Home >Health & Medicine >Kondisi Sanitasi Kota Medan (2006)

Kondisi Sanitasi Kota Medan (2006)

Date post:01-Nov-2014
Category:
View:1,285 times
Download:10 times
Share this document with a friend
Description:
Disampaikan pada Lokakarya Kondisi Sanitasi di Kota Metropolitan dan Kota Besar. Jakarta 29-30 Januari 2007. Data2 yang terhimpun per tahun 2006.
Transcript:
  • 1. PAPARAN PEMERINTAH KOTA MEDAN DALAM ACARAPEMBAHASAN KONDISI SANITASI DI KOTA METROPOLITAN DAN KOTA BESAR
  • 2. KOTA MEDANGEOGRAFI/DEMOGRAFI/EKONOMI PETA KOTA MEDAN Luas Wilayah : 26.510 Ha (265,10 Km2) atau 3,6 % dari luas Wilayah Prop.Sumut REMARKS : (Topografi Cenderung Miring ke PORT ZONE Utara) INDUSTIAL ZONE GOODS TERMINAL AND PORT NORTH Perkiraan jumlah penduduk. GREEN OPEN AREA CONSERVATION - Tetap : 2.006.142 Jiwa GREEN AREA - Tidak Tetap : 566.611 Jiwa DEVELOPMENT GUIDE LINE (Arus Komuter) CITY CENTER CBD Perkiraan jumlah penduduk MIDDLE CITY SUB CENTER miskin : 143.037 jiwa CITY : 32.804 kk CENTER : 7,13 % Pertumbuhan Penduduk per Tahun : 0,63 % SOUTH Urbanisasi Penduduk Pertahun: 1,5% 2
  • 3. Air Limbah Pelayanan air limbah domestik ditangani dengan sistem on-site dan off-site Pelayanan off-site sistem skala kota melayani sekitar 8 % wilayah kota dan 3 % penduduk kota. Dibangun sejak tahun 1995 Pelayanan off-site sistem diprioritaskan pada daerah kawasan permukiman dengan pertimbangan karena permukaan air tanah relatif rendah. Terdapat pelayanan off-site sistem skala kawasan, melayani 4.500 KK dibangun pada tahun 1995 Oleh/melalui MMUDP dengan dana dari Loan dari Asia Development Bank Pelayanan on-site sistem sekitar 80 % penduduk yang mempunyai jamban pribadi (70%), jamban komunal (10%) 3
  • 4. Air Limbah Pelayanan off-site melayani 2.594, sambungan rumah dari total sambungan yang direncanakan sebanyak 4.500 sambungan IPAL Pulau Brayan dengan kapasitas 16.000 m/h yang dibangun pada tahun 1995 Oleh bantuan MMUDP IPAL Pulau Brayan, saat ini masih berfungsi IPAL Pulau Brayan ,dapat mereduksi BOD dari 300mg/ lt menjadi 60 mg/lt. IPLT Terjun Kapasitas 10.000 m/h, dibangun pada tahun1993, Oleh MUDP I saat ini tidak berfungsi Tarif rata-rata rumah tangga Rp 6.500,per m Collection rate tarif air limbah 41 % 4
  • 5. KOTA MEDAN PERSAMPAHAN Daerah pelayanan meliputi 21 Kecamatan dari total 21 Kecamatan Cakupan penduduk dilayani 100 % dari total penduduk administrasi atau 80 % dari penduduk daerah pelayanan (perkotaan) Timbulan Sampah 0,60 kg/o/h Total Timbulan Sampah 5.436 m3/hari, Sampah Domestik 2.950 m3/hari, Sampah Pasar 1.525 m3/hari, sampah daerah komersial dan penyapuan jalan 961 m3/ hari 5
  • 6. PERSAMPAHAN Timbulan sampah kota 4.716 m3/hari, terdiri dari 48,2% organik dan 51,8 % an-organik Dilayani oleh Instansi Pengelola 3.772 m3/hari, dikelola oleh masyarakat 215 m3/hari (dibuat kompos), yang tidak dikelola (dibuang sembarangan) 729 m3/hari Tarif rata-rata rumah tangga Rp 5.000,per bulan Collection rate tarif sampah 60 % Lokasi TPA saat ini di Namo Bintang dan Terjun Berjarak 15 km dan 14 km dari pusat kota dengan luas 176.392 m dan 137.563 m, terletak didaerah tanah datar. Jarak dari permukiman 0,5 Km Dioperasikan sebagai open dumping oleh Dinas Kebersihan Kota Medan Kapasitas sampah yang diolah 0 m3/hari 6
  • 7. Kesehatan Umum dan Hygiene Practices Penyakit utama yang disebabkan oleh air adalah dengue dan diarrhea Penyakit yang disebabkan oleh tikus (rodent transmitted) kerusakan fisik Daerah paling rawan terhadap penyakit tersebut adalah di Daerah Kawasan Kumuh seperti Medan Tembung, Medan Maimun, Medan Belawan, Medan Labuhan dll Ada perhubungan antara penyakit tersebut dengan masalah persampahan kota (ya) Masyarakat mendapat pelayanan air minum dari perpipaan PDAM 87,4 %, sumur RT 5,4 %, sungai 2,9 %, penjual air 1,4 %, sumber lain 2,9 % Nilai kematian bocah 185.539 (dalam tahun 2005) Kampanye pengetahuan masyarakat untuk sektor sanitasi (sanitation awareness campaigns) melalui gerakan Jumat bersih dan Gotong Royong di setiap kelurahan Cara pengelolaan air limbah dan sampah dari rumah sakit melalui pengolahan limbah (IPAL skala kecil) dan incenerator 7
  • 8. KELEMBAGAAN Instansi Pengelola Sampah Kota dilaksanakan oleh : Dinas Kebersihan Kota Medan yang disahkan melalui Perda No. 4/thn 2000. Dinas Kebersihan Kota Medan melakukan pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sementara ke tempat pengolahan akhir sampah Instansi Pengelola Air Limbah Kota on site sistem dilaksanakan oleh : Dinas Kebersihan Kota Medan yang disahkan melalui Perda No. 4/thn 2000 Instansi Pengelola Air Limbah Kota off site sistem dilaksanakan oleh : PDAM Tirtanadi yang disahkan melalui Perda Provinsi Sumatera Utara No. 6/thn1991 Keterlibatan/peran swasta dalam pengangkutan sampah, mesin penyapu jalan 8
  • 9. PARTISIPASI MASYARAKAT PERSAMPAHAN Sebutkan program penanganan masalah sampah yang dilakukan kelompok masyarakat : Program Pengomposan sampah oleh Masyarakat Kecamatan Medan Tembung, Medan Denai bekerja sama dengan JBIC Program 3R sampah oleh Kelompok Masyarakat Kecamatan Medan Sunggal (namun tidak berkesinambungan) Program Sekolah Hijau/Green School di SMAN 1, SMAN 4 Dilakukannya kerjasama dengan pihak ketiga dalam melakukan lomba kebersihan kawasan sebagai wujud partisipasi masyarakat (tidak ada) Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang aktif dalam sektor sanitasi (tidak ada) Lembaga masyarakat (community-based organization) yang aktif dalam sektor sanitasi tidak ada Key stakeholders (pemangku kepentingan) dalam sektor sanitasi Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup 9
  • 10. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI SANITASI KOTA1. MASIH TINGGINYA ANGKA KEMISKINAN DAN KAWASAN KUMUH2. KESADARAN MASYARAKAT AKAN PENTINGNYA MENJAGA LINGKUNGAN3. TERBATASNYA SARANA DAN PRASARANA ANGKUTAN YANG ADA BAIK SECARA KUANTITAS MAUPUN KUALITAS3. DUKUNGAN BIAYA YANG BELUM MEMADAI4. KHUSUS TPA : MASIH MENGGUNAKAN METODE OPEN DUMPING YANG CENDERUNG DAN POTENSIAL MENGAKIBATKAN PENCEMARAN LINGKUNGAN PEMAKAIAN TPA NAMO BINTANG MENCAPAI 90 % & TPA TERJUN 75 % BELUM ADANYA LAHAN TPA BARU YANG REPRESENTATIF DAN PENYEDIAANNYA MEBUTUHKAN DANA RELATIF BESAR BELUM ADA AMDAL 10
  • 11. Pendanaan Pemerintah Kota Medan tidak berkemampuan untuk menangani secara menyeluruh masalah sanitasi (persampahan dan air limbah) Kontribusi anggaran untuk Sanitasi relatif kecil. Anggaran yang direalisasikan untuk O&M sarana dan prasarana sanitasi yang dibangun relatif cukup. 11
  • 12. SOLID WASTE & WASTE WATER MANAGEMENT/ IMPROVEMENT PROGRAM Pemerintah Kota belum mempunyai master plan SANITASI (persampahan dan air limbah) Pemeritah Kota telah menganggarkan dana untuk penyusunan master plan tersebut Pemerintah Kota menyadari pentingnya master plan persampahan dan sanitasi sesuai dengan aturan yang tercantum dalam PP 16/2005 Pemerintah Kota telah mempunyai program pengelolaan persampahan dan sanitasi kota dan telah dimasukan dalam RPJM : Program Perencanaan Teknis Administrasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Program Pengendalian Dampak Pencemaran Lingkungan Hidup Program Pencegahan dan Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Program Penegakan Hukum Lingkungan Program Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pelestarian Lingkungan Hidup serta Penataan Keseimbangan S
Popular Tags: