Home >Documents >l i g h t n i n g b u s t e r

l i g h t n i n g b u s t e r

Date post:26-Jun-2015
Category:
View:381 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

LIGHTNINGBUSTER"Ketika LightningBuster Kembali ke "Rimba", Catatan Pengalaman Pribadi di Lapangan Migas, Referensi-Standar-Software-Training-Petunjuk Praktis Lightning Protection System. (Semua tentang Proteksi Petir ada disini)

Kamis, 13 November 2008Petir-pun Bebas Memilih Obyek Sambaran - Finial-pun dilompati

Ilustrasi disamping bisa menjelaskan kenapa "Space Shuttle" itu sesaat kemudian meledak... Padahal konon tempat itu sudah banyak dilengkapi dengan berbagai macam proteksi... Kok yaa, "Sang Petir" tidak mau melewati finial... Dia lebih memilih langsung obyek yang dikehendakinya... Ada material apa sebenarnya didalam Space Shuttle Launcher itu... Ground Resistance yang lebih kecilkah? Kebocoran Grounding Ring? atau yang lain..

Diposkan oleh Aji Tunggul Purbomiluhung di 02.21 0 komentar

Akibat Sambaran Petir Pada Tubuh Manusia

Lingkungan kerja yang aman dan sehat adalah suatu idealisme yang sudah umum diterapkan baik di gedung-gedung yang dipadati banyak orang maupun lingkungan yang cukup banyak orang seperti perkantoran dan sebagainya. Sehubungan dengan bahaya sambaran baik langsung maupun tidak langsung yaitu terjadinya lompatan muatan ke tubuh maupun tegangan sentuh dan lainnya bisa membahayakan para pekerja yang ada di mana saja khususnya pada stasiun pemancar. Seberapa besar dampak yang dapat terjadi bila arus sambaran petir dengan orde kiloAmpere tersebut mengalir pada tubuh manusia baik secara teknis dan secara medis akan dijelaskan berikut ini. Pada Tahun 1934, Freiberger melakukan percobaan dan menemukan bahwa bila arus yang mengalir dari ujung satu tangan sampai satu kaki dengan tegangan sebesar 350 Volt, maka resistansi tubuh , dan pada percobaan lain dengan tegangan 500 Volt adalah 1500 . Ketika arus mengalir terjadi didapati resistansi sebesar 1200 penurunan nilai resistansi sebesar 25%, angka resistansi diukur setelah 3 detik ketika tegangan diberikan. Dengan tegangan 220 Volt, Sam (1966) . Berbagai ilmuwan melakukan p mengukur resistansi tubuh sebesar 800 enelitian dan dapat diterima bahwa resistansi tubuh berkisar antara 522 pada tegangan 1000 00 1000 atau lebih (tegangan petir). 1 Arus Melalui Tubuh Manusia Kemampuan tubuh manusia terhadap besarnya arus yang mengalir di dalamnya adalah terbatas. Sementara besar dan lamanya arus yang masih mampu ditahan oleh manusia sampai batas yang berbahaya sulit ditetapkan. Berbagai percobaan dilakukan oleh para ahli pada sukarelawan yang bertubuh sehat untuk mencari batas dari pengaruh arus terhadap tubuh yang dibagai dalam: 1. Arus penyebab fibrilasi atau pingsan atau kematian (Ventricular Fibrillation) 2. Arus mulai terasa atau persepsi (Perception current) 3. Arus mempengaruhi otot 4. Arus reaksi 5. Arus penyebab tertahannya respirasi (Respiration arrested) 1.1. Arus Fibrilasi Pengaruh arus ketika melalui tubuh manusia dapat membahayakan bila melebihi arus yang mempengaruhi otot karena dapat membuat seseorang pingsan bahkan meninggal dunia. Kejadian ini disebabkan pengaruh langsung dari arus terhadap jantung disebut juga ventricular fibrillation yang artinya jantung berhenti bekerja

dan peredaran darah berhenti. Untuk penyelidikan tentunya dipakai binatang yang badan dan jantungnya seperti manusia. Pada tahun 1968, Dalziel menyimpulkan bahwa 99.5% dari manusia yang beratnya kurang dari 50 kg masih dapat bertahan terhadap besar arus dan waktu yang dirumuskan sebagai: dimana I = arus fibrilasi k= K = 0.0135 untuk manusia dengan berat badan + 50 kg = 0.0246 untuk manusia dengan berat badan + 70 kg t = waktu untuk arus ketika melewati tubuh manusia maka, k(50) = 0.116 A dan k(70) = 0.157 A 1.2. Arus Persepsi Ketika seseorang memegang suatu penghantar lalu mulai dialiri arus dari tegangan nol sampai memberi pengaruh karena rangsangan syaraf sehingga terasa nyeri dan bergetar dan tidak membahayakan inilah tahap dari arus tersebut. Untuk arus searah tentunya terasa sedikit panas ditelapak tangan. Dari hasil uji coba laboratorium di New York 1933 terhadap 40 orang laki-laki dan perempuan didapati arus rata-rata sebagai berikut: Untuk laki-laki : 1.1 mA Untuk perempuan : 0.7 mA

1.2.1. Arus Mempengaruhi Otot Bila arus persepsi dinaikkan lagi sehingga rasa sakit mulai terasa maka lamakelamaan akan mempengaruhi otot sehingga otot-otot didekat konduktor kaku dan menyebabkan tangan tidak dapat lepas darinya. Di universitas California dibidang medis menyelidiki kejadian ini pada 134 relawan laki-laki dan 28 perempuan dan mendapat rata-rata yaitu: Untuk laki-laki : 16 mA. Untuk perempuan : 10.5 mA. Selain itu ada batas arus maksimum ketika manusia masih dapat melepaskan konduktor tadi yaitu : Untuk laki-laki : 9 mA. Untuk perempuan : 6 mA. 1.2.2. Arus Reaksi Arus ini adalah arus terkecil dimana bisa membuat orang terkejut, reaksi menanggapi kejutan inilah yang bisa juga membahayakan karena bergantung pada orang itu sendiri. Hal ini biasanya disebabkan oleh reflek yang berlebihan sehingga seseorang dapat melakukan hal yang tidak diduga lebih bersifat fatal. Dalam penyelidikannya DR. Hans Prinz menyusun batasan-batasan arus dari hasil penelitiannya tersebut didalam tabel berikut: Tabel 1 Batasan-batasan Arus Dan Pengaruhnya Pada Manusia Besar Arus (mA) Pengaruh pada Tubuh Manusia 0 - 0.9 Belum terasa pengaruhnya (tidak ada reaksi) Besar Arus (mA) Pengaruh pada Tubuh Manusia 0.9 - 1.2 Terasa ada arus tetapi tidak menimbulkan kontraksi, kejang dan kehilangan

kontrol 1.2 - 1.6 Mulai terasa seperti ada yang merayap di dalam tangan 1.6 - 6 Tangan sampai ke siku merasa kesemutan 6 - 8 Tangan mulai kaku dan rasa kesemutan bertambah 13 - 15 Rasa sakit tidak tertahankan, penghantar masih dapat dilepaskan dengan gaya yang besar sekali 15 - 20 Otot tidak sanggup melepaskan penghantar 20 - 50 Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia 50 - 100 Batas arus yang dapat menyebabkan kematian

1.2.2.1. Arus Penyebab Tertahannya Respirasi Pengaruh arus sambaran petir pada respirasi dibagi menjadi dua cara, pertama-tama pengaruh tertahannya otot-otot pada bagian dada setelah arus mendadak tadi sehingga menahan saluran pernafasan. Yang kedua ialah pengaruh hanya berlangsung selama arus mengalir karena arus petir hanya mengalir sekitar 10 mikrodetik saja. Dengan kata lain pengaruh akibat arus sambaran petir setelah kejadian lebih mendapat perhatian. Pada tahun 1930, MacLachlan melaporkan suatu kecelakaan akibat sambaran petir pada frekuensi tenaga dimana korban menerima tegangan sebesar 22 kV antara tangan yang satu sebagai kontak dan tangan lain dan kaki sebagai lawannya. Pernafasan orang ini langsung berhenti, tetapi dapat berlanjut setelah mendapat pernafasan buatan selama delapan jam. Laporan lain yang didapat yaitu dari Lynch dan Shorthouse (1949) ketika sambaran petir langsung mengenai dua orang pemain sepak bola yang berdiri berdekatan. Arus mengalir dikeduanya dari kepala sampai kaki, walaupun tidak ada tanda jaringan luar yang terbakar tanda hanya terkena tegangan pindah atau lompatan. Akibatnya pernafasan mereka juga tertahan dan segera diberi pernafasan buatan, juga ada kemungkinan arus lain, misalnya arus fibrilasi juga berperan. Untuk batasannya dilakukan penyelidikan hanya pada kepala binatang, pada tahun 1972, Kitagawa menemukan bahwa dibutuhkan energi minimum 14 J atau sekitar 5.5 J.kg-1 untuk mengakibatkan kematian karena tertahannya pernafasan. 1.2.3. Tegangan Pada Tubuh Manusia Akibat Petir Kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat petir pada pekerja disuatu stasiun pemancar dapat terjadi didalam maupun diluar gedung. Gradien tegangan yang tinggi secara mendadak dapat menghasilkan berbagai faktor gangguan atau kesalahan ke tanah yang memungkinkan mengenai manusia. Berikut adalah macam dari tegangan dan analisis pendekatan untuk berbagai kemungkinan. 2.1 Tegangan Akibat Sambaran Langsung Berbagai kejadian akibat sambaran langsung (direct strike) memberikan berbagai macam kemungkinan akibat, dimana resistansi tubuh manusia mulai kejang-kejang ketika tersambar sekitar tegangan petir 4 kV sehingga arus yang mengalir kira-kira 4 A seperti pada sub bab sebelumnya dapat mengakibatkan kematian. Namun pada kondisi sesungguhnya ada beberapa korban yang bertahan hidup. Sambaran ini juga bisa mengenai sekaligus beberapa orang yang berdiri berdekatan, tidak jarang pada kasus tertentu bagian tubuh ada yang terbakar ini bisa juga karena baju yang dikenakan terbakar. Adapula yang melewati payung yang dipegang dan sepatupun bisa terkoyak karenanya.

2.2 Tegangan Sentuh Tegangan (contact voltage) ini timbul ketika seseorang memegang sebuah benda atau konduktor yang sedang dialiri arus sambaran petir dimana orang tersebut juga terhubung ke tanah. Besar arus yang mengalir dibatasi oleh nilai resistansi dari tubuh manusia tersebut, adapun model matematis dari peristiwa tegangan sentuh dapat di analogikan dalam persamaan berikut:

dimana: Es = tegangan sentuh (volt) Rk = resistansi tubuh manusia ( 1000 ohm) Rf = tahanan kontak ke tanah dari satu kaki pada tanah yang dilapisi 3000 ohm) koral 10 cm ( Ik = besar arus yang mengalir di tubuh (A) dengan Rf s adalah tahanan jenis tanah disekitar s dimana mendekati harga 3. permukaan. Arus Ik diambil berdasarkan harga dalam persamaan 16, dengan k memilih angka 0.116. Maka selanjutnya persamaan 17 akan menjadi: ( 2) s dalam satuan ohm-meter untuk dengan lapisan koral 10 cm dan t adalah waktu kejut dalam satuan detik. Berikut tabel tegangan sentuh yang tidak membahayakan, Tabel 2 Tegangan Sentuh Yang Tidak Membahayakan Dengan Durasi Durasi (detik) Tegangan Sentuh (Volt) 0.1 1.980 0.2 1.400 0.3 1.140 0.4 990 0.5 890 1.0 626 2.0 443 3.0 362

2.3 TEGANGAN LANGKAH Ketika seseorang berdiri di atas permukaan tanah dan tiba-tiba dijarak tertentu ada sambaran petir ke tanah baik langsung maupun langsung maka akan ada beda potensial diantara kedua kakinya (step voltage). Untuk analisis matematisnya dianggap jarak antara kedua kaki 1 meter dan diameter

Embed Size (px)
Recommended