Home >Documents >KOMUNIKASI VIRTUAL (Kajian Fenomena Hallyu Wave …repository.iainpurwokerto.ac.id/247/1/Cover, Bab...

KOMUNIKASI VIRTUAL (Kajian Fenomena Hallyu Wave …repository.iainpurwokerto.ac.id/247/1/Cover, Bab...

Date post:07-Jan-2020
Category:
View:1 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • KOMUNIKASI VIRTUAL (Kajian Fenomena Hallyu Wave Terhadap Gaya Hidup Remaja

    di Purwokerto)

    SKRIPSI

    Diajukan Kepada Fakultas DakwahIAIN Purwokerto

    Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar

    Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

    Oleh:

    NUR HASANAH

    NIM. 1123102014

    PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM

    FAKULTAS DAKWAH

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

    PURWOKERTO

    2016

  • v

    ABSTRAK

    KOMUNIKASI VIRTUAL

    (KAJIAN FENOMENA BUDAYA HALLYU WAVE TERHADAP GAYA

    HIDUP REMAJA DI PURWOKERTO)

    NUR HASANAH

    1123102014

    Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam

    Fakultas Dakwah

    Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto

    Abstrak

    Hallyu Wave merupakan suatu fenomena menyebarnya budaya popular asal

    Korea Selatan diberbagai penjuru dunia. Produk budaya ini meliputi: Drama (K-

    Drama), Musik (K-Pop) dan Fashion (K-Style). Penyebaran budaya ini tidak lain

    karena peranan media yang selalu memblow-up fenomena yang tengah menjadi

    tren. Media internet, terkhusus media sosial memiliki peran penting didalamnya.

    Media sosial dalam konteks penyebaran budaya Hallyu Wave digunakan sebagai

    media komunikasi, publikasi, promosi, dan pemasaran kepada penggemar oleh

    tokoh/artis dari negeri Korea Selatan. Berdasarkan latar belakang masalah diatas,

    maka peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut: 1) Bagaimana bentuk

    komunikasi yang terjalin antara remaja di Purwokerto dengan tokoh budaya

    Hallyu Wave, 2) Bagaimana pengaruh budaya Halllyu Wave terhadap gaya hidup

    Remaja di Purwokerto.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi virtual serta

    pengaruh gaya hidup yang ditimbulkan dari budaya Hallyu Wave. Penelitian ini

    merupakan penelitian deskripstif-kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu

    wawancara dan observasi. Teori utama yang digunakan ialah pendekatan

    Fenomenologi Edmund Husserl dan konsep gaya hidup menurut Henry Assael.

    Teori pendukung lainnya ialah teori computer mediated communication (CMC).

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah adanya fenomena Hallyu

    Wave, terdapat pengaruh gaya hidup pada remaja di Purwokerto, seperti pola

    hidup hedonis, keinginan untuk meniru dengan idolanya dan penggunaan bahasa

    Korea dikehidupan sehari-hari. Komunikasi antar penggemar-tokoh/artis budaya

    Hallyu Wavemerupakan komunikasi virtual degan jenis komunikasi asynchronous

    communication dan synchronous communication.

    Kata kunci: Fenomenologi, Hallyu Wave, Komunikasi Virtual,Gaya

    Hidup.

  • vi

    MOTTO

    “Berlarilah! Sebelum waktu perlahan-lahan kan

    menghimpitmu.”

    (Nur Khasanah, Banjarnegara 28 Desember 2015.

    19:56 WIB)

    “Action speak louder than words.”

    (Jung Yunho of TVXQ)

  • vii

    PERSEMBAHAN

    Alhamdulillahirabbil’alamin

    Segala Puji bagi-Mu ya Allah SWT.

    Yang tak pernah putus memberikan kasih sayang, pertolongan dankekuatan pada

    hamba-Nya. Setiap kebaikan yang ada dan terjadi padadiriku adalah semata-

    semata karena rahmat-Mu. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan

    akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam selalu

    terlimpahkan keharibaan Rasulullah Muhammad SAW. Dengan rasa syukurdan

    rendah hati, kupersembahkan karya ini sebagai bentuktanggung jawab,

    pengabdian, ungkapan terima kasih, hormat dan kasihsayangku kepada :

    1. Ibundaku,Mahyati. Seorang wanita tegar, tangguh danpenuh pendirian.

    Karena ridho, do’a dan perjuanganmu lah, akhirnya putrimu ini dapat tumbuh

    hingga dewasa seperti saat ini.Do’a-do’anya adalah senjata terbaik saya

    dalam menjalani kehidupan ini. Terimakasih ya Allah yang memberikan

    malaikat-Mu kepadaku. Terimakasih ya Rabb aku telah dilahirkan dari rahim-

    Nya.

    2. Ayahanda, Bardi. Seorang Ayah penuh tanggung jawab yang tak pernah lelah

    berjuang untuk mencukupi dan membahagiakan kami, putra-putrinya. Mentor

    terbaik yang tak pernah lelah mengajarkan, memberikan semangat dan

    membimbing saya menjadi pribadi yang lebih baik agar dapat memberikan

    manfaat bagi agama, bangsa dan negara.

    3. Adik kebanggaanku, Aditya Bayu Saputra yang selalu menyayangiku. Mari

    kita buat kedua orang tua kita bangga atas lahirnya kita didunia ini, Dek.

    4. Keluarga yang tiada henti memberikan dukungan dan doanya buatku.

  • viii

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirrohmanirrohim.

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barrakatuh.

    Sesungguhnya segala pujian hanya milik Allah Ta’ala. Kami memuji-Nya,

    meminta pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya, dan kami belindung

    kepada Allah Ta’ala dari kejahatan diri-diri kami dan dari keburukan-keburukan

    amalan kami. Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada yang

    dapat memberinya petunjuk, dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah,

    maka tidak akan ada yang dapat menyesatkan.

    Penulis memanjatkan rasa syukur yang tak terkira kepada Allah SWT yang

    telah melimpahkan nikmat-Nya, kelapangan hati dan semangat sehingga Penulis

    dapat menyelesaikan karya ilmiah dalam bentuk skripsi yang berjudul

    “Komunikasi Virtual (Kajian Fenomena Budaya Hallyu Wave Terhadap Gaya

    Hidup Remaja di Purwokerto).”

    Penulisan skripsi yang telah diselesaikan ini merupakan salah satu syarat

    untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S-1) Institut Agama Islam Negeri

    Purwokerto dan juga sebagai aplikasi dalam mengevaluasi kapasitas ilmiah dari

    Mahasiswa yang akan menamatkan studinya dikelembagaan tersebut.

    Penulis menyadari, dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan,

    bimbingan, serta dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun

    tidak langsung. Oleh karena itu melalui kata pengantar ini, Penulis ingin

    menyampaikan rasa terima kasih kepada:

  • ix

    1. Drs. Zaenal Abidin, M.Pd. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut

    Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.

    2. Muridan, M.Ag., Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut

    Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.

    3. Nurma Ali Ridlwan., M.Ag., sebagai Dosen Pembimbing yang telah

    membimbing skripsi ini.

    4. Kepada Dewan Penguji Sidang Munqasyahku, Dr. Musta’in, S.Pd, M.Si serta

    Mukhtar Efendi, S.IP.

    5. Segenap Dosen dan Karyawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

    Purwokerto.

    6. Kepala Perpustakaan IAIN Purwokerto, buku-bukunya yang telah

    memberikan banyak inspirasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

    7. Kedua orang tua Penulis: Mama Bardi dan BapaBardi yang selalu

    mendoakan, mendukung dan berjuang serta mencurahkan segala kasih

    sayangnya, terima kasih banyak.

    8. Aditya Bayu Saputra, Adik kebangaganku yang selalu mengerti, memahami

    dan menunggu kepulanganku.

    9. Untuk Kakek-Nenekku: Embah Kasturi dan Biyung Satini yang telah

    merawatku sedari kecil hingga aku tumbuh dewasa seperti saat ini, Terima

    kasih tak terhingga kuucapkan untuk kalian.

    10. Bibi - Pamanku: Siti Ma’rifah – Ali Khamdani, Siti Bariyah - Sigit

    Kurniawan, Akhmad Bunyamin - Sukesih, Murfingah – Riyanto, Akhmad

  • x

    Sahidin - Qasiyah, Akhmad Hadirin – Kustiyah. Terima kasih untuk

    motivasinya.

    11. Teruntuk sahabat-sahabatku yang telah melewati pahit manis, tawa dan tangis

    selama perjuangan empat setengah tahun ditanah rantau khususnya Vivi

    Nurbaety, Esti Muamaroh, Dede Susanti, dan Arum Venty Veronika. Terima

    kasih atas persahabatan yang terjalin indah dan mengesankan.

    12. Kawan-Kawan KPI tahun 2011, Teguh, Hani, Eka, Arina, Naelis, Farhan,

    Ma’mun. Dinda, Tuti, Qiqi, Firza, Bayu, Asngad, dan teman-teman yang lain

    yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu, kenangan kita takkan

    terlupakan kawan.

    13. Untuk seseorang yang menjadi moodboster-ku, Teguh. Terima kasih untuk

    motivasi, pengertian, kasih sayang, dukungan serta pengalaman barunya yang

    begitu banyak dan luar biasa.

    14. Teman-teman kost Annisa khususnya Sofianna ZN, Dewi BC, Ani Syarofah,

    Ira Destaian Sudarma, Indah Fitriyani, Kristiana. Terimakasih untuk

    persahabatan yang indah.

    15. Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan motivasi dan bantuan

    sehingga terwujud skripsi ini.

    16. Untuk teman-teman Informan yang telah menjadi sumber utamaku dalam

    pengerjaan skripsi ini, terima kasih.

    17. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu dalam skripsi ini,

    semoga amal baik yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan dari

    Allah SWT.

  • xi

    Dalam hal ini, penulis tidak dapat memberikan apapun dalam bentuk

    materil. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna. Hal ini

    karena keterbatasan dan pengalaman penulis. Hanya dengan do’a semoga skripsi

    ini dapat memberikan manfaat bagi semua yang membutuhkan dan semoga dapat

    menjadi amal ibadah bagi kita semua. Amin.

    Purwokerto, Januari 2016

    Penulis,

    Nur Hasanah

    NIM. 1123102014

  • xii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

    PERNYATAAN KEASLIAN ...................................................................... ii

    PENGESAHAN ............................................................................................ iii

    NOTA DINAS PEMBIMBING ................................................................... iv

    ABSTRAK .................................................................................................... v

    MOTTO ........................................................................................................ vi

    PERSEMBAHAN ......................................................................................... vii

    KATA PENGANTAR .................................................................................. viii

    DAFTAR ISI ................................................................................................. xii

    DAFTAR TABEL......................................................................................... xv

    DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xvi

    DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ xvii

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ........................................................ 1

    B. Definisi Operasional .............................................................. 12

    C. Rumusan Masalah ................................................................. 16

    D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................. 16

    E. Kajian Pustaka ....................................................................... 17

    F. Sistematika Penulisan ............................................................ 20

    BAB II FENOMENOLOGI & GAYA HIDUP REMAJA

    A. Pengertian Fenomenologi ...................................................... 21

    B. Fenomenologi Menurut Edmund Husserl ............................. 27

  • xiii

    1. Riwayat Hidup Edmund Husserl ..................................... 27

    2. Fenomenoologi Husserl................................................... 28

    C. Konsep Gaya Hidup ............................................................... 31

    1. Pengertian Gaya Hidup ..................................................... 32

    2. Dimensi Gaya Hidup ........................................................ 37

    3. Bentuk Gaya Hidup .......................................................... 40

    4. Faktor Pengaruh Gaya Hidup ........................................... 42

    D . Teori Computer Mediated Communication (CMC) .............. 46

    1. Pengertian Computer Mediated Communication

    (CMC) ............................................................................. 46

    2. Sumber Dasar Computer Mediated Communication

    (CMC) ............................................................................. 49

    3. Konsep Teori Computer Mediated Communication

    (CMC) ............................................................................. 50

    4. Dampak Computer Mediated Communication (CMC) ... 52

    5. Keterkaitan dengan Model Komunikasi Lain ................. 53

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian ...................................................................... 51

    B. Objek Penelitian .................................................................... 58

    C. Subjek Penelitian ................................................................... 58

    D. Pengumpulan Data ................................................................ 59

    E. Analisis Data ......................................................................... 59

    BAB IV FENOMENA BUDAYA HALLYU WAVE MELALUI

    KOMUNIKASI VIRTUAL

  • xiv

    A. Gambaran Umum Wilayah Purwokerto ............................................. 61

    1. Letak Geografis Wilayah Purwokerto .......................................... 61

    2. Sekilas Tentang Remaja di Wilayah Purwokerto......................... 62

    B. Budaya Hallyu Wave ......................................................................... 64

    1. Sejarah Singkat Budaya Hallyu Wave ......................................... 64

    2. Perkembangan Budaya Hallyu Wave di Indonesia ...................... 68

    3. Produk Budaya Hallyu Wave ....................................................... 72

    4. Kontribusi Media dalam Penyebaran Budaya Hallyu Wave di

    Purwokerto ................................................................................... 80

    C. Deskripsi Komunikasi Virtual............................................................ 86

    1. Pengerftian Komunikasi Virtual .................................................. 86

    2. Jenis Komunikasi Virtual ............................................................. 87

    3. Komunitas Virtual dalam Media Sosial ....................................... 89

    D. Fenomena Hallyu Wave Terhadap Gaya Hidup Remaja di

    Purwokerto ......................................................................................... 92

    1. Karakteristik Informan ................................................................. 95

    2. Bentuk Komunikasi antara Remaja dengan Tokoh/Artis

    Budaya Hallyu Wave ................................................................... 104

    3. Gaya Hidup Remaja Purwokerto Terhadap Fenomena Budaya

    Hallyu Wave................................................................................. 116

    BAB V PENUTUP

    A. Kesimpulan ........................................................................................ 123

    B. Saran-Saran ........................................................................................ 126

    DAFTAR PUSTAKA

  • xv

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  • xvi

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1 Dimensi Gaya Hidup Menurut Henry Assael ................................... 37

    Tabel 2 Dimensi Gaya Hidup Menurut Plummer .......................................... 38

  • xvii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1 Screenshot dari postingan twitter akun milik Choi Siwon saat

    memperingati hari ulang tahun Super Junior yang ke-10 pada

    tanggal 5 November 2015 ........................................................... 112

  • xviii

    DAFTAR LAMPIRAN

    1. Sertifikat Baca Tulis Al-Qur’an dan Praktek Pengamalan Ibadah (BTA/PPI)

    2. Sertifikat Kuliah Kerja Nyata (KKN)

    3. Sertifikat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)

    4. Surat keterangan lulus seminar proposal

    5. Surat keterangan lulus ujian komprehensif

    6. Sertifikat lulus ujian aplikasi komputer

    7. Sertifikat pengembangan Bahasa Inggris

    8. Sertifikat pengembangan Bahsa Arab

    9. Hasil wawancara dari informan

    10. Dokumentasi wawancara informan

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Manusia sebagai makhluk sosial yang penciptaannya disertai akal dan

    pikiran, tentulah saling membutuhkan satu sama lain dalam kelangsungan

    kehidupan mereka. Sebagaimana diungkapkan oleh Aristoteles seorang filosof

    Yunani, bahwa manusia merupakan zoon politicon yang artinya satu individu

    dengan individu lainnya saling membutuhkan satu sama lain yang keterkaitannya

    tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sosial.

    Dalam proses interaksi sosial sebagai upaya kelangsungan hidup manusia,

    komunikasi memiliki peran penting dalam proses tersebut. Selain untuk

    penghubung antar satu dengan yang lain, komunikasi juga dijadikan sebagai

    media penyampaian pesan serta sarana mengekspresikan diri. Sehingga mereka

    dapat memahami satu sama lain.

    Komunikasi bersifat fleksibel yang mana dapat dilakukan kapanpun,

    siapapun dan melalui media apapun. Sebagaimana salah satu syarat komunikasi

    efektif yaitu antar komunikan dan komunikator dapat memahami pesan yang

    disampaikan serta memberikan feedback sebagai respon.

    Dengan perbedaan budaya yang dimiliki oleh tiap negara, menjadikan

    tiap negara memiliki daya tarik tersendiri dimata negara lain. Sebab, mobilitas

    masyarakat diseluruh dunia sedang mencapai puncaknya. Perjalanan dari satu

    negara ke negara lain dan dari satu benua ke benua lain banyak dilakukan,

  • 2

    termasuk juga perjalanan domestik banyak dilakukan orang. Saat ini orang

    seringkali mengunjungi budaya-budaya lain utnuk mengenal daerah baru dan

    orang-orang yang berbeda serta untuk menggali peluang-peluang bisnis.

    Hubugan antarpribadi kita semakin menjadi hubungan antarbudaya.1

    Namun, perbedaan kebudayaan tersebut tak menjadi hambatan untuk

    seseorang yang berasal dari budaya lain untuk mempelajari dan mengenal budaya

    yang bukan budaya asli miliknya. Hal ini tak dapat dielakkan bahwa globalisasi

    telah merubah gaya hidup dan pola pikir manusia menjadi lebih modern dan

    terbuka dengan pemikiran serta budaya-budaya yang baru.

    Mempelajari kebudayaan lain, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ini

    dikarenakan salah satu dampak positif dari adanya globalisasi dengan terus

    berkembangnya media dalam berkomunikasi. Mempelajari kebudayaan negara

    lain pun dapat dilakukan melalui berbagai media yang telah ada. Perkembangan

    komunikasi dimulai bahkan semenjak masa prasejarah, dimana mereka

    berkomunikasi melalui tanda atau simbol-simbol non-verbal utnuk

    menyampaikan pesan kepada yang lainnya. Hingga saat ini, komunikasi terus

    mengalami perkembangan pesat terlebih dengan didukung kemajuan teknologi di

    era modern.

    Di dalam era globalisasi dan abad virtual dewasa ini, banyak konsep-

    konsep sosial seperti integrasi, kesatuan, persatuan, nasionalisme, dan solidaritas,

    tampak semakin kehilangan realitas sosialnya da akhirnya menjadi mitos.

    Berbagai realitas sosial berkembang dalam skala global - khususnya sebagai

    1Ahmad Sihabudin, Komunikasi Antarbudaya Satu Perspektif Multidimensi, (Jakarta: PT.

    Bumi Aksara, 2011), hal. 6-7.

  • 3

    akibat kemajuan teknologi informasi – justru menggiring, masyarakat global ke

    arah akhir sosial.2

    Berkaitan dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, munculnya

    media informasi online berupa media sosial merupakan media paling efektif

    dengan penggunanya yang semakin bertambah pertahunnya. Ada berbagai jenis

    media sosial yang terus berkembang, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan

    sebagainya. Sosial media merupakan media yang membuat cara berkomunikasi

    antarmanusia menjadi berubah, seperti yang diungkapkan oleh Clay Shirky.

    “Alat yang digunakan untuk membentuk dan memelihara pusat kehidupan

    manusia menjadi lebih hidup “.

    Shirky menulis pada tahun 2008, tidak ada media sosial yang

    memungkinkan berbagi kumpulam informasi melalui cara baru. Tampilan menu

    – profil individu yang terbatasi oleh sistem mampu ditampilkan ke khalayak –

    yang pastinya kebiasaan manusia sebagai makhluk sosial yang gemar berbagi

    dapat dilakuakan dengan mudah berkat adanya media sosial.3

    Pada awalnya, komunikasi bermedia internet dikatakan memiliki presence

    yang kurang dibanding dengan komunikasi lain dalam interaksi interperson. Ini

    disebabkan adanya kekurangan isyarat verbal untuk menafsirkan maksud dan

    tujuan dari suatu pesan. Ini menjadikan komunikasi dalam talian bersifat tidak

    peribadi. Melalui kajian oleh Flaherty et al., komunikasi sebagaimana fungsinya

    tidak digunakan untuk tujuan yang sama dengan komunikasi face to face.

    2Yasraf Amir Piliang, Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan,

    (Yogyakarta: Jalasutra, 2004), hal. 135 3Daxton. R, Stewart, Social Media And The Law: A Guidebook For Comm Students And

    Oroffesionals (New York: Rotledge, 2013), hal. 8.

  • 4

    Komuniasi bermedia internet merupakan saluran yang sesuai bagi setengah

    bentuk interaksi, terutama melibatkan komunikasi berkaitan tugas seperti

    pertukaran pesan dan pertanyaan.4

    Bagi remaja, internet digunakan untuk pengunggahan berbagai kegiatan,

    aktivitas serta foto-foto pribadi, pengekspresian perasaan maupun pemikiran

    yang bersifat pribadi, berinteraksi dengan orang lain melalui dunia maya dengan

    menggunakan e-mail, chatting, sosial media, permainan game online, dan akses

    iklan berupa produk dan iklan layanan.5 Pengguna media sosial sendiri tak

    mengenal batasan usia dan kelas sosial. Dengan berbagai fitur dan kemudahan

    yang ditawarkan, bukan hal yang mustahil jika pertumbuhan media sosial

    mengalami peningkatan secara signifikan tiap tahunnya.

    Internet sebagai sebuah inovasi turut mempengaruhi perilaku sosial

    publik. Hal ini terlihat dari meningkatnya ketergantungan masyarakat saat ini

    terhadap akses informasi dalam kehidupan sehari-hari, tak terkecuali di

    Indonesia. Dari hasil Internet World Stats, Oktober 2012, Indonesia kini menjadi

    urutan 8 negara tertinggi pengguna internet yaitu 55.0 juta pengguna. Sedangkan

    dalam hal penggunaan sosial media, Indonesia menempati peringkat ke-5

    pengguna twitter teratas di dunia dan peringkat ke-4 dalam penggunaan facebook

    yaitu sebanyak 50.828.620 pengguna.6

    4 Siti Ezaleila Mustafa, Penghijrahan Dari Dunia Realiti Ke Dunia Maya: Tinjauan Umum

    Terhadap Dunia Maya Sosial Terpilih, Jurnal Komunikasi Malaysian Journal Of Communication Jilid

    30 (Special Issue) 243-258. 2014. 5 Arnold Giovanni Pinem, Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path (Studi Deskriptif

    Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path Di Kalangan Mahasiswa), Skripsi. 2014:

    Universitas Atma Jaya Yogyakarta. 6Maydina Zakiah, Internet, Social Media, Dan Potensi Kreativitas Bangsa Indonesia,

    Skripsi. Depok: Universitas Indonesia, 2012.

  • 5

    Jika melihat dari psikografis pengguna internet khususnya media sosial,

    umumnya mereka yang memahami dunia online adalah mereka yang hidup di

    era digital atau biasa dikenal dengan istilah digitalnative. Digital native ini pada

    umumnya adalah generasi muda yang dikenal dengan istilah generasi X, Y, Z.

    Generasi yang memiliki kecenderungan suka menggunakan media sosial online

    adalah mereka yang berusia 19-24 tahun. Rentang usia ini didominasi oleh

    mahasiswa atau pekerja dewasa muda, dimana menurut Hurlock (1993),

    dibutuhkan penyesuaian diri dengan cara hidup baru dengan memanfaatkan

    kebebasan yang diperolehnya. Rentang usia dewasa awal ini juga merupakan

    masa dimana kematangan emosi memegang peranan penting. Usia dewasa awal

    merupakan usia reproduktif (Reproductive Age),usia memantapkan letak

    kedudukan (Setting down age), usia banyak masalah (Problem age), usia tegang

    dalam hal emosi (emotional tension), Masa keterasingan social, masa

    ketergantungan, masa perubahan nilai dan masa kreatif.7

    Pengaruh psikologis dewasa muda ini berdampak pada intensitas

    penggunaan internet sebagai media komunikasi, termasuk di dalamnya adalah

    media sosial online. Tingginya pemanfaatan media sosial online pada usia

    dewasa muda ini disebabkan akan karakteristik media tersebut yang dinilai

    nyaman dalam hal sebagai wadah untuk memenuhi kepuasan diri, baik itu untuk

    penyaluran emosi, pencarian identitas diri, ketertarikan pada suatu hal/bidang

    ataupun hobi. Selain itu, media sosial online juga dapat memfasilitasi pengguna

    dalam menghadapi keterasingan sosial yang tidak ditemukan di dunia nyata.

    7Maydina Zakiah, Internet, Social Media, Dan Potensi Kreativitas Bangsa Indonesia,

    Skripsi. Depok: Universitas Indonesia, 2012.

  • 6

    Perasaan nyaman di dunia online tersebut merupakan salah satu bentuk wujud

    Cyberculture yang terbentuk dimana Levy memandang World Wide Web

    (WWW) sebagai lingkungan informasi yang terbuka, fleksibel, dan dinamis.

    Lingkungan ini memfasilitasi pemikiran ataupun ekspresi manusia yang

    terkadang tidak tersalurkan di dunia nyata, seperti yang pernah dikemukakan

    olehMc Luhan bahwasanya setiap media adalah perpanjangan dari pikiran

    manusia.8

    Diawali dari konsumsi media sosial inilah, penyebaran budaya asing

    mulai terjadi. Berkaitan dengan budaya asing, Budaya asing yang telah menjadi

    populer yang saat ini banyak menarik perhatian dunia adalah kebudayaan populer

    dari Korea Selatan. Fenomena budaya populer Korea Selatan atau Hallyu Wave

    telah membawa aliran nilai-nilai budaya Korea meluas ke berbagai negara dan

    menarik banyak massa. Hallyu Wave merupakan fenomena dalam dunia industri

    hiburan modern Korea. Produk-produk hallyu antara lain adalah drama (K-

    Drama), musik (K-pop), Fashion (K-Style).

    Tak terkecuali para tokoh-tokoh penting yang dijadikan sebagai panutan

    oleh sekelompok masyarakat sosial. Dalam industri hiburan misalnya, memiliki

    basis penggemar yang kuat dan loyal tentulah menjadi suatu keharusan dalam

    perjalanan karir seorang seniman atau selebritis.

    Terlebih dalam industri hiburan negara Korea Selatan sebagai contohnya.

    Dimana pada saat ini, tren budaya populer asal negara ginseng tersebut telah

    8Stephen W LittleJohn & Karen A.Foss, Teori Komunikasi, tp, tt, hal.. 411

  • 7

    mewabah diberbagai belahan dunia. Tak terkecuali di Indonesia yang kini

    menjadi salah satu negara pangsa pasar budaya tersebut selain Jepang dan China.

    Fenomena Hallyu di Indonesia sebenarnya merupakan efek domino

    penyebarluasan Hallyu mulai dari China, Jepang hingga ke seluruh Asia

    termasuk Indonesia. Meskipun hanya sebatas efek domino, sebagai salah satu

    pasar potensial. KOFICE (Korean Foundation for International Culture

    Exchange) sengaja mendirikan satu kantor korespondensi di Indonesia yang

    bertindak sebagai jendela pengamat perubahan arus kebudayaan secara global,

    serta mempelajari berbagai industri-industri budaya lokal di negara koresponden

    sehingga mereka dengan mudah mengontrol realisasi pengglobaan budaya

    populer Korea Selatan.

    Sebagaimana yang ditulis oleh Surya Agung Nugroho dalam jurnalnya

    yang berjudul ‗Hallyu In Indonesia‟. Kenyataan bahwa pengaruh demam Korea

    mewabah di Indonesia, terutama bagi para remaja, merupakan fakta yang tak bisa

    disangkal. Istilah Hallyu sendiri mungkin bukan sesuatu yang menarik bagi

    masyarakat umum. Sebenarnya, tidak semua Korean-lovers di Indonesia yang

    memahami isitlah dari Hallyu itu sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa

    kecintaan mereka terhadap demam Korea itu muncul dari musik-musik Korea,

    film, drama, game dan bahkan gaya berpakaian mereka pun terpengaruh dengan

    adanya Hallyu di Indonesia. Apa yang mereka ketahui saat ini hanyalah jika

    mereka menggemari drama Korea (K-Drama) dan Korean Pop (K-Pop). Dengan

    keadaan yang demikian, Korea secara tidak langsung telah merubah pola pikir

  • 8

    dari remaja Indonesia dengan serangan Korea – dimana hal tersebut menjadi

    prestasi yang patut dibanggakan.9

    „Hanryu‟of Hallyu atau gelombang budaya Korea merupakan fenomena

    yang tengah terjadi di Asia. Pengaruh tersebut meliputi bidang produk budaya

    populer dari Korea Selatan. Seperti film, musik, game dan fashion yang melanda

    di wilayah tertentu.10

    Disisi lain, Hallyu adalah salah satu fenomena budaya

    populer. Budaya populer merupakan salah satu objek yang paling komprehensif

    dalam konteks Cultural Studies. Istilah ‗budaya populer‘ (popular culture) selalu

    mengacu pada konteks budaya yang dinikmati oleh banyak orang, namun memiki

    perbedaan-perbedaan yang kontras dengan bentuk budaya lainnya. Menurut

    Storey, budaya populer berarti budaya yang disenangi oleh orang banyak:

    Popular culture is simply culture which is widely favoured or well liked by

    manypeopler. Budaya populer secara harfiah merupakan teks budaya yang umum

    dan biasa dikenal dalam lingkungan masyarakat yang populer (terkenal).

    Pemaknaan dan praktiknya sangat ditentukan oleh partisipasi yang dilakukan

    oleh para penikmat teks tersebut. Sehingga secara politis, budaya populer

    menjadi ajang perdebatan terhadap pemaknaan akan budaya, terutama terhadap

    mereka yang berkuasa secara budaya.11

    Hallyu semakin berkembang karena mendapat dukungan penuh dari

    pemerintahan Korea Selatan, selain itu dengan berkembangnya agensi-agensi

    entertainment serta dukungan dari badan telekomunikasi, penyebaran Hallyu

    9Valentina Marinescu, The Global Impact Of South Korean Popular Culture: Hallyu

    Unbond, (United Kingdom : Lexington Books, 2014). hal. 19 10

    Valentina Marinescu, The Global Impact Of South Korean Popular Culture: Hallyu

    Unbond,.... hal. 20 11

    Pintani Linta Tartila, Fanatisme Fans Kpop Dalam Blog Netizenbuzz, Skripsi, tt.

  • 9

    semakin luas. Seakan tidak ingin menyianyiakan moment, berbagai pihak yang

    ikut andil dalam perkembangan Hallyu terus berusaha mengembangkan sumber

    daya manusia yang ada, serta mencari jalur untuk mengekspor industri

    kebudayaan ini ke luar negeri.

    Semakin mudahnya orang-orang menggenggam dunia melalui internet,

    hallyu yang sejak awal berkembang karena adanya internet pun akan terus

    tumbuh dan meluas, baik di dalam negeri ataupun di negara-negara lain. K-Pop

    dapat berkembang luas berkat teknologi, dan pecinta K-Pop pun mulai tertarik

    dengan berbagai hal yang berbau Korea, mulai dari makanan, kosmetik, gadget,

    bahasa, bahkan ingin berkunjung ke Korea. Hal tersebut membuktikan bahwa

    Korean wave telah mempengaruhi interaksi antara Indonesia dan Korea Selatan.12

    Industri budaya populer Korea, menurut Presiden KBS (Korean

    Broadcasting System), Cho Dae-Hyun, merupakan salah satu pasar yang paling

    kemopetitif di dunia. Dua produk unggulan industri ini, yaitu K-Pop dan K-

    Drama saling berkompetisi untuk melatih aktor dan penyanyi selama bertahun-

    tahun untuk menciptakan drama dan program musik yang berkualitas serta

    berkolaborasi dengan ahli-ahli yang telah mendunia.

    Salah satu dampak yang paling signifikan terjadi pada industri hiburan

    Korea yang kini karya-karya senimannya mulai diakui dan diapresiasi diranah

    hiburan internasional. Berangkat dari penyebaran budaya Hallyu itulah, tak

    sedikit para penggemarnya mulai mempelajari kultur yang berlaku di Korea

    Selatan, negara asal dari idola mereka.

    12

    Fitria Ramadhani, Fenomena Budaya K-Pop Di Kalangan Mahasiswa Penghuni Pesantren

    Mahasiswa (Pesma) Noer Muttaqien, Skripsi. Surakarta:Universitas Muhamadiyah Surakarta 2013.

  • 10

    Diantara desakan fenomena Korea, tak bisa disangkal bahwa K-Pop

    memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding dengan produksi drama dan

    filmnya. Itu disebabkan bahwa popularitas musik Korea atau lebih tepatnya

    penyanyi Korea, baik grup ataupun solo, sangat besar di Indonesia.13

    K-Pop

    menandai apa yang disebut the neo-Korean wave, dengan pemanfaatan media

    sosial secara masif dan keterlibatan fans sebagai salah satu cirinya.

    K-Pop14

    atau kepanjangan dari Korean Pop – musik pop Korea – adalah

    jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Hingga kini, banyak artis

    ataupun grup-grup idola terkenal seperti, BoA, PSY, TVXQ, Super Junior, Big

    Bang, Girls‘ Generation ataupun EXO telah sukses menembus batas pasar dalam

    negeri dan menjadi populer di mancanegara serta memiliki basis penggemar yang

    kuat ditiap negara.

    Dengan kepopuleran K-Pop, tentu mereka pun meiliki kumpulan

    penggemar yang tak sedikit diberbagai belahan dunia. Sebab tiap penyanyi dari

    tiap perusahaan agensi hiburan memiliki penggemar masing-masing ditiap

    wilayah yang berbeda negara bahkan kebudayaan. Berbicara mengenai fandom15

    dan strategi agensi, pihak agensi selaku perusahaan yang menaungi sang

    penyanyi tentu memiliki cara tersendiri untuk memasarkan artis mereka, untuk

    13

    Valentina,... hal. 24 14

    Musik pop korea pra-modern pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya

    musik pop jepang yang juga turut memenuhi unsur-unsur awal musik pop di korea. Penjajahan jepang

    atas korea juga membuat genre musik korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti

    perkembangan budaya pop jepang oada saat itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik

    pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukan musik yamg diadakan oleh pangkalan militer

    amerika serikat di korea selatan. Musik pop korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda,

    pertama adalah genre ―oldies‖ yang dipengaruhi musikbarat dan populer di era 60-an. 15

    Fandom merupakan istilah yang digunakan bagi kelompok penggemar seorang penyanyi

    atau suatu grup. Misal cassiopeia merupakan sebutan bagi mereka yang menggemari grup musik

    TVXQ!

  • 11

    memperkenalkan, mendapatkan, dan mempertahankan penggemar dari artis

    mereka. Salah satunya, dengan melakukan ekspansi wilayah melalui jaringan

    internet.

    Penyanyi serta agensi hiburan sebagai agen budaya populer Korea Selatan

    melakukan usaha untuk menumbuhkan ketertarikan, memperkenalkan ciri khas

    mereka kepada khalayak melalui penggunaan media. Dalam hal ini media sosial

    pun memiliki peranan penting dalam proses tersebut. Sebab menurut mereka,

    media sosial memiliki tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih dibanding

    dengan penggunaan media konvensional, seperti saluran TV dan media massa

    independen atau cetak.16

    Sebagaimana yang dilakukan salah satu grup yang dijuluki sebagai King

    of Hallyu yaitu Super Junior. Grup Super Junior oleh beberapa media lokal

    Taiwan dan Korea Selatan dijuluki sebagai Raja Hallyu dikarenakan keberhasian

    mereka menyebarkan budaya populer Korea Selatan di kancah Internasional

    melalui industri hiburan. Grup penyanyi lelaki yang terdiri dari sepuluh anggota

    tersebut, hingga saat ini aktif diberbagai bidang industri hiburan. Seperti musik,

    iklan, model, drama, film, MC, dan variety show.

    Ribuan penggemar Super Junior yang kebanyakan remaja mau tidak mau

    akan mempelajari budaya Korea Selatan. Ini dilakukan mereka sebagai upaya

    untuk mendedikasikan diri mereka sebagai penggemar kepada idola mereka.

    Berawal dari kecintaan penggemar kepada idolanya, maka muncullah fanatisme

    atau kecintaan yang terlalu berlebihan kepada sag idola. Sebagai seorang

    16

    Jungbong Choi & Roald Maliangkay, K-Pop – The International Rise Of The Korean Music

    Industry, (New York: 2015), hal. 3

  • 12

    penggemar, ia pun rela melakukan apapun umtuk menunjukkan kecintaan pada

    sang idola. Meniru gaya dari sang idola, mengoleksi karya-karyanya hingga rela

    menonton konser atau menghadiri kegiatan dimana idolanya tersebut berada.

    Menurut Fiske pada riset audiens yang ia kaji, bahwa penggemar memang

    memiliki budaya yang berbeda, namun demikian semakin terus bertambah orang

    yang membaca seperti penggemar seiring dengan perkembangan media online.

    Penggemar menjadi pengadaptasi dan pengadopsi awal dari media baru, mereka

    menbawa ―budaya partisipasi‖ mereka untuk dipraktikkan secara online, dimana

    mereka bisa lebih terlihat dan mendapat pengaruh, bahkan menjadi sebuah

    industri komersial yang telah merangkul serangkaian strategi untuk melakukan

    komodifikasi dan juga mengendalikan gangguan-gangguan potensial.17

    Dengan adanya gambaran tersebut, penulis pun tertarik untuk mengkaji

    penelitian ini dengan pertimbangan adanya sebuah komunikasi virtual, tanpa

    adanya tatap muka dalam proses komunikasi yang terjalin antara remaja di wilayah

    Purwokerto dengan role model mereka yang berasal dari Korea Selatan dalam

    rangka penyebaran budaya Hallyu Wave. Dari komunikasi tak nyata dalam

    perspektif antarbudaya tersebut akan muncul pengaruh dari fenomena penyebaran

    budaya Korea Selatan (Hallyu) terhadap remaja, terutama di wilayah Purwokerto.

    B. Definisi Operasional

    Untuk menghindari kerancuan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman

    dalam mengartikan istilah pada penelitian ini, maka penulis terlebih dahulu akan

    17

    John Fiske, Pengantar Ilmu Komunikasi: Edisi Ketiga, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,

    2012), hal. Xxxvii

  • 13

    memberikan penegasan dan memberikan batasan istilah dari judul penelitian.

    Diantaranya :

    1. Komunikasi Virtual

    Komunikasi jenis ini termasuk dalam jenis komunikasi media massa

    yang lebih memanfaatkan fasilitas internet. Komunikasi virtual atau virtual

    communication adalah komunikasi (proses penerimaan pesan) menggunakan

    (melalui) cyberspace/ruang maya yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual

    tidak dapat lepas dari sebuah media internet yang menggunakannya sebagai

    alat komunikasi.18

    Dunia maya atau dunia virtual itu sendiri, merujuk pada pengertian jaringan

    informasi elektronis yang mendunia yang terjadi karena adanya teknologi

    Internet (internationalnetworking/interconnected network).Secara etimologis,

    istilah komunikasi bersal dari bahasa Latin communicatio, dan perkataan ini

    bersumber pada kata communis. Arti communis disini adalah sama, dalam

    arti kata sama makna, yaitu sama makna mengenai suatu hal. Jadi,

    komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan

    dianut secara sama.19

    Komunikasi Virtual merupakan suatu bentuk proses komunikasi yang

    menggunakan teknologi sebagai sarana berkomunikasi antara satu pihak

    kepada pihak lain dan biasanya feedback dapat langsung diterima dengan

    proses penyampaian pesan melalui ruang maya (cyberspace) yang bersifat

    interaktif. Contohnya adalah seperti chatting, browsing, dan email melalui

    18Komunitasvirtual.Wordpress.Com (Diakses Pada Tanggal 2 September 2015, Pukul 09:45

    WIB) 19

    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28007/4/Chapter%20II.pdf

  • 14

    internet. Internet merupakan media komunikasi yang sangat efektif bagi umat

    manusia di dunia. Layanan yang ditawarkan juga beragam. Kita dapat

    menikmati fasilitas-fasilitas seperti email, chatting (mIR Chat) dan web.20

    Menurut Gibson, dunia maya adalah realita yang terhubung secara

    global, didukung secara global, didukung komputer, berakses komputer,

    multidimensi, artifisial, atau ―virtual‖.Kesalingterhubungan secara global

    antara dua komputer atau lebih, yang bisa mencapai jutaan komputer jumlahnya,

    sehingga bisa saling tukar informasi antara komputer satu dengan yang lainnya.

    Antara komputer satu dengan yang lainnya bisa berkomunikasi, saling

    berkirim atau bertukar informasi atau pesan.

    Dengan demikian, yang dimaksud dengan komunikasi di dunia maya

    adalah komunikasi yang dilakukan tidak dalam bentuk tatap muka langsung,

    akan tetapi interaksi mengirim dan menerima pesan atau informasi melalui

    pemanfaatan wahana jaringan internet.21

    2. Hallyu Wave

    Hallyu atau Korean Wave (Gelombang Korea) adalah istilah yang

    diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai

    negara di dunia. Umumnya Hallyu memicu banyak orang-orang di negara

    tersebut untuk mempelajari Bahasa Korea dan kebudayaan Korea.22

    20

    Komunikasi Virtual dan Manfaat Untuk Kehidupan Sosial Manusia Komunitas Virtual

    (Diakses melalui http:yuda217.blogspot.co.id/2009/05/komunitas-virtual-dan-manfaat-untuk.html,

    pada tanggal 29 Oktober 2015 Pukul 12:45 WIB) 21

    Http://www.scribd.com/doc/99342402/konsep-komunikasi-virtual#scribd (diakses pada

    tanggal 25 agustus 2015, pukul 08.45 wib) 22

    Http://Hallyufashopp.Blogspot.Com/2012/01/Apa-Itu-Hallyu.Html (Diakses Pada Tanggal

    25 Agustus 2015, Pukul 08.45 WIB)

    http://www.scribd.com/doc/99342402/Konsep-Komunikasi-Virtual#scribdhttp://hallyufashopp.blogspot.com/2012/01/apa-itu-hallyu.html

  • 15

    3. Gaya Hidup (Life Style)

    Gaya hidup selalu berkaitan dengan upaya untuk membuat diri eksis

    dalam cara tertentu dan berbeda dari kelompok lain. Menurut Machin &

    Leeuwen, berbeda dengan individual style (gaya pribadi) dan social style

    (gaya sosial), yang dimaksud life style (gaya hidup) disini adalah gabungan

    dari kedua gaya pribadi dan gaya sosial yang muncul pada wilayah sosial

    tertentu, merupakan aktivitas bersama dalam mengisi waktu senggang, dan

    sikap dalam menghadapi, isu sosial tertentu.23

    4. Remaja di Purwokerto

    Menurut Hurlock, Remaja berasal dari kata latin adolenscence yang

    berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolenscence

    mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental,

    emosional, sosial dan fisik.24

    Seperti yang dikemukakan oleh Calon, bahwa masa remaja

    menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum

    memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.25

    Masa remaja

    berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan

    13 tahun sampai 21 tahun bagi pria.

    Sedangkan menurut Zakiah Drajat, remaja merupakan masa peralihan

    diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami

    23

    Bagong Suyanto, Sosiologi Ekonomi Kapitalisme dan Konsumsi di Era Masyarakat Post-

    Modernisme, (Jakarta: Kencana, 2013), hal 138-143. 24

    Belajarpsikologi.Com, Pengertian Remaja Menurut Para Ahli, (Diakses Pada Tanggal 20

    September 2015, Pukul 20:50 WIB) 25

    Monks F.J, Koners A.M.P,. Haditono S.R. Psikologi Perkembangan pengantar Dalam

    Berbagai Bagiannya, Edisi Keempat Belas, (Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2002), th.

  • 16

    masa pertumbuhan dan masa perkembngan fisiknya maupun perkembangan

    psikisnya, mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara

    berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang lebih matang.26

    Dalam penelitian ini, wilayah yang akan dijadikan objek penelitian

    adalah remaja di wilayah Purwokerto yang menggunakan media sosial

    sebagai media komunikasi dan aktif dalam penggunaannya.

    C. Rumusan Masalah

    Sebagaimana telah diuraikan dalam latar belakang masalah didepan, maka

    rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini antara lain:

    1. Bagaimana bentuk komunikasi yang terjalin antara remaja di Purwokerto

    dengan tokoh budaya populer Hallyu Wave?

    2. Bagaimana gaya hidup remaja di Purwokerto terhadap fenomena budaya

    Hallyu Wave?

    D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

    Adapun tujuan dan manfaat penelitian ini dilakukan oleh penulis terdapat

    beberapa penjelasan diantara lain:

    1. Tujuan Penelitan

    Dalam setiap penelitian pasti ada tujuan yang hendak dicapai. Adapun

    tujuan yang hendak dicapai oleh penulis adalah untuk mengkaji dan

    mengetahui gaya hidup pada remaja di wilayah Purwokerto terhadap

    26

    Zakiah Drajat, Problema Remaja Di Indonesia, (Jakarta : Bulan Bintang, 1978), hal. 23

  • 17

    penyebaran budaya populer Hallyu Wave serta bagaimana proses komunikasi

    virtual yang terjalin antara remaja di Purwokerto dengan tokoh dari budaya

    populer Hallyu Wave.

    2. Manfaat Penelitan

    a. Manfaat Secara Teoritis

    Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih

    pengetahuan bagi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas

    Dakwah dan Komunikasi IAIN Purwokerto untuk menambah

    pengetahuan serta wawasan keilmuan dalam bidang studi Ilmu

    Komunikasi, yaitu Komunikasi Massa dan Psikologi Komunikasi.

    b. Manfaat Secara Praktis

    Manfaat yang dapat diambil secara praktis dari penelitian ini yaitu

    untuk dapat mempelajari perubahan perilaku seseorang terhadap pengaruh

    budaya asing.

    E. Kajian Pustaka

    Banyak penelitian yang telah dilakukan terkait dengan komunikasiyang

    terjadi antara artis dengan penggemarnya.

    Pertama, penelitian Nur Afni Rachman yang berjudul “Komunikasi

    Kelompok Penggemar Korean Pop di Surabaya dan Malang”, skripsi tahun

    2013, Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini bersifat

    Kualitatif-Deskriptif dengan melakukan menggunakan metode pengumpulan data

    menggunakan metode wawancara semi struktur serta observasi lapangan.

  • 18

    Kelompok responden berjumlah empat kelompok denggan jumlah keseluruhan

    anggota 18 orang, yakni 4 orang dari YG Famz Surabaya, 3 Orang dari Korea

    Lovers Surabaya (KLOSS), 5 orang dari YG Family for Malang, dan 6 orang dari

    K-Pop Fandom Malang (KFM). Penelitian ini menemukan temuan-temuan

    sebagai berikut: (1) Korean Pop baik di Surabaya dan Malang merupakan

    komunikasi kelompok besar atau largegroup communication, (2) jarang sekali

    terjadi komunikasi langsung atau tatap muka atau dapat dikatakan bahwa terjadi

    hubungan informal (3) Proses komunikasi internal kelompok berlangsung

    melalui ketua kelompok yang kemudian menyebarkan informasi-informasi

    kepada anggota kelompoknya melalui media komunikasi baik secara formal

    maupun informal, begitupula dengan proses komunikasi antar kelompok

    berlangsung dengan alur yang sama.27

    Kedua, hasil penelitian Fitria Ramadhani―Fenomena Budaya K-Pop di

    Kalangan Mahasiswa Penghuni Pesantren Mahasiswa (Pesma) Noer Muttaqien”

    Universitas Muhamadiyah Surakarta tahun 2013 yang amenggunakan nalisis

    deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi oleh Edmund Hussel dan

    Martin Heidegger menununjukkan bahwa masuknya budaya K-Pop menciptakan

    perubahan negatif baik terhadap diri mahasiswa penghuni PESMA maupun

    lingkungan PESMA yang tidak mencerminkan nilai-nilai keIslaman lagi akan

    tetapi lebih dominan pada nilai-nilai ideologi budaya K-Pop.28

    27

    Nur Afni Rachman, Komunikasi Kelompok Penggemar Korean Pop Di Surabaya Dan

    Malang. Skripsi. Surabaya:IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2013. 28

    Fitria Ramadhani, Fenomena Budaya K-Pop Di Kalangan Mahasiswa Penghuni Pesantren

    Mahasiswa (Pesma) Noer Muttaqien... hal. 14

  • 19

    Ketiga, esai milik Pintani Linta Tartila berjudul “Fanatisme Fans Kpop

    dalam blog netizenbuz”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis

    tekstual dengan pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan dengan cara memaknai

    teks-teks yang berupa tulisan maupun gambar pada blog Netizenbuzz yang

    kemudian akan dikaitkan dengan data-data maupun teori yang berhubungan

    dengan fanatisme fans. Hasil penelitian menunjukan bahwa teks-teks dalam blog

    Netizenbuzz yang menggambarkan kefanatikan fans dari sudut pandan Knetizen

    sebagian besar terdapat dalam teks yang membahas mengenai budaya fan-gift dan

    sasaeng fans. Fan-gift adalah budaya penggemar yang berupa memberikan

    hadiah kepada atau atas nama artis idola dalam hal ini Kpop. Sasaeng fans adalah

    budaya penggemar yang menunjukkan perilaku menggemari secara berlebihan

    dengan tujuan ingin lebih dekat dengan artis idolanya. Kedua budaya penggemar

    tersebut ditanggapi secara negatif dan positif oleh Knetizen maupun pembaca

    blog Netizenbuzz.29

    Dari pembacaan literatur tersebut dapat dipahami bahwa meskipun

    tidak dapat berkomunikasi secara langsung, ada komunikasi jenis lain yang

    terjadi antara tokoh atau selebriti-penggemar hingga menciptakan suatu

    fenomena fanatisme terhadap idola. Dan setiap komunikasi pun pasti memiliki

    maksud dan tujuan tertentu. Dalam penelitian inilah akan dikaji proses

    komunikasi yang terjadi serta pengaruh dari komunikasi tersebut.

    Penelitian yang mengkaji tentang kebudayaan Korea memang sudah

    pernah dilakukan, namun penelitian yang akan peneliti kaji ini akan mengambil

    29

    Pintani Linta Tartila, Fanatisme...th.

  • 20

    dari perspektif bidang keilmuan yang berbeda diantara pemaparan literatur diatas,

    yaitu mengenai komunikasi massa dengan kosentrasi komunikasi virtualnya

    belum ada yang mengkajinya secara mendalam.

    F. Sistematika Penulisan

    Dalam penulisan proposal ini disusun berdasarkan sistematika penulisan

    sebagai berikut:

    Bab I. Pendahuluan, yaitu berisi latar belakang masalah, penegasan

    istilah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, tinjauan pustaka,

    dan sistematika penulisan.

    Bab II. Landasan teori, di dalamnya penulis mencoba menuliskan teori-

    teori yang berkaitan dengan tema penelitian, yaitu teori fnomenologi Edmund

    Husserl, teori computer mediated communication dan konsep gaya hidup.

    Bab III. Metode penelitian, meliputi jenis penelitian,objek penelitian,

    pengumpulan data dan analisis data yang digunakan dalam peenelitian.

    Bab IV. Bab ini berisi Gambaran umum wilayah Purwokerto, sekilah

    tentang renaja di Purwokerto, deskripsi tentang komunikasi virtual dan Hallyu

    Wave. Dilanjutkan dengan penyajian data dalam hal ini mengurutkan dan

    mendeskripsikan hasil penelitian dalam bentuk analisis deskriptif.

    Bab V. Bab ini berisi tentang penutup yang terdiri dari kesimpulan, saran-

    saran dan penutup.

  • 123

    BAB V

    PENUTUP

    A. Kesimpulan

    Setelah melakukan analisis kualitatif-deskriptif terhadap data yang diperoleh

    dai penelitian di Purwokerto tentang Studi Fenomenologi Budaya Hallyu Wave

    Terhadap Gaya Hidup Remaja, maka disimpulkan sebagai berikut:

    Hallyu Wave merupakan suatu fenomena menyebarluasnya budaya populer

    dari Korea Selatan diberbagai belahan dunia. Produk budaya Hallyu Wave ini

    meliputi: Drama (K-Drama), Musik Pop (K-Pop), Fashion (K-Style).

    Memanfaatkan kemajuan teknologi berupa internet, pihak yang terlibat dalam

    industri budaya populer tersebut pun melakukan proses komunikasi dengan

    tujuan publikasi, promosi dan persuasi kepada penggemarnya melalui media

    sosial yaitu dengan model komunikasi virtual. Komunikasi virtual dibagi menjadi

    dua jenis yaitu:

    1. Asynchronous communication adalah komunikasi melalui media internet

    dengan pengirim dan penyampai pesan dalam berinteraksi tidak berada pada

    kedudukan tempat dan waktu yang sama, namun pesan tetap sampai pada

    tujuan/sasaran (penerima). Komunikasi ini diterapkan pada proses

    komunikasi antar Informan (komunikan) dengan Artis (komunikator).

    2. Synchronous communication yaitu komunikasi melalui internet dengan

    interaksi yang bersamaan waktunya, diterapkan dalam proses komunikasi

    antarpenggemar pada komunitas virtual. Penyebaran budya Hallyu Wave

  • melalui dunia maya ini juga menghasilkan dampak bagi remaja di

    Purwokerto. Terutama dalam perubahan gaya hidup dalam kehidupan sehari-

    hari, yaitu:

    1. Remaja lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya untuk mencari

    informasi dan berkomunikasi dengan idola dan teman-teman yang memiliki

    ketertarikan yang sama tentang Hallyu Wave.

    2. Memiliki gadget lebih dari satu untuk mendukung kegiatan mereka dalam

    mencari informasi di dunia maya

    3. Di dunia maya, remaja sering melakukan perdebatan atau adu argumen

    dengan penggemar lain yang tidak sepaham dengan pemikirannya (fanwar).

    4. Lebih sering menghabiskan waktu santai mereka dengan menonton drama

    dan video-video Korea.

    5. Gemar membeli barang-barang; DVD, pakaian, aksesoris, majalah, poster,

    tiket konser yang berhubungan dengan idola mereka dengan harga yang

    mahal.

    6. Dalam percakapan sehari-hari dengan teman sebayanya, mereka terkadang

    menggunakan istilah-istilah bahasa Korea.

    7. Mereka memiliki keinginan untuk meniru gaya dari idola mereka. Baik dari

    penampilan; pakaian, model rambut. make-up hingga skill mereka; menari

    dan menyanyi.

    8. Mereka yang fanatik terhadap budaya Korea, sering mengikuti kegiatan-

    kegiatan yang diadakan oleh komunitas penggemar; seperti gathering yang

    diselenggarakan di cafe atau restoran.

  • 9. Mulai tertarik untuk berlatih dance sebagaimana idola mereka lakukan.

    10. Mulai menyukai makanan khas Korea, seperti kimchi, jjangmyeon.

    11. Mengikuti pola makan atau diet yang dilakukan oleh artis-artis Korea Selatan.

    Perubahan gaya hidup tersebut dilatarbelakangi oleh aktivitas yang mereka

    lakukan sehari-hari, minat mereka akan suatu hal yang menurut mereka unik, serta

    opini/pendapat mereka akan hal yang mereka sukai sebagaimana konsep gaya

    hidup yang dikemukakan oleh Assael.

    B. Saran-Saran

    1. Saran untuk Remaja di Purwokerto

    a. Diharapkan tidak terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu untuk

    menhindarkan diri dari sifat fanatik,

    b. Lebih bijaksana dalam mengalokasikan waktu untuk melakukan kegiatan

    yang lebih bermanfaat,

    c. Mempertimbangkan kembali keperluan apa yang memang dibutuhkan

    dibanding untuk membeli barang-barang yang nilai manfaat dan

    kegunaannya tidak ada,

    d. Lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi, carilah informasi yang

    bermanfaat dan aktual untuk menambah wawasan dalam bidang ilmu

    pengetahuan.

    2. Bagi Fakultas

    a. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dan menjadi khazanah baru bagi

    mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam

  • b. Materi perkuliahan yang berkaitan tentang cybermedia komposisinya

    lebih ditambah, karena cybermedia saat ini telah menjadi kebutuhan

    terkait adanya globalisasi.

  • 127

    DAFTAR PUSTAKA

    1. BUKU

    Adlin, Alfathri. Resistensi Gaya Hidup: Teori dan Realitas. Yogyakarta: Jalasutra.

    2006.

    Aminuddin. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan

    Sastra. Malang: Yayasan Asih Asah Asuh Malang YA3 Malang. 1990.

    Assael, Henry. Consumer Behavioral and Marketing Action: Second Edition.

    Boston: Kent Publishing Company. 1984.

    Chaney, David. Lifestyle: Sebuah Pengantar Komprehensif. Terj. Routledge.

    Yogyakarta: Jalasutra. 1996.

    Christine Daymon, dkk,. Metode-Merode Riset Kualitatif dalam Public Relation &

    Marketing Communications. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka. 2008.

    Engel, Blackwell, dan Miniard. Perilaku Konsumen. Jakarta: Binarupa Aksara.

    1994.

    Fiske, John. Pengantar Ilmu Komunikasi: Edisi Ketiga. PT. Raja Grafindo

    Persada:Jakarta. 2012.

    Hadi, Sutrisno. Metodeologi Research II. Yogyakarta: Andi Offset.1998.

    Husserl, Edmund. Cartesian Mediation: An Introduction to Phenomenology.

    London: The Hague Martinus Nijhoff. 1966.

    Keraf, Gorys. Komposisi. Flores: Nusa Indah. 1997.

    Kindarto, Asdani. Efektif Blogging Dengan Aplikasi Facebook. PT. Elex Media

    Komputindo: Jakarta. 2010.

    Lilweri, Alo. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Pustaka Pelajar:

    Yogyakarta. 2003.

    Littlejohn, Stephen W & Karen. A. Foss. Teori Komunikasi: Theories of Human

    Communication. Jakarta: Salemba Humanika. 2009.

    Maksum, Ali. Pengantar Filsafat: dari Masa Klasik Hingga Postmodern.

    Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2011.

    Marinescu, Valentina. The Global Impact of South Korean PopularCulture:

    Hallyu Unbond. Lexington Books: United Kingdom. 2014.

    Misiak, Henryk dan Sexton, Virginia Staudt. Psikologi Fenomenologi, Eksistensi

    dan Humanistik: Suatu Survei Historis. Bandung: PT. Refika Aditama.

    1988.

    Mulyana, Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja

    Rosdakarya. 2002.

    _________, Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi

    dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Rosdakarya. 2002.

    Nawawi, Hadari. Metode Penelitian Bidang Sosial. Gadjah Mada University

    Press: Yogyakarta. 1998.

    Piliang, Yasraf Amir. Sebuah Dunia yang Dilipat: Realitas Kebudayaan

    Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Posmodernisme. Bandung:

    Penerbit Mizan. 1999.

    Ritzer, George. Sosiologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2013.

  • Salim, Agus. Teori & Paradigma Penelitian Sosial. Yoghyakarta: PT. Tiara

    Wacana Yogya.2001.

    Salim, Hendro. Komunikasi Internet. Bogor: Jelajah Nusa. 2009.

    Setyosari, Punaji. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta:

    Kencana. 2010.

    Severin, J. Warner – Tankard, W. James, Jr, Teori Komunikasi: Sejarah, Metode

    dan terapan di Dalam Media Massa: Edisi Kelima. Jakarta: Prenada

    Media. 2005.

    Soekanto, Soerjono. Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat.

    Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 1993.

    Stewart, Daxton R. Social Media and The Law: A Guidebook for Communication

    Students and Oroffesionals. Rotledge: New York. 2013.

    Subandi, Idi. Lifestyle Ecstasy: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat

    Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra. 2000.

    Sustina. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: Remaja

    Rosdakarya. Tt.

    Syah, Hidayat. Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan

    Pendekatan Verikifikatif. Pekanbaru: Suska Pres. 2010.

    Thurlow, Crispin, Laura Lengel and Alice Tomic. Computer Mediated

    Communication: Social Interaction and The Internet. California : SAGE

    Publications. 2004.

    Wina, Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

    Jakarta: Kencana. 2006.

    Wood, Andrew F. dan Smith, J. Matthew. Online Communication: Linking

    Technology, Identity and Culture, New Jersey: Lawrence Erlbaum

    Associates, Inc. 2005.

    Wuryanta, AG. Eka Wenats. Diantara Pusaran Gelombang Korea: Menyimak

    Fenomena K-Pop di Indonesia. Jurnal: Universitas Paramadina. Tt.

    Zubaidi, Sujiat dan Muslih, Mohammad. Kritik Epistemologi dan Model

    Pembacaan Kontemporer. Yogyakarta: LESFI.2013.

    2. JURNAL Aprilia, Dwi Ratna Aprilia. ―Iklan dan Budaya Popular: Pembentukan

    IdentitasIdeologi Kecantikan Perempuan oleh Iklan (Analisis Semiotika

    Iklan Cetak WRP Body Shape & Prolene‖), Jurnal Ilmu Komunikasi

    Volume 1, No.2. 2005.

    Chartika, Indah dan Jamaan, Ahmad. ―Hallyu Sebagai Fenomena Transnasional‖,

    Jurnal: Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

    Politik, Universitas Riau. 2012.

    Eun-Young, Jung. ―Transnational Korea: A Critical Assessment of The Korean

    Wave in Asia and the United States‖, Jurnal: Southeast Review of Asian

    Studies Volume 31 (2009), pp. 69–80. 2009.

    Giuseppe Riva dan Carlo Galimberti, ―Computer-Mediated Communication:

    Identity And Social Interaction In An Electronic Environment‖, Jurnal

    Heldref Publications, (Diakses pada tanggal 4 November 2015, Pukul

    23:45WIB).

  • Gonzales dan Bello. ―The Construct lifestyle in market segmentation: The Behaviour

    of Tourist Consumers‖, Jurnal: Europan Journal Marketing. 2002.

    Hall & Lindzey, 1985. ―Teori Gaya Hidup‖ diakses melalui academia.edu pada

    tanggal 13 November 2015, Pukul 13:45 WIB. http://www.e

    jurnal.com/2013/09/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-gaya.html (Diakses

    pada tanggal 20 Oktober 2015, Pukul 18:34 WIB).

    Kelsey, Sigrid dan Amant, St. Kirk. 2008. ―Handbook of Research On

    Computer Mediated Communication‖, Jurnal. Vol . Diakses pada

    tanggal 5 November 2015, Pukul 14 : 52 WB.

    Kuswarno, Engkus, 2006. ―Tradisi Fenomenologi pada Penelitian Komunikasi

    Kualitatif: Sebuah Pengalaman Akademis‖, Jurnal Mediator Vol. 7, No.1,

    Juni 2006.

    Kunto, Yohanes Sondang dan Pasia, Peter Ramy. ―Segmentasi Gaya Hidup

    pada Mahasiswa‖, Jurnal Manajemen Pemasaran: Volume I No I. 2006.

    Kurnia, Novi.―Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Media Baru: Implikasi

    terhadap Teori Komunikasi‖, Jurnal Mediator. Vol. 6 No. 2005.

    M, Andreas Kaplan dan Haenlen, Michael. 2010. ―Business Horizons‖

    (http://www.michaelhaenlein.eu – Diakses pada tanggal 20 Oktober

    2014, Pukul 21:30 WIB).

    Maharani, Laras, 2011. ―Hubungan CMC dengan Tiga Model Komunikasi

    (Intrapersonal, Interpersonal dan Hyperpersonal‖, Jurnal. (Diakses pada

    tanggal 20 Desember 2015, Pukul 13:45 WIB).

    Nindito, Stefanus., 2005. ―Fenomenologi Alfred Schutz: Studi tentang Konstruksi

    Makna dan Realitas dalam Ilmu Sosial‖, Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 2

    No. 1 Juni: 2005, Hal. 79-94.

    Nindyastari, Dimitri. 2008. ―Gaya Hidup Remaja yang Melakukan Clubbing‖,

    Jurnal: Universitas Gunadarma.

    Rahman, Kholil Lur. ―Bersahabat Dengan Gangguan Jiwa‖, Penelitian

    Individual. Purwokerto : Dosen Konseling IAIN Purwokerto. 2012.

    Sosiawan, Edwi Arief. Kajian Teoritis Komunikasi Virtual: Internet dalam Prespektif

    Ilmu Komunikasi”, Jurnal. Tt

    Swardi, Anna Christy, Muliawan, Arief, Setyawan, Bayu, Novi, Citra Istiqoma,

    Amalia, Rizka. ―Korean Wave (Hallyu) dan Budaya Populer sebagai

    Soft Power Korea Selatan‖ , Jurnal. 2014.

    Walther, Joseph B. ―Computer Mediated Communication: Impersonal,

    Interpersonal, and Hyperpersonal‖, Jurnal Communication Research. Vol:

    23:3. 1996.

    Yang, Jonghoe. ―The Korean Wave (Hallyu) in East Asia: A Comparison of

    Chinese, Japanese, and Taiwanese Audience Who Whatch Korean TV

    Dramas‖, Jurnal Development and Society: Sungkyunwan University, Vol.

    41, No. 1. . 2012.

    3. Skripsi Anonim. ―Gaya Hidup dan Solidaritas Sosial Komunitas Sepeda‖. Skripsi. Tt.

    Anonim. ―Teori Computer Mediated‖. Skripsi. Surabaya : UIN Sunan Ampel. Tt.

    http://www.michaelhaenlein.eu/

  • Apsari, Metta. ―Pola Komunikasi pada Komunitas ole-Play di SitusDevianART‖,

    Skripsi. Surabaya: Universitas Brawijaya. Tt.

    Aresa, Della. ―Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Reourchase Intention: Studi

    Pada Pengunjung 7 Eleven Tebet Saharjo‖. Skripsi. Depok: Universitas

    Indonesia. 2012.

    Anonim. ―Penerimaan Penggemar Snsd Terhadap Kecantikan Snsd Dalam Video

    Klip Gee‖. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia. 2012.

    Fauzan Al-Rasyid, Teori Computer Mediated Communication (CMC), Tugas

    Akhir: Universitas Jenderal Sedirman, 2010, (Diakses melalui

    www.fauzanalrasyid.com pada tanggal 5 November 2015, Pukul 20:45

    WIB.)

    Marliana, Balkis. ―Kehidupan Keluarga Beda Agama: Studi Kasus di Wilayah

    Purwokerto‖, Skripsi. Purwokerto: STAIN Purwokerto. 2007.

    P. N. A, Nugrahaeni. 2003. ‖Perbedaan Kecenderungan Gaya Hidup Hedonis

    pada Remaja Ditinjau dari Lokasi Tempat Tinggal”. Skripsi. (Lihat

    http://www.e jurnal.com/2013/09/faktor-faktor-yang

    mempengaruhigaya.html, Diakses tanggal 20 Oktober 2015, Pukul 18:34

    WIB).

    Rachman, Nur Afni. ―Komunikasi Kelompok Penggemar Korean Pop di Surabaya

    dan Malang‖, Skripsi. Surabaya: Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel

    Surabaya. 2013.

    Rahayu, Isti Shinta. ―Analisis Penggunaan Social Media Oleh Remaja Putri

    Kabupaten Bandung”, Skripsi. Universitas Telkom. 2014.

    Ramadhani, Fitria. ―Fenomena Budaya K-Pop di Kalangan Mahasiswa Penghuni

    Pesantren Mahasiswa (Pesma) Noer Muttaqien”, Skripsi. Surakarta: Universitas

    Muhamadiyah Surakarta. 2013.

    Tartila, Pintani Linta. ―Fanatisme Fans Kpop dalam blog netizenbuzz”,Skripsi. Tt.

    4. INTERNET http://research.ntu.edu.sg/expertise/academicprofile/Pages/StaffProfile.aspx?ST_EM

    AILID=jwalther, pada tanggal 24 Desember 2015, Pukul 23:04 WIB)

    https://www.academia.edu/4726733/sumber_data_metode_dan_teknik_pengumpulan

    _datapengumpulan_data_kualitatif_dan_skala_ukuran?login=&email_was_taken=tru

    e. Diakses pada tanggal 1 November 2014 pukul 06.50 WIB.

    Karo Karo, Yosua Obeth Otniel. ―Computer Mediated Communication”, diakses

    melaluiSlideshare.net/mankoma2012/computer-mediated-communication,

    padatanggal 3 Novenber 2015 Pukul 04:54 WIB.

    Komunitas Virtual: Masyarakat Maya Sumbangsih Nyata (Diakses melalaui

    https://radithub.wordpress.com/2015/03/24/komunitas-virtual/padatanggal 29

    Okteober 2015, Pukul 13:05 WIB)

    Korean Wave of Pop Culture Sweeps Across Asia, (Dikases melaui

    www.cnn.com/2010/world/asiapcf/12/31/korea.entertainment/,padatanggal 3

    November 2014 Pukul 13:34 WIB)

    Korean Pop, with online Helpsm Goes Global (Diakses melalui

    content.time.com/time/word/article/0.8599,2013227,00/html , pada tanggal 2

    November 2015 pukul 15:31 WIB).

    http://www.fauzanalrasyid.com/http://research.ntu.edu.sg/expertise/academicprofile/Pages/StaffProfile.aspx?SThttps://www.academia.edu/4726733/sumber_data_metode_dan_teknik_pengumpulan_datapengumpulan_data_kualitatif_dan_skala_ukuran?login=&email_was_taken=truehttps://www.academia.edu/4726733/sumber_data_metode_dan_teknik_pengumpulan_datapengumpulan_data_kualitatif_dan_skala_ukuran?login=&email_was_taken=truehttps://www.academia.edu/4726733/sumber_data_metode_dan_teknik_pengumpulan_datapengumpulan_data_kualitatif_dan_skala_ukuran?login=&email_was_taken=truehttps://radithub.wordpress.com/2015/03/24/komunitas-virtual/http://www.cnn.com/2010/world/asiapcf/12/31/korea.entertainment/

  • Komunitasvirtual.wordpress.com (Diakses pada tanggal 2 September 2015, Pukul

    09:45 WIB)

    Ministry of Culture, Sport and Tourism Seoul, Republic Korea, 2010)

    Ridwanaz.com, Pengertian Penelitian Deskriptif (Diakses pada tanggl 20

    September 2015, Pukul 20:14 WIB)

    referensi.data.kemendikbud.go.id, Diakses pada tanggal 1 Desember 2015,

    Pukul14:56 WIB.

    Maysaroh, Siti. Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif diakses melalui

    http://www.kompasiana.com/memeymaysa/fenomenologi-dalam penelitian

    kualitatif_552f9da76ea834ea7c8b456d pada tanggal 22 Januari 2016, Pukul

    22:28 WIB.

    Nurhasanah, Siti. Gaya Hidup dalam Masyarakat, 2009. (Diakses tanggal November

    2015 dari` http://sutisna.com).

    Teori Computer Mediated Communication (CMC) Pada Situs Jejaring Sosial

    Twitter diakses melalui olysilalahi.wordpress.com, diakses pada tanggal 6

    November 2015, Pukul 23:38 WIB

    Teori Gaya Hidup, Diakses melalui academia.edu pada tanggal 13 November

    2015, Pukul 13:45 WIB.

    Tipologi Komunitas Virtual diakses melalui wikipedia.com, pada tanggal 03

    November 2015 Pukul 9:33 WIB

    World.kbs.co.kr/indonesia/archive/program/news_issue.htm?no=22969 (Diakses

    pada tanggal 24 Oktober 2015, Pukul 11:20 WIB).

    Wa Ode Zainab Zilullah Toresano, Pemikiran Fenomenologi menurut Edmund

    Husserl diakses melalui academia.edu pada tanggal 26 Januari 2015 Pukul

    17:34 WIB.

    http://www.kompasiana.com/memeymaysa/fenomenologi-dalam%09penelitian%20kualitatif_552f9da76ea834ea7c8b456dhttp://www.kompasiana.com/memeymaysa/fenomenologi-dalam%09penelitian%20kualitatif_552f9da76ea834ea7c8b456dhttp://sutisna.com/

    COVERBAB I PENDAHULUANBAB V PENUTUPDAFTAR PUSTAKA

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended