Teknopolis

    10. Terwujudnya Tata Kelola Organisasi yang Baik (Good Corporate Governance)

    Jumlah dokumen pengelolaan administrasi keuangan dan inventaris LIPI yang tertib dan taat azas

    1 Dokumen

    Jumlah Laporan akuntabilitas kinerja yang berkualitas dan akuntabel

    2 Laporan

    11. Terbinanya SDM Jumlah pegawai yang tengah menempuh pendidikan S1, S2, S3

    3 Orang

    Jumlah pengawai yang mengikuti training kompetensi (dalam dan luar negeri)

    15 Orang

    Jumlah pegawai yang menduduki jabatan fungsional non peneliti

    12 Orang

    Rencana Kinerja Tahunan (RKT) UPT BIT-LIPI Tahun 2013 direvisi dikarenakan adanya kebijakan pemotongan anggaran terkait dengan tunjangan kinerja dan subsidi BBM, yang secara langsung mengurangi anggaran perjalanan dinas dan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan. Sudah dapat dipastikan jika anggaran perjalanan dinas dan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan berkurang, maka capaian kegiatan perlu disesuaikan baik dari segi jumlah output dan jumlah capaiannya. Berikut rincian perubahan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) UPT BIT-LIPI Tahun 2013, yaitu : 1. Pada sasaran strategis kedua, yaitu meningkatnya hasil dan kapasitas

    penelitian, dengan indikator kinerja jumlah publikasi ilmiah dan HKI, pada tahun 2013 semula ditargetkan menghasilkan satu publikasi ilmiah nasional, satu publikasi ilmiah internasional, dan dua terbitan tercetak. Berubah targetnya menjadi dua publikasi ilmiah nasional, satu publikasi ilmiah internasional, dan satu terbitan tercetak.

    2. Pada sasaran strategis ketiga, yaitu meningkatnya kreatifitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis yang diukur dari jumlah hasil yang dipakai, dengan indikator kinerja jumlah hasil yang dipakai, pada tahun 2013 semula ditargetkan menghasilkan seratus digitalisasi, 1.300 cantuman database, 12 judul multimedia, satu sertifikat, 100 sertifikat personal dan satu prototipe. Berubah targetnya menjadi 70 digitalisasi, 3.000 cantuman database, 13 judul multimedia, 30 sertifikat personal dan satu prototipe.

    3. Pada sasaran strategis kempat, yaitu memperkuat jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi, dengan indikator kinerja jumlah kerjasama, pada tahun 2013 semula ditargetkan menghasilkan empat kerjasama. Berubah targetnya menjadi tiga kerjasama.

    4. Pada sasaran strategis keenam, yaitu meningkatnya perilaku rasional dalam masyarakat, dengan indikator kinerja pertama yaitu jumlah kegiatan pemasyarakatan iptek LIPI, pada tahun 2013 semula ditargetkan menghasilkan dua kegiatan, pada indikator kinerja kedua yaitu jumlah peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI,

  • LAKIP UPT BIT 2013 |29

    pada tahun 2013 ditargetkan 50 orang, dan pada indikator kinerja kelima yaitu jumlah pengguna akses informasi dan pengetahuan LIPI, pada tahun 2013 ditargetkan 35.000 pengguna akses. Berubah pada indikator kinerja kedua yaitu jumlah peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI menjadi 150 orang dan pada indikator kinerja kelima yaitu jumlah pengguna akses informasi dan pengetahuan LIPI, pada tahun 2013 target menjadi 400.000 pengguna akses.

    5. Pada sasaran strategis ketujuh, yaitu meningkatnya akses terhadap pengetahuan, indikator kinerja pertama yaitu jumlah keikutsertaan dalam aktivitas ilmiah nasional, regional, dan internasional, pada tahun 2013 semula ditargetkan tujuh kali, dan pada indikator kinerja kedua yaitu jumlah penyelenggaraan (Nasional), pada tahun 2013 ditargetkan dua kali. Berubah targetnya menjadi tiga kali pada indikator kinerja pertama yaitu jumlah keikutsertaan dalam aktivitas ilmiah nasional, regional, dan internasional, dan satu kali pada indikator kinerja kedua yaitu jumlah penyelenggaraan (Nasional).

    6. Pada sasaran strategis kesebelas, yaitu terbinanya SDM, indikator kinerja pertama yaitu jumlah pegawai yang tengah menempuh pendidikan S1, S2, S3, pada tahun 2013 target semula adalah lima orang, dan pada indikator kinerja kedua yaitu jumlah pengawai yang mengikuti training kompetensi (dalam dan luar negeri) ditargetkan 15 orang, serta pada indikator ketiga yaitu jumlah pegawai yang menduduki jabatan fungsional non peneliti ditargetkan 12 orang. Berubah hanya pada indikator kinerja pertama yaitu jumlah pegawai yang tengah menempuh pendidikan S1, S2, S3, targetnya menjadi tiga orang.

    2.7 Penetapan Kinerja Tahun 2013 Penetapan Kinerja (PK) UPT BIT-LIPI Tahun 2013 telah dibuat secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsi yang ada. PK ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2013. Penetapan Kinerja UPT BIT-LIPI tahun 2013 disusun berdasarkan pada RKT 2013 yang telah disesuaikan dengan anggaran DIPA yang diterima oleh UPT BIT. Format PK UPT BIT-LIPI Tahun 2013 telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 29 Tahun 2010. PK UPT BIT-LIPI Tahun 2013 merupakan pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun.

    Penetapan Kinerja juga merupakan representasi bagaimana setiap satuan kerja dapat membaca dan mem-breakdown setiap sasaran dan indikator yang sudah disepakati bersama dalam Rencana Strategis LIPI, yang juga diturunkan menjadi Rencana Koordinatif Kedeputian. Karena itu, Penetapan Kinerja juga dapat menjadi ukuran setiap satker dalam mengembangkan kegiatan sekaligus melihat posisi strategis yang dimilikinya dalam mendukung setiap kegiatan LIPI. Pada Rencana Kinerja Tahunan (RKT) yang telah ditetapkan UPT BIT-LIPI tahun 2013 terdapat sebelas sasaran strategis, sedangkan pada Penetapan

  • LAKIP UPT BIT 2013 |30

    Kinerja (PK) yang telah ditetapkan UPT BIT-LIPI tahun 2013 terdapat sembilan sasaran strategis. Penetapan Kinerja (PK) yang merupakan representasi dari RKT, meski demikian sesungguhnya terdapat beberapa perbedaan antara RKT dan PK. Hal ini dikarenakan ada beberapa alasan, yaitu : a. RKT mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) LIPI yang ditetapkan

    berdasarkan Surat Keputusan Kepala LIPI No 276/E/2010 tertanggal 23 Februari 2010.

    Dengan mengacu pada IKU LIPI, maka dapat dipastikan akan terdapat

    beberapa sasaran strategis dan indikator kinerja yang bukan tugas, fungsi dan kompetensi UPT BIT-LIPI. Sehingga ini tidak mungkin dimunculkan dalam PK UPT BIT-LIPI sebab pada akhirnya tidak dapat dilaksanakan oleh UPT BIT-LIPI.

    b. RKT disusun berdasarkan Renstra LIPI 2010-2014, Renstra Koordinatif

    Kedeputian Jasil 2010-2014, dan Renstra Implementatif UPT BIT-LIPI 2010-2014.

    Dengan mengacu pada Renstra LIPI 2010-2014, Renstra Koordinatif

    Kedeputian Jasil 2010-2014, dan Renstra Implementatif UPT BIT-LIPI 2010-2014, maka dapat dipastikan juga akan terdapat beberapa sasaran strategis dan indikator kinerja yang bukan tugas, fungsi dan kompetensi UPT BIT-LIPI. Karena dilingkup Kedeputian Jasil terdiri dari tujuh satuan kerja, dengan beragam kompetensi berbeda. Sehingga kompetensi diluar satuan kerja UPT BIT-LIPI tidak mungkin dimunculkan dalam PK UPT BIT-LIPI sebab pada akhirnya tidak dapat dilaksanakan oleh UPT BIT-LIPI. Kaitanya dengan Renstra Implementatif UPT BIT-LIPI 2010-2014, ini merupakan rencana berjenjang lima tahun, dengan rincian rencana tiap tahun yang berbeda-beda, sehingga pada PK UPT BIT-LIPI tahun 2013 akan sesuai dengan rencana implementatif khusus tahun 2013 sedangkan tahun-tahun lainnya akan berbeda dan tidak muncul di PK UPT BIT-LIPI tahun 2013.

    c. PK disusun dan ditetapkan berdasarkan pada tugas, fungsi dan

    kompetensi UPT BIT-LIPI.

    PK merupakan janji yang harus ditepati dan dilaksanakan dalam periode satu tahun. Penetapan dan penentuan PK bisa dipastikan harus merupakan tugas dan fungsi yang dilaksanakan, serta merupakan kompetensi dari UPT BIT-LIPI.

    Pada Renstra LIPI 2010-2014, memiliki tiga belas sasaran strategis yang dicanangkan LIPI, dan pada Renstra Koordinatif Kedeputian Jasil 2010-2014, memiliki sebelas sasaran strategis. Dengan melihat berbagai potensi yang dimilikinya, UPT BIT-LIPI menetapkan sembilan sasaran strategis yang menjadi kewajiban sekaligus lingkup kegiatannya. Sembilan sasaran tersebut digambarkan dengan jelas dalam tabel pada halaman berikut :

  • LAKIP UPT BIT 2013 |31

    Tabel 2.3. Penetapan Kinerja UPT BIT-LIPI Tahun 2013 NO SASARAN

    STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

    TARGET 2013

    CAPAIAN 2013

    1. Meningkatnya kualitas pengetahuan para peneliti

    Jumlah peneliti yang meningkat pendidikannya

    1 Orang 1 Orang

    Jumlah peneliti yang naik jenjang jabatan fungsional peneliti

    2 Orang 0 Orang

    2. Meningkatnya hasil dan kapasitas penelitian

    Jumlah Publikasi Ilmiah dan HKI Publikasi Ilmiah Nasional

    1 Publikasi Ilmiah Nasional

    3 Publikasi Ilmiah Nasional

    Publikasi Ilmiah Internasional

    1 Publikasi Ilmiah Internasional

    1 Publikasi Ilmiah Internasional

    Terbitan tercetak 2 Terbitan tercetak

    0 Terbitan tercetak

    3. Meningkatnya kreatifitas dalam menciptakan iptek yang bernilai ekonomis yang diukur dari jumlah hasil yang dipakai

    Jumlah Hasil yang dipakai Jumlah hasil konversi dokumen

    100 Digitalisasi 70 Digitalisasi

    Jumlah database informasi teknologi

    1.300 Cantuman Database

    3.015 Cantuman Database

    Sertifikat 1 Sertifikat 1 Sertifikat Sertifikat Personal 100 Sertifikat

    Personal 37 Sertifikat Personal

    Prototipe 1 Prototipe 1 Prototipe Jumlah Informasi teknologi berbasis multimedia tentang kegiatan pengembangan Puslit/UPT di Lingkungan LIPI dalam bentuk media Mini DV, DVD, VCD, dan CD Interaktif

    12 Judul Multimedia

    14 Judul Multimedia

    4. Memperkuat jaringan antara LIPI dengan industri dan pihak terkait lainnya dalam meningkatkan adopsi inovasi

    Jumlah Kerjasama 4 Kerjasama 3 Kerjasama

    5. Meningkatnya perilaku rasional dalam masyarakat

    Jumlah kegiatan pemasyarakatan iptek LIPI

    2 Kegiatan 3 Kegiatan

    Jumlah peserta berbagai aktivitas pemasyarakatan iptek LIPI

    50 Orang 198 Orang

    Jumlah Pengguna Akses Informasi dan Pengetahuan LIPI

    35.000 Pengguna Akses

    560.104 Pengguna Akses

    6. Meningkatnya akses terhadap pengetahuan

    Jumlah keikutsertaan dalam aktivitas ilmiah nasional, regional, dan internasional

    7 Kali 3 Kali

    Jumlah 2 Kali 1 Kali

  • LAKIP UPT BIT 2013 |32

    penyelenggaraan (Nasional)

    7. Tersedianya sarana dan prasarana penelitian yang memenuhi kebutuhan

    Jumlah sarana dan prasarana penelitian yang baik yang dipakai untuk kegiatan

    1 Paket 1 Paket

    8. Terwujudnya Tata Kelola Organisasi yang Baik (Good Corporate Governance)

    Jumlah dokumen pengelolaan administrasi keuangan dan inventaris LIPI yang tertib dan taat azas

    1 Dokumen 1 Dokumen

    Jumlah Laporan akuntabilitas kinerja yang berkualitas dan akuntabel

    2 Laporan 2 Laporan

    9. Terbinanya SDM Jumlah pegawai yang tengah menempuh pendidikan S1, S2, S3

    5 Orang 3 Orang

    Jumlah pengawai yang mengikuti training kompetensi (dalam dan luar negeri)

    15 Orang 21 Orang

    Jumlah pegawai yang menduduki jabatan fungsional non peneliti

    12 Orang 11 Orang

    Pada tahun 2013 ini, UPT BIT-LIPI mendapat anggaran melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran sebesar Rp. 5.006.055.000,- (lima miliar enam juta lima puluh lima ribu rupiah), yang kemudian terkena kebijakan pemotongan anggaran terkait dengan tunjangan kinerja menjadi Rp. 4.759.023.000,- (empat miliar tujuh ratus lima puluh sembilan juta dua puluh tiga ribu rupiah). Ada kebijakan pemotongan anggaran berikutnya terkait dengan penghematan anggaran untuk subsidi BBM menjadi Rp. 4.483.091.000,- (empat miliar empat ratus delapan puluh tiga juta sembilan puluh satu ribu rupiah). Terakhir terjadi revisi terkait dengan pagu minus gaji di LIPI, menjadi Rp. 4.337.816.000,- (empat miliar tiga ratus tiga puluh tujuh juta delapan ratus enam belas ribu rupiah). Sebagai pertimbangan dengan adanya kebijakan pemotongan anggaran tersebut, maka UPT BIT-LIPI mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak dipengaruhi secara dominan oleh angaran DIPA, khususnya angaran perjalanan dinas. Optimalisasi kegiatan tersebut melibatkan semua seksi setingkat eselon IV di lingkungan UPT BIT-LIPI, diantaranya : a. Seksi Pengelolaan Koleksi Informasi Teknologi Kegiatan perpustakaan, berkaitan dengan peningkatan jumlah

    cantuman database, yang melibatkan mayoritas pejabat fungsional pustakawan, targetnya menjadi kisaran tiga kali lipat dari nilai target semula. Selain itu, juga dilakukan perbaikan pelayanan perpustakan, dengan harapan dapat meningkatkan animo pengunjung perpustakaan. Untuk layanan perpustakaan berbasis website, diupayakan melalui peningkatan jumlah database dan kemudahan akses dengan penyediaan sarana komputer untuk pengunjung dan internet gratis.

  • LAKIP UPT BIT 2013 |33

    b. Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Teknologi Kegiatan multimedia dan informasi teknologi, menjadi titik berat

    perhatian. Utamanya dengan terus meningkatkan kualitas produk kemasan multimedia mengenai hasil-hasil penelitian dan pengembangan LIPI, dan selalu memutakhirkan informasi-informasi hasil penelitian LIPI berbasis multimedia tersebut melalui website UPT BIT-LIPI dan website multimedia. Untuk dijadikan sebuah tantangan dan dorongan semangat yang lebih tinggi, maka target


Recommended