Home >Documents >Kuliah 3 PIK

Kuliah 3 PIK

Date post:25-Feb-2018
Category:
View:225 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    1/25

    Sejarah Maritim Indonesia

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    2/25

    Setelah mengikuti kuliah ini

    mahasiswa akan dapatmenjelaskan mengenai budaya

    bahari dan karakter masyarakat

    bahari

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    3/25

    Pelajaran dari Kejayaan Maritim di

    Masa Lalu

    Kerajaan Sriwijaya

    Kerajaan Majapahit

    Kerajaan Islam di Nusantara

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    4/25

    Kerajaan Sriwijaya (671 M- 1183 M)

    Imperium dengan armada maritim

    yang diakui kekuatannya.

    Luas kekuasaannya bahkan

    mencapai wilayah Kamboja,

    Thailand, Semenanjung Malaya,

    Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan

    Sulawesi.

    Di dunia perdagangan, Sriwijaya

    menjadi pengendali jalur

    perdagangan antara India danTiongkok, yakni dengan

    penguasaan atas selat Malaka dan

    selat Sunda

    http://4.bp.blogspot.com/-U9dycXRSYrU/T3LdRzKqjmI/AAAAAAAAAHI/01CHmCD6w9g/s1600/300px_srivijaya_empire_map1.jpg
  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    5/25

    Kerajaan Majapahit (1273-1478 M)

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    6/25

    Kerajaan MajapahitKebesaran kerajaan

    ditunjang oleh pertanian

    sudah teratur, perdagangan

    lancar dan maju, memilikiarmada angkutan laut yang

    kuat

    Sumpah Palapa yang

    berbunyi Ia tidak akan

    makan buah palapa sebelum

    berhasil menyatukan seluruh

    wilayah Nusantara.

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    7/25

    Kesultanan Aceh

    Kesultanan Aceh terletak di ujung

    utara Pulau Sumatra. Pintu

    masuk Selat Malaka dan di bibirpantai Lautan Hindia

    Tiga faktor kegemilangan Aceh di

    masa lalu : Islam, Penguasaan

    Selat Malaka, dan Aliansi Politik

    dengan Turki Utsmani

    Aceh merupakan negara militer

    terkuat di Nusantara

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    8/25

    Perjuangan membangun Archipelago State

    Deklarasi Djuanda (13 Desember 1957) :Bentuk geografi Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri

    dari beribu-ribu pulau mempunyai corak tersendiri. Bagi keutuhan

    teritorial dan untuk melindungi kekayaan negara Indonesia semuapulau serta laut terletak diantaranya harus dianggap sebagai

    kesatuan yang bulat..

    Deklarasi Djuanda ditentang di tingkat internasional terutama

    Amerika Serikat, Australia, Inggris, Belanda dan New Zealand.

    Tapi didukung oleh Uni Soviet, Republik Rakyat Cina, Filiphina,

    Ekuador

    Diresmikan secara formal -- Undang-Undang Nomor

    4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    9/25

    Perjuangan membangun ArchipelagoState

    Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982 (United Nations

    Convention on the Law of the Sea) yang ditandatanganioleh 119 Negara di Teluk Montego Jamaika tanggal 10

    Desember 1982

    Ketika Konvensi Hukum Laut 1982 tersebut masih dalam proses

    perdebatan, hebatnya Indonesia telah mengumumkan padatanggal 21 Maret 1980 tentang Zona Ekonomi Eksklusif

    Indonesia selebar 200 mil, dan ternyata bersinergi denganterbentukya Konvensi tersebut, maka Indonesia mengeluarkan

    Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi

    Eksklusif Indonesia

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    10/25

    Karakter Bangsa MaritimMandar (Sulawesi Selatan) :

    pelaut ulung

    tiga bentuk teknologi

    penangkapan : rumpon,

    menangkap ikan sambil

    menghanyut di tengah laut

    dan perahu sande (perahubercadik tradisional

    tercepat di austronesia)

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    11/25

    Mandar....

    Ulung yang

    bersahaja

    Kesahajaan

    teknologi

    penangkapan ikan

    mandar

    Berlayar bersama

    sinar ilahi

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    12/25

    Karakter Bangsa Maritim

    kekuatan armadakapal perang,membuat merekamempunyai

    pengaruh politikyang kuat dinusantara

    Makasar

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    13/25

    Karakter Bangsa MaritimBugis Pedagang antar pulau yang disegani-

    kampung bugis dimana mana, lautdan kapal dijadikan media

    Pantang menyerah : takunjunga

    bangung turu, nakugunciri gulingku,

    kualleangna talaanga natolia (saya

    tidak begitu saja mengikuti arahangin, dan tidak begitu saja memutar

    kemudi, saya lebih suka tenggelam

    daripada kembali

    Peramah dan sopan santun

    Rela berkorban untuk kepentinganorang lain

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    14/25

    Karakter Bangsa Maritim

    Bajo Berasal dari Wakatobi

    Sulawesi Utara

    perahu sekaligus tempat

    tinggal

    Kemampuan beradaptasi

    dengan lingkungan

    Sangat percaya pada

    kearifan lokal

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    15/25

    Karakter Bangsa Maritim

    Buton

    banyaknya kota-kota pelabuhan di Buton seperti Baubau,Pasarwajo, Waara, Wanci, Ereke dll,

    berkembangnya ekspedisi pelayaran dan perdagangan antar

    negara.

    awalnya baru dapat membuat sampan sebagai alat

    transportasi kemudian mulai dapat membuat perahu bercadik

    dengan bobot mencapai 500 ton

    pada awal abad ke-20 komoditi utama yang menjadi andalan

    untuk di ekspor yaitu tripang, kulit penyu, agar-agar, mutiara,

    dan sirip ikan hiu. Juga beberapa hasil perkebunan terutamaKopi.

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    16/25

    Karakter Bangsa Pelaut

    Buton

    Mempunyai falsafah POBINCI BINCI KULI --

    kesepakatan dan kebersamaan

    Kesepakatan melahirkan rasa persatuan Kebersamaan melahirkan rasa tenggang

    rasa

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    17/25

    Karakter Bangsa Pelaut

    Buton

    Pomae-maeka (Saling menghormati)

    Pame-maasiaka (Saling menyayangi) Popita-piara (Saling menjaga/pelihara)

    Poangka-angkataka (Saling mengangkat

    derajat)

    Pobinci-binci kuli terurai dalam

    ungkapan di bawah ini:

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    18/25

    Karakter Bangsa MaritimButon

    Yinda Yindamo Arataa Somanamo Karo (Biarpun harta habis asalkan

    jiwa raga selamat)

    Yinda Yindamo Karo Somanamo Lipu (Biarpun jiwa raga hancur asal

    negara selamat)

    Yinda Yindamo Lipu Somanamo Sara (Biarpun negara tiada asal

    pemerintah ada)

    Yinda Yindamo Sara Somanamo Agama (Biarpun pemerintah tiada

    asal Agama dipertahankan)

    Falsafah Politik Kesultanan

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    19/25

    Karakter Bangsa MaritimTernate-Tidore

    Semangat kebersamaan

    Berkoeksistensi

    Pengharaan atas perbedaan dalam kemajemukan

    Mendorong semangat mencari kebenaran

    Menyarankan sikap optimisme

    Membagi beban dan tanggunjawab dalam gotong-royong

    Menghargai perbedaan dengan memahami orang lain

    Budaya berfikir positif

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    20/25

    Karakter Bangsa MaritimTernate-Tidore

    Ino fomakati nyinga

    Mari kita-bersatu hati

    Doka gosora se bualawa

    Seperti pala dan cengkeh

    Om doro yo mamote

    Matang jatuh dan saling-ikut

    Fomagogoru fomadudaraKita-saling-ingat kita-saling-

    pelihara

    Mari kita bertimbang rasa

    Bagai pala dan cengkeh

    Matang bersama gugur

    bersama

    Dalam asih dan asuh

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    21/25

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    22/25

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    23/25

    Masyarakat pesisir Desa Nolloth telah memiliki kesadaran

    betapa pentingnya kelestarian SDA yang menjadi sumber

    penghidupannya.

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    24/25

  • 7/25/2019 Kuliah 3 PIK

    25/25

    Beberapa Sifat Dan Karakeristik Usaha-usaha

    Masyarakat Pesisir

    1.Ketergantungan Pada Kondisi Lingkungan

    2.Ketergantungan Pada Musim

    3.Ketergantungan Pada Pasar

Embed Size (px)
Recommended