Home >Business >KUMPULAN KASUS HUMAN RESOURCES MANAGEMENT by DANIEL DONI SUNDJOJO

KUMPULAN KASUS HUMAN RESOURCES MANAGEMENT by DANIEL DONI SUNDJOJO

Date post:24-Jan-2015
Category:
View:17,612 times
Download:61 times
Share this document with a friend
Description:
 
Transcript:
  • 1. KUMPULAN KASUS HRM By Daniel Doni SundjojoKasus Hotel Unicorn Hotel Unicorn adalah hotel bintang tiga yang berada di kotaSurabaya, Jawa Timur. Hotel Unicorn memiliki 400 kamar yangterdiri dari kamar standart, deluxe, dan suite. Occupancy hoteltersebut cukup tinggi, rata-rata sekitar 70% setiap harinya,bahkan untuk waktu-waktu tertentu occupancy hotel tersebutmencapai 100%, sedangkan keuntungan bersih hotel tersebut,rata-rata mencapai Rp. 500 juta setiap bulannya. Namun dibalik semua itu, Hotel tersebut sangat tidaknyaman bagi karyawannya. Di Hotel tersebut, karyawan benar-benar dibuat frustasi oleh gaji yang kecil, makanan yang kuranglayak untuk dimakan, serta perencanaan karir yang tidak jelas

2. lantaran Direksi yang juga pemilik seringkali menurunkan jabatanseseorang, atau bahkan mengeluarkan seseorang hanya karenaalasan pribadi. Seseorang yang menjabat sebagai seorang AsistenManager, bisa jadi langsung diturunkan menjadi seorang staffHouseekeeping, lantaran berbuat kesalahan pada direksi hoteltersebut, namun, di sisi lain, seorang staff biasa pun dapatlangsung melejit menjadi seorang Manager hanya dalam hitunganminggu apabila dekat dengan Direksi. Sementara itu, HumanResources Development Manager yang semestinya menjadi orangyang paling berwenang dalam mengelola Sumber Daya Manusia diHotel itu justru menjadi macan ompong yang tidak dapat berbuatapa-apa, karena seluruh kebijakan di Hotel tersebut diintervensioleh Direksi yang juga pemilik Hotel tersebut, termasuk kebijakanHRM. Di Hotel Unicorn, kebijakan HRM sangatlah parah, di sana,mayoritas karyawan masih berstatus daily worker (dibayar setiapkedatangan), serta sudah menjadi rahasia umum, kalau di Hoteltersebut, sangat dihindari untuk mengangkat karyawan tetap, 3. paling bagus setelah 2 kali masa kontrak, karyawan tersebutdengan cara apapun berusaha untuk dikeluarkan, entah dipindah kebagian yang dia tidak suka atau dicari-cari kesalahannya.Akibatnya, banyak orang-orang yang memiliki kompetensi sertaintegritas tinggi akhirnya memilih mengundurkan diri dari hoteltersebut. Selain itu banyak juga karyawan yang berkeluh kesahkarena tidak jelasnya nasib mereka di Hotel tersebut, namununtuk keluar dari Hotel tersebut mereka juga tidak beranilantaran mayoritas dari mereka sudah tua dan memiliki keluarga,apalagi di jaman sekarang cukup sulit bagi seseorang untukmencari pekerjaan. Berbagai hal sudah pernah ditempuh termasukmenempuh jalur ke instansi yang berwenang, namun semuanyaberjalan buntu, karena direksi menggunakan paradigma Take itor leave it, apabila tidak puas dengan konsisi tersebut, andadapat mengundurkan diri kapan saja, dan tentu saja tanpapesangon , karena anda mengundurkan diri, bukan saya pecat.begitu pernyataan direksi yang sering dilontarkan setiap ada 4. karyawan yang merasa tidak puas dengan kondisi kerja di Hoteltersebut. Hal ini membuat karyawan, yang mayoritas berasal daridesa menjadi ciut nyalinya. Akhirnya diantara karyawan tersebut,ada golongan yang pasrah dengan keadaan tersebut dan bekerjaala kadarnya saja, ada golongan yang memilih mencari pekerjaanparuh waktu ataupun bisnis sambilan seperti membuka warung, adagolongan ekstrim yang seringkali memilih bersikap keras,sedangkan golongan yang memiliki motivasi dan integritas yangtinggi tidak pernah bertahan lama karena frustasi dan memilihmengundurkan diri. . Namun hal itu tidak membuat Direksiberubah, justru menurutnya, ketika system sudah kokoh, makatidak masalah siapa yang memegang kendali, karyawan, dari levelmanapun boleh saja keluar masuk, namun sistem tetap berjalan,dan profit terus meningkat, begitu falsafah Direktur. 5. Pertanyaan untuk Diskusi : Sebagai seseorang yang mendalami Human Resources Management, bagaimana penilaian anda terhadap fenomena yang terjadi di Hotel Unicorn? Apa yang anda lakukan apabila anda diberi kesempatan untuk menjadi konsultan di Hotel Unicorn? Menurut Anda, benarkah falsafah direksi yang menyatakan , ketika sistem sudah kokoh, maka tidak masalah siapa yang memegang kendali, karyawan, dari level manapun boleh saja keluar masuk, namun sistem tetap berjalan, dan profit terus meningkat? 6. Kasus The One AdventureThe One Adventure berawal dari sekelompok Pecinta alam yangingin membentuk suatu bisnis bersama. Kebetulan mereka terdiridari pecinta alam yang berasal dari berbagai minat seperti arungjeram, panjat tebing, serta berbagai macam aktivitas outdoorlainnya. Dengan modal awal yang mereka miliki, mereka akhirnyamembentuk suatu adventure provider yang berkonsep pada onestop outdoor activity. Mulai dari panjat tebing, bersepeda, arungjeram, paintball hingga outdoor training management. Denganmodal itu, mereka mampu menjadikan The One Adventure sebagaioperator outdoor activity yang memiliki banyak pelanggan, baikdari segmen perorangan maupun corporate. Namun seiring denganmunculnya banyak kompetitor dengan modal yang jauh lebih kuatserta dikelola oleh profesional yang kaya akan inovasi dan 7. strategi, pelan namun pasti pamor The One Adventure mulairedup, hal ini dikarenakan The One Adventuretidak memiliki pengalaman dalam mengelola perusahaan secaraprofesional, mengingat semua fungsionaris The One Adventureberasal dari pecinta alam yang pada awalnya menganggap bisnis inisebagai suatu wahana bagi mereka untuk mempereratpersaudaraan diantara pecinta alam, dan tidak siap untukmenghadapi lingkungan bisnis yang kompetitif. Akibatnya, denganpengelolaan yang kurang professional dan semakin kompetitifnyapersaingan di dunia outdoor activity, lama kelamaan perusahaanpun merugi. Dalam keadaan ini, timbul pemikiran dari mereka agarmerekrut seorang profesional sebagai pimpinan mereka. Prosesperekrutan pun dilakukan, mereka merekrut seorang GeneralManager dari kalangan profesional. Namun General Manager inimengalami kesulitan dalam mengelola perusahaan tersebut. Mulaidari tidak jelasnya sistem administrasi, keuangan, operasionalserta berbagai sistem penting lainnya, ada hal yang sangat sulit 8. dirubah, yaitu kultur perusahaan yang lebih mirip sebagaiorganisasi pecinta alam daripada sebuah perusahaan profesional.Bahkan seolah olah, mereka menganggap kantor lebih sebagaisuatu sekretariat pecinta alam dibanding dengan kantor, tak heranjika suasana kantor itu juga seperti suasana pecinta alam, banyakyang mendengarkan musik, bermain gitar, atau tidur-tiduran saatjam kantor. Hal yang sulit disangkal adalah persaudaraan merekayang sangat kuat, lebih kuat dari segalanya. Masalah yang menimpasatu orang selalu dianggap masalah bagi kelompok mereka. Halinilah yang membuat General Manager yang direkrut menjadifrustasi. Dia tidak tahu harus mulai dari mana, semuanya bagaibenang kusut yang saling berhubungan satu sama lain. Setiap diamau mengeluarkan seseorang karena dianggap tidak produktif,atau melanggar peraturan perusahan, pasti mengalami penolakandari yang lain. Setiap kali dia berniat mengeluarkan kebijakan,yang berimplikasi pada perubahan kultur perusahaan tersebut,selalu mengalami hambatan dari mereka. Intinya, mereka 9. sebenarnya tidak siap untuk meninggalkan kultur pecinta alamnyamenjadi kultur profesional.Pertanyaan untuk Diskusi : Apabila anda direkrut sebagai General Manager The One Adventure, apa yang anda lakukan ? Andaikata General Manager menggunakan jasa konsultan manajemen untuk mengatasi hal tersebut, dan kebetulan Anda yang dipilih menjadi konsultan, apa yang anda lakukan? 10. Kasus Snopy NetSnopy Net adalah sebuah perusahaan yang bergerak di jasainternet provider dan beroperasi di beberapa kota sepertiJakarta, Surabaya, dan Malang. Dalam 5 tahun operasionalnya,Snopy Net berhasil meraih peringkat sebagai salah satu internetprovider yang terbesar di wilayahnya. Sampai suatu hari, ChieftExecutive Officer Snopy Net, Ageng Yudha Anggoro, MBA. M.Sc,Ph.D merasa bahwa perusahaan tersebut sudah siap dilepas,didelegasikan ke orang lain untuk mengelola perusahaan tersebut.Hal ini juga disebabkan karena sebagai CEO dan juga pemilikbeberapa perusahaan lain, dia sangat sibuk untuk terusberkonsentrasi di Snopy Net. Untuk itu, dia merasa perlumengangkat seorang General Manager yang bertanggung jawabpenuh terhadap seluruh operasional, strategi, serta 11. pengembangan perusahaan tersebut, sehingga sebagai CEO, diatidak perlu lagi turun dalam hal-hal yang bersifat operasional,strategi, maupun pengembangan dan beralih ke pengembanganbisnisnya yang lain. Beberapa nominasi sempat terlintas dibenaknya, dan 2 kandidat yang menurutnya terbaik adalah :1. Arie Djatmiko, M.Sc., Ph.D, adalah Chieft Information Officer, yang mengepalai semua staf yang berkaitan dengan Teknologi Informasi, merupakan otak dari semua inovasi produk perusahaan tersebut. Namun, Arie juga memiliki kekurangan, yaitu buruknya kemampuannya dalam bidang manajemen dan public relation, serta komunikasi terhadap rekan sekerja, membuatnya kurang disukai oleh kalangan non-IT di perusahaannya. Sebaliknya, mengingat kepintarannya yang luar biasa, dirinya benar-benar disukai oleh kalangan IT perusahaan tersebut. Dan bukan rahasia umum, diantara kalangan IT dan non IT terdapat jurang yang membuat mereka sering beda pendapat. Namun selama ini 12. berbagai jurang tersebut dapat diatasi oleh Pak AgengYudha yang juga merupakan pendiri perusahaan tersebut.2. Alex Hadidharma, MBA. Dia adalah tangan kanan dari PakAgeng Kemmapuannya dalam bidang manajemen tidak perludiragukan, dialah yang berperan dalam marketingcommunication, public relation serta beragam fungsimanajemen lainnya dalam perusahaan tersebut. Selain itu,sosoknya yang supel dan menyenangkan membuat banyakorang bahkan customer menyukainya. Satu satunyakekurangannya, dia bukan berasal dari kalangan IT, itusebabnya kalangan IT di perusahaan tersebut tidakmenyukainya. Bahkan dengan ekstrem, mereka sempatmelontarkan ultimatum, jika Alex yang menjadi GeneralManager, maka mereka akan resign dari perusahaantersebut. 13. Pertanyaan untuk diskusi : Apabila anda berada dalam posisi Ageng Yudha Anggoro, MBA. M.Sc, Ph.D, apa yang a